QS. Al A’raaf (Tempat yang tertinggi) – surah 7 ayat 16 [QS. 7:16]

قَالَ فَبِمَاۤ اَغۡوَیۡتَنِیۡ لَاَقۡعُدَنَّ لَہُمۡ صِرَاطَکَ الۡمُسۡتَقِیۡمَ
Qaala fabimaa aghwaitanii aq’udanna lahum shiraathakal mustaqiim(a);

Iblis menjawab:
“Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus,
―QS. 7:16
Topik ▪ Penciptaan ▪ Sifat iblis dan pembantunya ▪ Tauhid Rububiyyah
7:16, 7 16, 7-16, Al A’raaf 16, AlAraaf 16, Al Araf 16, Al-A’raf 16

Tafsir surah Al A'raaf (7) ayat 16

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al A’raaf (7) : 16. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala menerangkan dendam kesumat iblis kepada Adam dan anak cucunya.
Oleh karena itu Allah subhanahu wa ta’ala telah menghukum dia akibat keangkuhan dan kesombongannya, maka dia bersumpah dan akan berusaha sekuat tenaga menggoda untuk menyesatkan pula anak cucu Adam ‘alaihis salam sebagaimana dalam firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Iblis menjawab: “Maka demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya.
(Q.S. Shaad [38]: 82)

Iblis akan berusaha mencegah dan menghalang-halangi anak cucu Adam ‘alaihis salam menempuh jalan yang lurus, jalan yang hak, jalan yang diridai Allah subhanahu wa ta’ala, jalan yang akan menyampaikan mereka kepada kebahagiaan dunia dan akhirat.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Karena dengki dan iri terhadap Adam, Iblis berkata, “Karena Engkau telah menetapkan aku dalam kesesatan, aku bersumpah akan menyesatkan keturunan Adam.
Akan aku palingkan mereka dari jalan kebenaran dengan menggunakan segala cara.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Iblis menjawab, “Karena Engkau telah menyesatkan saya) Engkau telah menghukum saya, huruf ba mengandung makna qasam/sumpah dan sebagai jawabnya ialah (saya benar-benar akan menghalang-halangi mereka) yaitu anak-anak Adam (dari jalan Engkau yang lurus) maksudnya dari jalan yang dapat mempertemukan mereka kepada Engkau.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Iblis yang dilaknat Allah berkata :
Karena Engkau telah menyesatkan aku, aku akan berusaha keras menyesatkan Bani Adam dari jalan-Mu yang lurus, dan aku akan menghalang-halangi mereka dari agama Islam sebagai fitrah mereka.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala.
menceritakan bahwa setelah Dia memberikan masa tangguh kepada iblis sampai hari mereka dibangkitkan, dan setelah iblis terikat dengan janji itu, maka mulailah ia bersikap ingkar dan melampiaskan dendamnya.
Untuk itu ia berkata:

Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus.

Yakni sebagaimana Engkau telah menyesatkan aku.
Menurut Ibnu Abbas, sebagaimana Engkau telah menghukumi saya tersesat.
Sedang­kan menurut lainnya, sebagaimana Engkau telah binasakan saya, maka sesungguhnya saya benar-benar akan menghalang-halangi hamba-hamba-Mu yang Engkau ciptakan dari keturunan orang ini (Adam) yang menjadi penyebab Engkau jauhkan diriku dari rahmat-Mu, agar mereka tidak menempuh jalan-Mu yang lurus, yaitu jalan yang hak dan jalan keselamatan.
Sesungguhnya saya benar-benar akan menyesatkan mereka dari jalan tersebut agar mereka tidak menyembah-Mu dan tidak pula mentauhidkan-Mu, karena Engkau telah memutuskan kesesatan terhadap diriku.

Sebagian ulama nahwu mengatakan bahwa huruf ba dalam ayat ini mengandung makna sumpah.
Jadi, seakan-akan iblis mengatakan, “Maka demi kesesatan yang telah Engkau putuskan terhadap diriku, maka aku benar-benar akan menghalang-halangi mereka dari jalan-Mu yang lurus.”

Mujahid mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: jalan Engkau yang lurus.
Yaitu jalan yang hak.
Muhammad ibnu Suqah meriwayatkan dari Aun, dari Abdullah, bahwa makna yang dimaksud ialah jalan ke Mekah.

Ibnu Jarir mengatakan, yang benar pengertian siratal mustaqim lebih umum daripada semuanya.

Menurut kami (dikatakan lebih umum) karena ada sebuah hadis diriwayatkan oleh Imam Ahmad.

Disebutkan bahwa telah menceritakan kepada kami Hasyim ibnul Qasim, telah menceritakan kepada kami Abu Uqail (yakni As-Saqafi, yaitu Abdullah ibnuUqail), telah menceritakan kepada kami Musa ibnul Musayyab, telah menceritakan kepadaku Salim ibnu Abul Ja’d, dari Sirah ibnu Abul Fakih yang mengatakan bahwa ia telah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: Sesungguhnya setan selalu duduk menghalangi jalan anak Adam.
maka setan menghalang-halangi jalan Islamnya, lalu berkata kepadanya, “Apakah engkau mau masuk Islam dan meninggalkan agamamu, yaitu agama nenek moyangmu?”
Tetapi ia tidak menuruti kata setan dan tetap masuk Islam.
Lalu setan menghalang-halangi jalan hijrahnya dan mengatakan kepadanya, “Apakah engkau hijrah dan rela meninggalkan tanah airmu sendiri?
Sesung­guhnya perumpamaan orang yang berhijrah sama dengan orang yang menempuh jalan ke negeri Persia jauhnya.” Tetapi ia mendur­hakai setan dan tetap berhijrah.
Kemudian setan menghalang-halangi jalan jihadnya, yaitu jihad dengan jiwa dan harta benda, lalu berkata setan, “Engkau mau berperang, pada akhirnya engkau terbunuh, istrimu akan dikawini orang dan hartamu dibagi-bagikan.” Tetapi ia tidak menuruti kata setan dan tetap berjihad.
Rasulullah ﷺ bersabda: Barang siapa yang berbuat demikian di antara mereka, lalu ia meninggal dunia, maka pasti Allah akan memasukkannya ke dalam surga.
Dan jika ia terbunuh (gugur), pasti Allah akan memasuk­kannya ke surga.
Dan jika ia tenggelam, maka pasti Allah akan memasukkannya ke surga.
Dan jika ia tertendang oleh unta kendaraannya (hingga mati), maka pasti Allah akan memasukkan­nya ke dalam surga.


Informasi Surah Al A'raaf (الأعراف)
Surat Al A’raaf yang berjurnlah 206 ayat termasuk golongan surat Makkiyah, diturunkan sebelum turunnya surat Al An’aam dan termasuk golongan surat “Assab ‘uththiwaal” (tujuh surat yang panjang).

Dinamakan “Al A ‘raaf” karena perkataan Al A’raaf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al A ‘raaf yaitu:
tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.
Mereka itu ialah golongan yang sama banyak kebaikan dan kejahatan mereka.

Keimanan:

Mentauhidkan Allah dalam berdo’a dan beribadat
hanya Allah sendiri yang menga­tur dan menjaga alam
Allah menciptakan undang-undang dan hukum-hukum untuk mengatur kehidupan manusia di dunia dan di akhirat
Allah bersemayam di ‘Arasy
bantahan terhadap kepalsuan syirik
ketauhidan adalah sesuai dengan fitrah manu­sia
Musa berbicara dengan Allah
tentang melihat Allah
perintah beribadat sam­bil merendahkan diri kepada Allah
Allah mempunyai al asmaaul husna.

Hukum:

Larangan mengikuti perbuatan dan adat istiadat yang buruk
kewajiban mengikuti Allah dan rasul
perintah berhias waktu akan shalat
bantahan terhadap orang yang mengharamkan perhiasan yang dianugerahkan Allah
perintah memakan ma­kanan yang halal lagi baik dan larangan memakan yang sebaliknya

Kisah:

Kisah Nabi Adam a.s. dengan iblis
kisah Nabi Nuh a.s. dan kaumnya
kisah Nabi Shaleh a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Syu’aib a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Musa a.s. dengan Fir’aun.

Lain-lain:

Al Qur’an diturunkan kepada Nabi yang penghabisan dan perintah mengikutinya
Nabi Muhammad ﷺ diutus untuk seluruh manusia
adab orang mukmin
adab mendengar pembacaan Al Qur’an dan berzikir
rasul bertanggung jawab menyam­paikan seruan Allah
balasan terhadap orang-orang yang mengikuti dan menging­kari rasul
da’wah rasul-rasul yang pertama sekali ialah mentauhidkan Allah

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-A'raaf (7) ayat 16 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-A'raaf (7) ayat 16 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-A'raaf (7) ayat 16 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-A'raaf - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 206 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 7:16
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al A'raaf.

Surah Al-A'raf (bahasa Arab:الأعراف, al-A'rāf, "Tempat Tertinggi") adalah surah ke-7 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 206 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan sebelum turunnya surah Al-An'am dan termasuk golongan surah Assab 'uththiwaal (tujuh surat yang panjang).
Dinamakan Al-A'raf karena perkataan Al-A'raf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al-A'raf yaitu: tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.

Nomor Surah 7
Nama Surah Al A'raaf
Arab الأعراف
Arti Tempat yang tertinggi
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 39
Juz Juz 8 (ayat 1-87), juz 9 (ayat 88-206)
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 206
Jumlah kata 3346
Jumlah huruf 14437
Surah sebelumnya Surah Al-An'am
Surah selanjutnya Surah Al-Anfal
4.7
Ratingmu: 4.3 (11 orang)
Sending

URL singkat: risalahmuslim.id/7-16







Pembahasan ▪ al araf 16-17

Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim