Search
Generic filters
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Langsung kunjungi https://risalahmuslim.id/2-255 atau cari dengan ketik nomer_surah:nomer_ayat. Contoh: 2:255

Al A'raaf

Al A’raaf (Tempat yang tertinggi) surah 7 ayat 101


تِلۡکَ الۡقُرٰی نَقُصُّ عَلَیۡکَ مِنۡ اَنۡۢبَآئِہَا ۚ وَ لَقَدۡ جَآءَتۡہُمۡ رُسُلُہُمۡ بِالۡبَیِّنٰتِ ۚ فَمَا کَانُوۡا لِیُؤۡمِنُوۡا بِمَا کَذَّبُوۡا مِنۡ قَبۡلُ ؕ کَذٰلِکَ یَطۡبَعُ اللّٰہُ عَلٰی قُلُوۡبِ الۡکٰفِرِیۡنَ
Tilkal qura naqush-shu ‘alaika min anbaa-ihaa walaqad jaa-athum rusuluhum bil bai-yinaati famaa kaanuu liyu’minuu bimaa kadz-dzabuu min qablu kadzalika yathba’ullahu ‘ala quluubil kaafiriin(a);

Negeri-negeri (yang telah Kami binasakan) itu, Kami ceritakan sebagian dari berita-beritanya kepadamu.
Dan sungguh telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, maka mereka (juga) tidak beriman kepada apa yang dahulunya mereka telah mendustakannya.
Demikianlah Allah mengunci mata hati orang-orang kafir.
―QS. 7:101
Topik ▪ Takdir ▪ Allah menggerakkan hati manusia ▪ Kelemahan iman bangsa Yahudi
7:101, 7 101, 7-101, Al A’raaf 101, AlAraaf 101, Al Araf 101, Al-A’raf 101
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al A'raaf (7) : 101. Oleh Kementrian Agama RI

sebagian dari berita-berita mengenai negeri-negeri yang telah dibinasakan-Nya lantaran tingkah laku penduduknya yang ingkar dan suka berbuat kemaksiatan.
Dengan mengetahui kisah tersebut maka Nabi Muhammad ﷺ.
tidak akan merasa sedih melihat tingkah laku, kemungkaran dan kesombongan umatnya, karena apa-apa yang dialaminya pada masa itu telah dialami pula oleh para Rasul terdahulu.
Pola tingkah laku orang orang kafir dan musyrik itu adalah sama sepanjang masa dan sunatullah yang berlaku atas mereka tidaklah berubah.

Peristiwa yang menimpa negeri-negeri yang disebutkan itu terjadi pada masa silam yang sudah lama berlalu, berabad-abad sebelum lahirnya Nabi Muhammad ﷺ.
sehingga baik beliau maupun umatnya tidak mengetahui akibat peristiwa tersebut.
Allah subhanahu wa ta'ala mengungkapkan kembali peristiwa-peristiwa tersebut kepada Nabi Muhammad ﷺ.
melalui Alquran agar dapat menjadi pelajaran bagi umatnya.

Selanjutnya dalam ayat ini Allah subhanahu wa ta'ala mengungkapkan bahwa umat-umat yang terdahulu telah didatangi oleh Rasul-rasul-Nya silih berganti membawa keterangan-keterangan dan bukti-bukti yang nyata tentang ke-Maha Esa-an Allah subhanahu wa ta'ala namun mereka itu tidak juga mau beriman kepada Allah dan agama-Nya yang telah pernah juga mereka dustakan.
Mereka tetap ingkar dan senantiasa dalam kemusyrikan dan berbuat macam-macam kemaksiatan.

Sebagian dari mereka itu mengetahui akan kebenaran agama yang dibawa oleh Rasul-rasul tersebut, namun mereka tetap ingkar, karena keingkaran itu memang telah menjadi watak dan tabiat mereka.
Sedang sebagiannya lagi ingkar karena semata-mata taklid kepada apa yang mereka warisi dari nenek moyang mereka, tanpa mempergunakan pemikiran dan pemahaman serta penelitian mereka sendiri.
Dalam ayat lain yang senafas dengan ayat ini, Allah berfirman:

Kemudian sesudah Nuh, Kami utus beberapa Rasul kepada kaum mereka (masing-masing).
Rasul-rasul itu datang kepada mereka dengan membawa keterangan-keterangan yang nyata tetapi mereka tidak hendak beriman karena mereka dahulu telah (biasa) mendustakannya.
Demikianlah Kami mengunci mati hati orang-orang yang suka melampaui batas.

(Q.S Yunus: 74)

Firman Allah subhanahu wa ta'ala selanjutnya dalam ayat yang kita tafsirkan ini menerangkan, bahwa demikianlah Allah mencap hati orang-orang kafir.
Kata kata mencap mengingatkan kita pada pembuatan mata uang dan bahan-bahan lainnya dari logam.
Barang tersebut dibentuk dan diukir ketika ia sedang panas dan lembut.
Kemudian setelah logam itu dingin dan membeku, ia tidak lagi dapat menerima bentuk dan ukiran lainnya.
Demikianlah tamsilan hati nurani orang-orang kafir itu, sudah membeku dan tertutup mati, sehingga mereka tidak mau lagi menerima pelajaran dan nasihat apapun yang dikemukakan kepada mereka.
Mereka tidak mau menerima agama yang dibawa Rasul-rasul kepada mereka yang menyeru kepada akidah tauhid dan menyembah Allah Semata-mata, betapapun jelasnya keterangan dan bukti-bukti, serta alasan dan dalil-dalil yang diberikan kepada mereka.

Al A'raaf (7) ayat 101 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al A'raaf (7) ayat 101 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al A'raaf (7) ayat 101 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Negeri-negeri yang masa dan sejarahnya telah lampau jauh itu Kami ceritakan kembali saat ini sebagian beritanya yang mengandung pelajaran.
Telah datang kepada penduduk negeri-negeri itu rasul- rasul dengan membawa bukti-bukti jelas yang menunjukkan kebenaran misi mereka.
Mereka tidak beriman setelah datangnya bukti-bukti yang jelas itu, karena selalu mendustakan orang-orang yang benar.
Mereka juga mendustakan para rasul dan tidak mendapat petunjuk.
Demikianlah Allah membuat penghalang atas hati dan akal orang-orang kafir.
Dengan begitu, jalan kebenaran menjadi tak tampak dan mereka jauh dari kebenaran.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Negeri-negeri itu) yang telah disebutkan tadi (Kami ceritakan kepadamu) hai Muhammad (tentang sebagian dari berita-beritanya) cerita-cerita penduduknya (Dan sungguh telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti) yaitu mukjizat-mukjizat yang selalu unggul lagi jelas (maka mereka juga tidak beriman) tatkala rasul-rasul itu datang (kepada apa yang dahulu mereka telah mendustakannya) yang telah mereka ingkari (sebelum itu) sebelum para rasul itu datang, bahkan mereka tetap terus melakukan kekafirannya.
(Demikianlah) seperti penguncian itu (Allah mengunci mati hati orang-orang kafir).

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Negeri-negeri yang telah disebutkan (dalam ayat-ayat sebelumnya) itu adalah negeri Kaum Nuh,Hud, Shalih,Luth, dan Syuaib.
Kami kisahkan kepadamu (wahai Rasul) berita tentang mereka dan tentang apa yang dibawa oleh Rasul-rasul yang telah diutus kepada mereka.
Semua itu adalah pelajaran bagi orang-orang yang mau mengambil pelajaran dan peringatan bagi orang-orang zhalim.
Sungguh telah datang Rasul-rasul Kami kepada penduduk negeri-negeri itu dengan membawa bukti-bukti yang nyata atas kebenaran kerasulan mereka, akan tetapi para penduduk negeri itu tidak beriman disebabkan kesesatan dan pedustaan mereka terhadap kebenaran.
Sebagaimana Allah telah mengunci mati hati orang-orang kafir pada umat-umat terdahulu, seperti itu pulalah Allah mengunci mati hati orang-orang yang ingkar kepada Muhammad

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah menceritakan berita kaum Nuh, Hud, Saleh, Lut, dan Syu'aib kepada Nabi-Nya ﷺ Dia pun menceritakan pembinasaan orang-orang kafir dan penyelamatan orang-orang mukmin, dan Allah subhanahu wa ta'ala.
telah memberikan alasan-Nya kepada mereka bahwa Dia telah menjelaskan kepada mereka perkara yang hak melalui hujah-hujah yang disampaikan oleh para rasul.
Kemudian dalam firman selanjutnya disebutkan:

...kota-kota (yang telah Kami binasakan) itu Kami ceritakan kepada­mu.
Hai Muhammad.

sebagian dari berita-beritanya
Yakni kisah-kisah mereka

Dan sungguh telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata

Yaitu hujah-hujah yang membuktikan kebenaran mereka dalam semua yang mereka sampaikan kepada kaumnya masing-masing, seperti juga yang disebutkan oleh firman-Nya dalam ayat lain, yaitu:

Dan Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang rasul.
(Al Israa':15)

Itu adalah sebagian dari berita-berita negeri (yang telah dibinasa­kan) yang Kami ceritakan kepadamu (Muhammad), di antara negeri-negeri itu ada yang masih kedapatan bekas-bekasnya dan ada (pula) yang telah musnah.
Dan Kami tidaklah menganiaya mereka, tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.
(Huud:100-101)

Firman Allah subhanahu wa ta'ala.:

...maka mereka (juga) tidak beriman kepada apa yang dahulunya mereka telah mendustakannya.

Huruf ba pada ayat ini mengandung makna sababiyah (kausalita).
Dengan kata lain, mereka sama sekali tidak beriman kepada apa yang disampaikan oleh para rasul kepada mereka, karena kedustaan mereka terhadap perkara yang hak sejak pertama kali perkara hak datang kepada mereka.
Demikianlah menurut riwayat Ibnu Atiyyah rahimahullah.

Pendapat ini merupakan pendapat yang baik.
Pengertian ayat ini sama dengan apa yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala.
dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Dan apakah yang memberitahukan kepada kalian bahwa apabila mukjizat datang mereka tidak akan beriman.
Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti mereka belum pernah beriman kepadanya (Al-Qur'an) pada permulaannya.
(Al An'am:109-110), hingga akhir ayat.

Karena itulah dalam surat ini disebutkan melalui firman-Nya:

Kata Pilihan Dalam Surah Al A'raaf (7) Ayat 101

ANBAA
أَنۢبَآء

Lafaz ini adalah bentuk jamak dari an naba' yang berarti khabar atau berita, berasal dari kata kerja naba'a yang bermakna datang dari satu tempat ke tempat lain. Begitu juga dengan khabar atau berita karena ia datang dari satu tempat ke tempat lain.

At Tibrisi berpendapat dalam tafsirnya, anbaa' bermakna al akhbar (berita-berita) dan ini berlainan dengan al iha' yang berarti al­ ilham (mengilhamkan) atau menyampaikan makna kepada yang lain secara sembunyi atau ar irsal (menyampaikannya) kepada nabi-nabi. Oleh karena itu, al khabar ialah berita dan al iha' ialah cara menyampaikan berita itu. Al-naba' juga berasal dari kata an-nabiy.

Lafaz anbaa' disebut sebanyak 12 kali di dalam Al Qur'an yaitu pada surah:
-Ali Imran (3), ayat 44;
-Al An'aam (6), ayat 5;
-Al A'raaf (7), ayat 101;
-Hud (11), ayat 49, 100, 120;
-Yusuf (12), ayat 102;
-Tha Haa (20), ayat 99;
-Asy Syu'araa (26), ayat 6;
-Al Qashash (28), ayat 66;
-Al Qamar (54), ayat 4;
-Al Ahzab (33), ayat 20.

At Tibrisi menafsirkan anbaa' dalam surah Ali Imran dengan khabar atau berita-berita sesuatu yang Nabi Muhammad dan umatnya tidak mengetahuinya.

Dalam surah Al An'aam, At Tabari menafsirkan maksud anbaa' ialah khabar atau berita yang datang disebabkan mereka (orang kafir) mempermainkan ayat-ayat Allah dan bukti-bukti yang Allah datangkan kepada mereka dengan ancaman dan kekalahan atau kematian dalam Perang Badar.

Sedangkan Ibn Katsir berkata,
"Pasti akan didatangkan kepada mereka berita atau khabar atas apa yang mereka dustakan dengan menimpakan kepada mereka azab dan bala di dunia sebagaimana umat- umat terdahulu yang lebih kuat daripada mereka dan lebih banyak harta dan anak-pinak.

Asy Syawkani berkata,
"Anbaa' tidak digunakan kecuali pada perkara-perkara yang agung dan besar.

Ibn Qutaibah berkata,
"Makna anbaa' dalam surah Al Qashash ialah al-hujaj (hujah­ hujah) yang menyebabkan mereka membisu atau tidak dapat berkata-kata disebabkan suasana dahsyat pada masa itu. Hujah atau bukti-bukti disembunyikan dari mereka sehingga mereka tidak mengetahui apa yang mereka katakan. Mereka menjadi bingung dan membisu, sebahagian mereka tidak bertanya kepada sebahagian yang lain disebabkan terkejut dan gugup."

Kesimpulannya, lafaz anbaa' mengandung dua makna.

Pertama, bermakna berita atau kabar yang agung dan ini dalam dua keadaan. Pertama, berita atas perkara-perkara yang lalu dari berita umat terdahulu, rasul-rasul dan lain-lain. Kedua, berita yang pasti datang dan ini lebih cenderung kepada azab dan balasan sebagaimana dalam surah Al-An'am dan Asy Syu'ara'

Kedua, ialah hujah-hujah sebagaimana dalam surah Al Qashash.

Sumber : Kamus Al Qur'an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:52-53

Informasi Surah Al A'raaf (الأعراف)
Surat Al A'raaf yang berjurnlah 206 ayat termasuk golongan surat Makkiyah, diturunkan sebelum turunnya surat Al An'aam dan termasuk golongan surat "Assab 'uththiwaal" (tujuh surat yang panjang).

Dinamakan "Al A 'raaf" karena perkataan Al A'raaf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al A 'raaf yaitu:
tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.
Mereka itu ialah golongan yang sama banyak kebaikan dan kejahatan mereka.

Keimanan:

Mentauhidkan Allah dalam berdo'a dan beribadat
hanya Allah sendiri yang menga­tur dan menjaga alam
Allah menciptakan undang-undang dan hukum-hukum untuk mengatur kehidupan manusia di dunia dan di akhirat
Allah bersemayam di 'Arasy
bantahan terhadap kepalsuan syirik
ketauhidan adalah sesuai dengan fitrah manu­sia
Musa berbicara dengan Allah
tentang melihat Allah
perintah beribadat sam­bil merendahkan diri kepada Allah
Allah mempunyai al asmaaul husna.

Hukum:

Larangan mengikuti perbuatan dan adat istiadat yang buruk
kewajiban mengikuti Allah dan rasul
perintah berhias waktu akan shalat
bantahan terhadap orang yang mengharamkan perhiasan yang dianugerahkan Allah
perintah memakan ma­kanan yang halal lagi baik dan larangan memakan yang sebaliknya

Kisah:

Kisah Nabi Adam a.s. dengan iblis
kisah Nabi Nuh a.s. dan kaumnya
kisah Nabi Shaleh a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Syu'aib a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Musa a.s. dengan Fir'aun.

Lain-lain:

Al Qur'an diturunkan kepada Nabi yang penghabisan dan perintah mengikutinya
Nabi Muhammad ﷺ diutus untuk seluruh manusia
adab orang mukmin
adab mendengar pembacaan Al Qur'an dan berzikir
rasul bertanggung jawab menyam­paikan seruan Allah
balasan terhadap orang-orang yang mengikuti dan menging­kari rasul
da'wah rasul-rasul yang pertama sekali ialah mentauhidkan Allah


Gambar Kutipan Surah Al A’raaf Ayat 101 *beta

Surah Al A'raaf Ayat 101



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al A'raaf

Surah Al-A'raf (bahasa Arab:الأعراف, al-A'rāf, "Tempat Tertinggi") adalah surah ke-7 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 206 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan sebelum turunnya surah Al-An'am dan termasuk golongan surah Assab 'uththiwaal (tujuh surat yang panjang).
Dinamakan Al-A'raf karena perkataan Al-A'raf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al-A'raf yaitu: tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.

Nomor Surah7
Nama SurahAl A'raaf
Arabالأعراف
ArtiTempat yang tertinggi
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu39
JuzJuz 8 (ayat 1-87), juz 9 (ayat 88-206)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat206
Jumlah kata3346
Jumlah huruf14437
Surah sebelumnyaSurah Al-An'am
Surah selanjutnyaSurah Al-Anfal
4.8
Rating Pembaca: 4.8 (12 votes)
Sending