QS. Al Ankabut (Laba-laba) – surah 29 ayat 62 [QS. 29:62]

اَللّٰہُ یَبۡسُطُ الرِّزۡقَ لِمَنۡ یَّشَآءُ مِنۡ عِبَادِہٖ وَ یَقۡدِرُ لَہٗ ؕ اِنَّ اللّٰہَ بِکُلِّ شَیۡءٍ عَلِیۡمٌ
Allahu yabsuthurrizqa liman yasyaa-u min ‘ibaadihi wayaqdiru lahu innallaha bikulli syai-in ‘aliimun;

Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dia (pula) yang menyempitkan baginya.
Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
―QS. 29:62
Topik ▪ Takdir ▪ Usia dan rezeki sesuai dengan takdir ▪ Sifat surga dan kenikmatannya
29:62, 29 62, 29-62, Al Ankabut 62, AlAnkabut 62, Al-Ankabut 62

Tafsir surah Al Ankabut (29) ayat 62

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Ankabut (29) : 62. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala menyatakan bahwa Dialah yang melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan Dia pula yang menyempitkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya.
1Dia sendirilah yang berkuasa untuk menentukan rezeki itu, karena itu janganlah kamu wahai orang-orang yang beriman enggan berhijrah karena takut miskin, Allah memberi rezeki di mana saja kamu berada baik kamu berada di negerimu sendiri, atau di negeri orang atau dalam perjalanan, maupun di waktu kamu sedang ditawan musuh.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Sesungguhnya Allah.
Dialah Maha Pemberi Rezeki Yang mempunyai kekuatan lagi sangat kokoh.

(Q.S.
Az Zariyat: 58)

Selanjutnya Allah subhanahu wa ta’ala menyatakan: “Dia mengetahui segala kemaslahatan makhluk-Nya, mengetahui orang-orang yang mengerjakan amal saleh, karena ia banyak dianugerahi-Nya rezeki, dan mengetahui orang-orang yang membuat kerusakan dan kemungkaran dengan kekayaan yang telah dianugerahkan Allah kepada mereka.

Ayat ini dapat pula dihubungkan dengan pernyataan orang-orang musyrik pada ayat sebelum ini, yaitu ayat (61) Allah menyatakan kepada orang-orang musyrik: “Siapa yang menciptakan dan menguasai alam semesta ini”.
Mereka tidak mendapatkan jawaban, kecuali tunduk dengan menetapkan bahwa Allah Yang Maha Esa Yang menciptakan dan menguasai seluruh makhluk.
Jika mereka telah mengakui bahwa Allah menciptakan dan menguasai semua makhluk mengapa mereka masih ragu-ragu tentang yang menanggung rezeki seluruh makhluk itu.
Seharusnya mereka mengatakan bahwa Allah-lah yang melapangkan dan menyempitkan rezeki kepada makhluk-Nya, tidak ada yang lain, tetapi mereka masih menyembah dan meminta rezeki itu kepada berhala-berhala yang mereka sembah.
Kemudian Allah menjelaskan sebab-sebab yang membedakan hamba-hamba-Nya dalam hal pemberian rezeki, karena Allah lebih mengetahui kemaslahatan hamba-Nya dan pemberian itu harus disesuaikan dengan keadaan masing-masing hamba-Nya.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Allah melapangkan dan menyempitkan rezeki kepada siapa saja yang Dia kehendaki, sesuai maslahat yang diketahui-Nya.
Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Allah melapangkan rezeki) meluaskannya (bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya) sebagai ujian dari-Nya (dan Dia pula yang membatasinya) yakni, menyempitkan rezeki (baginya) sesudah rezeki itu dilapangkan bagi siapa yang dikehendaki-Nya sebagai cobaan dari-Nya.

(Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu) antara lain melapangkan dan menyempitkan rezeki.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Allah melapangkan rizki atas siapa yang dikehendaki-Nya dari makhluk-Nya, dan Dia juga mempersempit atas yang lain dari mereka, karena Dia mengetahui apa yang bermanfaat bagi hamba-hamba-Nya.
Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu termasuk keadaan dan urusan kalian, tiada sesuatu pun yang samar bagi Allah.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Tafsir ayat ini tidak diterangkan secara terpisah pada kitab aslinya.


Informasi Surah Al Ankabut (العنكبوت)
Surat Al’ Ankabuut terdiri atas 69 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai “Al’ Ankabuut” berhubung terdapatnya perkataan Al’ Ankabuut yang berarti “laba­ laba” pada ayat 41 surat ini, di mana Allah mengumpamakan penyembah-penyembah berhala­ berhala itu dengan laba-laba yang percaya kepada kekuatan rumahnya sebagai tempat ia ber­lindung dan tempat menjerat mangsanya, padahal kalau dihembus angin atau ditimpa oleh suatu barang yang kecil saja, rumah itu akan hancur.

Begitu pula halnya dengan kaum musyrikin yang percaya kepada kekuatan sembahan-sembahan mereka sebagai tempat berlindung dan tem­pat meminta sesuatu yang mereka ingini, padahal sembahan-sembahan mereka itu tidak mampu sedikit juga menolong mereka dari azab Allah waktu di dunia, seperti yang terjadi pada kaum Nuh, kaum Ibrahim, kaum Luth, kaum Syua’ib, kaum Saleh, dan lain-lain.
Apalagi menghadapi azab Allah di akhirat nanti, sembahan-sembahan mereka itu lebih tidak mampu menghindarkan dan melindungi mereka.

Keimanan:

Bukti-bukti tentang adanya hari berbangkit dan ancaman terhadap orang-orang yang mengingkarinya
tiap-tiap diri akan merasakan mati dan hanya kepada Allah mereka akan kembali
Allah akan menjamin rezki tiap-tiap makhluk-Nya.

Hukum:

Kewajiban berbuat baik kepada dua orang ibu bapa
kewajiban mengerjakan shalat karena shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan perbuatan mungkar
kewajiban menentang ajakan mempersekutukan Allah sekalipun datang­nya dari ibu bapa.

Kisah:

Kisah-kisah cobaan yang dialami oleh Nabi Nuh a.s., Nabi Ibrahim a.s., Nabi Luth a.s., Nabi Syua’ib a.s., Nabi Daud a.s., Nabi Shaleh a.s., Nabi Musa a.s.

Lain-lain:

Cobaan itu perlu untuk menguji keimanan seseorang
usaha manusia itu manfa’at­ nya untuk dirinya sendiri bukan untuk Allah
perlawanan terhadap kebenaran pasti hancur.

Ayat-ayat dalam Surah Al Ankabut (69 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Ankabut (29) ayat 62 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Ankabut (29) ayat 62 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Ankabut (29) ayat 62 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Ankabut - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 69 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 29:62
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Ankabut.

Surah Al-'Ankabut (bahasa Arab:العنكبوت) adalah surah ke-29 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 69 ayat serta termasuk golongan surah-surrah Makkiyah.
Dinamai Al-'Ankabut berhubung terdapatnya kata Al- 'Ankabut yang berarti Laba-Laba pada ayat 41 surah ini, di mana Allah mengumpamakan para penyembah berhala-berhala itu dengan laba-laba yang percaya kepada kekuatan rumahnya sebagai tempat ia berlindung dan tempat ia menjerat mangsanya, padahal kalau dihembus angin atau ditimpa oleh suatu barang yang kecil saja, rumah itu akan hancur.
Begitu pula halnya dengan kaum musyrikin yang percaya kepada kekuatan sembahan-sembahan mereka sebagai tempat berlindung dan tempat meminta sesuatu yang mereka ingini, padahal sembahan-sembahan mereka itu tidak mampu sedikit juga menolong mereka dari azab Allah waktu di dunia, seperti yang terjadi pada kaum Nuh, kaum Ibrahim, kaum Luth, kaum Syu'aib, kaum Saleh, dan lain-lain.
Apalagi menghadapi azab Allah di akhirat nanti, sembahan-sembahan mereka itu lebih tidak mampu menghindarkan dan melindungi mereka.

Nomor Surah29
Nama SurahAl Ankabut
Arabالعنكبوت
ArtiLaba-laba
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu85
JuzJuz 20 (ayat 1-44) sampai juz 21 (45-69)
Jumlah ruku'7 ruku'
Jumlah ayat69
Jumlah kata983
Jumlah huruf4321
Surah sebelumnyaSurah Al-Qasas
Surah selanjutnyaSurah Ar-Rum
4.9
Ratingmu: 4.3 (21 orang)
Sending







Pembahasan ▪ surat 29 ayat 62 ▪ surat al ankabut ayat 62

Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  





Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta