Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Al Ankabut (Laba-laba) - surah 29 ayat 14 [QS. 29:14]

وَ لَقَدۡ اَرۡسَلۡنَا نُوۡحًا اِلٰی قَوۡمِہٖ فَلَبِثَ فِیۡہِمۡ اَلۡفَ سَنَۃٍ اِلَّا خَمۡسِیۡنَ عَامًا ؕ فَاَخَذَہُمُ الطُّوۡفَانُ وَ ہُمۡ ظٰلِمُوۡنَ
Walaqad arsalnaa nuuhan ila qaumihi falabitsa fiihim alfa sanatin ilaa khamsiina ‘aaman fa-akhadzahumuth-thuufaanu wahum zhaalimuun(a);
Dan sungguh, Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, maka dia tinggal bersama mereka selama seribu tahun kurang lima puluh tahun.
Kemudian mereka dilanda banjir besar, sedangkan mereka adalah orang-orang yang zalim.
―QS. Al Ankabut [29]: 14

Daftar isi

And We certainly sent Noah to his people, and he remained among them a thousand years minus fifty years, and the flood seized them while they were wrongdoers.
― Chapter 29. Surah Al Ankabut [verse 14]

وَلَقَدْ dan sesungguhnya

And verily,
أَرْسَلْنَا Kami telah mengutus

We sent
نُوحًا Nuh

Nuh
إِلَىٰ kepada

to
قَوْمِهِۦ kaumnya

his people,
فَلَبِثَ maka dia tinggal

and he remained
فِيهِمْ pada/bersama mereka

among them
أَلْفَ seribu

a thousand
سَنَةٍ tahun

year(s),
إِلَّا kecuali (kurang)

save
خَمْسِينَ lima puluh

fifty
عَامًا tahun

year(s),
فَأَخَذَهُمُ lalu menimpa mereka

then seized them
ٱلطُّوفَانُ taufan

the flood,
وَهُمْ dan mereka

while they
ظَٰلِمُونَ orang-orang yang zalim

(were) wrongdoers.

Tafsir Quran

Surah Al Ankabut
29:14

Tafsir QS. Al-‘Ankabut (29) : 14. Oleh Kementrian Agama RI

Kisah para nabi itu dimulai dengan menceritakan riwayat perjuangan Nabi Nuh.
Beliau adalah bapak para nabi.

Ia berdakwah menyeru kaumnya supaya beriman kepada Allah Yang Maha Esa dan mempercayai kerasulannya selama sembilan ratus lima puluh tahun.
Namun demikian, ia tidak pernah merasa bosan mengajak mereka, baik siang maupun malam.

Kadang-kadang dengan suara yang lemah lembut, tetapi sering juga dengan suara keras menyampaikan ancaman Allah terhadap kekafiran mereka.
Akan tetapi usaha beliau tidak kunjung berhasil.

Hanya segelintir saja di antara mereka yang mau beriman.
Selebihnya menolak dan mendustakan beliau.

Oleh karena itu, Allah menyiksa mereka.
Dikirimlah siksaan yang disebut
"Topan Nabi Nuh",
yakni berupa banjir yang menenggelamkan mereka semua.

Tidak seorang pun yang selamat dari siksaan Allah itu kecuali orang yang beriman yang ikut dalam bahtera Nuh.

Al-Hakim meriwayatkan:

Diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas bahwa ia berkata,
"Allah mengutus Nabi Nuh ketika usia 40 tahun dan berdakwah pada kaumnya selama 950 tahun menyeru mereka untuk mengikuti agama Allah dan Nabi Nuh hidup setelah banjir (topan) selama 60 tahun, sehingga jumlah manusia menjadi banyak dan tersebar.
(Riwayat Al-hakim)

Tafsir QS. Al Ankabut (29) : 14. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Allah telah mengutus Nuh kepada kaumnya untuk menyeru mereka kepada ajaran tauhid.
Lalu ia menetap dan menyeru mereka selama sembilan ratus lima puluh tahun.


Akan tetapi mereka tidak memenuhi seruannya.
Maka Allah menenggelamkan mereka dengan angin topan dalam keadaan menzalimi diri mereka sendiri dengan kekufuran.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Sungguh Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, lalu dia tinggal bersama mereka selama seribu tahun kurang lima puluh.
Dia mengajak mereka kepada Tauhid dan melarang mereka dari syirik, namun mereka tidak menjawab ajakannya.


Maka Allah membinasakan mereka dengan angin topan, sedangkan mereka adalah orang-orang yang zalim terhadap diri mereka dengan kekufuran dan sikap melebihi batas.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya) sewaktu Nabi Nuh diangkat menjadi Rasul ia berumur empat puluh tahun atau lebih dari itu


(maka ia tinggal di antara mereka selama sembilan ratus lima puluh tahun) seraya menyeru mereka untuk mentauhidkan Allah, tetapi mereka yakni kaumnya, tetap mendustakannya.


(Maka mereka ditimpa banjir besar) yaitu, air bah yang sangat tinggi sehingga tenggelamlah mereka semuanya


(dan mereka adalah orang-orang yang zalim) maksudnya adalah orang-orang yang menyekutukan Allah.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Ini merupakan hiburan dari Allah subhanahu wa ta’ala kepada Nabi Muhammad ﷺ Allah menceritakan kepadanya tentang Nuhalaihis salam, bahwa Nuh tinggal di kalangan kaumnya dalam masa yang sangat lama seraya menyeru mereka untuk menyembah Allah subhanahu wa ta’ala Seruan itu dilakukannya siang malam, dan secara rahasia dan terang-terangan.
Tetapi sekalipun demikian, tiada menambah mereka melainkan makin menjauh dari perkara hak dan berpaling darinya serta mendustakan Nuh, dan tiada yang beriman bersama Nuh melainkan hanya sedikit orang saja.
Karena itulah disebutkan oleh firman-Nya:

maka ia tinggal di antara mereka seribu tahun kurang lima puluh tahun.
Maka mereka ditimpa banjir besar, dan mereka adalah orang-orang yang zalim.
(QS. Al-‘Ankabut [29]: 14)

Yakni sesudah masa yang sangat lama itu penyampaian Nuh dan peringatannya masih belum berhasil terhadap mereka.
Maka kamu Muhammad, janganlah menyesali sikap orang-orang yang kafir terhadapmu dari kalangan kaummu, jangan pula kamu bersedih hati atas sikap mereka, karena sesungguhnya Allah-lah yang akan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan Dia pulalah yang akan menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya.
Di tangan kekuasaan-Nyalah semua urusan, dan hanya kepada-Nyalah kembali semua urusan.

Sesungguhnya orang-orang yang telah pasti terhadap mereka kalimat Tuhanmu, tidaklah akan beriman, meskipun datang kepada mereka segala macam keterangan.
(QS. Yunus [10]: 96-97), hingga akhir ayat.

Dan ketahuilah bahwa Allah pasti akan memunculkanmu, menolongmu, menguatkanmu, menghinakan musuh-musuhmu serta mengalahkan mereka, dan menjadikan mereka berada di dasar neraka yang paling bawah.

Hammad ibnu Salamah telah meriwayatkan dari Ali ibnu Zaid, dari Yusuf ibnu Mahik, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa Nuh diutus oleh Allah sejak usia empat puluh tahun, dan tinggal di kalangan kaumnya selama sembilan ratus lima puluh tahun, serta hidup sesudah masa banjir besar selama enam puluh tahun, hingga manusia bertambah populasi (jumlah)nya dan menyebar.

Qatadah mengatakan bahwa menurut suatu pendapat, sesungguhnya jumlah seluruh usia Nuh adalah sembilan ratus lima puluh tahun.
Ia tinggal di kalangan kaumnya sebelum menyeru mereka ke jalan Allah selama tiga ratus tahun, dan menyeru mereka selama tiga ratus tahun, serta tinggal sesudah masa banjir besar selama tiga ratus lima puluh tahun.
Tetapi pendapat ini garib.
Makna lahiriah ayat menunjukkan bahwa Nuh tinggal di kalangan kaumnya seraya menyeru mereka untuk menyembah Allah selama sembilan ratus lima puluh tahun.

Aun ibnu Abu Syaddad telah mengatakan bahwa Allah mengutus Nabi Nuh kepada kaumnya saat ia berusia tiga ratus lima puluh tahun, lalu Nuhalaihis salam menyeru mereka selama sembilan ratus lima puluh tahun.
Kemudian ia hidup sesudah itu selama tiga ratus lima puluh tahun.
Pendapat ini pun berpredikat garib, diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim dan Ibnu Jarir serta dikatakan oleh suatu pendapat yang bersumber dari Ibnu Abbas, hanya Allah Yang Maha Mengetahui.

As-Sauri telah meriwayatkan dari Salamah ibnu Kahil, dari Mujahid yang mengatakan bahwa Ibnu Umar pernah bertanya kepadaku,
"Berapa lamakah Nuh tinggal bersama kaumnya?"
Mujahid mengatakan, bahwa lalu ia menjawab,
"Sembilan ratus lima puluh tahun."
Lalu Ibnu Umar mengatakan,
"Sesungguhnya manusia itu masih terus mengalami pengurangan dalam usia mereka, kebaligan mereka, dan bentuk tubuh mereka, sampai masamu sekarang ini."

Kata Pilihan Dalam Surah Al Ankabut (29) Ayat 14

THUFAAN
لطُّوفَان

Lafaz ini ism mashdar dari asal kata kerja thafa, oleh karena itu Ibnu Faris berkata,
"Dari sini dikatakan sesuatu yang mengelilingi sesuatu dengan banyak dan menyelubungi atau menutupi yang terdiri dari air dinamakan thufaan."

Dalam kamus Al Munjid diterangkan ath thufaan bermakna air atau aliran air yang menenggelamkan, malam yang gelap gelita dan kematian yang merata (umum).
Al Kafawi berkata,
"thufaan adalah setiap kejadian yang menimpa manusia dan ia menjadi perkara biasa yang ditujukan kepada air yang melimpah dan banyak, disandarkan kepada kejadian yang diterima oleh kaum Nuh adalah air."

Dalam Kamus Dewan dikatakan taufan berarti angin ribut dan badai.

Lafaz thufaan disebut dua kali di dalam Al Quran yaitu dalam surah:
• Al A’raaf (7), ayat 133;
• Al Ankabut (29), ayat 14.
Thufaan di dalam Al Qur’an merupakan azab yang menimpa negeri Fir’aun yang terdapat dalam surah Al A’raaf dan yang menimpa kaum Nuh yang terdapat dalam surah Al Ankabut.

Menurut riwayat yang dinukilkan oleh Ibnu Katsir dari Ibnu Abbas, thufaan adalah turunnya hujan yang mencurah dan lebat sehingga timbullah banjir dan disapunya tanaman yang diharapkan berbuah.

Menurut riwayat dari Mujahid, thufaan ialah kedatangan banjir yang menghancurkan segala tanaman, dan kesannya meninggalkan penyakit ta’un atau kolera.

Ata’ berkata thufaan adalah (penyebab) ramai orang yang mati.

Ibnu Jarir meriwayatkan dari haditsAisyah dan Ibnu Mardawaih dari hadis Yahya bin Yamani, Rasulullah bersabda, "ath thufaan ialah kematian."

Ibnu Qutaibah berkata,
" thufaan adalah hujan yang lebat,"

Kesimpulannya, thufaan ialah hujan lebat sehingga menjadi air bah yang meranapkan segala-galanya, dari rnanusia, hewan dan pepohonan, dikirimkan oleh Allah kepada Fir’aun dan kaum Nuh sebagai azab dan balasan keingkaran dan kekufuran mereka.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:355-356

Unsur Pokok Surah Al Ankabut (العنكبوت)

Surat Al-‘Ankabut terdiri atas 69 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai "Al ‘Ankabuut" berhubung terdapatnya perkataan Al-‘Ankabuut yang berarti "laba-laba" pada ayat 41 surat ini, di mana Allah mengumpamakan penyembah-penyembah berhalaberhala itu dengan laba-laba yang percaya kepada kekuatan rumahnya sebagai tempat ia berlindung dan tempat menjerat mangsanya, padahal kalau dihembus angin atau ditimpa oleh suatu barang yang kecil saja, rumah itu akan hancur.

Begitu pula halnya dengan kaum musyrikin yang percaya kepada kekuatan sembahan-sembahan mereka sebagai tempat berlindung dan tempat meminta sesuatu yang mereka ingini, padahal sembahan-sembahan mereka itu tidak mampu sedikit juga menolong mereka dari azab Allah waktu di dunia, seperti yang terjadi pada kaum Nuh, kaum Ibrahim, kaum Luth, kaum Syua’ib, kaum Saleh, dan lain-lain.

Apalagi menghadapi azab Allah di akhirat nanti, sembahan-sembahan mereka itu lebih tidak mampu menghindarkan dan melindungi mereka.

Keimanan:

▪ Bukti-bukti tentang adanya hari berbangkit dan ancaman terhadap orang-orang yang mengingkarinya.
▪ Tiap-tiap diri akan merasakan mati dan hanya kepada Allah mereka akan kembali.
▪ Allah akan menjamin rezeki tiap-tiap makhluk-Nya.

Hukum:

▪ Kewajiban berbuat baik kepada dua orang ibu bapak.
▪ Kewajiban mengerjakan shalat karena shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan perbuatan mungkar.
▪ Kewajiban menentang ajakan mempersekutukan Allah sekalipun datangnya dari ibu bapak.

Kisah:

▪ Kisah-kisah cobaan yang dialami oleh Nabi Nuh `alaihis salam, Nabi Ibrahim `alaihis salam, Nabi Luth `alaihis salam, Nabi Syua’ib `alaihis salam, Nabi Daud `alaihis salam, Nabi Shaleh `alaihis salam, Nabi Musa `alaihis salam.

Lain-lain:

▪ Cobaan itu perlu untuk menguji keimanan seseorang.
▪ Usaha manusia itu manfa’at nya untuk dirinya sendiri bukan untuk Allah.
▪ Perlawanan terhadap kebenaran pasti hancur.

Audio Murottal

QS. Al-Ankabut (29) : 1-69 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 69 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-Ankabut (29) : 1-69 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 69

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Ankabut ayat 14 - Gambar 1 Surah Al Ankabut ayat 14 - Gambar 2
Statistik QS. 29:14
  • Rating RisalahMuslim
4.9

Ayat ini terdapat dalam surah Al Ankabut.

Surah Al-‘Ankabut (bahasa Arab:العنكبوت) adalah surah ke-29 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 69 ayat serta termasuk golongan surah-surrah Makkiyah.
Dinamai Al-‘Ankabut berhubung terdapatnya kata Al- ‘Ankabut yang berarti Laba-Laba pada ayat 41 surah ini, di mana Allah mengumpamakan para penyembah berhala-berhala itu dengan laba-laba yang percaya kepada kekuatan rumahnya sebagai tempat ia berlindung dan tempat ia menjerat mangsanya, padahal kalau dihembus angin atau ditimpa oleh suatu barang yang kecil saja, rumah itu akan hancur.
Begitu pula halnya dengan kaum musyrikin yang percaya kepada kekuatan sembahan-sembahan mereka sebagai tempat berlindung dan tempat meminta sesuatu yang mereka ingini, padahal sembahan-sembahan mereka itu tidak mampu sedikit juga menolong mereka dari azab Allah waktu di dunia, seperti yang terjadi pada kaum Nuh, kaum Ibrahim, kaum Luth, kaum Syu’aib, kaum Saleh, dan lain-lain.
Apalagi menghadapi azab Allah di akhirat nanti, sembahan-sembahan mereka itu lebih tidak mampu menghindarkan dan melindungi mereka.

Nomor Surah 29
Nama Surah Al Ankabut
Arab العنكبوت
Arti Laba-laba
Nama lain
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 85
Juz Juz 20 (ayat 1-44) sampai juz 21 (45-69)
Jumlah ruku’ 7 ruku’
Jumlah ayat 69
Jumlah kata 983
Jumlah huruf 4321
Surah sebelumnya Surah Al-Qasas
Surah selanjutnya Surah Ar-Rum
Sending
User Review
4.3 (15 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

29:14, 29 14, 29-14, Surah Al Ankabut 14, Tafsir surat AlAnkabut 14, Quran Al-Ankabut 14, Surah Al Ankabut ayat 14

Video Surah

29:14


More Videos

Kandungan Surah Al Ankabut

۞ QS. 29:3 • Keluasan ilmu Allah • Sikap orang mukmin terhadap fitnah

۞ QS. 29:4 • Kebodohan orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 29:5 • Al Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Kiamat telah dekat • Kebenaran hari penghimpunan •

۞ QS. 29:6 • Allah tidak membutuhkan makhlukNya • Al Ghaniy (Maha Kaya) • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh

۞ QS. 29:7 • Ajakan masuk Islam • Toleransi Islam • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Keutamaan iman • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan

۞ QS. 29:8 • Kebenaran hari penghimpunan • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 29:9 • Pahala iman • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Keutamaan iman • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan •

۞ QS. 29:10 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam •

۞ QS. 29:11 • Keluasan ilmu Allah • Siksa orang munafik

۞ QS. 29:12 • Menanggung dosa orang lain

۞ QS. 29:13 • Mendustai Allah • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan • Sifat hari penghitungan • Menanggung dosa orang lain •

۞ QS. 29:14 • Keadilan Allah dalam menghakimi • Azab orang kafir

۞ QS. 29:15 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

۞ QS. 29:16 Tauhid Uluhiyyah • Kewajiban hamba pada Allah

۞ QS. 29:17 • Kebenaran hari penghimpunan • Kebodohan orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah • Kewajiban hamba pada Allah •

۞ QS. 29:18 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 29:19 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Manusia dibangkitkan dari kubur •

۞ QS. 29:20 • Kekuasaan Allah • Al Qadiir (Maha Penguasa) • Manusia dibangkitkan dari kubur

۞ QS. 29:21 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Kebenaran hari penghimpunan • Menyiksa pelaku maksiat • Ampunan Allah terhadap pelaku maksiat • Ampunan Allah dan rahmatNya

۞ QS. 29:22 • Al Wali (Maha Pelindung) • An-Nashir (Maha Penolong) • Maksiat dan dosa

۞ QS. 29:23 • Mengingkari hari kebangkitan • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 29:24 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 29:25 • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Sifat hari penghitungan • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Kebodohan orang kafir • Siksa orang kafir

۞ QS. 29:26 Ar Rabb (Tuhan) • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 29:27 • Balasan dan pahala dari Allah

۞ QS. 29:29 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 29:30 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 29:31 • Tugas-tugas malaikat • Keadilan Allah dalam menghakimi • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat •

۞ QS. 29:32 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Tugas-tugas malaikat • Azab orang kafir

۞ QS. 29:33 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Tugas-tugas malaikat • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat •

۞ QS. 29:34 • Keadilan Allah dalam menghakimi • Azab orang kafir

۞ QS. 29:36 • Kewajiban hamba pada Allah

۞ QS. 29:37 • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 29:38 • Sifat iblis dan pembantunya • Azab orang kafir • Istidraj (memperdaya)

۞ QS. 29:39 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 29:40 • Keadilan Allah dalam menghakimi • Azab orang kafir

۞ QS. 29:41 Wali Allah dan wali syetan • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 29:42 • Keluasan ilmu Allah • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Kelemahan tuhan selain Allah •

۞ QS. 29:44 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 29:45 • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 29:46 Tauhid Uluhiyyah • Kewajiban dan keutamaan beriman pada kitab-kitab • Islam agama para nabi • Islam agama fitrah • Toleransi Islam

۞ QS. 29:47 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 29:49 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 29:50 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 29:51 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kasih sayang Allah yang luas • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 29:52 • Keluasan ilmu Allah • Al Syahid (Maha Menyaksikan) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 29:53 • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 29:54 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 29:55 • Kedahsyatan hari kiamat • Keadilan Allah dalam menghakimi • Sifat neraka • Azab orang kafir • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 29:56 • Sikap orang mukmin terhadap fitnah • Kewajiban hamba pada Allah

۞ QS. 29:57 • Kematian pasti terjadi pada setiap makhluk hidup • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 29:58 • Pahala iman • Keabadian surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Perbedaan derajat di surga • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga

۞ QS. 29:59 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 29:60 Al Razzaq (Maha Pemberi rezeki) • Al Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir

۞ QS. 29:61 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Tauhid Rububiyyah • Kekuasaan Allah • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kebodohan orang kafir

۞ QS. 29:62 • Keluasan ilmu Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir

۞ QS. 29:63 Tauhid Uluhiyyah • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kebodohan orang kafir

۞ QS. 29:64 • Kebaikan yang ada di alam akhirat

۞ QS. 29:65 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 29:66 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Maksiat dan dosa

۞ QS. 29:67 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kebodohan orang kafir

۞ QS. 29:68 • Mendustai Allah • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 29:69 • Keutamaan iman • Hidayah (petunjuk) dari Allah

Ayat Pilihan

Dan dirikanlah salat,
tunaikanlah zakat & ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’.
QS. Al-Baqarah [2]: 43

Sesungguhnya jika kamu bersyukur,
pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu,
dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku),
maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.
QS. Ibrahim [14]: 7

dan dijadikan-Nya kamu kuat dengan pertolongan-Nya
dan diberi-Nya kamu rezeki dari yang baik-baik agar kamu bersyukur.
QS. Al-Anfal [8]: 26

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

أَلَمْ dalam surah Al-Insyirah berarti ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ

a lam nasyrah laka sadrak

''Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?''
--QS. Al-Insyirah [94] : 1

Surah Al-Insyirah turun sesudah surah ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Surah Al-Insyirah adalah surah ke-94 dalam al-Qur'an. Surah ini terdiri atas 8 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah serta diturunkan sesudah surah Ad-Duha.

Surah Al-Insyirah terdiri dari ... ayat.

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Surah Al-Insyirah adalah surah ke-94 dalam al-Qur'an. Surah ini terdiri atas 8 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah serta diturunkan sesudah surah Ad-Duha.

+

Array

Surah Al-Insyirah diawali dengan lafal ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ

a lam nasyraḥ laka ṣadrak

'Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?'
--QS. Al-Insyirah [94] : 1

وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَ

Ayat diatas terdapat dalam Alquran surah Al-Insyirah ayat ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
وَوَضَعْنَا عَنكَ وِزْرَكَ

wa wada'na 'angka wizrak

''dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu,''
--QS. Al-Insyirah [94] : 2

Pendidikan Agama Islam #25
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #25 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #25 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #8

Sumber kedua hukum dalam menetapkan Hukum tentang Alquran adalah … Hukum penggunaan hadis sebagai dasar hukum adalah … Orang yang menceritakan hadits disebut … Undang-undang tentang penggunaan Hadits-Maudu adalah … Berikut adalah hadits yang rusak, kecuali …

Pendidikan Agama Islam #23

Qada dan qadar termasuk rukun iman yang ke … Al Falaq artinya … Ayat ke 5 dari surah al-Falaq yaitu … … Percaya kepada Allah dan Rasulnya termasuk rukun … Meja, kursi, manusia, hewan dan tumbuhan adalah merupakan salah satu cara mengenal Allah Subhanahu Wa Ta`ala melalui …

Pendidikan Agama Islam #10

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menerima wahyu pertama di … Wahyu pertama yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam terkandung dalam surah … Sejak wahyu di Surah Al Muddasir : 1-7, Rasullullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mulai berkhotbah. Awalnya nabi melakukan dakwah kepada … Khotbah Nabi Muhammad saat masih di Mekah, difokuskan langsung pada esensi-esensi utama, yaitu … … Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkhotbah di kota Mekah kurang lebih selama …

Kamus Istilah Islam

Sunan Darimi

Apa itu Sunan Darimi? Sunan al-Darimi atau Musnad al-Darimi oleh Abdullah ibn Abdul Rahman ad-Darimi merupakan kumpulan Hadis yang penting, seperti Muwatta Malik dan Musnad Ahmad. Walaupun terkadang...

bidah

Apa itu bidah? bid.ah perbuatan yang dikerjakan tidak menurut contoh yang sudah ditetapkan, termasuk menambah atau mengurangi ketetapan; pembaruan ajaran Islam tanpa berpedoman pada Alquran dan had...

Mekkah

Di mana itu Mekkah? Mekkah atau Makkah al-Mukarramah merupakan sebuah kota utama di Arab Saudi. Kota ini menjadi tujuan utama kaum muslimin dalam menunaikan ibadah haji, Di kota ini terdapat sebuah b...