Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al A’raaf (Tempat yang tertinggi) – surah 7 ayat 187 [QS. 7:187]

یَسۡـَٔلُوۡنَکَ عَنِ السَّاعَۃِ اَیَّانَ مُرۡسٰہَا ؕ قُلۡ اِنَّمَا عِلۡمُہَا عِنۡدَ رَبِّیۡ ۚ لَا یُجَلِّیۡہَا لِوَقۡتِہَاۤ اِلَّا ہُوَ ؕۘؔ ثَقُلَتۡ فِی السَّمٰوٰتِ وَ الۡاَرۡضِ ؕ لَا تَاۡتِیۡکُمۡ اِلَّا بَغۡتَۃً ؕ یَسۡـَٔلُوۡنَکَ کَاَنَّکَ حَفِیٌّ عَنۡہَا ؕ قُلۡ اِنَّمَا عِلۡمُہَا عِنۡدَ اللّٰہِ وَ لٰکِنَّ اَکۡثَرَ النَّاسِ لَا یَعۡلَمُوۡنَ
Yasaluunaka ‘anissaa’ati ai-yaana mursaahaa qul innamaa ‘ilmuhaa ‘inda rabbii laa yujalliihaa liwaqtihaa ilaa huwa tsaqulat fiis-samaawaati wal ardhi laa ta’tiikum ilaa baghtatan yasaluunaka kaannaka hafii-yun ‘anhaa qul innamaa ‘ilmuhaa ‘indallahi walakinna aktsarannaasi laa ya’lamuun(a);
Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang Kiamat,
“Kapan terjadi?”
Katakanlah,
“Sesungguhnya pengetahuan tentang Kiamat itu ada pada Tuhanku;
tidak ada (seorang pun) yang dapat menjelaskan waktu terjadinya selain Dia.
(Kiamat) itu sangat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi, tidak akan datang kepadamu kecuali secara tiba-tiba.”
Mereka bertanya kepadamu seakan-akan engkau mengetahuinya.
Katakanlah (Muhammad),
“Sesungguhnya pengetahuan tentang (hari Kiamat) ada pada Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.”
―QS. Al A’raaf [7]: 187

Daftar isi

They ask you, (O Muhammad), about the Hour:
when is its arrival?
Say,
"Its knowledge is only with my Lord.
None will reveal its time except Him.
It lays heavily upon the heavens and the earth.
It will not come upon you except unexpectedly."
They ask you as if you are familiar with it.
Say,
"Its knowledge is only with Allah, but most of the people do not know."
― Chapter 7. Surah Al A’raaf [verse 187]

يَسْـَٔلُونَكَ mereka akan bertanya kepadamu

They ask you
عَنِ tentang

about
ٱلسَّاعَةِ hari kiamat

the Hour,
أَيَّانَ kapan

when will be
مُرْسَىٰهَا terjadinya

its appointed time?
قُلْ katakanlah

Say,
إِنَّمَا sesungguhnya

"Only
عِلْمُهَا pengetahuannya

its knowledge
عِندَ disisi

(is) with
رَبِّى Tuhanku

my Lord,
لَا tidak

no (one)
يُجَلِّيهَا menjelaskannya

can reveal [it]
لِوَقْتِهَآ bagi waktunya

its time
إِلَّا kecuali

except
هُوَ Dia

Him.
ثَقُلَتْ amat berat

It lays heavily
فِى di

in
ٱلسَّمَٰوَٰتِ langit(jamak)

the heavens
وَٱلْأَرْضِ dan bumi

and the earth.
لَا tidak

Not
تَأْتِيكُمْ datang kepadamu

will it come to you
إِلَّا melainkan

but
بَغْتَةً dengan tiba-tiba

suddenly."
يَسْـَٔلُونَكَ mereka akan bertanya kepadamu

They ask you
كَأَنَّكَ seakan-akan kamu

as if you
حَفِىٌّ benar-benar mengetahui

(were) well informed
عَنْهَا daripadanya

about it.
قُلْ katakanlah

Say,
إِنَّمَا sesungguhnya hanyalah

"Only
عِلْمُهَا pengetahuannya

its knowledge

Tafsir

Alquran

Surah Al A’raaf
7:187

Tafsir QS. Al A’raaf (7) : 187. Oleh Kementrian Agama RI


Allah dalam ayat ini menegaskan bahwa hanya Dialah yang mengetahui saat terjadinya hari Kiamat itu.
Kepastian terjadinya hari Kiamat dan apa yang terjadi pada hari Kiamat sudah banyak dijelaskan oleh Al-Quran.

Akan tetapi khusus yang berkenaan dengan saat terjadinya hari Kiamat itu tidak ada dijelaskan dalam Al-Quran.
Hal itu hanya berada dalam ilmu Allah semata-mata.


Kita dapat menarik pelajaran dari peringatan ini, bahwa tak seorang manusia pun yang tahu, kapan akan terjadi pada hari Kiamat.
Dengan demikian berarti kita tidak boleh mempercayai ramalan orang atau berita bahwa hari Kiamat akan terjadi pada hari, tanggal, bulan dan tahun sekian atau saat tertentu.

Peringatan ini berlaku umum untuk masa kapan pun.
Ternyata sampai masa kita sekarang hal ini memang sering terjadi, entah di dunia Barat, di Afrika atau di tanah air kita sendiri, ada saja orang atau golongan yang percaya, bahwa hari Kiamat sudah dekat, akan terjadi pada waktu-waktu tertentu dengan menyebutkan saat akan terjadinya.

Banyak orang yang percaya dan tertipu dengan ramalan atau berita yang dibuat orang dengan mengaku pemuka agama, akibatnya ada yang sampai menelan korban.


Yang menanyakan saat terjadinya hari Kiamat itu ialah orang Quraisy.

Ayat ini turun di Mekah.
Di Mekah tidak ada orang Yahudi yang memberitahukan dan mengajarkan kepada orang-orang Quraisy tentang kerasulan, hari berbangkit, surga dan neraka.

Berbeda halnya dengan orang Arab Madinah yang sudah banyak bergaul dengan bangsa Yahudi.
Mereka sudah mempunyai pengertian tentang kenabian dan hari berbangkit.


Jika orang Quraisy menanyakan tentang hari Kiamat itu maka sebenarnya pertanyan itu dilatar belakangi anggapan mereka bahwa hari Kiamat itu tidak mungkin terjadi dan merupakan suatu berita bohong, Allah menggambarkan pikiran mereka dengan firman-Nya:

يَسْتَعْجِلُ بِهَا الَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ بِهَا وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مُشْفِقُوْنَ مِنْهَاۙ وَيَعْلَمُوْنَ اَنَّهَا الْحَقُّ اَلَآ اِنَّ الَّذِيْنَ يُمَارُوْنَ فِى السَّاعَةِ لَفِيْ ضَلٰلٍۢ بَعِيْدٍ

Orang-orang yang tidak percaya adanya hari Kiamat meminta agar hari itu segera terjadi, dan orang-orang yang beriman merasa takut kepadanya dan mereka yakin bahwa Kiamat itu adalah benar (akan terjadi).
Ketahuilah bahwa sesungguhnya orang-orang yang membantah tentang terjadinya Kiamat itu benar-benar telah tersesat jauh.
(asy-Syura [42]: 18)


Karena isi pertanyaan itu merupakan keingkaran, maka Nabi Muhammad disuruh untuk menjawabnya dengan jawaban yang sangat bijaksana, Nabi menjawab bahwa persoalan kapan terjadinya hari Kiamat itu bukan persoalan manusia, bukan pula persoalan Nabi, tetapi persoalan itu kepunyaan Allah semata-mata.
Hanyalah Dia yang mengetahui saat terjadinya peristiwa kiamat itu, dan bagaimana proses terjadinya.
Nabi ditugaskan oleh Allah, untuk memperingatkan tentang kepastian hari Kiamat dan kedahsyatan yang terjadi pada waktu itu sesuai dengan berita Al-Quran.


Orang Quraisy ingin memancing jawaban dari Rasulullah ﷺ, dan dari jawaban itu mereka bermaksud mencemoohkan dan mendustakannya.
Dirahasiakannya saat terjadinya hari Kiamat mengandung hikmah yang besar bagi orang-orang yang beriman.
Mereka dengan hati pasrah menyerahkan persoalan yang bakal terjadi pada hari Kiamat itu hanya kepada Allah.
Dialah yang akan membuka tabir kerahasiaan itu, tak ada orang lain yang menyertainya ataupun yang menjadi perantara dengan hamba-hamba-Nya untuk memberitahukan saat terjadinya hari Kiamat itu.
Para nabi hanya bertugas memperingatkan tentang adanya hari Kiamat.


Memang hari Kiamat merupakan beban yang berat bagi penduduk langit dan bumi, karena pada hari itu segala amal perbuatan mereka akan diperhitungkan.
Dan juga sukar bagi mereka, karena mereka tidak mengetahui saat kiamat itu terjadi.
Kiamat itu akan terjadi dengan tiba-tiba pada saat mereka lalai dan tidak menyadarinya.
Bagi orang yang sibuk dengan amal kebajikan, serta tawakal kepada Allah untuk menghadapai hari akhir itu.
Kapan pun terjadi peritiwa dahsyat itu, dia sudah siap sedia menghadapinya.


Kemudian Allah menegaskan lagi kepada Nabi Muhammad, bahwa orang-orang musyrik itu bertanya kepada beliau tentang hari Kiamat, karena mereka menganggap seakan-akan Nabi mengetahuinya.
Jika Nabi tidak mengetahunya, Nabi dapat langsung bertanya kepada Allah.
Maka Allah memerintahkan kembali kepada Nabi untuk menandaskan bahwa saat terjadinya hari Kiamat itu tetap rahasia Allah, Dia sajalah yang mengetahui saat terjadinya kiamat itu.
tidak ada orang lain yang mengetahuinya, dan tidak ada orang yang akan diberi ilmu untuk mengetahui mengapa Allah merahasiakan terjadinya kiamat itu dan apa hikmat yang terkandung dalam merahasiakan itu.
Dan banyak manusia yang tidak tahu mana yang patut ditanyakan dan mana yang tidak patut ditanyakan.


Menurut Zahir, Nabi Muhammad, tidaklah mengetahui saat hari Kiamat itu, beliau hanya mengetahui dekatnya hari Kiamat.
Nabi Muhammad ﷺ bersabda:


"Aku diutus dan datangnya hari Kiamat itu seperti dua ini, sambil memperlihatkan telunjuknya dan jari tengahnya".
(Riwayat at-Tirmizi)


Maksudnya jarak waktu antara beliau dengan hari Kiamat amat dekat seperti jarak antara dua jari tersebut.
Meski pun Allah merahasiakan saat terjadinya hari Kiamat itu, namun Allah telah memberitahukan kepada Nabi Muhammad tanda-tanda sebelum kiamat terjadi.
Sebagaimana firman Allah ﷻ:

فَهَلْ يَنْظُرُوْنَ اِلَّا السَّاعَةَ اَنْ تَأْتِيَهُمْ بَغْتَةً فَقَدْ جَاۤءَ اَشْرَاطُهَا فَاَنّٰى لَهُمْ اِذَا جَاۤءَتْهُمْ ذِكْرٰىهُمْ

Maka apa lagi yang mereka tunggu-tunggu selain hari Kiamat, yang akan datang kepada mereka dengan tiba-tiba, karena tanda-tandanya sungguh telah datang.
Maka apa gunanya bagi mereka kesadaran mereka itu, apabila (hari Kiamat) itu sudah datang?
(Muhammad [47]: 18)


Maka suatu tanda yang nyata bahwa kiamat itu sudah dekat, ialah diutusnya Nabi Muhammad sebagai Nabi terakhir kepada umat manusia.
Dengan kebangkitan beliau itu sempurnalah bimbingan keagamaan oleh Allah kepada manusia, berarti sempurna pula kehidupan kerohanian dan kehidupan materil namun sesudah kehidupan materi itu mencapai puncaknya tibalah kehancuran dan kemusnahan.


Dalam hadis banyak pula tanda yang menerangkan tentang terjadinya hari Kiamat itu.
Di antaranya ialah keinginan manusia memiliki harta-benda atau kebutuhan materinya saling bertentangan dengan keinginannya kepada kepuasan rohani.
Pada suatu masa manusia mengutamakan kebutuhan spiritual yang diutamakan, dan kebutuhan materi yang dikalahkan.
Kemudian dimenangkan lagi kebutuhan materil bersamaan dengan perkembangan kesesatan, kejahatan, kemungkaran dan kekufuran, hingga datanglah hari Kiamat pada saat manusia bergelimang dalam kejahatan.

Tafsir QS. Al A’raaf (7) : 187. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Wahai Muhammad, orang-orang Yahudi bertanya kepadamu tentang hari kiamat yang mengakhiri kehidupan dunia ini,
"Bilakah terjadinya dan bagaimana mengetahuinya?"
Katakan kepada mereka,
"Pengetahuan waktu kejadiannya hanya ada di sisi Allah semata.
Tak seorang pun yang mengetahuinya selain Dia.


Kejadian itu mahadahsyat dan membuat takut penghuni langit dan bumi."
Mereka mengulangi menanyakan hal ini, seakan-akan mereka yakin kamu mengetahuinya.


Maka, ulangi lagi jawabannya dan katakan dengan tegas kepada mereka,
"Sesungguhnya ilmu tentang itu hanya ada pada Allah.
Akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui hal-hal yang gaib dan yang kasat mata. "

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Orang-orang kafir Makkah itu bertanya kepadamu (wahai Rasul) tentang hari Kiamat, kapan terjadinya?
Katakanlah kepada mereka,
"Pengetahuan tentang terjadinya hari Kiamat ada pada Allah, tidak ada seorang pun yang dapat menjelaskannya kecuali Dia.
Pengetahuan tentang hari Kiamat itu sungguh berat dan dirahasiakan dari penghuni langit dan bumi, tidak ada malaikat yang didekatkan atau seorang nabi pun yang mengetahui kapan terjadinya.


Kiamat tidak akan datang, kecuali dengan tiba-tiba."
Mereka bertanya kepadamu tentang hari Kiamat karena kamu dianggap mengetahuinya, mereka meminta penjelasan tentangnya dengan pertanyaan itu.


Katakanlah kepada mereka,
"Sesungguhnya pengetahuan tentang Kiamat ada di sisi Allah yang mengetahui rahasia langit dan bumi.
Akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui bahwa Kiamat itu tidak ada yang mengetahui, kecuali Allah."

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Mereka menanyakan kepadamu) yaitu mereka penduduk kota Mekah


(tentang kiamat,) tentang hari akhir


("Bilakah) kapan


(terjadinya?"
Katakanlah,) kepada mereka


("Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu) bila terjadinya


(adalah pada sisi Tuhanku, tidak seorang pun yang dapat menjelaskan) menerangkan


(waktu kedatangannya) huruf lam bermakna fii


(selain Dia.
Kiamat itu amat berat) amat besar peristiwanya


(yang di langit dan di bumi) amat berat dirasakan oleh penduduk keduanya mengingat kengerian huru-haranya.


(Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba.") secara sekonyong-konyong


(Mereka bertanya kepadamu seolah-olah kamu benar-benar mengetahui) terlalu berlebihan di dalam bertanya


(tentang kiamat itu) sehingga engkau memberitahukan tentangnya.


(Katakanlah,
"Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah di sisi Allah) merupakan pengukuhan sebelumnya


(tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.") pengetahuan mengenai kiamat itu hanya ada di sisi Allah subhanahu wa ta’ala

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Firman Allah subhanahu wa ta’ala :

Mereka bertanya kepadamu tentang kiamat.

Pengertian ayat tersebut sama halnya dengan pengertian yang terdapat di dalam ayat lain, yaitu:

Manusia bertanya kepadamu tentang hari kiamat.
(QS. Al-Ahzab [33]: 63)

Menurut suatu pendapat, ayat ini diturunkan berkenaan dengan orang-orang Quraisy.
Sedangkan menurut pendapat lainnya ayat ini diturunkan berkenaan dengan segolongan orang-orang Yahudi.
Tetapi pendapat yang pertamalah yang lebih mendekati kebenaran, mengingat ayat ini Makkiyyah.
Mereka sering menanyakan tentang terjadinya waktu kiamat, tetapi pertanyaan mereka mengandung nada tidak mempercayai keberadaannya dan mendustakannya.
Perihalnya sama dengan apa yang disebutkan di dalam firman-Nya:

Dan mereka berkata,
"Bilakah (terjadinya) janji ini (hari kiamat) jika kamu adalah orang-orang yang benar?
(QS. Yunus [10]: 48, Yasin:
48, Al Anbiya 38, An Naml 71, Saba 29, Al-Mulk 25)

Orang-orang yang tidak beriman kepada hari kiamat meminta supaya hari itu segera didatangkan, dan orang-orang yang beriman merasa takut kepadanya dan mereka yakin bahwa kiamat itu adalah benar (akan terjadi).
Ketahuilah bahwa sesungguhnya orang-orang yang membantah tentang terjadinya kiamat itu benar-benar dalam kesesatan yang jauh.
(QS. Asy Shyuura [42]: 18)

Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala :

Bilakah terjadinya.

Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa makna yang dimaksud dari lafaz muntahaha ialah batas terakhirnya, yakni bilakah terjadinya dan kapankah usia dunia berakhir, hal itu merupakan permulaan dari waktu kiamat.

Katakanlah, “Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku, tidak seorang pun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia."

Allah subhanahu wa ta’ala, memerintahkan kepada Rasul-Nya ‘bila ditanya tentang saat kiamat, hendaknya ia mengembalikan pengetahuannya kepada Allah subhanahu wa ta’ala., karena sesungguhnya hanya Dialah yang mengetahui bila kiamat akan terjadi’, yakni Allah subhanahu wa ta’ala, mengetahui perkaranya secara jelas dan mengetahui pula saat terjadinya hari kiamat secara tepat.
Tidak ada seorang pun yang mengetahui hal ini kecuali hanya Allah subhanahu wa ta’ala, Karena itulah dalam firman selanjutnya disebutkan:

Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) di langit dan di bumi.

Abdur Razzaq telah meriwayatkan dari Ma’mar, dari Qatadah sehubungan dengan makna firman-Nya:

Kiamat itu amat berat (bagi makhluk) di langit dan di bumi.
Artinya, amat berat untuk mengetahuinya bagi semua penduduk di langit dan di bumi.
Dengan kata lain, mereka sama sekali tidak mengetahuinya.

Ma’mar mengatakan bahwa Al-Hasan pernah mengatakan,
"Apabila hari kiamat datang, maka terasa amat berat bagi semua penduduk di langit dan di bumi,"
yakni hari kiamat itu terasa amat berat oleh mereka.

Ad-Dahhak telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:

Hari kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) di langit dan di bumi.
Menurutnya, ayat di atas artinya ‘tidak ada seorang makhluk pun melainkan tertimpa bahaya dari hari kiamat’.

Ibnu Juraij mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:

Hari kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) di langit dan di bumi,
Apabila hari kiamat tiba, maka terbelahlah langit dan bertaburanlah bintang-bintangnya.
Matahari digulung dan gunung-gunung dihancurkan.
Hari kiamat itu memang terjadi seperti yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala, dalam firman-Nya, maka yang demikian itulah makna yang dimaksud dengan ‘amal berat’

Ibnu Jarir rahimahuttah memilih pendapat yang mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah amat berat untuk mengetahui waktu terjadinya kiamat bagi penduduk langit dan bumi, seperti yang dikatakan oleh Qatadah tadi.
Pengertian dari perkataan keduanya (Ibnu Jarir dan Qatadah) semakna dengan makna yang terkandung di dalam firman-Nya:

Kiamat itu tidak akan datang kepada kalian melainkan dengan tiba-tiba.

Akan tetapi, hal ini tidak me-nafi-kan (meniadakan) pengertian yang mengatakan bahwa kedatangan hari kiamat itu terasa amat berat bagi seluruh penduduk langit dan bumi.

As-Saddi berpendapat sehubungan dengan makna firman-Nya:

Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi.

Menurutnya makna yang dimaksud ialah hari kiamat itu samar bagi penduduk langit dan bumi.
Karena itu, tidak ada yang mengetahui saatnya, baik dia itu malaikat yang terdekat maupun sebagai nabi yang diutus.

Kiamat itu tidak akan datang kepada kalian melainkan dengan tiba-tiba.

Artinya, terjadinya hari kiamat mengagetkan mereka.
Hari kiamat datang kepada mereka di saat mereka sedang lalai.

Qatadah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:

Kiamat itu tidak akan datang kepada kalian melainkan dengan tiba-tiba
Allah telah menetapkan bahwa hari kiamat itu tidaklah datang kepada kalian melainkan dengan tiba-tiba.
Dan telah sampai suatu hadis kepada kami, bahwa Nabi ﷺ pernah bersabda:

Sesungguhnya hari kiamat datang mendadak menimpa manusia, sedangkan seseorang ada yang sedang memperbaiki kolamnya, ada yang sedang memberi minum ternaknya, ada pula yang sedang menjajakan barang dagangannya di pasar seraya menurunkan dan menaikkan timbangannya.

Imam Bukhari mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abul Yaman, telah menceritakan kepada kami Syu’aib, telah menceritakan kepada kami Abuz Zanad, dari Abdur Rahman, dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah ﷺ telah bersabda:
Hari kiamat tidak akan terjadi sebelum matahari terbit dari arah baratnya, apabila matahari telah terbit dari arah baratnya dan manusia melihatnya, berimanlah mereka semuanya.
Yang demikian itu terjadi di masa tidak bermanfaat iman seseorang bagi dirinya jika ia tidak beriman sebelumnya, atau semasa imannya itu ia tidak mengerjakan suatu kebaikan pun.
Dan sesungguhnya hari kiamat itu terjadi ketika dua orang lelaki sedang menggelarkan kain dagangan di antara keduanya, sehingga keduanya tidak sempat melakukan jual belinya dan tidak sempat melipat kainnya.
Dan sesungguhnya hari kiamat terjadi ketika seseorang pulang dengan membawa air susu hasil perahannya, sehingga ia tidak sempat meminumnya.
Dan sesungguhnya hari kiamat terjadi ketika seseorang sedang memperbaiki penampungan airnya, sehingga ia tidak sempat meminum airnya.
Dan sesungguhnya hari kiamat terjadi ketika seseorang sedang menyuapkan makanan ke mulutnya sehingga ia tidak sempat memakannya.

Imam Muslim di dalam kitab Sahih-nya mengatakan, telah menceritakan kepadaku Zuhair ibnu Harb, telah menceritakan kepada kami Sufyan ibnu Uyaynah, dari Abuz Zanad, dari Al-A’raj, dari Abu Hurairah yang mengatakan, Rasulullah ﷺtelah memberitahukan kepadanya bahwa:
"Hari kiamat terjadi ketika seseorang sedang memerah hewan perahannya, tetapi sebelum ia sempat mencicipi hasilnya, kiamat telah terjadi.
Ketika dua orang lelaki sedang tawar menawar pakaian, sebelum keduanya melakukan transaksi jual beli hari kiamat telah terjadi.
Dan ketika seorang lelaki sedang membersihkan kolam penampungan airnya, tetapi sebelum ia selesai dari pekerjaannya, hari kiamat telah terjadi."

Firman Allah subhanahu wa ta’ala :

Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya.

Para ulama tafsir berbeda pendapat mengenai maknanya.
Suatu pendapat mengatakan bahwa makna yang dimaksud adalah seperti apa yang diriwayatkan oleh Al-Aufi dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman–Nya :
Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya.
(QS. Al-A’raf [7]: 187)
Makna yang dimaksud ialah seakan-akan di antara kamu dan mereka terdapat hubungan yang intim, seakan-akan kamu adalah teman mereka.

Ibnu Abbas mengatakan,
"Ketika orang-orang (Quraisy) bertanya kepada Nabi ﷺ tentang hari kiamat, mereka mengajukan pertanyaan­nya seakan-akan mereka menganggap bahwa Muhammad benar-benar bersahabat karib dengan mereka.
Maka Allah menurunkan wahyu kepada Nabi-Nya, bahwa sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu hanya ada di sisi-Nya.
Dia sengaja menyembunyikannya dan tidak memperlihatkannya kepada seorang pun, baik ia sebagai malaikat yang terdekat dengan-Nya ataupun sebagai seorang rasul yang diutus-Nya."

Qatadah mengatakan bahwa orang-orang Quraisy berkata kepada Muhammad ﷺ,
"Sesugguhnya di antara kami dan engkau terdapat hubungan kekerabatan.
Karena itu, jelaskanlah kepada kami kapankah hari kiamat akan terjadi?"
Maka Allah subhanahu wa ta’ala, berfirman:

Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya.

Demikianlah menurut riwayat Mujahid, Ikrimah, Abu Malik, dan As-Saddi yang merupakan suatu pendapat.


Tetapi yang benar dari Mujahid ialah melalui riwayat Ibnu Abu Nujaih dan lain-lainnya sehubungan dengan makna firman-Nya berikut ini:

Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya.
Bahwa pertanyaan itu diajukan kepadamu seakan-akan kamu mengetahuinya.


Hal yang sama dikatakan oleh Ad-Dahhak, dari Ibnu Abbas sehubungan dengan ayat ini :

Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya.
Yakni seakan-akan kamu mengetahuinya, padahal kamu tidak mengetahuinya.

Katakanlah,
"Sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu adalah di sisi Allah.


Ma’mar telah meriwayatkan dari sebagian ulama tafsir sehubungan makna firman-Nya:

…seakan-akan kamu benar-benar mengetahumya.
Artinya, seakan-akan kamu mengetahui hari kiamat.


Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:

…seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya.
Yaitu seakan-akan kamu mengetahui hari kiamat, padahal Allah menyembunyikan pengetahuan tentang hari kiamat ini dari semua makhluk-Nya.
Lalu ia membacakan firman-Nya:


Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang hari kiamat.
(Luqman:34), hingga akhir ayat.

Pendapat ini kedudukannya lebih kuat daripada yang pertama tadi.
Karena itulah dalam ayat itu disebutkan oleh firman Nya :

Sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu adalah di sisi Allah tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui

Malaikat Jibrilalaihis salam datang dalam rupa seorang Arab Badui untuk mengajarkan kepada manusia perkara agama mereka, lalu ia duduk di hadapan Rasulullah ﷺ seperti duduknya orang yang mau bertanya, kemudian memohon petunjuk.
Maka Jibril a.s bertanya kepada Nabi ﷺ tentang Islam, lalu tentang iman dan thsan, kemudian ia bertanya,
"Bilakah hari kiamat itu?"
Maka Rasulullah ﷺ menjawabnya melalui sabdanya:

Orang yang ditanya mengenainya tidaklah lebih mengetahui daripada sipenanya.

Dengan kata lain, saya bukanlah orang yang lebih mengetahui tentangnya daripada engkau, dan tidak ada seorang pun yang lebih mengetahui tentangnya daripada orang lain.
Kemudian Nabi ﷺ membacakan firman-Nya:
Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang hari kiamat.
(Luqman:34), hingga akhir ayat

Menurut riwayat yang lain disebutkan bahwa lalu Jibrilalaihis salam menanyakan tentang tanda-tanda akan terjadinya hari kiamat.
Maka Nabi ﷺ menjelaskan tanda-tanda hari kiamat kepadanya.
Kemudian Nabi ﷺ bersabda,
"Ada lima perkara yang tiada seorang pun mengetahuinya kecuali hanya Allah."
Lalu Nabi ﷺ membacakan ayat ini.
Semua jawaban yang diucapkan oleh Nabi ﷺ selalu dijawab olehnya dengan ucapan,
"Engkau benar."
Karena itulah para sahabat merasa heran dengan sikap si penanya ini, dia bertanya, tetapi dia pun membenarkannya.
Kemudian setelah Jibrilalaihis salam yang menyerupai seorang lelaki Badui itu pergi, Rasulullah ﷺBersabda :


Orang itu adalah Jibril yang sengaja datang kepada kalian untuk mengajarkan kepada kalian perihal agama kalian.

Menurut riwayat lain, lalu Rasulullah ﷺ bersabda:

Tidak sekali-kali Jibril datang kepadaku dalam bentuk apa pun melainkan aku mengenalnya kecuali dalam rupanya yang sekarang ini.

Kami telah menuturkan hadis ini berikut semua jalur periwayatan dan teks-teksnya di dalam awal Syarah Bukhari yang saya nukil dari kitabkitab Sahih, kitabkitab Hasan dan kitabkitab Musnad.

Ketika lelaki Arab Badui itu bertanya kepada Nabi ﷺ dengan suara yang lantang dan mengatakan,
"Hai Muhammad!"
Maka Nabi ﷺ menjawabnya dengan nada suara yang sama,
"Ya, ada apa?"
Ia bertanya,
"Hai Muhammad, bilakah hari kiamat itu terjadinya?"
Maka Rasulullah ﷺ menjawabnya:
Celakalah kamu, sesungguhnya hari kiamat itu pasti terjadi, lalu bekal apakah yang telah engkau siapkan untuk menghadapinya?
Lelaki itu menjawab,
"Saya tidak membuat bekal apa pun untuk menghadapinya, baik salat yang banyak maupun puasa.
Tetapi saya hanya cinta kepada Allah dan Rasul-Nya."
Maka Rasulullah ﷺ bersabda kepadanya:
Seseorang itu (akan dihimpunkan) bersama orang yang dicintainya.
Maka tiada suatu hal pun yang membuat kaum muslim merasa gembira lebih dari kegembiraan mereka ketika mendengar hadis ini.


Hadis ini mempunyai banyak jalur yang bermacam-macam di dalam kitab Sahihain dan kitabkitab lainnya dari sejumlah sahabat, dari Rasulullah ﷺ Bunyi hadisnya adalah seperti berikut:

Seseorang itu (akan dihimpunkan) bersama orang yang dicintainya.

Hadis ini berpredikat mutawatir menurut kebanyakan para huffaz yang mendalami hadis.
Di dalam hadis ini terkandung pengertian bahwa Rasulullah ﷺ apabila ditanya tentang sesuatu hal yang tidak perlu mereka ketahui, maka beliau ﷺ memberinya petunjuk kepada sesuatu yang lebih penting daripada itu, yaitu membuat persiapan bekal untuk menyambut hari kiamat dan mempersiapkan diri sebelum kedatangannya, sekalipun mereka tidak mengetahui waktunya secara tepat.

Imam Muslim di dalam kitab Sahih-nya mengatakan:


telah menceritakan kepada kami Abu Bakar ibnu Abu Syaibah dan Abu Kuraib, keduanya mengatakan, telah menceritakan kepada kami Usamah, dari Hisyam, dari ayahnya, dari Siti Aisyah r.a. yang menceritakan bahwa orang-orang Badui apabila datang menghadap kepada Rasulullah ﷺ sering menanyakan kepada Rasulullah ﷺ tentang terjadinya hari kiamat.
Maka Rasulullah ﷺ memandang kepada seseorang yang paling muda di antara mereka, lalu bersabda:
Jika orang ini tetap hidup, sebelum dia mengalami usia pikun, maka terjadilah atas kalian kiamat kalian.

Makna yang dimaksud ialah kematian mereka, yang mengantarkan mereka ke alam barzakh, lalu ke akhirat.


Kemudian Imam Muslim mengatakan:


telah menceritakan kepada kami Abu Bakar ibnu Abu Syaibah, telah menceritakan kepada kami Yunus ibnu Muhammad, dari Hammad ibnu Salamah, dari Sabit, dari Anas, bahwa seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang hari kiamat.
Maka Rasulullah ﷺ bersabda:
Jika pemuda ini tetap hidup, mudah-mudahan sebelum ia mencapai usia pikun hari kiamat akan terjadi.

Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Muslim secara munfarid.
Imam Muslim mengatakan pula bahwa:


telah menceritakan kepadaku Hajjaj ibnu Asy Sya’ir, telah menceritakan kepada kami Sulaiman ibnu Harb, telah menceritakan kepada kami Hammad ibnu Zaid, telah menceritakan kepada kami Sa’id ibnu Abu Hilal Al-Masri, dari Anas ibnu Malik r.a., bahwa pernah seorang lelaki bertanya kepada Nabi ﷺ,
"Bilakah hari kiamat terjadi?"
Rasulullah ﷺ diam sejenak, beliau memandang ke arah seorang pemuda yang ada di hadapannya dari kalangan Azd Syanuah, lalu bersabda:
Jika pemuda ini berusia panjang, sebelum dia mencapai usia pikun hari kiamat akan terjadi.
Anas ibnu Malik mengatakan,
"Pemuda tersebut sebaya dengan usiaku."


Imam Muslim mengatakan pula bahwa:


telah menceritakan kepada kami Harun ibnu ‘Abdullah, telah menceritakan kepada kami Affan ibnu Muslim, telah menceritakan kepada kami Hammam, telah menceritakan kepada kami Qatadah, dari Anas yang mengatakan bahwa seorang pemuda (pelayan) milik Al-Mugirah ibnu Syu’bah yang seusia denganku lewat, lalu Nabi ﷺ bersabda:
Jika pemuda ini berusia panjang, sebelum dia mengalami usia pikun kiamat akan terjadi.

Imam Bukhari telah meriwayatkannya di dalam Kitabul kitab Sahih-nya:
dari Amr ibnu Asim, dari Hammam, dari Yahya, dari Qatadah, dari Anas, bahwa seorang lelaki Badui bertanya,
"Wahai Rasulullah, bilakah hari kiamat terjadi?"
Lalu Imam Bukhari menuturkan hadis ini, dan pada akhirnya ia menyebutkan “Kemudian Lewatlah seorang pelayan milik Al-Mugirah ibnu Syu’bah,"
Hingga akhir hadis.

Pengertian mutlak yang terdapat di dalam riwayat-riwayat ini dapat diartikan kiamat secara khusus bagi yang bersangkutan, yakni pengertian yang terbatas, seperti pengertian yang terdapat di dalam hadis Siti Aisyah r.a.
Ibnu Juraij mengatakan, telah menceritakan kepadaku Abuz Zubair, dia pernah mendengar Jabir ibnu Abdullah mengatakan bahwa dia pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda sebulan sebelum beliau wafat:
Kalian sering bertanya kepadaku tentang hari kiamat, sesungguh­nya pengetahuan tentang hari kiamat hanya ada di sisi Allah Dan aku bersumpah dengan nama Allah, bahwa tiada seorang pun yang ada pada hari ini di muka bumi dapat tahan hidup bila telah datang kepadanya masa seratus tahun.
(Riwayat Muslim)

Di dalam kitab Sahihain disebutkan hal yang semisal, dari Ibnu Umar.
Ibnu Umar mengatakan,
"Sesungguhnya yang dimaksud oleh Rasulullah ﷺ dengan ungkapan ini hanyalah surutnya generasi tersebut."

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Hasyim, telah menceritakan kepada kami Al-Awam, dari Jabalah ibnu Suhaim, dari Muassir ibnu Afarah, dari Ibnu Mas’ud r.a., dari Nabi ﷺ yang telah bersabda,
"Aku bersua dengan Ibrahim, Musa, dan Isa pada malam ketika aku menjalani Isra.
Mereka sedang berbincang-bincang mengenai hari kiamat."
Nabi ﷺ melanjutkan sabdanya,
"Lalu mereka mengembalikan perkara mereka kepada Ibrahimalaihis salam Maka Ibrahimalaihis salam menjawab, ‘Saya tidak mempunyai pengetahuan tentang hari kiamat."
Lalu mereka mengembalikan perkaranya kepada Musa, tetapi Musa menjawab, ‘Saya tidak mempunyai pengetahuan tentang hari kiamat.’ Kemudian mereka mengembalikan perkara tersebut kepada Isa, dan Isa mengatakan, ‘Ingatlah, mangenai waktu terjadinya kiamat, tidak ada seorang pun yang mengetahuinya selain Allah subhanahu wa ta’ala, Dan menurut apa yang telah dijanjikan oleh Tuhan kepadaku, Dajjal akan muncul.
Saat itu aku memegang dua buah tombak.
Apabila Dajjal melihat diriku, maka leburlah dirinya sebagaimana leburnya timah."
Nabi ﷺ melanjutkan kisahnya,
"Kemudian Allah membinasakan Dajjal manakala Dajjal melihatnya (Nabi lsa).
Sehingga pepohonan dan bebatuan mengatakan, ‘Hai orang muslim, sesungguhnya di bawahku bersembunyi orang kafir, maka kemarilah dan bunuhlah dia.’ Lalu Allah membinasakan orang-orang kafir, kemudian orang-orang kembali ke kota dan negerinya masing-masing.
Maka pada saat itulah muncul Yajuj dan Majuj, mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi.
Lalu mereka menginjak negeri manusia, dan tidak sekali-kali mereka mendatangi sesuatu tempat melainkan mereka merusaknya.
Tidak sekali-kali pula mereka melewati suatu mata air melainkan mereka meminumnya sampai habis hingga kering.
Kemudian manusia kembali datang mengadu kepada Nabi lsa, maka Nabi lsa berdoa kepada Allah subhanahu wa ta’ala, Lalu Allah membinasakan mereka dan mematikan mereka semua hingga burnt menjadi busuk karena bangkai mereka yang sangat banyak dan baunya yang sangat busuk.
Kemudian Allah menurunkan hujan besar dan menghanyutkan jasad-jasad mereka, lalu banjir melemparkan bangkai mereka ke laut"

Imam Ahmad mengatakan bahwa Yazid ibnu Harun menceritakan bahwa setelah itu gunung-gunung hancur, dan bumi menjadi rata seperti hamparan permadani kulit.
Kemudian Imam Ahmad kembali kepada hadis Hasyim yang menyebutkan,
"Menurut apa yang telah dijanjikan oleh Tuhan kepadaku (Nabi lsa), bahwa apabila hal itu telah terjadi, maka sesungguhnya hari kiamat bagaikan seorang wanita hamil yang sudah masanya untuk melahirkan.
Suaminya tidak mengetahui bilakah istrinya akan membuat kejutan baginya dengan kelahiran bayinya, apakah di siang hari ataukah di malam hari."

Ibnu Majah telah meriwayatkannya dari Bandar, dari Yazid ibnu Harun, dari Al-Awwam ibnu Hausyab berikut sanadnya dengan lafaz yang semisal.

Para nabi yang telah disebutkan di atas adalah para nabi yang terkemuka dari kalangan Ulul ‘Azmi, mereka tidak mempunyai pengetahuan tentang waktu hari kiamat secara tepat.
Mereka mengembalikan perkara mereka kepada Isaalaihis salam, lalu Isa menjawab mereka dengan tanda-tandanya saja, hal ini tiada lain karena dia akan diturunkan di zaman terakhir dari umat Nabi Muhammad ﷺ untuk melaksanakan syariat Nabi Muhammad ﷺ dan membunuh Dajjal, dan Allah menjadikan kebinasaan Ya-juj dan Ma-juj berkat doa yang dipanjatkannya.
Maka Nabi Isa hanya menceritakan apa yang telah diajarkan oleh Allah kepadanya.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Abu Bukair, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Ziyad ibnu Laqit yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar ayahnya menceritakan hadis berikut dari Huzaifah yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah ditanya mengenai hari kiamat, maka beliau ﷺ menjawab:
Pengetahuan hari kiamat hanya ada di sisi Tuhanku, tidak ada yang mengetahui waktunya kecuali hanya Dia.
Tetapi aku akan menceritakan kepada kalian tentang syaratsyarat (tanda-tandanya) dan hal-hal yang akan terjadi dekat sebelumnya.
Sesungguhnya dekat sebelum hari kiamat akan terjadi fitnah dan haraj.
Para sahabat bertanya,
"Wahai Rasulullah mengenai fitnah telah kami ketahui maknanya, tetapi apakah yang dimaksud dengan harqj?” Rasulullah ﷺ bersabda,
"Haraj adalah bahasa Habsyah yang artinya pembunuhan.” Rasulullah ﷺ melanjutkan sabdanya,
"Dan ditimpakan kepada semua manusia rasa tanakur (saling mengingkari).
Karena itu, hampir-hampir seseorang tidak mengenal temannya.

Tidak ada seorang pun dari Sittah yang meriwayatkan hadis ini melalui jalur ini.

Waki’ mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Khalid, dari Tariq ibnu Syihab yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ terus-menerus teringat tentang masalah hari kiamat, sehingga turunlah firman Allah subhanahu wa ta’ala, yang mengatakan:
Mereka menanyakan kepadamu tentang hari kiamat,
"Bilakah terjadinya?” (QS. Al-A’raf [7]: 187), hingga akhir ayat.

Imam Nasai meriwayatkannya melalui hadis Isa ibnu Yunus, dari Ismail ibnu Abu Khalid dengan sanad yang sama.
Sanad ini berpredikat jayyid (baik) lagi kuat.

Nabi yang ummi ini adalah penghulu para rasul dan pemungkasnya, yaitu Nabi Muhammad ﷺ yang dikenal sebagai nabi pembawa rahmat, nabi tobat, panglima perang, juga dijuluki dengan nama Al- Aqib dan Al-Muqaffa serta Al-Hasyir yang kelak di hari kiamat semua manusia dihimpunkan di bawah kedua telapak kakinya, sekalipun sabdanya yang disebutkan di dalam kitab Sahih melalui hadis Anas, Sahl ibnu Sa’d mengatakan:

Aku diutus, sedangkan jarak antara aku dan hari kiamat seperti keduanya ini.

Hal ini diungkapkan oleh beltau ﷺ seraya mengisyaratkan dengan kedua jarinya, yaitu telunjuk dan jempol.
Walaupun demikian Allah memerintahkan kepadanya agar mengembalikan pengetahuan tentang terjadinya hari kiamat kepada Dia, jika beliau ditanya mengenainya.
Untuk itu, Allah subhanahu wa ta’ala, berfirman:

Katakanlah,
"Sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu adalah disisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui."

Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Al A’raaf (7) Ayat 187

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dan lain-lain, yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas.
Diriwayatkan pula oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Qatadah dan dijelaskan bahwa yang bertanya itu adalah kaum Quraisy, bahwa Ibnu Abi Qusyair dan Samuel bin Zaid menghadap Rasulullah ﷺ dan bertanya: “Sekiranya engkau benar-benar Nabi sesuai dengan pengakuanmu, cobalah terangkan kepada kami, kapan waktunya kiamat, karena kami tahu kapan akan terjadinya.” Maka Allah menurunkan ayat ini (al-A’raaf: 187) yang menegaskan bahwa tak seorangpun mengetahui waktunya, kecuali Allah, dan akan tiba sekonyong-konyong.

Sumber : Asbabun Nuzul – K.H.Q Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Unsur Pokok Surah Al A’raaf (الأعراف)

Surat Al A’raaf yang berjurnlah 206 ayat termasuk golongan surat Makkiyah, diturunkan sebelum turunnya surat Al-An’am dan termasuk golongan surat "Assab ‘uththiwaal" (tujuh surat yang panjang).

Dinamakan "Al-A’raaf" karena perkataan Al A’raaf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al-A’raaf yaitu:
tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.
Mereka itu ialah golongan yang sama banyak kebaikan dan kejahatan mereka.

Keimanan:

▪ Mentauhidkan Allah dalam berdo’a dan beribadat.
▪ Hanya Allah sendiri yang mengatur dan menjaga alam.
▪ Allah menciptakan undang-undang dan hukumhukum untuk mengatur kehidupan manusia di dunia dan di akhirat.
▪ Allah bersemayam di ‘Arasy.
▪ Bantahan terhadap kepalsuan syirik.
▪ Ketauhidan adalah sesuai dengan fitrah manusia.
▪ Nabi Musa berbicara dengan Allah.
▪ Tentang melihat Allah.
▪ Perintah beribadat sambil merendahkan diri kepada Allah.
▪ Allah mempunyai al asma’ul husna.

Hukum:

▪ Larangan mengikuti perbuatan dan adat istiadat yang buruk.
▪ Kewajiban mengikuti Allah dan rasul.
▪ Perintah berhias waktu akan shalat.
▪ Bantahan terhadap orang yang mengharamkan perhiasan yang dianugerahkan Allah.
▪ Perintah memakan makanan yang halal lagi baik dan larangan memakan yang sebaliknya.

Kisah:

▪ Kisah Nabi Adam `alaihis salam dengan iblis.
▪ Kisah Nabi Nuh `alaihis salam dan kaumnya.
▪ Kisah Nabi Shaleh `alaihis salam dengan kaumnya.
▪ Kisah Nabi Syu’aib `alaihis salam dengan kaumnya.
▪ Kisah Nabi Musa `alaihis salam dengan Fir’aun.

Lain-lain:

Alquran diturunkan kepada Nabi yang penghabisan dan perintah mengikutinya.
Nabi Muhammad ﷺ diutus untuk seluruh manusia.
mukmin.
Alquran dan berzikir.
Rasul bertanggung jawab menyampaikan seruan Allah.
▪ Balasan terhadap orang-orang yang mengikuti dan mengingkari rasul.
Dakwah rasulrasul yang pertama sekali ialah mentauhidkan Allah.

Audio

QS. Al-A'raaf (7) : 1-206 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 206 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-A'raaf (7) : 1-206 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 206

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al A'raaf ayat 187 - Gambar 1 Surah Al A'raaf ayat 187 - Gambar 2
Statistik QS. 7:187
  • Rating RisalahMuslim
4.4

Ayat ini terdapat dalam surah Al A’raaf.

Surah Al-A’raf (bahasa Arab:الأعراف, al-A’rāf, “Tempat Tertinggi”) adalah surah ke-7 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 206 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan sebelum turunnya surah Al-An’am dan termasuk golongan surah Assab ‘uththiwaal (tujuh surat yang panjang).
Dinamakan Al-A’raf karena perkataan Al-A’raf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al-A’raf yaitu: tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.

Nomor Surah 7
Nama Surah Al A’raaf
Arab الأعراف
Arti Tempat yang tertinggi
Nama lain
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 39
Juz Juz 8 (ayat 1-87), juz 9 (ayat 88-206)
Jumlah ruku’ 0
Jumlah ayat 206
Jumlah kata 3346
Jumlah huruf 14437
Surah sebelumnya Surah Al-An’am
Surah selanjutnya Surah Al-Anfal
Sending
User Review
4.6 (14 suara)
Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA
Tags:

7:187, 7 187, 7-187, Surah Al A'raaf 187, Tafsir surat AlAraaf 187, Quran Al Araf 187, Al-A'raf 187, Surah Al Araf ayat 187

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Kandungan Surah Al A’raaf

۞ QS. 7:2 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 7:3 Ar Rabb (Tuhan) • Perintah tidak mengikuti orang musyrik

۞ QS. 7:4 • Kekuasaan Allah • Azab orang kafir

۞ QS. 7:5 • Kekuasaan Allah • Azab orang kafirSyirik adalah kezaliman

۞ QS. 7:6 • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan • Keadilan Allah dalam menghakimi • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 7:7 • Menafikan sifat kantuk dan tidur • Keluasan ilmu Allah • Lembaran catatan amal perbuatan • Menghitung amal kebaikan •

۞ QS. 7:8 • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Penimbangan amal perbuatan • Keadilan Allah dalam menghakimi • Menghitung amal kebaikan •

۞ QS. 7:9 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Penimbangan amal perbuatan • Keadilan Allah dalam menghakimi • Dosa-dosa besar •

۞ QS. 7:13 • Azab orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 7:14 • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 7:15 • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 7:16 • Sifat iblis dan pembantunya

۞ QS. 7:17 • Sifat iblis dan pembantunya

۞ QS. 7:18 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 7:20 Ar Rabb (Tuhan) • Sifat iblis dan pembantunya • Syetan menyesatkan dan menghinakan manusia

۞ QS. 7:21 • Sifat iblis dan pembantunya • Syetan menyesatkan dan menghinakan manusia

۞ QS. 7:22 Ar Rabb (Tuhan) • Sifat iblis dan pembantunya • Syetan menyesatkan dan menghinakan manusia • Menjaga diri dari syetan •

۞ QS. 7:23 Ar Rabb (Tuhan) • Memohon ampun

۞ QS. 7:25 Al MuhyiAl Mumiit (Maha Menghidupkan dan Mematikan) • Manusia dibangkitkan dari kubur

۞ QS. 7:27 • Sifat iblis dan pembantunya • Menjaga diri dari syetan • Wali Allah dan wali syetan

۞ QS. 7:28 • Mendustai Allah • Dosa-dosa besar

۞ QS. 7:29 Ar Rabb (Tuhan) • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Shalat rukun Islam • Ikhlas dalam berbuat •

۞ QS. 7:30 • Allah menggerakkan hati manusia • Sifat iblis dan pembantunya • Wali Allah dan wali syetan • Siksa orang kafir

۞ QS. 7:33 • Mendustai Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Syirik adalah dosa terbesar • Dosa-dosa besar • Dosa batin

۞ QS. 7:34 • Kebenaran dan hakikat takdir • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir

۞ QS. 7:35 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhiratHikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 7:36 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keabadian neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Mereka yang kekal dalam neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 7:37 • Mendustai Allah • Tugas-tugas malaikat • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Syirik adalah dosa terbesar • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 7:38 Ar Rabb (Tuhan) • Sifat neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Percakapan ahli neraka • Pahala jin dan balasannya

۞ QS. 7:39 • Keadilan Allah dalam menghakimi • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Percakapan ahli neraka • Azab orang kafir • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 7:40 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Dosa-dosa besar • Dosa terbesar

۞ QS. 7:41 • Nama-nama neraka • Sifat neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 7:42 • Keabadian surga • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Toleransi Islam • Keutamaan iman • Melenyapkan kesusahan orang muslim

۞ QS. 7:43 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Pahala iman • Ar Rabb (Tuhan) • Tugas-tugas malaikat • Sifat surga dan kenikmatannya

۞ QS. 7:44 • Pahala iman • Allah menepati janji • Ar Rabb (Tuhan) • Percakapan ahli neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 7:45 • Kewajiban beriman pada hari akhir • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 7:46 • Batas antara surga dan neraka • Golongan Al A’raf

۞ QS. 7:47 Ar Rabb (Tuhan) • Golongan Al A’raf • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 7:48 • Golongan Al A’raf • Azab orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 7:49 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Pahala iman • Memasuki surga • Golongan Al A’raf

۞ QS. 7:50 Al Razzaq (Maha Pemberi rezeki) • Sifat ahli surga • Percakapan para ahli surga • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Percakapan ahli neraka

۞ QS. 7:51 • Mengingkari hari kebangkitan • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Balasan dari perbuatannya •

۞ QS. 7:52 • Keluasan ilmu Allah • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 7:53 • Mendustai Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Beriman ketika datang hari kiamat • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka

۞ QS. 7:54 Dalil-dalil adanya Allah Ta’alaTauhid RububiyyahArsy • Segala sesuatu milik Allah • Kekuasaan Allah

۞ QS. 7:55 Ar Rabb (Tuhan) • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 7:57 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan

۞ QS. 7:58 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:59 Tauhid Uluhiyyah • Kedahsyatan hari kiamat • Islam agama para nabi

۞ QS. 7:60 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 7:61 Tauhid RububiyyahAr Rabb (Tuhan) • Malikul Mulk (Maha Pemilik kerajaan)

۞ QS. 7:62 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:63 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:64 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 7:65 Tauhid UluhiyyahIslam agama para nabi

۞ QS. 7:66 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 7:67 Tauhid RububiyyahAr Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:68 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:69 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:70 Tauhid UluhiyyahIslam agama para nabi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 7:71 Ar Rabb (Tuhan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat • Hal-hal yang mengakibatkan kemurkaan Allah •

۞ QS. 7:72 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Kasih sayang Allah yang luas • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 7:73 Tauhid UluhiyyahDalil Allah atas hambaNya • Ar Rabb (Tuhan) • Islam agama para nabi • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 7:74 Dalil Allah atas hambaNya

۞ QS. 7:75 Ar Rabb (Tuhan) • Kewajiban beriman pada para rasul • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 7:76 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 7:77 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:78 • Azab orang kafir • Siksa orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 7:79 Ar Rabb (Tuhan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 7:82 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 7:83 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Azab orang kafir

۞ QS. 7:84 • Azab orang kafir

۞ QS. 7:85 Tauhid UluhiyyahAr Rabb (Tuhan) • Islam agama para nabi

۞ QS. 7:86 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 7:87 Al Hakam (Maha memberi keputusan) • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 7:88 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 7:89 • Keluasan ilmu Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Ar Rabb (Tuhan) • Al Fattah (Maha Pembuka) • Allah menggerakkan hati manusia

۞ QS. 7:90 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 7:91 • Azab orang kafir

۞ QS. 7:92 • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 7:93 Ar Rabb (Tuhan) • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat •

۞ QS. 7:94 Hukum alam

۞ QS. 7:95 • Azab orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Istidraj (memperdaya) • Menyiksa pelaku maksiat •

۞ QS. 7:96 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Keadilan Allah dalam menghakimi • Azab orang kafir • Keutamaan iman •

۞ QS. 7:97 • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 7:98 • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 7:99 • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 7:100 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Keadilan Allah dalam menghakimi • Allah menggerakkan hati manusia • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 7:101 • Allah menggerakkan hati manusia • Azab orang kafir

۞ QS. 7:102 • Orang mukmin kelompok minoritas • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 7:103 • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 7:104 Tauhid RububiyyahAr Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:105 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:109 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 7:110 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 7:111 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 7:113 • Meminta upah dari sihir

۞ QS. 7:116 Hakikat sihir

۞ QS. 7:117 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin

۞ QS. 7:118 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin

۞ QS. 7:121 Tauhid RububiyyahAr Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:122 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:123 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 7:125 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:126 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:128 • Pahala iman • Minta tolong kepada Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Kekuatan umat Islam di dunia •

۞ QS. 7:129 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukminAr Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:130 • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 7:131 • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir • Meramal nasib

۞ QS. 7:134 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:136 • Keadilan Allah dalam menghakimi • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 7:137 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukminAr Rabb (Tuhan) • Kekuatan umat Islam di dunia • Menyiksa pelaku maksiat •

۞ QS. 7:139 • Perbuatan orang kafir sia-sia • Kebodohan orang kafir

۞ QS. 7:140 Tauhid Uluhiyyah

۞ QS. 7:141 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:142 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:143 • Gunung akan hancur bila Allah menampakkan diri di atasnya • Sifat Kalam (berfirman) • Allah tidak dapat dilihat di dunia • Ar Rabb (Tuhan) •

۞ QS. 7:144 • Sifat Kalam (berfirman) • Mengerahkan seluruh kemampuan untuk taat kepada Allah

۞ QS. 7:145 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 7:146 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Allah menggerakkan hati manusia • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Siksa orang kafir

۞ QS. 7:147 • Kewajiban beriman pada hari akhir • Mengingkari hari kebangkitan • Keadilan Allah dalam menghakimi • Azab orang kafir • Perbuatan orang kafir sia-sia

۞ QS. 7:148 • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 7:149 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:150 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:151 • Kasih sayang Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Memohon ampun • Ampunan Allah dan rahmatNya •

۞ QS. 7:152 • Mendustai Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Siksa orang kafir

۞ QS. 7:153 • Ampunan Allah yang luas • Kasih sayang Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun)

۞ QS. 7:154 Ar Rabb (Tuhan) • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 7:155 • Ampunan Allah yang luas • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Ar Rabb (Tuhan) • Al Wali (Maha Pelindung) • Allah menggerakkan hati manusia

۞ QS. 7:156 • Kasih sayang Allah yang luas • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Keutamaan iman • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Ampunan Allah dan rahmatNya

۞ QS. 7:157 • Pengakuan antara satu kitab dengan lainnya • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Islamnya ahli kitabIslam agama fitrah • Toleransi Islam

۞ QS. 7:158 Tauhid Uluhiyyah • Segala sesuatu milik Allah • Al MuhyiAl Mumiit (Maha Menghidupkan dan Mematikan) • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan •

۞ QS. 7:159 • Islamnya ahli kitab

۞ QS. 7:161 • Ampunan Allah terhadap pelaku maksiat • Ampunan Allah dan rahmatNya

۞ QS. 7:162 • Keadilan Allah dalam menghakimi • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 7:163 • Keadilan Allah dalam menghakimi • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 7:164 Ar Rabb (Tuhan) • Mengerahkan seluruh kemampuan untuk taat kepada Allah • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 7:165 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Pahala iman • Siksaan Allah sangat pedih • Keadilan Allah dalam menghakimi • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 7:166 • Siksaan Allah sangat pedih • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 7:167 • Siksaan Allah sangat pedih • Ampunan Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun)

۞ QS. 7:169 • Mendustai Allah • Sikap manusia terhadap kitab samawi

۞ QS. 7:170 • Pahala iman • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keadilan Allah dalam menghakimi • Mengerahkan seluruh kemampuan untuk taat kepada Allah •

۞ QS. 7:171 • Mengerahkan seluruh kemampuan untuk taat kepada Allah

۞ QS. 7:172 Tauhid RububiyyahDalil Allah atas hambaNya • Ar Rabb (Tuhan) • Islam agama fitrah

۞ QS. 7:174 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 7:175 • Syetan menyesatkan dan menghinakan manusia • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 7:176 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Keadilan Allah dalam menghakimi

۞ QS. 7:177 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 7:178 • Allah menggerakkan hati manusia • Ketentuan Allah tak dapat dihindari • Azab orang kafirHidayah (petunjuk) dari Allah •

۞ QS. 7:179 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Pahala jin dan balasannya • Azab orang kafir

۞ QS. 7:180 • Meminta dengan menyebut nama Allah • Berdoa dengan Asma’ul Husna • Mengingkari nama-nama Allah • Keadilan Allah dalam menghakimi • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 7:182 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Istidraj (memperdaya) • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 7:183 • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Istidraj (memperdaya) • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 7:185 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Kiamat telah dekat • Mempersiapkan diri menghadapi kematian •

۞ QS. 7:186 • Allah menggerakkan hati manusia • Ketentuan Allah tak dapat dihindari • Azab orang kafir • Siksa orang kafirHidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 7:187 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Ar Rabb (Tuhan) • Waktu kiamat tidak diketahui • Hari kiamat datang tiba-tiba •

۞ QS. 7:188 • Hanya Allah yang mendatangkan manfaat dan marabahaya • Keputusan di tangan Allah • Keputusan di tangan Allah • Keputusan di tangan Allah • Para utusan Allah pun tidak mengetahui alam ghaib

۞ QS. 7:189 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:190 • Mensucikan Allah dari segala sekutu • Al Muta’ali (Maha Luhur)

۞ QS. 7:191 Al Khaliq (Maha Pencipta) • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 7:192 • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 7:193 • Kebodohan orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 7:194 • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 7:195 • Kebodohan orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 7:196 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Al Wali (Maha Pelindung) • Wali Allah dan wali syetan • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan •

۞ QS. 7:197 • Kebodohan orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 7:198 • Kebodohan orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 7:200 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’alaAl Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Sifat iblis dan pembantunya • Menjaga diri dari syetan

۞ QS. 7:201 • Sifat iblis dan pembantunya • Menjaga diri dari syetan • Lemah iman • Sifat-sifat orang mukmin

۞ QS. 7:202 • Sifat iblis dan pembantunya • Wali Allah dan wali syetan

۞ QS. 7:203 Ar Rabb (Tuhan) • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi • Keutamaan iman • Hidayah (petunjuk) dari Allah •

۞ QS. 7:205 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 7:206 Ar Rabb (Tuhan) • Tugas-tugas malaikat

Ayat Pilihan

Dan jika mereka bermaksud menipumu,
maka sesungguhnya cukuplah Allah (menjadi pelindungmu).
Dialah yang memperkuatmu dengan pertolongan-Nya & dengan para mukmin,
QS. Al-Anfal [8]: 62

Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri
dan jika kamu berbuat jahat,
maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri,
QS. Al-Isra’ [17]: 7

Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan.

Dan bumi Allah itu adalah luas.

Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.
QS. Az-Zumar [39]: 10

Allah mengirim rasul, yaitu Nabi Syu’ayb.
Dia menyerukan ketauhidan & beribadah kepada Allah, takut kepada hari akhir & melakukan apa yang datangkan pahala sebagaimana yang mereka harapkan, serta melarang untuk terus melakukan perusakan bumi
QS. Al-‘Ankabut [29]: 36

Hadits Shahih

Podcast

Doa

Soal & Pertanyaan

Arti fana adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Tuhan memiliki sifat Al Matiin, yang berarti bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala adalah zat Yang ...

Benar! Kurang tepat!

Tuhan memiliki sifat Al Karim, yang berarti bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala merupakan zat Yang ..

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Allah memiliki sifat Al Kariim yang tercantum dalam Alquran surah ...

Benar! Kurang tepat!

Dalam Asmaul Husna, Allah memiliki sifat Al Matiin yang tercantum dalam Alquran surah ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #1
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #1 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #1 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #9

Arti hadits maudhu’ adalah … Pengertian ijtihad menurut istilah adalah … Orang yang memiliki kemampuan untuk melakukan infefensi hukum-hukum syariat dari sumber-sumber yang terpercaya disebut dengan … Berdasarkan bahasa, ijma artinya adalah … Era ketidaktahuan juga disebut zaman …

Pendidikan Agama Islam #15

Mujahadah berasal dari bahasa Arab, yang berasal dari kata jahada, yang berarti …َبَارَكَ ٱلَّذِى نَزَّلَ ٱلْفُرْقَانَ عَلَىٰ عَبْدِهِۦ لِيَكُونَ لِلْعَٰلَمِينَ نَذِيرًا Dalil di atas adalah nama-nama lain dari Alquran, yaitu إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا ٱلذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَٰفِظُونَ Dalil di atas adalah nama-nama lain dari Alquran, yaituSalah satu tokoh dalam kisah umat masa lalu yang dapat dipetik pelajaran sebagai teladan yang baik … Tujuan utama diturunkannya Alquran kepada umat manusia adalah …

Pendidikan Agama Islam #3

Pembatasan aurat wanita adalah … Berikut ini yang bukan termasuk orang-orang pertama yang menyambut ajakan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah … Dalam Islam, pakaian harus … Sebelum berpakaian, kita harus … Bagian tubuh yang tidak ditampakkan sesuai dengan ajaran Islam disebut …

Kamus

ketakwaan

Apa itu ketakwaan? ke.tak.wa.an perihal takwa tak.wa (1) terpeliharanya diri untuk tetap taat melaksanakan perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya; (2) keinsafan diri yang diikuti dengan kep...

Ismail `alaihis salam

Siapa itu Ismail `alaihis salam? Isma’il (bahasa Arab: إسماعيل‎) (sekitar 1911-1779 SM) adalah seorang nabi dalam kepercayaan agama Islam. Isma’il adalah putera dari Ibrahim dan H...

Qatadah bin Da’amah

Siapa itu Qatadah bin Da’amah? Qatādah bin Diʿāmah as-Sadūsī, Abū ʾl-Khattāb, arabisch ‏قتادة بن دعامة السدوسي، أبو الخطاب ‎, DMG Qatāda b.Diʿāma as-S...