Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Al Anfaal (Harta rampasan perang) – surah 8 ayat 60 [QS. 8:60]

وَ اَعِدُّوۡا لَہُمۡ مَّا اسۡتَطَعۡتُمۡ مِّنۡ قُوَّۃٍ وَّ مِنۡ رِّبَاطِ الۡخَیۡلِ تُرۡہِبُوۡنَ بِہٖ عَدُوَّ اللّٰہِ وَ عَدُوَّکُمۡ وَ اٰخَرِیۡنَ مِنۡ دُوۡنِہِمۡ ۚ لَا تَعۡلَمُوۡنَہُمۡ ۚ اَللّٰہُ یَعۡلَمُہُمۡ ؕ وَ مَا تُنۡفِقُوۡا مِنۡ شَیۡءٍ فِیۡ سَبِیۡلِ اللّٰہِ یُوَفَّ اِلَیۡکُمۡ وَ اَنۡتُمۡ لَا تُظۡلَمُوۡنَ
Wa-a’idduu lahum maaastatha’tum min quu-watin wamin ribaathil khaili turhibuuna bihi ‘aduu-wallahi wa’aduu-wakum waaakhariina min duunihim laa ta’lamuunahumullahu ya’lamuhum wamaa tunfiquu min syai-in fii sabiilillahi yuwaffa ilaikum wa-antum laa tuzhlamuun(a);
Dan persiapkanlah dengan segala kemampuan untuk menghadapi mereka dengan kekuatan yang kamu miliki dan dari pasukan berkuda yang dapat menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya;
tetapi Allah mengetahuinya.
Apa saja yang kamu infakkan di jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dizalimi (dirugikan).
―QS. Al Anfaal [8]: 60

Daftar isi

And prepare against them whatever you are able of power and of steeds of war by which you may terrify the enemy of Allah and your enemy and others besides them whom you do not know (but) whom Allah knows.
And whatever you spend in the cause of Allah will be fully repaid to you, and you will not be wronged.
― Chapter 8. Surah Al Anfaal [verse 60]

وَأَعِدُّوا۟ dan siapkanlah

And prepare
لَهُم untuk mereka

for them
مَّا apa

whatever
ٱسْتَطَعْتُم kamu sanggupi

you able (to)
مِّن dari

of
قُوَّةٍ kekuatan

force
وَمِن dan dari

and of
رِّبَاطِ ditambat

tethered
ٱلْخَيْلِ kuda

horses
تُرْهِبُونَ kamu menakutkan/menggetarkan

(to) terrify
بِهِۦ dengannya

therewith
عَدُوَّ musuh

(the) enemy
ٱللَّهِ Allah

(the) enemy,
وَعَدُوَّكُمْ dan musuh kalian

and your enemy
وَءَاخَرِينَ dan orang-orang lain

and others
مِن dari

from
دُونِهِمْ selain mereka

besides them,
لَا tidak

not
تَعْلَمُونَهُمُ kamu mereka

(do) you know them
ٱللَّهُ Allah

(but) Allah
يَعْلَمُهُمْ mengetahui mereka

knows them.
وَمَا dan apa yang

And whatever
تُنفِقُوا۟ kamu nafkahkan

you spend
مِن dari

from
شَىْءٍ sesuatu

(any) thing
فِى di

in
سَبِيلِ jalan

(the) way
ٱللَّهِ Allah

(of) Allah
يُوَفَّ dicukupkan

it will be fully repaid
إِلَيْكُمْ kepadamu

to you,

Tafsir Quran

Surah Al Anfaal
8:60

Tafsir QS. Al-Anfal (8) : 60. Oleh Kementrian Agama RI

Untuk menghadapi pengkhianatan kaum Yahudi dan persekongkolan mereka dengan kaum musyrikin dengan tujuan menghancurkan kaum Muslimin, Allah memerintahkan pada ayat ini agar kaum Muslimin menyiapkan kekuatan guna menghadapi musuh-musuh Islam, baik musuh yang nyata mereka ketahui, maupun yang belum menyatakan permusuhan-nya secara terang-terangan.
Yang harus dibina lebih dahulu adalah kekuatan iman yang akan menjadikan mereka percaya dan yakin bahwa mereka adalah pembela kebenaran, penegak kalimah Allah di muka bumi dan mereka pasti menang dalam menghadapi dan membasmi kezaliman dan keangkara-murkaan.

Kekuatan iman yang sempurna inilah yang dapat membina kekuatan mental yang selalu ditanamkan pada hati segenap rakyat agar mereka benar-benar menjadi bangsa yang tangguh dan perkasa dalam menghadapi berbagai macam kesulitan dan cobaan.
Bangsa yang kuat mentalnya tidak akan dapat dikalahkan oleh bangsa lain bagaimana pun sempurnanya peralatan dan senjata mereka.

Hal ini telah dibuktikan dalam Perang Badar di mana tentara kaum musyrikin yang jauh lebih besar jumlah dan persenjataannya dapat dipukul mundur oleh tentara Islam yang sedikit jumlahnya dan amat kurang persenjataannya, tetapi memiliki mental yang kuat dan iman yang teguh.

Di samping kekuatan iman/mental mereka, harus pula dipersiapkan kekuatan fisiknya karena kedua kekuatan ini harus digabung menjadi satu, kekuatan fisik saja akan kurang keampuhannya bila tidak disertai dengan kekuatan mental.

Demikian pula sebaliknya kekuatan mental saja tidak akan berdaya bila tidak ditunjang oleh kekuatan fisik.

Allah memerintahkan agar kaum Muslimin mempersiapkan tentara berkuda yang ditempatkan pada tempat strategis, siap untuk menggempur dan menghancurkan setiap serangan musuh dari manapun datangnya.

Pada masa Nabi pasukan berkuda inilah yang amat strategis nilainya dan amat besar keampuhannya.
Suatu negeri yang mempunyai pasukan berkuda yang besar akan disegani oleh negeri-negeri lain, dan negeri lain itu akan berpikir lebih dulu bila akan menyerang negeri itu.



Pada masa sekarang pasukan berkuda (kavaleri) telah digantikan oleh pasukan tank baja, masalah peperangan pada masa kini sudah lain corak dan bentuknya dari peperangan masa dulu.
Alat senjata yang dipergunakan sudah beragam pula, berupa armada udara, armada laut, bahkan sampai memper-gunakan persenjataan yang sangat canggih.

Jika pada masa Nabi Muhammad ﷺ.
Allah memerintahkan agar mempersiapkan pasukan berkuda, maka pada masa sekarang kaum Muslimin harus mempersiapkan berbagai senjata modern untuk mempertahankan negaranya dari serangan musuh.



Sebagaimana diketahui senjata-senjata modern sekarang ini adalah hasil dari kemajuan teknologi.
Maka umat Islam wajib berusaha mencapai ilmu pengetahuan setinggi-tingginya dan menguasai teknologi dan selalu mengikuti perkembangan dan kemajuannya.
Untuk mencapai ilmu dan teknologi yang tinggi kita memerlukan biaya yang sangat besar.
Kita wajib mempercepat kemajuan ekonomi dan memperbesar penghasilan rakyat.
Dengan demikian akan mudah bagi rakyat menafkahkan sebagian hartanya untuk kepentingan dan pertahanan negaranya.

Suatu negara yang kuat mentalnya, kuat pertahanannya, dan kuat pula perekonomiannya pasti akan disegani oleh negara lain dan mereka tidak berani memusuhinya apalagi menyerangnya.
Inilah yang dituntut Allah dari kaum Muslimin.

Anjuran menafkahkan harta fi sabilillah terdapat dalam beberapa ayat dalam Alquran di antaranya firman Allah:

وَاَنْفِقُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَلَا تُلْقُوْا بِاَيْدِيْكُمْ اِلَى التَّهْلُكَةِ ۛ وَاَحْسِنُوْا ۛ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ

Dan infakkanlah (hartamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu jatuhkan (diri sendiri) ke dalam kebinasaan dengan tangan sendiri, dan berbuat baiklah.
Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.
(Al-Baqarah [2]: 195)

Dan firman Allah ﷻ:

وَمَثَلُ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمُ ابْتِغَاۤءَ مَرْضَاتِ اللّٰهِ وَتَثْبِيْتًا مِّنْ اَنْفُسِهِمْ كَمَثَلِ جَنَّةٍۢ بِرَبْوَةٍ اَصَابَهَا وَابِلٌ فَاٰتَتْ اُكُلَهَا ضِعْفَيْنِ فَاِنْ لَّمْ يُصِبْهَا وَابِلٌ فَطَلٌّ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ

Dan perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya untuk mencari rida Allah dan untuk memperteguh jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buah-buahan dua kali lipat.
Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka embun (pun memadai).
Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
(Al-Baqarah [2]: 265)

Allah menjanjikan pahala yang besar kepada setiap orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, dan dia tidak akan dirugikan sedikit pun karena menafkahkan hartanya.
Sebaliknya perbuatan itu akan mendapat pahala yang berlipat ganda.

Tafsir QS. Al Anfaal (8) : 60. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Wahai orang-orang Muslim, persiapkanlah segala kemampuan perang yang kalian miliki, yang meliputi segala perlengkapan perang, untuk menghadapi musuh-musuh kalian.
Lengkapilah penjaga-penjaga perbatasan dan kawasan-kawasan rawan negeri kalian dengan pasukan berkuda untuk membuat musuh- musuh Allah dan musuh-musuh kalian gentar, yaitu orang-orang kafir yang setiap waktu mengintai dan menunggu kelengahan kalian.


Juga untuk membuat takut musuh-musuh lain yang tidak kalian ketahui, tapi Allah mengetahui mereka.
Karena, dengan ilmu-Nya, Allah mengetahui segala sesuatu.


Dan sesungguhnya apa saja yang kalian belanjakan untuk persiapan perang demi mengharap Allah, maka Dia akan memberi balasan setimpal dari karunia-Nya, dan tidak akan sedikit pun balasan itu dikurangi, meski sekecil atom[1].


[1] Dalam ayat tersebut kita dapat menangkap perintah yang jelas sekali mengenai keharusan menyiapkan segala perlengkapan dalam menghadapi musuh, sebagai suatu hal yang teramat penting karena menyangkut hidup matinya suatu bangsa.


Persiapan itu meliputi segala aspek, baik kualitas dan kuantitas perlengkapan.
Berperang tanpa kesiapan berarti suatu kekalahan dan kehancuran.


Pada masa-masa damai seperti sekarang ini saja hampir semua negara seolah-olah bersiap-siap untuk perang, sehingga kebijakan-kebijakan politik strategis masing-masing negara diarahkan, meskipun secara tidak langsung, untuk memenangkan pertempuran.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Wahai segenap umat muslim, bersiaplah untuk menghadapi musuh-musuh kalian dengan segenap kemampuan berupa perbekalan maupun personil.
Agar dengan itu tersisip rasa gentar dalam hati musuh-musuh Allah dan musuh-musuh kalian yang menanti kalian, serta menakuti orang-orang selain mereka yang tidak menampakkan permusuhannya saat ini kepada kalian.


Akan tetapi Allah mengetahui mereka dan mengetahui apa yang terbesit dalam hati mereka.
Dan harta atau apa saja yang kalian nafkahkan di jalan Allah, baik sedikit atau banyak, niscaya Allah akan menggantinya di dunia dan menabungkan pahalanya untuk kalian sampai Hari Kiamat.


Dan pahala bagi kalian tidak akan dikurangi sedikit pun.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka) untuk memerangi mereka


(kekuatan apa saja yang kalian sanggupi) Rasulullah ﷺ menjelaskan, bahwa yang dimaksud dengan kekuatan adalah ar-ramyu atau pasukan pemanah.
Demikianlah menurut hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim


(dan dari kuda-kuda yang ditambat) lafal ribath berbentuk mashdar, artinya kuda-kuda yang sengaja disediakan untuk berperang di jalan Allah


(untuk membuat takut) kalian membuat gentar


(dengan adanya persiapan itu musuh Allah dan musuh kalian) artinya orang-orang kafir Mekah


(dan orang-orang yang selain mereka) terdiri dari orang-orang munafik atau orang-orang Yahudi


(yang kalian tidak mengetahuinya sedangkan Allah mengetahuinya.
Apa saja yang kalian nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalaskan kepada kalian dengan balasan yang cukup) yakni pahalanya


(dan kalian tidak akan dianiaya) tidak akan dikurangi sedikit pun dari pahala kalian.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala, memerintahkan untuk mempersiapkan peralatan senjata untuk berperang dengan orang-orang musyrik, sesuai dengan kemampuan yang ada.
Untuk itu, Allah subhanahu wa ta’ala, berfirman:

Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka apa saja yang kalian sanggupi.

Yakni dengan segenap kemampuan yang kalian miliki.

…berupa kekuatan dan kuda-kuda yang ditambat untuk berperang.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Harun ibnu Ma’ruf telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahb, telah menceritakan kepada kami Amr ibnul Haris, dari Abu Ali Sumamah ibnu Syafi (saudara lelaki Uqbah ibnu Amir).
Ia pernah mendengar Uqbah ibnu Amir mengatakan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda di atas mimbarnya:
"Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kalian sanggupi."
Ingatlah, sesungguhnya kekuatan itu terletak pada pasukan pemanah.
Ingatlah, sesungguhnya kekuatan itu terletak pada pasukan pemanah.

Imam Muslim meriwayatkannya dari Harun ibnu Ma’ruf, Imam Abu Daud dari Sa’id ibnu Mansur, sedangkan Ibnu Majah dari Yunus ibnu Abdul A’la.
Ketiga-tiganya (yakni Harun, Sa’id, dan Yunus) dari Abdullah ibnu Wahb dengan sanad yang sama.

Hadis ini mempunyai jalur-jalur lain dari Uqbah ibnu Amir, yang antara lain ialah yang diriwayatkan oleh hakim Tirmidzi melalui hadis Saleh ibnu Kaisan, dari seorang lelaki yang menerimanya dari Saleh Ibnu Kaisan.


Imam Ahmad dan para pemilik kitab Sunnah telah meriwayatkan dari Saleh ibnu Kaisan yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

Lemparlah panah kalian dan naikilah kendaraan kalian, tetapi melempar (membidikkan) panah kalian adalah lebih baik daripada kalian menaiki kendaraan.

Imam Malik telah meriwayatkan dari Zaid ibnu Aslam.
dari Abu Saleh As-Samman, dari Abu Hurairah r.a., bahwa Rasulullah ﷺpernah bersabda:
Kuda itu mempunyai tiga fungsi, bagi seseorang berfungsi mendatangkan pahala, bagi yang lainnya berfungsi menjadi penutup bagi dirinya, dan bagi yang lainnya lagi berakibat mendatangkan dosa baginya.
Adapun kuda yang dapat mendatangkan pahala bagi pemiliknya ialah bila pemiliknya menambatkannya untuk persiapan berjuang di jalan Allah.
Jika kuda itu berada lama di kandangnya atau di tempat penggembalaannya, maka segala sesuatu yang dimakannya dalam kandang dan tempat penggembalaannya itu selama ia berada di sana merupakan pahala-pahala kebaikan bagi pemiliknya.
Dan seandainya kuda itu terlepas dari kandangnya, lalu berlari-lari berputar-putar sekali putar atau dua kali putar, maka semua jejak kakinya dan kotoran yang dikeluarkannya merupakan pahala-pahala kebaikan bagi pemiliknya.
Dan seandainya kuda itu melewati sebuah sungai, lalu minum airnya, sedangkan pemiliknya tidak mau memberinya minum, maka hal itu merupakan pahala-pahala kebaikan bagi pemiliknya.
Semuanya itu mendatangkan pahala bagi pemiliknya.
Dan seorang lelaki yang menambatkannya untuk keperluan mencari kecukupan (nafkah) dan memelihara harga diri (agar tidak meminta-minta), tanpa melupakan hak Allah yang ada pada leher dan punggungnya, maka hal itu merupakan penutup bagi (keperluannya).
Dan seorang lelaki yang menambatkannya untuk kebanggaan, pamer, dan kesombongan, maka kuda itu mendatangkan dosa bagi pemiliknya.
Rasulullah ﷺ pernah ditanya mengenai keledai, maka beliau ﷺ bersabda:
Tidak ada sesuatu pun yang diturunkan kepadaku mengenainya kecuali ayat yang bermakna menyeluruh lagi menyendiri ini, yaitu firman-Nya,
"Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.
Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.
(QS. Az-Zalzalah [99]: 7-8)

Hadis riwayat Imam Bukhari, dan teks hadis ini berdasarkan yang ada padanya, begitu pula Imam Muslim, ia telah meriwayatkannya, kedua-duanya melalui hadis Malik.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Hajjaj, telah menceritakan kepada kami Syarik, dari Ar-Rakin ibnur Rabi’, dari Al-Qasim ibnu Hissan, dari Abdullah ibnu Mas’ud, dari Nabi ﷺ yang telah bersabda:
Kuda itu ada tiga macam, yaitu kuda bagi Tuhan Yang Maha Pemurah, kuda bagi setan, dan kuda bagi manusia.
Adapun kuda yang bagi Tuhan Yang Maha Pemurah ialah kuda yang ditambatkan untuk persiapan berjihad di jalan Allah, makanannya, kotorannya, dan air seninya-—dan disebutkan pula hal lainnya menurut apa yang dikehendaki Allah—.
Adapun kuda yang bagi setan adalah kuda yang dipakai oleh pemiliknya untuk berjudi dan taruhan Dan kuda yang bagi manusia ialah kuda yang oleh pemiliknya untuk mencari nafkah bagi pemiliknya maka kuda itu merupakan penutup bagi pemiliknya dari kefakiran.

Kebanyakan ulama berpendapat bahwa memanah lebih baik daripada berkuda.
Sedangkan menurut Imam Malik, berkuda lebih baik daripada memanah.
Tetapi pendapat jumhur ulama (pendapat pertama) lebih kuat karena ada hadis yang mendukungnya.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Hajaj dan Hisyam.
Mereka berdua mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami Lais, telah menceritakan kepadaku Yazid ibnu Abu Habib, dari Ibnu Syamamah.
bahwa Mu’awiyah ibnu Khadij bersua dengan Abu Zar yang sedang berdiri di dekat seekor kuda miliknya.
Lalu Mu’awiyah bertanya kepadanya “Apakah yang diderita oleh kudamu ini?"
Abu Zar menjawab."Sesungguhnya aku menduga bahwa kuda ini telah diperkenankan doanya."
Mu’awiyah bertanya,
"Apakah binatang itu dapat berdoa?"
Abu Zar menjawab."Demi Tuhan yang jiwaku berada di dalam genggaman kekuasaan-Nya.
tidak ada seekor kuda pun melainkan berdoa di setiap waktu sahur,"
yang bunyinya seperti berikut:

Ya Allah, Engkau telah menyerahkan diriku untuk melayani seseorang di antara hamba-hamba-Mu, dan Engkau menjadikan rezekiku ada di tangannya, maka jadikanlah aku sesuatu yang lebih disukai olehnya daripada keluarganya, harta bendanya, dan anaknya.

Imam Ahmad mengatakan:


telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Said dari Abdul Hamid ibnu Abu Ja’far, telah menceritakan kepadaku Yazid ibnu Abu Habib, dari Suwaid ibnu Qais, dari Mu’awiyah ibnu khadij dari Abu Zar r.a. yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Sesungguhnya tidak ada seekor kuda Arab pun melainkan diizinkan baginya di setiap fajar untuk mengucapkan doa-doa, yaitu:
"Ya Allah, sesungguhnya Engkau serahkan diriku untuk melayani seseorang dari kalangan Bani Adam yang Engkau kehendaki untuk aku layani, maka jadikanlah diriku sesuatu yang lebih disukainya daripada keluarganya dan harta bendanya —atau sebagai milik dan harta benda yang paling disukainya—.

Imam Nasai meriwayatkannya melalui Amr ibnu Ali Al-Fallas, dari Yahya Al-Qattar dengan lafaz yang sama.

Abul Qasim At-Tabrani mengatakan, telah menceritakan kepada kami Al-Husain ibni Ishaq At-Tusturi, telah menceritakan kepada kami Hisyam ibnu Ammar, telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Hamzah, telah menceritakan kepada kami Al-Muf im ibnul Miqdam As-San’ani, dari Al-Hasan ibnu Abul Hasan, bahwa ia pernah mengatakan kepada Ibnul Hanzaliyah (yakni Sahlan) bahwa dia telah menceritakan kepada kami suatu hadis yang ia dengar dari Rasulullah ﷺ.
bahwa ia pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:
Kuda itu diikatkan kebaikan pada ubun-ubunnya sampai hari kiamat, pemiliknya sangat memperhatikannya.
Barang siapa yang menambatkan seekor kuda untuk berjihad di jalan Allah, maka nafkah yang diberikan kepada kudanya itu sama halnya dengan seseorang yang mengulurkan tangannya memberi sedekah tanpa henti-hentinya.

Hadishadis yang menceritakan keutamaan menambatkan kuda untuk berjihad di jalan Allah cukup banyak.


Di dalam kitab Sahih Bukhari disebutkan melalui Urwah ibnu Abul Ja’d Al-Bariqi, bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

Kuda itu terikatkan kebaikan pada ubun-ubunnya sampai hari kiamat, yaitu pahala dan ganimah.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala :

(yang dengan persiapan itu) kalian menggentarkan musuh Allah dan musuh kalian.
(QS. Al-Anfal [8]: 60)
.

Yakni untuk membuat gentar orang-orang kafir yang menjadi musuh Allah dan musuh kalian.

dan orang-orang selain mereka.
(QS. Al-Anfal [8]: 60)

Menurut Mujahid makna yang dimaksud ialah orang-orang Bani Quraizah, sedangkan menurut As-Saddi ialah orang-orang Persia.
Sufyan As-Sauri mengatakan, Ibnu Yaman mengatakan bahwa mereka adalah setan-setan yang berada di dalam rumah-rumah, dan telah disebutkan oleh sebuah hadis hal yang semakna dengan pendapat ini.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Atabah (yakni Ahmad ibnul Faraj Al-Himsi), telah menceritakan kepada kami Abu Haiwah (yakni Syuraih ibnu Yazin Al-Muqri), telah menceritakan kepada kami Sa’id ibnu Sinan, dari Ibnu Garib (yakni Yazid ibnu Abdullah ibnu Garib), dari ayahnya, dari kakeknya, bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda sehubungan dengan makna firman-Nya:
dan orang-orang selain mereka yang kalian tidak mengetahuinya.
(QS. Al-An’am [6]: 60)
Bahwa yang dimaksud dengan mereka adalah makhluk jin.


Imam Tabrani meriwayatkannya dari Ibrahim ibnu Dahim, dari ayahnya (yaitu Muhammad ibnu Syu’aib), dari Sinan ibnu Sa’id ibnu Sinan, dari Yazid ibnu Abdullah ibnu Garib dengan lafaz yang sama.


Ditambahkan pula bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,


"Tidak akan diganggu setan suatu rumah yang di dalamnya terdapat seekor kuda yang dipelihara."


Hadis ini munkar, sanad dan matannya tidak sahih.

Muqatil ibnu Hayyyan dan Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam mengatakan bahwa mereka adalah orang-orang munafik.
Pendapat ini lebih mendekati kebenaran dan diperkuat dengan adanya firman Allah subhanahu wa ta’ala, yang mengatakan:

Di antara orang-orang Arab Badui yang di sekeliling kalian itu ada orang-orang munafik, dan (juga) di antara penduduk Madinah.
Mereka keterlaluan dalam kemunafikannya.
Kamu (Muhammad) tidak mengetahui mereka, Kami yang mengetahui mereka.
(At-Taubah [9]: 101)

Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala :

Apa saja yang kalian nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepada kalian, dan kalian tidak akan dianiaya.
(QS. Al-Anfal [8]: 60)

Artinya, berapa pun pembelanjaan yang kalian keluarkan dalam jihad, maka pahalanya akan dibalas secara penuh dan sempurna kepada kalian.


Di dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Abu Daud disebutkan bahwa dirham (mata uang) yang dibelanjakan di jalan Allah dilipatgandakan pahalanya sampai tujuh ratus kali lipat .
Hal ini diterangkan di dalam tafsir firman Allah subhanahu wa ta’ala :

‘Perumpamaan (pembelanjaan yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang membelanjakan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji.
Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang Dia kehendaki.
Dan Allah Mahaluas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.
(QS. Al-Baqarah [2]: 261)

Unsur Pokok Surah Al Anfaal (الأنفال)

Surat Al-Anfaal terdiri atas 75 ayat dan termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, karena seluruh ayat-ayatnya diturunkan di Madinah.

Surat ini dinamakan Al Anfaal yang berarti harta rampasan perang, berhubung kata Al An­faal terdapat pada permulaan surat ini dan juga persoalan yang menonjol dalam surat ini ialah tentang harta rampasan perang, hukum perang dan hal-hal yang berhubungan dengan peperangan pada umumnya.

Menurut riwayat lbnu Abbas radhiyallahu ‘anhu surat ini diturunkan berkenaan dengan perang Badar Kubra yang terjadi pada tahun kedua hijrah.
Peperangan ini sangat penting artinya, karena dialah yang menentukan jalan sejarah perkembangan Islam.
Pada waktu itu umat Islam dengan berkekuatan kecil, untuk pertama kali dapat mengalahkan kaum musyrikin yang berjumlah besar, dan berperlengkapan yang cukup, dan mereka dalam peperangan ini memperoleh harta rampasan perang yang tidak sedikit.

Oleh sebab itu timbullah masalah bagaimana membagi harta-harta rampasan perang itu, maka kemudian Allah menurunkan ayat pertama dari surat ini.
Selain hal-hal tersebut di atas maka pokok-pokok isinya adalah sebagai berikut:

Keimanan:

▪ Allah selalu menyertai orang-orang yang beriman dan melindungi mereka.
▪ Menentukan hukum-hukum agama itu hanyalah hak Allah.
▪ Jaminan Allah terhadap kemenangan umat yang beriman.
▪ ‘Inayat Allah terhadap orang-orang yang bertawakkal.
▪ Hanyalah Allah yang dapat mempersatukan hati orang yang beriman.
▪ Tindakan-tindakan dan hukum-hukum Allah didasarkan atas kepentingan umat manusia.
▪ Adanya malaikat yang menolong barisan kaum muslimin dalam perang Badar.
▪ Adanya gangguan-gangguan syaitan pada orang-orang mukmin dan tipu daya mereka pada orang-orang musyrikin.
Syirik adalah dosa besar.

Hukum:

▪ Aturan pembagian harta rampasan perang.
▪ Kebolehan memakan harta rampasan perang.
▪ Larangan lari/mundur dalam peperangan.
▪ Hukum mengenai tawanan perang pada permulaan Islam.
▪ Kewajiban ta’at kepada pimpinan dalam perang.
▪ Keharusan mengusahakan perdamaian.
▪ Kewajiban mempersiapkan diri dengan segala alat perlengkapan perang.
▪ Ketahanan mental, sabar dan tawakkal serta mengingat Allah dalam peperangan.
▪ Tujuan perang dalam Islam.
▪ Larangan khianat kepada Allah dan Rasul serta amanat.
▪ Larangan mengkhianati perjanjian.

Kisah:

▪ Keengganan beberapa orang Islam ikut perang Badar.
▪ Suasana kaum muslimin di waktu perang Badar, sebelumnya, sesudahnya dan waktu perang berlangsung.
▪ Keadaan Nabi Muhammad ﷺ sebelum hijrah, serta permusuhan kaum musyrikin terhadap beliau.
▪ Orang Yahudi membatalkan perjanjian damai dengan Nabi Muhammad ﷺ.
▪ Kisah keadaan orang kafir musyrikin dan Ahli Kitab, serta keburukan orang-orang munafik.

Lain-lain:

▪ Pengertian iman, tanda-tandanya dan sifat-sifat orang yang beriman.
▪ Sunnatullah pada perseorangan dan masyarakat.

Audio Murottal

QS. Al-Anfaal (8) : 1-75 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 75 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-Anfaal (8) : 1-75 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 75

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Anfaal ayat 60 - Gambar 1 Surah Al Anfaal ayat 60 - Gambar 2
Statistik QS. 8:60
  • Rating RisalahMuslim
4.5

Ayat ini terdapat dalam surah Al Anfaal.

Surah Al-Anfal (bahasa Arab:الأنفال, al-Anfāl, “Jarahan”) adalah surah ke-8 pada Alquran.
Surah ini terdiri atas 75 ayat dan termasuk golongan surah-surah Madaniyah.
Surah ini dinamakan Al-Anfal yang berarti pula harta rampasan perang berhubung kata Al-Anfal terdapat pada permulaan surah ini dan juga persoalan yang menonjol dalam surah ini ialah tentang harta rampasan perang, hukum perang dan hal-hal yang berhubungan dengan peperangan pada umumnya.
Menurut riwayat Ibnu Abbas, surah ini diturunkan berkenaan dengan perang Badar yang terjadi pada tahun 2 H.
Peperangan ini sangat penting artinya, karena merupakan peristiwa yang menentukan jalan sejarah Perkembangan Islam.
Pada waktu itu umat Islam dengan berkekuatan kecil untuk pertama kali dapat mengalahkan kaum musyrik yang berjumlah besar dan memiliki perlengkapan yang cukup, dan mereka dalam peperangan ini memperoleh harta rampasan perang yang tidak sedikit.
Oleh sebab itu timbullah masalah bagaimana membagi harta-harta rampasan perang itu, maka kemudian Allah menurunkan ayat pertama dari surah ini.

Nomor Surah 8
Nama Surah Al Anfaal
Arab الأنفال
Arti Harta rampasan perang
Nama lain
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 88
Juz Juz 10 (ayat 1-40), juz 11 (ayat 41-75)
Jumlah ruku’ 0
Jumlah ayat 75
Jumlah kata 1244
Jumlah huruf 5388
Surah sebelumnya Surah Al-A’raf
Surah selanjutnya Surah At-Taubah
Sending
User Review
4.5 (9 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

8:60, 8 60, 8-60, Surah Al Anfaal 60, Tafsir surat AlAnfaal 60, Quran Al Anfal 60, AlAnfal 60, Al-Anfal 60, Surah Al Anfal ayat 60

Video Surah

8:60


More Videos

Kandungan Surah Al Anfaal

۞ QS. 8:2 Ar Rabb (Tuhan) • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Bertambah dan berkurangnya iman

۞ QS. 8:4 Ar Rabb (Tuhan) • Perbedaan derajat di surga • Keutamaan iman • Balasan dan pahala dari Allah • Ampunan Allah dan rahmatNya

۞ QS. 8:5 Ar Rabb (Tuhan) • Kebaikan pada pilihan Allah

۞ QS. 8:6 • Kebaikan pada pilihan Allah

۞ QS. 8:7 Sifat Iradah (berkeinginan) • Azab orang kafir

۞ QS. 8:9 Ar Rabb (Tuhan) • Keikutsertaan malaikat dalam peperangan

۞ QS. 8:10 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Keikutsertaan malaikat dalam peperangan •

۞ QS. 8:11 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Allah memperkokoh orang mukmin • Sifat iblis dan pembantunya

۞ QS. 8:12 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Allah memperkokoh orang mukminAr Rabb (Tuhan) • Keikutsertaan malaikat dalam peperangan •

۞ QS. 8:13 • Siksaan Allah sangat pedih • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 8:14 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 8:16 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Dosa-dosa besar • Hal-hal yang mengakibatkan kemurkaan Allah •

۞ QS. 8:17 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Al Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Alim (Maha megetahui) •

۞ QS. 8:18 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Azab orang kafir

۞ QS. 8:19 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 8:21 • Kebodohan orang kafir • Sifat orang munafik

۞ QS. 8:22 • Kebodohan orang kafir • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 8:23 • Allah menggerakkan hati manusia • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kebodohan orang kafir

۞ QS. 8:24 • Kebenaran hari penghimpunan • Allah menggerakkan hati manusia

۞ QS. 8:25 • Siksaan Allah sangat pedih • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 8:26 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Orang mukmin kelompok minoritas

۞ QS. 8:28 • Macam-macam fitnah • Balasan dan pahala dari Allah

۞ QS. 8:29 • Ampunan Allah yang luas • Dzul Fadhl (Pemilik keutamaan) • Ampunan Allah terhadap pelaku maksiat • Ampunan Allah dan rahmatNya •

۞ QS. 8:30 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 8:31 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 8:32 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kebodohan orang kafir

۞ QS. 8:33 • Ampunan Allah yang luas • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 8:34 • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 8:35 • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 8:36 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Perbuatan orang kafir sia-sia •

۞ QS. 8:37 • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 8:38 • Ajakan masuk Islam • Islam menghapus dosa masa lalu • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 8:39 • Al Bashir (Maha Melihat)

۞ QS. 8:40 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Al Maula (Maha Penolong) • An-Nashir (Maha Penolong) •

۞ QS. 8:41 • Al Qadiir (Maha Penguasa)

۞ QS. 8:42 Dalil Allah atas hambaNya • Al Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Keadilan Allah dalam menghakimi • Segala sesuatu ada takdirnya

۞ QS. 8:43 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 8:44 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Ketentuan Allah tak dapat dihindari

۞ QS. 8:47 • Al Muhith (Maha Mengetahui) • Perintah tidak mengikuti orang musyrik • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 8:48 • Siksaan Allah sangat pedih • Sifat iblis dan pembantunya • Syetan menyesatkan dan menghinakan manusia • Istidraj (memperdaya) •

۞ QS. 8:49 • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Sifat orang munafik

۞ QS. 8:50 • Siksaan Allah sangat pedih • Tugas-tugas malaikat • Keluarnya ruh orang kafir • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 8:51 • Keadilan Allah dalam menghakimi

۞ QS. 8:52 • Siksaan Allah sangat pedih • Al Qawiy (Maka Kuat) • Keadilan Allah dalam menghakimi • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 8:53 • Al Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Keadilan Allah dalam menghakimi • Balasan dari perbuatannya •

۞ QS. 8:54 Ar Rabb (Tuhan) • Keadilan Allah dalam menghakimi • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 8:55 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kebodohan orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 8:57 • Bersikap keras terhadap orang kafir

۞ QS. 8:59 • Kekuasaan Allah • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 8:60 • Keadilan Allah dalam menghakimi • Permusuhan orang kafir terhadap orang Islam • Melihat sebab akibat

۞ QS. 8:61 • Keluasan ilmu Allah • Sifat Sama’ (mendengar) • Al Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Alim (Maha megetahui) •

۞ QS. 8:62 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

۞ QS. 8:63 • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Allah menggerakkan hati manusia

۞ QS. 8:64 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin

۞ QS. 8:65 • Kebodohan orang kafir

۞ QS. 8:66 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Toleransi Islam • Melenyapkan kesusahan orang muslim

۞ QS. 8:67 • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 8:68 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Peringatan Allah terhadap hambaNya

۞ QS. 8:69 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Ampunan Allah dan rahmatNya •

۞ QS. 8:70 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Ajakan masuk Islam • Islam menghapus dosa masa lalu

۞ QS. 8:71 • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 8:72 • Al Bashir (Maha Melihat) • Kewajiban saling setia antar sesama muslim • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Keutamaan iman •

۞ QS. 8:73 • Kewajiban saling setia antar sesama muslim • Orang kafir menjadi penolong sesamanya

۞ QS. 8:74 • Pahala iman • Ampunan Allah yang luas • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Keutamaan iman • Sifat-sifat orang mukmin

۞ QS. 8:75 • Keluasan ilmu Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Kewajiban saling setia antar sesama muslim • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Keutamaan iman

Ayat Pilihan

Sesungguhnya Kami telah menjelaskan kepada manusia petunjuk kebenaran,
ada yang beriman & ada pula yang ingkar.
QS. Al-Insan [76]: 3

Dan dirikanlah salat,
tunaikanlah zakat & ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’.
QS. Al-Baqarah [2]: 43

Andaikata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka, pasti binasalah langit & bumi dan semua yang ada di dalamnya. Sebenarnya Kami telah datangkan kepada mereka kebanggaan (Alquran) mereka tetapi mereka berpaling dari kebanggaan itu.
QS. Al-Mu’minun [23]: 71

Katakanlah:
“Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah,
ikutilah aku,
niscaya Allah mengasihi & mengampuni dosa-dosamu”.
Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
QS. Ali ‘Imran [3]: 31

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Takdir yang bisa diubah dinamakan ...

Correct! Wrong!

Karena rajin belajar maka Afit selalu juara dalam setiap perlombaan antar sekolah, pernyataan tersebut merupakan contoh ...

Correct! Wrong!

Matahari berputar mengelilingi sumbunya, termasuk contoh takdir ...

Correct! Wrong!

+

Array

Salah satu contoh takdir muallaq (bisa diubah) adalah ...

Correct! Wrong!

Yang tidak termasuk cara beriman kepada qada dan qadar Allah adalah ...

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #22
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #22 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #22 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #19

Berakhirnya seluruh kehidupan di dunia dinamakan … Hari kiamat di jelaskan dalam Alquran, surah … .Tempat berkumpulnya manusia di akhirat di sebut padang … Salah satu hikmah mempercayai datangnya hari akhir, yaitu … … Surah yang menjelaskan bahwa ‘Allah Subhanahu Wa Ta`ala tempat meminta’, yaitu … …

Pendidikan Agama Islam #30

Yang diajarkan oleh Rasulullah adalah jika kita melihat kemungkaran untuk mencegahnya pertama kali dengan … بَلِّغُوا عَنِّى وَلَوْ آيَةً Arti dari hadist diatas adalah …Di bawah ini adalah cara untuk menjadikan semangat mengamalkan ilmu dalam kehidupan kecuali …كادَ الفَقْرُ أنْ يَكُوْنَ كُفْرًا Arti dari kalimat di atas adalah …Siapakah ilmuan muslim yang pertama menjadi penemu Al-Jabar?

Pendidikan Agama Islam #25

Surah Al-Insyirah terdiri dari … ayat.Surah Al-Insyirah diawali dengan lafal … أَلَمْ dalam surah Al-Insyirah berarti …وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَ Ayat diatas terdapat dalam Alquran surah Al-Insyirah ayat …Surah Al-Insyirah turun sesudah surah …

Kamus Istilah Islam

imam

Apa itu imam? pemimpin salat ; pemimpin; kepala ; pemimpin; penghulu; imam Bonjol; imam Mahdi; pemimpin mazhab; imam Syafei; imam Hambali; Kat pastor yang mempersembahkan kurban misa atau memi...

Al Hasiib

Apa itu Al Hasiib? Allah itu Al-Hasib ◀ Al-Hasib adalah Yang Maha Menghitung. Artinya adalah Allah akan menghitung segala amal perbuatan kita semua dengan sedetail mungkin. &128161; Segala per...

kadi

Apa itu kadi? ka.di hakim yang mengadili perkara yang bersangkut-paut dengan agama Islam … •