QS. Al Ankabut (Laba-laba) – surah 29 ayat 66 [QS. 29:66]

لِیَکۡفُرُوۡا بِمَاۤ اٰتَیۡنٰہُمۡ ۚۙ وَ لِیَتَمَتَّعُوۡا ٝ فَسَوۡفَ یَعۡلَمُوۡنَ
Liyakfuruu bimaa aatainaahum waliyatamatta’uu fasaufa ya’lamuun(a);

agar mereka mengingkari nikmat yang telah Kami berikan kepada mereka dan agar mereka (hidup) bersenang-senang (dalam kekafiran).
Kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatannya).
―QS. 29:66
Topik ▪ Perintah untuk berfikir dan menghayati
29:66, 29 66, 29-66, Al Ankabut 66, AlAnkabut 66, Al-Ankabut 66

Tafsir surah Al Ankabut (29) ayat 66

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Ankabut (29) : 66. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini merupakan akibat dari perilaku kaum musyrikin mempersekutukan Tuhan sesudah Allah subhanahu wa ta’ala menyelamatkan mereka dari bencana, dan ancaman atas kekafiran kaum musyrikin itu kepada nikmat Allah, ketika Dia menyelamatkan mereka dari bahaya tenggelam ditelan ombak Pada ayat yang lalu Allah menerangkan bahwa, setelah mereka selamat, tiba-tiba mereka kembali mempersekutukan Allah, maka timbullah pertanyaan kenapa Allah subhanahu wa ta’ala menyelamatkan mereka dari bahaya tenggelam itu?”.
Kenapa kapal mereka beserta mereka tidak dibiarkan tenggelam ke dasar laut, sehingga selesailah persoalan mereka?

Pertanyaan ini dapat dijawab: bahwa wajarlah sudah kalau Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang itu memperkenankan doa dari hamba-Nya yang berdoa kepada-Nya dengan tulus ikhlas Dalam pada itu mereka diselamatkan adalah juga sebagai batu ujian bagi keimanan mereka; apakah mereka akan tetap dalam keimanan itu atau akan musyrik kembali.

Ujian ini membawa hasil, bahwa mereka sesudah diselamatkan Allah musyrik kembali yang demikian itu adalah karena kemusyrikan itu telah berurat dan berakar pada jiwa mereka.
Kemusyrikan mereka kembali itu mengakibatkan mereka kafir kepada nikmat Allah, yang telah menyelamatkan mereka dari bencana tenggelam dalam laut itu dan membuat mereka hidup bersenang-senang dalam kekafiran itu.
Oleh karena itu Allah subhanahu wa ta’ala mengancam mereka dengan mengatakan bahwa mereka kelak akan mengetahui akibat perbuatan mereka itu.

Maka “kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatan mereka)” ini adalah kalimat yang mempunyai nada ancaman kepada orang-orang musyrik, karena tanda tanda kekuasaan dan keesaan Allah dan nikmat yang telah dilimpahkan-Nya kepada mereka, tidak dapat meyakinkan mereka, bahkan menambah keingkaran mereka, sehingga seakan-akan dikatakan kepada mereka: “Apabila mereka lalai dan tidak merubah tindak tanduk mereka, mereka akan mengetahui dengan ilmu yakin; bahwa azab yang dijanjikan itu pasti menimpa mereka”.
Apabila azab itu telah menimpa mereka, maka semua pintu tobat telah tertutup bagi mereka.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Itu semua dilakukan untuk mengingkari nikmat yang telah diberikan.
Selain itu, juga untuk memanfaatkan kenikmatan hidup yang sesuai dengan keinginan hawa nafsunya.
Kelak mereka pasti akan mengetahui akibat sikap tidak bersyukur itu ketika mereka menyaksikan siksan yang amat pedih.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

Agar mereka mengingkari apa yang telah Kami berikan kepada mereka) berupa nikmat-nikmat (dan agar mereka hidup bersenang-senang) dengan berkumpulnya mereka untuk menyembah berhala-berhala.

Menurut qiraat yang lain dibaca walyatamatta’uu dalam bentuk kata perintah, yang dimaksud adalah makna tahdid/ancaman, yakni bersenang-senanglah mereka.

(Kelak mereka akan mengetahui) akibat perbuatannya itu.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Perbuatan mereka, sebagian darinya bertentangan dengan sebagian yang lain; mentauhidkan Allah pada saat sulit dan mempersekutukan Allah pada saat lapang.
Dan kesyirikan mereka setelah Kami memberikan nikmat kepada mereka berupa keselamatan di laut berakibat kekufuran terhadap nikmat Allah pada diri dan harta mereka.
Silakan mereka melengkapi kesenangan mereka di dunia, karena mereka akan mengetahui kerusakan amal perbuatan mereka dan siksa yang pedih yang Allah sediakan untuk mereka di Hari Kiamat.
Hal ini mengandung peringatan dan ancaman bagi mereka.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

agar mereka mengingkari nikmat yang telah Kami berikan kepada mereka dan agar mereka (hidup) bersenang-senang (dalam kekafiran).
(Q.S. Al-‘Ankabut [29]: 66)

Huruf lam yang ada pada lafaz liyakfuru ini menurut pendapat ke­banyakan ulama bahasa Arab dan tafsir serta juga ulama usul menyebutnya dengan istilah lamul ‘aqibah (sehingga artinya menjadi yang berakibat mereka mengingkari nikmat Allah dan hidup bersenang-senang dalam kekafirannya’).
Karena mereka tidak bermaksud demikian pada mulanya, dan tidak diragukan lagi makna ini memang benar bila dipandang dari sudut mereka.
Tetapi bila dipandang dari sudut takdir Allah atas diri mereka dan kepastian-Nya yang telah menentukan mereka demikian, maka tidak diragukan lagi lam di sini bermakna ta’lil.
Penjelasan mengenai hal ini telah kami sebutkan sebelumnya dalam firman Allah subhanahu wa ta’ala:

yang akibatnya dia menjadi musuh dan kesedihan bagi mereka.
(Q.S. Al-Qashash [28]: 8)


Informasi Surah Al Ankabut (العنكبوت)
Surat Al’ Ankabuut terdiri atas 69 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai “Al’ Ankabuut” berhubung terdapatnya perkataan Al’ Ankabuut yang berarti “laba­ laba” pada ayat 41 surat ini, di mana Allah mengumpamakan penyembah-penyembah berhala­ berhala itu dengan laba-laba yang percaya kepada kekuatan rumahnya sebagai tempat ia ber­lindung dan tempat menjerat mangsanya, padahal kalau dihembus angin atau ditimpa oleh suatu barang yang kecil saja, rumah itu akan hancur.

Begitu pula halnya dengan kaum musyrikin yang percaya kepada kekuatan sembahan-sembahan mereka sebagai tempat berlindung dan tem­pat meminta sesuatu yang mereka ingini, padahal sembahan-sembahan mereka itu tidak mampu sedikit juga menolong mereka dari azab Allah waktu di dunia, seperti yang terjadi pada kaum Nuh, kaum Ibrahim, kaum Luth, kaum Syua’ib, kaum Saleh, dan lain-lain.
Apalagi menghadapi azab Allah di akhirat nanti, sembahan-sembahan mereka itu lebih tidak mampu menghindarkan dan melindungi mereka.

Keimanan:

Bukti-bukti tentang adanya hari berbangkit dan ancaman terhadap orang-orang yang mengingkarinya
tiap-tiap diri akan merasakan mati dan hanya kepada Allah mereka akan kembali
Allah akan menjamin rezki tiap-tiap makhluk-Nya.

Hukum:

Kewajiban berbuat baik kepada dua orang ibu bapa
kewajiban mengerjakan shalat karena shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan perbuatan mungkar
kewajiban menentang ajakan mempersekutukan Allah sekalipun datang­nya dari ibu bapa.

Kisah:

Kisah-kisah cobaan yang dialami oleh Nabi Nuh a.s., Nabi Ibrahim a.s., Nabi Luth a.s., Nabi Syua’ib a.s., Nabi Daud a.s., Nabi Shaleh a.s., Nabi Musa a.s.

Lain-lain:

Cobaan itu perlu untuk menguji keimanan seseorang
usaha manusia itu manfa’at­ nya untuk dirinya sendiri bukan untuk Allah
perlawanan terhadap kebenaran pasti hancur.

Ayat-ayat dalam Surah Al Ankabut (69 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Ankabut (29) ayat 66 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Ankabut (29) ayat 66 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Ankabut (29) ayat 66 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Ankabut - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 69 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 29:66
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Ankabut.

Surah Al-'Ankabut (bahasa Arab:العنكبوت) adalah surah ke-29 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 69 ayat serta termasuk golongan surah-surrah Makkiyah.
Dinamai Al-'Ankabut berhubung terdapatnya kata Al- 'Ankabut yang berarti Laba-Laba pada ayat 41 surah ini, di mana Allah mengumpamakan para penyembah berhala-berhala itu dengan laba-laba yang percaya kepada kekuatan rumahnya sebagai tempat ia berlindung dan tempat ia menjerat mangsanya, padahal kalau dihembus angin atau ditimpa oleh suatu barang yang kecil saja, rumah itu akan hancur.
Begitu pula halnya dengan kaum musyrikin yang percaya kepada kekuatan sembahan-sembahan mereka sebagai tempat berlindung dan tempat meminta sesuatu yang mereka ingini, padahal sembahan-sembahan mereka itu tidak mampu sedikit juga menolong mereka dari azab Allah waktu di dunia, seperti yang terjadi pada kaum Nuh, kaum Ibrahim, kaum Luth, kaum Syu'aib, kaum Saleh, dan lain-lain.
Apalagi menghadapi azab Allah di akhirat nanti, sembahan-sembahan mereka itu lebih tidak mampu menghindarkan dan melindungi mereka.

Nomor Surah 29
Nama Surah Al Ankabut
Arab العنكبوت
Arti Laba-laba
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 85
Juz Juz 20 (ayat 1-44) sampai juz 21 (45-69)
Jumlah ruku' 7 ruku'
Jumlah ayat 69
Jumlah kata 983
Jumlah huruf 4321
Surah sebelumnya Surah Al-Qasas
Surah selanjutnya Surah Ar-Rum
4.7
Ratingmu: 4.7 (11 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim