Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Al Ankabut (Laba-laba) – surah 29 ayat 57 [QS. 29:57]

کُلُّ نَفۡسٍ ذَآئِقَۃُ الۡمَوۡتِ ۟ ثُمَّ اِلَیۡنَا تُرۡجَعُوۡنَ
Kullu nafsin dzaa-iqatul mauti tsumma ilainaa turja’uun(a);
Setiap yang bernyawa akan merasakan mati.
Kemudian hanya kepada Kami kamu dikembalikan.

―QS. Al Ankabut [29]: 57

Daftar isi

Every soul will taste death.
Then to Us will you be returned.
― Chapter 29. Surah Al Ankabut [verse 57]

كُلُّ tiap-tiap

Every
نَفْسٍ yang berjiwa

soul
ذَآئِقَةُ merasakan

(will) taste
ٱلْمَوْتِ mati

the death.
ثُمَّ kemudian

Then
إِلَيْنَا kepada kami

to Us
تُرْجَعُونَ kalian dikembalikan

you will be returned.

Tafsir Quran

Surah Al Ankabut
29:57

Tafsir QS. Al-‘Ankabut (29) : 57. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini menguatkan ayat sebelumnya dengan menerangkan hakikat kehidupan manusia itu sendiri.
Diterangkan bahwa tiap-tiap manusia pasti akan mati dan setelah mati, ia akan kembali kepada pemiliknya, yaitu Tuhan semesta alam.

Sejak manusia dibangkitkan kembali di akhirat, sejak itu ia akan mengalami kehidupan yang sebenarnya dan selamanya.
Bentuk kehidupan yang sebenarnya itu ditentukan oleh sikap dan tindak-tanduk seseorang selama hidup di dunia.

Jika ia seorang mukmin, maka akan memperoleh kebahagiaan yang abadi, sedangkan jika ia kafir, akan mengalami azab yang pedih di neraka.

Ayat ini senada dengan ayat 185 surah ali ‘Imran dan telah dijelaskan di sana, tetapi diulangi kembali sebagai peringatan bagi kaum Muslimin agar jangan terlalu terpikat dan terpesona oleh kehidupan dunia yang fana ini, karena semuanya itu merupakan kesenangan sementara dan akan berakhir.

Hubungan manusia dengan semua yang dimilikinya itu lambat laun akan berakhir.
Janganlah sampai kecintaan seseorang kepada sesuatu menghalanginya untuk taat kepada Allah dan Rasul-Nya, karena sesuatu itu bersifat sementara.

Sedangkan yang kekal hanya hasil ibadah dan amal saleh seseorang.
Dengan semua itu, ia memperoleh rida Allah dan surga yang dijanjikan-Nya.

Tafsir QS. Al Ankabut (29) : 57. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Segala sesuatu yang bernyawa pasti akan merasakan maut.
Setelah itu, kalian akan kembali kepada-Ku untuk diberikan balasan terhadap kebaikan dan kejahatan yang kalian lakukan dahulu.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Setiap jiwa yang hidup pasti merasakan mati, kemudian kepada Kami kalian akan kembali untuk hisab dan pembalasan.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.
Kemudian hanyalah kepada Kami kalian dikembalikan) sesudah kalian dibangkitkan, lafal turja’uuna dapat pula dibaca yurja’uuna.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Setelah itu Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.
Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan.
(QS. Al-‘Ankabut [29]: 57)

Yakni di mana pun kalian berada, maut pasti akan mendapati kalian.
Maka jadilah kalian orang-orang yang selalu berada dalam ketaatan kepada Allah di mana pun kalian berada, sesuai dengan apa yang diperintahkan Allah kepada kalian.
Karena sesungguhnya hal ini lebih baik bagi kalian, sebab maut pasti akan menjemput kalian tanpa bisa dielakkan.
Kemudian hanya kepada Allah-lah kalian dikembalikan, barang siapa yang selalu taat kepada-Nya, maka Dia akan membalasnya dengan balasan yang sebaik-baiknya dan memberikan pahalanya dengan penuh.

Kata Pilihan Dalam Surah Al Ankabut (29) Ayat 57

DZAA IQAH
ذَآئِقَة

Lafaz dzaa iqah adalah ism fa’il mufradah, jamaknya dzaa ‘iqat, mudzakkar bagi kata dzaa’iq dan jamaknya dzaa ‘iqun. Berasal dari kata adz dzawq atau dzaaqa- yadzuqu yang berarti merasakan dan mencoba.

Raghib berkata,
adz dhawq bermakna wujudnya rasa di dalam mulut dan asal maknanya makan sedikit dari yang banyak.
Apabila makan makanan yang banyak maka disebut al akl. Beliau berkata lagi, di dalam Al Qur’an penggunaan lafaz adz dhawq lebih banyak menyentuh masalah azab atau siksaan.
Walaupun lafaz ini pada asalnya untuk hal yang sedikit, namun berkenaan dengan azab, ia bisa digunakan untuk perkara yang banyak dan sedikit.
Oleh karena itu, kecenderungan penggunaannya pada siksaan di dalam Al Quran mengisyaratkan makna universal.

Adz dhawq juga bermakna ujian dan cobaan sebagaimana maksud firman Allah:

فَأَذَٰقَهَا ٱللَّهُ لِبَاسَ ٱلْجُوعِ وَٱلْخَوْفِ

yang dikaitkan dengan lafaz libaas (pakaian).
Adz dhawq juga juga digunakan untuk rahmat sebagaimana firman Allah,

وَلَئِنْ أَذَقْنَا ٱلْإِنسَٰنَ مِنَّا رَحْمَةً

maksudnya, "Dan jika Kami rasakan kepada manusia suatu rahmat (nikmat) dari Kami,"

Lafaz dzaa ‘iqah di dalam Al Qur’an disebut tiga kali yaitu dalam surah:
• Ali Imran (3), ayat 185;
• Al Anbiyaa (21), ayat 35;
Al Ankabut (29), ayat 57.
Lafaz jamaknya disebut dua kali yaitu dalam surah Ash Shaffaat ayat 31 dan 38. Kesemua lafaz dzaa ‘iqah yang terdapat dalam ayat-ayat tadi disandarkan dengan lafaz an nafs (diri atau jiwa) dan maut (kematian). Allah berfirman,

كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِۗ

Dalam kitab Tafsir Al Misbah, M. Quraish Shihab mengungkapkan, ayat ini menggunakan kata dzaa ‘iqah untuk kematian yang diterjemahkan dengan merasakan kematian untuk mengisyaratkan ia adalah awal dari sesuatu.
Bukankah sekiranya kita merasakan sesuatu, kita mengetahui sekelumit rasanya dan setelah dirasakan, ia dimakan dalam kadar yang lebih banyak dari apa yang dirasakan.
Sakit yang dirasakan dalam kematian atau kenikmatannya adalah bahagian kecil dari kepedihan dan nikmat yang akan dirasakan kelak.

Al Qurtubi mengungkapkan, terdapat dua qiraat pada ayat tersebut.
Kebanyakan para ulama membacanya dzaa iqatul mauuti.

Sedangkan Al A’masy, Yahya dan Ibnu Abu Ishaq membacanya dengan dzaa iqatul mauuta. Hal ini karena ism fa’il terdiri dari dua bentuk makna yaitu al madhi (yang terdahulu) dan bermakna al istiqbaal (sekarang atau akan datang).

Qiraat pertama mengandung makna madhi (sudah berlaku atau pasti berlaku), maknanya setiap jiwa pasti mengalami kematian.
Sekiranya ism fa’il itu bermakna istiqbal, boleh dibaca dengan dua qiraat itu.
Maknanya setiap jiwa mengalami kematian karena jiwa itu belum lagi merasakan ke matian.

Kesimpulannya, lafaz dzaa ‘iqah bisa memiliki dua makna yaitu yang pasti merasakan dan yang akan merasakan, maknanya setiap jiwa pasti merasakan kematian atau setiap jiwa akan merasakan kematian.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:232-236

Unsur Pokok Surah Al Ankabut (العنكبوت)

Surat Al-‘Ankabut terdiri atas 69 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai "Al ‘Ankabuut" berhubung terdapatnya perkataan Al-‘Ankabuut yang berarti "laba-laba" pada ayat 41 surat ini, di mana Allah mengumpamakan penyembah-penyembah berhala-berhala itu dengan laba-laba yang percaya kepada kekuatan rumahnya sebagai tempat ia berlindung dan tempat menjerat mangsanya, padahal kalau dihembus angin atau ditimpa oleh suatu barang yang kecil saja, rumah itu akan hancur.

Begitu pula halnya dengan kaum musyrikin yang percaya kepada kekuatan sembahan-sembahan mereka sebagai tempat berlindung dan tempat meminta sesuatu yang mereka ingini, padahal sembahan-sembahan mereka itu tidak mampu sedikit juga menolong mereka dari azab Allah waktu di dunia, seperti yang terjadi pada kaum Nuh, kaum Ibrahim, kaum Luth, kaum Syua’ib, kaum Saleh, dan lain-lain.

Apalagi menghadapi azab Allah di akhirat nanti, sembahan-sembahan mereka itu lebih tidak mampu menghindarkan dan melindungi mereka.

Keimanan:

▪ Bukti-bukti tentang adanya hari berbangkit dan ancaman terhadap orang-orang yang mengingkarinya.
▪ Tiap-tiap diri akan merasakan mati dan hanya kepada Allah mereka akan kembali.
▪ Allah akan menjamin rezeki tiap-tiap makhluk-Nya.

Hukum:

▪ Kewajiban berbuat baik kepada dua orang ibu bapak.
▪ Kewajiban mengerjakan shalat karena shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan perbuatan mungkar.
▪ Kewajiban menentang ajakan mempersekutukan Allah sekalipun datangnya dari ibu bapak.

Kisah:

▪ Kisah-kisah cobaan yang dialami oleh Nabi Nuh `alaihis salam, Nabi Ibrahim `alaihis salam, Nabi Luth `alaihis salam, Nabi Syua’ib `alaihis salam, Nabi Daud `alaihis salam, Nabi Shaleh `alaihis salam, Nabi Musa `alaihis salam.

Lain-lain:

▪ Cobaan itu perlu untuk menguji keimanan seseorang.
▪ Usaha manusia itu manfa’at nya untuk dirinya sendiri bukan untuk Allah.
▪ Perlawanan terhadap kebenaran pasti hancur.

Audio Murottal

QS. Al-Ankabut (29) : 1-69 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 69 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-Ankabut (29) : 1-69 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 69

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Ankabut ayat 57 - Gambar 1 Surah Al Ankabut ayat 57 - Gambar 2
Statistik QS. 29:57
  • Rating RisalahMuslim
4.4

Ayat ini terdapat dalam surah Al Ankabut.

Surah Al-‘Ankabut (bahasa Arab:العنكبوت) adalah surah ke-29 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 69 ayat serta termasuk golongan surah-surrah Makkiyah.
Dinamai Al-‘Ankabut berhubung terdapatnya kata Al- ‘Ankabut yang berarti Laba-Laba pada ayat 41 surah ini, di mana Allah mengumpamakan para penyembah berhala-berhala itu dengan laba-laba yang percaya kepada kekuatan rumahnya sebagai tempat ia berlindung dan tempat ia menjerat mangsanya, padahal kalau dihembus angin atau ditimpa oleh suatu barang yang kecil saja, rumah itu akan hancur.
Begitu pula halnya dengan kaum musyrikin yang percaya kepada kekuatan sembahan-sembahan mereka sebagai tempat berlindung dan tempat meminta sesuatu yang mereka ingini, padahal sembahan-sembahan mereka itu tidak mampu sedikit juga menolong mereka dari azab Allah waktu di dunia, seperti yang terjadi pada kaum Nuh, kaum Ibrahim, kaum Luth, kaum Syu’aib, kaum Saleh, dan lain-lain.
Apalagi menghadapi azab Allah di akhirat nanti, sembahan-sembahan mereka itu lebih tidak mampu menghindarkan dan melindungi mereka.

Nomor Surah 29
Nama Surah Al Ankabut
Arab العنكبوت
Arti Laba-laba
Nama lain
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 85
Juz Juz 20 (ayat 1-44) sampai juz 21 (45-69)
Jumlah ruku’ 7 ruku’
Jumlah ayat 69
Jumlah kata 983
Jumlah huruf 4321
Surah sebelumnya Surah Al-Qasas
Surah selanjutnya Surah Ar-Rum
Sending
User Review
4.6 (16 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

29:57, 29 57, 29-57, Surah Al Ankabut 57, Tafsir surat AlAnkabut 57, Quran Al-Ankabut 57, Surah Al Ankabut ayat 57

Video Surah

29:57


Load More

Kandungan Surah Al Ankabut

۞ QS. 29:3 • Keluasan ilmu Allah • Sikap orang mukmin terhadap fitnah

۞ QS. 29:4 • Kebodohan orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 29:5 • Al Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Kiamat telah dekat • Kebenaran hari penghimpunan •

۞ QS. 29:6 • Allah tidak membutuhkan makhlukNya • Al Ghaniy (Maha Kaya) • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh

۞ QS. 29:7 • Ajakan masuk Islam • Toleransi Islam • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Keutamaan iman • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan

۞ QS. 29:8 • Kebenaran hari penghimpunan • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 29:9 • Pahala iman • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Keutamaan iman • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan •

۞ QS. 29:10 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam •

۞ QS. 29:11 • Keluasan ilmu Allah • Siksa orang munafik

۞ QS. 29:12 • Menanggung dosa orang lain

۞ QS. 29:13 • Mendustai Allah • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan • Sifat hari penghitungan • Menanggung dosa orang lain •

۞ QS. 29:14 • Keadilan Allah dalam menghakimi • Azab orang kafir

۞ QS. 29:15 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

۞ QS. 29:16 • Tauhid Uluhiyyah • Kewajiban hamba pada Allah

۞ QS. 29:17 • Kebenaran hari penghimpunan • Kebodohan orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah • Kewajiban hamba pada Allah •

۞ QS. 29:18 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 29:19 • Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Manusia dibangkitkan dari kubur •

۞ QS. 29:20 • Kekuasaan Allah • Al Qadiir (Maha Penguasa) • Manusia dibangkitkan dari kubur

۞ QS. 29:21 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Kebenaran hari penghimpunan • Menyiksa pelaku maksiat • Ampunan Allah terhadap pelaku maksiat • Ampunan Allah dan rahmatNya

۞ QS. 29:22 • Al Wali (Maha Pelindung) • An-Nashir (Maha Penolong) • Maksiat dan dosa

۞ QS. 29:23 • Mengingkari hari kebangkitan • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 29:24 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 29:25 • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Sifat hari penghitungan • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Kebodohan orang kafir • Siksa orang kafir

۞ QS. 29:26 • Ar Rabb (Tuhan) • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 29:27 • Balasan dan pahala dari Allah

۞ QS. 29:29 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 29:30 • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 29:31 • Tugas-tugas malaikat • Keadilan Allah dalam menghakimi • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat •

۞ QS. 29:32 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Tugas-tugas malaikat • Azab orang kafir

۞ QS. 29:33 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Tugas-tugas malaikat • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat •

۞ QS. 29:34 • Keadilan Allah dalam menghakimi • Azab orang kafir

۞ QS. 29:36 • Kewajiban hamba pada Allah

۞ QS. 29:37 • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 29:38 • Sifat iblis dan pembantunya • Azab orang kafir • Istidraj (memperdaya)

۞ QS. 29:39 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 29:40 • Keadilan Allah dalam menghakimi • Azab orang kafir

۞ QS. 29:41 • Wali Allah dan wali syetan • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 29:42 • Keluasan ilmu Allah • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Kelemahan tuhan selain Allah •

۞ QS. 29:44 • Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 29:45 • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 29:46 • Tauhid Uluhiyyah • Kewajiban dan keutamaan beriman pada kitab-kitab • Islam agama para nabi • Islam agama fitrah • Toleransi Islam

۞ QS. 29:47 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 29:49 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 29:50 • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 29:51 • Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kasih sayang Allah yang luas • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 29:52 • Keluasan ilmu Allah • Al Syahid (Maha Menyaksikan) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 29:53 • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 29:54 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 29:55 • Kedahsyatan hari kiamat • Keadilan Allah dalam menghakimi • Sifat neraka • Azab orang kafir • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 29:56 • Sikap orang mukmin terhadap fitnah • Kewajiban hamba pada Allah

۞ QS. 29:57 • Kematian pasti terjadi pada setiap makhluk hidup • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 29:58 • Pahala iman • Keabadian surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Perbedaan derajat di surga • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga

۞ QS. 29:59 • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 29:60 • Al Razzaq (Maha Pemberi rezeki) • Al Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir •

۞ QS. 29:61 • Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Tauhid Rububiyyah • Kekuasaan Allah • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kebodohan orang kafir

۞ QS. 29:62 • Keluasan ilmu Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir •

۞ QS. 29:63 • Tauhid Uluhiyyah • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kebodohan orang kafir

۞ QS. 29:64 • Kebaikan yang ada di alam akhirat

۞ QS. 29:65 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 29:66 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Maksiat dan dosa

۞ QS. 29:67 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kebodohan orang kafir

۞ QS. 29:68 • Mendustai Allah • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 29:69 • Keutamaan iman • Hidayah (petunjuk) dari Allah

Ayat Pilihan

Seseorang tidak akan dapat mengetahui banyaknya nikmat besar yang Allah sediakan & simpan untuk mereka,
yang dapat menyedapkan pandangan mereka,
sebagai balasan atas ketaatan & perbuatan yang mereka lakukan.
QS. As-Sajdah [32]: 17

Orang yang kembali (mengambil riba),
maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka,
mereka kekal di dalamnya.
QS. Al-Baqarah [2]: 275

Dan Allah membuat istri Firaun perumpamaan bagi orang beriman, ketika ia berkata:
“Ya Rabbku, bangunkan untukku sebuah rumah di sisiMu dalam firdaus, dan selamatkan aku dari Firaun & perbuatannya, dan selamatkan aku dari kaum yang zhalim
QS. At-Tahrim [66]: 11

Maka Maha Tinggi Allah,
Raja Yang Sebenarnya,
tiada Tuhan selain Dia,
Dan siapa menyembah tuhan yang lain di samping Allah,
padahal tidak ada suatu dalilpun baginya tentang itu,
maka sesungguhnya perhitungannya di sisi Tuhannya
QS. Al-Mu’minun [23]: 116-117

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Tata cara membaca Alquran dimulai dengan ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Isti'adzah atau juga biasa dikenal dengan istilah ta'awwudz secara bahasa adalah memohon perlindungan, pemeliharaan dan penjagaaan.

Basmalah berarti mengucapkan kalimat 'Bismillahirrahmanirrahim', terjemahannya yaitu 'Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang'.

Dalam surah Alquran, At-Tin artinya ...

Correct! Wrong!

Allah Subhanahu Wa Ta`ala Melihat semua apa yang di lakukan oleh hambanya, karena Allah bersifat ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
البصير

Allah itu Al-Bashir, artinya adalah Allah itu Maha Melihat segala sesuatu. Kita sebagai manusia hanya memiliki penglihatan yang terbatas. Namun Allah bisa melihat segala sesuatu baik dimasa lalu, masa sekarang dan masa yang akan datang.

Allah selalu mengawasi kita semua, sehingga jangan pernah kita berfikir jika kita melakukan kejahatan yang tidak orang lain lihat maka tidak ada yang bisa mengetahui kejahatan itu. Karena Allah itu Maha Melihat.

+

Array

Dalam memutuskan suatu perkara, Dinda sangat adil karena Dinda meneladani sifat Allah ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
العدل

Allah itu Al-Adl, artinya adalah Allah itu Maha Adil kepada seluruh makhluk-makhluk-Nya. Keadilan Allah bersifat sempurna dan berlaku untuk semua ciptaan-Nya.

Jangan pernah sedikit pun terbesit dalam hati kita untuk berfikir bahwa 'hidup ini tidak adil.' Karena semua telah ditentukan Allah dengan keadilan-Nya. Siapa pun manusia yang murka dengan ketentuan Allah maka Allah pun akan murka kepadanya, dan siapa pun manusia yang ridho maka Allah pun akan ridho kepadanya. Dan siapa pun manusia yang telah diridhoi Allah, maka senantiasa dibukakan jalan keluar yang tidak pernah terduga dalam pikiran manusia.

Salah satu cara mengagungkan tanda-tanda kebesaran Allah Subhanahu Wa Ta`ala yaitu dengan ...

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #24
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #24 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #24 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #27

Surah yang terpendek dalam Alquran adalah … Surah yang tidak diawali basmalah adalah … Surah yang pertama kali turun secara lengkap adalah … Proses turunnya wahyu berlangsung selama … tahun.Basmalah tertulis atau disebutkan sebanyak dua kali pada surah …

Pendidikan Agama Islam #9

Arti hadits maudhu’ adalah … Pengertian ijtihad menurut istilah adalah … Orang yang memiliki kemampuan untuk melakukan infefensi hukum-hukum syariat dari sumber-sumber yang terpercaya disebut dengan … Berdasarkan bahasa, ijma artinya adalah … Era ketidaktahuan juga disebut zaman …

Pendidikan Agama Islam #24

Allah Subhanahu Wa Ta`ala Melihat semua apa yang di lakukan oleh hambanya, karena Allah bersifat … Dalam memutuskan suatu perkara, Dinda sangat adil karena Dinda meneladani sifat Allah … Salah satu cara mengagungkan tanda-tanda kebesaran Allah Subhanahu Wa Ta`ala yaitu … dengan … Tata cara membaca Alquran dimulai dengan … Dalam surah Alquran, At-Tin artinya …

Kamus Istilah Islam

Al Khaliq

Apa itu Al Khaliq? Allah itu Al-Khaliq ◀ Al-Khaliq sendiri memiliki makna yaitu Sang Maha Pencipta. Allah adalah pencipta langit dan bumi, alam semesta beserta isinya. Kita semua ini adalah termasu...

mufti

Apa itu mufti? muf.ti pemberi fatwa untuk memutuskan masalah yang berhubungan dengan hukum Islam … •

Kitab Shahihain

Apa itu Kitab Shahihain? Shahihain merupakan Istilah Islam yang digunakan untuk menyebut kedua kitab Shahih milik Imam Bukhari dan Imam Muslim. Yang lebih dahulu menyusun kitab shahih adalah Imam Al-B...