QS. Al A’raaf (Tempat yang tertinggi) – surah 7 ayat 11 [QS. 7:11]

وَ لَقَدۡ خَلَقۡنٰکُمۡ ثُمَّ صَوَّرۡنٰکُمۡ ثُمَّ قُلۡنَا لِلۡمَلٰٓئِکَۃِ اسۡجُدُوۡا لِاٰدَمَ ٭ۖ فَسَجَدُوۡۤا اِلَّاۤ اِبۡلِیۡسَ ؕ لَمۡ یَکُنۡ مِّنَ السّٰجِدِیۡنَ
Walaqad khalaqnaakum tsumma shau-warnaakum tsumma qulnaa lilmalaa-ikatiisjuduu li-aadama fasajaduu ilaa ibliisa lam yakun minassaajidiin(a);

Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada para malaikat:
“Bersujudlah kamu kepada Adam”,
maka merekapun bersujud kecuali iblis.
Dia tidak termasuk mereka yang bersujud.
―QS. 7:11
Topik ▪ Penciptaan ▪ Penciptaan Adam as. dan keturunannya ▪ Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat
7:11, 7 11, 7-11, Al A’raaf 11, AlAraaf 11, Al Araf 11, Al-A’raf 11

Tafsir surah Al A'raaf (7) ayat 11

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al A’raaf (7) : 11. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala menerangkan bahwa Dia telah menciptakan Adam ‘alaihis salam yang akan disusul oleh keturunannya, pada mulanya dari tanah liat yang kemudian diberi bentuk dengan yang sebaik-baiknya, sebagaimana firman Allah:

Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk.
(Q.S. Al-Hijr [15]: 28)

Dan dalam firman Allah:

Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.
(Q.S. At-Tin [95]: 4)

Adapun proses kejadian anak cucu Adam ‘alaihis salam adalah sebagaimana yang disebutkan dalam firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu sari pati (berasal) dari tanah.
Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).
Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, kemudian segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang-belulang, lalu tulang-belulang itu Kami bungkus dengan daging, kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain.
Maka Maha Sucilah Allah Pencipta Yang Paling Baik.

(Q.S. Al-Mu’minun [23]: 12, 13, dan 14)

Kemudian setelah selesai Nabi Adam ‘alaihis salam diciptakan, Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan para malaikat supaya sujud kepada Adam ‘alaihis salam sebagai penghormatan karena Adam itulah nanti yang akan menjadi khalifah-Nya di bumi dan dia pulalah nanti yang akan memberitahukan nama-nama beberapa benda.
Maka sujudlah para malaikat menghormati Adam kecuali iblis, suatu jenis makhluk yang berasal dari jin yang pada waktu itu hadir bersama para malaikat.
Dia menentang perintah Allah dan tidak mau sujud bersama-sama para malaikat itu.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Di dalam kisah-kisah umat terdahulu terdapat banyak pelajaran dan nasihat dan di situ jelas bahwa setan selalu berusaha menghilangkan nikmat-nikmat dari kalian dengan membuat kalian lupa perintah Allah.
Kami telah menciptakan bapak kalian, Adam, dan membentuknya dengan sempurna.
Setelah itu Kami berfirman kepada malaikat, “Hormatilah ia!” Lalu mereka menghormatinya sebagai bukti ketaatan mereka kepada Tuhan.
Semua menghormatinya kecuali Iblis yang tidak taat.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Sesungguhnya Kami telah menciptakanmu) maksudnya ayah kamu yaitu Adam (lalu Kami bentuk tubuhmu) Kami membentuk tubuhnya sedangkan kamu masih berada di dalam sulbinya (kemudian Kami katakan kepada para malaikat, “Bersujudlah kamu kepada Adam,”) sebagai penghormatan, yaitu dengan menundukkan punggung (maka mereka pun bersujud kecuali iblis) yaitu kakek moyang bangsa jin yang ada di antara malaikat (dia tidak termasuk mereka yang bersujud).

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Sungguh telah Kami anugerahkan nikmat kepada kalian dengan menciptakan bapak kalian, Adam, dari sesuatu yang tidak ada sebelumnya.
Kemudian, Kami membentuknya menjadi sempurna dibandingkan dengan makhluk yang lain.
Kami perintahkan para malaikat untuk bersujud kepadanya sebagai tanda kemuliaan, penghormatan, dan menunjukkan bahwa Adam memiliki keutamaan.
Lalu, mereka semua (malaikat) bersujud, tetapi Iblis yang ketika itu masih bersama mereka tidak mau bersujud kepada Adam karena dengki terhadapnya atas penghormatan yang mulia itu.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Melalui ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala.
mengingatkan kepada Bani Adam (manusia) tentang kemuliaan bapak mereka, yaitu Adam.
Allah menjelaskan kepada mereka perihal musuh mereka (yaitu iblis) dan kedengkian yang tersimpan di dalam diri iblis terhadap mereka dan bapak mereka, supaya mereka bersikap waspada terhadapnya dan jangan mengikuti jalan iblis.
Untuk itu Allah subhanahu wa ta’ala.
berfirman:

Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu, lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada para malaikat, “Bersujudlah kalian kepada Adam,” maka mereka pun bersujud (Q.S. Al-A’raf [7]: 11)

Makna ayat ini semisal dengan ayat lain yang disebutkan melalui firman-Nya:

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Ku, maka tunduklah kalian kepadanya dengan bersujud.” (Q.S. Al-Hijr [15]: 28-29)

Demikian itu karena ketika Allah subhanahu wa ta’ala.
menciptakan Adam ‘alaihis salam dengan tangan kekuasaan-Nya dari tanah liat, lalu Allah memberinya bentuk manusia yang sempurna dan meniupkan ke dalam tubuhnya sebagian dari roh (ciptaan)-Nya.
Maka Allah memerintahkan kepada semua malaikat untuk bersujud kepada Adam sebagai penghormatan kepada keagungan Allah subhanahu wa ta’ala.
Semua malaikat mendengar dan menaati perintah itu kecuali iblis, ia tidak mau bersujud.

Dalam permulaan tafsir surat Al-Baqarah telah kami terangkan perihal iblis.
Apa yang kami tetapkan di sini merupakan pendapat yang dipilih oleh Ibnu Jarir yang mengatakan bahwa makna yang dimaksud adalah Adam ‘alaihis salam

Sufyan As-Sauri meriwayatkan dari Al-A’masy, dari Minhal ibnu Amr dan dari Sa’id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas sehubungan dengan firman-Nya: Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu.
lalu Kami bentuk tubuhmu.
(Q.S. Al-A’raf [7]: 11) Bahwa mereka diciptakan di dalam tulang-tulang sulbi kaum laki-laki, lalu mereka dibentuk di dalam rahim-rahim wanita.

Asar diriwayatkan oleh Imam Hakim.
Imam Hakim mengatakan bahwa asar ini sahih dengan syarat Imam Bukhari dan Imam Muslim, tetapi keduanya tidak mengetengahkannya.

Dinukil pula dari Ibnu Jarir, dari sebagian ulama Salaf, bahwa makna yang dimaksud ialah anak cucu Adam ‘alaihis salam

Ar-Rabi’ ibnu Anas, As-Saddi, Qatadah, dan Ad-Dahhak telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu, lalu Kami bentuk tubuhmu.
Yakni Kami ciptakan Adam, kemudian Kami bentuk anak cucunya.

Tetapi pendapat ini masih perlu dipertimbangkan, mengingat sesudahnya disebutkan oleh firman-Nya:

Kemudian Kami katakan kepada para malaikat, “Bersujudlah kalian kepada Adam.”
Maka hal ini menunjukkan bahwa yang dimaksud adalah Adam.

Sesungguhnya hal ini diungkapkan dalam bentuk jamak, mengingat Adam adalah bapak umat manusia.
Sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala.
yang ditujukan kepada kaum Bani Israil yang ada di masa Nabi ﷺ melalui ayat berikut:

Dan Kami naungi kalian dengan awan, dan Kami turunkan kepada kalian manna dan satwa.
(Q.S. Al-Baqarah [2]: 57)

Makna yang dimaksud adalah bapak moyang mereka yang hidup di masa Nabi Musa ‘alaihis salam Tetapi mengingat hal tersebut merupakan karunia Allah yang telah diberikan kepada bapak moyang mereka yang merupakan asal mereka, maka seakan-akan hal tersebut terjadi pada anak-anak mereka.
Hal ini berbeda dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya:

Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah.
(Q.S. Al-Mu’minun [23]: 12)

Makna yang dimaksud ialah bahwa Adam diciptakan dari saripati tanah, sedangkan anak cucunya diciptakan dari nutfah (air mani).
Pengertian ini dibenarkan, mengingat makna yang dimaksud dengan insan ialah jenisnya tanpa ada penentuan.


Kata Pilihan Dalam Surah Al A'raaf (7) Ayat 11

ADAM
ءَادَم

Al Baidawi berkata Adam ialah nama ‘ajam (bukan Arab) sama seperti Azir dan Salih. Ia diambil dari kata al udmah atau al admah yang bermakna uswah, yang bermakna menjadi tauladan. Atau dari adim al ardh yang berarti permukaan bumi atau tanah, sebagaimana yang diriwayatkan dari Rasulullah, di mana Allah menggenggam satu genggaman dari seluruh tanah yang mudah dan yang susah, maka dia menciptakan Adam daripadanya. Oleh karena itu, setelahnya datang keturunannya yang berbeda-beda. Atau dari al adam atau al admah yang bermakna mendamaikan, sama seperti perkataan Idris yang dipetik dari kata ad dars, Ya’qub dari al aqb dan iblis dari al iblas.

Allah menciptakan Adam dari bahagian­ bahagian yang berbeda-beda dan berbagai kemampuan. Ia telah mengetahui segala bentuk pengetahuan yang dapat diterima akal (al­ maqulat) maupun yang dapat disentuh atau diraba (albmahsusat)’

Al Khazin berpendapat, ia dinamakan Adam karena ia diciptakan dari tanah, dan ada yang mengatakan karena ia berwarna coklat, gelarannya ialah Abu Muhammad. Ada juga yang mengatakan, ia adalah Abul Basyar (bapak manusia).

Al Fayruz Abadi berpendapat, ia dinamakan Adam karena diciptakan dari admah al ardh atau bahagian dalam bumi yang paling baik, sebagaimana admah atau udmah mengandung makna tauladan, perantara kepada sesuatu, bahagian dalam kulit atau bahagian yang baik dari daging manusia dan juga permukaan bumi.

Nama Adam disebut 25 kali dalam Al­ Quran, yaitu pada surah :
-Al Baqarah (2), ayat 31, 33, 34, 35, 37;
-Ali Imran (3), ayat 33, 59;
-Al Maa’idah (5), ayat 27;
-Al A’raaf (7), ayat 11, 19, 26, 27, 31, 35, 172;
-Al Israa’ (17), ayat 61, 70;
-Al Kahfi (18), ayat 50;
-Maryam (19), ayat 58;
-Thaa Haa (20), ayat 115, 116, 117, 120, 121;
-Yaa Siin (36), ayat 60.

Banyak kisah mengenai penciptaan Adam yang diambil dari kisah Isra’iliyyat, sedangkan Al Qur’an tidak memperincikan cerita penciptaannya. Hanya satu ayat yang menyinggung Adam diciptakan dari turaab sebagaimana yang terdapat pada surah Ali Imran, ayat 59.

Turab menurut kamus Al Munjid ialah al­ ardh atau bumi dan bahagian yang lembut daripadanya.

Kesimpulannya, Adam digelar sebagai Abuul Basyar dan beliau adalah hamba pilihan Allah, sebagaimana yang disebut dalam ayat Allah dalam surah Ali Imran.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:18

Informasi Surah Al A'raaf (الأعراف)
Surat Al A’raaf yang berjurnlah 206 ayat termasuk golongan surat Makkiyah, diturunkan sebelum turunnya surat Al An’aam dan termasuk golongan surat “Assab ‘uththiwaal” (tujuh surat yang panjang).

Dinamakan “Al A ‘raaf” karena perkataan Al A’raaf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al A ‘raaf yaitu:
tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.
Mereka itu ialah golongan yang sama banyak kebaikan dan kejahatan mereka.

Keimanan:

Mentauhidkan Allah dalam berdo’a dan beribadat
hanya Allah sendiri yang menga­tur dan menjaga alam
Allah menciptakan undang-undang dan hukum-hukum untuk mengatur kehidupan manusia di dunia dan di akhirat
Allah bersemayam di ‘Arasy
bantahan terhadap kepalsuan syirik
ketauhidan adalah sesuai dengan fitrah manu­sia
Musa berbicara dengan Allah
tentang melihat Allah
perintah beribadat sam­bil merendahkan diri kepada Allah
Allah mempunyai al asmaaul husna.

Hukum:

Larangan mengikuti perbuatan dan adat istiadat yang buruk
kewajiban mengikuti Allah dan rasul
perintah berhias waktu akan shalat
bantahan terhadap orang yang mengharamkan perhiasan yang dianugerahkan Allah
perintah memakan ma­kanan yang halal lagi baik dan larangan memakan yang sebaliknya

Kisah:

Kisah Nabi Adam a.s. dengan iblis
kisah Nabi Nuh a.s. dan kaumnya
kisah Nabi Shaleh a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Syu’aib a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Musa a.s. dengan Fir’aun.

Lain-lain:

Al Qur’an diturunkan kepada Nabi yang penghabisan dan perintah mengikutinya
Nabi Muhammad ﷺ diutus untuk seluruh manusia
adab orang mukmin
adab mendengar pembacaan Al Qur’an dan berzikir
rasul bertanggung jawab menyam­paikan seruan Allah
balasan terhadap orang-orang yang mengikuti dan menging­kari rasul
da’wah rasul-rasul yang pertama sekali ialah mentauhidkan Allah

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-A'raaf (7) ayat 11 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-A'raaf (7) ayat 11 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-A'raaf (7) ayat 11 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-A'raaf - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 206 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 7:11
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al A'raaf.

Surah Al-A'raf (bahasa Arab:الأعراف, al-A'rāf, "Tempat Tertinggi") adalah surah ke-7 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 206 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan sebelum turunnya surah Al-An'am dan termasuk golongan surah Assab 'uththiwaal (tujuh surat yang panjang).
Dinamakan Al-A'raf karena perkataan Al-A'raf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al-A'raf yaitu: tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.

Nomor Surah 7
Nama Surah Al A'raaf
Arab الأعراف
Arti Tempat yang tertinggi
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 39
Juz Juz 8 (ayat 1-87), juz 9 (ayat 88-206)
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 206
Jumlah kata 3346
Jumlah huruf 14437
Surah sebelumnya Surah Al-An'am
Surah selanjutnya Surah Al-Anfal
4.8
Ratingmu: 4.6 (20 orang)
Sending

URL singkat: risalahmuslim.id/7-11







Pembahasan ▪ qs al araaf 11-13

Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta