Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Al Ankabut

Al Ankabut (Laba-laba) surah 29 ayat 67


اَوَ لَمۡ یَرَوۡا اَنَّا جَعَلۡنَا حَرَمًا اٰمِنًا وَّ یُتَخَطَّفُ النَّاسُ مِنۡ حَوۡلِہِمۡ ؕ اَفَبِالۡبَاطِلِ یُؤۡمِنُوۡنَ وَ بِنِعۡمَۃِ اللّٰہِ یَکۡفُرُوۡنَ
Awalam yarau annaa ja’alnaa haraman aaminan wayutakhath-thafunnaasu min haulihim afabil baathili yu’minuuna wabini’matillahi yakfuruun(a);

Dan apakah mereka tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Kami telah menjadikan (negeri mereka) tanah suci yang aman, sedang manusia sekitarnya rampok-merampok.
Maka mengapa (sesudah nyata kebenaran) mereka masih percaya kepada yang bathil dan ingkar kepada nikmat Allah?
―QS. 29:67
Topik ▪ Allah menepati janji
29:67, 29 67, 29-67, Al Ankabut 67, AlAnkabut 67, Al-Ankabut 67
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Ankabut (29) : 67. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini mengingatkan orang-orang musyrik Mekah akan nikmat yang dilimpahkan kepada mereka.
Mereka diistimewakan Allah dari penduduk negeri-negeri yang berada di sekitar mereka dengan menjadikan kota Mekah sebagai negeri yang aman dan tenteram diharamkan berperang di sana, dan Allah menjaga negeri itu dari musuh-musuhnya yang hendak menghancurkan dan menguasainya, seperti yang pernah terjadi pada tahun kelahiran Nabi Muhammad ﷺ.
Pada waktu itu tentara Abrahah yang mengendarai gajah dihancurkan Allah sebelum mereka sempat menjamah Kakbah.

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:

Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara gajah.
Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Kakbah) itu sia-sia dan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong, yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar, lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat).

(Q.S.
Al Fil: 1-5)

Dalam ayat yang lain diterangkan keadaan kota Mekah dan kehidupan orang-orang Quraisy, Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:

Karena kebiasaan orang-orang Quraisy, (yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Kakbah).
Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakuan.

(Q.S.
Quraisy: 1-4)

Dalam pada itu negeri-negeri yang berada di sekitar Mekah dalam keadaan tidak aman, sering terjadi perampokan, pembunuhan, kekacauan dan peperangan antar kabilah, sehingga seseorang tidak dapat merasakan kedamaian dan keamanan atas jiwanya, keluarga dan hartanya.
Setiap saat penduduknya selalu berada dalam keadaan kekhawatiran diserbu musuh.
Pada ayat ini diterangkan kepada orang-orang musyrik itu : Apakah mereka tidak melihat nikanat yang jelas dan nyata itu?
Apakah mereka tidak merasakan sedikit juga bahwa Allah telah mengistimewakan mereka dari penduduk negeri-negeri sekitar mereka.
Kenapa mereka tidak meninggalkan penyembahan berhala yang mengotorkan Kakbah itu?
Sebenarnya orang Mekah telah mengetahui semuanya itu, tetapi karena keingkaran mereka, mereka mempercayai yang batil dan mengingkari nikmat Allah.
Alangkah rendahnya akal mereka?.

Al Ankabut (29) ayat 67 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al Ankabut (29) ayat 67 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al Ankabut (29) ayat 67 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Apakah orang-orang kafir Mekah itu buta akan nikmat Allah yang telah Dia karuniakan kepada mereka, dan tidak melihat bahwa Kami telah menjadikan negeri mereka terjaga, tidak dirampok, serta suci, penduduknya tidak ditawan dan tidak terjadi pembunuhan, sedangkan orang-orang di sekeliling mereka saling merampok?
Apakah mereka telah buta akan nikmat ini, sehingga mempercayai apa yang sama sekali tidak benar dan mendustakan Nabi Muhammad ﷺ.
beserta apa yang dibawanya?

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

Dan apakah mereka tidak memperhatikan) tidak mengetahui (bahwa sesungguhnya Kami telah menjadikan) negeri mereka yakni Mekah (tanah suci yang aman, sedangkan manusia sekitarnya rampok-merampok) saling bunuh-membunuh dan saling rampok-merampok di antara sesama mereka, berbeda halnya dengan penduduk Mekah.
(Maka mengapa kepada yang batil) kepada berhala (mereka percaya dan ingkar kepada nikmat Allah?) Karena kemusyrikan mereka itu.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Apakah orang-orang kafir Makkah tidak menyaksikan bahwa Allah telah menjadikan Makkah sebagai wilayah haram yang aman, penduduknya merasa aman terhadap diri dan hartanya, sementara orang-orang di sekitarnya yang berada di luar haram dalam keadaan ketakutan tidak mendapatkan keamanan??
Apakah mereka beriman kepada syirik dan kafir kepada nikmat Allah yang Allah khususkan untuk mereka, sehingga mereka tidak menyembah Allah semata tidak selainnya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman, menceritakan tentang kebaikan yang telah dianugerahkan-Nya kepada orang-orang Quraisy pada tanah suci-Nya, yang telah Dia jadikan untuk semua manusia, baik yang bermukim di situ maupun di padang pasir.
Barang siapa yang memasukinya, maka amanlah dia, karena itu mereka berada dalam keamanan yang besar.
Sedangkan orang-orang Arab di sekitar mereka saling merampok satu sama lainnya dan saling membunuh, sebagaimana yang disebutkan oleh firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Karena kebiasaan orang-orang Quraisy.
(Al-Quraisy: 1), hingga akhir surat.

Adapun firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Maka mengapa (sesudah nyata kebenaran) mereka masih percaya kepada yang batil dan ingkar kepada nikmat Allah?
(Al-'Ankabut: 67)

Yakni apakah rasa syukur mereka atas nikmat-nikmat yang besar itu dilakukan oleh mereka dengan mempersekutukan Allah dan menyembah berhala-berhala serta sekutu-sekutu selain-Nya?

mereka menukar nikmat Allah dengan kekafiran dan menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan?
(Ibrahim:28)

Mereka kafir kepada Nabi Allah dan hamba serta Rasul-Nya (yakni Nabi Muhammad ﷺ), padahal yang patut mereka lakukan ialah memurnikan penyembahan hanya kepada Allah dan tidak mem-persekutukan-Nya dengan sesuatu pun dan membenarkan Rasul-Nya, mengagungkannya, dan menghormatinya.
Tetapi sebaliknya mereka mendustakannya, memeranginya, dan mengusirnya dari kalangan mereka.
Karena itulah maka Allah mencabut nikmat-nikmat yang telah Dia berikan kepada mereka, dan sebagian dari mereka ada yang terbunuh dalam Perang Badar.
Setelah itu kekuasaan berada di tangan Allah, Rasul-Nya, dan kaum mukmin, Allah menaklukkan kota Mekah di tangan Rasul-Nya, dan mengalahkan kaum musyrik serta menjadikan mereka orang-orang yang terhina.

Asbabun Nuzul
Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Al Ankabut (29) Ayat 67

Diriwayatkan oleh Juwaibir dari adl-Dlahhak yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa kaum Quraisy berkata: “Hai Muhammad, tidak ada yang menghalangi kami untuk memeluk agamamu kecuali takut diculik dan dibunuh, karena orang-orang Badui lebih banyak daripada kami.
Sekiranya sampai berita kepada mereka bahwa kami memeluk agamamu, mereka akan menculik kami, dan kami akan dimakan mentah-mentah.” Ayat ini (al-Ankabuut: 67) turun berkenaan dengan peristiwa tersebut.

Sumber : Asbabun Nuzul-K.H.Q.Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Kata Pilihan Dalam Surah Al Ankabut (29) Ayat 67

HARAM
حَرَم

Arti lafaz haram ialah sesuatu yang dilindungi dan dibela seseorang. la juga berarti sesuatu yang tidak boleh dinodai kemuliaan dan ke­ hormatannya. Kota Makkah dan sekitarnya juga dinamakan dengan haram yang ber­makna kota itu tidak boleh dinodai kemulia­an dan kehormatannya.

Dalam Al Qur'an, lafaz ini disebut dua kali saja yaitu dalam surah:
-Al Qahsash (28), ayat 57;
-Al Ankabut (29), ayat 67.

Dalam kedua ayat ini, lafaz haram selalu­ diikuti dengan lafaz aamina sehingga menjadi haraman aamina yang berarti Tanah Haram atau Tanah Suci yang aman.

Yang dimaksudkan dengan Tanah Haram dalam ayat itu adalah kota Makkah dan se­kitarnya. Tanah itu disucikan oleh Allah sejak diciptakan bumi sampai hari kiamat nanti. Rasulullah berkata,
"Sesungguhnya negeri ini adalah negeri yang Allah jadikan kawasan haram sejak Allah menjadikan langit dan bumi. la akan tetap menjadi Tanah Haram dengan perintah Allah sehinggalah hari kiamat."

Dikisahkan, Malaikat Jibril memberitahu Nabi Ibrahim tentang batas-batas tanah suci dan menyuruhnya menandainya dengan meletakkan batu sehingga Nabi Ibrahim disebut sebagai orang pertama yang menandai batas-batas kawasan suci Makkah yaitu batas yang memisahkan antara daerah yang suci (Tanah Haram) dengan yang lain­nya. Setelah pembebasan Makkah (Fathul Makkah), Rasulullah mengutus Tamim bin Asad Al Khuza'al untuk memperbaiki dan memperbaharui tanda-tanda itu, kemudian diteruskan oleh para khalifah sesudahnya sehingga tanda-tanda batas Tanah Suci itu mencapai 943 buah yang diletakkan di atas gunung, bukit maupun lembah.

Panjang kawasan tanah suci Makkah ialah 127 km dan luasnya lebih kurang 550 km persegi.

Ketika menafsirkan surah Al Ankabut (29), ayat 67, Imam Al Alusi berkata,
"Kami jadikan negeri mereka sebagai Tanah Haram yaitu tempat yang diharamkan melaku­kan perkara-perkara yang sekiranya dilaku­kan di tempat lain hukumnya tidak haram." Tanah Haram Makkah mempunyai beberapa keistimewaan hukum antaranya adalah:

1. Seseorang tidak patut memasuki kawasan ini melainkan dengan berniat ihram. Ia adalah sunah menurut pen­dapat ulama Syafi'i dan wajib menurut pendapat yang lain.

2. Binatang di sini haram diburu, baik oleh mereka yang berihram atau yang tidak berihram kecuali binatang tersebut adalah binatang yang mem­bahayakan dan biasanya menyerang manusia. Sekiranya binatang buruan dibunuh, wajib dibayar ganti.

3. Setiap tumbuhan yang masih hidup dan tumbuh sendiri dan bukan di­tanam manusia dalam kawasan Tanah Haram ini adalah haram dipotong. Sekiranya pemotongan dilakukan, wajib dibayar gantinya.

4. Tanah serta anak batu dari kawasan tanah haram tidak dibenarkan untuk dibawa keluar.

5. Menurut pendapat jumhur ulama, orang kafir tidak dibenarkan me­masuki Tanah Haram, baik me­netap ataupun hanya lewat saja.

6. Suatu benda yang tercecer dan tidak diketahui pemiliknya di Makkah atau Tanah Haram, haram diambil untuk dimiliki. Ia halal diambil oleh orang yang hendak mengumumkannya saha. Ini berbeda dari barang yang ter­tinggal di tempat lain.

7. Mereka yang melakukan pembunuhan di Tanah Haram dikenakan diyat yang lebih berat. Haram mengebumikan orang musyrik di Tanah Haram juga menggali kuburnya.

Sumber : Kamus Al Qur'an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:185-186

Informasi Surah Al Ankabut (العنكبوت)
Surat Al' Ankabuut terdiri atas 69 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai "Al' Ankabuut" berhubung terdapatnya perkataan Al' Ankabuut yang berarti "laba­ laba" pada ayat 41 surat ini, di mana Allah mengumpamakan penyembah-penyembah berhala­ berhala itu dengan laba-laba yang percaya kepada kekuatan rumahnya sebagai tempat ia ber­lindung dan tempat menjerat mangsanya, padahal kalau dihembus angin atau ditimpa oleh suatu barang yang kecil saja, rumah itu akan hancur.

Begitu pula halnya dengan kaum musyrikin yang percaya kepada kekuatan sembahan-sembahan mereka sebagai tempat berlindung dan tem­pat meminta sesuatu yang mereka ingini, padahal sembahan-sembahan mereka itu tidak mampu sedikit juga menolong mereka dari azab Allah waktu di dunia, seperti yang terjadi pada kaum Nuh, kaum Ibrahim, kaum Luth, kaum Syua'ib, kaum Saleh, dan lain-lain.
Apalagi menghadapi azab Allah di akhirat nanti, sembahan-sembahan mereka itu lebih tidak mampu menghindarkan dan melindungi mereka.

Keimanan:

Bukti-bukti tentang adanya hari berbangkit dan ancaman terhadap orang-orang yang mengingkarinya
tiap-tiap diri akan merasakan mati dan hanya kepada Allah mereka akan kembali
Allah akan menjamin rezki tiap-tiap makhluk-Nya.

Hukum:

Kewajiban berbuat baik kepada dua orang ibu bapa
kewajiban mengerjakan shalat karena shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan perbuatan mungkar
kewajiban menentang ajakan mempersekutukan Allah sekalipun datang­nya dari ibu bapa.

Kisah:

Kisah-kisah cobaan yang dialami oleh Nabi Nuh a.s., Nabi Ibrahim a.s., Nabi Luth a.s., Nabi Syua'ib a.s., Nabi Daud a.s., Nabi Shaleh a.s., Nabi Musa a.s.

Lain-lain:

Cobaan itu perlu untuk menguji keimanan seseorang
usaha manusia itu manfa'at­ nya untuk dirinya sendiri bukan untuk Allah
perlawanan terhadap kebenaran pasti hancur.


Gambar Kutipan Surah Al Ankabut Ayat 67 *beta

Surah Al Ankabut Ayat 67



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Ankabut

Surah Al-'Ankabut (bahasa Arab:العنكبوت) adalah surah ke-29 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 69 ayat serta termasuk golongan surah-surrah Makkiyah.
Dinamai Al-'Ankabut berhubung terdapatnya kata Al- 'Ankabut yang berarti Laba-Laba pada ayat 41 surah ini, di mana Allah mengumpamakan para penyembah berhala-berhala itu dengan laba-laba yang percaya kepada kekuatan rumahnya sebagai tempat ia berlindung dan tempat ia menjerat mangsanya, padahal kalau dihembus angin atau ditimpa oleh suatu barang yang kecil saja, rumah itu akan hancur.
Begitu pula halnya dengan kaum musyrikin yang percaya kepada kekuatan sembahan-sembahan mereka sebagai tempat berlindung dan tempat meminta sesuatu yang mereka ingini, padahal sembahan-sembahan mereka itu tidak mampu sedikit juga menolong mereka dari azab Allah waktu di dunia, seperti yang terjadi pada kaum Nuh, kaum Ibrahim, kaum Luth, kaum Syu'aib, kaum Saleh, dan lain-lain.
Apalagi menghadapi azab Allah di akhirat nanti, sembahan-sembahan mereka itu lebih tidak mampu menghindarkan dan melindungi mereka.

Nomor Surah 29
Nama Surah Al Ankabut
Arab العنكبوت
Arti Laba-laba
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 85
Juz Juz 20 (ayat 1-44) sampai juz 21 (45-69)
Jumlah ruku' 7 ruku'
Jumlah ayat 69
Jumlah kata 983
Jumlah huruf 4321
Surah sebelumnya Surah Al-Qasas
Surah selanjutnya Surah Ar-Rum
4.8
Rating Pembaca: 4.8 (12 votes)
Sending








Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku