Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Al A'raaf

Al A’raaf (Tempat yang tertinggi) surah 7 ayat 158


قُلۡ یٰۤاَیُّہَا النَّاسُ اِنِّیۡ رَسُوۡلُ اللّٰہِ اِلَیۡکُمۡ جَمِیۡعَۨا الَّذِیۡ لَہٗ مُلۡکُ السَّمٰوٰتِ وَ الۡاَرۡضِ ۚ لَاۤ اِلٰہَ اِلَّا ہُوَ یُحۡیٖ وَ یُمِیۡتُ ۪ فَاٰمِنُوۡا بِاللّٰہِ وَ رَسُوۡلِہِ النَّبِیِّ الۡاُمِّیِّ الَّذِیۡ یُؤۡمِنُ بِاللّٰہِ وَ کَلِمٰتِہٖ وَ اتَّبِعُوۡہُ لَعَلَّکُمۡ تَہۡتَدُوۡنَ
Qul yaa ai-yuhaannaasu innii rasuulullahi ilaikum jamii’anal-ladzii lahu mulkus-samaawaati wal ardhi laa ilaha ilaa huwa yuhyii wayumiitu faaaminuu billahi warasuulihinnabii-yil ammii-yil-ladzii yu’minu billahi wakalimaatihi waattabi’uuhu la’allakum tahtaduun(a);

Katakanlah:
“Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, yaitu Allah Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk”.
―QS. 7:158
Topik ▪ Takwa ▪ Amal shaleh sebagai pintu kebaikan ▪ Perbedaan derajat di surga
7:158, 7 158, 7-158, Al A’raaf 158, AlAraaf 158, Al Araf 158, Al-A’raf 158
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al A'raaf (7) : 158. Oleh Kementrian Agama RI

Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad ﷺ.
agar ia menyeru seluruh umat manusia mengikuti agama yang dibawanya, biar pun di mana saja mereka berada, dan bangsa apa pun dia agar dia menerangkan bahwa dia adalah rasul Allah yang diutus kepada mereka semua.
Keumuman risalah Muhammad ﷺ.
dinyatakan lagi oleh firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Dan Kami tidak mengutus kamu melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan.
(Q.S Saba': 28)

Dan firman Allah juga:

Dan Alquran ini diwahyukan kepadaku supaya dengannya aku memberi peringatan kepadamu dan kepada orang-orang yang sampai Alquran (kepadanya).
(Q.S Al An'am: 19)

Demikian pula hadis Nabi yang menerangkan keumuman risalahnya sebagai berikut:

Telah diberikan kepadaku lima hal yang belum pernah diberikan kepada seorang nabi pun sebelumku.
Aku ditolong dengan memasukkan rasa takut kepada musuhku dalam jarak perjalanan sebulan, dan dijadikan bagiku bumi sebagai mesjid (tempat salat) dan alat bersuci.
Maka siapa saja dari umatku yang telah datang padanya waktu salat, maka hendaklah ia salat (di mana pun ia berada).
Dan dihalalkan bagiku harta rampasan yang tidak dihalalkan kepada orang yang sebelumku, diberikan kepadaku syafaat, dan nabi lain diutus kepada kaumnya saja sedangkan aku diutus kepada manusia seluruhnya.
(H.R Bukhari dan Muslim)

Dan Allah menerangkan keesaan-Nya, yaitu tidak ada Tuhan selain Dia, hanyalah Dia yang berhak disembah karena Dialah yang mengurus langit dan bumi, mengatur alam seluruhnya.
Dia menghidupkan segala yang hidup dan mematikan segala yang mati.
Dalam ayat ini diterangkan bahwa ada tiga sifat Tuhan yang utama, yaitu memiliki seluruh makhluk, mengurus dan mengatur seluruh alam dan yang ketiga ialah berhak disembah.
Mengenai keesaan Allah ada dua bentuk, yaitu Esa dalam menciptakan, memiliki, mengatur semesta alam, tidak ada sesuatu pun yang berserikat dengan-Nya.
Dan Esa dalam ibadat.
Hanyalah Dia saja yang berhak disembah, hendaklah semua makhluk-Nya menghambakan diri hanya kepada-Nya.
Iman kepada Allah merupakan rukun pertama dari kepercayaan, kemudian kepada kerasulan Muhammad ﷺ.
kemudian kepada adanya hari berbangkit.
Tiga hal ini terkandung dalam perintah Tuhan selanjutnya, yaitu perintah kepada seluruh manusia agar beriman kepada Allah dan beriman kepada Nabi yang ummi yang mengajarkan Alquran dan hikmah serta membersihkan manusia dari segala unsur syirik dan kebodohan dalam kepercayaan, ia adalah rasul yang penghabisan yang diisyaratkan oleh kitab-kitab yang diturunkan Allah kepada para nabi sebelumnya.
Rasul yang ummi itu memurnikan pengabdian kepada Allah, beriman kepada Kitab-kitab yang telah diturunkan kepada para nabi-Nya yang terdahulu.
Setela perintah beriman, maka Allah mengiringi dengan perintah agar manusia melaksanakan semua syariat yang dibawa Nabi Muhammad ﷺ.

Al A'raaf (7) ayat 158 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al A'raaf (7) ayat 158 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al A'raaf (7) ayat 158 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Wahai Nabi (Muhammad), katakan kepada umat manusia, "Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepada kalian semua, baik bangsa Arab maupun non-Arab, berkulit hitam atau berkulit putih.
Dan Allah, Pengutusku, adalah Penguasa satu-satunya kerajaan langit dan bumi.
Dialah yang mengatur keduanya dengan kebijakan-Nya, Dia berwenang melakukan apa saja sesuai dengan kehendak-Nya, dan Dialah yang menentukan sesuatu itu hidup atau mati, bukan yang lain-Nya.
Tidak ada yang patut disembah kecuali Dia." Maka berimanlah kepada Allah dan rasul-Nya yang tak dapat menulis dan membaca itu.
Rasul sendiri pun telah beriman kepada Allah, dan ia ingin kalian mengikuti jejaknya.
Maka ikutilah segala apa yang dilakukan dan dikatakan rasul-Nya, agar kalian mendapat petunjuk ke jalan yang benar.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Katakanlah,) pembicaraan ini ditujukan kepada Nabi ﷺ ("Hai manusia! Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, yaitu Allah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi, tidak ada Tuhan selain Dia, yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-Nya, nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya) yakni Alquran (dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk.") artinya kamu akan mendapat bimbingan hidayah.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Katakanlah (wahai Rasul) kepada seluruh manusia :
Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepada kalian semua, tidak hanya kepada sebagian dari kalian.
Dialah Allah yang menguasai langit dan bumi dan semua yang ada pada keduanya, tidak ada Ilah dan peribadahan, kecuali hanya untuk-Nya yang Maha Terpuji.
Dia Mahakuasa untuk menciptakan makhluk, membinasakan, lalu membangkitkan-Nya.
Berimanlah kalian kepada-Nya dan akuilah keesaan-Nya.
Berimanlah kepada Rasul-Nya, Muhammad , seorang Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepadanya dari Rabbnya, dan kepada apa-apa yang diturunkan kepada para nabi sebelumnya.
Ikutilah rasul ini (Muhammad), dan komitmenlah untuk melakukan apa yang diperintahkan kepada kalian, berupa ketaatan kepada Allah, agar kalian mendapat petunjuk ke jalan yang lurus.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta'ala.
berfirman kepada Nabi-Nya, yaitu Nabi Muhammad ﷺ:

Katakanlah

hai Muhammad

Hai manusia.

Khitab atau pembicaraan ini ditujukan kepada seluruh umat manusia, baik yang berkulit merah maupun yang berkulit hitam, baik orang Arab maupun orang 'Ajam (selain Arab).

...sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepada kalian semua.

Yaitu kepada seluruh umat manusia.
Hal ini merupakan kemuliaan dan keutamaan yang dimiliki oleh Nabi Muhammad ﷺ, yaitu beliau adalah penutup para nabi dan diutus oleh Allah kepada seluruh umat manusia, seperti yang disebutkan di dalam firman lainnya:

Katakanlah, "Allah.” Dia menjadi saksi antara aku dan kalian.
Dan Al-Qur’an ini diwahyukan kepadaku supaya dengan dia aku memberi peringatan kepada kalian dan kepada orang-orang yang sampai Al-Qur'an (kepadanya).
(Al An'am:19)

Dan barang siapa di antara mereka (orang-orang Quraisy) dan sekutu-sekutunya yang kafir kepada Al-Qur'an, maka nerakalah tempat yang diancamkan baginya.
(Huud:17)

Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Al-Kitab dan kepada orang-orang yang ummi.
Apakah kalian (mau) masuk Islam?"
Jika mereka masuk Islam, sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk.
Dan jika mereka berpaling, maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah).
(Ali Imran:20)

Ayat-ayat lainnya mengenai hal ini cukup banyak, sama banyaknya dengan hadis-hadis yang membahas masalah ini, sehingga sulit dihitung.
Hal ini merupakan perkara agama yang harus diketahui secara daruri, yaitu bahwa Nabi ﷺ diutus untuk seluruh umat manusia.

Sehubungan dengan tafsir ayat ini Imam Bukhari mengatakan:

telah menceritakan kepada kami Abdullah dan Sulaiman ibnu Abdur Rahman dan Musa ibnu Harun, keduanya mengatakan, telah menceritakan kepada kami Al-Walid ibnu Muslim, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnul Ala ibnu Zaid, telah menceritakan kepadaku Bisr ibnu Abdullah, telah menceritakan kepadaku Abu Idris Ai-Khaulani yang mengatakan, "Saya pernah mendengar Abu Darda r.a.
mengatakan bahwa pernah terjadi dialog antara Abu Bakar dan Umar.
Abu Bakar membuat Umar marah, maka Umar pergi meninggalkannya dalam keadaan emosi.
Lalu Abu Bakar mengikutinya seraya meminta kepada Umar agar mau memohonkan ampunan buatnya, tetapi Umar tidak melakukannya dan langsung menutup pintu rumahnya di hadapan Abu Bakar.
Lalu Abu Bakar menghadap Rasulullah ﷺ Abu Darda melanjutkan kisahnya, bahwa saat itu dirinya ada bersama Rasulullah ﷺ Maka Rasulullah ﷺ bersabda, 'Ingatlah, teman kalian ini sedang dalam keadaan emosi,' yakni iri dan marah.
Akhirnya Umar menyesali perbuatannya terhadap Abu Bakar.
Lalu ia datang menghadap dan mengucapkan salam serta duduk di sebelah Nabi ﷺ, kemudian menceritakan duduk perkaranya kepada Rasulullah ﷺ Abu Darda melanjutkan kisahnya, bahwa setelah itu Rasulullah ﷺ marah, dan Abu Bakar berkata, 'Demi Allah, wahai Rasulullah, dalam hal ini sayalah yang aniaya.' Maka Rasulullah ﷺ bersabda, 'Apakah kalian meninggalkan temanku karena aku?
Sesungguhnya aku telah mengatakan, 'Hai manusia, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepada kalian semua,' lalu kalian menjawab, 'Engkau dusta,' sedangkan Abu Bakar mengatakan, 'Engkau benar'."

Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari secara munfarid.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abdus Samad, telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz ibnu Mus­lim, telah menceritakan kepada kami Yazid ibnu Abu Ziyad, dari Miqsam, dari Ibnu Abbas secara marfu', bahwa Rasulullah ﷺ telah bersabda: Aku dianugerahi lima perkara yang belum pernah diberikan kepada seorang nabi pun sebelumku, aku katakan hal ini bukan membang­gakan diri.
Aku diutus untuk semua umat manusia, baik yang berkulit merah maupun yang berkulit hitam, aku diberi pertolongan melalui rasa gentar (yang mencekam hati musuh) sejauh perjalanan satu bulan, dan dihalalkan semua ganimah bagiku, padahal ganimah tidak dihalalkan bagi seorang pun sebelumku, dan bumi ini dijadikan bagiku sebagai masjid dan sarana bersuci, dan aku diberi izin memberikan syafaat, maka sengaja saya tangguhkan buat umatku di hari kiamat nanti.
Syafaatku akan diperoleh oleh orang yang tidak mempersekutukan Allah dengan sesuatu pun.

Sanad hadis berpredikat jayyid, tetapi mereka tidak mengetengahkannya.

Imam Ahmad mengatakan pula, telah menceritakan kepada kami qutaibah ibnu Sa'id, telah menceritakan kepada kami Bakar ibnu Mudar, dari Abul Had, dari Amr ibnu Syu'aib, dari ayahnya, dari kakeknya, bahwa di suatu malam pada tahun Perang Tabuk Rasulullah ﷺ bangkit mengerjakan salat sunatnya.
Lalu berkumpullah di belakangnya sejumlah lelaki dari kalangan sahabat-sahabatnya mengawalnya.
Setelah Rasulullah ﷺ menyelesaikan salatnya, beliau menemui mereka dan bersabda kepada mereka: Sesungguhnya telah diberikan kepadaku malam ini lima perkara yang tidak pernah diberikan kepada seorang pun sebelumku.
Ingatlah, aku diutus kepada seluruh umat manusia secara umum, sedangkan sebelumku hanya diutus untuk kaumnya saja, aku diberi pertolongan dalam menghadapi musuh melalui rasa gentar (yang mencekam hati mereka), sekalipun jarak antara aku dan mereka sejauh perjalanan satu bulan, mereka tetap dicekam oleh rasa gentar terhadapku.
Dan dihalalkan bagiku memakan semua ganimah, sedangkan sebelumku, mereka merasa berdosa besar memakannya, mereka hanya membakarnya.
Dan bumi ini dijadikan bagiku sebagai masjid dan sarana bersuci, di manapun waktu salat menemuiku aku dapat bertayamum dan salat, padahal sebelumku, mereka merasa berdosa besar melakukan hal itu.
Sesungguhnya orang-orang sebelumku hanyalah salat di dalam biara-biara dan gereja-gereja mereka dan yang kelima ialah tiada lain dikatakan kepadaku, "Mintalah! " Sesungguhnya setiap nabi telah meminta (kepada Allah), sedangkan aku sengaja menangguhkan permintaanku sampai hari kiamat nanti.
Hal itu untuk kalian dan untuk semua orang yang bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah

Sanad hadis ini jayyid lagi kuat, tetapi mereka (para ahli hadis) tidak mengetengahkannya.

Imam Ahmad mengatakan pula, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ja'far, telah menceritakan kepada kami Syu'bah, dari Abu Bisyr, dari Sa'id ibnu Jubair, dari Abu Musa Al-Asy'ari r.a., dari Rasulullah ﷺ yang telah bersabda: Barangsiapa yang pernah mendengar tentang diriku dari kalangan umatku, baik dia seorang Yahudi ataupun seorang Nasrani, lalu ia tidak beriman kepadaku, niscaya dia tidak dapat masuk surga.

Hadis ini di dalam kitab Sahih Muslim diriwayatkan melalui jalur lain, dari Abu Musa Al-Asy'ari yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ telah bersabda:

Demi Tuhan yang jiwaku berada di dalam genggaman kekuasaan-Nya.
tiada seorang lelaki pun dari kalangan umat ini yang mendengar perihal diriku, baik seorang Yahudi ataupun seorang Nasrani.
kemudian ia tidak beriman kepadaku, melainkan masuk neraka.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Hasan, telah menceritan kepada Kami Ibnul Lahi’ah telah menceritakan kepada kami Abu Yunus (yaitu Salim ibnu Jubair), dari Abu Hurairah, dari Rasulullah ﷺ yang telah bersabda: Demi Tuhan yang jiwaku berada di dalam genggaman kekuasaan­nya, tiada seorang pun dari kalangan umat ini yang mendengar tentang diriku, baik dia seorang Yahudi ataupun seorang Nasrani, kemudian ia mati dalam keadaan tidak beriman kepada apa yang disampaikan olehku, melainkan ia termasuk penghuni neraka.

Hadis diriwayatkan oleh Imam Ahmad secara munfarid.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Husain ibnu Muhammad, telah menceritakan kepada kami Israil, dari Abu Ishaq, dari Abu Burdah, dari Abu Musa r .a.
yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ telah bersabda: Aku dianugerahi lima perkara, Aku diutus kepada orang yang berkulit merah dan berkulit hitam (seluruh umat manusia), bumi ini dijadikan untukku sebagai masjid dan sarana bersuci, dihalalkan bagiku semua ganimah, padahal ganimah tidak dihalalkan bagi orang-orang sebelumku, dan aku diberi pertolongan melalui rasa gentar (yang mencekam hati musuh) sejauh perjalanan satu bulan, dan aku diberi izin memberi syafaat, padahal tidak ada seorang nabi pun melainkan memohon syafaat, dan sesungguhnya aku simpan syafaatku, kemudian aku akan memberikannya kepada setiap orang dari umatku yang mati dalam keadaan tidak memper­sekutukan Allah dengan sesuatu pun.

Hadis ini pun sanadnya sahih, tetapi menurut kami tidak ada seorang pun dari mereka (ahli hadis) yang mengetengahkannya.

Hadis yang semisal terdapat dalam hadis lain melalui Ibnu Umar yang diriwayatkan dengan sanad yang jayyid pula.
Hadis ini memang ada di dalam kitab Sahihain melalui hadis Jabir ibnu Abdullah yang menceritakan bahwa Rasulullah ﷺ telah bersabda:

Aku dianugerahi lima perkara yang belum pernah diberikan kepada nabi-nabi sebelumku.
Aku diberi pertolongan melalui rasa gentar (yang mencekam hati musuh) sejauh perjalanan satu bulan, bumi ini dijadikan untukku sebagai masjid dan sarana bersuci, maka siapa pun orangnya dari kalangan umatku menemui waktu salat, hendaklah ia salat (di tempat itu), dihalalkan bagiku semua ganimah yang tidak pernah dihalalkan kepada seorang pun sebelumku, dan aku diberi izin untuk memberi syafaat, dan adalah seorang nabi itu diutus hanya untuk kaumnya saja, sedangkan aku diutus untuk seluruh uawt manusia.

Firman Allah subhanahu wa ta'ala.:

Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi, tidak ada Tuhan selain Dia, Yang menghidupkan dan Yang mematikan.

Semuanya itu adalah sifat Allah yang disebutkan oleh Rasulullah ﷺ melalui sabdanya.
Dengan kata lain, aku diutus oleh Tuhan Yang menciptakan segala sesuatu, Yang memiliki semuanya, Yang di tangan kekuasaan-Nya semua kerajaan, demikian pula menghidupkan dan mematikan, dan hanya Dialah yang berhak memberi keputusan.

Firman Allah subhanahu wa ta'ala.:

...maka berimanlah kalian kepada Allah dan Rasul-Nya, nabi yang ummi.

Nabi ﷺ memberitahukan kepada mereka bahwadirinya adalah utusan Allah kepada mereka, kemudian memerintahkan mereka agar mengikuti­nya dan beriman kepadanya.

Nabi yang ummi

Yaitu nabi yang telah dijanjikan dan telah diberitakan kepada kalian melalui kitab-kitab terdahulu sebagai berita gembira akan kedatangan­nya, karena sesungguhnya sifat-sifatnya disebutkan di dalam kitab-kitab mereka (kaum Ahli Kitab).
Karena itulah ia disebut nabi yang ummi.

Firman Allah subhanahu wa ta'ala.:

yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya.

Yakni yang ucapan dan amal perbuatannya bersesuaian, dan dia beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya dari Tuhan-Nya.

...dan ikutilah dia.

Maksudnya, tempuhlah jalannya dan titilah jejaknya.

...supaya kalian mendapat petunjuk

Yaitu mendapat petunjuk ke jalan yang lurus.

Informasi Surah Al A'raaf (الأعراف)
Surat Al A'raaf yang berjurnlah 206 ayat termasuk golongan surat Makkiyah, diturunkan sebelum turunnya surat Al An'aam dan termasuk golongan surat "Assab 'uththiwaal" (tujuh surat yang panjang).

Dinamakan "Al A 'raaf" karena perkataan Al A'raaf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al A 'raaf yaitu:
tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.
Mereka itu ialah golongan yang sama banyak kebaikan dan kejahatan mereka.

Keimanan:

Mentauhidkan Allah dalam berdo'a dan beribadat
hanya Allah sendiri yang menga­tur dan menjaga alam
Allah menciptakan undang-undang dan hukum-hukum untuk mengatur kehidupan manusia di dunia dan di akhirat
Allah bersemayam di 'Arasy
bantahan terhadap kepalsuan syirik
ketauhidan adalah sesuai dengan fitrah manu­sia
Musa berbicara dengan Allah
tentang melihat Allah
perintah beribadat sam­bil merendahkan diri kepada Allah
Allah mempunyai al asmaaul husna.

Hukum:

Larangan mengikuti perbuatan dan adat istiadat yang buruk
kewajiban mengikuti Allah dan rasul
perintah berhias waktu akan shalat
bantahan terhadap orang yang mengharamkan perhiasan yang dianugerahkan Allah
perintah memakan ma­kanan yang halal lagi baik dan larangan memakan yang sebaliknya

Kisah:

Kisah Nabi Adam a.s. dengan iblis
kisah Nabi Nuh a.s. dan kaumnya
kisah Nabi Shaleh a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Syu'aib a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Musa a.s. dengan Fir'aun.

Lain-lain:

Al Qur'an diturunkan kepada Nabi yang penghabisan dan perintah mengikutinya
Nabi Muhammad ﷺ diutus untuk seluruh manusia
adab orang mukmin
adab mendengar pembacaan Al Qur'an dan berzikir
rasul bertanggung jawab menyam­paikan seruan Allah
balasan terhadap orang-orang yang mengikuti dan menging­kari rasul
da'wah rasul-rasul yang pertama sekali ialah mentauhidkan Allah


Gambar Kutipan Surah Al A’raaf Ayat 158 *beta

Surah Al A'raaf Ayat 158



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al A'raaf

Surah Al-A'raf (bahasa Arab:الأعراف, al-A'rāf, "Tempat Tertinggi") adalah surah ke-7 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 206 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan sebelum turunnya surah Al-An'am dan termasuk golongan surah Assab 'uththiwaal (tujuh surat yang panjang).
Dinamakan Al-A'raf karena perkataan Al-A'raf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al-A'raf yaitu: tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.

Nomor Surah 7
Nama Surah Al A'raaf
Arab الأعراف
Arti Tempat yang tertinggi
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 39
Juz Juz 8 (ayat 1-87), juz 9 (ayat 88-206)
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 206
Jumlah kata 3346
Jumlah huruf 14437
Surah sebelumnya Surah Al-An'am
Surah selanjutnya Surah Al-Anfal
4.5
Rating Pembaca: 4.9 (13 votes)
Sending







✔ al quran 7:158 dan arti

Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku