Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al A’raaf (Tempat yang tertinggi) – surah 7 ayat 51 [QS. 7:51]

الَّذِیۡنَ اتَّخَذُوۡا دِیۡنَہُمۡ لَہۡوًا وَّ لَعِبًا وَّ غَرَّتۡہُمُ الۡحَیٰوۃُ الدُّنۡیَا ۚ فَالۡیَوۡمَ نَنۡسٰہُمۡ کَمَا نَسُوۡا لِقَآءَ یَوۡمِہِمۡ ہٰذَا ۙ وَ مَا کَانُوۡا بِاٰیٰتِنَا یَجۡحَدُوۡنَ
Al-ladziina-attakhadzuu diinahum lahwan wala’iban wagharrathumul hayaatud-dunyaa fal yauma nansaahum kamaa nasuu liqaa-a yaumihim hadzaa wamaa kaanuu biaayaatinaa yajhaduun(a);
(yaitu) orang-orang yang menjadikan agamanya sebagai permainan dan senda gurau, dan mereka telah tertipu oleh kehidupan dunia.
Maka pada hari ini (Kiamat), Kami melupakan mereka sebagaimana mereka dahulu melupakan pertemuan hari ini, dan karena mereka mengingkari ayat-ayat Kami.
―QS. Al A’raaf [7]: 51

Daftar isi

Who took their religion as distraction and amusement and whom the worldly life deluded."
So today We will forget them just as they forgot the meeting of this Day of theirs and for having rejected Our verses.
― Chapter 7. Surah Al A’raaf [verse 51]

ٱلَّذِينَ orang-orang yang

Those who
ٱتَّخَذُوا۟ (mereka) mengambil/menjadikan

took
دِينَهُمْ agama mereka

their religion
لَهْوًا senda gurau

(as) an amusement
وَلَعِبًا dan main-main

and play
وَغَرَّتْهُمُ dan telah menipu mereka

and deluded them
ٱلْحَيَوٰةُ kehidupan

the life
ٱلدُّنْيَا dunia

(of) the world."
فَٱلْيَوْمَ maka pada hari itu

So today
نَنسَىٰهُمْ Kami melupakan mereka

We forget them
كَمَا sebagaimana

as
نَسُوا۟ mereka melupakan

they forgot
لِقَآءَ pertemuan

(the) meeting
يَوْمِهِمْ hari mereka

(of) their day,
هَٰذَا ini

this,
وَمَا dan apa

and [what]
كَانُوا۟ mereka adalah

(as) they used to
بِـَٔايَٰتِنَا dengan ayat-ayat Kami

with Our Verses
يَجْحَدُونَ mereka mengingkari

they reject.

Tafsir

Alquran

Surah Al A’raaf
7:51

Tafsir QS. Al A’raaf (7) : 51. Oleh Kementrian Agama RI


Ayat ini menerangkan, siapakah orang kafir yang telah diharamkan Allah minum dan makan makanan yang diberikan kepada penghuni surga.
Mereka itulah orang-orang yang semasa hidup di dunia, mengaku beragama tapi hanya sekadar berolok-olok dan bermain-main saja.

Mereka tidak beragama dengan maksud untuk mensucikan jiwanya dan untuk mendapatkan pahala di sisi Allah di akhirat nanti.
Mereka beragama hanya sekadar nama saja, tetapi amal perbuatan mereka bertentangan dengan ajaran agama.

Malahan kadang-kadang mereka menjadi penghalang berlakunya ajaran agama dalam masyarakat.



Mereka sudah tenggelam dalam buaian kenikmatan hidup di dunia.

Mereka hanya mengikuti hawa nafsu, bersenang-senang dan bergembira dengan tidak memperdulikan halal haram, yang hak dan yang batil.
Mereka tidak seperti orang-orang beriman, menjadikan dunia ibarat kebun untuk dapat ditanami dengan kebaikan-kebaikan yang hasilnya dapat dipetik nanti di akhirat.

Karena sudah terbenam dalam gelombang keduniawian, dibuai dan diayun oleh kesenangan sementara, sedang kesenangan yang selama-lamanya mereka lupakan.
Pantas kalau pada hari Kiamat Allah melupakan mereka, tidak menolong mereka, karena semasa hidup di dunia mereka lupa kepada Allah, seolah-olah mereka tidak akan pulang ke kampung yang abadi.

Maka pada hari Kiamat Allah membiarkan mereka dalam api neraka yang menyala-nyala, karena mereka tidak mau berbuat amal saleh semasa hidup di dunia, tidak percaya akan hari akhirat dan mereka selalu membantah dan mendustakan ayat-ayat Allah yang disampaikan oleh Rasul-rasul-Nya bahkan mereka menentang Rasul-rasul Allah itu.

Tafsir QS. Al A’raaf (7) : 51. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Orang-orang kafir itu adalah mereka yang tidak berusaha mencari agama yang benar–bahkan agama mereka adalah mengikuti hawa nafsu dengan main-main–ditipu oleh kegemerlapan dunia sehingga mengira itulah satu-satunya kehidupan, melupakan saat pertemuan dengan Kami sehingga mereka akan dilupakan pada hari kiamat.
Mereka tidak akan merasakan kenikmatan surga.


Bahkan akan merasakan api neraka akibat melupakan hari kiamat dan mengingkari bukti-bukti jelas yang mendukung kebenaran.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Orang-orang yang Allah haramkan dari nikmat akhirat (surga) adalah mereka yang menjadikan agama yang harus diikuti sebagai permainan dan senda gurau.
Mereka tertipu oleh kehidupan dunia dan sibuk dengan keindahan-keindahannya sehingga lalai dari amal akhirat.


Maka pada hari Kiamat, Allah melupakan mereka dan membiarkan mereka di dalam siksa yang pedih, sebagaimana mereka telah melalaikan amal-amal shalih di dunia untuk memperispkan pertemuan di hari ini (hari Kiamat).
Dan disebabkan mereka ingkar terhadap bukti-bukti dan ayat-ayat Allah padahal mereka sadar bahwa itu adalah haq (benar).

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Yaitu orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-mainan dan senda-gurau, dan kehidupan dunia telah menipu mereka."
Maka pada hari ini, hari kiamat, Kami melupakan mereka) Kami membiarkan mereka di dalam neraka


(sebagaimana mereka melupakan pertemuan mereka dengan hari ini) di mana mereka mengabaikan beramal baik untuk menghadapinya


(dan sebagaimana mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami) sebagaimana mereka telah berlaku ingkar terhadapnya.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Firman Allah subhanahu wa ta’ala :

Maka pada hari (kiamat) ini Kami melupakan mereka sebagaimana mereka melupakan pertemuan mereka dengan hari ini.

Maksudnya, mereka diperlakukan dengan perlakuan seperti terhadap mereka yang terlupakan.
Karena sesungguhnya tidak ada sesuatu pun yang samar dan tersembunyi dari pengetahuan Allah dan tiada sesuatu pun yang terlupakan oleh-Nya.
Seperti yang disebutkan di dalam ayat lain, yaitu melalui firman-Nya:

Di dalam sebuah kitab, Tuhan kami tidak akan salah dan tidak (pula) lupa.
(QS. Thaa haa [20]: 52)

Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala, mengatakan demikian sebagai balasan yang setimpal terhadap mereka.
Sebagaimana yang disebutkan dalam ayat lain, yaitu melalui firman-Nya:

Mereka telah lupa kepada Allah, maka Allah melupakan mereka.
(QS. At-Taubah [9]: 67)

Allah berfirman,
"Demikianlah, telah datang kepada kamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamu pun dilupakan."
(QS. Thaa haa [20]: 126)

Dan dikatakan (kepada mereka),
"Pada hari ini Kami melupakan kalian sebagaimana kalian telah melupakan pertemuan (dengan) hari kalian ini."
(QS. Al-Jaatsiyah [45]: 34)

A!-Aufi meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:
Maka pada hari (kiamat) ini Kami melupakan mereka sebagaimana mereka melupakan pertemuan mereka dengan hari ini.
(QS. Al-A’raf [7]: 51)
Bahwa Allah melupakan kebaikan untuk mereka, tetapi tidak melupakan keburukan buat mereka.

Menurut riwayat Ali ibnu Abu Talhah, dari Ibnu Abbas, maksudnya yaitu Kami tinggalkan mereka sebagaimana mereka telah melupakan pertemuan-pertemuan mereka dengan hari ini.
Menurut Mujahid, Kami biarkan mereka di dalam neraka.


Menurut As-Saddi, Kami biarkan mereka tidak beroleh rahmat sebagaimana mereka telah melupakan beramal untuk menyambut pertemuan mereka dengan hari ini.

Di dalam hadis sahih disebutkan bahwa Allah berfirman kepada seorang hamba di hari kiamat,

"Bukankah Aku telah mengawinkanmu, bukankah Aku telah memuliakanmu, bukankah Aku telah menundukkan bagimu kuda dan unta, dan Aku biarkan kamu memimpin dan bertempat tinggal?"
Hamba itu menjawab,
"Memang benar."
Allah berfirman,
"Apakah kamu menduga bahwa engkau akan bersua dengan-Ku pada hari ini?"
Si hamba menjawab,
"Tidak."
Maka Allah subhanahu wa ta’ala, berfirman,
"Maka pada hari ini Aku melupakanmu sebagaimana kamu telah melupakan Aku."

Kata Pilihan Dalam Surah Al A’raaf (7) Ayat 51

DUNYAA
لدُّنْيَا

akhirat.
Ia juga bermakna lawan dari akhirat, nama bagi kehidupan ini karena akhirat jauh darinya, bumi dan segala yang terdapat di permukaannya, alam tempat kita diami, perihal bidang dan lapangan.

Al Kafawi berkata,
"Ia adalah nama bagi apa yang ada di bawah bulan."

Al Baqarah (2), ayat 85, 86, 114, 130, 200, 201, 204, 212, 217, 220;
Ali Imran (3), ayat 14, 22, 45, 56, 117, 145, 148, 152, 185;
An Nisaa(4), ayat 74, 77, 94, 109, 134 (dua kali);
• Al Maa’idah (5), ayat 33, 41;
• Al An’aam (6), ayat 29, 32, 70, 130;
• Al A’raaf (7), ayat 32, 51, 152, 156;
Al Anfaal (8), ayat 42, 67;
At Taubah (9), ayat 38 (dua kali), 55, 69, 74, 85;
Yunus (10), ayat 7, 23, 24, 64, 70, 88, 98;
Hud (11), ayat 15, 60;
Yusuf (12), ayat 101;
• Ar Ra’d (13), ayat 26 (dua kali), 34;
Ibrahim (14), ayat 3, 27;
An Nahl (16), ayat 30, 41, 107, 122;
Al Kahfi (18), ayat 28, 45, 46, 104;
Tha Ha (20), ayat 72, 131;
Al Hajj (22), ayat 11, 15;
• Al Mu’minuun (23), ayat 33, 37;
An Nuur (24), ayat 14, 19, 23, 33;
Al Qashash (28), ayat 42, 60, 61, 77;
Al Ankabut (29), ayat 79, 25, 27; 64;
Ar Rum (30), ayat 7;
• Luqrnan (31), ayat 15, 33;
Al Ahzab (33), ayat 28, 57;
Faathir (35), ayat 5;
• Ash Shaffaat (37), ayat 6;
Az Zumar (39), ayat 10, 26;
• Al Mu’min (40), ayat 39, 43, 51;
Fushshilat (41), ayat 12, 16, 31;
Asy Syuura (42), ayat 20, 36;
Az-Zukhruf (43), ayat 32, 35;
• Al Jaatsiyah (45), ayat 24, 35;
• Al Ahqaf (46), ayat 20;
Muhammad (47), ayat 36;
An Najm (53), ayat 29;
Al Hadid (57), ayat 20 (dua kali);
Al Hasyr (59), ayat 3;
Al Mulk (67), ayat 5;
• An Naazi’aat (79), ayat 38;
• Al A’laa (87), ayat 16.

Kebanyakan akhirat dan juga kebanyakannya dihubungkan dengan al hayaah maknanya kehidupan dunia.
Apabila berhubungan dengan kehidupan dunia, Al Qur’an memberinya beberapa gelaran yaitu:

1. Dunia hanyalah mataa’al ghuurur artinya benda tipuan.
Maknanya kehidupan ini selalu menipu dan merayu manusia sehingga sering kali manusia lupa pada kehidupan yang sebenarnya.
Tipu daya hidup ini sering kali menipu manusia sehingga hatinya terpaut dan terikat dengan dunia.
Oleh karena itu, ayat ini menerangkan kehinaan dunia dan kefanaannya yang sebentar lagi musnah.

Qatadah berkata,
"Maknanya ialah benda (kenikmatan) yang akan ditinggalkan.
Oleh karena itu, ambillah ia dan taat kepada Allah semampu kamu’" Dalam hadits dikatakan, "Demi Allah! Kehidupan dunia berbanding akhirat adalah bagaikan salah seorang kamu menenggelamkan jari kedalam lautan, lalu lihatlah apa yang tertinggal di jari kamu (bila kamu mengangkatnya)."

2. Kenikmatan dan kebendaan yang qaliil yaitu sedikit.
Kenikmatan dan kebendaan yang banyak sekiranya ia fana dan hilang ia dinamakan sedikit, apatah lagi dengan sedikit yang lenyap lagi fana, atau apa yang dinikmati dari kelezatan dunia cepat hilang dan terbatas serta fana.

3. Kehidupan dunia hanyalah la’ib wa lahw yaitu tempat senda gurau dan bermain-main saja serta menjadi tempat mencari kesenangan bagi orang yang menyekutukan Allah.

Al Qurtubi berkata,
"Dunia adalah sesuatu yang dipermainkan olehnya dan dilalaikan dengannya yaitu apa yang diberikan Allah kepada orang kaya dari dunia, musnah dan lenyap seperti sebuah permainan yang tidak wujud dalamnya ketetapan dan hakikat."

Dengan penjelasan Al Qur’an pada hakikat dan kedudukan dunia, sekali lagi Al Quran menyamakan kebendaan dunia yang menipu, hilang dan fana seperti air hujan yang turun dari langit dan bersatu dengan bumi lalu keluar darinya tumbuh-tumbuhan yang lebat dan rimbun lalu ia menjadi kering, hancur dan bertebaran diterbangkan oleh angin ke kiri dan ke kanan.

Bagi yang membelanjakan harta benda demi mendapat kepentingan dunia, Al Quran juga mengumpamakannya seperti angin yang di dalamnya ada udara yang dingin yang kering pada musim dingin, tidak membawa kesuburan melainkan kemusnahan.
Bukan ajaran Ilahi yang dapat mereka kalahkan melainkan kebun dan tanaman mereka sendirilah yang akan punah dan musnah karena apabila tanaman itu menjadi kering, ia mudah terbakar karena zat air tidak ada lagi di dalamnya.

Fushshilat (41), ayat 12;
Al Mulk (67), ayat 5.
Maksudnya ialah langit yang dekat dengan kamu.
Ia dihiasi dengan keindahan planet-planet dan bintang-bintang yang bercahaya dan berkilau, berguna untuk melempar dan memburu syaitan apabila ia hendak mencuri pendengaran, datang kilat yang menyambar sehingga membakarnya.
Maksudnya "meteor" melempar syaitan yang terlepas dari bintang itu karena pada hakikatnya adalah satu bulatan seperti bumi juga yang tetap pada halnya.

Sebagaimana fungsinya yang diterangkan dalam surah Al Mulk.
Qatadah berkata,
"Allah menciptakan bintang-bintang untuk tiga kegunaan, yaitu:
(1) Perhiasan langit;
(2) Pemanah syaitan;
(3) Memberi petunjuk dalam perjalanan.

Sekiranya ada orang lain yang ingin menambahkannya orang itu mengada adakan ilmu.
Maksudnya Muhammad bin Ka’ab menerangkan, "Demi Allah! tidak ada orang di bumi mempunyai bintang di langit namun sebenarnya mereka ingin bermain tilik-menilik lalu dihubungkannya dengan bintang di langit"

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:232-234

Unsur Pokok Surah Al A’raaf (الأعراف)

Surat Al A’raaf yang berjurnlah 206 ayat termasuk golongan surat Makkiyah, diturunkan sebelum turunnya surat Al-An’am dan termasuk golongan surat "Assab ‘uththiwaal" (tujuh surat yang panjang).

Dinamakan "Al-A’raaf" karena perkataan Al A’raaf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al-A’raaf yaitu:
tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.
Mereka itu ialah golongan yang sama banyak kebaikan dan kejahatan mereka.

Keimanan:

▪ Mentauhidkan Allah dalam berdo’a dan beribadat.
▪ Hanya Allah sendiri yang mengatur dan menjaga alam.
▪ Allah menciptakan undang-undang dan hukum-hukum untuk mengatur kehidupan manusia di dunia dan di akhirat.
▪ Allah bersemayam di ‘Arasy.
▪ Bantahan terhadap kepalsuan syirik.
▪ Ketauhidan adalah sesuai dengan fitrah manusia.
▪ Nabi Musa berbicara dengan Allah.
▪ Tentang melihat Allah.
▪ Perintah beribadat sambil merendahkan diri kepada Allah.
▪ Allah mempunyai al asma’ul husna.

Hukum:

▪ Larangan mengikuti perbuatan dan adat istiadat yang buruk.
▪ Kewajiban mengikuti Allah dan rasul.
▪ Perintah berhias waktu akan shalat.
▪ Bantahan terhadap orang yang mengharamkan perhiasan yang dianugerahkan Allah.
▪ Perintah memakan makanan yang halal lagi baik dan larangan memakan yang sebaliknya.

Kisah:

▪ Kisah Nabi Adam `alaihis salam dengan iblis.
▪ Kisah Nabi Nuh `alaihis salam dan kaumnya.
▪ Kisah Nabi Shaleh `alaihis salam dengan kaumnya.
▪ Kisah Nabi Syu’aib `alaihis salam dengan kaumnya.
▪ Kisah Nabi Musa `alaihis salam dengan Fir’aun.

Lain-lain:

▪ Alquran diturunkan kepada Nabi yang penghabisan dan perintah mengikutinya.
▪ Nabi Muhammad ﷺ diutus untuk seluruh manusia.
▪ Adab orang mukmin.
▪ Adab mendengar pembacaan Alquran dan berzikir.
▪ Rasul bertanggung jawab menyampaikan seruan Allah.
▪ Balasan terhadap orang-orang yang mengikuti dan mengingkari rasul.
▪ Dakwah rasul-rasul yang pertama sekali ialah mentauhidkan Allah.

Audio

QS. Al-A'raaf (7) : 1-206 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 206 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-A'raaf (7) : 1-206 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 206

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al A'raaf ayat 51 - Gambar 1 Surah Al A'raaf ayat 51 - Gambar 2
Statistik QS. 7:51
  • Rating RisalahMuslim
4.6

Ayat ini terdapat dalam surah Al A’raaf.

Surah Al-A’raf (bahasa Arab:الأعراف, al-A’rāf, “Tempat Tertinggi”) adalah surah ke-7 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 206 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan sebelum turunnya surah Al-An’am dan termasuk golongan surah Assab ‘uththiwaal (tujuh surat yang panjang).
Dinamakan Al-A’raf karena perkataan Al-A’raf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al-A’raf yaitu: tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.

Nomor Surah 7
Nama Surah Al A’raaf
Arab الأعراف
Arti Tempat yang tertinggi
Nama lain
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 39
Juz Juz 8 (ayat 1-87), juz 9 (ayat 88-206)
Jumlah ruku’ 0
Jumlah ayat 206
Jumlah kata 3346
Jumlah huruf 14437
Surah sebelumnya Surah Al-An’am
Surah selanjutnya Surah Al-Anfal
Sending
User Review
4.6 (28 suara)
Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA
Tags:

7:51, 7 51, 7-51, Surah Al A'raaf 51, Tafsir surat AlAraaf 51, Quran Al Araf 51, Al-A'raf 51, Surah Al Araf ayat 51

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Kandungan Surah Al A’raaf

۞ QS. 7:2 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 7:3 Ar Rabb (Tuhan) • Perintah tidak mengikuti orang musyrik

۞ QS. 7:4 • Kekuasaan Allah • Azab orang kafir

۞ QS. 7:5 • Kekuasaan Allah • Azab orang kafirSyirik adalah kezaliman

۞ QS. 7:6 • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan • Keadilan Allah dalam menghakimi • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 7:7 • Menafikan sifat kantuk dan tidur • Keluasan ilmu Allah • Lembaran catatan amal perbuatan • Menghitung amal kebaikan •

۞ QS. 7:8 • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Penimbangan amal perbuatan • Keadilan Allah dalam menghakimi • Menghitung amal kebaikan •

۞ QS. 7:9 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Penimbangan amal perbuatan • Keadilan Allah dalam menghakimi • Dosa-dosa besar •

۞ QS. 7:13 • Azab orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 7:14 • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 7:15 • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 7:16 • Sifat iblis dan pembantunya

۞ QS. 7:17 • Sifat iblis dan pembantunya

۞ QS. 7:18 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 7:20 Ar Rabb (Tuhan) • Sifat iblis dan pembantunya • Syetan menyesatkan dan menghinakan manusia

۞ QS. 7:21 • Sifat iblis dan pembantunya • Syetan menyesatkan dan menghinakan manusia

۞ QS. 7:22 Ar Rabb (Tuhan) • Sifat iblis dan pembantunya • Syetan menyesatkan dan menghinakan manusia • Menjaga diri dari syetan •

۞ QS. 7:23 Ar Rabb (Tuhan) • Memohon ampun

۞ QS. 7:25 Al MuhyiAl Mumiit (Maha Menghidupkan dan Mematikan) • Manusia dibangkitkan dari kubur

۞ QS. 7:27 • Sifat iblis dan pembantunya • Menjaga diri dari syetan • Wali Allah dan wali syetan

۞ QS. 7:28 • Mendustai Allah • Dosa-dosa besar

۞ QS. 7:29 Ar Rabb (Tuhan) • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Shalat rukun Islam • Ikhlas dalam berbuat •

۞ QS. 7:30 • Allah menggerakkan hati manusia • Sifat iblis dan pembantunya • Wali Allah dan wali syetan • Siksa orang kafir

۞ QS. 7:33 • Mendustai Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Syirik adalah dosa terbesar • Dosa-dosa besar • Dosa batin

۞ QS. 7:34 • Kebenaran dan hakikat takdir • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir

۞ QS. 7:35 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhiratHikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 7:36 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keabadian neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Mereka yang kekal dalam neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 7:37 • Mendustai Allah • Tugas-tugas malaikat • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Syirik adalah dosa terbesar • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 7:38 Ar Rabb (Tuhan) • Sifat neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Percakapan ahli neraka • Pahala jin dan balasannya

۞ QS. 7:39 • Keadilan Allah dalam menghakimi • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Percakapan ahli neraka • Azab orang kafir • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 7:40 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Dosa-dosa besar • Dosa terbesar

۞ QS. 7:41 • Nama-nama neraka • Sifat neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 7:42 • Keabadian surga • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Toleransi Islam • Keutamaan iman • Melenyapkan kesusahan orang muslim

۞ QS. 7:43 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Pahala iman • Ar Rabb (Tuhan) • Tugas-tugas malaikat • Sifat surga dan kenikmatannya

۞ QS. 7:44 • Pahala iman • Allah menepati janji • Ar Rabb (Tuhan) • Percakapan ahli neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 7:45 • Kewajiban beriman pada hari akhir • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 7:46 • Batas antara surga dan neraka • Golongan Al A’raf

۞ QS. 7:47 Ar Rabb (Tuhan) • Golongan Al A’raf • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 7:48 • Golongan Al A’raf • Azab orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 7:49 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Pahala iman • Memasuki surga • Golongan Al A’raf

۞ QS. 7:50 Al Razzaq (Maha Pemberi rezeki) • Sifat ahli surga • Percakapan para ahli surga • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Percakapan ahli neraka

۞ QS. 7:51 • Mengingkari hari kebangkitan • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Balasan dari perbuatannya •

۞ QS. 7:52 • Keluasan ilmu Allah • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 7:53 • Mendustai Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Beriman ketika datang hari kiamat • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka

۞ QS. 7:54 Dalil-dalil adanya Allah Ta’alaTauhid RububiyyahArsy • Segala sesuatu milik Allah • Kekuasaan Allah

۞ QS. 7:55 Ar Rabb (Tuhan) • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 7:57 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan

۞ QS. 7:58 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:59 Tauhid Uluhiyyah • Kedahsyatan hari kiamat • Islam agama para nabi

۞ QS. 7:60 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 7:61 Tauhid RububiyyahAr Rabb (Tuhan) • Malikul Mulk (Maha Pemilik kerajaan)

۞ QS. 7:62 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:63 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:64 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 7:65 Tauhid UluhiyyahIslam agama para nabi

۞ QS. 7:66 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 7:67 Tauhid RububiyyahAr Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:68 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:69 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:70 Tauhid UluhiyyahIslam agama para nabi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 7:71 Ar Rabb (Tuhan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat • Hal-hal yang mengakibatkan kemurkaan Allah •

۞ QS. 7:72 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Kasih sayang Allah yang luas • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 7:73 Tauhid UluhiyyahDalil Allah atas hambaNya • Ar Rabb (Tuhan) • Islam agama para nabi • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 7:74 Dalil Allah atas hambaNya

۞ QS. 7:75 Ar Rabb (Tuhan) • Kewajiban beriman pada para rasul • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 7:76 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 7:77 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:78 • Azab orang kafir • Siksa orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 7:79 Ar Rabb (Tuhan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 7:82 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 7:83 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Azab orang kafir

۞ QS. 7:84 • Azab orang kafir

۞ QS. 7:85 Tauhid UluhiyyahAr Rabb (Tuhan) • Islam agama para nabi

۞ QS. 7:86 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 7:87 Al Hakam (Maha memberi keputusan) • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 7:88 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 7:89 • Keluasan ilmu Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Ar Rabb (Tuhan) • Al Fattah (Maha Pembuka) • Allah menggerakkan hati manusia

۞ QS. 7:90 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 7:91 • Azab orang kafir

۞ QS. 7:92 • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 7:93 Ar Rabb (Tuhan) • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat •

۞ QS. 7:94 Hukum alam

۞ QS. 7:95 • Azab orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Istidraj (memperdaya) • Menyiksa pelaku maksiat •

۞ QS. 7:96 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Keadilan Allah dalam menghakimi • Azab orang kafir • Keutamaan iman •

۞ QS. 7:97 • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 7:98 • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 7:99 • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 7:100 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Keadilan Allah dalam menghakimi • Allah menggerakkan hati manusia • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 7:101 • Allah menggerakkan hati manusia • Azab orang kafir

۞ QS. 7:102 • Orang mukmin kelompok minoritas • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 7:103 • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 7:104 Tauhid RububiyyahAr Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:105 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:109 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 7:110 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 7:111 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 7:113 • Meminta upah dari sihir

۞ QS. 7:116 Hakikat sihir

۞ QS. 7:117 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin

۞ QS. 7:118 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin

۞ QS. 7:121 Tauhid RububiyyahAr Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:122 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:123 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 7:125 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:126 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:128 • Pahala iman • Minta tolong kepada Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Kekuatan umat Islam di dunia •

۞ QS. 7:129 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukminAr Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:130 • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 7:131 • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir • Meramal nasib

۞ QS. 7:134 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:136 • Keadilan Allah dalam menghakimi • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 7:137 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukminAr Rabb (Tuhan) • Kekuatan umat Islam di dunia • Menyiksa pelaku maksiat •

۞ QS. 7:139 • Perbuatan orang kafir sia-sia • Kebodohan orang kafir

۞ QS. 7:140 Tauhid Uluhiyyah

۞ QS. 7:141 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:142 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:143 • Gunung akan hancur bila Allah menampakkan diri di atasnya • Sifat Kalam (berfirman) • Allah tidak dapat dilihat di dunia • Ar Rabb (Tuhan) •

۞ QS. 7:144 • Sifat Kalam (berfirman) • Mengerahkan seluruh kemampuan untuk taat kepada Allah

۞ QS. 7:145 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 7:146 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Allah menggerakkan hati manusia • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Siksa orang kafir

۞ QS. 7:147 • Kewajiban beriman pada hari akhir • Mengingkari hari kebangkitan • Keadilan Allah dalam menghakimi • Azab orang kafir • Perbuatan orang kafir sia-sia

۞ QS. 7:148 • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 7:149 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:150 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:151 • Kasih sayang Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Memohon ampun • Ampunan Allah dan rahmatNya •

۞ QS. 7:152 • Mendustai Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Siksa orang kafir

۞ QS. 7:153 • Ampunan Allah yang luas • Kasih sayang Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun)

۞ QS. 7:154 Ar Rabb (Tuhan) • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 7:155 • Ampunan Allah yang luas • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Ar Rabb (Tuhan) • Al Wali (Maha Pelindung) • Allah menggerakkan hati manusia

۞ QS. 7:156 • Kasih sayang Allah yang luas • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Keutamaan iman • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Ampunan Allah dan rahmatNya

۞ QS. 7:157 • Pengakuan antara satu kitab dengan lainnya • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Islamnya ahli kitabIslam agama fitrah • Toleransi Islam

۞ QS. 7:158 Tauhid Uluhiyyah • Segala sesuatu milik Allah • Al MuhyiAl Mumiit (Maha Menghidupkan dan Mematikan) • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan •

۞ QS. 7:159 • Islamnya ahli kitab

۞ QS. 7:161 • Ampunan Allah terhadap pelaku maksiat • Ampunan Allah dan rahmatNya

۞ QS. 7:162 • Keadilan Allah dalam menghakimi • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 7:163 • Keadilan Allah dalam menghakimi • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 7:164 Ar Rabb (Tuhan) • Mengerahkan seluruh kemampuan untuk taat kepada Allah • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 7:165 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Pahala iman • Siksaan Allah sangat pedih • Keadilan Allah dalam menghakimi • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 7:166 • Siksaan Allah sangat pedih • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 7:167 • Siksaan Allah sangat pedih • Ampunan Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun)

۞ QS. 7:169 • Mendustai Allah • Sikap manusia terhadap kitab samawi

۞ QS. 7:170 • Pahala iman • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keadilan Allah dalam menghakimi • Mengerahkan seluruh kemampuan untuk taat kepada Allah •

۞ QS. 7:171 • Mengerahkan seluruh kemampuan untuk taat kepada Allah

۞ QS. 7:172 Tauhid RububiyyahDalil Allah atas hambaNya • Ar Rabb (Tuhan) • Islam agama fitrah

۞ QS. 7:174 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 7:175 • Syetan menyesatkan dan menghinakan manusia • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 7:176 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Keadilan Allah dalam menghakimi

۞ QS. 7:177 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 7:178 • Allah menggerakkan hati manusia • Ketentuan Allah tak dapat dihindari • Azab orang kafirHidayah (petunjuk) dari Allah •

۞ QS. 7:179 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Pahala jin dan balasannya • Azab orang kafir

۞ QS. 7:180 • Meminta dengan menyebut nama Allah • Berdoa dengan Asma’ul Husna • Mengingkari nama-nama Allah • Keadilan Allah dalam menghakimi • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 7:182 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Istidraj (memperdaya) • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 7:183 • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Istidraj (memperdaya) • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 7:185 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Kiamat telah dekat • Mempersiapkan diri menghadapi kematian •

۞ QS. 7:186 • Allah menggerakkan hati manusia • Ketentuan Allah tak dapat dihindari • Azab orang kafir • Siksa orang kafirHidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 7:187 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Ar Rabb (Tuhan) • Waktu kiamat tidak diketahui • Hari kiamat datang tiba-tiba •

۞ QS. 7:188 • Hanya Allah yang mendatangkan manfaat dan marabahaya • Keputusan di tangan Allah • Keputusan di tangan Allah • Keputusan di tangan Allah • Para utusan Allah pun tidak mengetahui alam ghaib

۞ QS. 7:189 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:190 • Mensucikan Allah dari segala sekutu • Al Muta’ali (Maha Luhur)

۞ QS. 7:191 Al Khaliq (Maha Pencipta) • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 7:192 • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 7:193 • Kebodohan orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 7:194 • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 7:195 • Kebodohan orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 7:196 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Al Wali (Maha Pelindung) • Wali Allah dan wali syetan • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan •

۞ QS. 7:197 • Kebodohan orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 7:198 • Kebodohan orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 7:200 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’alaAl Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Sifat iblis dan pembantunya • Menjaga diri dari syetan

۞ QS. 7:201 • Sifat iblis dan pembantunya • Menjaga diri dari syetan • Lemah iman • Sifat-sifat orang mukmin

۞ QS. 7:202 • Sifat iblis dan pembantunya • Wali Allah dan wali syetan

۞ QS. 7:203 Ar Rabb (Tuhan) • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi • Keutamaan iman • Hidayah (petunjuk) dari Allah •

۞ QS. 7:205 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:206 Ar Rabb (Tuhan) • Tugas-tugas malaikat

Ayat Pilihan

Kawanmu (Muhammad) tidak sesat & tidak pula keliru,
tiadalah yang diucapkannya itu (Alquran) menurut kemauan hawa nafsunya.
Ucapannya itu tiada lain wahyu yang diwahyukan (kepadanya).
yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat
QS. An-Najm [53]: 2-5

وَمَنْ لَّمْ يَجْعَلِ اللّٰهُ لَهٗ نُوْرًا فَمَا لَهٗ مِنْ نُّوْرٍ

Barang siapa tidak diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah, maka dia tidak mempunyai cahaya sedikit pun.
QS. An-Nur [24]: 40

Allah memberi pembalasan kepada tiap-tiap orang terhadap apa yang ia usahakan.
esungguhnya Allah Maha cepat hisab-Nya.

QS. Ibrahim [14]: 51

Bila Tuhan mengujinya lalu dimuliakan & diberi-Nya kesenangan, ia berkata:
“Tuhanku telah memuliakanku”
Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rizkinya ia berkata:
“Tuhanku menghinakanku”.
Sekali-kali tidak (demikian)
QS. Al-Fajr [89]: 15-17

Hadits Shahih

Podcast

Doa

Soal & Pertanyaan

Allah Subhanahu Wa Ta`ala Melihat semua apa yang di lakukan oleh hambanya, karena Allah bersifat ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
البصير

Allah itu Al-Bashir, artinya adalah Allah itu Maha Melihat segala sesuatu. Kita sebagai manusia hanya memiliki penglihatan yang terbatas. Namun Allah bisa melihat segala sesuatu baik dimasa lalu, masa sekarang dan masa yang akan datang.

Allah selalu mengawasi kita semua, sehingga jangan pernah kita berfikir jika kita melakukan kejahatan yang tidak orang lain lihat maka tidak ada yang bisa mengetahui kejahatan itu. Karena Allah itu Maha Melihat.

Salah satu cara mengagungkan tanda-tanda kebesaran Allah Subhanahu Wa Ta`ala yaitu dengan ...

Benar! Kurang tepat!

Tata cara membaca Alquran dimulai dengan ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Isti'adzah atau juga biasa dikenal dengan istilah ta'awwudz secara bahasa adalah memohon perlindungan, pemeliharaan dan penjagaaan.

Basmalah berarti mengucapkan kalimat 'Bismillahirrahmanirrahim', terjemahannya yaitu 'Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang'.

+

Array

Dalam memutuskan suatu perkara, Dinda sangat adil karena Dinda meneladani sifat Allah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
العدل

Allah itu Al-Adl, artinya adalah Allah itu Maha Adil kepada seluruh makhluk-makhluk-Nya. Keadilan Allah bersifat sempurna dan berlaku untuk semua ciptaan-Nya.

Jangan pernah sedikit pun terbesit dalam hati kita untuk berfikir bahwa 'hidup ini tidak adil.' Karena semua telah ditentukan Allah dengan keadilan-Nya. Siapa pun manusia yang murka dengan ketentuan Allah maka Allah pun akan murka kepadanya, dan siapa pun manusia yang ridho maka Allah pun akan ridho kepadanya. Dan siapa pun manusia yang telah diridhoi Allah, maka senantiasa dibukakan jalan keluar yang tidak pernah terduga dalam pikiran manusia.

Dalam surah Alquran, At-Tin artinya ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #24
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #24 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #24 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #13

Nama pedang Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu … … Apa nama peperangan pertama yang berlaku dalam sejarah Islam? … Apa makanan kegemaran Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam? … Apa warna kesukaan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam? … Sabda Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Siapa yang berselawat kepadaku sekali, maka Allah akan berselawat kepadanya … kali.”

Pendidikan Agama Islam #27

Surah yang terpendek dalam Alquran adalah … Surah yang tidak diawali basmalah adalah … Surah yang pertama kali turun secara lengkap adalah … Proses turunnya wahyu berlangsung selama … tahun.Basmalah tertulis atau disebutkan sebanyak dua kali pada surah …

Pendidikan Agama Islam #5

Berikut ini, yang tidak mengandung moral terpuji, adalah … Orang yang jujur akan senantiasa mengatakan … Lawan kata dari jujur ??adalah … Orang yang suka berbohong adalah orang … Bekerja tepat waktu adalah salah satu ciri orang yang …

Kamus

Bulan Dzulka’dah

Apa itu Bulan Dzulka’dah
? Bulan kesebelas ini terdiri dari 30 hari dan memiliki arti istirahat. Dari perayaan besar di Syawal bangsa Arab menetapkan hari ini sebagai hari tenang. Karena itu pada b...

Abu Abdullah Muhammad asy-Syafi’i

Siapa itu Abu Abdullah Muhammad asy-Syafi’i? Abu Abdullah Muhammad bin Idris asy-Syafi’i al-Muththalibi al-Qurasyi (bahasa Arab: أبو عبد الله محمد بن إدريس الشاف...

basat

Apa itu basat? ba.sat harapan dalam hati nurani untuk memperoleh rahmat dan keridaan Allah … •