Al Ankabut (Laba-laba) – surah 29 ayat 34 [QS. 29:34]

اِنَّا مُنۡزِلُوۡنَ عَلٰۤی اَہۡلِ ہٰذِہِ الۡقَرۡیَۃِ رِجۡزًا مِّنَ السَّمَآءِ بِمَا کَانُوۡا یَفۡسُقُوۡنَ
Innaa munziluuna ‘ala ahli hadzihil qaryati rijzan minassamaa-i bimaa kaanuu yafsuquun(a);

Sesungguhnya Kami akan menurunkan azab dari langit atas penduduk kota ini karena mereka berbuat fasik.
―QS. 29:34
Topik ▪ Hisab ▪ Keadilan Allah dalam menghakimi ▪ Azab orang kafir
29:34, 29 34, 29-34, Al Ankabut 34, AlAnkabut 34, Al-Ankabut 34

Tafsir surah Al Ankabut (29) ayat 34

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Ankabut (29) : 34. Oleh Kementrian Agama RI

Demikianlah, ketika malaikat datang menemui Lut, dan menyampaikan maksud kedatangannya, Lut menjadi panik dan sesak napas Sebab ia khawatir orang-orang Sodom itu, akan mengganggunya kelak bila mengetahui ada tamu yang mulia itu.
Oleh karena itu kedatangan malaikat itu sengaja dirahasiakannya.
Lut tidak sanggup menolak kedatangan mereka.

Malaikat setelah melihat ketakutan dan kecemasan Lut atas kedatangan kaumnya, ia di tentramkan oleh para malaikat itu dengan ucapan, “Hai Lut hendaklah engkau tenang, jangan gusar”.
Engkau tak usah khawatir akan keselamatan kami dan apa yang dilakukan oleh kaummu terhadap kami.
Sebab perbuatan jahat mereka telah sampai ke puncaknya dan nasihat sudah cukup banyak engkau sampaikan kepada mereka.

Untuk menenteramkan perasaan Lut, malaikat itu berkata pula, “Kami akan menyelamatkan engkau dari siksaan yang akan diturunkan kepada kaummu dalam waktu dekat ini, demikian pula para pengikutmu yang beriman dan setia.
Tak dapat tidak, pastilah mereka itu akan mengalami siksaan berat.
Dan istrimu termasuk golongan mereka yang akan dihukum itu”.
Istri Lut mengetahui ada tamu lelaki singgah (menginap) di rumahnya, maka dengan serta merta ia memberitahukan hal itu kepada rekan-rekannya sehingga tersiarlah berita dengan cepat bahwa di rumah Lut ada tamu tak dikenal.
Dengan segera timbullah niat jahat dalam hati mereka untuk mengganggu tamu itu.
Berundinglah dan bermufakatlah mereka membuat suatu rencana, bagaimana bisa melaksanakan niat tersebut.
Dengan demikian jelaslah bahwa istri Lut termasuk orang yang berserikat dalam rencana busuk itu.
Keterangan malaikat di atas, menenangkan perasaan Lut dari ketakutan.
Kepada beliau diingatkan lagi, “Kami para malaikat pasti akan mendatangkan siksaan kepada mereka dengan tangan kami sendiri, akibat kefasikan yang sudah berurat berakar dalam diri mereka”.

Pendapat yang masyhur menyebutkan, mula-mula terjadi guncangan keras, tanah tempat kediaman manusia yang durhaka itu jungkir balik.
Negeri itu setelah diserang hujan batu dan gempa bumi yang dahsyat menjadi hancur berantakan dan menjadi rata dengan bumi.
Akhirnya negeri Sodom bekas kediaman umat Nabi Lut menjadi lautan mati (Al Bahrul Mayit).

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Para malaikat itu berkata, “Kami diutus untuk menjalankan perintah Allah guna menurunkan azab dari langit kepada penduduk negeri ini, karena kefasikan dan kekufuran mereka.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Sesungguhnya Kami akan menurunkan) dapat dibaca munziluuna dan munazziluuna (azab atas penduduk kota ini) yakni siksaan (dari langit karena) perbuatan (kefasikan yang mereka kerjakan) disebabkan kefasikan mereka.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Sesungguhnya Kami menurunkan siksa dari langit kepada penduduk negeri ini di sebabkan kemaksiatan mereka kepada Allah melalui perbuatan buruk yang mereka lakukan.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Malaikat Jibril menjebol kota mereka dari bawah tanah, lalu mengangkatnya ke udara, setelah itu dijungkirkan dan ditangkubkan ke bumi, sedangkan mereka berada di bawahnya.
Lalu Allah mengirimkan hujan batu dari sijjil (tanah liat yang dibakar), masing-masing batu telah diberi tanda di sisi Tuhanmu, dan tiadalah tempat mereka berada jauh dari tempat tinggal orang-orang yang zalim (maksudnya kaum musyrik Mekah).
Kemudian Allah menjadikan bekas tempat tinggal mereka sebuah danau yang kotor lagi busuk airnya, dan menjadikannya sebagai pelajaran (buat yang lainnya) sampai hari kiamat.
Mereka adalah orang-orang yang paling keras mendapat azab Allah kelak di hari kiamat.


Kata Pilihan Dalam Surah Al Ankabut (29) Ayat 34

RIJZ
لرِّجْز

Lafaz ini dalam bentuk ism mufrad, jamaknya arjaz. Berasal dari kata rajaza yang berarti mendendangkan syair dalam bahar razaj.

Dalam Mu’jam Al Wasit, lafaz ar rijz ataupun ar rujz mengandung makna siksa­an, syirik, penyembahan berhala dan dosa.

Dalam Mu’jam Al Arabi, ar rijz juga ber­makna kotoran dan najis atau seperti rijs.

Al Maraghi berkata,
lafaz ar rijz, ar rijs dan ar raks adalah sesuatu yang kotor, baik hissi atau maknawi.

Lafaz ar rijz disebut sembilan kali di dalam Al Qur’an yaitu pada surah:
-Al Baqarah (2), ayat 59;
-Al­ A’raaf (7), ayat 134, 135, 162;
-Al Anfaal (8), ayat 11;
-Al Ankabut (29), ayat 34;
-Saba (34), ayat 5;
-Al Jaatsiyah (45), ayat 11.

Lafaz ar rujz disebut sekali yaitu dalam surah Al Muddatstsir (74), ayat 5.

Al Husain Ad Daamaghani menyatakan, lafaz ar rijz atau ar rujz terdiri dari dua makna.

Pertama, ia ber­ makna al ‘adzab atau siksaan seperti

ئِن كَشَفْتَ عَنَّا ٱلرِّجْزَ لَنُؤْمِنَنَّ لَكَ

dan juga seperti ayat dalam surah Al Baqarah, Al A’raaf dan al­ Ankabut yaitu

فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِجْزًا مِّنَ ٱلسَّمَآءِ

bermakna siksaan yang datang dari langit.

Kedua, ar­ rujz ialah berhala. Allah menyatakan dalam surah Al Muddatstsir,

وَٱلرُّجْزَ فَٱهْجُرْ

Ibn Qutaibah berkata,
asal makna ar rujz ialah siksaan. Ar rujz dinamakan berhala karena ia membawa penyembahnya kepada siksaan.

Dalam Mu’jam Alfaaz Al Qur’an, ar rujz ialah dosa secara keseluruhannya.

Di dalam surah Al Anfaal, lafaz ar rijz dikaitkan dengan asy syaithan (syaitan), maksudnya gangguan syaitan.

Kesimpulannya, keterangan makna­ makna bagi lafaz ar rijz maupun ar rujz di atas dapat disimpulkan, ar rijz maupun ar rujz membawa empat makna yaitu dosa, siksaan, berhala dan gangguan syaitan.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:252-253

Informasi Surah Al Ankabut (العنكبوت)
Surat Al’ Ankabuut terdiri atas 69 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai “Al’ Ankabuut” berhubung terdapatnya perkataan Al’ Ankabuut yang berarti “laba­ laba” pada ayat 41 surat ini, di mana Allah mengumpamakan penyembah-penyembah berhala­ berhala itu dengan laba-laba yang percaya kepada kekuatan rumahnya sebagai tempat ia ber­lindung dan tempat menjerat mangsanya, padahal kalau dihembus angin atau ditimpa oleh suatu barang yang kecil saja, rumah itu akan hancur.

Begitu pula halnya dengan kaum musyrikin yang percaya kepada kekuatan sembahan-sembahan mereka sebagai tempat berlindung dan tem­pat meminta sesuatu yang mereka ingini, padahal sembahan-sembahan mereka itu tidak mampu sedikit juga menolong mereka dari azab Allah waktu di dunia, seperti yang terjadi pada kaum Nuh, kaum Ibrahim, kaum Luth, kaum Syua’ib, kaum Saleh, dan lain-lain.
Apalagi menghadapi azab Allah di akhirat nanti, sembahan-sembahan mereka itu lebih tidak mampu menghindarkan dan melindungi mereka.

Keimanan:

Bukti-bukti tentang adanya hari berbangkit dan ancaman terhadap orang-orang yang mengingkarinya
tiap-tiap diri akan merasakan mati dan hanya kepada Allah mereka akan kembali
Allah akan menjamin rezki tiap-tiap makhluk-Nya.

Hukum:

Kewajiban berbuat baik kepada dua orang ibu bapa
kewajiban mengerjakan shalat karena shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan perbuatan mungkar
kewajiban menentang ajakan mempersekutukan Allah sekalipun datang­nya dari ibu bapa.

Kisah:

Kisah-kisah cobaan yang dialami oleh Nabi Nuh a.s., Nabi Ibrahim a.s., Nabi Luth a.s., Nabi Syua’ib a.s., Nabi Daud a.s., Nabi Shaleh a.s., Nabi Musa a.s.

Lain-lain:

Cobaan itu perlu untuk menguji keimanan seseorang
usaha manusia itu manfa’at­ nya untuk dirinya sendiri bukan untuk Allah
perlawanan terhadap kebenaran pasti hancur.

Ayat-ayat dalam Surah Al Ankabut (69 ayat)

Audio

Qari Internasional

Al Ankabut (29) ayat 34 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Al Ankabut (29) ayat 34 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Al Ankabut (29) ayat 34 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al Ankabut - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full 69 Ayat & Terjemahan


Gambar



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Baqarah

Surah Al-'Ankabut (bahasa Arab:العنكبوت) adalah surah ke-29 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 69 ayat serta termasuk golongan surah-surrah Makkiyah.
Dinamai Al-'Ankabut berhubung terdapatnya kata Al- 'Ankabut yang berarti Laba-Laba pada ayat 41 surah ini, di mana Allah mengumpamakan para penyembah berhala-berhala itu dengan laba-laba yang percaya kepada kekuatan rumahnya sebagai tempat ia berlindung dan tempat ia menjerat mangsanya, padahal kalau dihembus angin atau ditimpa oleh suatu barang yang kecil saja, rumah itu akan hancur.
Begitu pula halnya dengan kaum musyrikin yang percaya kepada kekuatan sembahan-sembahan mereka sebagai tempat berlindung dan tempat meminta sesuatu yang mereka ingini, padahal sembahan-sembahan mereka itu tidak mampu sedikit juga menolong mereka dari azab Allah waktu di dunia, seperti yang terjadi pada kaum Nuh, kaum Ibrahim, kaum Luth, kaum Syu'aib, kaum Saleh, dan lain-lain.
Apalagi menghadapi azab Allah di akhirat nanti, sembahan-sembahan mereka itu lebih tidak mampu menghindarkan dan melindungi mereka.

Nomor Surah29
Nama SurahAl Ankabut
Arabالعنكبوت
ArtiLaba-laba
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu85
JuzJuz 20 (ayat 1-44) sampai juz 21 (45-69)
Jumlah ruku'7 ruku'
Jumlah ayat69
Jumlah kata983
Jumlah huruf4321
Surah sebelumnyaSurah Al-Qasas
Surah selanjutnyaSurah Ar-Rum
4.5
Ratingmu: 4.7 (21 orang)
Sending

✅ URL singkat halaman ini: https://risalahmuslim.id/29-34









Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta