QS. Al Ankabut (Laba-laba) – surah 29 ayat 69 [QS. 29:69]

وَ الَّذِیۡنَ جَاہَدُوۡا فِیۡنَا لَنَہۡدِیَنَّہُمۡ سُبُلَنَا ؕ وَ اِنَّ اللّٰہَ لَمَعَ الۡمُحۡسِنِیۡنَ
Waal-ladziina jaahaduu fiinaa lanahdiyannahum subulanaa wa-innallaha lama’al muhsiniin(a);

Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.
Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.
―QS. 29:69
Topik ▪ Iman ▪ Keutamaan Iman ▪ Manusia bersaksi atas dirinya
29:69, 29 69, 29-69, Al Ankabut 69, AlAnkabut 69, Al-Ankabut 69

Tafsir surah Al Ankabut (29) ayat 69

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Ankabut (29) : 69. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini menerangkan janji yang mulia dari Allah subhanahu wa ta’ala kepada orang-orang mukmin yang berjihad di jalan Allah dengan mengorbankan jiwanya dan hartanya serta menanggung siksaan dan rintangan.
Karena itu Allah subhanahu wa ta’ala akan memberi mereka petunjuk dan membulatkan tekad dan memberikan bantuan, sehingga mereka memperoleh kemenangan di dunia dan kebahagiaan serta kemuliaan di akhirat kelak.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Sesunguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya
(Q.S. Al-Hajj [22]: 40)

Yang dimaksud dengan jihad di sini ialah melakukan segala macam usaha untuk menegakkan agama Allah dan meninggikan kalimat-Nya, seperti memerangi orang-orang kafir yang ingin memusnahkan Islam dan kaum Muslimin, menyiarkan agama Islam dan sebagainya.

Menurut Abu Sulaiman Ad Darami “jihad” dalam ayat ini bukan berarti memerangi orang-orang kafir saja, melainkan juga berarti mempertahankan agama, memberantas kelaliman.
Dan yang terutama ialah menganjurkan berbuat yang makruf dan melarang dari perbuatan yang mungkar, memerangi hawa nafsu dalam menaati Allah.

Mereka yang berjihad itu dijanjikan Allah akan diberi-Nya jalan yang lapang.
Janji ini pasti Allah melaksanakannya, sebagaimana firman-Nya:

Dan Kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman
(Q.S. Ar-Rum [30]: 47)

Dalam ayat ini diterangkan bahwa orang-orang yang berjihad di jalan Allah itu adalah orang-orang yang berbuat baik.
Hal ini berarti bahwa segala macam perbuatan, sesuai dengan yang digariskan Allah dalam berjihad itu adalah perbuatan baik, dan orangnya adalah orang yang berbuat baik (muhsin).
Dinamakan demikian karena orang-orang yang berjihad itu selalu berjalan di jalan Allah, dan orang-orang yang tidak mau berjihad adalah orang yang jelek, sebab ia telah membangkang terhadap perintah Allah untuk melakukan jihad Orang itu adalah orang yang sesat, karena dia tidak mau melalui jalan yang lurus yang telah dibentangkan-Nya.

Sehubungan dengan arti “ihsan” ini lbnu Abi Hatim meriwayatkan dari Sya’bi bahwa Nabi Isa ‘alaihis salam bersabda: “Yang dikatakan ihsan ialah : apabila seseorang berbuat baik kepada orang yang pernah berbuat jelek kepadanya.
Ihsan itu bukan berarti berbuat baik kepada orang yang pernah berbuat baik kepadanya”.

Dinyatakan dalam ayat ini bahwa setiap orang yang selalu berjihad di jalan Allah, Allah subhanahu wa ta’ala selalu beserta orang-orang yang berperang di jalan-Nya, memerangi hawa nafsu, mengusir semua waswas setan dari hatinya, dan tak pernah menyia-nyiakan agama-Nya.
Pernyataan ini dapat menenteramkan hati orang yang beriman dalam menghadapi orang-orang kafir dan dapat membangkitkan semangat mereka berjuang di jalan-Nya.

Dalam ayat ini diterangkan bahwa orang-orang yang berjihad untuk mencari keridaan Allah, pasti akan ditunjukkan kepada mereka jalan-Nya.
Dari ayat ini dipahami bahwa lapangan jihad yang luas dapat berupa perkataan, tulisan, lisan dan kalau perlu, jihad itu dapat dilakukan dengan senjata.
Karena luas dan banyaknya lapangan jihad berarti banyak sekali jalan-jalan yang dapat ditempuh seorang mukmin untuk sampai kepada keridaan Allah, asal semua jalan itu didasarkan untuk menegakkan kebenaran, keadilan dan kebaikan.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Dan orang-orang yang mengerahkan usaha mereka dan menanggung kesulitan untuk memenangkan agama Kami, maka Kami pasti akan menambahkan petunjuk kepada kebaikan dan kebenaran.
Dan sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang berbuat baik.
Dia menolong mereka.
Dan Allah Maha Mengetahui.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan orang-orang yang berjihad untuk Kami) demi untuk mencari keridaan Kami (benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan Kami) jalan yang menuju kepada Kami.

(Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik) yakni orang-orang mukmin dengan memberikan pertolongan dan bantuan-Nya kepada mereka.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Orang-orang Mukmin yang berjihad melawan musuh-musuh Allah, jiwa dan setan, dan mereka bersabar di atas fitnah dan gangguan di jalan Allah, maka Allah akan membimbingnya ke jalan-jalan kebaikan, dan meneguhkan mereka di atas jalan yang lurus.
Siapa yang sifatnya demikian maka dia telah berbuat baik kepada dirinya dan kepada orang lain.
Sesungguhnya Allah benar-benar bersama orang-orang yang berbuat baik dari makhluk-Nya dengan memberikan pertolongan, perlindungan dan hidayah.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan)’ Kami.
(Q.S. Al-‘Ankabut [29]: 69)

Mereka adalah Rasulullah ﷺ, para sahabatnya, dan para pengikutnya sampai hari kiamat.

benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.
(Q.S. Al-‘Ankabut [29]: 69)

Yakni Kami benar-benar akan memperlihatkan kepada mereka jalan-jalan Kami di dunia dan akhirat.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Abul Hawari, telah menceritakan kepada kami Abbas Al-Hamdani Abu Ahmad (seorang ulama dari kalangan penduduk’ Akka) sehubungan dengan makna firman-Nya: Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.
Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.
(Q.S. Al-‘Ankabut [29]: 69) Yaitu orang-orang yang mengamalkan ilmunya, kelak Allah akan memberi mereka petunjuk terhadap apa yang tidak mereka ketahui sebelumnya.
Ahmad ibnu Abul Hawari mengatakan bahwa ia menceritakan hal tersebut kepada Abu Sulaiman Ad-Darani, dan ternyata Abu Sulaiman merasa kagum dengan takwil ini.
Lalu ia berkata, “Tidak layak bagi seseorang yang mendapat inspirasi suatu kebaikan, lalu ia langsung mengamalkannya sebelum ia mendengar hal yang mengukuhkannya dari asar.
Apabila ia telah mendengar hal yang mengukuhkannya dalam asar, barulah ia boleh mengamalkannya, dan hendaklah ia memuji kepada Allah sehingga ucapannya selaras dengan apa yang terkandung di dalam kalbunya.”

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.
(Q.S. Al-’Ankabut: 69)

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Isa ibnu Ja’far Qadi Ar-Ray, telah menceritakan kepada kami Abu Ja’far Ar-Razi, dari Al-Mugirah, dari Asy-Sya’bi yang mengatakan bahwa Isa putra Maryam pernah berkata, “Sesungguhnya kebaikan yang hakiki ialah bila kamu berbuat baik terhadap orang yang berbuat jahat terhadap dirimu, dan bukanlah kebaikan yang hakiki itu bila kamu berbuat baik kepada orang yang telah berbuat baik kepadamu.” Hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.


Informasi Surah Al Ankabut (العنكبوت)
Surat Al’ Ankabuut terdiri atas 69 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai “Al’ Ankabuut” berhubung terdapatnya perkataan Al’ Ankabuut yang berarti “laba­ laba” pada ayat 41 surat ini, di mana Allah mengumpamakan penyembah-penyembah berhala­ berhala itu dengan laba-laba yang percaya kepada kekuatan rumahnya sebagai tempat ia ber­lindung dan tempat menjerat mangsanya, padahal kalau dihembus angin atau ditimpa oleh suatu barang yang kecil saja, rumah itu akan hancur.

Begitu pula halnya dengan kaum musyrikin yang percaya kepada kekuatan sembahan-sembahan mereka sebagai tempat berlindung dan tem­pat meminta sesuatu yang mereka ingini, padahal sembahan-sembahan mereka itu tidak mampu sedikit juga menolong mereka dari azab Allah waktu di dunia, seperti yang terjadi pada kaum Nuh, kaum Ibrahim, kaum Luth, kaum Syua’ib, kaum Saleh, dan lain-lain.
Apalagi menghadapi azab Allah di akhirat nanti, sembahan-sembahan mereka itu lebih tidak mampu menghindarkan dan melindungi mereka.

Keimanan:

Bukti-bukti tentang adanya hari berbangkit dan ancaman terhadap orang-orang yang mengingkarinya
tiap-tiap diri akan merasakan mati dan hanya kepada Allah mereka akan kembali
Allah akan menjamin rezki tiap-tiap makhluk-Nya.

Hukum:

Kewajiban berbuat baik kepada dua orang ibu bapa
kewajiban mengerjakan shalat karena shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan perbuatan mungkar
kewajiban menentang ajakan mempersekutukan Allah sekalipun datang­nya dari ibu bapa.

Kisah:

Kisah-kisah cobaan yang dialami oleh Nabi Nuh a.s., Nabi Ibrahim a.s., Nabi Luth a.s., Nabi Syua’ib a.s., Nabi Daud a.s., Nabi Shaleh a.s., Nabi Musa a.s.

Lain-lain:

Cobaan itu perlu untuk menguji keimanan seseorang
usaha manusia itu manfa’at­ nya untuk dirinya sendiri bukan untuk Allah
perlawanan terhadap kebenaran pasti hancur.

Ayat-ayat dalam Surah Al Ankabut (69 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Ankabut (29) ayat 69 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Ankabut (29) ayat 69 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Ankabut (29) ayat 69 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Ankabut - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 69 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 29:69
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Ankabut.

Surah Al-'Ankabut (bahasa Arab:العنكبوت) adalah surah ke-29 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 69 ayat serta termasuk golongan surah-surrah Makkiyah.
Dinamai Al-'Ankabut berhubung terdapatnya kata Al- 'Ankabut yang berarti Laba-Laba pada ayat 41 surah ini, di mana Allah mengumpamakan para penyembah berhala-berhala itu dengan laba-laba yang percaya kepada kekuatan rumahnya sebagai tempat ia berlindung dan tempat ia menjerat mangsanya, padahal kalau dihembus angin atau ditimpa oleh suatu barang yang kecil saja, rumah itu akan hancur.
Begitu pula halnya dengan kaum musyrikin yang percaya kepada kekuatan sembahan-sembahan mereka sebagai tempat berlindung dan tempat meminta sesuatu yang mereka ingini, padahal sembahan-sembahan mereka itu tidak mampu sedikit juga menolong mereka dari azab Allah waktu di dunia, seperti yang terjadi pada kaum Nuh, kaum Ibrahim, kaum Luth, kaum Syu'aib, kaum Saleh, dan lain-lain.
Apalagi menghadapi azab Allah di akhirat nanti, sembahan-sembahan mereka itu lebih tidak mampu menghindarkan dan melindungi mereka.

Nomor Surah 29
Nama Surah Al Ankabut
Arab العنكبوت
Arti Laba-laba
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 85
Juz Juz 20 (ayat 1-44) sampai juz 21 (45-69)
Jumlah ruku' 7 ruku'
Jumlah ayat 69
Jumlah kata 983
Jumlah huruf 4321
Surah sebelumnya Surah Al-Qasas
Surah selanjutnya Surah Ar-Rum
4.4
Ratingmu: 4.2 (14 orang)
Sending







Pembahasan ▪ al ankabut

Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim