Al A’raaf (Tempat yang tertinggi) – surah 7 ayat 118 [QS. 7:118]

فَوَقَعَ الۡحَقُّ وَ بَطَلَ مَا کَانُوۡا یَعۡمَلُوۡنَ
Fawaqa’al haqqu wabathala maa kaanuu ya’maluun(a);

Karena itu nyatalah yang benar dan batallah yang selalu mereka kerjakan.
―QS. 7:118
Topik ▪ Iman ▪ Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin ▪ Penghinaan dan pengusiran bangsa Yahudi
7:118, 7 118, 7-118, Al A’raaf 118, AlAraaf 118, Al Araf 118, Al-A’raf 118

Tafsir surah Al A'raaf (7) ayat 118

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al A’raaf (7) : 118. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala menegaskan bahwa dengan lenyapnya semua ular ciptaan ahli-ahli sihir Firaun dari pandangan orang-orang yang menyaksikannya berarti kemenangan mukjizat yang dikaruniakan-Nya kepada Nabi Musa a.s.
atas perbuatan ahli-ahli sihir yang peneuh kebatilan dan kepalsuan itu.
Sihir mereka menjadi tidak berdaya menghadapi mukjizat utusan Allah.

Dalam kisah Nabi Musa yang terdapat dalam surah Taha, sehubungan dengan masalah ini Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

Sesungguhnya apa yang mereka perbuat itu adalah tipu daya tukang sihir (belaka).
Dan tidak akan menang tukang sihir itu dari mana saja pun ia datang.

(Q.S Taha: 69)

Sedang dalam kisah yang terdapat dalam surah Yunus, Allah subhanahu wa ta’ala berfirman sebagai berikut:

Maka setelah mereka melemparkan, Musa berkata, “Apa yang kamu lakukan itu, itulah yang sihir, sesungguhnya Allah akan menampakkan ketidak benarannya”.
Sesungguhnya Allah tidak akan membiarkan terus berlangsungnya pekerjaan orang-orang yang berbuat kerusakan.

(Q.S Yunus: 81)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Maka nyatalah kebenaran yang berada di pihak Musa dan batillah pengelabuan yang dilakukan para ahli sihir itu.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Karena itu nyatalah yang benar) yakni telah tetap dan menang yang benar itu (dan batallah yang selalu mereka kerjakan) yaitu perbuatan-perbuatan sihir mereka.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Maka nyata dan teranglah bagi orang yang hadir dan menyaksikan peristiwa itu bahwa Musa adalah seorang utusan Allah yang menyeru kepada kebenaran dan sia-sialah kebohongan yang mereka kerjakan.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Tafsir ayat ini tidak diterangkan secara terpisah pada kitab aslinya.


Informasi Surah Al A'raaf (الأعراف)
Surat Al A’raaf yang berjurnlah 206 ayat termasuk golongan surat Makkiyah, diturunkan sebelum turunnya surat Al An’aam dan termasuk golongan surat “Assab ‘uththiwaal” (tujuh surat yang panjang).

Dinamakan “Al A ‘raaf” karena perkataan Al A’raaf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al A ‘raaf yaitu:
tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.
Mereka itu ialah golongan yang sama banyak kebaikan dan kejahatan mereka.

Keimanan:

Mentauhidkan Allah dalam berdo’a dan beribadat
hanya Allah sendiri yang menga­tur dan menjaga alam
Allah menciptakan undang-undang dan hukum-hukum untuk mengatur kehidupan manusia di dunia dan di akhirat
Allah bersemayam di ‘Arasy
bantahan terhadap kepalsuan syirik
ketauhidan adalah sesuai dengan fitrah manu­sia
Musa berbicara dengan Allah
tentang melihat Allah
perintah beribadat sam­bil merendahkan diri kepada Allah
Allah mempunyai al asmaaul husna.

Hukum:

Larangan mengikuti perbuatan dan adat istiadat yang buruk
kewajiban mengikuti Allah dan rasul
perintah berhias waktu akan shalat
bantahan terhadap orang yang mengharamkan perhiasan yang dianugerahkan Allah
perintah memakan ma­kanan yang halal lagi baik dan larangan memakan yang sebaliknya

Kisah:

Kisah Nabi Adam a.s. dengan iblis
kisah Nabi Nuh a.s. dan kaumnya
kisah Nabi Shaleh a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Syu’aib a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Musa a.s. dengan Fir’aun.

Lain-lain:

Al Qur’an diturunkan kepada Nabi yang penghabisan dan perintah mengikutinya
Nabi Muhammad ﷺ diutus untuk seluruh manusia
adab orang mukmin
adab mendengar pembacaan Al Qur’an dan berzikir
rasul bertanggung jawab menyam­paikan seruan Allah
balasan terhadap orang-orang yang mengikuti dan menging­kari rasul
da’wah rasul-rasul yang pertama sekali ialah mentauhidkan Allah

Audio

Qari Internasional

Al A'raaf (7) ayat 118 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Al A'raaf (7) ayat 118 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Al A'raaf (7) ayat 118 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al A'raaf - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full 206 Ayat & Terjemahan


Gambar



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Baqarah

Surah Al-A'raf (bahasa Arab:الأعراف, al-A'rāf, "Tempat Tertinggi") adalah surah ke-7 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 206 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan sebelum turunnya surah Al-An'am dan termasuk golongan surah Assab 'uththiwaal (tujuh surat yang panjang).
Dinamakan Al-A'raf karena perkataan Al-A'raf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al-A'raf yaitu: tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.

Nomor Surah7
Nama SurahAl A'raaf
Arabالأعراف
ArtiTempat yang tertinggi
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu39
JuzJuz 8 (ayat 1-87), juz 9 (ayat 88-206)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat206
Jumlah kata3346
Jumlah huruf14437
Surah sebelumnyaSurah Al-An'am
Surah selanjutnyaSurah Al-Anfal
4.7
Ratingmu: 4.9 (15 orang)
Sending

✅ URL singkat halaman ini: https://risalahmuslim.id/7-118







Pembahasan ▪ impotensi al araf 118 ▪ QS AL ARAF 118-119

Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta