Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Al A'raaf

Al A’raaf (Tempat yang tertinggi) surah 7 ayat 153


وَ الَّذِیۡنَ عَمِلُوا السَّیِّاٰتِ ثُمَّ تَابُوۡا مِنۡۢ بَعۡدِہَا وَ اٰمَنُوۡۤا ۫ اِنَّ رَبَّکَ مِنۡۢ بَعۡدِہَا لَغَفُوۡرٌ رَّحِیۡمٌ
Waal-ladziina ‘amiluussai-yi-aati tsumma taabuu min ba’dihaa waaamanuu inna rabbaka min ba’dihaa laghafuurun rahiimun;

Orang-orang yang mengerjakan kejahatan, kemudian bertaubat sesudah itu dan beriman, sesungguhnya Tuhan kamu sesudah taubat yang disertai dengan iman itu adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
―QS. 7:153
Topik ▪ Taubat ▪ Keutamaan taubat ▪ Takut kepada Allah
7:153, 7 153, 7-153, Al A’raaf 153, AlAraaf 153, Al Araf 153, Al-A’raf 153
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al A'raaf (7) : 153. Oleh Kementrian Agama RI

Orang-orang yang mengerjakan kejahatan dan kemaksiatan, kemudian ia bertaubat setelah mengerjakan kejahatan itu dengan taubat yang sebenar-benarnya dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan itu lagi, serta berusaha mengerjakan amal saleh sebanyak-banyaknya, maka taubat mereka akan diterima Allah dan Allah akan memberikan ampunan kepada orang-orang yang benar-benar bertaubat dengan hati yang ikhlas.

Dalam ayat ini dapat diambil kesimpulan bahwa berapa pun besar dosa yang telah dikerjakan oleh seseorang hamba pasti akan diampuni Allah asal saja ia mau bertaubat dengan sebenar-benarnya dan mau melaksanakan semua syarat-syarat taubat yang diterima Allah.
Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta'ala tidak segera mengazab hamba-Nya yang bersalah, tetapi selalu memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertaubat dan menyesali kejahatan yang telah dikerjakannya itu dengan mengerjakan perbuatan-perbuatan baik yang diridai oleh Allah subhanahu wa ta'ala

Al A'raaf (7) ayat 153 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al A'raaf (7) ayat 153 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al A'raaf (7) ayat 153 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Dan orang-orang yang melakukan berbagai keburukan, seperti kekufuran, menuhankan patung anak lembu dan melakukan kemaksiatan, tetapi kemudian benar-benar bertobat kepada Allah, sesungguhnya Tuhanmu--dengan sebab pertobatan itu--akan menjadi Pelindung mereka dan mengampuni apa yang mereka lakukan sebelumnya.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan orang-orang yang mengerjakan kejahatan, kemudian bertobat) kembali tidak melakukannya (sesudah itu dan beriman) terhadap Allah (sesungguhnya Tuhan kamu sesudahnya) sesudah tobat (adalah Maha Pengampun) kepada mereka (lagi Maha Penyayang").

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Dan orang-orang yang melakukan kejahatan, yaitu kekafiran dan kemaksiatan, kemudian setelah itu mereka kembali kepada keimanan dan beramal shalih, sungguh Rabbmu Maha Pengampun terhadap dosa-dosa mereka dan tidak akan mempermalukan mereka setelah bertaubat nasuha (benar), lagi Maha Penyayang kepada mereka dan orang-orang yang bertaubat seperti mereka.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta'ala.
mengingatkan hamba-hamba-Nya dan memberi petunjuk kepada mereka, bahwa Dia menerima tobat hamba-hamba-Nya dari semua dosa apa pun, sekalipun dari kekufuran atau kemusyrikan atau kemunafikan atau perpecahan.
Dalam ayat selanjutnya disebutkan oleh firman-Nya:

Orang-orang yang mengerjakan kejahatan, kemudian bertobat sesudah itu dan beriman, sesungguhnya Tuhanmu

hai Muhammad, hai Rasul tobat, hai Nabi pembawa rahmat.

...sesudah itu

yakni sesudah tobat yang disertai dengan iman itu.

...adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Muslim ibnu Ibrahim, telah menceritakan kepada kami Aban, telah menceritakan kepada kami Qatadah, dari Azrah, dari Al-Hasan, Al-Urni, dari Alqamah, dari Abdullah ibnu Mas'ud, bahwa ia pernah ditanya mengenai masalah tersebut, yakni masalah seorang lelaki yang berbuat zina dengan seorang wanita, lalu lelaki itu mengawininya.
Maka Abdullah ibnu Mas'ud membacakan firman-Nya:

Orang-orang yang mengerjakan kejahatan, kemudian bertobat sesudah itu dan beriman, sesungguhnya Tuhan kamu sesudah tobat yang disertai dengan iman itu adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Abdullah ibnu Mas'ud membaca ayat ini sepuluh kali tanpa ber-amar ma 'ruf dan ber-nahi munkar terhadap mereka.

Informasi Surah Al A'raaf (الأعراف)
Surat Al A'raaf yang berjurnlah 206 ayat termasuk golongan surat Makkiyah, diturunkan sebelum turunnya surat Al An'aam dan termasuk golongan surat "Assab 'uththiwaal" (tujuh surat yang panjang).

Dinamakan "Al A 'raaf" karena perkataan Al A'raaf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al A 'raaf yaitu:
tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.
Mereka itu ialah golongan yang sama banyak kebaikan dan kejahatan mereka.

Keimanan:

Mentauhidkan Allah dalam berdo'a dan beribadat
hanya Allah sendiri yang menga­tur dan menjaga alam
Allah menciptakan undang-undang dan hukum-hukum untuk mengatur kehidupan manusia di dunia dan di akhirat
Allah bersemayam di 'Arasy
bantahan terhadap kepalsuan syirik
ketauhidan adalah sesuai dengan fitrah manu­sia
Musa berbicara dengan Allah
tentang melihat Allah
perintah beribadat sam­bil merendahkan diri kepada Allah
Allah mempunyai al asmaaul husna.

Hukum:

Larangan mengikuti perbuatan dan adat istiadat yang buruk
kewajiban mengikuti Allah dan rasul
perintah berhias waktu akan shalat
bantahan terhadap orang yang mengharamkan perhiasan yang dianugerahkan Allah
perintah memakan ma­kanan yang halal lagi baik dan larangan memakan yang sebaliknya

Kisah:

Kisah Nabi Adam a.s. dengan iblis
kisah Nabi Nuh a.s. dan kaumnya
kisah Nabi Shaleh a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Syu'aib a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Musa a.s. dengan Fir'aun.

Lain-lain:

Al Qur'an diturunkan kepada Nabi yang penghabisan dan perintah mengikutinya
Nabi Muhammad ﷺ diutus untuk seluruh manusia
adab orang mukmin
adab mendengar pembacaan Al Qur'an dan berzikir
rasul bertanggung jawab menyam­paikan seruan Allah
balasan terhadap orang-orang yang mengikuti dan menging­kari rasul
da'wah rasul-rasul yang pertama sekali ialah mentauhidkan Allah


Gambar Kutipan Surah Al A’raaf Ayat 153 *beta

Surah Al A'raaf Ayat 153



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al A'raaf

Surah Al-A'raf (bahasa Arab:الأعراف, al-A'rāf, "Tempat Tertinggi") adalah surah ke-7 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 206 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan sebelum turunnya surah Al-An'am dan termasuk golongan surah Assab 'uththiwaal (tujuh surat yang panjang).
Dinamakan Al-A'raf karena perkataan Al-A'raf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al-A'raf yaitu: tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.

Nomor Surah 7
Nama Surah Al A'raaf
Arab الأعراف
Arti Tempat yang tertinggi
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 39
Juz Juz 8 (ayat 1-87), juz 9 (ayat 88-206)
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 206
Jumlah kata 3346
Jumlah huruf 14437
Surah sebelumnya Surah Al-An'am
Surah selanjutnya Surah Al-Anfal
4.6
Rating Pembaca: 4.4 (8 votes)
Sending








Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku