QS. Al A’raaf (Tempat yang tertinggi) – surah 7 ayat 104 [QS. 7:104]

وَ قَالَ مُوۡسٰی یٰفِرۡعَوۡنُ اِنِّیۡ رَسُوۡلٌ مِّنۡ رَّبِّ الۡعٰلَمِیۡنَ
Waqaala muusa yaa fir’aunu innii rasuulun min rabbil ‘aalamiin(a);

Dan Musa berkata:
“Hai Fir’aun, sesungguhnya aku ini adalah seorang utusan dari Tuhan semesta alam,
―QS. 7:104
Topik ▪ Ampunan Allah yang luas
7:104, 7 104, 7-104, Al A’raaf 104, AlAraaf 104, Al Araf 104, Al-A’raf 104

Tafsir surah Al A'raaf (7) ayat 104

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al A’raaf (7) : 104. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini dikisahkan ucapan Musa yang pertama kali kepada Firaun setelah Allah subhanahu wa ta’ala mengangkatnya sebagai Rasul-Nya.
Nabi Musa memberitahukan kepada Firaun, bahwa dia adalah utusan Allah, Tuhan semesta alam.
Pemberitahuan ini berarti bahwa, Musa adalah menjalankan tugasnya sebagai pesuruh Allah subhanahu wa ta’ala yaitu Tuhan, Pencipta dan Penguasa seluruh alam.
Karena itu hendaknya Firaun membenarkan keterangan Nabi Musa tersebut dan tidak akan menghalang-halangi dalam menjalankan tugasnya sebagai Rasul.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Musa berkata, “Wahai Fir’aun, sesungguhnya aku diutus oleh Allah, Tuhan semesta alam yang berkuasa mutlak atasmu, untuk menyampaikan seruan dan syariat-Nya.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan Musa berkata, “Hai Firaun, sesungguhnya aku ini adalah seorang utusan Tuhan semesta alam”) kepadamu, akan tetapi Firaun mendustakannya dan Musa berkata,

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Musa berkata kepada Fir aun dengan maksud berdialog dan menyampaikan dakwah :
Sesungguhnya aku adalah seorang utusan dari Allah Sang Pencipta seluruh makhluk dan Pengurus kehidupan mereka.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala.
menceritakan perdebatan Musa terhadap Fir’aun dan tekanannya terhadap Fir’aun dengan hujah dan menampilkan kepadanya mukjizat-mukjizat yang jelas.
Hal ini dilakukannya di hadapan Fir’aun dan kaumnya dari bangsa Qibti penghuni negeri Mesir.
Untuk itu Allah subhanahu wa ta’ala.
berfirman:

Dan Musa berkata, “Hai Fir’aun, sesungguhnya aku ini adalah seorang utusan dari Tuhan semesta alam.”

Maksudnya, Tuhan yang telah menciptakan segala sesuatu telah mengutusku menjadi seorang rasul, Dia adalah Pemilik dan Penguasa segala sesuatu.


Informasi Surah Al A'raaf (الأعراف)
Surat Al A’raaf yang berjurnlah 206 ayat termasuk golongan surat Makkiyah, diturunkan sebelum turunnya surat Al An’aam dan termasuk golongan surat “Assab ‘uththiwaal” (tujuh surat yang panjang).

Dinamakan “Al A ‘raaf” karena perkataan Al A’raaf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al A ‘raaf yaitu:
tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.
Mereka itu ialah golongan yang sama banyak kebaikan dan kejahatan mereka.

Keimanan:

Mentauhidkan Allah dalam berdo’a dan beribadat
hanya Allah sendiri yang menga­tur dan menjaga alam
Allah menciptakan undang-undang dan hukum-hukum untuk mengatur kehidupan manusia di dunia dan di akhirat
Allah bersemayam di ‘Arasy
bantahan terhadap kepalsuan syirik
ketauhidan adalah sesuai dengan fitrah manu­sia
Musa berbicara dengan Allah
tentang melihat Allah
perintah beribadat sam­bil merendahkan diri kepada Allah
Allah mempunyai al asmaaul husna.

Hukum:

Larangan mengikuti perbuatan dan adat istiadat yang buruk
kewajiban mengikuti Allah dan rasul
perintah berhias waktu akan shalat
bantahan terhadap orang yang mengharamkan perhiasan yang dianugerahkan Allah
perintah memakan ma­kanan yang halal lagi baik dan larangan memakan yang sebaliknya

Kisah:

Kisah Nabi Adam a.s. dengan iblis
kisah Nabi Nuh a.s. dan kaumnya
kisah Nabi Shaleh a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Syu’aib a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Musa a.s. dengan Fir’aun.

Lain-lain:

Al Qur’an diturunkan kepada Nabi yang penghabisan dan perintah mengikutinya
Nabi Muhammad ﷺ diutus untuk seluruh manusia
adab orang mukmin
adab mendengar pembacaan Al Qur’an dan berzikir
rasul bertanggung jawab menyam­paikan seruan Allah
balasan terhadap orang-orang yang mengikuti dan menging­kari rasul
da’wah rasul-rasul yang pertama sekali ialah mentauhidkan Allah

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-A'raaf (7) ayat 104 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-A'raaf (7) ayat 104 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-A'raaf (7) ayat 104 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-A'raaf - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 206 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 7:104
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al A'raaf.

Surah Al-A'raf (bahasa Arab:الأعراف, al-A'rāf, "Tempat Tertinggi") adalah surah ke-7 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 206 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan sebelum turunnya surah Al-An'am dan termasuk golongan surah Assab 'uththiwaal (tujuh surat yang panjang).
Dinamakan Al-A'raf karena perkataan Al-A'raf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al-A'raf yaitu: tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.

Nomor Surah 7
Nama Surah Al A'raaf
Arab الأعراف
Arti Tempat yang tertinggi
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 39
Juz Juz 8 (ayat 1-87), juz 9 (ayat 88-206)
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 206
Jumlah kata 3346
Jumlah huruf 14437
Surah sebelumnya Surah Al-An'am
Surah selanjutnya Surah Al-Anfal
4.5
Ratingmu: 4.3 (15 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim