QS. Al A’raaf (Tempat yang tertinggi) – surah 7 ayat 119 [QS. 7:119]

فَغُلِبُوۡا ہُنَالِکَ وَ انۡقَلَبُوۡا صٰغِرِیۡنَ
Faghulibuu hunaalika waanqalabuu shaaghiriin(a);

Maka mereka kalah di tempat itu dan jadilah mereka orang-orang yang hina.
―QS. 7:119
Topik ▪ Perintah untuk berfikir dan menghayati
7:119, 7 119, 7-119, Al A’raaf 119, AlAraaf 119, Al Araf 119, Al-A’raf 119

Tafsir surah Al A'raaf (7) ayat 119

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al A’raaf (7) : 119. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala menegaskan bahwa ahli sihir itu telah dikalahkan di tempat itu dan jadilah mereka orang-orang yang hina dina.
Artinya, bila sebelum peristiwa itu, para ahli sihir bangga, maka setelah kekalahan itu tersingkaplah kebohongan dan kepalsuan mereka, lantaran sihir mereka tidak mempunyai kekuatan apa-apa lagi.
Di samping itu, karena kekalahan tersebut, sirnalah sudah harapan mereka untuk mendapatkan harta benda, pangkat dan kekayaan yang tadinya telah dijanjikan Firaun kepada mereka.

Kekalahan para sihir tersebut, sebagaimana disebutkan di atas, adalah kekalahan Firaun dan para pembesarnya.
Pada mulanya mereka penuh pengharapan bahwa ahli-ahli sihir yang terpandai yang mereka kumpulkan dari pelbagai tempat dalam wilayah kekuasaannya, dengan mudah dapat mengalahkan Nabi Musa.
Karena itu ia mengobral janji, tapi ternyata para ahli sihir itu mengalami kekalahan dan Nabi Musa mendapat kemenangan, maka.
pudarlah harapan Firaun dan pemuka-pemukanya untuk dapat mempertahankan kebesaran dan kekuasaannya.
Hilanglah kehebatan mereka di mata orang banyak dan jadilah mereka orang-orang yang hina pula.
Apalagi peristiwa tersebut terjadi pada salah satu hari raya mereka, sehingga orang-orang yang menyaksikan peristiwa itu tidaklah sedikit.
Mengenai ini Allah berfirman dalam ayat lain:

Musa berkata, “Pertemuan (kami dengan) kamu itu ialah di hari raya dan hendaklah dikumpulkan manusia pada waktu matahari sepenggalah.
(Q.S. Thaa haa [20]: 59)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Dalam pertemuan itu, Fir’aun beserta para pembantunya berada di pihak yang kalah.
Mereka merasa sangat terhina dengan kekalahan ini.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Maka mereka kalah) yakni Firaun dan kaumnya (di tempat itu dan jadilah mereka orang-orang yang hina) artinya kini mereka menjadi orang-orang yang kecil lagi hina.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Para penyihir kalah di tempat itu, lalu Fir aun dan kaumnya pergi meninggalkan tempat itu dengan kekalahan dan kehinaan.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Tafsir ayat ini tidak diterangkan secara terpisah pada kitab aslinya.


Informasi Surah Al A'raaf (الأعراف)
Surat Al A’raaf yang berjurnlah 206 ayat termasuk golongan surat Makkiyah, diturunkan sebelum turunnya surat Al An’aam dan termasuk golongan surat “Assab ‘uththiwaal” (tujuh surat yang panjang).

Dinamakan “Al A ‘raaf” karena perkataan Al A’raaf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al A ‘raaf yaitu:
tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.
Mereka itu ialah golongan yang sama banyak kebaikan dan kejahatan mereka.

Keimanan:

Mentauhidkan Allah dalam berdo’a dan beribadat
hanya Allah sendiri yang menga­tur dan menjaga alam
Allah menciptakan undang-undang dan hukum-hukum untuk mengatur kehidupan manusia di dunia dan di akhirat
Allah bersemayam di ‘Arasy
bantahan terhadap kepalsuan syirik
ketauhidan adalah sesuai dengan fitrah manu­sia
Musa berbicara dengan Allah
tentang melihat Allah
perintah beribadat sam­bil merendahkan diri kepada Allah
Allah mempunyai al asmaaul husna.

Hukum:

Larangan mengikuti perbuatan dan adat istiadat yang buruk
kewajiban mengikuti Allah dan rasul
perintah berhias waktu akan shalat
bantahan terhadap orang yang mengharamkan perhiasan yang dianugerahkan Allah
perintah memakan ma­kanan yang halal lagi baik dan larangan memakan yang sebaliknya

Kisah:

Kisah Nabi Adam a.s. dengan iblis
kisah Nabi Nuh a.s. dan kaumnya
kisah Nabi Shaleh a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Syu’aib a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Musa a.s. dengan Fir’aun.

Lain-lain:

Al Qur’an diturunkan kepada Nabi yang penghabisan dan perintah mengikutinya
Nabi Muhammad ﷺ diutus untuk seluruh manusia
adab orang mukmin
adab mendengar pembacaan Al Qur’an dan berzikir
rasul bertanggung jawab menyam­paikan seruan Allah
balasan terhadap orang-orang yang mengikuti dan menging­kari rasul
da’wah rasul-rasul yang pertama sekali ialah mentauhidkan Allah

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-A'raaf (7) ayat 119 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-A'raaf (7) ayat 119 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-A'raaf (7) ayat 119 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-A'raaf - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 206 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 7:119
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al A'raaf.

Surah Al-A'raf (bahasa Arab:الأعراف, al-A'rāf, "Tempat Tertinggi") adalah surah ke-7 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 206 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan sebelum turunnya surah Al-An'am dan termasuk golongan surah Assab 'uththiwaal (tujuh surat yang panjang).
Dinamakan Al-A'raf karena perkataan Al-A'raf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al-A'raf yaitu: tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.

Nomor Surah 7
Nama Surah Al A'raaf
Arab الأعراف
Arti Tempat yang tertinggi
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 39
Juz Juz 8 (ayat 1-87), juz 9 (ayat 88-206)
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 206
Jumlah kata 3346
Jumlah huruf 14437
Surah sebelumnya Surah Al-An'am
Surah selanjutnya Surah Al-Anfal
4.8
Ratingmu: 4.2 (16 orang)
Sending







Pembahasan ▪ al araf 117-122 mp3 ghamidi

Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta