Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Al A'raaf

Al A’raaf (Tempat yang tertinggi) surah 7 ayat 115


قَالُوۡا یٰمُوۡسٰۤی اِمَّاۤ اَنۡ تُلۡقِیَ وَ اِمَّاۤ اَنۡ نَّکُوۡنَ نَحۡنُ الۡمُلۡقِیۡنَ
Qaaluuu yaa muusa immaa an tulqiya waimmaa an nakuuna nahnul mulqiin(a);

Ahli-ahli sihir berkata:
“Hai Musa, kamukah yang akan melemparkan lebih dahulu, ataukah kami yang akan melemparkan?”
―QS. 7:115
Topik ▪ Penghinaan dan pengusiran bangsa Yahudi
7:115, 7 115, 7-115, Al A’raaf 115, AlAraaf 115, Al Araf 115, Al-A’raf 115
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al A'raaf (7) : 115. Oleh Kementrian Agama RI

Setelah mendapat jawaban dan janji yang menggembirakan dari Firaun tersebut, maka ahli-ahli sihir lalu menoleh kepada Nabi Musa dan mereka berkata kepadanya, "Siapakah yang menjatuhkan tongkatnya lebih dahulu, kamu atau kami?.

Tantangan ini menunjukkan bahwa para ahli-ahli sihir Firaun sangat percaya dan sangat membanggakan keampuhan sihirnya.
Mereka tidak memperdulikan akibat yang akan menimpa diri mereka, apalagi karena sudah mendapatkan janji yang sangat muluk dari raja mereka Andai kata mereka tidak demikian halnya, pasti mereka tidak akan memberikan pilihan kepada musuhnya.
Sebab seseorang yang berakal sehat, bila berhadapan dengan musuhnya, pasti ia tidak akan menyerang terlebih dahulu, melainkan akan membiarkan musuhnya memulai pertandingan atau perkelahian, agar dapat mengetahui siasat dan kemampuan musuhnya serta mengetahui segi-segi kelemahannya.

Dari peristiwa ini, sekali lagi dapat kita lihat bahwa motif yang mendorong ahli-ahli sihir untuk berhadapan dengan Nabi Musa, bukanlah keyakinan akan kebenaran agama mereka, melainkan adalah karena mengharapkan harta, pangkat dan kekuasaan yang telah dijanjikan Firaun kepada mereka.
Dasar perjuangan yang rapuh ini pasti tidak akan mampu berhadapan dengan dasar yang lebih kokoh yang dimiliki Nabi Musa, yaitu dasar keimanan kepada Allah Tuhan seru sekalian alam.

Al A'raaf (7) ayat 115 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al A'raaf (7) ayat 115 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al A'raaf (7) ayat 115 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Para ahli sihir itu pun--setelah mendapatkan janji Fir'aun--dengan penuh percaya diri mendatangi Musa dan berkata, "Silakan lempar lebih dulu apa yang kamu miliki, atau biar kami yang lebih dulu melempar."

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Ahli-ahli sihir berkata, "Hai Musa! Kamukah yang akan melemparkan lebih dahulu) tongkatmu (ataukah kami yang akan melemparkan?") apa-apa yang ada pada kami.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Para penyihir itu berkata kepada Musa dengan menyombongkan diri dan meremehkan :
Wahai Musa, pilihlah, kamu yang akan melemparkan tongkatmu dahulu atau kami yang akan melemparkan duluan?

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Demikianlah tantangan para ahli sihir kepada Musa 'alaihis salam dalam ucapan mereka, seperti yang disitir oleh firman-Nya:

Kamukah yang akan melemparkan lebih dahulu, ataukah kamiyang akan melemparkan?
(Al-A''raf: 115)

Maksudnya, apakah kamu terlebih dahulu yang melemparkan.
Pengertian ini sama dengan yang disebutkan di dalam ayat lain melalui firman-Nya:

atau kamikah orang yang mula-mula melemparkan?
(Thaha: 65)

Informasi Surah Al A'raaf (الأعراف)
Surat Al A'raaf yang berjurnlah 206 ayat termasuk golongan surat Makkiyah, diturunkan sebelum turunnya surat Al An'aam dan termasuk golongan surat "Assab 'uththiwaal" (tujuh surat yang panjang).

Dinamakan "Al A 'raaf" karena perkataan Al A'raaf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al A 'raaf yaitu:
tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.
Mereka itu ialah golongan yang sama banyak kebaikan dan kejahatan mereka.

Keimanan:

Mentauhidkan Allah dalam berdo'a dan beribadat
hanya Allah sendiri yang menga­tur dan menjaga alam
Allah menciptakan undang-undang dan hukum-hukum untuk mengatur kehidupan manusia di dunia dan di akhirat
Allah bersemayam di 'Arasy
bantahan terhadap kepalsuan syirik
ketauhidan adalah sesuai dengan fitrah manu­sia
Musa berbicara dengan Allah
tentang melihat Allah
perintah beribadat sam­bil merendahkan diri kepada Allah
Allah mempunyai al asmaaul husna.

Hukum:

Larangan mengikuti perbuatan dan adat istiadat yang buruk
kewajiban mengikuti Allah dan rasul
perintah berhias waktu akan shalat
bantahan terhadap orang yang mengharamkan perhiasan yang dianugerahkan Allah
perintah memakan ma­kanan yang halal lagi baik dan larangan memakan yang sebaliknya

Kisah:

Kisah Nabi Adam a.s. dengan iblis
kisah Nabi Nuh a.s. dan kaumnya
kisah Nabi Shaleh a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Syu'aib a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Musa a.s. dengan Fir'aun.

Lain-lain:

Al Qur'an diturunkan kepada Nabi yang penghabisan dan perintah mengikutinya
Nabi Muhammad ﷺ diutus untuk seluruh manusia
adab orang mukmin
adab mendengar pembacaan Al Qur'an dan berzikir
rasul bertanggung jawab menyam­paikan seruan Allah
balasan terhadap orang-orang yang mengikuti dan menging­kari rasul
da'wah rasul-rasul yang pertama sekali ialah mentauhidkan Allah


Gambar Kutipan Surah Al A’raaf Ayat 115 *beta

Surah Al A'raaf Ayat 115



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al A'raaf

Surah Al-A'raf (bahasa Arab:الأعراف, al-A'rāf, "Tempat Tertinggi") adalah surah ke-7 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 206 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan sebelum turunnya surah Al-An'am dan termasuk golongan surah Assab 'uththiwaal (tujuh surat yang panjang).
Dinamakan Al-A'raf karena perkataan Al-A'raf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al-A'raf yaitu: tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.

Nomor Surah7
Nama SurahAl A'raaf
Arabالأعراف
ArtiTempat yang tertinggi
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu39
JuzJuz 8 (ayat 1-87), juz 9 (ayat 88-206)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat206
Jumlah kata3346
Jumlah huruf14437
Surah sebelumnyaSurah Al-An'am
Surah selanjutnyaSurah Al-Anfal
4.4
Rating Pembaca: 4.6 (12 votes)
Sending