Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Al A'raaf

Al A’raaf (Tempat yang tertinggi) surah 7 ayat 167


وَ اِذۡ تَاَذَّنَ رَبُّکَ لَیَبۡعَثَنَّ عَلَیۡہِمۡ اِلٰی یَوۡمِ الۡقِیٰمَۃِ مَنۡ یَّسُوۡمُہُمۡ سُوۡٓءَ الۡعَذَابِ ؕ اِنَّ رَبَّکَ لَسَرِیۡعُ الۡعِقَابِ ۚۖ وَ اِنَّہٗ لَغَفُوۡرٌ رَّحِیۡمٌ
Wa-idz taadz-dzana rabbuka layab’atsanna ‘alaihim ila yaumil qiyaamati man yasuumuhum suu-al ‘adzaabi inna rabbaka lasarii’ul ‘iqaabi wa-innahu laghafuurun rahiimun;

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu memberitahukan, bahwa sesungguhnya Dia akan mengirim kepada mereka (orang-orang Yahudi) sampai hari kiamat orang-orang yang akan menimpakan kepada mereka azab yang seburuk-buruknya.
Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksa-Nya, dan sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
―QS. 7:167
Topik ▪ Maksiat dan dosa ▪ Menyiksa pelaku maksiat ▪ Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka
7:167, 7 167, 7-167, Al A’raaf 167, AlAraaf 167, Al Araf 167, Al-A’raf 167
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al A'raaf (7) : 167. Oleh Kementrian Agama RI

Nabi Muhammad ﷺ.
dalam ayat ini diingatkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala tentang pemberitahuan-Nya kepada orang-orang Yahudi bahwa Dia akan mengirimkan manusia lain yang lebih perkasa dari mereka untuk menjajah dan menyiksa mereka.
Mereka selalu akan hidup dalam kehinaan dan penderitaan sampai akhir zaman disebabkan tindakan mereka yang bertentangan dengan hukum-hukum Tuhan.
Dalam dunia, baik pada zaman dahulu, zaman pertengahan hingga zaman modern ini telah terbukti dengan jelas ancaman Allah subhanahu wa ta'ala tersebut.
Sesudah zaman Nabi Sulaiman, bangsa Yahudi diperangi oleh bangsa Babilonia di bawah Raja Nebukadnezar.
Mereka hancur, laki-laki mereka banyak yang dibunuh dan wanita-wanitanya banyak yang dijadikan budak sahaya.
Banyak pula di antara mereka yang dibawa ke Babilonia sebagai tawanan, sesudah itu dijajah berganti-ganti oleh bermacam-macam kerajaan, karena itu mereka mengalami penderitaan berabad-abad lamanya akibat peperangan yang tak henti-hentinya.
Akhirnya mereka jatuh ke tangan bangsa Romawi sampai Nabi Isa a.s.
Zaman Romawi Kristen mereka tidak mempunyai kekuasaan lagi bahkan mereka diusir dari negeri mereka dan terpencar-pencar di beberapa negeri.
Sebagian mereka melarikan diri ke Jazirah Arab.
Tinggallah mereka di daerah ini dengan aman.
Tetapi kemudian sesudah agama Islam datang, mereka memusuhi Nabi Muhammad ﷺ.
Padahal beliau telah memberikan kebebasan kepada mereka hidup di daerah Islam berdasarkan perjanjian dengan mereka.
Karena sikap permusuhan dan pengkhianatan mereka, terpaksa kaum Muslimin mengusir mereka dari daerah Islam.
Ada pula di antara mereka yang di bunuh atau terbunuh karena berpihak kepada kaum musyrikin waktu peperangan.

Pada abad ke-20 ini pun, mereka mengalami penderitaan yang tak terperikan.
Dalam perang dunia kedua yang lalu, banyak orang Yahudi menjadi korban kekuasaan Nazi Jerman.
Di Amerika, di Eropa dan di Rusia, dewasa ini mereka banyak mengalami penghinaan.
Meskipun orang Yahudi sekarang sudah mempunyai tanah air (Negara Israil) namun mereka tetap dalam penderitaan disebabkan umat manusia di dunia ini, terutama umat Islam memusuhi mereka.
Negara Israil itu dibentuk dengan mengusir rakyat Palestina yang menjadi penduduk negara tersebut.
Demikianlah nasib bangsa Yahudi itu.
Sesungguhnya hukum Allah berlaku terhadap umat yang mendurhakai perintah-perintah-Nya dan membuat onar di dunia ini.
Akan tetapi pengampunan dan kasih sayang Allah sangatlah besar dan luas bagi mereka yang taubat dari dosanya, kembali ke jalan Allah dengan penuh kesadaran, dan dengan jalan mengadakan perbaikan di atas dunia, Allah subhanahu wa ta'ala pasti menghapuskan penderitaan mereka.

Al A'raaf (7) ayat 167 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al A'raaf (7) ayat 167 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al A'raaf (7) ayat 167 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Dan ingatkanlah pula orang-orang Yahudi itu, tatkala Allah memberitahukan--melalui para nabi-Nya--kepada nenek-moyang mereka, bahwa Allah akan mengerahkan sekelompok orang untuk menyiksa orang-orang Yahudi hingga hari kiamat, karena mereka telah berbuat zalim dan fasik.
Dan Tuhanmu--karena siksa-Nya pasti terlaksana--sangat cepat menyiksa orang-orang kafir.
Sebab, setiap sesuatu yang bakal terjadi itu sebenarnya telah dekat.
Kendati demikian, Dia Maha Pengampun dan Maha Pengasih bagi mereka yang bertobat dan kembali menaati-Nya.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan ketika memberitahukan) mempermaklumkan (Tuhanmu, bahwa sesungguhnya Dia akan mengirim kepada mereka) dimaksud orang-orang Yahudi (sampai hari kiamat orang-orang yang akan menimpakan kepada mereka azab yang seburuk-buruknya) dengan dihinakan dan dibebani pajak/jizyah, kemudian Allah mengutus Nabi Sulaiman kepada mereka, dan sesudah itu Raja Bukhtunasher (Nebukat Nezar) yang membunuh dan menawan mereka serta mewajibkan mereka membayar jizyah.
Mereka selalu membayar jizyah kepada orang-orang Majusi sehingga Allah subhanahu wa ta'ala mengutus nabi kita Muhammad ﷺ yang kemudian mengambil pula jizyah dari mereka.
(Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksa-Nya) (dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun) terhadap orang-orang yang taat kepada-Nya (lagi Maha Penyayang) terhadap mereka yang taat.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Dan ingatlah (wahai Rasul) ketika Rabb-mu memberitahukanmu dengan jelas bahwa Dia akan mengirimkan orang yang akan membawa seburuk-buruk siksa dan kehinaan kepada orang-orang Yahudi sampai hari kiamat.
Sesungguhnya Rabb-mu wahai Rasul Mahacepat siksa-Nya bagi orang-orang yang berhak menerimanya disebabkan kekufuran dan kedurhakaannya.
Sesungguhnya Dia Maha Pengampun atas dosa-dosa orang-orang yang bertaubat lagi Maha Penyayang terhadap mereka.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta'ala.:

...memberitahukan.

Memakai wazan tafa'ala yang artinya memberitahukan.
Demikianlah menurut pendapat Mujahid, sedangkan menurut yang Lain artinya memerintahkan.

Di dalam ungkapan ini terkandung makna yang menunjukkan kata sumpah, karena itulah pada kalimat selanjutnya disebutkan oleh firman-Nya:

...sesungguhnya Dia akan mengirimkan kepada mereka.

Maksudnya, kepada orang-orang Yahudi itu.

...sampai hari kiamat orang-orang yang akan menimpakan kepada mereka azab yang seburuk-buruknya.

Yakni karena kedurhakaan dan pertentangan mereka terhadap perintah-perintah AHah dan Syariat-Nya serta tipu daya mereka untuk menghalal­kan hal-hal yang diharamkan.

Menurut suatu pendapat, Nabi Musa 'alaihis salam membebankan pembayaran pajak kepada mereka selama tujuh tahun.
Menurut pendapat lain selama tiga belas tahun.
Nabi Musa 'alaihis salam adalah orang yang mula-mula menetapkan pajak.
Kemudian mereka berada di bawah jajahan raja-raja Yunani dan Kasydan serta Kaledonia.
Kemudian nasib mereka berpindah berada di bawah jajahan orang-orang Nasrani, Orang-orang Nasrani menindas mereka serta mengharuskan mereka membayar upeti dan pajak.

Kemudian datanglah agama Islam dan Nabi Muhammad ﷺ Lalu mereka berada di bawah kekuasaan dan perlindungannya, mereka membayar upeti dan pajak kepadanya.

Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas di dalam tafsir ayat ini, bahwa yang dimaksud dengan 'azab yang paling buruk' itu ialah kemiskinan dan diharuskan membayar pajak.

Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas pula bahwa yang dimaksud ialah diharuskan membayar jizyah (semacam upeti), dan orang yang menimpakan azab yang terburuk kepada mereka adalah Nabi Muhammad ﷺ dan umatnya sampai hari kiamat nanti.
Hal yang sama telah dikatakan oleh Sa’id ibnu Jubair, Ibnu Juraij, As-Saddi, dan Qatadah.

Abdur Razzaq telah meriwayatkan dari Ma'mar, dari Abdul Karim Al-Jazari, dari Sa'id tbnul Musayyab yang mengatakan bahwa dianjurkan mengenakan jizyah (upeti) kepada orang-orang Nabat (segolongan orang Yahudi).

Menurut hemat kami, pada akhirnya orang-orang Yahudi muncul sebagai pendukung Dajjal, lalu orang-orang muslim bersama Nabi Isa —putra Maryam 'alaihis salam— memerangi mereka, yang demikian itu akan terjadi di akhir zaman nanti.

Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksa-Nya.

Yaitu terhadap orang yang durhaka kepada-Nya dan menentang syariat­Nya.

...dan sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Yakni kepada orang yang bertobat dan kembali kepada-Nya.
Ungkapan ini termasuk ke dalam bab "Mengiringkan Sebutan Rahmat Sesudah Sebutan Siksaan",
dimaksudkan agar tidak membuat putus asa.
Allah subhanahu wa ta'ala.
acapkali membarengkan sebutan targib (anjuran) dan tarhib (peringatan) dalam satu kalimat, dimaksudkan agar jiwa-jiwa yang terkena khitab berada dalam perasaan antara harap dan takut.

Informasi Surah Al A'raaf (الأعراف)
Surat Al A'raaf yang berjurnlah 206 ayat termasuk golongan surat Makkiyah, diturunkan sebelum turunnya surat Al An'aam dan termasuk golongan surat "Assab 'uththiwaal" (tujuh surat yang panjang).

Dinamakan "Al A 'raaf" karena perkataan Al A'raaf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al A 'raaf yaitu:
tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.
Mereka itu ialah golongan yang sama banyak kebaikan dan kejahatan mereka.

Keimanan:

Mentauhidkan Allah dalam berdo'a dan beribadat
hanya Allah sendiri yang menga­tur dan menjaga alam
Allah menciptakan undang-undang dan hukum-hukum untuk mengatur kehidupan manusia di dunia dan di akhirat
Allah bersemayam di 'Arasy
bantahan terhadap kepalsuan syirik
ketauhidan adalah sesuai dengan fitrah manu­sia
Musa berbicara dengan Allah
tentang melihat Allah
perintah beribadat sam­bil merendahkan diri kepada Allah
Allah mempunyai al asmaaul husna.

Hukum:

Larangan mengikuti perbuatan dan adat istiadat yang buruk
kewajiban mengikuti Allah dan rasul
perintah berhias waktu akan shalat
bantahan terhadap orang yang mengharamkan perhiasan yang dianugerahkan Allah
perintah memakan ma­kanan yang halal lagi baik dan larangan memakan yang sebaliknya

Kisah:

Kisah Nabi Adam a.s. dengan iblis
kisah Nabi Nuh a.s. dan kaumnya
kisah Nabi Shaleh a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Syu'aib a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Musa a.s. dengan Fir'aun.

Lain-lain:

Al Qur'an diturunkan kepada Nabi yang penghabisan dan perintah mengikutinya
Nabi Muhammad ﷺ diutus untuk seluruh manusia
adab orang mukmin
adab mendengar pembacaan Al Qur'an dan berzikir
rasul bertanggung jawab menyam­paikan seruan Allah
balasan terhadap orang-orang yang mengikuti dan menging­kari rasul
da'wah rasul-rasul yang pertama sekali ialah mentauhidkan Allah


Gambar Kutipan Surah Al A’raaf Ayat 167 *beta

Surah Al A'raaf Ayat 167



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al A'raaf

Surah Al-A'raf (bahasa Arab:الأعراف, al-A'rāf, "Tempat Tertinggi") adalah surah ke-7 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 206 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan sebelum turunnya surah Al-An'am dan termasuk golongan surah Assab 'uththiwaal (tujuh surat yang panjang).
Dinamakan Al-A'raf karena perkataan Al-A'raf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al-A'raf yaitu: tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.

Nomor Surah 7
Nama Surah Al A'raaf
Arab الأعراف
Arti Tempat yang tertinggi
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 39
Juz Juz 8 (ayat 1-87), juz 9 (ayat 88-206)
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 206
Jumlah kata 3346
Jumlah huruf 14437
Surah sebelumnya Surah Al-An'am
Surah selanjutnya Surah Al-Anfal
4.8
Rating Pembaca: 4.2 (8 votes)
Sending








Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku