QS. Al A’raaf (Tempat yang tertinggi) – surah 7 ayat 149 [QS. 7:149]

وَ لَمَّا سُقِطَ فِیۡۤ اَیۡدِیۡہِمۡ وَ رَاَوۡا اَنَّہُمۡ قَدۡ ضَلُّوۡا ۙ قَالُوۡا لَئِنۡ لَّمۡ یَرۡحَمۡنَا رَبُّنَا وَ یَغۡفِرۡ لَنَا لَنَکُوۡنَنَّ مِنَ الۡخٰسِرِیۡنَ
Walammaa suqitha fii aidiihim waraa-u annahum qad dhalluu qaaluuu la-in lam yarhamnaa rabbunaa wayaghfir lanaa lanakuunanna minal khaasiriin(a);

Dan setelah mereka menyesali perbuatannya dan mengetahui bahwa telah sesat, mereka pun berkata,
“Sungguh, jika Tuhan kami tidak memberi rahmat kepada kami dan tidak mengampuni kami, pastilah kami menjadi orang-orang yang rugi.”
―QS. 7:149
Topik ▪ Sifat iblis dan pembantunya
7:149, 7 149, 7-149, Al A’raaf 149, AlAraaf 149, Al Araf 149, Al-A’raf 149
English Translation - Sahih International
And when regret overcame them and they saw that they had gone astray, they said,
“If our Lord does not have mercy upon us and forgive us, we will surely be among the losers.”
―QS. 7:149

 

Tafsir surah Al A'raaf (7) ayat 149

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al A’raaf (7) : 149. Oleh Kementrian Agama RI

Akhirnya Bani Israil menyadari bahwa perbuatan mereka menyembah patung anak sapi adalah perbuatan yang sesat karena mempersekutukan Allah.
Karena itu mereka pun menyesali perbuatan itu dan berkata:
“Sesungguhnya dosa kami sangat besar dan demikian pula kedurhakaan dan keingkaran kami, tidak akan dapat melepaskan dari dosa perbuatan ini, kecuali rahmat Allah dan ampunan-Nya.
Seandainya Tuhan tidak mengasihi kami dengan menerima tobat kami pastilah kami menjadi orang yang merugi di dunia dan di akhirat mendapat azab yang pedih”.