Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Al Ankabut

Al Ankabut (Laba-laba) surah 29 ayat 63


وَ لَئِنۡ سَاَلۡتَہُمۡ مَّنۡ نَّزَّلَ مِنَ السَّمَآءِ مَآءً فَاَحۡیَا بِہِ الۡاَرۡضَ مِنۡۢ بَعۡدِ مَوۡتِہَا لَیَقُوۡلُنَّ اللّٰہُ ؕ قُلِ الۡحَمۡدُ لِلّٰہِ ؕ بَلۡ اَکۡثَرُہُمۡ لَا یَعۡقِلُوۡنَ
Wala-in saaltahum man nazzala minassamaa-i maa-an fa-ahyaa bihil ardha min ba’di mautihaa layaquulunnallahu qulil hamdu lillahi bal aktsaruhum laa ya’qiluun(a);

Dan sesungguhnya jika kamu menanyakan kepada mereka:
“Siapakah yang menurunkan air dari langit lalu menghidupkan dengan air itu bumi sesudah matinya?”
Tentu mereka akan menjawab:
“Allah”,
Katakanlah:
“Segala puji bagi Allah”,
tetapi kebanyakan mereka tidak memahami(nya).
―QS. 29:63
Topik ▪ Melihat Allah di surga
29:63, 29 63, 29-63, Al Ankabut 63, AlAnkabut 63, Al-Ankabut 63
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Ankabut (29) : 63. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini pertanyaan masih dihadapkan kepada orang-orang musyrik Mekah, tentang siapa yang menurunkan air hujan dari langit, kemudian dengan air itu suburlah tanah yang selama ini tandus dan gersang?
Apa jawaban mereka terhadap pertanyaan ini?

Pada ayat 61 di atas mereka telah menyatakan, bahwa Allah-lah yang menjadikan langit dan bumi, menundukkan matahari dan bulan.
Hal ini adalah suatu yang tidak perlu diperbincangkan lagi, karena sesuai dengan akal pikiran yang benar dan sesuai pula dengan kepercayaan, agama yang dibawa Nabi Ibrahim agama yang mereka akui sebagai agama mereka.
Namun perbuatan mereka berlawanan dengan pernyataan yang mereka ucapkan.
Inilah keanehan yang ada pada mereka.
Maka dalam ayat 63 ini Allah menerangkan bahwa kalau dihadapkan kepada mereka pertanyaan tersebut, mereka juga akan menjawab: "Allah".
Dengan demikian jelaslah bahwa mereka mempercayai bahwa Allah-lah Pemilik semua yang ada di langit dan semua yang ada di bumi.
Dialah yang mengendalikan segala sesuatu yang ada pada keduanya, seperti menurunkan hujan dari langit, kemudian dengan air hujan itu bumi menjadi subur dan menumbuhkan tanam-tanaman.
Akan tetapi kepercayaan mereka ini tidaklah kelihatan dalam amal perbuatan yang mereka lakukan setiap hari.
Karena dalam amal perbuatan mereka, mereka mempersekutukan Tuhan dengan berhala-berhala yang tidak mempunyai sesuatu kekuasaan atau kekuatanpun.
Oleh karena itu Allah subhanahu wa ta'ala memerintahkan kepada Nabi Muhammad ﷺ agar mengucapkan "Alhamdulillah" (Segala Puji bagi Allah Tuhan semesta alam), karena orang-orang musyrik mengakui keesaan dan kekuasaan Allah serta penciptaan dan pemilihan-Nya terhadap semesta alam.

Akan tetapi sekalipun orang-orang musyrik menyatakan pengakuan seperti di atas sesuai dengan kepercayaan dan pikiran mereka, namun kebanyakan mereka tidak mau memahami dan mengamalkan pengakuan itu, seakan-akan mereka seperti orang yang bodoh yang tidak dapat mengerti hakikat pengakuan mereka.
Yang demikian itu adalah karena kesesatan dan.
kelaliman yang telah mengalahkan kebenaran.
Apabila kebenaran itu dikemukakan kepada mereka, sekalipun pikiran dan naluri mereka menerimanya, tetapi hati mereka tidak menerimanya lagi, Bahkan mereka menuduh Nabi Muhammad telah menyihir mereka, sehingga mereka ragu-ragu terhadap kenyataan yang dilihat oleh mata dan pikiran mereka sendiri.
Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:

Sesungguhnya pandangan kamilah yang dikaburkan, bahkan kami adalah orang-orang yang kena sihir.
(Q.S.
Al Hijir: 15)

Pada ayat inilah Allah subhanahu wa ta'ala memerintahkan Nabi Muhammad, supaya mengucapkan "Alhamdulillah".
Perkataan ini diucapkan sebagai pernyataan syukur kepada Allah atas nikmat yang telah diberikan-Nya, yaitu tersingkapnya kebenaran dengan adanya pengakuan dan pernyataan kaum musyrikin tentang keesaan Tuhan itu, sekali pun mereka telah mengakui kekuasaan dan ke Maha Pemurahan Allah, tetapi hati mereka masih tergantung pada berhala-berhala yang mereka sembah.

Al Ankabut (29) ayat 63 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al Ankabut (29) ayat 63 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al Ankabut (29) ayat 63 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Aku bersumpah pula bahwa jika mereka kamu tanya tentang siapa yang menurunkan air dari langit, lalu menghidupkan bumi dengan berbagai tumbuh-tumbuhannya setelah sebelumnya mati, mereka pasti akan mengatakan "Allah".
Katakan, "Alhamdulillah," atas pengakuan mereka akan kebenaran.
Akan tetapi, kebanyakan mereka tidak mengerti kebertentangan sikap yang ada.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan sesungguhnya jika) huruf lam pada lafal la-in adalah bermakna qasam (kamu menanyakan kepada mereka, "Siapakah yang menurunkan air dari langit, lalu menghidupkan dengan air itu bumi sesudah matinya?"
Tentu mereka akan menjawab, "Allah.") Maka kenapa mereka menyekutukan-Nya.
(Katakanlah) kepada mereka:
("Segala puji bagi Allah) atas tetapnya hujah terhadap kalian (tetapi kebanyakan mereka tidak memahaminya.") artinya tidak memahami kontradiksi mereka dalam hal ini.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Bila kamu (wahai Rasul) bertanya kepada orang-orang musyrikin :
Siapa yang menurunkan air dari awan lalu Dia menghidupkan bumi setelah sebelumnya kering??
Maka mereka pasti menjawab kepadamu dengan penuh pengakuan :
Hanya Allah yang bisa menurunkan hal itu.
Katakanlah :
Segala puji bagi Allah yang telah mengunggulkan hujjah-mu atas mereka.
Sebaliknya kebanyakan dari mereka tidak memahami apa yang bermanfaat bagi mereka dan apa yang memudharatkan.
Seandainya mereka itu mau menggunakan akalnya niscaya mereka tidak akan mempersekutukan Allah dengan yang lain.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Tafsir ayat ini tidak diterangkan secara terpisah pada kitab aslinya.

Informasi Surah Al Ankabut (العنكبوت)
Surat Al' Ankabuut terdiri atas 69 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai "Al' Ankabuut" berhubung terdapatnya perkataan Al' Ankabuut yang berarti "laba­ laba" pada ayat 41 surat ini, di mana Allah mengumpamakan penyembah-penyembah berhala­ berhala itu dengan laba-laba yang percaya kepada kekuatan rumahnya sebagai tempat ia ber­lindung dan tempat menjerat mangsanya, padahal kalau dihembus angin atau ditimpa oleh suatu barang yang kecil saja, rumah itu akan hancur.

Begitu pula halnya dengan kaum musyrikin yang percaya kepada kekuatan sembahan-sembahan mereka sebagai tempat berlindung dan tem­pat meminta sesuatu yang mereka ingini, padahal sembahan-sembahan mereka itu tidak mampu sedikit juga menolong mereka dari azab Allah waktu di dunia, seperti yang terjadi pada kaum Nuh, kaum Ibrahim, kaum Luth, kaum Syua'ib, kaum Saleh, dan lain-lain.
Apalagi menghadapi azab Allah di akhirat nanti, sembahan-sembahan mereka itu lebih tidak mampu menghindarkan dan melindungi mereka.

Keimanan:

Bukti-bukti tentang adanya hari berbangkit dan ancaman terhadap orang-orang yang mengingkarinya
tiap-tiap diri akan merasakan mati dan hanya kepada Allah mereka akan kembali
Allah akan menjamin rezki tiap-tiap makhluk-Nya.

Hukum:

Kewajiban berbuat baik kepada dua orang ibu bapa
kewajiban mengerjakan shalat karena shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan perbuatan mungkar
kewajiban menentang ajakan mempersekutukan Allah sekalipun datang­nya dari ibu bapa.

Kisah:

Kisah-kisah cobaan yang dialami oleh Nabi Nuh a.s., Nabi Ibrahim a.s., Nabi Luth a.s., Nabi Syua'ib a.s., Nabi Daud a.s., Nabi Shaleh a.s., Nabi Musa a.s.

Lain-lain:

Cobaan itu perlu untuk menguji keimanan seseorang
usaha manusia itu manfa'at­ nya untuk dirinya sendiri bukan untuk Allah
perlawanan terhadap kebenaran pasti hancur.


Gambar Kutipan Surah Al Ankabut Ayat 63 *beta

Surah Al Ankabut Ayat 63



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Ankabut

Surah Al-'Ankabut (bahasa Arab:العنكبوت) adalah surah ke-29 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 69 ayat serta termasuk golongan surah-surrah Makkiyah.
Dinamai Al-'Ankabut berhubung terdapatnya kata Al- 'Ankabut yang berarti Laba-Laba pada ayat 41 surah ini, di mana Allah mengumpamakan para penyembah berhala-berhala itu dengan laba-laba yang percaya kepada kekuatan rumahnya sebagai tempat ia berlindung dan tempat ia menjerat mangsanya, padahal kalau dihembus angin atau ditimpa oleh suatu barang yang kecil saja, rumah itu akan hancur.
Begitu pula halnya dengan kaum musyrikin yang percaya kepada kekuatan sembahan-sembahan mereka sebagai tempat berlindung dan tempat meminta sesuatu yang mereka ingini, padahal sembahan-sembahan mereka itu tidak mampu sedikit juga menolong mereka dari azab Allah waktu di dunia, seperti yang terjadi pada kaum Nuh, kaum Ibrahim, kaum Luth, kaum Syu'aib, kaum Saleh, dan lain-lain.
Apalagi menghadapi azab Allah di akhirat nanti, sembahan-sembahan mereka itu lebih tidak mampu menghindarkan dan melindungi mereka.

Nomor Surah29
Nama SurahAl Ankabut
Arabالعنكبوت
ArtiLaba-laba
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu85
JuzJuz 20 (ayat 1-44) sampai juz 21 (45-69)
Jumlah ruku'7 ruku'
Jumlah ayat69
Jumlah kata983
Jumlah huruf4321
Surah sebelumnyaSurah Al-Qasas
Surah selanjutnyaSurah Ar-Rum
4.4
Rating Pembaca: 4.4 (8 votes)
Sending








[apsl-login-lite login_text='❤ Bookmark ayat ini?'] [bookmark]📖 Lihat Semua Bookmark-ku