QS. Al A’raaf (Tempat yang tertinggi) – surah 7 ayat 2 [QS. 7:2]

کِتٰبٌ اُنۡزِلَ اِلَیۡکَ فَلَا یَکُنۡ فِیۡ صَدۡرِکَ حَرَجٌ مِّنۡہُ لِتُنۡذِرَ بِہٖ وَ ذِکۡرٰی لِلۡمُؤۡمِنِیۡنَ
Kitaabun unzila ilaika falaa yakun fii shadrika harajun minhu litundzira bihi wadzikra lilmu’miniin(a);

Ini adalah sebuah kitab yang diturunkan kepadamu, maka janganlah ada kesempitan di dalam dadamu karenanya, supaya kamu memberi peringatan dengan kitab itu (kepada orang kafir), dan menjadi pelajaran bagi orang-orang yang beriman.
―QS. 7:2
Topik ▪ Keutamaan Al Qur’an ▪ Al Qur’an benar-benar dari Allah ▪ Kekufuran manusia akan nikmat Allah
7:2, 7 2, 7-2, Al A’raaf 2, AlAraaf 2, Al Araf 2, Al-A’raf 2

Tafsir surah Al A'raaf (7) ayat 2

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al A’raaf (7) : 2. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa kitab yang diturunkan kepada Muhammad ﷺ.
yang penuh berisi bimbingan dan petunjuk adalah untuk memberi peringatan kepada orang-orang kafir.
Dan Muhammad janganlah sekali-kali merasa sempit dada, menghadapi tantangan, perlawanan, ejekan dan hal-hal yang lain dari kaum musyrikin dalam menyampaikan risalah yang telah ditugaskan Allah subhanahu wa ta’ala kepadanya.
Hendaklah dia bersabar menghadapinya.
Bahwa akan ada tantangan dari kaum musyrikin dan dada Muhammad ﷺ.
akan menjadi sempit karenanya telah diketahui oleh Allah subhanahu wa ta’ala sebagaimana ditegaskan dalam firman-Nya:

Dan kami sungguh-sungguh mengetahui, bahwa dadamu menjadi sempit disebabkan apa yang mereka ucapkan.
(Q.S. Al-Hijr [15]: 97)

Tetapi ia diperintahkan supaya bersabar, berteguh hati menghadapi mereka sebagaimana halnya rasul-rasul sebelumnya.

Firman Allah:

Maka bersabarlah kamu (Muhammad) seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari rasul-rasul yang telah bersabar.
(Q.S. Al-Ahqaaf [46]: 35)

Kitab tersebut hendaklah dijadikan pula pelajaran dan peringatan bagi orang-orang mukmin karena peringatan itu akan membawa manfaat dan pengaruh kepada mereka sebagaimana firman Allah:

Dan tetaplah memberi peringatan karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman.
(Q.S. Adz-Dzariyat [51]: 55)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Al-Qur’an diturunkan kepadamu supaya, dengan Al Quran itu, kamu memberi peringatan kepada orang-orang yang mendustakannya agar mereka beriman, dan juga untuk mengingatkan orang-orang Mukmin supaya bertambah iman.
Maka, karena alasan takut didustakan, jangan sampai kamu merasa sempit dada dalam menyampaikan Al Quran itu.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

Ini adalah (kitab yang diturunkan kepadamu) khithab atau pembicaraan ayat ini ditujukan kepada Nabi ﷺ (maka janganlah ada kesempitan di dalam dadamu) kerumitan (karenanya) sewaktu engkau akan menyampaikannya karena merasa khawatir akan didustakan (supaya kamu memberi peringatan) berkaitan dengan lafal unzila, artinya supaya engkau memperingatkan (dengan kitab itu dan menjadi pelajaran) yaitu bahan pengingat (bagi orang-orang yang beriman) kepada kitab itu.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Al-Qur an ini adalah kitab yang agung yang Allah turunkan kepadamu (wahai Rasul), janganlah ada keraguan dalam dadamu bahwa ia benar-benar diturunkan dari Allah.
Dan janganlah kamu keberatan untuk menyampaikan dan memberi peringatan (kepada manusia) dengannya.
Kami turunkan kepadamu agar kamu memperingatkan orang-orang kafir dan mengingatkan orang-orang mukmin.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

Ini adalah sebuah kitab yang ditunaikan kepadamu.
(Q.S. Al-A’raf [7]: 2)

Artinya, ini adalah Kitab yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu.

maka janganlah ada kesempitan di dalam dadamu karenanya (Q.S. Al-A’raf [7]: 2)

Menurut Mujahid, Qatadah, dan As-Saddi, makna haraj ialah syak atau keraguan, yakni merasa ragu kepadanya.
Menurut pendapat yang lain, maknanya ialah kesempitan, yakni jangan ada kesempitan di dalam dadamu dalam menyampaikannya dan dalam memberikan peringatan dengannya (kepada manusia).

Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari rasul-rasul telah bersabar.
(Q.S. Al-Ahqaaf [46]: 35)

Karena itulah dalam surat ini disebutkan melalui firman-Nya:

supaya kamu memberi peringatan dengan kitab itu (kepada orang kafir).
(Q.S. Al-A’raf [7]: 2)

Maksudnya, Kami turunkan Kitab ini kepadamu agar kamu memberikan peringatan dengan Kitab ini kepada orang-orang kafir.

dan menjadi pelajaran bagi orang-orang yang beriman.
(Q.S. Al-A’raf [7]: 2)


Informasi Surah Al A'raaf (الأعراف)
Surat Al A’raaf yang berjurnlah 206 ayat termasuk golongan surat Makkiyah, diturunkan sebelum turunnya surat Al An’aam dan termasuk golongan surat “Assab ‘uththiwaal” (tujuh surat yang panjang).

Dinamakan “Al A ‘raaf” karena perkataan Al A’raaf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al A ‘raaf yaitu:
tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.
Mereka itu ialah golongan yang sama banyak kebaikan dan kejahatan mereka.

Keimanan:

Mentauhidkan Allah dalam berdo’a dan beribadat
hanya Allah sendiri yang menga­tur dan menjaga alam
Allah menciptakan undang-undang dan hukum-hukum untuk mengatur kehidupan manusia di dunia dan di akhirat
Allah bersemayam di ‘Arasy
bantahan terhadap kepalsuan syirik
ketauhidan adalah sesuai dengan fitrah manu­sia
Musa berbicara dengan Allah
tentang melihat Allah
perintah beribadat sam­bil merendahkan diri kepada Allah
Allah mempunyai al asmaaul husna.

Hukum:

Larangan mengikuti perbuatan dan adat istiadat yang buruk
kewajiban mengikuti Allah dan rasul
perintah berhias waktu akan shalat
bantahan terhadap orang yang mengharamkan perhiasan yang dianugerahkan Allah
perintah memakan ma­kanan yang halal lagi baik dan larangan memakan yang sebaliknya

Kisah:

Kisah Nabi Adam a.s. dengan iblis
kisah Nabi Nuh a.s. dan kaumnya
kisah Nabi Shaleh a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Syu’aib a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Musa a.s. dengan Fir’aun.

Lain-lain:

Al Qur’an diturunkan kepada Nabi yang penghabisan dan perintah mengikutinya
Nabi Muhammad ﷺ diutus untuk seluruh manusia
adab orang mukmin
adab mendengar pembacaan Al Qur’an dan berzikir
rasul bertanggung jawab menyam­paikan seruan Allah
balasan terhadap orang-orang yang mengikuti dan menging­kari rasul
da’wah rasul-rasul yang pertama sekali ialah mentauhidkan Allah

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-A'raaf (7) ayat 2 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-A'raaf (7) ayat 2 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-A'raaf (7) ayat 2 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-A'raaf - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 206 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 7:2
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al A'raaf.

Surah Al-A'raf (bahasa Arab:الأعراف, al-A'rāf, "Tempat Tertinggi") adalah surah ke-7 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 206 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan sebelum turunnya surah Al-An'am dan termasuk golongan surah Assab 'uththiwaal (tujuh surat yang panjang).
Dinamakan Al-A'raf karena perkataan Al-A'raf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al-A'raf yaitu: tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.

Nomor Surah7
Nama SurahAl A'raaf
Arabالأعراف
ArtiTempat yang tertinggi
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu39
JuzJuz 8 (ayat 1-87), juz 9 (ayat 88-206)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat206
Jumlah kata3346
Jumlah huruf14437
Surah sebelumnyaSurah Al-An'am
Surah selanjutnyaSurah Al-Anfal
4.5
Ratingmu: 4.5 (11 orang)
Sending







Pembahasan ▪ qs 7 2 ▪ surat 7 al araaf ayat 2

Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di




Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta