Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Al Ankabut

Al Ankabut (Laba-laba) surah 29 ayat 50


وَ قَالُوۡا لَوۡ لَاۤ اُنۡزِلَ عَلَیۡہِ اٰیٰتٌ مِّنۡ رَّبِّہٖ ؕ قُلۡ اِنَّمَا الۡاٰیٰتُ عِنۡدَ اللّٰہِ ؕ وَ اِنَّمَاۤ اَنَا نَذِیۡرٌ مُّبِیۡنٌ
Waqaaluuu laulaa unzila ‘alaihi aayaatun min rabbihi qul innamaaaayaatu ‘indallahi wa-innamaa anaa nadziirun mubiinun;

Dan orang-orang kafir Mekah berkata:
“Mengapa tidak diturunkan kepadanya mukjizat-mukjizat dari Tuhannya?”
Katakanlah:
“Sesungguhnya mukjizat-mukjizat itu terserah kepada Allah.
Dan sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan yang nyata”.
―QS. 29:50
Topik ▪ Kelemahan manusia
29:50, 29 50, 29-50, Al Ankabut 50, AlAnkabut 50, Al-Ankabut 50
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Ankabut (29) : 50. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam sebuah hadis diterangkan mengenai kebodohan orang musyrik itu dan sebab turunnya ayat ini, yaitu:

Telah datang serombongan kaum Muslimin kepada Nabi Muhammad ﷺ membawa kitab-kitab yang telah mereka tulis di dalamnya sebagian dari apa yang telah mereka dengar dari orang-orang Yahudi, maka Nabi ﷺ berkata: "Cukuplah kebodohan dan kesesatan suatu kaum yang menolak apa yang dibawa Nabi mereka untuk mereka, dan menginginkan sesuatu yang dibawa oleh seorang Nabi yang bukan Nabi mereka untuk orang lain.
Lalu ayat ini diturunkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala
(H.R.
Darimi dan Abu Daud)

Dalam hadis yang lain diterangkan pula bahwa orang-orang yang tidak merasa cukup dengan Alquran sebagai suatu mukjizat, maka mereka bukanlah termasuk orang-orang Islam.
Hadis ini berbunyi:

Tidaklah termasuk golongan kami, orang-orang yang tidak merasa cukup dengan Alquran.
(H.R.
Bukhari)

Hadis di atas dengan jelas menerangkan kebodohan orang-orang musyrik yang menuntut agar diturunkan mukjizat yang nyata, padahal mukjizat Alquran lebih tinggi nilainya dan berlaku untuk selamanya sampai hari akhirat.

Pada ayat ini dijelaskan bahwa orang-orang kafir Quraisy mengingkari Alquran sebagai mukjizat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ.
karena menurut mereka tidak pantas Alquran itu dijadikan sebagai mukjizat, yang pantas dijadikan mukjizat itu ialah suatu yang nyata, yang langsung dapat dilihat dan dirasakan, seperti mukjizat yang diturunkan kepada para Rasul yang terdahulu, seperti topan Nabi Nuh, tongkat Nabi Musa dan sebagainya.
Mereka menyatakan bahwa mukjizat yang nyata itu mudah diterima akal pikiran dan dapat menimbulkan keyakinan bagi orang-orang yang melihatnya.

Allah subhanahu wa ta'ala memerintahkan kepada Nabi Muhammad ﷺ agar menjawab permintaan orang-orang musyrik Quraisy itu dengan mengatakan bahwa persoalan mukjizat itu adalah persoalah Tuhan.
Tuhanlah yang menetapkan mukjizat apakah yang akan diberikan kepada seorang Rasul yang diutus Nya, serta disesuaikan pula dengan tingkat kemampuan umat yang akan menyaksikan mukjizat itu.
Mengenai pengakuan orang-orang Quraisy, bahwa mereka tidak dapat menerima Alquran sebagai mukjizat, Allah subhanahu wa ta'ala Maha Mengetahui isi hati mereka.
Sebenarnya hati mereka telah mengakuinya sebagai mukjizat, tetapi karena keingkaran dan penyakit yang ada dalam hati mereka, maka mereka mengatakan yang demikian itu hanyalah sekadar membantah saja.
Jika mereka benar-benar akan beriman dengan diturunkan Nya mukjizat sesuai dengan yang mereka minta itu, tentulah Allah akan menurunkan.
tidak ada sesuatupun yang sukar bagi Allah, semua mudah bagi Nya.
Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:

Dan sekali-kali tidak ada yang menghalangi Kami untuk mengirimkan (kepadamu) tanda-tanda (kekuasaan Kami), melainkan karena tanda-tanda itu telah didustakan oleh orang-orang dahulu.
(Q.S.
Al Isra: 59)

Setelah permintaan mereka yang bukan-bukan itu dijawab Nabi, maka Allah subhanahu wa ta'ala memerintahkan kepadanya agar menyampaikan kepada orang-orang musyrik itu, bahwa dia (Nabi) diperintahkan hanya sekadar memberi peringatan kepada orang-orang yang tidak mengindahkannya.
Tugasnya hanyalah menyampaikan risalah kepada mereka.
Ia tidak dapat menjadikan mereka orang-orang yang beriman, Yang dapat menjadikan orang beriman hanyalah Allah semata.
Allah berfirman:

Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk, dan barangsiapa yang disesatkan Nya maka kamu tak akan mendapatkan seorang pemimpinpun yang dapat memberi petunjuk kepadanya.
(Q.S.
Al Kahfi: 17)

Dan firman Allah subhanahu wa ta'ala yang lain:

Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk akan tetapi Allahlah yang memberi petunjuk (taufik) kepada siapa yang dikehendaki Nya.
(Q.S.
Al Baqarah: 272)

Al Ankabut (29) ayat 50 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al Ankabut (29) ayat 50 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al Ankabut (29) ayat 50 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Dalam perdebatan dan permusuhan mereka, orang-orang kafir itu berkata, "Mengapa tidak diturunkan mukjizat-mukjizat inderawi kepadanya, seperti yang turun kepada rasul-rasul sebelumnya." Katakanlah kepada mereka, "Sesungguhnya seluruh mukjizat datang dari sisi Allah.
Dia menurunkannya pada waktu yang dikehendaki-Nya.
Adapun aku hanya diberi tugas untuk memperingatkan dengan peringatan yang jelas, bukan memberikan apa yang kalian usulkan."

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan mereka berkata) yaitu orang-orang kafir Mekah ("Mengapa tidak) kenapa tidak (diturunkan kepadanya) kepada Nabi Muhammad (mukjizat-mukjizat dari Rabbnya?") Dan menurut suatu qiraat aayaatun dibaca aayatun dalam bentuk tunggal, maksudnya mukjizat yang seperti unta Nabi Saleh, tongkat Nabi Musa dan hidangan Nabi Isa.
(Katakanlah) kepada mereka:
("Sesungguhnya mukjizat-mukjizat itu terserah kepada Allah) Dialah yang menurunkannya dalam bentuk apa yang dikehendaki-Nya.
(Dan sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan yang nyata.") Yakni sebagai orang yang menjelaskan peringatanku kepada orang-orang yang berbuat maksiat, bahwa mereka akan dimasukkan ke dalam neraka.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Orang-orang musyrikin berkata :
Mengapa tidak diturunkan kepada Muhammad bukti-bukti dan hujjah-hujjah dari Rabbnya yang bisa kami saksikan, seperti unta betina Shalih dan tongkat Musa!! Katakanlah kepada mereka :
Sesungguhnya perkara mukjizat-mukjizat itu di tangan Allah, bila Dia berkehendak maka Dia akan menurunkannya, bila Dia berkehendak maka Dia tidak menurunkannya.
Sesungguhnya aku bagi kalian hanyalah penyampai peringatan.
Aku memperingatkan kalian terhadap kerasnya hukuman dan siksa Allah, menjelaskan jalan yang haq dengan yang batil.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman, menceritakan perihal orang-orang musyrik yang membangkang dan permintaan mereka yang menuntut adanya mukjizat-mukjizat untuk membuktikan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, sebagaimana yang telah diberikan kepada Nabi Saleh dengan untanya.
Maka Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:

Katakanlah (hai Muhammad), "Sesungguhnya mukjizat-mukjizat itu terserah kepada Allah.” (Al-'Ankabut: 50)

Yakni sesungguhnya urusan itu terserah kepada Allah, karena sesungguh­nya menurut pengetahuan Allah seandainya kalian mendapat hidayah dengan adanya mukjizat-mukjizat itu tentulah Dia akan memperkenankan permintaan kalian itu, sebab untuk mengabulkan permintaan kalian itu amatlah mudah dan gampang sekali bagi-Nya.
Tetapi Dia mengetahui bahwa kalian tidak akan beriman, dan sesungguhnya kalian memintanya hanya mencari-cari alasan untuk menolak dan ingin menguji.
Karena itu, Allah tidak mengabulkan permintaan kalian, sebagaimana yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Dan sekali-kali tidak ada yang menghalangi Kami untuk mengirimkan (kepadamu) tanda-tanda (kekuasaan Kami), melainkan karena tanda-tanda itu telah didustakan oleh orang-orang dahulu.
Dan telah Kami berikan kepada Samud unta betina itu (sebagai mukjizat) yang dapat dilihat, tetapi mereka menganiaya unta betina itu.
(Al Israa':59)

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

"Sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan yang nyata." (Al-'Ankabut: 50)

Yakni sesungguhnya aku diutus kepada kalian hanya sebagai pemberi peringatan kepada kalian dengan jelas, maka sudah merupakan keharusan bagiku menyampaikan risalah dari Allah kepada kalian.

Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk, dan barang siapa yang disesatkan-Nya, maka kamu tak akan mendapatkan seorang pemimpin pun yang dapat memberi petunjuk.
(Al Kahfi:17)

Dan firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (memberi taufik) siapa yang dikehendaki-Nya.
(Al Baqarah:272)

Kemudian Allah subhanahu wa ta'ala menyebutkan tentang kebodohan mereka yang parah dan rendahnya taraf berpikir mereka, sebab mereka meminta agar didatangkan mukjizat-mukjizat yang menunjukkan kebenaran Muhammad' ﷺ Padahal Muhammad ﷺ telah mendatangkan kepada mereka Al-Qur’anul Karim yang tidak datang kepadanya kebatilan, baik dari depan maupun dari belakangnya, Al-Qur'an adalah mukjizat yang paling besar di antara semua mukjizat.
Karena semua ahli bahasa dan ahli sastrawan tidak mampu menyainginya, bahkan untuk menyaingi sepuluh surat yang semisal dengan surat-surat Al-Qur'an pun mereka tidak mampu.
Bahkan untuk menyaingi satu surat dari Al-Qur'an pun mereka tidak mampu pula.
Untuk itulah maka Allah subhanahu wa ta'ala menegaskan melalui firman-Nya:

Dan apakah tidak cukup bagi mereka bahwa Kami telah menurunkan kepadamu Al-Kitab (Al-Qur'an), sedangkan dia dibacakan kepada mereka?
(Al-'Ankabut: 51)

Maksudnya, apakah tidak cukup bahwa Kami telah menurunkan kepadamu Al-Qur'an yang mulia, di dalamnya terdapat berita orang-orang sebelum mereka dan berita apa yang akan terjadi sesudah mereka serta hukum yang memutuskan di antara mereka, sedangkan engkau adalah seorang lelaki yang ummi, tidak bisa baca dan tulis, dan engkau belum pernah bergaul dengan seorang pun dari kalangan Ahli Kitab.
Padahal engkau dapat mendatangkan berita-berita yang terdapat di dalam kitab-kitab terdahulu dengan pemberitaan yang jelas dan benar, sedangkan mereka sendiri berselisih tentangnya.
Engkau juga dapat mendatangkan perkara yang hak, jelas, dan gamblang, sebagaimana yang disebutkan di dalam firman-Nya:

Dan apakah tidak cukup menjadi bukti bagi mereka bahwa para ulama Bani Israil mengetahuinya?
(Asy Syu'ara:197)

Dan mereka berkata, "Mengapa ia tidak membawa bukti kepada kami dari Tuhannya?"
Dan apakah belum datang kepada mereka bukti yang nyata dari apa yang tersebut di dalam kitab-kitab yang dahulu?
(Taha: 133)

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Hajjaj, telah menceritakan kepada kami Lais, telah menceritakan kepadaku Sa'id ibnu Abu Sa'id, dari ayahnya, dari Abu Hurairah r.a.
yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: Tiada seorang nabi pun dari kalangan para nabi melainkan dianugerahi mukjizat yang mirip dengan apa yang dipercayai oleh manusia (di masanya).
Dan sesungguhnya mukjizat yang diberikan kepadaku adalah berupa wahyu yang diturunkan Allah kepadaku, maka aku berharap semoga akulah yang paling banyak pengikutnya di antara mereka kelak pada hari kiamat.

Imam Bukhari dan Imam Muslim mengetengahkan hadis ini melalui jalur Al-Lais.

Informasi Surah Al Ankabut (العنكبوت)
Surat Al' Ankabuut terdiri atas 69 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai "Al' Ankabuut" berhubung terdapatnya perkataan Al' Ankabuut yang berarti "laba­ laba" pada ayat 41 surat ini, di mana Allah mengumpamakan penyembah-penyembah berhala­ berhala itu dengan laba-laba yang percaya kepada kekuatan rumahnya sebagai tempat ia ber­lindung dan tempat menjerat mangsanya, padahal kalau dihembus angin atau ditimpa oleh suatu barang yang kecil saja, rumah itu akan hancur.

Begitu pula halnya dengan kaum musyrikin yang percaya kepada kekuatan sembahan-sembahan mereka sebagai tempat berlindung dan tem­pat meminta sesuatu yang mereka ingini, padahal sembahan-sembahan mereka itu tidak mampu sedikit juga menolong mereka dari azab Allah waktu di dunia, seperti yang terjadi pada kaum Nuh, kaum Ibrahim, kaum Luth, kaum Syua'ib, kaum Saleh, dan lain-lain.
Apalagi menghadapi azab Allah di akhirat nanti, sembahan-sembahan mereka itu lebih tidak mampu menghindarkan dan melindungi mereka.

Keimanan:

Bukti-bukti tentang adanya hari berbangkit dan ancaman terhadap orang-orang yang mengingkarinya
tiap-tiap diri akan merasakan mati dan hanya kepada Allah mereka akan kembali
Allah akan menjamin rezki tiap-tiap makhluk-Nya.

Hukum:

Kewajiban berbuat baik kepada dua orang ibu bapa
kewajiban mengerjakan shalat karena shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan perbuatan mungkar
kewajiban menentang ajakan mempersekutukan Allah sekalipun datang­nya dari ibu bapa.

Kisah:

Kisah-kisah cobaan yang dialami oleh Nabi Nuh a.s., Nabi Ibrahim a.s., Nabi Luth a.s., Nabi Syua'ib a.s., Nabi Daud a.s., Nabi Shaleh a.s., Nabi Musa a.s.

Lain-lain:

Cobaan itu perlu untuk menguji keimanan seseorang
usaha manusia itu manfa'at­ nya untuk dirinya sendiri bukan untuk Allah
perlawanan terhadap kebenaran pasti hancur.


Gambar Kutipan Surah Al Ankabut Ayat 50 *beta

Surah Al Ankabut Ayat 50



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Ankabut

Surah Al-'Ankabut (bahasa Arab:العنكبوت) adalah surah ke-29 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 69 ayat serta termasuk golongan surah-surrah Makkiyah.
Dinamai Al-'Ankabut berhubung terdapatnya kata Al- 'Ankabut yang berarti Laba-Laba pada ayat 41 surah ini, di mana Allah mengumpamakan para penyembah berhala-berhala itu dengan laba-laba yang percaya kepada kekuatan rumahnya sebagai tempat ia berlindung dan tempat ia menjerat mangsanya, padahal kalau dihembus angin atau ditimpa oleh suatu barang yang kecil saja, rumah itu akan hancur.
Begitu pula halnya dengan kaum musyrikin yang percaya kepada kekuatan sembahan-sembahan mereka sebagai tempat berlindung dan tempat meminta sesuatu yang mereka ingini, padahal sembahan-sembahan mereka itu tidak mampu sedikit juga menolong mereka dari azab Allah waktu di dunia, seperti yang terjadi pada kaum Nuh, kaum Ibrahim, kaum Luth, kaum Syu'aib, kaum Saleh, dan lain-lain.
Apalagi menghadapi azab Allah di akhirat nanti, sembahan-sembahan mereka itu lebih tidak mampu menghindarkan dan melindungi mereka.

Nomor Surah 29
Nama Surah Al Ankabut
Arab العنكبوت
Arti Laba-laba
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 85
Juz Juz 20 (ayat 1-44) sampai juz 21 (45-69)
Jumlah ruku' 7 ruku'
Jumlah ayat 69
Jumlah kata 983
Jumlah huruf 4321
Surah sebelumnya Surah Al-Qasas
Surah selanjutnya Surah Ar-Rum
4.9
Rating Pembaca: 4.7 (9 votes)
Sending








Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku