Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al A’raaf (Tempat yang tertinggi) – surah 7 ayat 31 [QS. 7:31]

یٰبَنِیۡۤ اٰدَمَ خُذُوۡا زِیۡنَتَکُمۡ عِنۡدَ کُلِّ مَسۡجِدٍ وَّ کُلُوۡا وَ اشۡرَبُوۡا وَ لَا تُسۡرِفُوۡا ۚ اِنَّہٗ لَا یُحِبُّ الۡمُسۡرِفِیۡنَ
Yaa banii aadama khudzuu ziinatakum ‘inda kulli masjidin wakuluu waasyrabuu walaa tusrifuu innahu laa yuhibbul musrifiin(a);
Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan.
Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.
―QS. Al A’raaf [7]: 31

Daftar isi

O children of Adam, take your adornment at every masjid, and eat and drink, but be not excessive.
Indeed, He likes not those who commit excess.
― Chapter 7. Surah Al A’raaf [verse 31]

يَٰبَنِىٓ Wahai keturunan

O Children
ءَادَمَ Adam

(of) Adam!
خُذُوا۟ pakailah

Take
زِينَتَكُمْ perhiasanmu

your adornment
عِندَ di

at
كُلِّ setiap

every
مَسْجِدٍ masjid/bersujud/sholat

وَكُلُوا۟ dan makanlah

and eat
وَٱشْرَبُوا۟ dan minumlah

and drink
وَلَا dan jangan

but (do) not
تُسْرِفُوٓا۟ kamu berlebih-lebihan

be extravagant.
إِنَّهُۥ sesungguhnya Dia

Indeed, He
لَا tidak

(does) not
يُحِبُّ menyukai

love
ٱلْمُسْرِفِينَ orang-orang yang berlebih-lebihan

the extravagant ones.

Tafsir

Alquran

Surah Al A’raaf
7:31

Tafsir QS. Al A’raaf (7) : 31. Oleh Kementrian Agama RI


Dalam ayat ini Allah memerintahkan agar manusia memakai zinah (pakaian bersih yang indah) ketika memasuki masjid dan mengerjakan ibadat, seperti salat, thawaf dan lain-lainnya.


Yang dimaksud dengan memakai zinah ialah memakai pakaian yang dapat menutupi aurat dengan memenuhi syaratsyarat hijab.

Lebih sopan lagi kalau pakaian itu selain bersih dan baik, juga indah yang dapat menambah keindahan seseorang dalam beribadah menyembah Allah, sebagaimana kebiasaan seseorang berdandan dengan memakai pakaian yang indah di kala akan pergi ke tempat-tempat undangan dan lain-lain.
Maka untuk pergi ke tempat-tempat beribadah untuk menyembah Allah tentu lebih pantas lagi, bahkan lebih utama.

Hal ini bergantung pada kemauan dan kesanggupan seseorang, juga bergantung pada kesadaran.
Kalau seseorang hanya mempunyai pakaian selembar saja, cukup untuk menutupi aurat dalam beribadah, itu pun memadai.

Tetapi kalau seseorang mempunyai pakaian yang agak banyak, maka lebih utama kalau ia memakai yang bagus.
Rasulullah telah bersabda :


Apabila salah seorang di antaramu mengerjakan salat hendaklah memakai dua kain, karena untuk Allah yang lebih pantas seseorang berdandan.

Jika tidak ada dua helai kain, maka cukuplah sehelai saja untuk dipakai salat.
Janganlah berkelumun dalam salat, seperti berkelumunnya orang-orang Yahudi".

(Riwayat ath-Thabrani dan al-Baihaqi dari Ibnu ‘Umar)


Diriwayatkan dari Hasan, cucu Rasulullah, bahwa apabila ia akan mengerjakan salat, ia memakai pakaian yang sebagus-bagusnya.
Ketika ia ditanya orang dalam hal itu, ia menjawab,
"Allah itu indah, suka kepada keindahan, maka saya memakai pakaian yang bagus.
"



Dalam ayat ini, Allah mengatur urusan makan dan minum.
Kalau pada masa Jahiliyah, manusia yang mengerjakan haji hanya makan makanan yang mengenyangkan saja, tidak makan makanan yang baik dan sehat yang dapat menambah gizi dan vitamin yang diperlukan oleh badan, maka dengan turunnya ayat ini, makanan dan minuman itu harus disempurnakan gizinya dan diatur waktu menyantapnya dengan terpelihara kesehatannya.
Dengan begitu manusia lebih kuat mengerjakan ibadat.
Dalam ayat ini diterangkan bahwa memakai pakaian yang bagus, makan makanan yang baik dan minum minuman yang bermanfaat adalah dalam rangka mengatur dan memelihara kesehatan untuk dapat beribadah kepada Allah dengan baik.
Karena kesehatan badan banyak hubungannya dengan makanan dan minuman.
Makanan dan minuman yang berlebihan berakibat terganggunya kesehatan.
Karena itu, Allah melarang berlebihan dalam makan dan minum.


Larangan berlebihan itu mengandung beberapa arti, di antaranya:



1. Jangan berlebihan dalam porsi makan dan minum itu sendiri.
Sebab, makan dan minum dengan porsi yang berlebihan dan melampaui batas akan mendatangkan penyakit.
Makan kalau sudah merasa lapar, dan kalau sudah makan, janganlah sampai terlalu kenyang.
Begitu juga dengan minuman, minumlah kalau merasa haus dan bila rasa haus hilang, berhentilah minum, walaupun nafsu makan atau minum masih ada.


2. Jangan berlebihan dalam berbelanja untuk membeli makanan atau minuman, karena akan mendatangkan kerugian.
Kalau pengeluaran lebih besar dari pendapatan, akan menyebabkan hutang yang banyak.
Oleh sebab itu, setiap orang harus berusaha agar jangan besar pasak dari tiang.


3. Termasuk berlebihan juga adalah makan dan minum yang diharamkan Allah.
Dalam hal ini Rasulullah telah bersabda:


كُلُوا واشربُوا وَتَصَدَّقُوا وَالْبَسُوا في غَيْرِ مَخِيلَةٍ وَلَا إِسْرَافٍ فإن الله يُحبُ أن يرى أثر نعمه على عبده

Makanlah, minumlah, bersedekahlah, dan berpakaianlah dengan cara yang tidak sombong dan tidak berlebihan.
Sesungguhnya Allah suka melihat penggunaan nikmat-Nya kepada hamba-Nya."
(Riwayat Ahmad, at-Tirmidzi dan al-Hakim dari Abu Hurairah)


Perbuatan berlebihan yang melampaui batas selain merusak dan merugikan, juga Allah tidak menyukainya.
Setiap pekerjaan yang tidak disukai Allah, kalau dikerjakan juga, tentu akan mendatangkan bahaya.

Tafsir QS. Al A’raaf (7) : 31. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Hai anak Adam, pakailah hiasan-hiasan yang berupa pakaian materi yang menutupi aurat dan pakaian moril yaitu berupa takwa, di setiap tempat salat, waktu melaksanakan ibadah dan menikmati makanan dan minuman.
Semua itu kalian lakukan dengan tanpa berlebih-lebihan.


Maka jangan mengambil yang haram.
Dan jangan melampaui batas yang rasional dari kesenangan tersebut.


Allah tidak merestui orang-orang yang berlebih-lebihan[1].


[1] Islam mengharuskan pemeluknya menjaga penampilan dan kebersihan.


Apalagi pada setiap pertemuan.
Inilah cara-cara yang ditetapkan ilmu kesehatan (hygiene).


Adapun sikap tidak berlebih-lebihan, ilmu pengetahuan modern telah menetapkan bahwa tubuh tidak menyerap semua makanan yang masuk, tetapi hanya mengambil secukupnya, kemudian berusaha membuang yang tersisa lebih dari kebutuhan.
Di samping itu, lambung dan alat-alat pencernaan lainnya akan terporsir dan mengalami gangguan.


Dengan begitu, seseorang akan menderita penyakit tertentu yang berhubungan dengan alat-alat tersebut.
Di antara bentuk sikap berlebih-lebihan, mengkonsumsi suatu zat makanan tertentu dalam jumlah besar melebihi zat-zat lain yang juga diperlukan.


Seperti mengkonsumsi lemak dengan kadar yang mengalahkan albumen yang dibutuhkan tubuh.
Di samping itu, ayat ini menganjurkan kita untuk makan yang baik-baik agar badan sehat sehingga kuat bekerja.
Demikian pula, sikap berlebih-lebihan dalam mengkonsumsi makanan dapat menyebabkan kelebihan berat badan.
Tubuh menjadi terporsir dan mudah terkena tekanan darah tinggi, gula dan kejang jantung (angina pectoris).

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Wahai Adam, pakailah perhiasan indah yang sesuai dengan syariat, yaitu pakaian yang bersih, suci, menutup aurat dan sebagainya pada waktu kalian melaksanakan shalat.
Makan dan minumlah yang baik-baik dari sebagian apa yang Allah rizkikan kepada kalian dan janganlah melampaui batas keseimbangan dalam makan atau minum.


Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas dalam makan dan minum dan lain-lain.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah) yaitu buat menutupi auratmu


(di setiap memasuki mesjid) yaitu di kala hendak melakukan salat dan tawaf


(makan dan minumlah) sesukamu


(dan janganlah berlebih-lebihan.
Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan).

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Ayat yang mulia ini merupakan bantahan terhadap orang-orang musyrik, yakni tradisi melakukan tawaf dengan telanjang bulat yang biasa mereka lakukan.


Seperti yang disebutkan di dalam riwayat Imam Muslim, Imam Nasai, dan Ibnu Jarir.
Sedangkan lafaznya berdasarkan apa yang ada pada Ibnu Jarir, diriwayatkan melalui hadis Syu’bah, dari Salamah ibnu Kahil, dari Muslim Al-Batin, dari Sa’id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa dahulu kaum pria dan wanita melakukan tawafnya di Baitullah dalam keadaan telanjang bulat.
Kaum pria melakukannya di siang hari, sedangkan kaum wanita pada malam harinya.
Salah seorang wanita dari mereka mengatakan dalam tawafnya:
Pada hari ini tampaklah sebagiannya atau seluruhnya, dan apa yang tampak darinya, maka tidak akan saya halalkan.
Maka Allah subhanahu wa ta’ala, berfirman:


…pakailah pakaian kalian yang indah di setiap (memasuki) masjid.

Al-Aufi meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:
pakailah pakaian kalian yang indah di setiap (memasuki) masjid.
(QS. Al-A’raf [7]: 31), hingga akhir ayat.
Bahwa dahulu (di masa Jahiliah) kaum lelaki biasa tawaf sambil telanjang.
Maka Allah memerintahkan mereka untuk memakai pakaian yang indah-indah (setelah masa Islam).

Yang dimaksud dengan istilah الزِّينَةُ dalam ayat ini ialah pakaian, yaitu pakaian yang menutupi aurat, terbuat dari kain yang baik dan bahan lainnya yang dapat dijadikan pakaian.
Mereka diperintahkan untuk memakai pakaiannya yang indah di setiap memasuki masjid.

Hal yang sama dikatakan oleh Mujahid, Ata, Ibrahim An-Nakha’i, Sa’id ibnu Jubair, Ojatadah, As-Saddi, Ad-Dahhak, Malik, Az-Zuhri, dan lain-lainnya yang bukan hanya seorang dari kalangan para imam Salaf sehubungan dengan tafsir ayat ini.
Bahwa ayat ini diturunkan sehubungan dengan tawaf orang-orang musyrik di Ka’bah dalam keadaan telanjang bulat.

Al-Hafiz ibnu Murdawaih meriwayatkan melalui hadis Sa’id ibnu Basyir dan Al-Auza’i, dari Qatadah, dari Anas secara marfu‘, bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan masalah mengerjakan salat dengan memakai terompah.
Tetapi kesahihannya masih perlu dipertimbangkan.

Berdasarkan ayat ini dan hadis yang mengutarakan masalah yang semisal, disunatkan memakai pakaian yang indah di saat hendak melaku­kan salat, terlebih lagi salat Jumat dan salat hari raya.
Disunatkan pula memakai wewangian, karena wewangian termasuk ke dalam pengertian perhiasan.
Juga disunatkan bersiwak, mengingat siwak merupakan kesempurnaan bagi hal tersebut.

Pakaian yang paling utama ialah yang berwarna putih, seperti yang telah diriwayatkan oleh Imam Ahmad, yang dinilai sahih oleh Imam Ahmad sampai kepada Ibnu Abbas dengan predikat marfu‘:

Disebutkan bahwa telah menceritakan kepada kami Ali ibnu Asim, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Usman ibnu Khaisam, dari Sa’id ibnu Jubair, bahwa Rasulullah ﷺ telah bersabda, Pakailah pakaian kalian yang berwarna putih, karena sesungguhnya pakaian putih adalah pakaian terbaik kalian, dan kafankanlah dengannya orang-orang mati kalian.
Dan sesungguhnya sebaik-baik celak kalian memakai ismid, karena sesungguhnya ismid itu dapat mencerahkan pandangan mata dan menumbuhkan rambut.

Hadis ini jayyid sanadnya, semua perawinya dengan syarat Muslim.
Imam Abu Daud, Imam Turmuzi, dan Imam Ibnu Majah meriwayatkan­nya melalui hadis Abdullah ibnu Usman ibnu Khaisam dengan sanad yang sama.
Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini hasan sahih.

Imam Ahmad dan para pemilik kitab sunnah telah meriwayatkan dengan sanad yang jayyid melalui Samurah ibnu Jundub yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

Berpakaian putihlah kalian, kenakanlah ia selalu, karena sesungguhnya pakaian putih itu lebih cerah dan lebih baik:
dan kafankanlah dengannya orang-orang mati kalian.

Imam Tabrani meriwayatkan dengan sanad yang sahih dari Qatadah, dari Muhammad ibnu Sirin, bahwa Tamim Ad-Dari pernah membeli sebuah kain selendang (putih) dengan harga seribu (dirham), lalu ia pakai dalam salat-salatnya.


Firman Allah subhanahu wa ta’ala :

…makan dan minumlah kalian., hingga akhir ayat.

Sebagian Salaf mengatakan bahwa Allah menghimpun semua kebaikan dalam separo ayat ini, yaitu firman-Nya:

…makan dan minumlah kalian, dan janganlah berlebih-lebihan.

Imam Bukhari mengatakan, Ibnu Abbas berkata bahwa makna yang dimaksud ialah makanlah sesukamu dan berpakaianlah sesukamu selagi engkau hindari dua pekerti, yaitu berlebih-lebihan dan sombong.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Abdul A’la, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Saur, dari Ma’mar, dari Ibnu Tawus, dari ayahnya, dari Ibnu Abbas yang mengatakan,
"Allah menghalalkan makan dan minum selagi dilakukan dengan tidak berlebih-lebihan dan tidak untuk kesombongan."
Sanad asar ini berpredikat sahih.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Bahz, telah menceritakan kepada kami Hammam, dari Qatadah, dari Amr ibnu Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya, bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Makan, minum, berpakaian, dan bersedekahlah kalian tanpa dengan kesombongan dan berlebih-lebihan, karena sesungguhnya Allah suka bila melihat nikmat-Nya digunakan oleh hamba-Nya.

Imam Nasai dan Imam Ibnu Majah meriwayatkannya melalui hadis Qatadah, dari Amr ibnu Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya, dari Nabi ﷺ yang telah bersabda:
Makan, bersedekah, dan berpakaianlah kamu sekalian tanpa berlebih-lebihan dan tanpa kesombongan.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abul Mugirah, telah menceritakan kepada kami Sulaiman ibnu Salim Al-Kalbi, telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Jabir At-Tai, ia telah mendengar Al-Miqdam ibnu Ma’di Kariba Al-Kindi bercerita bahwa ia pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:
Tiada suatu wadah pun yang dipenuhi oleh anak Adam yang lebih jahat daripada perutnya.
Cukuplah bagi anak Adam beberapa suap makanan untuk menegakkan tulang sulbinya.
Dan jika ia terpaksa melakukannya, maka sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumannya, dan sepertiga lagi untuk napasnya.

Imam Nasai dan Imam Turmuzi meriwayatkannya dari Yahya ibnu Jabir dengan sanad yang sama.
Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini hasan, sedangkan menurut salinan lainnya disebutkan hasan sahih.

As-Saddi mengatakan, dahulu (di masa Jahiliah) orang-orang yang melakukan tawaf di Baitullah sambil telanjang bulat mengharamkan wadak (minyak samin) atas diri mereka sendiri selama mereka berada di musim haji.
Maka Allah subhanahu wa ta’ala, berfirman terhadap mereka:
makan dan minumlah kalian.
(QS. Al-A’raf [7]: 31), hingga akhir ayat.
Artinya, janganlah kalian berlebih-lebihan dalam mengharamkan.

Mujahid mengatakan, makna ayat mengandung perintah kepada mereka agar mereka makan dan minum dari segala sesuatu yang direzekikan oleh Allah buat mereka.

Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
dan janganlah kalian berlebih-lebihan.
(QS. Al-A’raf [7]: 31)
Yakni janganlah kalian memakan yang diharamkan, karena memakan yang diharamkan merupakan perbuatan berlebih-lebihan.

Ata Al-Khurrasani telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:
makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan.
Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.
(QS. Al-A’raf [7]: 31)
Yaitu dalam hal makanan dan minuman.

Ibnu Jarir mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:

Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala :Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.
(QS. Al-Miidah:
87), Yakni yang melampaui batasan Allah dalam masalah halal atau haram, yang berlebih-lebihan terhadap apa yang dihalalkan-Nya, yaitu dengan menghalalkan yang diharamkan-Nya atau mengharamkan yang dihalalkan-Nya.
Tetapi Allah menyukai sikap yang menghalalkan apa yang dihalalkan-Nya dan mengharamkan apa yang diharamkan-Nya, karena yang demikian itulah sifat pertengahan yang diperintahkan oleh-Nya.

Unsur Pokok Surah Al A’raaf (الأعراف)

Surat Al A’raaf yang berjurnlah 206 ayat termasuk golongan surat Makkiyah, diturunkan sebelum turunnya surat Al-An’am dan termasuk golongan surat "Assab ‘uththiwaal" (tujuh surat yang panjang).

Dinamakan "Al-A’raaf" karena perkataan Al A’raaf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al-A’raaf yaitu:
tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.
Mereka itu ialah golongan yang sama banyak kebaikan dan kejahatan mereka.

Keimanan:

▪ Mentauhidkan Allah dalam berdo’a dan beribadat.
▪ Hanya Allah sendiri yang mengatur dan menjaga alam.
▪ Allah menciptakan undang-undang dan hukumhukum untuk mengatur kehidupan manusia di dunia dan di akhirat.
▪ Allah bersemayam di ‘Arasy.
▪ Bantahan terhadap kepalsuan syirik.
▪ Ketauhidan adalah sesuai dengan fitrah manusia.
▪ Nabi Musa berbicara dengan Allah.
▪ Tentang melihat Allah.
▪ Perintah beribadat sambil merendahkan diri kepada Allah.
▪ Allah mempunyai al asma’ul husna.

Hukum:

▪ Larangan mengikuti perbuatan dan adat istiadat yang buruk.
▪ Kewajiban mengikuti Allah dan rasul.
▪ Perintah berhias waktu akan shalat.
▪ Bantahan terhadap orang yang mengharamkan perhiasan yang dianugerahkan Allah.
▪ Perintah memakan makanan yang halal lagi baik dan larangan memakan yang sebaliknya.

Kisah:

▪ Kisah Nabi Adam `alaihis salam dengan iblis.
▪ Kisah Nabi Nuh `alaihis salam dan kaumnya.
▪ Kisah Nabi Shaleh `alaihis salam dengan kaumnya.
▪ Kisah Nabi Syu’aib `alaihis salam dengan kaumnya.
▪ Kisah Nabi Musa `alaihis salam dengan Fir’aun.

Lain-lain:

Alquran diturunkan kepada Nabi yang penghabisan dan perintah mengikutinya.
Nabi Muhammad ﷺ diutus untuk seluruh manusia.
mukmin.
Alquran dan berzikir.
Rasul bertanggung jawab menyampaikan seruan Allah.
▪ Balasan terhadap orang-orang yang mengikuti dan mengingkari rasul.
Dakwah rasulrasul yang pertama sekali ialah mentauhidkan Allah.

Audio

QS. Al-A'raaf (7) : 1-206 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 206 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-A'raaf (7) : 1-206 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 206

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al A'raaf ayat 31 - Gambar 1 Surah Al A'raaf ayat 31 - Gambar 2 Surah Al A'raaf ayat 31 - Gambar 3
Statistik QS. 7:31
  • Rating RisalahMuslim
4.4

Ayat ini terdapat dalam surah Al A’raaf.

Surah Al-A’raf (bahasa Arab:الأعراف, al-A’rāf, “Tempat Tertinggi”) adalah surah ke-7 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 206 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan sebelum turunnya surah Al-An’am dan termasuk golongan surah Assab ‘uththiwaal (tujuh surat yang panjang).
Dinamakan Al-A’raf karena perkataan Al-A’raf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al-A’raf yaitu: tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.

Nomor Surah7
Nama SurahAl A’raaf
Arabالأعراف
ArtiTempat yang tertinggi
Nama lain
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu39
JuzJuz 8 (ayat 1-87), juz 9 (ayat 88-206)
Jumlah ruku’0
Jumlah ayat206
Jumlah kata3346
Jumlah huruf14437
Surah sebelumnyaSurah Al-An’am
Surah selanjutnyaSurah Al-Anfal
Sending
User Review
4.2 (12 suara)
Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA
Tags:

7:31, 7 31, 7-31, Surah Al A'raaf 31, Tafsir surat AlAraaf 31, Quran Al Araf 31, Al-A'raf 31, Surah Al Araf ayat 31

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Kandungan Surah Al A’raaf

۞ QS. 7:2 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 7:3 Ar Rabb (Tuhan) • Perintah tidak mengikuti orang musyrik

۞ QS. 7:4 • Kekuasaan Allah • Azab orang kafir

۞ QS. 7:5 • Kekuasaan Allah • Azab orang kafirSyirik adalah kezaliman

۞ QS. 7:6 • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan • Keadilan Allah dalam menghakimi • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 7:7 • Menafikan sifat kantuk dan tidur • Keluasan ilmu Allah • Lembaran catatan amal perbuatan • Menghitung amal kebaikan •

۞ QS. 7:8 • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Penimbangan amal perbuatan • Keadilan Allah dalam menghakimi • Menghitung amal kebaikan •

۞ QS. 7:9 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Penimbangan amal perbuatan • Keadilan Allah dalam menghakimi • Dosa-dosa besar •

۞ QS. 7:13 • Azab orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 7:14 • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 7:15 • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 7:16 • Sifat iblis dan pembantunya

۞ QS. 7:17 • Sifat iblis dan pembantunya

۞ QS. 7:18 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 7:20 Ar Rabb (Tuhan) • Sifat iblis dan pembantunya • Syetan menyesatkan dan menghinakan manusia

۞ QS. 7:21 • Sifat iblis dan pembantunya • Syetan menyesatkan dan menghinakan manusia

۞ QS. 7:22 Ar Rabb (Tuhan) • Sifat iblis dan pembantunya • Syetan menyesatkan dan menghinakan manusia • Menjaga diri dari syetan •

۞ QS. 7:23 Ar Rabb (Tuhan) • Memohon ampun

۞ QS. 7:25 Al MuhyiAl Mumiit (Maha Menghidupkan dan Mematikan) • Manusia dibangkitkan dari kubur

۞ QS. 7:27 • Sifat iblis dan pembantunya • Menjaga diri dari syetan • Wali Allah dan wali syetan

۞ QS. 7:28 • Mendustai Allah • Dosa-dosa besar

۞ QS. 7:29 Ar Rabb (Tuhan) • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Shalat rukun Islam • Ikhlas dalam berbuat •

۞ QS. 7:30 • Allah menggerakkan hati manusia • Sifat iblis dan pembantunya • Wali Allah dan wali syetan • Siksa orang kafir

۞ QS. 7:33 • Mendustai Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Syirik adalah dosa terbesar • Dosa-dosa besar • Dosa batin

۞ QS. 7:34 • Kebenaran dan hakikat takdir • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir

۞ QS. 7:35 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhiratHikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 7:36 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keabadian neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Mereka yang kekal dalam neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 7:37 • Mendustai Allah • Tugas-tugas malaikat • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Syirik adalah dosa terbesar • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 7:38 Ar Rabb (Tuhan) • Sifat neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Percakapan ahli neraka • Pahala jin dan balasannya

۞ QS. 7:39 • Keadilan Allah dalam menghakimi • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Percakapan ahli neraka • Azab orang kafir • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 7:40 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Dosa-dosa besar • Dosa terbesar

۞ QS. 7:41 • Nama-nama neraka • Sifat neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 7:42 • Keabadian surga • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Toleransi Islam • Keutamaan iman • Melenyapkan kesusahan orang muslim

۞ QS. 7:43 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Pahala iman • Ar Rabb (Tuhan) • Tugas-tugas malaikat • Sifat surga dan kenikmatannya

۞ QS. 7:44 • Pahala iman • Allah menepati janji • Ar Rabb (Tuhan) • Percakapan ahli neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 7:45 • Kewajiban beriman pada hari akhir • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 7:46 • Batas antara surga dan neraka • Golongan Al A’raf

۞ QS. 7:47 Ar Rabb (Tuhan) • Golongan Al A’raf • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 7:48 • Golongan Al A’raf • Azab orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 7:49 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Pahala iman • Memasuki surga • Golongan Al A’raf

۞ QS. 7:50 Al Razzaq (Maha Pemberi rezeki) • Sifat ahli surga • Percakapan para ahli surga • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Percakapan ahli neraka

۞ QS. 7:51 • Mengingkari hari kebangkitan • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Balasan dari perbuatannya •

۞ QS. 7:52 • Keluasan ilmu Allah • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 7:53 • Mendustai Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Beriman ketika datang hari kiamat • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka

۞ QS. 7:54 Dalil-dalil adanya Allah Ta’alaTauhid RububiyyahArsy • Segala sesuatu milik Allah • Kekuasaan Allah

۞ QS. 7:55 Ar Rabb (Tuhan) • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 7:57 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan

۞ QS. 7:58 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:59 Tauhid Uluhiyyah • Kedahsyatan hari kiamat • Islam agama para nabi

۞ QS. 7:60 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 7:61 Tauhid RububiyyahAr Rabb (Tuhan) • Malikul Mulk (Maha Pemilik kerajaan)

۞ QS. 7:62 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:63 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:64 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 7:65 Tauhid UluhiyyahIslam agama para nabi

۞ QS. 7:66 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 7:67 Tauhid RububiyyahAr Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:68 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:69 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:70 Tauhid UluhiyyahIslam agama para nabi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 7:71 Ar Rabb (Tuhan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat • Hal-hal yang mengakibatkan kemurkaan Allah •

۞ QS. 7:72 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Kasih sayang Allah yang luas • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 7:73 Tauhid UluhiyyahDalil Allah atas hambaNya • Ar Rabb (Tuhan) • Islam agama para nabi • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 7:74 Dalil Allah atas hambaNya

۞ QS. 7:75 Ar Rabb (Tuhan) • Kewajiban beriman pada para rasul • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 7:76 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 7:77 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:78 • Azab orang kafir • Siksa orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 7:79 Ar Rabb (Tuhan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 7:82 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 7:83 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Azab orang kafir

۞ QS. 7:84 • Azab orang kafir

۞ QS. 7:85 Tauhid UluhiyyahAr Rabb (Tuhan) • Islam agama para nabi

۞ QS. 7:86 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 7:87 Al Hakam (Maha memberi keputusan) • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 7:88 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 7:89 • Keluasan ilmu Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Ar Rabb (Tuhan) • Al Fattah (Maha Pembuka) • Allah menggerakkan hati manusia

۞ QS. 7:90 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 7:91 • Azab orang kafir

۞ QS. 7:92 • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 7:93 Ar Rabb (Tuhan) • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat •

۞ QS. 7:94 Hukum alam

۞ QS. 7:95 • Azab orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Istidraj (memperdaya) • Menyiksa pelaku maksiat •

۞ QS. 7:96 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Keadilan Allah dalam menghakimi • Azab orang kafir • Keutamaan iman •

۞ QS. 7:97 • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 7:98 • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 7:99 • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 7:100 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Keadilan Allah dalam menghakimi • Allah menggerakkan hati manusia • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 7:101 • Allah menggerakkan hati manusia • Azab orang kafir

۞ QS. 7:102 • Orang mukmin kelompok minoritas • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 7:103 • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 7:104 Tauhid RububiyyahAr Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:105 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:109 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 7:110 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 7:111 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 7:113 • Meminta upah dari sihir

۞ QS. 7:116 Hakikat sihir

۞ QS. 7:117 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin

۞ QS. 7:118 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin

۞ QS. 7:121 Tauhid RububiyyahAr Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:122 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:123 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 7:125 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:126 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:128 • Pahala iman • Minta tolong kepada Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Kekuatan umat Islam di dunia •

۞ QS. 7:129 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukminAr Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:130 • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 7:131 • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir • Meramal nasib

۞ QS. 7:134 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:136 • Keadilan Allah dalam menghakimi • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 7:137 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukminAr Rabb (Tuhan) • Kekuatan umat Islam di dunia • Menyiksa pelaku maksiat •

۞ QS. 7:139 • Perbuatan orang kafir sia-sia • Kebodohan orang kafir

۞ QS. 7:140 Tauhid Uluhiyyah

۞ QS. 7:141 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:142 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:143 • Gunung akan hancur bila Allah menampakkan diri di atasnya • Sifat Kalam (berfirman) • Allah tidak dapat dilihat di dunia • Ar Rabb (Tuhan) •

۞ QS. 7:144 • Sifat Kalam (berfirman) • Mengerahkan seluruh kemampuan untuk taat kepada Allah

۞ QS. 7:145 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 7:146 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Allah menggerakkan hati manusia • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Siksa orang kafir

۞ QS. 7:147 • Kewajiban beriman pada hari akhir • Mengingkari hari kebangkitan • Keadilan Allah dalam menghakimi • Azab orang kafir • Perbuatan orang kafir sia-sia

۞ QS. 7:148 • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 7:149 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:150 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:151 • Kasih sayang Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Memohon ampun • Ampunan Allah dan rahmatNya •

۞ QS. 7:152 • Mendustai Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Siksa orang kafir

۞ QS. 7:153 • Ampunan Allah yang luas • Kasih sayang Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun)

۞ QS. 7:154 Ar Rabb (Tuhan) • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 7:155 • Ampunan Allah yang luas • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Ar Rabb (Tuhan) • Al Wali (Maha Pelindung) • Allah menggerakkan hati manusia

۞ QS. 7:156 • Kasih sayang Allah yang luas • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Keutamaan iman • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Ampunan Allah dan rahmatNya

۞ QS. 7:157 • Pengakuan antara satu kitab dengan lainnya • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Islamnya ahli kitabIslam agama fitrah • Toleransi Islam

۞ QS. 7:158 Tauhid Uluhiyyah • Segala sesuatu milik Allah • Al MuhyiAl Mumiit (Maha Menghidupkan dan Mematikan) • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan •

۞ QS. 7:159 • Islamnya ahli kitab

۞ QS. 7:161 • Ampunan Allah terhadap pelaku maksiat • Ampunan Allah dan rahmatNya

۞ QS. 7:162 • Keadilan Allah dalam menghakimi • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 7:163 • Keadilan Allah dalam menghakimi • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 7:164 Ar Rabb (Tuhan) • Mengerahkan seluruh kemampuan untuk taat kepada Allah • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 7:165 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Pahala iman • Siksaan Allah sangat pedih • Keadilan Allah dalam menghakimi • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 7:166 • Siksaan Allah sangat pedih • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 7:167 • Siksaan Allah sangat pedih • Ampunan Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun)

۞ QS. 7:169 • Mendustai Allah • Sikap manusia terhadap kitab samawi

۞ QS. 7:170 • Pahala iman • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keadilan Allah dalam menghakimi • Mengerahkan seluruh kemampuan untuk taat kepada Allah •

۞ QS. 7:171 • Mengerahkan seluruh kemampuan untuk taat kepada Allah

۞ QS. 7:172 Tauhid RububiyyahDalil Allah atas hambaNya • Ar Rabb (Tuhan) • Islam agama fitrah

۞ QS. 7:174 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 7:175 • Syetan menyesatkan dan menghinakan manusia • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 7:176 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Keadilan Allah dalam menghakimi

۞ QS. 7:177 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 7:178 • Allah menggerakkan hati manusia • Ketentuan Allah tak dapat dihindari • Azab orang kafirHidayah (petunjuk) dari Allah •

۞ QS. 7:179 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Pahala jin dan balasannya • Azab orang kafir

۞ QS. 7:180 • Meminta dengan menyebut nama Allah • Berdoa dengan Asma’ul Husna • Mengingkari nama-nama Allah • Keadilan Allah dalam menghakimi • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 7:182 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Istidraj (memperdaya) • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 7:183 • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Istidraj (memperdaya) • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 7:185 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Kiamat telah dekat • Mempersiapkan diri menghadapi kematian •

۞ QS. 7:186 • Allah menggerakkan hati manusia • Ketentuan Allah tak dapat dihindari • Azab orang kafir • Siksa orang kafirHidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 7:187 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Ar Rabb (Tuhan) • Waktu kiamat tidak diketahui • Hari kiamat datang tiba-tiba •

۞ QS. 7:188 • Hanya Allah yang mendatangkan manfaat dan marabahaya • Keputusan di tangan Allah • Keputusan di tangan Allah • Keputusan di tangan Allah • Para utusan Allah pun tidak mengetahui alam ghaib

۞ QS. 7:189 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:190 • Mensucikan Allah dari segala sekutu • Al Muta’ali (Maha Luhur)

۞ QS. 7:191 Al Khaliq (Maha Pencipta) • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 7:192 • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 7:193 • Kebodohan orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 7:194 • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 7:195 • Kebodohan orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 7:196 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Al Wali (Maha Pelindung) • Wali Allah dan wali syetan • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan •

۞ QS. 7:197 • Kebodohan orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 7:198 • Kebodohan orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 7:200 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’alaAl Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Sifat iblis dan pembantunya • Menjaga diri dari syetan

۞ QS. 7:201 • Sifat iblis dan pembantunya • Menjaga diri dari syetan • Lemah iman • Sifat-sifat orang mukmin

۞ QS. 7:202 • Sifat iblis dan pembantunya • Wali Allah dan wali syetan

۞ QS. 7:203 Ar Rabb (Tuhan) • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi • Keutamaan iman • Hidayah (petunjuk) dari Allah •

۞ QS. 7:205 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:206 Ar Rabb (Tuhan) • Tugas-tugas malaikat

Ayat Pilihan

Bila mereka dilempar ke tempat yang sempit di Neraka itu dengan dibelenggu, mereka mengharap kebinasaan.
(Akan dikatakan kepada mereka):
“Jangan kamu sekalian mengharapkan satu kebinasaan,
melainkan harapkanlah kebinasaan yang banyak”
QS. Al-Furqan [25]: 13-14

Dan berikan berita gembira kepada orang-orang yang sabar.
(yaitu) orang yang bila ditimpa musibah,
mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”.
(sungguh kita adalah milik Allah & hanya kepada Allah lah kita kembali)
QS. Al-Baqarah [2]: 155-156

Hendaknya manusia merenungkan,
bagaimana Kami mengatur & menyediakan makanan yang mereka butuhkan.
QS. ‘Abasa [80]: 24

Dan sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar,
dan timbanglah dengan neraca yang benar.
Itulah yang lebih utama (bagimu) & lebih baik akibatnya.
QS. Al-Isra’ [17]: 35

Hadits Shahih

Podcast

Doa

Soal & Pertanyaan

Ilmuan muslim yang dalam bidang kedokteran yang berasal dari Persia yaitu ...

Benar! Kurang tepat!

Siapakah nabi yang lebih memilih ilmu daripada harta?

Benar! Kurang tepat!

Berikut kedudukan orang yang menuntut ilmu, kecuali ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Sebagai perumpamaan orang yang mengajak berbuat baik, tetapi dirinya sendiri tidak melakukan adalah ...

Benar! Kurang tepat!

وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ,

potongan ayat di atas terdapat pada Alquran surah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَٰتٍ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
--QS. Al Mujadalah [58] : 11

Pendidikan Agama Islam #29
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #29 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #29 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #16

Selain berisi kisah-kisah umat terdahulu, dalam Alquran juga terdapat tamsil sebagai peringatan bagi manusia. Tamsil artinya … Alquran adalah mukjizat terbesar bagi Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Di bawah ini merupakan bukti bahwa Alquran adalah mukjizat yang terbesar adalah … Fungsi utama kandungan Alquran yang menjelaskan kisah umat terdahulu adalah sebagai … Yang berarti ”menggabungkan sesuatu dengan yang lain” adalah lafaz … Al-Lihyaniy berpendapat bahwa Alquran secara etimologi memiliki arti …

Pendidikan Agama Islam #10

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menerima wahyu pertama di … Wahyu pertama yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam terkandung dalam surah … Sejak wahyu di Surah Al Muddasir : 1-7, Rasullullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mulai berkhotbah. Awalnya nabi melakukan dakwah kepada … Khotbah Nabi Muhammad saat masih di Mekah, difokuskan langsung pada esensi-esensi utama, yaitu … … Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkhotbah di kota Mekah kurang lebih selama …

Pendidikan Agama Islam #8

Sumber kedua hukum dalam menetapkan Hukum tentang Alquran adalah … Hukum penggunaan hadis sebagai dasar hukum adalah … Orang yang menceritakan hadits disebut … Undang-undang tentang penggunaan Hadits-Maudu adalah … Berikut adalah hadits yang rusak, kecuali …

Kamus

almarhum

Apa itu almarhum? al.mar.hum (1) yang dirahmati Allah (sebutan kepada orang Islam yang telah meninggal); (2) yang telah meninggal; mendiang; di ruang tamu tergantung lukisan besar almarhum Jenderal S...

Hamzah bin Abdul-Muththalib

Siapa itu Hamzah bin Abdul-Muththalib? Hamzah bin Abdul-Muththalib (bahasa Arab: حمزه بن عبد المطلب‎; meninggal 3 H) adalah sahabat, paman, sekaligus saudara sepersusuan Nabi Muhammad...

hadis kauli

Apa itu hadis kauli? kata atau sabda Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. yang dijadikan tuntunan umat Islam … •