QS. Al A’raaf (Tempat yang tertinggi) – surah 7 ayat 185 [QS. 7:185]

اَوَ لَمۡ یَنۡظُرُوۡا فِیۡ مَلَکُوۡتِ السَّمٰوٰتِ وَ الۡاَرۡضِ وَ مَا خَلَقَ اللّٰہُ مِنۡ شَیۡءٍ ۙ وَّ اَنۡ عَسٰۤی اَنۡ یَّکُوۡنَ قَدِ اقۡتَرَبَ اَجَلُہُمۡ ۚ فَبِاَیِّ حَدِیۡثٍۭ بَعۡدَہٗ یُؤۡمِنُوۡنَ
Awalam yanzhuruu fii malakuutis-samaawaati wal ardhi wamaa khalaqallahu min syai-in waan ‘asa an yakuuna qadiiqtaraba ajaluhum fabiai-yi hadiitsin ba’dahu yu’minuun(a);

Dan apakah mereka tidak memperhatikan kerajaan langit dan bumi dan segala sesuatu yang diciptakan Allah, dan kemungkinan telah dekatnya kebinasaan mereka?
Maka kepada berita manakah lagi mereka akan beriman sesudah Al Quran itu?
―QS. 7:185
Topik ▪ Mengingat kematian ▪ Mempersiapkan diri menghadapi kematian ▪ Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir
7:185, 7 185, 7-185, Al A’raaf 185, AlAraaf 185, Al Araf 185, Al-A’raf 185

Tafsir surah Al A'raaf (7) ayat 185

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al A’raaf (7) : 185. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini Allah mengecam mereka yang mendustakan Rasulullah ﷺ Mengapa mereka tidak memperhatikan apa yang terdapat pada kerajaan langit, dalam ruang angkasa yang sangat luas dengan jutaan bintang-bintang dan sejumlah planet-planet yang belum diketahui secara pasti keadaannya, beserta bulan-bulan yang beredar sekelilingnya di tiap-tiap planet itu.
Dan mengapa pula mereka tidak memperhatikan apa yang terjadi di bumi, lautan dan daratan dengan segala hewan dan tumbuh-tumbuhan yang hidup di alam keduanya?
Semua makhluk itu bagaimana kecilnya tunduk kepada suatu hukum yang rapi dan pasti: Siapakah yang menciptakan hukum atau sunah itu?
Sekiranya mereka sejenak merenungkan isi kerajaan langit dan bumi itu tentulah mereka akan memperoleh petunjuk untuk membenarkan kerasulan Muhammad ﷺ., beriman kepada ayat-ayat Alquran yang dibawanya.
Demikian pula halnya, sekiranya mereka memperhatikan dengan mendalam pada diri mereka sendiri.
Manusia sebagai makhluk yang hidup pastilah akan berakhir dengan kematian, cepat atau lambat.
Apakah mereka akan menghadap Tuhan dengan membawa amal kejahatan itu?
Orang-orang kafir akan menyadari betapa bijaksananya jika sekiranya mereka menerima peringatan-peringatan dan ajaran-ajaran yang dibawa Rasul itu.
Apa yang dibawa oleh Rasul itu sebenarnya bermanfaat bagi mereka di dunia dan akhirat, yakni kepercayaan tentang adanya hari kiamat dan hari pembalasan buruk dan baik dan berita kehidupan sesudah mati.
Jika mereka tidak percaya kepada ajaran Alquran yang dibawa oleh Rasul itu, maka adakah ajaran lain atau berita lain yang patut mereka percayai?
Jika mereka tidak menemukan berita dan ajaran lainnya, maka Alquranlah satu-satunya pilihan dan pegangan bagi mereka.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Mereka sungguh telah mendustakan Muhammad yang mengajak mereka untuk mengesakan Allah.
Mereka pun tidak merenungi ciptaan Allah yang ada di langit dan di bumi, yang semuanya menunjuki keesaan dan kekuasaan-Nya.
Bahkan mereka tidak berfikir bahwa ajal mereka sebenarnya sudah dekat atau, paling tidak, sudah semakin dekat, sehingga mereka cepat-cepat merenungi dan mencari kebenaran sebelum ajal mereka tiba.
Jika Al Quran tidak juga membuat mereka percaya, lalu perkataan macam apa lagi yang bisa membuat mereka beriman?

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan apakah mereka tidak memperhatikan kerajaan) kekuasaan (langit dan bumi dan) di dalam (segala sesuatu yang diciptakan Allah) merupakan penjelasan dari apa yang sebelumnya, dengan hal itu mereka menyimpulkan tentang kekuasaan dan keesaan penciptanya (dan bahwasanya) sehubungan dengan (kemungkinan telah dekatnya) (kebinasaan mereka?) kemudian mereka mati dalam keadaan kafir, lalu mereka dimasukkan ke dalam neraka.

Mengapa mereka tidak bersegera untuk beriman.

(Maka kepada berita manakah lagi sesudahnya) yakni sesudah berita Alquran (mereka akan beriman?)

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Apakah orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah itu tidak memperhatikan kerajaan Allah yang agung dan kekuasaan-Nya yang kuat di langit dan di bumi, dan apa yang Dia ciptakan pada keduanya, sehingga mereka berpikir dan mengambil pelajaran darinya dan memperhatikan ajal mereka yang mungkin telah dekat, sehingga mereka dibinasakan dalam kekufuran, kemudian mereka dikembalikan kepada siksa Allah dan hukumannya yang amat pedih?
Maka dengan peringatan dan ancaman apalagi sesudah al-Qur an yang membuat mereka mau membenarkan dan beramal?

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala.
berfirman, “Apakah orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami tidak memperhatikan kerajaan Allah dan kekuasaan-Nya di langit dan di bumi dan semua makhluk yang telah Dia ciptakan pada keduanya?
Karenanya lalu mereka merenungkan hal itu dan mengambil pelajaran darinya.
Akhirnya sampailah mereka pada suatu kesimpulan bahwa hal tersebut hanya dapat dilakukan oleh Tuhan yang tidak ada tandingan-Nya dan tidak ada yang menyerupai-Nya.
Dan hal tersebut merupakan perbuatan dari Tuhan yang tidak layak diadakan penyembah­an dan agama yang murni kecuali hanya kepada Dia.
Pada kesimpulan akhirnya mereka akan beriman kepada-Nya dan membenarkan Rasul­Nya, kembali kepada jalan ketaatan kepada-Nya, melepaskan semua sekutu dan berhala, merasa takut bila ajal mereka tiba dengan mendadak dalam waktu yang dekat, sedangkan mereka masih berada dalam kekafirannya, akhirnya mereka akan binasa, dan tempat kembali mereka adalah azab Allah dan siksaan-Nya yang amat pedih.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

Maka kepada berita mana lagikah mereka akan beriman sesudah Al-Qur’an?

Artinya maka peringatan dan ancaman mana lagikah sesudah peringatan Nabi Muhammad ﷺ yang datang kepada mereka menyampaikan ayat-ayat Allah mereka akan percaya, jika mereka tidak mau percaya kepada berita yang disampaikan oleh Muhammad ﷺ kepada mereka dari sisi Allah?

Imam Ahmad telah meriwayatkan dari Hasan ibnu Musa, Usman ibnu Muslim, dan Abdus Samad ibnu Abdul Waris, semuanya dari Hammad ibnu Salamah, dari Ali ibnu Zaid ibnu Jad’an, dari Ab’us Silt, dari Abu Hurairah yang menceritakan bahwa Rasulullah ﷺ telah bersabda: Di malam aku menjalani isra, aku banyak melihat berbagai macam hal.
Ketika kami (Nabi dan Jibril) sampai di langit yang ke tujuh, maka aku memandang ke arah atasku, tiba-tiba aku melihat guntur, kilat, dan petir.
Dan aku mendatangi suatu kaum yang perut mereka besarnya seperti rumah, di dalamnya banyak terdapat ular yang kelihatan dari luar perut mereka Aku bertanya, “Siapakah mereka itu, hai Jibril?” Jibril menjawab.”Mereka adalah para pemakan riba.” Ketika Aku turun ke langit pertama dan aku melihat ke arah bawahku, tiba-tiba aku mendengar suara gemuruh, ada asap dan suara ribut, maka saya bertanya, “Apakah ini, hai Jibril?” Jibril menjawab, “Mereka adalah setan-setan yang mengelilingi pandangan mata anak Adam agar mereka tidak memikirkan kerajaan langit dan bumi.
Seandainya tidak ada itu, niscaya mereka dapat melihat keajaiban-keajaiban.”

Tetapi Ali ibnu Zaid ibnu Jad’an mempunyai banyak hadis yang berpredikat munkar.


Informasi Surah Al A'raaf (الأعراف)
Surat Al A’raaf yang berjurnlah 206 ayat termasuk golongan surat Makkiyah, diturunkan sebelum turunnya surat Al An’aam dan termasuk golongan surat “Assab ‘uththiwaal” (tujuh surat yang panjang).

Dinamakan “Al A ‘raaf” karena perkataan Al A’raaf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al A ‘raaf yaitu:
tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.
Mereka itu ialah golongan yang sama banyak kebaikan dan kejahatan mereka.

Keimanan:

Mentauhidkan Allah dalam berdo’a dan beribadat
hanya Allah sendiri yang menga­tur dan menjaga alam
Allah menciptakan undang-undang dan hukum-hukum untuk mengatur kehidupan manusia di dunia dan di akhirat
Allah bersemayam di ‘Arasy
bantahan terhadap kepalsuan syirik
ketauhidan adalah sesuai dengan fitrah manu­sia
Musa berbicara dengan Allah
tentang melihat Allah
perintah beribadat sam­bil merendahkan diri kepada Allah
Allah mempunyai al asmaaul husna.

Hukum:

Larangan mengikuti perbuatan dan adat istiadat yang buruk
kewajiban mengikuti Allah dan rasul
perintah berhias waktu akan shalat
bantahan terhadap orang yang mengharamkan perhiasan yang dianugerahkan Allah
perintah memakan ma­kanan yang halal lagi baik dan larangan memakan yang sebaliknya

Kisah:

Kisah Nabi Adam a.s. dengan iblis
kisah Nabi Nuh a.s. dan kaumnya
kisah Nabi Shaleh a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Syu’aib a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Musa a.s. dengan Fir’aun.

Lain-lain:

Al Qur’an diturunkan kepada Nabi yang penghabisan dan perintah mengikutinya
Nabi Muhammad ﷺ diutus untuk seluruh manusia
adab orang mukmin
adab mendengar pembacaan Al Qur’an dan berzikir
rasul bertanggung jawab menyam­paikan seruan Allah
balasan terhadap orang-orang yang mengikuti dan menging­kari rasul
da’wah rasul-rasul yang pertama sekali ialah mentauhidkan Allah

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-A'raaf (7) ayat 185 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-A'raaf (7) ayat 185 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-A'raaf (7) ayat 185 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-A'raaf - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 206 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 7:185
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al A'raaf.

Surah Al-A'raf (bahasa Arab:الأعراف, al-A'rāf, "Tempat Tertinggi") adalah surah ke-7 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 206 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan sebelum turunnya surah Al-An'am dan termasuk golongan surah Assab 'uththiwaal (tujuh surat yang panjang).
Dinamakan Al-A'raf karena perkataan Al-A'raf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al-A'raf yaitu: tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.

Nomor Surah 7
Nama Surah Al A'raaf
Arab الأعراف
Arti Tempat yang tertinggi
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 39
Juz Juz 8 (ayat 1-87), juz 9 (ayat 88-206)
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 206
Jumlah kata 3346
Jumlah huruf 14437
Surah sebelumnya Surah Al-An'am
Surah selanjutnya Surah Al-Anfal
4.8
Ratingmu: 4.4 (12 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim