QS. Al Ankabut (Laba-laba) – surah 29 ayat 16 [QS. 29:16]

وَ اِبۡرٰہِیۡمَ اِذۡ قَالَ لِقَوۡمِہِ اعۡبُدُوا اللّٰہَ وَ اتَّقُوۡہُ ؕ ذٰلِکُمۡ خَیۡرٌ لَّکُمۡ اِنۡ کُنۡتُمۡ تَعۡلَمُوۡنَ
Wa-ibraahiima idz qaala liqaumihii’buduullaha waattaquuhu dzalikum khairun lakum in kuntum ta’lamuun(a);

Dan (ingatlah) Ibrahim, ketika ia berkata kepada kaumnya:
“Sembahlah olehmu Allah dan bertakwalah kepada-Nya.
Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.
―QS. 29:16
Topik ▪ Takwa ▪ Kewajiban hamba pada Allah ▪ Al Qur’an benar-benar dari Allah
29:16, 29 16, 29-16, Al Ankabut 16, AlAnkabut 16, Al-Ankabut 16

Tafsir surah Al Ankabut (29) ayat 16

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Ankabut (29) : 16. Oleh Kementrian Agama RI

Allah memerintahkan Nabi Muhammad agar menceritakan kepada umatnya kisah Nabi Ibrahim as.
Setelah Ibrahim as dewasa, dan sempurna pertumbuhan akalnya, sanggup untuk berpikir dan menganalisa sesuatu dengan obyektif, dan telah memungkinkan untuk mencapai derajat kenabian yang sempurna, maka mulailah ia mencurahkan perhatiannya menyeru manusia menerima kebenaran yang dibawanya.
Ia mengajak mereka untuk meng Esakan Allah dalam ibadah dan membersihkan diri dari segala bentuk kemusyrikan.
Ikhlas dalam mengabdi kepada Allah baik waktu sendirian ataupun di hadapan orang banyak.
Menjauhkan murka Tuhan dengan melaksanakan segala tugas dan kewajiban yang diperintahkan-Nya, serta menjauhkan segala larangan-Nya.
Semuanya itu merupakan perintah Tuhan yang harus disampaikan oleh Ibrahim as kepada kaumnya.
Semua yang disampaikan itu adalah yang terbaik andaikata mereka mempunyai sedikit ilmu pengetahuan.
Dengan ilmu itu dapat mereka bedakan antara yang baik dan yang buruk.
Dan bagaimana mencari atau memperoleh kemanfaatan sebanyak-banyaknya untuk dunia dan akhirat.
Kemudian Ibrahim as menunjukkan kepada mereka tentang kesengsaraan yang menimpa orang yang mencari tuhan selain Allah.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Dan ingatlah, wahai Rasul, kisah Ibrahim ketika ia menyeru kaumnya untuk mengesakan dan menaati Allah, serta memperingatkan mereka bahwa keimanan lebih baik bagi mereka daripada kekufuran, apabila mereka termasuk orang-orang yang berilmu dan berakal.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan) ingatlah (Ibrahim ketika ia berkata kepada kaumnya, “Sembahlah Allah dan bertakwalah kalian kepada-Nya!) takutlah kalian akan azab dan hukuman-Nya.

(Demikian itu lebih baik bagi kalian) daripada apa yang sekarang kalian kerjakan yaitu menyembah berhala (jika kalian mengetahui) mana yang baik dan mana yang tidak baik.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Ingatlah (wahai Rasul) Ibrahim saat dia mengajak kaumnya :
Ikhlaskanlah ibadah hanya kepada Allah semata, hindarilah murka-Nya dengan melaksanakan kewajiban-kewajiban dan menjauhi larangan-larangan-Nya.
Hal itu lebih baik bagi kalian bila kalian memang mengetahui apa yang baik bagi kalian dan apa yang buruk.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala menceritakan perihal hamba dan rasul-Nya serta kekasihnya (yaitu Nabi Ibrahim, imam para hunafa), bahwa dia menyeru kaumnya untuk menyembah Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, dan mengikhlaskan diri hanya kepada-Nya dalam bertakwa, mencari rezeki dari-Nya semata, tiada sekutu bagi-Nya, serta mengesakan-Nya dalam bersyukur, karena sesungguhnya hanya kepada-Nyalah dipanjatkan rasa syukur atas sernua nikmat, tiada yang berhak menerimanya selain Dia.
Untuk itu Ibrahim ‘alaihis salam berkata kepada kaumnya, sebagaimana yang disitir oleh firman-Nya:

Sembahlah Allah olehmu dan bertakwalah kepada-Nya.
(Q.S. Al-‘Ankabut [29]: 16)

Artinya, ikhlaskanlah diri kalian hanya kepada-Nya dalam beribadah dan takut.

Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.
(Q.S. Al-‘Ankabut [29]: 16)

Yakni apabila kalian melakukan hal tersebut, niscaya kalian akan beroleh kebaikan di dunia dan akhirat, dan akan terhindarlah kalian dari kejahatan di dunia dan akhirat.

Selanjutnya Allah subhanahu wa ta’ala memberitahukan bahwa berhala-berhala yang mereka sembah itu tidak dapat menimpakan mudarat dan tidak pula memberikan manfaat.
Berhala-berhala itu tiada lain hanyalah buat-buatan kalian belaka, lalu kalian memberinya nama-nama sebagai tuhan-tuhan buatan.
Sesungguhnya berhala-berhala itu hanyalah makhluk, sama halnya dengan kalian.
Demikianlah menurut apa yang diriwayatkan oleh Al-Aufi, dari Ibnu Abbas, dan hal yang sama dikatakan oleh As-Saddi dan Mujahid.

Al-Walibi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa lafaz takhluquna dibaca tasna una, yang artinya ‘kalianlah yang memahatnya, lalu menjadikannya sebagai patung-patung (berhala-berhala).’ Hal yang sama dikatakan oleh Mujahid dalam suatu riwayatnya, juga oleh Ikrimah, Al-Hasan, Qatadah, dan lain-lainnya, lalu dipilih oleh Ibnu Jarir rahimahullah, yakni berhala-berhala itu tidak memiliki rezeki bagi kalian.


Informasi Surah Al Ankabut (العنكبوت)
Surat Al’ Ankabuut terdiri atas 69 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai “Al’ Ankabuut” berhubung terdapatnya perkataan Al’ Ankabuut yang berarti “laba­ laba” pada ayat 41 surat ini, di mana Allah mengumpamakan penyembah-penyembah berhala­ berhala itu dengan laba-laba yang percaya kepada kekuatan rumahnya sebagai tempat ia ber­lindung dan tempat menjerat mangsanya, padahal kalau dihembus angin atau ditimpa oleh suatu barang yang kecil saja, rumah itu akan hancur.

Begitu pula halnya dengan kaum musyrikin yang percaya kepada kekuatan sembahan-sembahan mereka sebagai tempat berlindung dan tem­pat meminta sesuatu yang mereka ingini, padahal sembahan-sembahan mereka itu tidak mampu sedikit juga menolong mereka dari azab Allah waktu di dunia, seperti yang terjadi pada kaum Nuh, kaum Ibrahim, kaum Luth, kaum Syua’ib, kaum Saleh, dan lain-lain.
Apalagi menghadapi azab Allah di akhirat nanti, sembahan-sembahan mereka itu lebih tidak mampu menghindarkan dan melindungi mereka.

Keimanan:

Bukti-bukti tentang adanya hari berbangkit dan ancaman terhadap orang-orang yang mengingkarinya
tiap-tiap diri akan merasakan mati dan hanya kepada Allah mereka akan kembali
Allah akan menjamin rezki tiap-tiap makhluk-Nya.

Hukum:

Kewajiban berbuat baik kepada dua orang ibu bapa
kewajiban mengerjakan shalat karena shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan perbuatan mungkar
kewajiban menentang ajakan mempersekutukan Allah sekalipun datang­nya dari ibu bapa.

Kisah:

Kisah-kisah cobaan yang dialami oleh Nabi Nuh a.s., Nabi Ibrahim a.s., Nabi Luth a.s., Nabi Syua’ib a.s., Nabi Daud a.s., Nabi Shaleh a.s., Nabi Musa a.s.

Lain-lain:

Cobaan itu perlu untuk menguji keimanan seseorang
usaha manusia itu manfa’at­ nya untuk dirinya sendiri bukan untuk Allah
perlawanan terhadap kebenaran pasti hancur.

Ayat-ayat dalam Surah Al Ankabut (69 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Ankabut (29) ayat 16 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Ankabut (29) ayat 16 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Ankabut (29) ayat 16 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Ankabut - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 69 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 29:16
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Ankabut.

Surah Al-'Ankabut (bahasa Arab:العنكبوت) adalah surah ke-29 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 69 ayat serta termasuk golongan surah-surrah Makkiyah.
Dinamai Al-'Ankabut berhubung terdapatnya kata Al- 'Ankabut yang berarti Laba-Laba pada ayat 41 surah ini, di mana Allah mengumpamakan para penyembah berhala-berhala itu dengan laba-laba yang percaya kepada kekuatan rumahnya sebagai tempat ia berlindung dan tempat ia menjerat mangsanya, padahal kalau dihembus angin atau ditimpa oleh suatu barang yang kecil saja, rumah itu akan hancur.
Begitu pula halnya dengan kaum musyrikin yang percaya kepada kekuatan sembahan-sembahan mereka sebagai tempat berlindung dan tempat meminta sesuatu yang mereka ingini, padahal sembahan-sembahan mereka itu tidak mampu sedikit juga menolong mereka dari azab Allah waktu di dunia, seperti yang terjadi pada kaum Nuh, kaum Ibrahim, kaum Luth, kaum Syu'aib, kaum Saleh, dan lain-lain.
Apalagi menghadapi azab Allah di akhirat nanti, sembahan-sembahan mereka itu lebih tidak mampu menghindarkan dan melindungi mereka.

Nomor Surah 29
Nama Surah Al Ankabut
Arab العنكبوت
Arti Laba-laba
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 85
Juz Juz 20 (ayat 1-44) sampai juz 21 (45-69)
Jumlah ruku' 7 ruku'
Jumlah ayat 69
Jumlah kata 983
Jumlah huruf 4321
Surah sebelumnya Surah Al-Qasas
Surah selanjutnya Surah Ar-Rum
4.5
Ratingmu: 4.5 (27 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta