QS. Al A’raaf (Tempat yang tertinggi) – surah 7 ayat 120 [QS. 7:120]

وَ اُلۡقِیَ السَّحَرَۃُ سٰجِدِیۡنَ
Waulqiyassaharatu saajidiin(a);

Dan ahli-ahli sihir itu serta merta meniarapkan diri dengan bersujud.
―QS. 7:120
Topik ▪ Sikap Yahudi terhadap agama-agama samawi
7:120, 7 120, 7-120, Al A’raaf 120, AlAraaf 120, Al Araf 120, Al-A’raf 120

Tafsir surah Al A'raaf (7) ayat 120

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al A’raaf (7) : 120. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala menerangkan bahwa setelah melihat kehebatan mukjizat Nabi Musa, maka para ahli sihir, serta merta bersujud kepada Allah, karena mereka telah yakin tentang kebenaran seruan Nabi Musa dan bahwa ia bukanlah ahli sihir seperti yang mereka duga sebelumnya, sesuai dengan tuduhan Firaun dan para pembesarnya.
Selain itu, juga disebabkan karena mereka telah menyadari bahwa sihir mereka yang dibangga-banggakan selama ini hanyalah kebatilan dan tidak berdaya bila berhadapan dengan kebenaran yang datang dari Allah Yang Maha Kuasa.
Mereka sudah tidak mempunyai penghargaan sedikitpun terhadap Firaun dan para pembesarnya yang telah berusaha dengan segala daya upaya untuk mengingkari kekuasaan dan kebesaran Allah subhanahu wa ta’ala pencipta dan penguasa alam semesta.

Mengenai bersujudnya para ahli sihir tersebut, Allah menerangkannya dalam ayat yang lain sebagai berikut:

Lalu tukang-tukang sihir itu tersungkur dengan bersujud seraya berkata, “Kami telah percaya kepada Tuhan Harun dan Musa”
(Q.S. Thaa haa [20]: 70)

Dalam ayat lain Allah berfirman:

Maka tersungkurlah ahli-ahli sihir sambil bersujud (kepada Allah), mereka berkata, “Kami beriman kepada Tuhan semesta alam”.
(Q.S. Asy-Syu’ara’ [26]: 46-47)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Demikianlah halnya Fir’aun dan pembesar-pembesarnya.
Adapun para ahli sihir itu, mereka tercengang kagum mendapati kebenaran yang terjadi itu, sehingga terdorong untuk sujud kepada Allah dan tunduk kepada kebenaran.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan ahli-ahli sihir itu dengan serta-merta meniarapkan diri dengan bersujud).

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Para ahli sihir itu serta merta sujud kepada Allah Rabb semesta alam dan mengakui keagungan kekuasaan Allah.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Tafsir ayat ini tidak diterangkan secara terpisah pada kitab aslinya.


Informasi Surah Al A'raaf (الأعراف)
Surat Al A’raaf yang berjurnlah 206 ayat termasuk golongan surat Makkiyah, diturunkan sebelum turunnya surat Al An’aam dan termasuk golongan surat “Assab ‘uththiwaal” (tujuh surat yang panjang).

Dinamakan “Al A ‘raaf” karena perkataan Al A’raaf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al A ‘raaf yaitu:
tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.
Mereka itu ialah golongan yang sama banyak kebaikan dan kejahatan mereka.

Keimanan:

Mentauhidkan Allah dalam berdo’a dan beribadat
hanya Allah sendiri yang menga­tur dan menjaga alam
Allah menciptakan undang-undang dan hukum-hukum untuk mengatur kehidupan manusia di dunia dan di akhirat
Allah bersemayam di ‘Arasy
bantahan terhadap kepalsuan syirik
ketauhidan adalah sesuai dengan fitrah manu­sia
Musa berbicara dengan Allah
tentang melihat Allah
perintah beribadat sam­bil merendahkan diri kepada Allah
Allah mempunyai al asmaaul husna.

Hukum:

Larangan mengikuti perbuatan dan adat istiadat yang buruk
kewajiban mengikuti Allah dan rasul
perintah berhias waktu akan shalat
bantahan terhadap orang yang mengharamkan perhiasan yang dianugerahkan Allah
perintah memakan ma­kanan yang halal lagi baik dan larangan memakan yang sebaliknya

Kisah:

Kisah Nabi Adam a.s. dengan iblis
kisah Nabi Nuh a.s. dan kaumnya
kisah Nabi Shaleh a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Syu’aib a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Musa a.s. dengan Fir’aun.

Lain-lain:

Al Qur’an diturunkan kepada Nabi yang penghabisan dan perintah mengikutinya
Nabi Muhammad ﷺ diutus untuk seluruh manusia
adab orang mukmin
adab mendengar pembacaan Al Qur’an dan berzikir
rasul bertanggung jawab menyam­paikan seruan Allah
balasan terhadap orang-orang yang mengikuti dan menging­kari rasul
da’wah rasul-rasul yang pertama sekali ialah mentauhidkan Allah

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-A'raaf (7) ayat 120 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-A'raaf (7) ayat 120 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-A'raaf (7) ayat 120 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-A'raaf - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 206 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 7:120
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al A'raaf.

Surah Al-A'raf (bahasa Arab:الأعراف, al-A'rāf, "Tempat Tertinggi") adalah surah ke-7 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 206 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan sebelum turunnya surah Al-An'am dan termasuk golongan surah Assab 'uththiwaal (tujuh surat yang panjang).
Dinamakan Al-A'raf karena perkataan Al-A'raf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al-A'raf yaitu: tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.

Nomor Surah 7
Nama Surah Al A'raaf
Arab الأعراف
Arti Tempat yang tertinggi
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 39
Juz Juz 8 (ayat 1-87), juz 9 (ayat 88-206)
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 206
Jumlah kata 3346
Jumlah huruf 14437
Surah sebelumnya Surah Al-An'am
Surah selanjutnya Surah Al-Anfal
4.9
Ratingmu: 4.3 (27 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta