Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Ankabut (Laba-laba) – surah 29 ayat 40 [QS. 29:40]

فَکُلًّا اَخَذۡنَا بِذَنۡۢبِہٖ ۚ فَمِنۡہُمۡ مَّنۡ اَرۡسَلۡنَا عَلَیۡہِ حَاصِبًا ۚ وَ مِنۡہُمۡ مَّنۡ اَخَذَتۡہُ الصَّیۡحَۃُ ۚ وَ مِنۡہُمۡ مَّنۡ خَسَفۡنَا بِہِ الۡاَرۡضَ ۚ وَ مِنۡہُمۡ مَّنۡ اَغۡرَقۡنَا ۚ وَ مَا کَانَ اللّٰہُ لِیَظۡلِمَہُمۡ وَ لٰکِنۡ کَانُوۡۤا اَنۡفُسَہُمۡ یَظۡلِمُوۡنَ
Fakulaa akhadznaa bidzanbihi faminhum man arsalnaa ‘alaihi haashiban waminhum man akhadzathush-shaihatu waminhum man khasafnaa bihil ardha waminhum man aghraqnaa wamaa kaanallahu liyazhlimahum walakin kaanuu anfusahum yazhlimuun(a);
Maka masing-masing (mereka itu) Kami azab karena dosa-dosanya, di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil, ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan ada pula yang Kami tenggelamkan.
Allah sama sekali tidak hendak menzalimi mereka, akan tetapi merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri.

―QS. Al Ankabut [29]: 40

Daftar isi

So each We seized for his sin;
and among them were those upon whom We sent a storm of stones, and among them were those who were seized by the blast (from the sky), and among them were those whom We caused the earth to swallow, and among them were those whom We drowned.
And Allah would not have wronged them, but it was they who were wronging themselves.
― Chapter 29. Surah Al Ankabut [verse 40]

فَكُلًّا maka masing-masing

So each
أَخَذْنَا Kami ambil/siksa

We seized
بِذَنۢبِهِۦ karena dosa-dosanya

for his sin.
فَمِنْهُم maka diantara mereka

Then of them
مَّنْ orang

(was he) who,
أَرْسَلْنَا Kami kirimkan/timpakan

We sent
عَلَيْهِ atasnya

on him
حَاصِبًا hujan batu kerikil

a violent storm,
وَمِنْهُم dan diantara mereka

and of them
مَّنْ orang

(was he) who,
أَخَذَتْهُ menimpanya

seized him
ٱلصَّيْحَةُ suara keras/mengguntur

the awful cry
وَمِنْهُم dan diantara mereka

and of them
مَّنْ orang

(was he) who,
خَسَفْنَا Kami benamkan

We caused to swallow
بِهِ dengannya

him,
ٱلْأَرْضَ bumi

the earth
وَمِنْهُم dan diantara mereka

and of them
مَّنْ orang

(was he) who,
أَغْرَقْنَا Kami tenggelamkan

We drowned.
وَمَا dan tidak

And not
كَانَ ada

was
ٱللَّهُ Allah

Allah
لِيَظْلِمَهُمْ untuk menganiaya mereka

to wrong them
وَلَٰكِن akan tetapi

but
كَانُوٓا۟ adalah mereka

they were
أَنفُسَهُمْ diri mereka

themselves
يَظْلِمُونَ mereka menganiaya

doing wrong.

Tafsir

Alquran

Surah Al Ankabut
29:40

Tafsir QS. Al Ankabut (29) : 40. Oleh Kementrian Agama RI


Allah membinasakan umat-umat terdahulu yang mendustakan para rasul dengan menurunkan bermacam-macam azab, di antaranya:


a.
Angin yang sangat kencang dan membawa batu, yang didatangkan kepada kaum ‘Ad.

Mereka menantang Nabi Hud,
"Siapakah gerangan yang lebih kuat dan berkuasa lagi dari kami?"
Kesombongan mereka dibalas Tuhan dengan mendatangkan angin, sehingga mereka mati bergelimpangan.
Allah ﷻ berfirman dalam ayat lain yang menjelaskan tentang siksaan itu, yakni:


Sedangkan kaum ‘Ad, mereka telah dibinasakan dengan angin topan yang sangat dingin, Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam delapan hari terus-menerus;
maka kamu melihat kaum ‘Ad pada waktu itu mati bergelimpangan seperti batang-batang pohon kurma yang telah kosong (lapuk).
Maka adakah kamu melihat seorang pun yang masih tersisa di antara mereka?
(al-Haqqah [69]: 6-8)


b.
Suara mengguntur yang memecahkan anak telinga.

Siksaan ini diturunkan kepada kaum Samud.
Mereka masih membangkang, tidak mau beriman kepada Nabi Saleh.

Tiba-tiba mereka dipingsankan lalu mati oleh kejutan suara yang mengguntur yang dahsyat sekali.
Allah menjelaskan lagi:

فَاَمَّا ثَمُوْدُ فَاُهْلِكُوْا بِالطَّاغِيَةِ

Maka adapun kaum Samud, mereka telah dibinasakan dengan suara yang sangat keras.
(al-Haqqah [69]: 5)


c.
Ditelan bumi, inilah kisah buat Karun, seorang hartawan.

Pada mulanya, ia adalah seorang yang beriman dan patuh kepada Musa.
Kemudian setelah kaya, ia menjadi sombong dan durhaka.
Ia berbuat kemungkaran melampaui batas.
Lebih dari itu, ia tidak mau menyerahkan zakat sebagai kewajiban harta kekayaan bagi orang kaya.
Karena kecongkakan ini, Allah menyiksanya.
Tanah sekitar Karun berpijak berguncang, runtuh, dan secara berangsur menelan tubuh Karun sampai lenyap sama sekali dari permukaan bumi.
Firman Allah :


فَخَسَفْنَا بِهٖ وَبِدَارِهِ الْاَرْضَ فَمَا كَانَ لَهٗ مِنْ فِئَةٍ يَّنْصُرُوْنَهٗ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ وَمَا كَانَ مِنَ الْمُنْتَصِرِيْنَ

Maka Kami benamkan dia (Karun) bersama rumahnya ke dalam bumi.
Maka tidak ada baginya satu golongan pun yang akan menolongnya selain Allah, dan dia tidak termasuk orang-orang yang dapat membela diri.
(al-Qashash [28]: 81)


d.
Ditenggelamkan ke dalam air.
Inilah siksaan buat umat Nabi Nuh bersama seluruh hartanya.
Selain umat Nabi Nuh, Fir’aun, Haman beserta bala tentaranya juga tenggelam dalam Laut Merah sebagai balasan atas kesombongan dan siksaan yang mereka lakukan terhadap Musa dan pengikutnya.
Firman Allah tentang Nuh dalam Surah al-Anbiya‘ [21]: 76-77:


Dan (ingatlah kisah) Nuh, sebelum itu, ketika dia berdoa.
Kami perkenankan (doa)nya, lalu Kami selamatkan dia bersama pengikutnya dari bencana yang besar.
Dan Kami menolongnya dari orang-orang yang telah mendustakan ayat-ayat Kami.
Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang jahat, maka Kami tenggelamkan mereka semuanya.
(al-Anbiya‘ [21]: 76-77)


Firman Allah tentang Fir’aun dalam Surah al-Qashash [28]: 39-40:


Dan dia (Fir’aun) dan bala tentaranya berlaku sombong, di bumi tanpa alasan yang benar, dan mereka mengira bahwa mereka tidak akan dikembalikan kepada Kami.
Maka Kami siksa dia (Fir’aun) dan bala tentaranya, lalu Kami lemparkan mereka ke dalam laut.
Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang yang zalim.


Semua itu adalah balasan yang setimpal atas kesalahan yang mereka lakukan, bukan kezaliman dari Allah.
Dia tidak akan menyiksa seseorang kecuali yang mengerjakan perbuatan tercela.
Mengazab seseorang tanpa ada kesalahan tidak sesuai dengan sunah Allah yang berlaku.
Mereka yang tersebut dalam ayat-ayat yang lalu disiksa karena dosa dan kekafiran mereka terhadap Allah.
Di samping itu, juga karena mereka menyembah berhala dan mengingkari nikmat yang diberikan kepadanya.

Tafsir QS. Al Ankabut (29) : 40. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Maka setiap umat yang mendustakan rasulrasul mereka dimusnahkan oleh Allah karena kekufuran dan kemaksiatan yang mereka lakukan.
Sebagian dari umat-umat ini dihancurkan dengan angin kencang yang menghujani mereka dengan bebatuan, sebagian lainnya dengan suara keras yang menggelegar dan memusnahkan, sebagian lainnya dibenamkan dalam bumi dan sebagian yang lain ditenggelamkan di laut.


Azab ini bukanlah karena kezaliman Allah terhadap mereka, tetapi karena kekufuran dan perbuatan dosa mereka.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Kami menimpakan azab Kami kepada setiap dari mereka semuanya disebabkan oleh dosa-dosanya.
Di antara mereka ada yang Kami kirimi angin rebut yang melempari mereka dengan batu dari tanah basah secara bertubi-tubi.


Di antara mereka ada yang disiksa oleh suara menggegar dan mereka adalah kaum Shalih dan kaum Syu’aib.
Di antara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi seperti Qarun.


Di antara mereka ada yang Kami tenggelamkan yaitu kaum Nuh, Fir’aun beserta kaumnya.
Allah tidak membinasakan mereka akibat dosa orang lain, sehingga Dia membinasakan mereka padahal mereka tidak berhak.


Akan tetapi mereka sendirilah yang menzalimi diri mereka, di mana mereka tinggal di negeri mereka bergelimang nikmat-nikmat Allah namun mereka menyembah selain-Nya.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Maka masing-masing) dari orang-orang yang telah disebutkan di atas tadi


(Kami siksa disebabkan dosanya, maka di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil) yaitu angin topan yang dibarengi dengan batu-batu kerikil, sebagaimana azab yang telah menimpa kaum Nabi Luth


(dan di antara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur) seperti azab yang menimpa kaum Tsamud


(dan di antara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi) sebagaimana yang dialami oleh Qarun


(dan di antara mereka ada yang Kami tenggelamkan) seperti yang menimpa kaum Nabi Nuh dan Firaun beserta kaumnya


(dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka) maksudnya tidak akan mengazab mereka dengan tanpa dosa


(akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri) disebabkan mereka telah melakukan dosa.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya.
(QS. Al-‘Ankabut [29]: 40)

Yakni siksaan yang ditimpakan kepada masing-masing sesuai dengan dosanya.

maka di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil.
(QS. Al-‘Ankabut [29]: 40)

Mereka adalah kaum Ad, demikian itu karena mereka mengatakan,
"Siapakah yang lebih kuat daripada kami?"
Maka datanglah angin puyuh yang sangat dingin lagi sangat kuat tiupannya, angin tersebut menerbang­kan semua batu kerikil dan menerbangkan mereka tinggi-tinggi ke udara, lalu mereka dijatuhkan dengan kepala di bawah sehingga hancurlah kepala mereka, yang tertinggal adalah badan mereka saja tanpa kepala, seakan-akan keadaan mereka bagaikan pokok-pokok kurma yang tumbang.

dan di antara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur.
(QS. Al-‘Ankabut [29]: 40)

Mereka adalah kaum Samud.
Hujah Allah telah ditegakkan terhadap mereka dan bukti kebenaran telah ditampakkan kepada mereka melalui unta betina yang muncul dari sebuah batu besar, sesuai dengan apa yang dimintakan oleh mereka kepada Nabi Saleh.
Tetapi sekalipun demikian mereka tetap tidak beriman, bahkan mereka tetap tenggelam di dalam kekafiran dan perbuatan mereka yang melampaui batas.
Mereka juga mengancam Nabi Saleh bersama orang-orang yang beriman kepadanya, bahwa Saleh dan para pengikutnya akan diusir oleh mereka dari negerinya dan akan dirajam dengan batu.
Maka datanglah pekikan keras yang mengguntur menimpa mereka sehingga mereka tiada bersuara lagi dan binasalah mereka semuanya.

dan di antara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi.
(QS. Al-‘Ankabut [29]: 40)

Dia adalah Qarun yang kelewat batas, bersikap sewenang-wenang, zalim, serta durhaka kepada Allah subhanahu wa ta’ala Dia berjalan di muka bumi dengan langkah-langkah yang sombong dan angkuh serta bertindak sewenang-wenang, dan ia menduga bahwa dirinya lebih utama daripada orang lain serta berjalan dengan penuh kebanggaan dan keangkuhan, maka Allah membenamkan dirinya berikut rumahnya.
Dia terus terbenam ke dalam bumi sampai hari kiamat.

dan di antara mereka ada yang Kami tenggelamkan.
(QS. Al-‘Ankabut [29]: 40)

Dia adalah Fir’aun dan patihnya yang bernama Haman beserta bala tentara keduanya, semuanya ditenggelamkan dalam waktu yang singkat, tiada seorang pun dari mereka yang selamat.

dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka.
(QS. Al-‘Ankabut [29]: 40)

dalam perbuatan-Nya terhadap mereka.


akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.
(QS. Al-‘Ankabut [29]: 40)

Sesungguhnya Kami melakukan hal itu terhadap mereka hanyalah sebagai balasan yang setimpal dari apa yang dilakukan oleh diri mereka sendiri.
Tafsir yang telah kami kemukakan di atas sesuai dengan makna lahiriah konteks ayat, ungkapan ini dinamakan Al-laf dan nasyr.
Yaitu pada mulanya Allah menyebutkan perihal umat-umat yang mendustakan, kemudian berfirman:


Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya.
(QS. Al-‘Ankabut [29]: 40)

Yakni masing-masing dari mereka yang telah disebutkan di atas.


Sesungguhnya kami sengaja mengingatkan hal ini karena ada riwayat Ibnu Jarir yang menyebutkan bahwa Ibnu Abbas pernah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
maka di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil.
(QS. Al-‘Ankabut [29]: 40)
Yaitu kaumnya Nabi Lut.
dan di antara mereka ada yang Kami tenggelamkan.
(QS. Al-‘Ankabut [29]: 40)
Yakni kaumnya Nabi Nuh.


Riwayat ini munqati’ dari Ibnu Abbas, karena sesungguhnya Ibnu Juraij tidak menjumpai masa Ibnu Abbas.
Kemudian Allah pun menyebutkan dalam surat ini perihal kebinasaan kaum Nuh oleh banjir besar dan kaum Lut oleh azab dari langit.
Lalu disebutkan keterangan dengan panjang lebar lagi terinci dengan adanya perbedaan antara tafsir ini dengan tafsir yang sebelumnya.

Qatadah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
maka di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil.
(QS. Al-‘Ankabut [29]: 40)
Bahwa yang dimaksud adalah kaum Nabi Lut.
dan di antara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur.
(QS. Al-‘Ankabut [29]: 40)
Bahwa yang dimaksud adalah kaumnya Nabi Syu’aib.


Pendapat ini pun jauh dari kebenaran karena alasan yang telah disebutkan di atas, dan hanya Allah-lah yang lebih mengetahui.

Unsur Pokok Surah Al Ankabut (العنكبوت)

Surat Al-‘Ankabut terdiri atas 69 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai "Al ‘Ankabuut" berhubung terdapatnya perkataan Al-‘Ankabuut yang berarti "laba-laba" pada ayat 41 surat ini, di mana Allah mengumpamakan penyembah-penyembah berhalaberhala itu dengan laba-laba yang percaya kepada kekuatan rumahnya sebagai tempat ia berlindung dan tempat menjerat mangsanya, padahal kalau dihembus angin atau ditimpa oleh suatu barang yang kecil saja, rumah itu akan hancur.

Begitu pula halnya dengan kaum musyrikin yang percaya kepada kekuatan sembahan-sembahan mereka sebagai tempat berlindung dan tempat meminta sesuatu yang mereka ingini, padahal sembahan-sembahan mereka itu tidak mampu sedikit juga menolong mereka dari azab Allah waktu di dunia, seperti yang terjadi pada kaum Nuh, kaum Ibrahim, kaum Luth, kaum Syua’ib, kaum Saleh, dan lain-lain.

Apalagi menghadapi azab Allah di akhirat nanti, sembahan-sembahan mereka itu lebih tidak mampu menghindarkan dan melindungi mereka.

Keimanan:

▪ Bukti-bukti tentang adanya hari berbangkit dan ancaman terhadap orang-orang yang mengingkarinya.
▪ Tiap-tiap diri akan merasakan mati dan hanya kepada Allah mereka akan kembali.
▪ Allah akan menjamin rezeki tiap-tiap makhluk-Nya.

Hukum:

▪ Kewajiban berbuat baik kepada dua orang ibu bapak.
▪ Kewajiban mengerjakan shalat karena shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan perbuatan mungkar.
▪ Kewajiban menentang ajakan mempersekutukan Allah sekalipun datangnya dari ibu bapak.

Kisah:

▪ Kisah-kisah cobaan yang dialami oleh Nabi Nuh `alaihis salam, Nabi Ibrahim `alaihis salam, Nabi Luth `alaihis salam, Nabi Syua’ib `alaihis salam, Nabi Daud `alaihis salam, Nabi Shaleh `alaihis salam, Nabi Musa `alaihis salam.

Lain-lain:

▪ Cobaan itu perlu untuk menguji keimanan seseorang.
▪ Usaha manusia itu manfa’at nya untuk dirinya sendiri bukan untuk Allah.
▪ Perlawanan terhadap kebenaran pasti hancur.

Audio

QS. Al-Ankabut (29) : 1-69 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 69 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-Ankabut (29) : 1-69 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 69

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Ankabut ayat 40 - Gambar 1 Surah Al Ankabut ayat 40 - Gambar 2
Statistik QS. 29:40
  • Rating RisalahMuslim
4.5

Ayat ini terdapat dalam surah Al Ankabut.

Surah Al-‘Ankabut (bahasa Arab:العنكبوت) adalah surah ke-29 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 69 ayat serta termasuk golongan surah-surrah Makkiyah.
Dinamai Al-‘Ankabut berhubung terdapatnya kata Al- ‘Ankabut yang berarti Laba-Laba pada ayat 41 surah ini, di mana Allah mengumpamakan para penyembah berhala-berhala itu dengan laba-laba yang percaya kepada kekuatan rumahnya sebagai tempat ia berlindung dan tempat ia menjerat mangsanya, padahal kalau dihembus angin atau ditimpa oleh suatu barang yang kecil saja, rumah itu akan hancur.
Begitu pula halnya dengan kaum musyrikin yang percaya kepada kekuatan sembahan-sembahan mereka sebagai tempat berlindung dan tempat meminta sesuatu yang mereka ingini, padahal sembahan-sembahan mereka itu tidak mampu sedikit juga menolong mereka dari azab Allah waktu di dunia, seperti yang terjadi pada kaum Nuh, kaum Ibrahim, kaum Luth, kaum Syu’aib, kaum Saleh, dan lain-lain.
Apalagi menghadapi azab Allah di akhirat nanti, sembahan-sembahan mereka itu lebih tidak mampu menghindarkan dan melindungi mereka.

Nomor Surah 29
Nama Surah Al Ankabut
Arab العنكبوت
Arti Laba-laba
Nama lain
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 85
Juz Juz 20 (ayat 1-44) sampai juz 21 (45-69)
Jumlah ruku’ 7 ruku’
Jumlah ayat 69
Jumlah kata 983
Jumlah huruf 4321
Surah sebelumnya Surah Al-Qasas
Surah selanjutnya Surah Ar-Rum
Sending
User Review
4.5 (13 suara)
Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA
Tags:

29:40, 29 40, 29-40, Surah Al Ankabut 40, Tafsir surat AlAnkabut 40, Quran Al-Ankabut 40, Surah Al Ankabut ayat 40

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Kandungan Surah Al Ankabut

۞ QS. 29:3 • Keluasan ilmu Allah • Sikap orang mukmin terhadap fitnah

۞ QS. 29:4 • Kebodohan orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 29:5 Al Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Kiamat telah dekat • Kebenaran hari penghimpunan •

۞ QS. 29:6 • Allah tidak membutuhkan makhlukNya • Al Ghaniy (Maha Kaya) • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh

۞ QS. 29:7 • Ajakan masuk Islam • Toleransi Islam • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Keutamaan iman • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan

۞ QS. 29:8 • Kebenaran hari penghimpunan • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 29:9 • Pahala iman • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Keutamaan iman • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan •

۞ QS. 29:10 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 29:11 • Keluasan ilmu Allah • Siksa orang munafik

۞ QS. 29:12 • Menanggung dosa orang lain

۞ QS. 29:13 • Mendustai Allah • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan • Sifat hari penghitungan • Menanggung dosa orang lain •

۞ QS. 29:14 • Keadilan Allah dalam menghakimi • Azab orang kafir

۞ QS. 29:15 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

۞ QS. 29:16 Tauhid Uluhiyyah • Kewajiban hamba pada Allah

۞ QS. 29:17 • Kebenaran hari penghimpunan • Kebodohan orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah • Kewajiban hamba pada Allah •

۞ QS. 29:18 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 29:19 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Manusia dibangkitkan dari kubur •

۞ QS. 29:20 • Kekuasaan Allah • Al Qadiir (Maha Penguasa) • Manusia dibangkitkan dari kubur

۞ QS. 29:21 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Kebenaran hari penghimpunan • Menyiksa pelaku maksiat • Ampunan Allah terhadap pelaku maksiat • Ampunan Allah dan rahmatNya

۞ QS. 29:22 • Al Wali (Maha Pelindung) • An-Nashir (Maha Penolong) • Maksiat dan dosa

۞ QS. 29:23 • Mengingkari hari kebangkitan • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 29:24 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 29:25 • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Sifat hari penghitungan • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Kebodohan orang kafir • Siksa orang kafir

۞ QS. 29:26 Ar Rabb (Tuhan) • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 29:27 • Balasan dan pahala dari Allah

۞ QS. 29:29 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 29:30 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 29:31 • Tugas-tugas malaikat • Keadilan Allah dalam menghakimi • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat •

۞ QS. 29:32 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Tugas-tugas malaikat • Azab orang kafir

۞ QS. 29:33 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Tugas-tugas malaikat • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat •

۞ QS. 29:34 • Keadilan Allah dalam menghakimi • Azab orang kafir

۞ QS. 29:36 • Kewajiban hamba pada Allah

۞ QS. 29:37 • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 29:38 • Sifat iblis dan pembantunya • Azab orang kafir • Istidraj (memperdaya)

۞ QS. 29:39 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 29:40 • Keadilan Allah dalam menghakimi • Azab orang kafir

۞ QS. 29:41 Wali Allah dan wali syetan • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 29:42 • Keluasan ilmu Allah • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Kelemahan tuhan selain Allah •

۞ QS. 29:44 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 29:45 • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 29:46 Tauhid Uluhiyyah • Kewajiban dan keutamaan beriman pada kitab-kitabIslam agama para nabi • Islam agama fitrah • Toleransi Islam

۞ QS. 29:47 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 29:49 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 29:50 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 29:51 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kasih sayang Allah yang luas • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 29:52 • Keluasan ilmu Allah • Al Syahid (Maha Menyaksikan) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 29:53 • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 29:54 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 29:55 • Kedahsyatan hari kiamat • Keadilan Allah dalam menghakimi • Sifat neraka • Azab orang kafir • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 29:56 • Sikap orang mukmin terhadap fitnah • Kewajiban hamba pada Allah

۞ QS. 29:57 • Kematian pasti terjadi pada setiap makhluk hidup • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 29:58 • Pahala iman • Keabadian surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Perbedaan derajat di surga • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga

۞ QS. 29:59 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 29:60 Al Razzaq (Maha Pemberi rezeki) • Al Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir

۞ QS. 29:61 Dalil-dalil adanya Allah Ta’alaTauhid Rububiyyah • Kekuasaan Allah • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kebodohan orang kafir

۞ QS. 29:62 • Keluasan ilmu Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir

۞ QS. 29:63 Tauhid Uluhiyyah • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kebodohan orang kafir

۞ QS. 29:64 • Kebaikan yang ada di alam akhirat

۞ QS. 29:65 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 29:66 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Maksiat dan dosa

۞ QS. 29:67 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kebodohan orang kafir

۞ QS. 29:68 • Mendustai Allah • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 29:69 • Keutamaan iman • Hidayah (petunjuk) dari Allah

Ayat Pilihan

Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia
dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.
QS. Al-Isra’ [17]: 23

Allah memperingatkan kamu terhadap siksa-Nya.
Dan Allah sangat Penyayang kepada hamba-hamba-Nya.
QS. Ali ‘Imran [3]: 30

Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka,
sedang kamu berada di antara mereka.
Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka,
sedang mereka meminta ampun (istighfar).
QS. Al-Anfal [8]: 33

Yang demikian itu disebabkan karena kamu bersuka ria di muka bumi dengan tidak benar & karena kamu selalu bersuka ria (dalam kemaksiatan).
QS. Al-Mu’min [40]: 75

Hadits Shahih

Podcast

Doa

Soal & Pertanyaan

Salah satu Asmaul Husna adalah Al Akhir, yang berarti ...

Benar! Kurang tepat!

Keberadaan Asmaul Husna, dijelaskan dalam Alquran surah ...

Benar! Kurang tepat!

Salah satu Asmaul Husna, Allah memiliki sifat Al 'Adl, yang berarti bahwa Allah ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Sifat adil Allah berlaku untuk ...

Benar! Kurang tepat!

Allah memiliki sifat Yang Maha Mengumpulkan, yang artinya ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #2
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #2 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #2 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #23

Qada dan qadar termasuk rukun iman yang ke … Al Falaq artinya … Ayat ke 5 dari surah al-Falaq yaitu … … Percaya kepada Allah dan Rasulnya termasuk rukun … Meja, kursi, manusia, hewan dan tumbuhan adalah merupakan salah satu cara mengenal Allah Subhanahu Wa Ta`ala melalui …

Pendidikan Agama Islam #29

Sebagai perumpamaan orang yang mengajak berbuat baik, tetapi dirinya sendiri tidak melakukan adalah … Berikut kedudukan orang yang menuntut ilmu, kecuali … وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ, potongan ayat di atas terdapat pada Alquran surah … Ilmuan muslim yang dalam bidang kedokteran yang berasal dari Persia yaitu … Siapakah nabi yang lebih memilih ilmu daripada harta?

Pendidikan Agama Islam #28

Siapa nama ayah Nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam? … Siapa nama Nabi setelah Nabi Isa ‘Alaihissalam? … Setiap umat Islam wajib menuntut ilmu. Bagaimana hukum mempelajari Ilmu Agama? … Kewajiban menuntut ilmu terdapat pada Alquran surah … Ada berapa syarat dalam menuntut ilmu? …

Kamus

Ibnu Ishaq

Siapa itu Ibnu Ishaq? Muhammad bin Ishaq bin Yasar, lebih singkatnya Ibnu Ishaq (Bahasa Arab: ابن إسحاق) adalah termasuk sejarawan muslim yang pertama. Lahir pada tahun 85H / 704M dan meningga...

Ad-Daruquthni

Siapa itu Ad-Daruquthni? Al-Imam al-Hafidz Abu al-Hasan Ali bin Umar bin Ahmad bin Mahdi bin Mas’ud bin an-Nu’man bin Dinar bin Abdullah al-Baghdadi (bahasa Arab: أبو القاسم ال...

jahil

Apa itu jahil? ja.hil (1) bodoh; tidak tahu (terutama tentang ajaran agama); para ulama berkewajiban menuntun golongan jahil dan bebal; (2) cak jail… >>