QS. Al Ankabut (Laba-laba) – surah 29 ayat 38 [QS. 29:38]

وَ عَادًا وَّ ثَمُوۡدَا۠ وَ قَدۡ تَّبَیَّنَ لَکُمۡ مِّنۡ مَّسٰکِنِہِمۡ ۟ وَ زَیَّنَ لَہُمُ الشَّیۡطٰنُ اَعۡمَالَہُمۡ فَصَدَّہُمۡ عَنِ السَّبِیۡلِ وَ کَانُوۡا مُسۡتَبۡصِرِیۡنَ
Wa’aadan watsamuuda waqad tabai-yana lakum min masaakinihim wazai-yana lahumusy-syaithaanu a’maalahum fashaddahum ‘anissabiili wakaanuu mustabshiriin(a);

Dan (juga) kaum ‘Aad dan Tsamud, dan sungguh telah nyata bagi kamu (kehancuran mereka) dari (puing-puing) tempat tinggal mereka.
Dan syaitan menjadikan mereka memandang baik perbuatan-perbuatan mereka, lalu ia menghalangi mereka dari jalan (Allah), sedangkan mereka adalah orang-orang berpandangan tajam,
―QS. 29:38
Topik ▪ Kisah-kisah ▪ Hikmah dari kisah umat-umat terdahulu ▪ Azab orang kafir
29:38, 29 38, 29-38, Al Ankabut 38, AlAnkabut 38, Al-Ankabut 38

Tafsir surah Al Ankabut (29) ayat 38

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Ankabut (29) : 38. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini menyebutkan sebab mereka durhaka kepada Nabi Hud dan tidak mau meninggalkan sesembahan nenek moyang mereka.
Itu disebabkan bujukan setan juga.
Di samping mereka menyembah selain dari Allah Yang Maha Esa mereka juga senang mengganggu kafilah yang sedang lewat membawa barang dagangannya, pada hal mereka mempunyai cukup kemampuan untuk berpikir dan menilai betapa buruknya perbuatan mereka itu.
Mereka sering menyangsikan dan menunggu-nunggu kedatangan azab Tuhan yang dijanjikan itu, itu, tetapi mereka tidak pernah memikirkan azab Tuhan yang dijanjikan itu, mereka tidak pernah memikirkan dan merenungkan azab yang bakal menimpa itu.
Sementara mereka asyik dengan pekerjaannya sampai terlengah untuk memperhatikan sesuatu yang menunjukkan kepada keesaan Allah.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Dan ingatlah, wahai Rasul, peristiwa kematian kaum ‘Ad dan Tsamud, ketika Kami menghancurkan mereka.
Bekas-bekas rumah mereka yang tertinggal masih terlihat jelas.
Kehancuran ini adalah disebabkan oleh perbuatan-perbuatan batil mereka yang telah dihiasi oleh setan, sehingga mereka mengikutinya.
Dengan begitu, setan telah memalingkan mereka dari jalan kebenaran yang telah mereka ketahui melalui para rasul.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan) Kami binasakan (kaum Ad dan Tsamud) lafal tsamuuda dapat pula dibaca tsamuudan dengan memakai harakat tanwin, maksudnya adalah nama kabilah (dan sungguh telah nyata bagi kalian) kebinasaan mereka (dari puing-puing tempat tinggal mereka) di daerah Al-Hijr dan negeri Yaman.

(Dan setan menjadikan mereka memandang baik perbuatan-perbuatan mereka) seperti kekafiran dan kemaksiatan (lalu ia menghalangi mereka dari jalan) yang benar (sedangkan mereka adalah orang-orang yang berpandangan tajam) yakni memiliki pandangan tentang perkara hak itu tetapi mereka tidak mau mengikutinya.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Dan Kami membinasakan ‘Ad dan Tsamud dan kalian telah melihat negeri mereka kosong dari mereka dan hancur lebur, serta bagaimana adzab Kami menimpa mereka semuanya.
Setan telah membaguskan amal perbuatan buruk mereka, sehingga dia menghalang-halangi mereka dari jalan Allah dan jalan iman kepada-Nya dan kepada utusan-utusan-Nya.
Mereka mempertahankan kekufuran dan kesesatan mereka dengan kesadaran dari mereka bahkan mereka mengaguminya.
Mereka mengira dir mereka di atas petunjuk dan kebenaran, padahal sebenarnya mereka terbenam dalam kesesatan.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala menceritakan tentang umat-umat yang mendustakan rasul-rasul, bahwa Allah telah membinasakan mereka dengan berbagai macam azab sebagai pembalasan Allah subhanahu wa ta’ala terhadap mereka.

‘Ad adalah kaum Nabi Hud ‘alaihis salam Mereka tinggal di daerah Ahqaf (bukit-bukit pasir) yang letaknya dekat dengan Hadramaut di negeri Yaman.
Samud adalah kaum Nabi Saleh, mereka tinggal di kota Al-Hijr yang letaknya dekat dengan Wadil Qura.
Orang-orang Arab mengenal benar tempat-tempat tinggal mereka karena mereka biasa melaluinya dalam perjalanan niaga mereka.


Kata Pilihan Dalam Surah Al Ankabut (29) Ayat 38

A’MAAL
أَعْمَٰل

Lafaz ini adalah bentuk jamak dari ‘amal yang bermakna pekerjaan dan perbuatan.

Dalam Kamus Al Munjid dijelaskan, ‘amal adalah perbuatan yang disengaja atau dengan maksud.

A’maal mencakup perbuatan hati dan anggota badan, ia mengisyaratkan perbuatan yang berterusan, sebagaimana Allah menerangkan, ya’maluuna lahuu maa yasyaa.

Al Kafawi menyatakan, perbuatan itu dikatakan ‘amaal apabila ia terbit dari fikiran dan renungan. Oleh karena itu, ia dikaitkan dengan ‘ilm, sehingga sebagian sastrawan berkata,
lafaz ‘amaal adalah perkataan terbalik dari lafaz ‘ilm. Hal ini mengisyaratkan amal adalah sebahagian dari ilmu. ‘Ilm juga adalah sumber af’al atau perbuatan.

Al ‘amal (amalan) adalah natijah yang timbul dari al ‘amil (orang yang melaksanakan amal itu), sama kedudukannya seperti Al Hukm (hukum) yaitu hasil dari ‘illah (sebab timbulnya hukum itu).”

Lafaz a’maal disebut sebanyak 41 kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah :
-Al Baqarah (2), ayat 139, 139, 167, 217;
-Ali Imran (3), ayat 22;
-Al Maa’idah (5), ayat 53;
-Al A’raaf (7), ayat 147;
-Al Anfaal (8), ayat 48;
-At Taubah (9), ayat 17, 37, 69;
-Hud (11), ayat 15, 111;
-Ibrahim (14), ayat 18;
-An Nahl (16), ayat 63,
-Al Kahfi (18), ayat 103, 105;
-Al Mu’minuun (23), ayat 63;
-An Nuur (24), ayat 39;
-An Naml (27), ayat 4, 24;
-Al Qashash (28), ayat 55;
-Al­ ‘Ankaabut (29) ayat 38,
-Al Ahzab (33) ayat 19, 71;
-Asy Syuura (42) ayat 15;
-Al Ahqaaf (46) ayat 19;
-Muhammad (47) ayat 1, 4, 8, 9, 28, 30, 32, 33, 35;
-Al Hujurat (49) ayat 2, 14;
-Al Zalzalah (99) ayat 6.

Al Qurtubi ketika menafsirkan ayat 217 surah Al Baqarah:

“Dan siapa yang murtad di antara kamu, maka mereka itu sia-sia amalan­ amalannya di dunia dan di akhirat.”

Beliau mengutip penjelasan Ar Rabi’ “Perbuatan-perbuatan buruk yang mereka lakukan, neraka adalah wajib bagi mereka”

Ibn Mas’ud dan As Suddi pula berkata,
“Perbuatan-perbuatan baik yang mereka tinggalkan akan menjauhkan mereka dari syurga. Amalan-amalan baik disandarkan kepada mereka karena mereka disuruh melakukannya, sedangkan amalan­ amalan jahat disandarkan kepada mereka karena mereka melakukannya'”

At Tabari ketika menjelaskan tafsir surah Al Zalzalah, beliau berkata,
“Pada hari kiamat, manusia akan dibangkitkan berkelompok-kelompok dan terpisah di sebelah kiri dan di sebelah kanan bagi diperlihatkan amalan-amalan mereka. Bagi mereka yang berbuat baik di dunia dan taat kepada Allah, maka Allah menyediakan baginya pada hari itu karamah dan kemuliaan sebagai balasan bagi ketaatannya kepada Nya di dunia. Dan bagi yang berbuat jahat dan melakukan maksiat kepada Allah, maka Allah menyediakan bagi­nya kesengsaraan dan kehinaan di neraka, sebagai balasan bagi perbuatannya dan kekufurannya di dunia.”

Kesimpulannya, lafaz a’maal pada ayat­ ayat di atas lebih banyak dikaitkan dengan al­ ihbat (penghapusan) amalan orang musyrik, kafir, munafik dan sebagainya, dan juga bersifat lebih cenderung kepada perkara keduniaan yang dihiasi oleh syaitan. Tetapi penggunaan sebenarnya lafaz ini bersifat umum, yaitu bagi amalan kejahatan dan kebaikan, seperti yang terdapat dalam surah Al Qashash, Asy Syuura, Al Ahqaaf, Muhammad (ayat 30), Al Zalzalah, dan sedikit sekali disandarkan kepada orang beriman, yaitu pada surah Al­ Ahzab, Muhammad (ayat 35), dan Al Hujurat (ayat 14).

Walau bagaimanapun, a’maal adalah perbuatan yang berterusan dan bersifat umum yang didasari oleh fikiran dan renungan. Oleh karena itu, orang menjadi kafir karena ia tahu akan sebuah kebenaran, tetapi mengingkarinya. Sedangkan orang menjadi beriman karena ia tahu akan kebenaran dan berusaha mengikutinya.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:5

Informasi Surah Al Ankabut (العنكبوت)
Surat Al’ Ankabuut terdiri atas 69 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai “Al’ Ankabuut” berhubung terdapatnya perkataan Al’ Ankabuut yang berarti “laba­ laba” pada ayat 41 surat ini, di mana Allah mengumpamakan penyembah-penyembah berhala­ berhala itu dengan laba-laba yang percaya kepada kekuatan rumahnya sebagai tempat ia ber­lindung dan tempat menjerat mangsanya, padahal kalau dihembus angin atau ditimpa oleh suatu barang yang kecil saja, rumah itu akan hancur.

Begitu pula halnya dengan kaum musyrikin yang percaya kepada kekuatan sembahan-sembahan mereka sebagai tempat berlindung dan tem­pat meminta sesuatu yang mereka ingini, padahal sembahan-sembahan mereka itu tidak mampu sedikit juga menolong mereka dari azab Allah waktu di dunia, seperti yang terjadi pada kaum Nuh, kaum Ibrahim, kaum Luth, kaum Syua’ib, kaum Saleh, dan lain-lain.
Apalagi menghadapi azab Allah di akhirat nanti, sembahan-sembahan mereka itu lebih tidak mampu menghindarkan dan melindungi mereka.

Keimanan:

Bukti-bukti tentang adanya hari berbangkit dan ancaman terhadap orang-orang yang mengingkarinya
tiap-tiap diri akan merasakan mati dan hanya kepada Allah mereka akan kembali
Allah akan menjamin rezki tiap-tiap makhluk-Nya.

Hukum:

Kewajiban berbuat baik kepada dua orang ibu bapa
kewajiban mengerjakan shalat karena shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan perbuatan mungkar
kewajiban menentang ajakan mempersekutukan Allah sekalipun datang­nya dari ibu bapa.

Kisah:

Kisah-kisah cobaan yang dialami oleh Nabi Nuh a.s., Nabi Ibrahim a.s., Nabi Luth a.s., Nabi Syua’ib a.s., Nabi Daud a.s., Nabi Shaleh a.s., Nabi Musa a.s.

Lain-lain:

Cobaan itu perlu untuk menguji keimanan seseorang
usaha manusia itu manfa’at­ nya untuk dirinya sendiri bukan untuk Allah
perlawanan terhadap kebenaran pasti hancur.

Ayat-ayat dalam Surah Al Ankabut (69 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Ankabut (29) ayat 38 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Ankabut (29) ayat 38 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Ankabut (29) ayat 38 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Ankabut - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 69 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 29:38
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Ankabut.

Surah Al-'Ankabut (bahasa Arab:العنكبوت) adalah surah ke-29 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 69 ayat serta termasuk golongan surah-surrah Makkiyah.
Dinamai Al-'Ankabut berhubung terdapatnya kata Al- 'Ankabut yang berarti Laba-Laba pada ayat 41 surah ini, di mana Allah mengumpamakan para penyembah berhala-berhala itu dengan laba-laba yang percaya kepada kekuatan rumahnya sebagai tempat ia berlindung dan tempat ia menjerat mangsanya, padahal kalau dihembus angin atau ditimpa oleh suatu barang yang kecil saja, rumah itu akan hancur.
Begitu pula halnya dengan kaum musyrikin yang percaya kepada kekuatan sembahan-sembahan mereka sebagai tempat berlindung dan tempat meminta sesuatu yang mereka ingini, padahal sembahan-sembahan mereka itu tidak mampu sedikit juga menolong mereka dari azab Allah waktu di dunia, seperti yang terjadi pada kaum Nuh, kaum Ibrahim, kaum Luth, kaum Syu'aib, kaum Saleh, dan lain-lain.
Apalagi menghadapi azab Allah di akhirat nanti, sembahan-sembahan mereka itu lebih tidak mampu menghindarkan dan melindungi mereka.

Nomor Surah 29
Nama Surah Al Ankabut
Arab العنكبوت
Arti Laba-laba
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 85
Juz Juz 20 (ayat 1-44) sampai juz 21 (45-69)
Jumlah ruku' 7 ruku'
Jumlah ayat 69
Jumlah kata 983
Jumlah huruf 4321
Surah sebelumnya Surah Al-Qasas
Surah selanjutnya Surah Ar-Rum
4.9
Ratingmu: 4.3 (11 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim