Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Al Ankabut

Al Ankabut (Laba-laba) surah 29 ayat 57


کُلُّ نَفۡسٍ ذَآئِقَۃُ الۡمَوۡتِ ۟ ثُمَّ اِلَیۡنَا تُرۡجَعُوۡنَ
Kullu nafsin dzaa-iqatul mauti tsumma ilainaa turja’uun(a);

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.
Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan.
―QS. 29:57
Topik ▪ Mengingat kematian ▪ Kematian pasti terjadi pada setiap makhluk hidup ▪ Kedahsyatan hari kiamat
29:57, 29 57, 29-57, Al Ankabut 57, AlAnkabut 57, Al-Ankabut 57
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Ankabut (29) : 57. Oleh Kementrian Agama RI

(Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.
Kemudian hanyalah kepada Kami kalian dikembalikan) sesudah kalian dibangkitkan, lafal turja'uuna dapat pula dibaca yurja'uuna.

Al Ankabut (29) ayat 57 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al Ankabut (29) ayat 57 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al Ankabut (29) ayat 57 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Segala sesuatu yang bernyawa pasti akan merasakan maut.
Setelah itu, kalian akan kembali kepada-Ku untuk diberikan balasan terhadap kebaikan dan kejahatan yang kalian lakukan dahulu.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.
Kemudian hanyalah kepada Kami kalian dikembalikan) sesudah kalian dibangkitkan, lafal turja'uuna dapat pula dibaca yurja'uuna.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Setiap jiwa yang hidup pasti merasakan mati, kemudian kepada Kami kalian akan kembali untuk hisab dan pembalasan.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Setelah itu Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.
Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan.
(Al-'Ankabut: 57)

Yakni di mana pun kalian berada, maut pasti akan mendapati kalian.
Maka jadilah kalian orang-orang yang selalu berada dalam ketaatan kepada Allah di mana pun kalian berada, sesuai dengan apa yang diperintahkan Allah kepada kalian.
Karena sesungguhnya hal ini lebih baik bagi kalian, sebab maut pasti akan menjemput kalian tanpa bisa dielakkan.
Kemudian hanya kepada Allah-lah kalian dikembalikan, barang siapa yang selalu taat kepada-Nya, maka Dia akan membalasnya dengan balasan yang sebaik-baiknya dan memberikan pahalanya dengan penuh.

Kata Pilihan Dalam Surah Al Ankabut (29) Ayat 57

DZAA IQAH
ذَآئِقَة

Lafaz dzaa iqah adalah ism fa'il mufradah, jamaknya dzaa 'iqat, mudzakkar bagi kata dzaa'iq dan jamaknya dzaa 'iqun. Berasal dari kata adz dzawq atau dzaaqa- yadzuqu yang berarti merasakan dan mencoba.

Raghib berkata,
adz dhawq bermakna wujudnya rasa di dalam mulut dan asal maknanya makan sedikit dari yang banyak. Apabila makan makanan yang banyak maka disebut al akl. Beliau berkata lagi, di dalam Al Qur'an penggunaan lafaz adz dhawq lebih banyak menyentuh masalah azab atau siksaan. Walaupun lafaz ini pada asalnya untuk hal yang sedikit, namun berkenaan dengan azab, ia bisa digunakan untuk perkara yang banyak dan sedikit. Oleh karena itu, kecenderungan penggunaannya pada siksaan di dalam Al­ Quran mengisyaratkan makna universal.

Adz dhawq juga bermakna ujian dan cobaan sebagaimana maksud firman Allah:

فَأَذَٰقَهَا ٱللَّهُ لِبَاسَ ٱلْجُوعِ وَٱلْخَوْفِ

yang dikaitkan dengan lafaz libaas (pakaian).

Adz dhawq juga juga digunakan untuk rahmat sebagaimana firman Allah,

وَلَئِنْ أَذَقْنَا ٱلْإِنسَٰنَ مِنَّا رَحْمَةً

maksudnya, "Dan jika Kami rasakan kepada manusia suatu rahmat (nikmat) dari Kami,"

Lafaz dzaa 'iqah di dalam Al Qur'an di­sebut tiga kali yaitu dalam surah:
-Ali Imran (3), ayat 185;
-Al Anbiyaa (21), ayat 35;
-Al Ankabut (29), ayat 57.

Lafaz jamaknya disebut dua kali yaitu dalam surah Ash Shaffaat ayat 31 dan 38. Kesemua lafaz dzaa 'iqah yang terdapat dalam ayat-ayat tadi disandarkan dengan lafaz an nafs (diri atau jiwa) dan maut (kematian). Allah berfirman,

كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِۗ

Dalam kitab Tafsir Al Misbah, M. Quraish Shihab mengungkapkan, ayat ini mengguna­kan kata dzaa 'iqah untuk kematian yang di­terjemahkan dengan merasakan kematian untuk mengisyaratkan ia adalah awal dari sesuatu. Bukankah sekiranya kita merasakan sesuatu, kita mengetahui se­kelumit rasanya dan setelah dirasakan, ia dimakan dalam kadar yang lebih banyak dari apa yang dirasakan. Sakit yang di­rasakan dalam kematian atau kenikmatannya adalah bahagian kecil dari kepedihan dan nikmat yang akan dirasakan kelak.

Al Qurtubi mengungkapkan, terdapat dua qiraat pada ayat tersebut. Kebanyakan para ulama membacanya dzaa iqatul mauuti.

Sedangkan Al A'masy, Yahya dan Ibn Abu Ishaq membacanya dengan dzaa iqatul mauuta. Hal ini karena ism fa'il terdiri dari dua bentuk makna yaitu al madhi (yang terdahulu) dan bermakna al istiqbaal (sekarang atau akan datang).

Qiraat pertama mengandung makna madhi (sudah berlaku atau pasti berlaku), maknanya setiap jiwa pasti mengalami ke­matian. Sekiranya ism fa'il itu bermakna istiqbal, boleh dibaca dengan dua qiraat itu. Maknanya setiap jiwa mengalami kematian karena jiwa itu belum lagi merasakan ke­ matian.

Kesimpulannya, lafaz dzaa 'iqah bisa memiliki dua makna yaitu yang pasti me­rasakan dan yang akan merasakan, makna­nya setiap jiwa pasti merasakan kematian atau setiap jiwa akan merasakan kematian.

Sumber : Kamus Al Qur'an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:232-236

Informasi Surah Al Ankabut (العنكبوت)
Surat Al' Ankabuut terdiri atas 69 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai "Al' Ankabuut" berhubung terdapatnya perkataan Al' Ankabuut yang berarti "laba­ laba" pada ayat 41 surat ini, di mana Allah mengumpamakan penyembah-penyembah berhala­ berhala itu dengan laba-laba yang percaya kepada kekuatan rumahnya sebagai tempat ia ber­lindung dan tempat menjerat mangsanya, padahal kalau dihembus angin atau ditimpa oleh suatu barang yang kecil saja, rumah itu akan hancur.

Begitu pula halnya dengan kaum musyrikin yang percaya kepada kekuatan sembahan-sembahan mereka sebagai tempat berlindung dan tem­pat meminta sesuatu yang mereka ingini, padahal sembahan-sembahan mereka itu tidak mampu sedikit juga menolong mereka dari azab Allah waktu di dunia, seperti yang terjadi pada kaum Nuh, kaum Ibrahim, kaum Luth, kaum Syua'ib, kaum Saleh, dan lain-lain.
Apalagi menghadapi azab Allah di akhirat nanti, sembahan-sembahan mereka itu lebih tidak mampu menghindarkan dan melindungi mereka.

Keimanan:

Bukti-bukti tentang adanya hari berbangkit dan ancaman terhadap orang-orang yang mengingkarinya
tiap-tiap diri akan merasakan mati dan hanya kepada Allah mereka akan kembali
Allah akan menjamin rezki tiap-tiap makhluk-Nya.

Hukum:

Kewajiban berbuat baik kepada dua orang ibu bapa
kewajiban mengerjakan shalat karena shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan perbuatan mungkar
kewajiban menentang ajakan mempersekutukan Allah sekalipun datang­nya dari ibu bapa.

Kisah:

Kisah-kisah cobaan yang dialami oleh Nabi Nuh a.s., Nabi Ibrahim a.s., Nabi Luth a.s., Nabi Syua'ib a.s., Nabi Daud a.s., Nabi Shaleh a.s., Nabi Musa a.s.

Lain-lain:

Cobaan itu perlu untuk menguji keimanan seseorang
usaha manusia itu manfa'at­ nya untuk dirinya sendiri bukan untuk Allah
perlawanan terhadap kebenaran pasti hancur.


Gambar Kutipan Surah Al Ankabut Ayat 57 *beta

Surah Al Ankabut Ayat 57



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Ankabut

Surah Al-'Ankabut (bahasa Arab:العنكبوت) adalah surah ke-29 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 69 ayat serta termasuk golongan surah-surrah Makkiyah.
Dinamai Al-'Ankabut berhubung terdapatnya kata Al- 'Ankabut yang berarti Laba-Laba pada ayat 41 surah ini, di mana Allah mengumpamakan para penyembah berhala-berhala itu dengan laba-laba yang percaya kepada kekuatan rumahnya sebagai tempat ia berlindung dan tempat ia menjerat mangsanya, padahal kalau dihembus angin atau ditimpa oleh suatu barang yang kecil saja, rumah itu akan hancur.
Begitu pula halnya dengan kaum musyrikin yang percaya kepada kekuatan sembahan-sembahan mereka sebagai tempat berlindung dan tempat meminta sesuatu yang mereka ingini, padahal sembahan-sembahan mereka itu tidak mampu sedikit juga menolong mereka dari azab Allah waktu di dunia, seperti yang terjadi pada kaum Nuh, kaum Ibrahim, kaum Luth, kaum Syu'aib, kaum Saleh, dan lain-lain.
Apalagi menghadapi azab Allah di akhirat nanti, sembahan-sembahan mereka itu lebih tidak mampu menghindarkan dan melindungi mereka.

Nomor Surah 29
Nama Surah Al Ankabut
Arab العنكبوت
Arti Laba-laba
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 85
Juz Juz 20 (ayat 1-44) sampai juz 21 (45-69)
Jumlah ruku' 7 ruku'
Jumlah ayat 69
Jumlah kata 983
Jumlah huruf 4321
Surah sebelumnya Surah Al-Qasas
Surah selanjutnya Surah Ar-Rum
4.4
Rating Pembaca: 1 (1 vote)
Sending







✔ al ankabut ayat 29:57, arti al ankabut ayat 57

Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku