QS. Al Ankabut (Laba-laba) – surah 29 ayat 21 [QS. 29:21]

یُعَذِّبُ مَنۡ یَّشَآءُ وَ یَرۡحَمُ مَنۡ یَّشَآءُ ۚ وَ اِلَیۡہِ تُقۡلَبُوۡنَ
Yu’adz-dzibu man yasyaa-u wayarhamu man yasyaa-u wa-ilaihi tuqlabuun(a);

Allah mengazab siapa yang dikehendaki-Nya, dan memberi rahmat kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan hanya kepada-Nya-lah kamu akan dikembalikan.
―QS. 29:21
Topik ▪ Hari Kebangkitan ▪ Kebenaran hari penghimpunan ▪ Allah menggerakkan hati manusia
29:21, 29 21, 29-21, Al Ankabut 21, AlAnkabut 21, Al-Ankabut 21

Tafsir surah Al Ankabut (29) ayat 21

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Ankabut (29) : 21. Oleh Kementrian Agama RI

Setelah Allah menegaskan tentang adanya Hari Berbangkit tersebut dilanjutkan pula dengan menerangkan bahwa Allah akan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya di antara orang-orang yang tak mau beriman dan orang beriman (yang mengerjakan dosa), siksaan tersebut tidak hanya terbatas di kampung akhirat saja, tetapi juga siksaan di atas dunia ini, sesuai dengan tata aturannya yang berlaku.
Sebaliknya Allah akan merahmati siapa yang dikehendaki-Nya dengan nikmat dan keutamaannya.
Allah-lah penguasa yang berbuat menurut kehendak-Nya dan menetapkan sesuatu menurut apa yang diinginkan-Nya.
Allah tidak bertanggung jawab kepada manusia, tapi manusialah yang wajib mempertanggungjawabkan perbuatannya kepada Allah.
Akhir ayat ini menyebutkan semua manusia akan dikembalikan kepada Tuhan setelah mereka dimatikan.
Ayat tersebut berarti bahwa andaikata kematian itu tidak kunjung menimpa kamu seperti yang kamu harapkan, maka janganlah kamu kira kamu akan luput daripadanya.
Dialah yang memperhitungkan amal perbuatanmu.
Dia pula yang menentukan pahala dan siksaan untukmu.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Allah menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya setelah penciptaan untuk kedua kalinya di akhirat, yaitu orang-orang yang ingkar kepada-Nya dan mengasihi siapa saja yang dikehendaki-Nya, yaitu orang-orang yang mengakui-Nya.
Sesungguhnya hanya kepada-Nyalah tempat kembali seluruh makhluk untuk dihitung dan diberi balasan.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Allah mengazab siapa yang dikehendaki-Nya) menerima azab-Nya (dan memberi rahmat kepada siapa yang dikehendaki-Nya) untuk menerima rahmat-Nya (dan hanya kepada-Nya-lah kalian akan dikembalikan) yakni, hanya kepada-Nya-lah kalian kembali.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Dia menyiksa siapa yang Dia kehendaki dari makhluk-Nya atas dosa masa lalunya dalam kehidupannya, dan Dia merahmati siapa yang Dia kehendaki dari mereka dari kalangan orang-orang yang bertaubat dan beramal shalih.
Hanya kepada-Nya kalian akan kembali, lalu Dia akan membalas kalian atas apa yang kalian lakukan.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Allah mengazab siapa yang dikehendaki-Nya dan memberi rahmat kepada siapa yang dikehendaki-Nya.
(Al-‘Ankabut: 21)

Artinya, Dialah Yang menentukan lagi Yang Mengatur, Dia berbuat apa yang dikehendaki-Nya dan memutuskan apa yang dikehendaki-Nya, tiada yang menanyakan apa yang telah diputuskan-Nya, dan tiada yang meminta pertanggungjawaban terhadap apa yang diperbuat-Nya, bahkan mereka­lah yang akan dimintai pertanggungjawabannya.
Hanya milik-Nyalah semua makhluk dan semua urusan, apa yang dilakukannya hanyalah keadilan belaka, karena Dia adalah Raja Yang tidak pernah berbuat aniaya barang seberat zarrah pun, sebagaimana yang disebutkan di dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh para pemilik kitab sunan, yaitu:

Sesungguhnya Allah itu seandainya Dia mengazab semua penduduk langit-Nya dan semua penduduk bumi-Nya, Dia benar-benar akan mengazab mereka, sedangkan Dia tidak berbuat aniaya terhadap mereka.

Karena itulah disebutkan oleh firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Allah mengazab siapa yang dikehendaki-Nya dan memberi rahmat kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan hanya kepada-Nyalah kalian akan dikembalikan.
(Al-‘Ankabut: 21)

Yakni dikembalikan kelak pada hari kiamat.


Informasi Surah Al Ankabut (العنكبوت)
Surat Al’ Ankabuut terdiri atas 69 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai “Al’ Ankabuut” berhubung terdapatnya perkataan Al’ Ankabuut yang berarti “laba­ laba” pada ayat 41 surat ini, di mana Allah mengumpamakan penyembah-penyembah berhala­ berhala itu dengan laba-laba yang percaya kepada kekuatan rumahnya sebagai tempat ia ber­lindung dan tempat menjerat mangsanya, padahal kalau dihembus angin atau ditimpa oleh suatu barang yang kecil saja, rumah itu akan hancur.

Begitu pula halnya dengan kaum musyrikin yang percaya kepada kekuatan sembahan-sembahan mereka sebagai tempat berlindung dan tem­pat meminta sesuatu yang mereka ingini, padahal sembahan-sembahan mereka itu tidak mampu sedikit juga menolong mereka dari azab Allah waktu di dunia, seperti yang terjadi pada kaum Nuh, kaum Ibrahim, kaum Luth, kaum Syua’ib, kaum Saleh, dan lain-lain.
Apalagi menghadapi azab Allah di akhirat nanti, sembahan-sembahan mereka itu lebih tidak mampu menghindarkan dan melindungi mereka.

Keimanan:

Bukti-bukti tentang adanya hari berbangkit dan ancaman terhadap orang-orang yang mengingkarinya
tiap-tiap diri akan merasakan mati dan hanya kepada Allah mereka akan kembali
Allah akan menjamin rezki tiap-tiap makhluk-Nya.

Hukum:

Kewajiban berbuat baik kepada dua orang ibu bapa
kewajiban mengerjakan shalat karena shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan perbuatan mungkar
kewajiban menentang ajakan mempersekutukan Allah sekalipun datang­nya dari ibu bapa.

Kisah:

Kisah-kisah cobaan yang dialami oleh Nabi Nuh a.s., Nabi Ibrahim a.s., Nabi Luth a.s., Nabi Syua’ib a.s., Nabi Daud a.s., Nabi Shaleh a.s., Nabi Musa a.s.

Lain-lain:

Cobaan itu perlu untuk menguji keimanan seseorang
usaha manusia itu manfa’at­ nya untuk dirinya sendiri bukan untuk Allah
perlawanan terhadap kebenaran pasti hancur.

Ayat-ayat dalam Surah Al Ankabut (69 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Ankabut (29) ayat 21 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Ankabut (29) ayat 21 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Ankabut (29) ayat 21 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Ankabut - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 69 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 29:21
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Ankabut.

Surah Al-'Ankabut (bahasa Arab:العنكبوت) adalah surah ke-29 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 69 ayat serta termasuk golongan surah-surrah Makkiyah.
Dinamai Al-'Ankabut berhubung terdapatnya kata Al- 'Ankabut yang berarti Laba-Laba pada ayat 41 surah ini, di mana Allah mengumpamakan para penyembah berhala-berhala itu dengan laba-laba yang percaya kepada kekuatan rumahnya sebagai tempat ia berlindung dan tempat ia menjerat mangsanya, padahal kalau dihembus angin atau ditimpa oleh suatu barang yang kecil saja, rumah itu akan hancur.
Begitu pula halnya dengan kaum musyrikin yang percaya kepada kekuatan sembahan-sembahan mereka sebagai tempat berlindung dan tempat meminta sesuatu yang mereka ingini, padahal sembahan-sembahan mereka itu tidak mampu sedikit juga menolong mereka dari azab Allah waktu di dunia, seperti yang terjadi pada kaum Nuh, kaum Ibrahim, kaum Luth, kaum Syu'aib, kaum Saleh, dan lain-lain.
Apalagi menghadapi azab Allah di akhirat nanti, sembahan-sembahan mereka itu lebih tidak mampu menghindarkan dan melindungi mereka.

Nomor Surah29
Nama SurahAl Ankabut
Arabالعنكبوت
ArtiLaba-laba
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu85
JuzJuz 20 (ayat 1-44) sampai juz 21 (45-69)
Jumlah ruku'7 ruku'
Jumlah ayat69
Jumlah kata983
Jumlah huruf4321
Surah sebelumnyaSurah Al-Qasas
Surah selanjutnyaSurah Ar-Rum
4.4
Ratingmu: 4.2 (8 orang)
Sending







Pembahasan ▪ tafsir al ankabut ayat 21

Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  


:|

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta