QS. Al A’raaf (Tempat yang tertinggi) – surah 7 ayat 197 [QS. 7:197]

وَ الَّذِیۡنَ تَدۡعُوۡنَ مِنۡ دُوۡنِہٖ لَا یَسۡتَطِیۡعُوۡنَ نَصۡرَکُمۡ وَ لَاۤ اَنۡفُسَہُمۡ یَنۡصُرُوۡنَ
Waal-ladziina tad’uuna min duunihi laa yastathii’uuna nashrakum walaa anfusahum yanshuruun(a);

Dan berhala-berhala yang kamu seru selain Allah tidaklah sanggup menolongmu, bahkan tidak dapat menolong dirinya sendiri.
―QS. 7:197
Topik ▪ Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin
7:197, 7 197, 7-197, Al A’raaf 197, AlAraaf 197, Al Araf 197, Al-A’raf 197

Tafsir surah Al A'raaf (7) ayat 197

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al A’raaf (7) : 197. Oleh Kementrian Agama RI

Allah subhanahu wa ta’ala menegaskan kembali pada kaum musyrikin bahwa berhala-berhala yang mereka mintai pertolongan itu tidak dapat berbuat apa-apa bahkan menolong diri mereka sendiri tidak dapat apalagi menolong diri orang lain.
Baik memberi manfaat maupun menolak kemudaratan seperti apa yang diperbuat Nabi Ibrahim ‘alaihis salam Beliau memecahkan patung-patung kaumnya sehingga menjadi berkeping-keping.
Patung-patung itu tidak dapat membela diri dan membalas dendam.
Diceritakan oleh Ibnu Kasir, bahwa Muaz bin Amr bin Al-Jamah beserta Muaz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu masuk agama Islam ketika Nabi Muhammad ﷺ.
tiba di Madinah.
Keduanya masih muda-muda.
Pada suatu malam mereka pergi menghancurkan patung-patung orang musyrikin dan dijadikannya kayu bakar untuk orang-orang miskin.
Maksudnya agar kaumnya mengetahui dan mengambil pelajaran dari peristiwa itu.

Orang tuanya yang bernama Amr bin Jamuh seorang kepala suku, memiliki sebuah patung yang selalu disembahnya dan diberinya wangi-wangian.
Pada suatu malam kedua anak muda itu mendatangi patung tersebut, lalu patung itu dibalikkannya, kepalanya di bawah dan diberinya kotoran manusia.
Besok harinya Amr bin Al-Jamuh datang ke tempat patung sembahannya, dilihatnya apa yang telah terjadi.
Patung itu kemudian dicucinya dan diberinya wangi-wangian lalu diletakkan sebuah pedang di sampingnya.
Berkatalah dia kepada patung itu: “Belalah dirimu!” Tetapi keesokan harinya kedua anak muda itu kembali mengulangi perbuatannya, dan orang tua itu pun kembali pula berbuat seperti semula lagi.

Akhirnya kedua anak muda itu mengambil patung itu dan mengikatnya bersama anjing yang mati, lalu diletakkannya di dekat sumur dekat dengan tempat itu.
Kemudian ketika orang tua itu datang lagi dan melihat apa yang terjadi atas patungnya, sadarlah dia bahwa agama yang dianutnya selama ini adalah agama yang batil.
Kemudian Amr bin Jamuh masuk agama Islam dan menjadi seorang muslim yang baik.
Beliau mati syahid dalam perang Uhud.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Adapun berhala-berhala yang kalian minta pertolongan kepada mereka selain Allah tidak akan dapat memberikan pertolongan itu pada kalian, juga pada diri mereka sendiri.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan berhala-berhala yang kamu seru selain Allah tidaklah sanggup menolongmu, bahkan tidak dapat menolong dirinya sendiri) lalu mengapa aku mempedulikan keadaan mereka.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Wahai orang-orang musyrik, berhala-berhala yang kalian seru selain Allah itu tidak mampu menolong kalian dan tidak juga mampu menolong dirinya sendiri.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

Dan berhala-berhala yang kalian seru selain Allah., hingga akhir ayat.

Ayat ini berkedudukan menguatkan apa yang disebutkan sebelumnya, hanya saja dalam ayat ini diungkapkan dalam bentuk khitab (sebagai lawan bicara), sedangkan pada sebelumnya disebutkan dengan ungkapan gaibah (yakni orang yang ketiga).
Karena itulah dalam firman selanjutnya disebutkan:

…tidaklah sanggup menolong kalian, bahkan tidak dapat menolong dirinya sendiri.


Informasi Surah Al A'raaf (الأعراف)
Surat Al A’raaf yang berjurnlah 206 ayat termasuk golongan surat Makkiyah, diturunkan sebelum turunnya surat Al An’aam dan termasuk golongan surat “Assab ‘uththiwaal” (tujuh surat yang panjang).

Dinamakan “Al A ‘raaf” karena perkataan Al A’raaf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al A ‘raaf yaitu:
tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.
Mereka itu ialah golongan yang sama banyak kebaikan dan kejahatan mereka.

Keimanan:

Mentauhidkan Allah dalam berdo’a dan beribadat
hanya Allah sendiri yang menga­tur dan menjaga alam
Allah menciptakan undang-undang dan hukum-hukum untuk mengatur kehidupan manusia di dunia dan di akhirat
Allah bersemayam di ‘Arasy
bantahan terhadap kepalsuan syirik
ketauhidan adalah sesuai dengan fitrah manu­sia
Musa berbicara dengan Allah
tentang melihat Allah
perintah beribadat sam­bil merendahkan diri kepada Allah
Allah mempunyai al asmaaul husna.

Hukum:

Larangan mengikuti perbuatan dan adat istiadat yang buruk
kewajiban mengikuti Allah dan rasul
perintah berhias waktu akan shalat
bantahan terhadap orang yang mengharamkan perhiasan yang dianugerahkan Allah
perintah memakan ma­kanan yang halal lagi baik dan larangan memakan yang sebaliknya

Kisah:

Kisah Nabi Adam a.s. dengan iblis
kisah Nabi Nuh a.s. dan kaumnya
kisah Nabi Shaleh a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Syu’aib a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Musa a.s. dengan Fir’aun.

Lain-lain:

Al Qur’an diturunkan kepada Nabi yang penghabisan dan perintah mengikutinya
Nabi Muhammad ﷺ diutus untuk seluruh manusia
adab orang mukmin
adab mendengar pembacaan Al Qur’an dan berzikir
rasul bertanggung jawab menyam­paikan seruan Allah
balasan terhadap orang-orang yang mengikuti dan menging­kari rasul
da’wah rasul-rasul yang pertama sekali ialah mentauhidkan Allah

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-A'raaf (7) ayat 197 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-A'raaf (7) ayat 197 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-A'raaf (7) ayat 197 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-A'raaf - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 206 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 7:197
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al A'raaf.

Surah Al-A'raf (bahasa Arab:الأعراف, al-A'rāf, "Tempat Tertinggi") adalah surah ke-7 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 206 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan sebelum turunnya surah Al-An'am dan termasuk golongan surah Assab 'uththiwaal (tujuh surat yang panjang).
Dinamakan Al-A'raf karena perkataan Al-A'raf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al-A'raf yaitu: tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.

Nomor Surah 7
Nama Surah Al A'raaf
Arab الأعراف
Arti Tempat yang tertinggi
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 39
Juz Juz 8 (ayat 1-87), juz 9 (ayat 88-206)
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 206
Jumlah kata 3346
Jumlah huruf 14437
Surah sebelumnya Surah Al-An'am
Surah selanjutnya Surah Al-Anfal
4.8
Ratingmu: 4.8 (10 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta