QS. Al A’raaf (Tempat yang tertinggi) – surah 7 ayat 47 [QS. 7:47]

وَ اِذَا صُرِفَتۡ اَبۡصَارُہُمۡ تِلۡقَآءَ اَصۡحٰبِ النَّارِ ۙ قَالُوۡا رَبَّنَا لَا تَجۡعَلۡنَا مَعَ الۡقَوۡمِ الظّٰلِمِیۡنَ
Wa-idzaa shurifat abshaaruhum tilqaa-a ashhaabinnaari qaaluuu rabbanaa laa taj’alnaa ma’al qaumizh-zhaalimiin(a);

Dan apabila pandangan mereka dialihkan ke arah penghuni neraka, mereka berkata:
“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau tempatkan kami bersama-sama orang-orang yang zalim itu”.
―QS. 7:47
Topik ▪ Neraka ▪ Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka ▪ Para rasul diutus untuk memberi petunjuk
7:47, 7 47, 7-47, Al A’raaf 47, AlAraaf 47, Al Araf 47, Al-A’raf 47

Tafsir surah Al A'raaf (7) ayat 47

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al A’raaf (7) : 47. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini menerangkan, bila penghuni A’raf ini pandangannya ke arah penghuni neraka, timbullah ketakutan mereka, lalu memohon kepada Allah agar jangan dimasukkan bersama orang-orang yang zalim itu dalam neraka.
Sengaja dipalingkan mereka melihat penghuni surga adalah kesenangan dan kesukaan mereka.
Karena itu mereka ketika melihat surga mengucapkan salam sejahtera karena kerinduan hati, mereka melihat penghuni neraka mereka memohon dan melindungkan diri karena takut dan khawatirnya mereka melihat azab dan siksaan dalam neraka itu.
Jadi maksud ayat ini ialah menumbuhkan rasa takut dan gentar kepada penghuni A’raf itu agar dapat dijadikan pelajaran bagi manusia untuk berhati-hati supaya jangan mengerjakan pekerjaan yang dapat mendatangkan dosa.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Setelah itu, ketika pandangan orang-orang Mukmin beralih ke arah penghuni neraka, mereka berkata karena melihat betapa menakutkannya neraka, “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau masukkan kami ke dalamnya bersama orang-orang yang menzalimi diri, kebenaran dan manusia.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan apabila pandangan mereka dialihkan) yakni Ashhaabul A`raaf itu (ke arah) ke sebelah (penghuni neraka, mereka berkata, “Ya Tuhan kami! Janganlah Engkau tempatkan kami) di dalam neraka (bersama-sama orang-orang yang lalim itu”).

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Dan apabila pandangan orang-orang yang berada di tempat-tempat yang tinggi dialihkan ke arah para penghuni neraka, mereka berkata :
Wahai Rabb kami, janganlah Engkau golongkan kami bersama kaum yang zhalim disebabkan kesyirikan dan kekufuran mereka.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

Dan apabila pandangan mereka dialihkan ke arah penghuni neraka, mereka berkata, “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau tempatkan kami bersama-sama orang-orang yang zalim itu.”

Ad-Dahhak meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa sesungguhnya penduduk A’raf apabila melayangkan pandangannya ke arah ahli neraka dan mereka mengenalnya, mereka berkata, “Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau tempatkan kami bersama-sama orang-orang yang zalim.”

As-Saddi mengatakan, apabila penghuni A’raf bertemu dengan segolongan besar manusia yang digiring masuk ke neraka, mereka berkata, “Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami bersama-sama orang-orang yang zalim.”

Ikrimah mengatakan bahwa wajah mereka diarahkan ke neraka.
Tetapi bila pandangan mereka beralih kepada ahli surga, maka perasaan takut tersebut hilang dari mereka.

Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam mengatakan sehubungan dengan firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

Dan apabila pandangan mereka dialihkan ke arah penghuni neraka kemudian mereka
melihat wajah penduduk neraka yang hitam legam dan mata mereka membiru.
berkatalah mereka, “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau tempatkan kami bersama-sama orang-orang yang zalim itu.


Informasi Surah Al A'raaf (الأعراف)
Surat Al A’raaf yang berjurnlah 206 ayat termasuk golongan surat Makkiyah, diturunkan sebelum turunnya surat Al An’aam dan termasuk golongan surat “Assab ‘uththiwaal” (tujuh surat yang panjang).

Dinamakan “Al A ‘raaf” karena perkataan Al A’raaf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al A ‘raaf yaitu:
tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.
Mereka itu ialah golongan yang sama banyak kebaikan dan kejahatan mereka.

Keimanan:

Mentauhidkan Allah dalam berdo’a dan beribadat
hanya Allah sendiri yang menga­tur dan menjaga alam
Allah menciptakan undang-undang dan hukum-hukum untuk mengatur kehidupan manusia di dunia dan di akhirat
Allah bersemayam di ‘Arasy
bantahan terhadap kepalsuan syirik
ketauhidan adalah sesuai dengan fitrah manu­sia
Musa berbicara dengan Allah
tentang melihat Allah
perintah beribadat sam­bil merendahkan diri kepada Allah
Allah mempunyai al asmaaul husna.

Hukum:

Larangan mengikuti perbuatan dan adat istiadat yang buruk
kewajiban mengikuti Allah dan rasul
perintah berhias waktu akan shalat
bantahan terhadap orang yang mengharamkan perhiasan yang dianugerahkan Allah
perintah memakan ma­kanan yang halal lagi baik dan larangan memakan yang sebaliknya

Kisah:

Kisah Nabi Adam a.s. dengan iblis
kisah Nabi Nuh a.s. dan kaumnya
kisah Nabi Shaleh a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Syu’aib a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Musa a.s. dengan Fir’aun.

Lain-lain:

Al Qur’an diturunkan kepada Nabi yang penghabisan dan perintah mengikutinya
Nabi Muhammad ﷺ diutus untuk seluruh manusia
adab orang mukmin
adab mendengar pembacaan Al Qur’an dan berzikir
rasul bertanggung jawab menyam­paikan seruan Allah
balasan terhadap orang-orang yang mengikuti dan menging­kari rasul
da’wah rasul-rasul yang pertama sekali ialah mentauhidkan Allah

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-A'raaf (7) ayat 47 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-A'raaf (7) ayat 47 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-A'raaf (7) ayat 47 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-A'raaf - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 206 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 7:47
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al A'raaf.

Surah Al-A'raf (bahasa Arab:الأعراف, al-A'rāf, "Tempat Tertinggi") adalah surah ke-7 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 206 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan sebelum turunnya surah Al-An'am dan termasuk golongan surah Assab 'uththiwaal (tujuh surat yang panjang).
Dinamakan Al-A'raf karena perkataan Al-A'raf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al-A'raf yaitu: tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.

Nomor Surah 7
Nama Surah Al A'raaf
Arab الأعراف
Arti Tempat yang tertinggi
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 39
Juz Juz 8 (ayat 1-87), juz 9 (ayat 88-206)
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 206
Jumlah kata 3346
Jumlah huruf 14437
Surah sebelumnya Surah Al-An'am
Surah selanjutnya Surah Al-Anfal
4.8
Ratingmu: 4.2 (14 orang)
Sending

URL singkat: risalahmuslim.id/7-47







Pembahasan ▪ surat al araaf 47

Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim