Search
Generic filters
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Langsung kunjungi https://risalahmuslim.id/2-255 atau cari dengan ketik nomer_surah:nomer_ayat. Contoh: 2:255

Al A'raaf

Al A’raaf (Tempat yang tertinggi) surah 7 ayat 5


فَمَا کَانَ دَعۡوٰىہُمۡ اِذۡ جَآءَہُمۡ بَاۡسُنَاۤ اِلَّاۤ اَنۡ قَالُوۡۤا اِنَّا کُنَّا ظٰلِمِیۡنَ
Famaa kaana da’waahum idz jaa-ahum ba’sunaa ilaa an qaaluuu innaa kunnaa zhaalimiin(a);

Maka tidak adalah keluhan mereka di waktu datang kepada mereka siksaan Kami, kecuali mengatakan:
“Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim”.
―QS. 7:5
Topik ▪ Kisah-kisah ▪ Hikmah dari kisah umat-umat terdahulu ▪ Para rasul diutus untuk memberi petunjuk
7:5, 7 5, 7-5, Al A’raaf 5, AlAraaf 5, Al Araf 5, Al-A’raf 5
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al A'raaf (7) : 5. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah subhanahu wa ta'ala menerangkan bahwa umat yang telah ditimpa bala siksa itu, tiada lain keluhannya kecuali mereka mengakui kezalimannya, kesalahan dan kedurhakaan yang telah mereka perbuat.
Pada ketika itulah baru mereka sadar dan menyesal serta mengharapkan sesuatu jalan yang dapat mengeluarkan mereka dari bencana yang telah menimpa itu.
Kesadaran dan penyesalan mereka itu tentunya tidak akan bermanfaat dan tidak ada gunanya lagi sebagaimana firman Allah:

Dan berapa banyaknya (penduduk) negeri yang zalim yang telah Kami binasakan dan Kami adakan sesudah mereka itu kaum yang lain (sebagai penggantinya).
Maka tatkala mereka merasai azab Kami, tiba-tiba mereka melarikan diri dari negerinya.
Jangan kamu lari tergesa-gesa, kembalilah kamu kepada nikmat yang telah kamu rasakan dan kepada tempat-tempat kediamanmu (yang baik) supaya kamu ditanya.
Mereka berkata, "Aduhai, celaka kami! Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim." Maka tetaplah demikian keluhan mereka sehingga Kami jadikan mereka sebagai tanaman yang telah dituai yang tidak dapat hidup lagi.

(Q.S Al Anbiya': 11-15)

Al A'raaf (7) ayat 5 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al A'raaf (7) ayat 5 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al A'raaf (7) ayat 5 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Mereka mengakui dosa-dosa yang menjadi penyebab bencana.
Tidak ada yang dapat mereka lakukan ketika menyaksikan siksaan Kami selain berkata, "Sesungguhnya kamilah yang menzalimi diri sendiri dengan berbuat maksiat.
Tuhan tidak menzalimi kami dengan siksaan-Nya." Padahal ungkapan itu sudah tidak berguna lagi.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Maka tidak adalah keluhan mereka) yaitu perkataan mereka (di waktu datang kepada mereka siksaan Kami kecuali mengatakan, "Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang lalim.")

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Mereka tidak mengucapkan kata apa pun pada saat siksa itu datang, kecuali pengakuan dosa-dosa dan kejahatan, dan mereka pantas menerima siksa yang turun pada mereka.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta'ala.:

Maka tidak adalah keluhan mereka di waktu datang kepada mereka siksaan Kami, kecuali mengatakan, "Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim.”

Yakni tiada lain ucapan mereka ketika azab datang menimpa mereka, melainkan pengakuan mereka terhadap dosa-dosa mereka dan bahwa mereka pantas menerimanya.
Perihalnya sama dengan apa yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala.
dalam firman-Nya:

Dan berapa banyaknya (penduduk) negeri-negeri yang zalim yang telah Kami binasakan.
(Al Anbiyaa:11)

sampai dengan firman-Nya:

yang tidak dapat hidup lagi.
(Al Anbiyaa:15)

Ibnu Jarir mengatakan bahwa di dalam ayat ini terkandung keterangan yang jelas yang menunjukkan keabsahan riwayat yang diketengahkan dari Rasulullah ﷺ, yaitu tentang sabdanya yang mengatakan:

Tidaklah suatu kaum dibinasakan sebelum mereka mengakui kesalahan diri mereka sendiri.

Hal tersebut telah diceritakan oleh Ibnu Humaid kepada kami, telah menceritakan kepada kami Jarir, dari Abu Sinan, dari Abdul Malik ibnu Maisarah Az-Zarrad yang mengatakan bahwa Abdullah ibnu Mas'ud pernah mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ telah bersabda: Tidaklah suatu kaum dibinasakan sebelum mereka mengakui kesalahan diri mereka sendiri.
Abdul Malik melanjutkan kisahnya, bahwa lalu ia bertanya kepada Ibnu Mas'ud, "Mengapa terjadi demikian?"
Ibnu Mas'ud membacakan firman-Nya:

Maka tidak adalah keluhan mereka di waktu datang kepada mereka siksaan Kami, kecuali mengatakan, "Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim."

Informasi Surah Al A'raaf (الأعراف)
Surat Al A'raaf yang berjurnlah 206 ayat termasuk golongan surat Makkiyah, diturunkan sebelum turunnya surat Al An'aam dan termasuk golongan surat "Assab 'uththiwaal" (tujuh surat yang panjang).

Dinamakan "Al A 'raaf" karena perkataan Al A'raaf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al A 'raaf yaitu:
tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.
Mereka itu ialah golongan yang sama banyak kebaikan dan kejahatan mereka.

Keimanan:

Mentauhidkan Allah dalam berdo'a dan beribadat
hanya Allah sendiri yang menga­tur dan menjaga alam
Allah menciptakan undang-undang dan hukum-hukum untuk mengatur kehidupan manusia di dunia dan di akhirat
Allah bersemayam di 'Arasy
bantahan terhadap kepalsuan syirik
ketauhidan adalah sesuai dengan fitrah manu­sia
Musa berbicara dengan Allah
tentang melihat Allah
perintah beribadat sam­bil merendahkan diri kepada Allah
Allah mempunyai al asmaaul husna.

Hukum:

Larangan mengikuti perbuatan dan adat istiadat yang buruk
kewajiban mengikuti Allah dan rasul
perintah berhias waktu akan shalat
bantahan terhadap orang yang mengharamkan perhiasan yang dianugerahkan Allah
perintah memakan ma­kanan yang halal lagi baik dan larangan memakan yang sebaliknya

Kisah:

Kisah Nabi Adam a.s. dengan iblis
kisah Nabi Nuh a.s. dan kaumnya
kisah Nabi Shaleh a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Syu'aib a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Musa a.s. dengan Fir'aun.

Lain-lain:

Al Qur'an diturunkan kepada Nabi yang penghabisan dan perintah mengikutinya
Nabi Muhammad ﷺ diutus untuk seluruh manusia
adab orang mukmin
adab mendengar pembacaan Al Qur'an dan berzikir
rasul bertanggung jawab menyam­paikan seruan Allah
balasan terhadap orang-orang yang mengikuti dan menging­kari rasul
da'wah rasul-rasul yang pertama sekali ialah mentauhidkan Allah


Gambar Kutipan Surah Al A’raaf Ayat 5 *beta

Surah Al A'raaf Ayat 5



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al A'raaf

Surah Al-A'raf (bahasa Arab:الأعراف, al-A'rāf, "Tempat Tertinggi") adalah surah ke-7 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 206 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan sebelum turunnya surah Al-An'am dan termasuk golongan surah Assab 'uththiwaal (tujuh surat yang panjang).
Dinamakan Al-A'raf karena perkataan Al-A'raf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al-A'raf yaitu: tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.

Nomor Surah7
Nama SurahAl A'raaf
Arabالأعراف
ArtiTempat yang tertinggi
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu39
JuzJuz 8 (ayat 1-87), juz 9 (ayat 88-206)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat206
Jumlah kata3346
Jumlah huruf14437
Surah sebelumnyaSurah Al-An'am
Surah selanjutnyaSurah Al-Anfal
4.8
Rating Pembaca: 4.8 (14 votes)
Sending