Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Al A'raaf

Al A’raaf (Tempat yang tertinggi) surah 7 ayat 48


وَ نَادٰۤی اَصۡحٰبُ الۡاَعۡرَافِ رِجَالًا یَّعۡرِفُوۡنَہُمۡ بِسِیۡمٰہُمۡ قَالُوۡا مَاۤ اَغۡنٰی عَنۡکُمۡ جَمۡعُکُمۡ وَ مَا کُنۡتُمۡ تَسۡتَکۡبِرُوۡنَ
Wanaada ashhaabul a’raafi rijaaalan ya’rifuunahum bisiimaahum qaaluuu maa aghna ‘ankum jam’ukum wamaa kuntum tastakbiruun(a);

Dan orang-orang yang di atas A’raaf memanggil beberapa orang (pemuka-pemuka orang kafir) yang mereka mengenalnya dengan tanda-tandanya dengan mengatakan:
“Harta yang kamu kumpulkan dan apa yang selalu kamu sombongkan itu, tidaklah memberi manfaat kepadamu”.
―QS. 7:48
Topik ▪ Kekufuran manusia akan nikmat Allah
7:48, 7 48, 7-48, Al A’raaf 48, AlAraaf 48, Al Araf 48, Al-A’raf 48
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al A’raaf (7) : 48. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini menerangkan percakapan penghuni A`raf dengan penghuni neraka yang terdiri dari orang-orang yang sombong takabur pada masa hidup di dunia.
Orang-orang yang merasa mulia dirinya karena kekayaan dan hartanya yang banyak, mereka merasa bangga hidup di dunia, memandang hina terhadap orang-orang mukmin yang miskin dan lemah, yaitu lemah kekuatannya dan lemah kedudukannya, pengikutnya dan perjuangannya.
Mereka selalu membanggakan, bahwa siapa yang hidup kaya dan mulia serta berkuasa di dunia itulah orang-orang yang akan berbahagia di akhirat dan terhindar dari azab Allah.
Hal ini dijelaskan Allah dalam firman-Nya:

Dan Kami tidak mengutus pada suatu negeri seorang pemberi peringatan pun melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata: “Sesungguhnya kami mengingkari apa yang kamu diutus untuk menyampaikannya.” Dan mereka berkata, “Kami lebih banyak mempunyai harta dan anak-anak (daripada kamu) dan kami sekali-kali tidak akan diazab.”
(Q.S Saba’: 34-35)

Penghuni A’raf mengenal mereka dengan tanda-tanda yang ada pada mereka, seperti yang bermuka hitam dan berdebu serta tanda-tanda yang dapat dikenal semasa hidup di dunia, seperti pemimpin Quraisy dan golongan-golongannya yang menjadi musuh Islam dan selalu menindas dan menganiaya orang-orang Islam, di antaranya Abu Jahal, Walid bin Mugirah, Ash bin Wail dan lain-lain.
Penghuni A’raf mengatakan kepada mereka: “Tidakkah dapat menolongmu dari siksaan api neraka harta kekayaanmu yang banyak, kesombonganmu terhadap orang-orang mukmin yang kamu anggap lemah.
Tidak adalah faedah yang kamu harapkan daripadanya agak sedikit pun berupa pahala, sehingga kamu terlepas dari bahaya yang hebat ini.”

Al A'raaf (7) ayat 48 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al A'raaf (7) ayat 48 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al A'raaf (7) ayat 48 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Orang-orang yang mempunyai derajat tinggi di surga–nabi-nabi dan orang-orang yang amat teguh kepercayaannya kepada kebenaran Rasul–menyeru penghuni neraka yang mereka kenali lewat ciri-cirinya dengan mencela, “Jumlah kalian yang cukup besar dan kesombongan kalian dengan fanatisme dan kekayaan di depan orang-orang yang mengikuti kebenaran, sama sekali tidak berguna.
Sekarang lihat dan bandingkan keadaan kalian dan keadaan mereka.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan orang-orang yang di atas Al-A`raaf memanggil beberapa orang pemuka-pemuka) penduduk neraka (yang mereka mengenalnya dengan tanda-tandanya dengan mengatakan, “Tidaklah memberi manfaat kepadamu) dapat menyelamatkanmu dari neraka (apa yang kamu kumpulkan) yakni harta benda atau banyaknya bilangan kamu (dan apa yang selalu kamu sombongkan itu.”) yaitu kepongahanmu tidak mau beriman, kemudian orang-orang yang di atas Al-A`raaf bertanya kepada penghuni neraka seraya memberi isyarat kepada orang-orang Islam yang lemah.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Orang-orang yang berada di tempat-tempat yang tinggi menyeru beberapa pemuka orang-orang kafir yang ada di neraka, mereka bisa mengenalinya dari tanda-tanda khusus yang membedakan mereka, lalu mereka berkata :
Apa manfaatnya bagi kalian harta-harta dan anak-anak buah yang kalian kumpulkan di dunia, dan apa pula manfaatnya kesombongan bagi kalian sehingga kalian tidak mau beriman kepada Allah dan menerima kebenaran?!

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala.
berfirman, menceritakan kecaman yang dilakukan oleh penduduk A’raf terhadap pemimpin-pemimpin orang musyrik yang mereka kenal melalui tanda-tandanya dalam neraka.

Harta yang kalian kumpulkan tidaklah memberi manfaat kepada kalian.

Yakni banyaknya harta kalian tidak memberi manfaat sedikit pun kepada diri kalian.

…dan tidak (pula) apa yang selalu kalian sombongkan itu.

Artinya, tidak memberi manfaat kepada kalian banyaknya harta kalian, tidak pula besarnya golongan kalian dari azab Allah, bahkan kalian pasti akan mengalami azab dan pembalasan seperti yang kalian rasakan sekarang.

Itukah orang-orang yang kalian telah bersumpah bahwa mereka tidak akan mendapat rahmat Allah?
(Al A’raf:49)

Menurut Ali ibnu Abu Talhah, dari Ibnu Abbas, yang dimaksud adalah penduduk A’raf.

Kata Pilihan Dalam Surah Al A'raaf (7) Ayat 48

A’RAAF
أَعْرَاف

Lafaz ini adalah bentuk jamak dari ‘urf, secara bahasa ia bermakna tempat yang tinggi. Kata ini dipinjam dari ungkapan ‘urf al jars atau al asad yang bermakna surai kuda atau singa. Ia juga menunjukkan kepada nama sejenis pohon kurma atau apabila dikaitkan dengan lisan maknanya ialah pengertian yang lazim difahami dari suatu lafaz berdasarkan bahasa, dalam ungkapan ‘urf asy syar’ bermakna pengertian yang difahami dari syariat dan dijadikan sebagai asas hukum.

Kata dalam bentuk jamak ini (a’raaf) disebut dua kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah Al A’raaf (7), ayat 46 dan 48.

Ibn Abbas, Mujahid dan Ibn Uday berpendapat, makna al a’raaf dalam ayat itu ialah “pagar­ pagar yang menghalang antara syurga dan neraka.”

Sedangkan Al Lubba’i berpendapat, ia adalah “beranda yang ada pada pagar­ pagar itu.”

Az Zamkhsyari berpendapat a’raaf adalah “sejenis pagar antara syurga dan neraka yang berkedudukan paling tinggi.”

Abdullah bin Ubay bin Abi Yazid meriwayatkan dari Ibn Abbas, dia berkata,
Al A’raaf adalah suatu tempat yang tinggi.”

Mujahid meriwayatkan juga dari Ibn Abbas, dia berkata,
Al A’raaf adalah pagar-pagar yang memiliki beranda seperti keberadaan balung ayam jantan”

Imam Al Qurtubi dan At Tibrisi menjelaskan makna dari Ashaabul A’raaf sebagai berikut:

– Mereka adalah kelompok yang seimbang antara kebaikan dan kejahatannya.
Ini adalah pendapat ‘Abdullah bin Mas’ud, Hudhaifah, Ibn ‘Abbas, Asy Sya’bi, Ad Dahhak dan Ibn Jubair.
– Mujahid berpendapat, mereka adalah orang shaleh dan ulama yang fakih.
– Al Mahdi berpendapat, mereka adalah orang yang mati syahid.
– Al Qusyairi menyebut mereka itu adalah orang yang mulia dari kalangan Mukmin dan syuhada.
– Abu Majlaz berkata,
mereka adalah para malaikat yang menyerupai manusia yang mengetahui ahli syurga dan neraka atau menjadi saksi atas perbuatan manusia pada hari akhirat.
– Al A’raaf adalah tempat yang tinggi di atas titian.
Pandangan ini diriwayatkan dari Ad Dahhak dari Ibn ‘Abbas, diriwayatkan oleh Ats Tsa’labi dalam tafsirnya, begitu juga disebut oleh Abu Hayyan dalam tafsirnya.
Dalam ayat 48, At Tibrisi berpendapat mereka adalah para nabi dan khalifah, sedangkan Al­ Qurtubi berpendapat mereka adalah para malaikat atau para nabi.

Ibn Katsir berkata,
“Ashaabul­ A’raaf adalah orang yang seimbang amalan mereka di mana kebaikan mereka melambatkan mereka memasuki syurga dan kejahatan mereka melambatkan mereka memasuki neraka, lalu mereka berada di tempat yang paling atas dan mengetahui manusia dengan tanda-tanda kebaikan dan kejahatan. Kemudian setelah Allah selesai menghisab semua hamba, mereka dibenarkan meminta syafaat.”

Kesimpulannya, a’raaf ialah tempat yang tinggi yang berpagar, mempunyai beranda dan pintu, sebagai benteng antara syurga dan neraka, di atasnya ditempatkan orang yang terakhir sekali memasuki syurga karena mendapat syafaat. Dalam ayat 48, mereka adalah para nabi atau malaikat yang mewakili Ashabul A’raaf disebabkan oleh ahli neraka bersumpah dan berkata Ashabul A’raaf itu akan memasuki neraka bersama mereka.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:9-11

Informasi Surah Al A'raaf (الأعراف)
Surat Al A’raaf yang berjurnlah 206 ayat termasuk golongan surat Makkiyah, diturunkan sebelum turunnya surat Al An’aam dan termasuk golongan surat “Assab ‘uththiwaal” (tujuh surat yang panjang).

Dinamakan “Al A ‘raaf” karena perkataan Al A’raaf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al A ‘raaf yaitu:
tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.
Mereka itu ialah golongan yang sama banyak kebaikan dan kejahatan mereka.

Keimanan:

Mentauhidkan Allah dalam berdo’a dan beribadat
hanya Allah sendiri yang menga­tur dan menjaga alam
Allah menciptakan undang-undang dan hukum-hukum untuk mengatur kehidupan manusia di dunia dan di akhirat
Allah bersemayam di ‘Arasy
bantahan terhadap kepalsuan syirik
ketauhidan adalah sesuai dengan fitrah manu­sia
Musa berbicara dengan Allah
tentang melihat Allah
perintah beribadat sam­bil merendahkan diri kepada Allah
Allah mempunyai al asmaaul husna.

Hukum:

Larangan mengikuti perbuatan dan adat istiadat yang buruk
kewajiban mengikuti Allah dan rasul
perintah berhias waktu akan shalat
bantahan terhadap orang yang mengharamkan perhiasan yang dianugerahkan Allah
perintah memakan ma­kanan yang halal lagi baik dan larangan memakan yang sebaliknya

Kisah:

Kisah Nabi Adam a.s. dengan iblis
kisah Nabi Nuh a.s. dan kaumnya
kisah Nabi Shaleh a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Syu’aib a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Musa a.s. dengan Fir’aun.

Lain-lain:

Al Qur’an diturunkan kepada Nabi yang penghabisan dan perintah mengikutinya
Nabi Muhammad ﷺ diutus untuk seluruh manusia
adab orang mukmin
adab mendengar pembacaan Al Qur’an dan berzikir
rasul bertanggung jawab menyam­paikan seruan Allah
balasan terhadap orang-orang yang mengikuti dan menging­kari rasul
da’wah rasul-rasul yang pertama sekali ialah mentauhidkan Allah


Gambar Kutipan Surah Al A’raaf Ayat 48 *beta

Surah Al A'raaf Ayat 48



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al A'raaf

Surah Al-A'raf (bahasa Arab:الأعراف, al-A'rāf, "Tempat Tertinggi") adalah surah ke-7 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 206 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan sebelum turunnya surah Al-An'am dan termasuk golongan surah Assab 'uththiwaal (tujuh surat yang panjang).
Dinamakan Al-A'raf karena perkataan Al-A'raf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al-A'raf yaitu: tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.

Nomor Surah7
Nama SurahAl A'raaf
Arabالأعراف
ArtiTempat yang tertinggi
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu39
JuzJuz 8 (ayat 1-87), juz 9 (ayat 88-206)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat206
Jumlah kata3346
Jumlah huruf14437
Surah sebelumnyaSurah Al-An'am
Surah selanjutnyaSurah Al-Anfal
4.9
Rating Pembaca: 4.3 (15 votes)
Sending







Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku