Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Al A'raaf

Al A’raaf (Tempat yang tertinggi) surah 7 ayat 137


وَ اَوۡرَثۡنَا الۡقَوۡمَ الَّذِیۡنَ کَانُوۡا یُسۡتَضۡعَفُوۡنَ مَشَارِقَ الۡاَرۡضِ وَ مَغَارِبَہَا الَّتِیۡ بٰرَکۡنَا فِیۡہَا ؕ وَ تَمَّتۡ کَلِمَتُ رَبِّکَ الۡحُسۡنٰی عَلٰی بَنِیۡۤ اِسۡرَآءِیۡلَ ۬ۙ بِمَا صَبَرُوۡا ؕ وَ دَمَّرۡنَا مَا کَانَ یَصۡنَعُ فِرۡعَوۡنُ وَ قَوۡمُہٗ وَ مَا کَانُوۡا یَعۡرِشُوۡنَ
Waa-uratsnaal qaumal-ladziina kaanuu yustadh’afuuna masyaariqal ardhi wamaghaariba-haallatii baaraknaa fiihaa watammat kalimatu rabbikal husna ‘ala banii israa-iila bimaa shabaruu wadammarnaa maa kaana yashna’u fir’aunu waqaumuhu wamaa kaanuu ya’risyuun(a);

Dan Kami pusakakan kepada kaum yang telah ditindas itu, negeri-negeri bahagian timur bumi dan bahagian baratnya yang telah Kami beri berkah padanya.
Dan telah sempurnalah perkataan Tuhanmu yang baik (sebagai janji) untuk Bani Israil disebabkan kesabaran mereka.
Dan Kami hancurkan apa yang telah dibuat Fir’aun dan kaumnya dan apa yang telah dibangun mereka.
―QS. 7:137
Topik ▪ Maksiat dan dosa ▪ Menyiksa pelaku maksiat ▪ Cara manusia bereproduksi
7:137, 7 137, 7-137, Al A’raaf 137, AlAraaf 137, Al Araf 137, Al-A’raf 137
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al A'raaf (7) : 137. Oleh Kementrian Agama RI

Nabi Musa a.s.
yaitu di saat mereka ditimpa malapetaka dan kesengsaraan karena dosa-dosa mereka yang telah mereka perbuat, mereka minta agar Musa berdoa kepada Allah subhanahu wa ta'ala supaya dihilangkan dari mereka malapetaka dan kesengsaraan itu serta berjanji akan beriman kepada Musa a.s.
dan membiarkan Nabi Musa membawa Bani Israil meninggalkan negeri Mesir, bila kesengsaraan dan malapetaka itu hilang.
Tetapi oleh karena mereka melanggar janji yang telah mereka perbuat, maka Allah subhanahu wa ta'ala mengazab mereka, yaitu dengan menenggelamkan Firaun dan kaumnya di Laut Merah.
Dengan demikian tamatlah riwayat mereka semuanya.
Adapun Nabi Musa bersama Bani Israil dapat menyeberang dengan selamat dan sampailah mereka ke semenanjung Sinai, dalam perjalanan menuju Palestina.
Ayat ini menerangkan salah satu nikmat Allah subhanahu wa ta'ala yang paling besar dilimpahkan-Nya kepada Bani Israil yang beriman, sabar dan tabah dalam menghadapi penderitaan dan kesengsaraan yang mereka alami.

Karena Bani Israil dianggap bangsa pendatang, bukan bangsa asli dan dikhawatirkan mereka akan mengalahkan penduduk asli, maka Firaun berusaha supaya Bani Israil tidak terus berkembang biak, dengan membunuh setiap anak lelaki mereka yang lahir dan membiarkan hidup anak-anak perempuannya.
Mereka diwajibkan mengabdi kepada kepentingan Firaun dan kaumnya yang menindas dan memperbudak mereka, dengan memungut pajak-pajak yang sangat tinggi, menjadikan mereka sebagai pekerja-pekerja paksa dan berat dan berbagai bentuk penindasan dan perbudakan yang lain.

Oleh karena itu Allah subhanahu wa ta'ala mengutus Nabi Musa a.s.
untuk membebaskan mereka dari perbudakan Firaun dan mengeluarkannya dari negeri Mesir.
Pada ayat ini diterangkan bahwa setelah pembebasan itu Allah subhanahu wa ta'ala menganugerahkan kepada Bani Israil negeri timur dan bagian baratnya yang telah diberi berkah oleh Allah.
Ayat ini adalah sebagai pelaksanaan dari janji Allah subhanahu wa ta'ala dalam firman-Nya:

Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi (Mesir) itu dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (bumi), akan Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi dan akan Kami perlihatkan kepada Firaun dan Haman beserta tentaranya apa yang selalu mereka khawatirkan dari mereka itu.
(Q.S Al Qasas: 5-6)

Adapun yang dimaksud dengan negeri-negeri bagian timur bumi dan bagian baratnya yang telah Kami beri berkati dalam firman Tuhan tersebut, ialah negeri Syam (Syuriah, Palestina) bagian timur bumi dan Mesir bagian barat bumi serta negeri-negeri sekitar keduanya yang pernah dikuasai Firaun dahulu.
Negeri-negeri tersebut adalah negeri yang amat besar dan subur, banyak di dalamnya berkah dan kebaikan.
Dari Kaab Al Ahbar, ia berkata, "Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta'ala telah memberkahi negeri Syam, sejak sungai Eufrat sampai ke Arisy.
Hal ini dikuatkan oleh firman Allah subhanahu wa ta'ala

Kami selamatkan Ibrahim dan Lut ke sebuah negeri yang Kami telah memberkahinya untuk sekalian manusia.
(Q.S Al Anbiya': 71)

Dan firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidilharam ke Masjidilaksa, yang telah Kami berkati sekelilingnya...
(Q.S Al Isra': 1)

Dengan lepasnya Bani Israil dan tenggelamnya Firaun dan tentaranya, maka terpenuhilah janji Allah, yaitu untuk memberikan pertolongan dan nikmat kepada orang-orang yang menegakkan agama-Nya, menegakkan kebenaran dan menghancurkan orang-orang yang meruntuhkan agama-Nya dan menekan kebatilan.
Dengan demikian pula sempurnalah terjadinya suatu peristiwa.
yaitu berkuasanya Bani Israil di bagian timur bumi yang subur dan penuh berkah itu.
Allah subhanahu wa ta'ala menepati janjinya berupa pemberian nikmat yang besar kepada Bani Israil.

Nikmat besar yang dilimpahkan itu, sesuai dengan keputusan dan ketetapan Allah subhanahu wa ta'ala karena ketabahan dan kesabaran Bani Israil dalam menghadapi perkosaan dan penindasan Firaun dan kaumnya.

Sesuai pula dengan janji Allah, maka Dia telah menghancurkan semua yang dibangun Firaun yang tujuannya untuk menyombongkan diri dan menghancurkan agama Allah, seperti kota-kota dan istana-istana yang indah, bangunan-bangunan yang besar untuk orang Mesir, taman-taman dan kebun-kebun yang permai, tipu daya tukang sihir, menara yang dibuat Haman untuk melihat dan membinasakan Tuhan dan sebagainya.
Allah subhanahu wa ta'ala menghancurkan semua yang dibangun oleh Firaun dan kaumnya itu adalah untuk:

1.
Menguatkan kenabian Musa a.s.
yaitu membuktikan kebenaran yang disampaikan Musa kepada Firaun dan kaumnya, seperti perkataan, "Allah subhanahu wa ta'ala akan mengazab setiap orang yang durhaka kepada-Nya".
Karena itu Allah subhanahu wa ta'ala mengazab mereka dengan mengirimkan angin tofan, hama belalang dan sebagainya kepada mereka yang membawa malapetaka dan kerusakan.

2.
Melepaskan Bani Israil dari perbudakan Firaun dan kaumnya.

3.
Menghancurkan Firaun dan kaumnya, sehingga mereka tidak lagi memperkosa negeri-negeri lain dan penduduknya.
Sebelum Firaun dan tentaranya tenggelam di Laut Merah, mereka telah diperingatkan oleh Musa a.s.
tetapi mereka mengabaikan peringatan itu.
Kelaliman mereka bertambah-tambah, bahkan mereka bermaksud membunuh Musa a.s.
dan orang-orang yang beriman bersamanya.
Oleh sebab itu Allah subhanahu wa ta'ala menghancurkan mereka karena kelaliman mereka, sesuai dengan firman Allah subhanahu wa ta'ala

Allah tidak menganiaya mereka akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.
(Q.S Ali Imran: 117)

Dari ayat ini dipahami bahwa keimanan yang kuat pada diri Musa a.s.
dan Harun a.s.
serta wahyu yang diterimanya dari Allah subhanahu wa ta'ala mendorongnya untuk membebaskan Bani Israil dari penindasan Firaun dan kaumnya dan memberi ketabahan serta kesabaran untuk mengajak Bani Israil beriman kepada Allah subhanahu wa ta'ala, sekalipun Bani Israil selalu mengejek dan mengingkarinya.
Ia percaya bahwa usahanya termasuk usaha menegakkan agama Allah dan menegakkan kebenaran dan ia percaya pula kepada janji Allah.
Setelah melalui perjuangan yang sangat berat dan waktu yang lama, maka Allah -subhanahu wa ta'ala memberikan pertolongan-Nya dan kemenangan dengan hancurnya Firaun dan kaumnya.

Hal ini dapat dijadikan tamsil dan ibarat oleh kaum muslimin, bahwa janji Allah kepada seluruh orang-orang beriman adalah sama dengan janji Allah yang pernah dijanjikan-Nya kepada para Rasul dahulu, di waktu berjuang menegakkan agama Allah yaitu menolong dan memenangkan setiap usaha menegakkan agama Allah dan menegakkan kebenaran, sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Hai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.
(Q.S Muhammad: 7)

Dan firman Allah subhanahu wa ta'ala lagi:

Sesungguhnya Kami telah mengutus sebelum kamu beberapa orang Rasul kepada kaumnya, mereka datang kepadanya dengan membawa keterangan-keterangan (yang cutup), lalu Kami melakukan pembalasan terhadap orang-orang yang berdosa.
Kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman.

(Q.S Ar Rum: 47)

Al A'raaf (7) ayat 137 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al A'raaf (7) ayat 137 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al A'raaf (7) ayat 137 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Sekelompok orang tertindas di Mesir, yakni Bani Israil, kami anugerahkan mereka seluruh negeri--baik di belahan timur maupun barat--yang Kami berkahi dengan kesuburan dan kebaikan melimpah.
Kalimat[1] Allah terwujud secara sempurna, janji pertolongan-Nya pun terjadi pada Bani Israil yang telah bersabar menanggung kesulitan.
Kami hancurkan semua yang dibuat Fir'aun dan kaumnya berupa gedung-gedung pencakar langit dan istana-istana megah serta atap-atap untuk tanaman dan pepohonan yang menjalar layaknya rambatan pohon anggur.
Itulah bukti kemahakuasaan Allah, dan terbukti benarlah segala yang dijanjikan-Nya kepada Bani Israil.

[1] Kata "kalimat" dalam ayat ini ditafsirkan oleh ayat 5 surat al-Qashash, yaitu berupa jaminan Allah untuk menjadikan orang-orang yang tertindas di muka bumi sebagai pemimpin dan pewaris bumi.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan Kami pusakakan kepada kaum yang telah ditindas itu) melalui perbudakan, yaitu mereka adalah kaum Bani Israel (negeri-negeri bagian timur dan bagian baratnya yang telah Kami beri berkah padanya) dengan air dan pohon, ini adalah kata sifat bagi tanah, yang dimaksud adalah tanah Syam (Dan telah sempurnalah perkataan Tuhanmu yang baik) yang dimaksud ialah firman-Nya, "Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi, Mesir, itu." (Q.S.
Al-Qashash 5) (untuk Bani Israel disebabkan kesabaran mereka) di dalam menanggung penganiayaan musuh mereka (dan Kami hancurkan) Kami binasakan (apa-apa yang telah dibuat Firaun dan kaumnya) bangunan-bangunannya (dan apa yang telah dibangun mereka) dengan mengkasrahkan ra-nya dan boleh juga didamahkan, yakni bangunan-bangunan yang telah mereka tinggikan.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Kami wariskan negeri Syam yang Kami berkati kepada Bani Israil yang dahulu ditindas untuk jadi pelayan-pelayan, Kami keluarkan darinya (negeri itu) tanaman-tanaman, buah-buahan, dan sungai-sungai.
Sempurnalah kalimat Rabbmu (wahai Rasul) Yang Mahabaik atas Bani Israil dengan menempatkan mereka di bumi (Syam) karena kesabaran mereka terhadap siksaan Fir aun dan kaumnya.
Kami hancurkan gedung-gedung dan ladang-ladang yang dibangun oleh Fir aun dan kaumnya serta semua bangunan dan istana-istana dan selain itu yang mereka dirikan.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta'ala.:

Dan telah sempurnalah perkataan Tuhanmu yang baik (sebagai janji) untukBani Israil disebabkan kesabaran mereka.

Menurut Mujahid dan Ibnu Jarir, yang dimaksud dengan perkataan 'Tuhanmu yang baik' ialah apa yang disebutkan oleh firman-Nya dalam surat lain, yaitu:

Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi (Mesir) itu dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang yang mewarisi (bumi).
Dan akan Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi dan akan Kami perlihatkan kepada Fir'aun dan Haman beserta tentaranya apa yang selalu mereka khawatirkan dari mereka (kaum Bani Israil) itu.
(Al Qashash:5-6)

Firman Allah subhanahu wa ta'ala.:

Dan Kami hancurkan apa yang telah dibuat Fir’aun dan kaumnya.

artinya.
Kami rusak semua yang telah dibuat oleh Fir'aun dan kaumnya berupa bangunan-bangunan dan lahan-lahan pertanian.

/i>...dan apa yang telah dibangun mereka.

Menurut Mujahid dan Ibnu Abbas, makna ya'risyun ialah bangunan-bangunan mereka, yakni apa yang telah mereka bangun.

Informasi Surah Al A'raaf (الأعراف)
Surat Al A'raaf yang berjurnlah 206 ayat termasuk golongan surat Makkiyah, diturunkan sebelum turunnya surat Al An'aam dan termasuk golongan surat "Assab 'uththiwaal" (tujuh surat yang panjang).

Dinamakan "Al A 'raaf" karena perkataan Al A'raaf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al A 'raaf yaitu:
tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.
Mereka itu ialah golongan yang sama banyak kebaikan dan kejahatan mereka.

Keimanan:

Mentauhidkan Allah dalam berdo'a dan beribadat
hanya Allah sendiri yang menga­tur dan menjaga alam
Allah menciptakan undang-undang dan hukum-hukum untuk mengatur kehidupan manusia di dunia dan di akhirat
Allah bersemayam di 'Arasy
bantahan terhadap kepalsuan syirik
ketauhidan adalah sesuai dengan fitrah manu­sia
Musa berbicara dengan Allah
tentang melihat Allah
perintah beribadat sam­bil merendahkan diri kepada Allah
Allah mempunyai al asmaaul husna.

Hukum:

Larangan mengikuti perbuatan dan adat istiadat yang buruk
kewajiban mengikuti Allah dan rasul
perintah berhias waktu akan shalat
bantahan terhadap orang yang mengharamkan perhiasan yang dianugerahkan Allah
perintah memakan ma­kanan yang halal lagi baik dan larangan memakan yang sebaliknya

Kisah:

Kisah Nabi Adam a.s. dengan iblis
kisah Nabi Nuh a.s. dan kaumnya
kisah Nabi Shaleh a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Syu'aib a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Musa a.s. dengan Fir'aun.

Lain-lain:

Al Qur'an diturunkan kepada Nabi yang penghabisan dan perintah mengikutinya
Nabi Muhammad ﷺ diutus untuk seluruh manusia
adab orang mukmin
adab mendengar pembacaan Al Qur'an dan berzikir
rasul bertanggung jawab menyam­paikan seruan Allah
balasan terhadap orang-orang yang mengikuti dan menging­kari rasul
da'wah rasul-rasul yang pertama sekali ialah mentauhidkan Allah


Gambar Kutipan Surah Al A’raaf Ayat 137 *beta

Surah Al A'raaf Ayat 137



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al A'raaf

Surah Al-A'raf (bahasa Arab:الأعراف, al-A'rāf, "Tempat Tertinggi") adalah surah ke-7 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 206 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan sebelum turunnya surah Al-An'am dan termasuk golongan surah Assab 'uththiwaal (tujuh surat yang panjang).
Dinamakan Al-A'raf karena perkataan Al-A'raf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al-A'raf yaitu: tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.

Nomor Surah 7
Nama Surah Al A'raaf
Arab الأعراف
Arti Tempat yang tertinggi
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 39
Juz Juz 8 (ayat 1-87), juz 9 (ayat 88-206)
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 206
Jumlah kata 3346
Jumlah huruf 14437
Surah sebelumnya Surah Al-An'am
Surah selanjutnya Surah Al-Anfal
4.8
Rating Pembaca: 4.4 (20 votes)
Sending







✔ 7ayat137

Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku