Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Al A'raaf

Al A’raaf (Tempat yang tertinggi) surah 7 ayat 50


وَ نَادٰۤی اَصۡحٰبُ النَّارِ اَصۡحٰبَ الۡجَنَّۃِ اَنۡ اَفِیۡضُوۡا عَلَیۡنَا مِنَ الۡمَآءِ اَوۡ مِمَّا رَزَقَکُمُ اللّٰہُ ؕ قَالُوۡۤا اِنَّ اللّٰہَ حَرَّمَہُمَا عَلَی الۡکٰفِرِیۡنَ
Wanaada ashhaabunnaari ashhaabal jannati an afiidhuu ‘alainaa minal maa-i au mimmaa razaqakumullahu qaaluuu innallaha harramahumaa ‘alal kaafiriin(a);

Dan penghuni neraka menyeru penghuni surga:
“Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah direzekikan Allah kepadamu”.
Mereka (penghuni surga) menjawab:
“Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir,
―QS. 7:50
Topik ▪ Surga ▪ Percakapan para ahli surga ▪ Para rasul diutus untuk memberi petunjuk
7:50, 7 50, 7-50, Al A’raaf 50, AlAraaf 50, Al Araf 50, Al-A’raf 50
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al A’raaf (7) : 50. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini menerangkan, bahwa penghuni neraka meminta tolong agar diberikan sedikit air atau makanan kepada mereka sebagai rezeki dan pemberian dari Allah kepada penghuni surga.
Mereka yang menghuni neraka sudah sangat haus dan lapar karena panasnya api neraka.
Di dalam neraka itu, kalau mereka minta air untuk melepaskan haus, diberilah air panas yang sedang mendidih dan air tembaga dan besi yang bila diminum akan hancurlah segala isi perut mereka.
Kalau mereka minta makanan karena sudah lapar, diberikanlah makanan yang terbuat dari kayu yang berduri yang tidak akan menghilangkan lapar tetapi akan menghancurkan kerongkongan.
Karena tidak tahannya menanggung siksaan yang serupa itu, maka dengan tidak malu-malu mereka minta tolong kepada penghuni surga agar diberi air dan makanan, sebenarnya mereka sudah tahu, bahwa permintaan mereka tidak akan berhasil, bahkan hanya untuk menambah siksaan saja kepada mereka.
Maka permintaan mereka mendapat jawaban yang cukup menyedihkan perasaan mereka, menambah haus dan lapar mereka.
Penghuni surga menjawab, “Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala telah mengharamkan air dan makanan bagi orang-orang yang kafir sebagaimana Allah mengharamkan mereka masuk surga dan menambah pedih siksaan neraka bagi mereka.”
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas:

Bahwa seorang penghuni neraka memanggil kawannya, “Wahai saudaraku, tolonglah aku, sesungguhnya aku telah terbakar, maka berikanlah sedikit air kepadaku.” Maka dikatakanlah kepada saudaranya (yang diminta pertolongan) itu, “Jawablah permintaan itu.” Maka saudaranya membacakan ayat ini: “Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya bagi orang-orang kafir.”
(H.R Ibnu Abbas)

Al A'raaf (7) ayat 50 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al A'raaf (7) ayat 50 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al A'raaf (7) ayat 50 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Penghuni neraka menyeru penghuni surga dengan mengatakan, “Tinggalkan dan limpahkan untuk kami sedikit air.
Atau berilah kami sedikit rezeki yang telah Allah berikan kepada kalian berupa makanan dan pakaian yang baik-baik, serta kenikmatan penghuni surga yang lainnya.” Penghuni surga menjawab, “Kami tidak bisa memberikannya.
Sebab Allah telah melarang itu semua untuk kaum kafir yang mengingkari-Nya dan nikmat-nikmat-Nya di dunia.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan penghuni neraka menyeru kepada penghuni surga, “Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau apa yang telah direzekikan Allah kepadamu.”) yaitu makanan (Mereka, para penghuni surga, menjawab, “Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya) telah melarang makanan dan minuman itu (atas orang-orang kafir).

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Para penghuni neraka meminta pertolongan kepada penghuni surga agar mereka mengucurkan air minum atau memberikan sebagian dari makanan yang telah di rezekikan oleh Allah.
Lalu, para penghuni surga menjawab bahwa Allah telah mengharamkan makanan dan minuman atas orang-orang yang mengingkari keesaan Allah dan mendustakan para rasul-Nya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah menceritakan perihal kehinaan ahli neraka dan permintaan mereka kepada ahli surga akan minuman dan makanan yang diperolehnya.
Mereka tidak diperkenankan meminta hal tersebut.
Dengan kata lain, permintaan mereka ditolak.

As-Saddi mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya

Dan penghuni neraka menyeru penghuni surga, “Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang direzekikan Allah kepada kalian.”,
Yang dimaksud dengan rezeki dalam ayat ini ialah makanan.

Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam mengatakan bahwa penghuni neraka meminta kepada penghuni surga agar diberi makanan dan minuman.

As-Sauri meriwayatkan dari Usman As-Saqafi, dari Sa’id ibnu Jubair sehubungan dengan makna ayat ini, bahwa seseorang memanggil ayahnya atau saudaranya, lalu ia berseru kepadanya, “Sesungguhnya aku sekarang terbakar, maka berikanlah kepadaku sedikit air.” Maka dikatakan kepada ahli surga, “Jawablah mereka,” lalu ahli surga menjawab mereka seperti yang disitir oleh Firman-Nya:
Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir

Telah diriwayatkan pula melalui jalur lain dari Sa’id, dari Ibnu Abbas hal yang semisal.

Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:

Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir
Yakni makanan dan minuman surga diharamkan atas orang-orang kafir.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Nasr ibnu Ali, telah mencerita­kan kepada kami Musa ibnul Mugirah, telah menceritakan kepada kami Abu Musa As-Saffar ketika di rumah Amr ibnu Muslim.
Ia mengatakan bahwa ia pernah bertanya kepada Ibnu Abbas, atau Ibnu Abbas pernah ditanya, “Sedekah apakah yang lebih afdal?”
Ibnu Abbas menjawab bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: Sedekah yang paling utama ialah berupa air.
Tidakkah engkau mendengar ucapan ahli neraka ketika mereka meminta tolong kepada ahli surga, mereka mengatakan, “Limpahkanlah kepada kami sebagian dari air atau sedikit dari apa yang direzekikan oleh Allah kepada kalian.”

Ibnu Abu Hatim mengatakan pula, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Sinan, telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah, telah menceritakan kepada kami Al-A’masy, dari Abu Saleh yang men­ceritakan bahwa di saat Abu Talib sedang sakit keras, orang-orang (Quraisy) berkata kepadanya, “Sebaiknya engkau suruh keponakanmu ini (yakni Nabi ﷺ) membawa setangkai buah anggur dari surga, mudah-mudahan dapat menyembuhkanmu.” Utusan Abu Talib datang menghadap Nabi Saw, yang saat itu sedang bersama Abu Bakar.
Maka Abu Bakar berkata (kepada utusan tersebut), “Sesungguhnya Allah telah mengharamkan makanan dan minuman surga atas orang-orang kafir.” Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala.
menggambarkan perihal orang-orang kafir, yaitu tentang pegangan hidup mereka di dunia, mereka menjadikan agama sebagai main-main dan gurauan: serta keteperdayaan mereka dengan keduniawian beserta kemilaunya, hingga mereka lupa daratan kepada apa yang diperintahkan kepada mereka, yaitu beramal untuk negeri akhirat.

Informasi Surah Al A'raaf (الأعراف)
Surat Al A’raaf yang berjurnlah 206 ayat termasuk golongan surat Makkiyah, diturunkan sebelum turunnya surat Al An’aam dan termasuk golongan surat “Assab ‘uththiwaal” (tujuh surat yang panjang).

Dinamakan “Al A ‘raaf” karena perkataan Al A’raaf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al A ‘raaf yaitu:
tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.
Mereka itu ialah golongan yang sama banyak kebaikan dan kejahatan mereka.

Keimanan:

Mentauhidkan Allah dalam berdo’a dan beribadat
hanya Allah sendiri yang menga­tur dan menjaga alam
Allah menciptakan undang-undang dan hukum-hukum untuk mengatur kehidupan manusia di dunia dan di akhirat
Allah bersemayam di ‘Arasy
bantahan terhadap kepalsuan syirik
ketauhidan adalah sesuai dengan fitrah manu­sia
Musa berbicara dengan Allah
tentang melihat Allah
perintah beribadat sam­bil merendahkan diri kepada Allah
Allah mempunyai al asmaaul husna.

Hukum:

Larangan mengikuti perbuatan dan adat istiadat yang buruk
kewajiban mengikuti Allah dan rasul
perintah berhias waktu akan shalat
bantahan terhadap orang yang mengharamkan perhiasan yang dianugerahkan Allah
perintah memakan ma­kanan yang halal lagi baik dan larangan memakan yang sebaliknya

Kisah:

Kisah Nabi Adam a.s. dengan iblis
kisah Nabi Nuh a.s. dan kaumnya
kisah Nabi Shaleh a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Syu’aib a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Musa a.s. dengan Fir’aun.

Lain-lain:

Al Qur’an diturunkan kepada Nabi yang penghabisan dan perintah mengikutinya
Nabi Muhammad ﷺ diutus untuk seluruh manusia
adab orang mukmin
adab mendengar pembacaan Al Qur’an dan berzikir
rasul bertanggung jawab menyam­paikan seruan Allah
balasan terhadap orang-orang yang mengikuti dan menging­kari rasul
da’wah rasul-rasul yang pertama sekali ialah mentauhidkan Allah


Gambar Kutipan Surah Al A’raaf Ayat 50 *beta

Surah Al A'raaf Ayat 50



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al A'raaf

Surah Al-A'raf (bahasa Arab:الأعراف, al-A'rāf, "Tempat Tertinggi") adalah surah ke-7 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 206 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan sebelum turunnya surah Al-An'am dan termasuk golongan surah Assab 'uththiwaal (tujuh surat yang panjang).
Dinamakan Al-A'raf karena perkataan Al-A'raf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al-A'raf yaitu: tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.

Nomor Surah7
Nama SurahAl A'raaf
Arabالأعراف
ArtiTempat yang tertinggi
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu39
JuzJuz 8 (ayat 1-87), juz 9 (ayat 88-206)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat206
Jumlah kata3346
Jumlah huruf14437
Surah sebelumnyaSurah Al-An'am
Surah selanjutnyaSurah Al-Anfal
4.5
Rating Pembaca: 4.5 (27 votes)
Sending







Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku