QS. Al A’raaf (Tempat yang tertinggi) – surah 7 ayat 60 [QS. 7:60]

قَالَ الۡمَلَاُ مِنۡ قَوۡمِہٖۤ اِنَّا لَنَرٰىکَ فِیۡ ضَلٰلٍ مُّبِیۡنٍ
Qaalal malaa min qaumihi innaa lanaraaka fii dhalalin mubiinin;

Pemuka-pemuka dari kaumnya berkata:
“Sesungguhnya kami memandang kamu berada dalam kesesatan yang nyata”.
―QS. 7:60
Topik ▪ Para rasul diutus untuk memberi petunjuk
7:60, 7 60, 7-60, Al A’raaf 60, AlAraaf 60, Al Araf 60, Al-A’raf 60

Tafsir surah Al A'raaf (7) ayat 60

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al A’raaf (7) : 60. Oleh Kementrian Agama RI

Allah subhanahu wa ta’ala dalam ayat ini menerangkan bahwa para pemimpin kaum Nuh ‘alaihis salam berpendapat sesungguhnya Nabi Nuh ‘alaihis salam itulah yang berada dalam kesesatan disebabkan Nabi Nuh melarang mereka menyembah berhala yang mereka pandang sebagai penolong mereka di hadapan Allah dan sebagai perantara untuk mendekatkan mereka kepada-Nya.
Memang demikianlah tingkah laku orang-orang kafir itu sering menuduh bahwa orang-orang yang beriman kepada Allah itu adalah orang yang sesat sebagaimana tersebut dalam firman Allah yaitu:

Dan apabila mereka melihat orang-orang mukmin mereka mengatakan: “Sesungguhnya mereka itu benar-benar orang-orang yang sesat.
(Q.S. Al-Muthaffifin [83]: 32)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan orang-orang kafir berkata kepada orang-orang yang beriman: “Kalau sekiranya dia (Alquran) adalah suatu yang baik, tentulah mereka tidak mendahului kami (beriman) kepadanya.” Dan karena mereka tidak mendapat petunjuk dengannya maka mereka akan berkata: “Ini adalah dusta yang lama.
(Q.S. Al-Ahqaaf [46]: 11)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Para tokoh dan pemuka masyarakat mereka menjawab seruan kepada keesaan Tuhan dan hari akhir itu dengan mengatakan, “Sesungguhnya kami memandang kamu telah berada jauh sekali dari kebenaran.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Pemuka-pemuka) orang-orang terhormat (dari kaumnya berkata, “Sesungguhnya kami memandang kamu berada dalam kesesatan yang nyata.”) yang jelas.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Pemuka-pemuka dan pembesar mereka berkata :
Wahai Nuh, sesungguhnya kami yakin bahwa kamu berada di dalam kesesatan yang nyata dari jalan yang benar.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

Pemuka-pemuka dari kaumnya berkata.

Yang dimaksud dengan istilah mala’ ialah para pemimpin dan para pembesar dari kalangan mereka.

Sesungguhnya kami memandang kamu berada dalam kesesatan yang nyata.

Yakni ajakan dan seruanmu yang ditujukan kepada kami agar kami meninggalkan penyembahan berhala-berhala ini yang kami jumpai nenek moyang kami melakukannya.

Memang demikianlah keadaan orang-orang yang durhaka.
Sesung­guhnya mereka memandang orang-orang yang bertakwa hanya berada dalam kesesatan.
Perihalnya sama dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya dalam ayat yang lain, yaitu:

Dan apabila mereka melihat orang-orang mukmin, mereka mengatakan, “Sesungguhnya mereka itu benar-benar orang-orang yang sesat.” (83: 32)

Dan orang-orang kafir berkata kepada orang-orang yang beriman, “Kalau sekiranya dia (Al Qur’an) adalah suatu yang baik, tentulah mereka tiada mendahului kami (beriman) kepadanya.
Dan karena mereka tidak mendapat petunjuk dengannya, maka mereka akan berkata, “Ini adalah dusta yang lama.” (Q.S. Al-Ahqaaf [46]: 11)

Masih banyak ayat-ayat lainnya yang bermakna senada.


Informasi Surah Al A'raaf (الأعراف)
Surat Al A’raaf yang berjurnlah 206 ayat termasuk golongan surat Makkiyah, diturunkan sebelum turunnya surat Al An’aam dan termasuk golongan surat “Assab ‘uththiwaal” (tujuh surat yang panjang).

Dinamakan “Al A ‘raaf” karena perkataan Al A’raaf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al A ‘raaf yaitu:
tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.
Mereka itu ialah golongan yang sama banyak kebaikan dan kejahatan mereka.

Keimanan:

Mentauhidkan Allah dalam berdo’a dan beribadat
hanya Allah sendiri yang menga­tur dan menjaga alam
Allah menciptakan undang-undang dan hukum-hukum untuk mengatur kehidupan manusia di dunia dan di akhirat
Allah bersemayam di ‘Arasy
bantahan terhadap kepalsuan syirik
ketauhidan adalah sesuai dengan fitrah manu­sia
Musa berbicara dengan Allah
tentang melihat Allah
perintah beribadat sam­bil merendahkan diri kepada Allah
Allah mempunyai al asmaaul husna.

Hukum:

Larangan mengikuti perbuatan dan adat istiadat yang buruk
kewajiban mengikuti Allah dan rasul
perintah berhias waktu akan shalat
bantahan terhadap orang yang mengharamkan perhiasan yang dianugerahkan Allah
perintah memakan ma­kanan yang halal lagi baik dan larangan memakan yang sebaliknya

Kisah:

Kisah Nabi Adam a.s. dengan iblis
kisah Nabi Nuh a.s. dan kaumnya
kisah Nabi Shaleh a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Syu’aib a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Musa a.s. dengan Fir’aun.

Lain-lain:

Al Qur’an diturunkan kepada Nabi yang penghabisan dan perintah mengikutinya
Nabi Muhammad ﷺ diutus untuk seluruh manusia
adab orang mukmin
adab mendengar pembacaan Al Qur’an dan berzikir
rasul bertanggung jawab menyam­paikan seruan Allah
balasan terhadap orang-orang yang mengikuti dan menging­kari rasul
da’wah rasul-rasul yang pertama sekali ialah mentauhidkan Allah

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-A'raaf (7) ayat 60 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-A'raaf (7) ayat 60 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-A'raaf (7) ayat 60 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-A'raaf - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 206 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 7:60
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al A'raaf.

Surah Al-A'raf (bahasa Arab:الأعراف, al-A'rāf, "Tempat Tertinggi") adalah surah ke-7 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 206 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan sebelum turunnya surah Al-An'am dan termasuk golongan surah Assab 'uththiwaal (tujuh surat yang panjang).
Dinamakan Al-A'raf karena perkataan Al-A'raf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al-A'raf yaitu: tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.

Nomor Surah 7
Nama Surah Al A'raaf
Arab الأعراف
Arti Tempat yang tertinggi
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 39
Juz Juz 8 (ayat 1-87), juz 9 (ayat 88-206)
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 206
Jumlah kata 3346
Jumlah huruf 14437
Surah sebelumnya Surah Al-An'am
Surah selanjutnya Surah Al-Anfal
4.9
Ratingmu: 4.7 (13 orang)
Sending

URL singkat: risalahmuslim.id/7-60









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim