Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Anfaal (Harta rampasan perang) – surah 8 ayat 2 [QS. 8:2]

اِنَّمَا الۡمُؤۡمِنُوۡنَ الَّذِیۡنَ اِذَا ذُکِرَ اللّٰہُ وَجِلَتۡ قُلُوۡبُہُمۡ وَ اِذَا تُلِیَتۡ عَلَیۡہِمۡ اٰیٰتُہٗ زَادَتۡہُمۡ اِیۡمَانًا وَّ عَلٰی رَبِّہِمۡ یَتَوَکَّلُوۡنَ ۚ
Innamaal mu’minuunal-ladziina idzaa dzukirallahu wajilat quluubuhum wa-idzaa tuliyat ‘alaihim aayaatuhu zaadathum iimaanan wa’ala rabbihim yatawakkaluun(a);
Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetar hatinya, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah (kuat) imannya dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal,
―QS. Al Anfaal [8]: 2

The believers are only those who, when Allah is mentioned, their hearts become fearful, and when His verses are recited to them, it increases them in faith;
and upon their Lord they rely –
― Chapter 8. Surah Al Anfaal [verse 2]

إِنَّمَا sesungguhnya hanyalah

Only
ٱلْمُؤْمِنُونَ orang-orang yang beriman

the believers
ٱلَّذِينَ orang-orang yang

(are) those who
إِذَا apabila

when
ذُكِرَ disebut

is mentioned
ٱللَّهُ Allah

Allah
وَجِلَتْ gemetarlah

feel fear
قُلُوبُهُمْ hati mereka

their hearts,
وَإِذَا dan apabila

and when
تُلِيَتْ dibacakan

are recited
عَلَيْهِمْ atas mereka

to them
ءَايَٰتُهُۥ ayat-ayatNya

His Verses,
زَادَتْهُمْ ia menambahkan mereka

they increase them
إِيمَٰنًا keimanan mereka

(in) faith,
وَعَلَىٰ dan kepada

and upon
رَبِّهِمْ Tuhan mereka

their Lord
يَتَوَكَّلُونَ mereka bertawakkal

they put their trust.

Tafsir

Alquran

Surah Al Anfaal
8:2

Tafsir QS. Al Anfaal (8) : 2. Oleh Kementrian Agama RI


Allah menjelaskan bahwa orang-orang mukmin ialah mereka yang menghiasi dirinya dengan sifat-sifat seperti tersebut dalam ayat ini.
Tiga sifat disebutkan dalam ayat ini, sedang dua sifat lagi disebutkan dalam ayat berikutnya.


1. Apabila disebutkan nama Allah bergetarlah hatinya karena ingat keagungan dan kekuasaan-Nya.

Pada saat itu timbul dalam jiwanya perasaan penuh haru mengingat besarnya nikmat dan karunia-Nya.
Mereka merasa takut apabila mereka tidak memenuhi tugas kewajiban sebagai hamba Allah, dan merasa berdosa apabila melanggar larangan-larangan-Nya.


Bergetarnya hati sebagai perumpamaan dari perasaan takut, adalah sikap mental yang besifat abstrak, yang hanya dapat dirasakan oleh yang bersangkutan dan hanya Allah sendiri yang mengetahuinya.
Sedang orang lain dapat mengetahui dengan memperhatikan tanda-tanda lahiriah dari orang yang merasakannya, yang terlukis dalam perkataan atau gerak-gerik perbuatannya.


Sikap mental itu adakalanya tampak dalam perkataan, sebagaimana tergambar dalam firman Allah:

وَالَّذِيْنَ يُؤْتُوْنَ مَآ اٰتَوْا وَّقُلُوْبُهُمْ وَجِلَةٌ اَنَّهُمْ اِلٰى رَبِّهِمْ رٰجِعُوْنَ

Dan mereka yang memberikan apa yang mereka berikan (sedekah) dengan hati penuh rasa takut, (karena mereka tahu) bahwa sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhannya.
(al-Mu’minun [23]: 60)


Dan adakalanya tampak pada gerak-gerik dalam perbuatan, firman Allah :

اِذْ دَخَلُوْا عَلَيْهِ فَقَالُوْا سَلٰمًا قَالَ اِنَّا مِنْكُمْ وَجِلُوْنَ

Ketika mereka masuk ke tempatnya, lalu mereka mengucapkan,
"salam.
"
Dia (Ibrahim) berkata,
"Kami benar-benar merasa takut kepadamu."
(al-Hijr [15]: 52)


2. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah, maka akan bertambah iman mereka, karena ayat-ayat itu mengandung dalildalil yang kuat, yang mempengaruhi jiwanya sedemikian rupa, sehingga mereka bertambah yakin dan mantap serta dapat memahami kandungan isinya, sedang anggota badannya tergerak untuk melaksanakannya.


Dalam ayat ini terdapat petunjuk bahwa iman seseorang dapat bertambah dan dapat berkurang sesuai dengan ilmu dan amalnya, Rasulullah bersabda:


"Iman itu lebih dari 70 cabang, yang tertinggi adalah pengakuan bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan yang terendah adalah menyingkirkan ganguan dari jalan."
(Riwayat Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)


Dengan demikian bertambahnya iman pada seseorang dapat diketahui apabila ia lebih giat beramal.
Iman dan amal adalah merupakan satu kesatuan yang bulat yang tak dapat dipisahkan.
Firman Allah ﷻ:

اَلَّذِيْنَ قَالَ لَهُمُ النَّاسُ اِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُوْا لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ اِيْمَانًا وَّقَالُوْا حَسْبُنَا اللّٰهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ

(Yaitu) orang-orang (yang menaati Allah dan Rasul) yang ketika ada orang-orang mengatakan kepadanya,
"Orang-orang (Quraisy) telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka,"
ternyata (ucapan) itu menambah (kuat) iman mereka dan mereka menjawab,
"Cukuplah Allah (menjadi penolong) bagi kami dan Dia sebaik-baik pelindung."
(Ali Imran [3]: 173)


Dan firman Allah:

وَلَمَّا رَاَ الْمُؤْمِنُوْنَ الْاَحْزَابَ قَالُوْا هٰذَا مَا وَعَدَنَا اللّٰهُ وَرَسُوْلُهٗ وَصَدَقَ اللّٰهُ وَرَسُوْلُهٗ وَمَا زَادَهُمْ اِلَّآ اِيْمَانًا وَّتَسْلِيْمًا

Dan ketika orang-orang mukmin melihat golongan-golongan (yang bersekutu) itu, mereka berkata,
"Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kita."
Dan benarlah Allah dan Rasul-Nya.
Dan yang demikian itu menambah keimanan dan keislaman mereka.
(al-Ahzab [33]: 22)


3. Bertawakal hanya kepada Allah Yang Maha Esa, tidak berserah diri kepada yang lain-Nya.
Tawakal merupakan senjata terakhir seseorang dalam mewujudkan serangkaian amal setelah berbagai sarana dan syaratsyarat yang diperlukan itu dipersiapkan.
Hal ini dapat dipahami, karena pada hakikatnya segala macam aktifitas dan perbuatan, hanya terwujud menurut hukumhukum yang berlaku yang tunduk dibawah kekuasaan Allah.
Maka tidak benar apabila seseorang itu berserah diri kepada selain Allah.

Tafsir QS. Al Anfaal (8) : 2. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Sesungguhnya hati orang-orang yang benar-benar beriman selalu dipenuhi rasa takut dan tunduk kepada Allah.
Apabila disebut asma Allah hati mereka bergetar dan diliputi rasa takut (haybah).


Semakin mereka mendengar ayat-ayat Alquran dibacakan, semakin kokoh keimanan mereka dan semakin mendalam rasa tunduk serta semakin bertambah pengetahuan mereka pada Allah.
Sehingga, pada akhirnya, mereka tidak menyandarkan diri selain kepada Allah yang menciptakan, melindungi, dan memelihara mereka.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Sesungguhnya orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya adalah mereka yang apabila disebut nama Allah bergetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat Alquran semakin menambah keimanan setelah keimanan mereka, karena mereka merenungi makna-maknanya, dan mereka hanya berserah diri kepada Allah;
tidak berharap, kecuali kepada-Nya dan tidak takut, kecuali kepada-Nya pula.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu) yang sempurna keimanannya


(adalah mereka yang apabila disebut Allah) yakni ancaman-Nya


(gemetarlah) karena takut


(hati mereka dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambahlah keimanan mereka) kepercayaan mereka


(dan kepada Tuhanlah mereka bertawakal) hanya kepada Rabblah mereka percaya bukan kepada selain-Nya.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:

Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut Allah gemetarlah hati mereka.
Ibnu Abbas mengatakan bahwa orang-orang munafik itu tiada sesuatu pun dari sebutan nama Allah yang dapat mempengaruhi hati mereka untuk mendorong mereka mengerjakan hal-hal yang difardukan-Nya.
Mereka sama sekali tidak beriman kepada sesuatu pun dari ayat-ayat Allah, tidak bertawakal, tidak salat apabila sendirian, dan tidak menunaikan zakat harta bendanya.
Maka Allah menyebutkan bahwa mereka bukan orang-orang yang beriman.
Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala, menyebutkan sifat orang-orang mukmin melalui firman-Nya:

Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut Allah gemetarlah hati mereka.
Karena itu, maka mereka mengerjakan hal-hal yang difardukan-Nya.

…Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, bertambah­lah iman mereka (karenanya).
Maksudnya, kepercayaan mereka makin bertambah tebal dan mendalam.

…dan kepada Tuhanlah mereka bertawakal.
Yakni mereka tidak mengharapkan kepada seorang pun selain-Nya.

Mujahid mengatakan bahwa orang mukmin itu ialah orang yang apabila disebut nama Allah hatinya gemetar karena takut kepada-Nya.
Hal yang sama telah dikatakan oleh As-Saddi dan lain-lainnya yang bukan hanya seorang.


Demikianlah sifat orang yang beriman dengan sesungguhnya, yaitu orang yang apabila disebut Allah gemetarlah hatinya karena takut kepada-Nya, lalu mengerjakan semua perintah­Nya dan meninggalkan larangan-larangan-Nya.
Ayat ini semakna dengan ayat lain, yaitu firman-Nya:

Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon smpun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain Allah?
Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedangkan mereka mengetahui.
(QS. Ali ‘Imran [3]: 135)

Semakna pula dengan firman Allah subhanahu wa ta’ala, lainnya, yaitu:

Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan Sufyan As-Sauri mengatakan, ia pernah mendengar As-Saddi mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:

Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut Allah gemetarlah hati mereka.
Bahwa yang dimaksud ialah seorang lelaki yang apabila ia hendak berbuat aniaya (dosa) atau hampir berbuat maksiat, lalu dikatakan kepadanya."Bertakwalah kepada Allah!"
Maka gemetarlah hatinya (dan membatalkan perbuatan aniaya atau maksiatnya)

As-Sauri telah mengatakan pula dari Abdullah ibnu Usman ibnu Khaisam.
dari Syahr ibnu Hausyab, dari Ummu Darda sehubungan dengan makna firman-Nya:
Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut Allah gemetarlah hati mereka (QS. Al-Anfal [8]: 2)
Pengertian lafaz al-wajal fil qalbi atau hati yang gemetar, perumpamaannya sama dengan rasa sakit akibat bisul, tidakkah engkau merasakan denyutan sakitnya?
Dikatakan,
"Ya."
Maka Ummu Darda berkata,
"Apabila engkau merasakan hal tersebut, maka berdoalah kepada Allah saat itu juga, karena sesungguhnya doa dapat melenyapkan hal itu."

Firman Allah subhanahu wa ta’ala :

…dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka (karenanya).

Perihalnya sama dengan firman-Nya:

Dan apabila diturunkan suatu surat, maka di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang berkata,
"Siapakah di antara kalian yang bertambah imannya dengan (turunnya) surat ini?"
Adapun orang-orang yang beriman, maka surat ini menambah imannya sedang mereka merasa gembira (QS. At-Taubah [9]: 124)

Imam Bukhari dan lain-lainnya dari kalangan para imam mengambil kesimpulan dalil dari ayat ini dan ayat-ayat lainnya yang semakna, bahwa iman itu dapat bertambah (dan dapat berkurang), serta iman itu dalam hati mempunyai grafik naik turunnya.
Demikianlah menurut mazhab jumhur ulama, bahkan ada yang mengatakan bahwa hal ini telah disepakati, seperti apa yang dikatakan oleh Imam Syafii, Imam Ahmad ibnu Hambal, dan Abu Ubaid.
Hal ini telah kami terangkan dengan penjelasan yang terinci dalam permulaan kitab Syarah Bukhari.

…dan kepada Tuhanlah mereka bertawakal.

Yakni mereka tidak mengharapkan’ kepada selain-Nya, dan tidak bertujuan kecuali hanya kepada-Nya.
Mereka tidak berlindung kecuali hanya kepada naungan-Nya.
tidak meminta keperluan-keperluan mereka selain hanya kepada-Nya.
mereka tidak suka kecuali hanya kepada-Nya.
dan mereka mengetahui bahwa apa yang dikehendaki Nya pasti terjadi dan apa yang tidak dikehendaki-Nya pasti tidak akan terjadi.
Dialah yang mengatur kerajaan-(Nya).
hanya Dia semata, tiada sekutu bagi-Nya, tiada akibat bagi keputusan hukum-Nya, dan Dia Mahacepat perhitungan-Nya.
Karena itulah Sa’id ibnu Jubair mengatakan bahwa tawakal kepada Allah merupakan induk keimanan.

Unsur Pokok Surah Al Anfaal (الأنفال)

Surat Al-Anfaal terdiri atas 75 ayat dan termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, karena seluruh ayat-ayatnya diturunkan di Madinah.

Surat ini dinamakan Al Anfaal yang berarti harta rampasan perang, berhubung kata Al An­faal terdapat pada permulaan surat ini dan juga persoalan yang menonjol dalam surat ini ialah tentang harta rampasan perang, hukum perang dan hal-hal yang berhubungan dengan peperangan pada umumnya.

Menurut riwayat lbnu Abbas radhiyallahu ‘anhu surat ini diturunkan berkenaan dengan perang Badar Kubra yang terjadi pada tahun kedua hijrah.
Peperangan ini sangat penting artinya, karena dialah yang menentukan jalan sejarah perkembangan Islam.
Pada waktu itu umat Islam dengan berkekuatan kecil, untuk pertama kali dapat mengalahkan kaum musyrikin yang berjumlah besar, dan berperlengkapan yang cukup, dan mereka dalam peperangan ini memperoleh harta rampasan perang yang tidak sedikit.

Oleh sebab itu timbullah masalah bagaimana membagi harta-harta rampasan perang itu, maka kemudian Allah menurunkan ayat pertama dari surat ini.
Selain hal-hal tersebut di atas maka pokok-pokok isinya adalah sebagai berikut:

Keimanan:

▪ Allah selalu menyertai orang-orang yang beriman dan melindungi mereka.
▪ Menentukan hukumhukum agama itu hanyalah hak Allah.
▪ Jaminan Allah terhadap kemenangan umat yang beriman.
▪ ‘Inayat Allah terhadap orang-orang yang bertawakkal.
▪ Hanyalah Allah yang dapat mempersatukan hati orang yang beriman.
▪ Tindakan-tindakan dan hukumhukum Allah didasarkan atas kepentingan umat manusia.
▪ Adanya malaikat yang menolong barisan kaum muslimin dalam perang Badar.
▪ Adanya gangguan-gangguan syaitan pada orang-orang mukmin dan tipu daya mereka pada orang-orang musyrikin.
Syirik adalah dosa besar.

Hukum:

▪ Aturan pembagian harta rampasan perang.
▪ Kebolehan memakan harta rampasan perang.
▪ Larangan lari/mundur dalam peperangan.
Hukum mengenai tawanan perang pada permulaan Islam.
▪ Kewajiban ta’at kepada pimpinan dalam perang.
▪ Keharusan mengusahakan perdamaian.
▪ Kewajiban mempersiapkan diri dengan segala alat perlengkapan perang.
▪ Ketahanan mental, sabar dan tawakkal serta mengingat Allah dalam peperangan.
▪ Tujuan perang dalam Islam.
▪ Larangan khianat kepada Allah dan Rasul serta amanat.
▪ Larangan mengkhianati perjanjian.

Kisah:

▪ Keengganan beberapa orang Islam ikut perang Badar.
▪ Suasana kaum muslimin di waktu perang Badar, sebelumnya, sesudahnya dan waktu perang berlangsung.
▪ Keadaan Nabi Muhammad ﷺ sebelum hijrah, serta permusuhan kaum musyrikin terhadap beliau.
▪ Orang Yahudi membatalkan perjanjian damai dengan Nabi Muhammad ﷺ.
▪ Kisah keadaan orang kafir musyrikin dan Ahli Kitab, serta keburukan orang-orang munafik.

Lain-lain:

▪ Pengertian iman, tanda-tandanya dan sifat-sifat orang yang beriman.
▪ Sunnatullah pada perseorangan dan masyarakat.

Audio

QS. Al-Anfaal (8) : 1-75 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 75 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Anfaal (8) : 1-75 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 75

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Anfaal ayat 2 - Gambar 1 Surah Al Anfaal ayat 2 - Gambar 2
Statistik QS. 8:2
  • Rating RisalahMuslim
4.7

Ayat ini terdapat dalam surah Al Anfaal.

Surah Al-Anfal (bahasa Arab:الأنفال, al-Anfāl, “Jarahan”) adalah surah ke-8 pada Alquran.
Surah ini terdiri atas 75 ayat dan termasuk golongan surah-surah Madaniyah.
Surah ini dinamakan Al-Anfal yang berarti pula harta rampasan perang berhubung kata Al-Anfal terdapat pada permulaan surah ini dan juga persoalan yang menonjol dalam surah ini ialah tentang harta rampasan perang, hukum perang dan hal-hal yang berhubungan dengan peperangan pada umumnya.
Menurut riwayat Ibnu Abbas, surah ini diturunkan berkenaan dengan perang Badar yang terjadi pada tahun 2 H.
Peperangan ini sangat penting artinya, karena merupakan peristiwa yang menentukan jalan sejarah Perkembangan Islam.
Pada waktu itu umat Islam dengan berkekuatan kecil untuk pertama kali dapat mengalahkan kaum musyrik yang berjumlah besar dan memiliki perlengkapan yang cukup, dan mereka dalam peperangan ini memperoleh harta rampasan perang yang tidak sedikit.
Oleh sebab itu timbullah masalah bagaimana membagi harta-harta rampasan perang itu, maka kemudian Allah menurunkan ayat pertama dari surah ini.

Nomor Surah8
Nama SurahAl Anfaal
Arabالأنفال
ArtiHarta rampasan perang
Nama lain
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu88
JuzJuz 10 (ayat 1-40), juz 11 (ayat 41-75)
Jumlah ruku’0
Jumlah ayat75
Jumlah kata1244
Jumlah huruf5388
Surah sebelumnyaSurah Al-A’raf
Surah selanjutnyaSurah At-Taubah
Sending
User Review
4.3 (21 votes)
Tags:

8:2, 8 2, 8-2, Surah Al Anfaal 2, Tafsir surat AlAnfaal 2, Quran Al Anfal 2, AlAnfal 2, Al-Anfal 2, Surah Al Anfal ayat 2

▪ qs 8 anfaal 2 arti
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Al Israa (Perjalanan Malam) – surah 17 ayat 55 [QS. 17:55]

Dan Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang ada di langit dan di bumi dari sekalian makhluk-Nya, dan dia memilih di antara makhluk-Nya itu nabi-nabi yang diutus untuk memberikan peringatan dan petunjuk ke … 17:55, 17 55, 17-55, Surah Al Israa 55, Tafsir surat AlIsraa 55, Quran Al Isra 55, Al-Isra’ 55, Surah Al Isra ayat 55

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Selain berisi kisah-kisah umat terdahulu, dalam Alquran juga terdapat tamsil sebagai peringatan bagi manusia. Tamsil artinya ...

Benar! Kurang tepat!

Al-Lihyaniy berpendapat bahwa Alquran secara etimologi memiliki arti ...

Benar! Kurang tepat!

Fungsi utama kandungan Alquran yang menjelaskan kisah umat terdahulu adalah sebagai ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Yang berarti “menggabungkan sesuatu dengan yang lain” adalah lafaz ...

Benar! Kurang tepat!

Alquran adalah mukjizat terbesar bagi Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam. Di bawah ini merupakan bukti bahwa Alquran adalah mukjizat yang terbesar adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #16
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #16 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #16 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #6

Sifat dasar hukum Alquran adalah keseimbangan dalam hal aspek material dan psikologis, yang disebut sebagai … khalbu takamul khuludiyah harakah

Pendidikan Agama Islam #9

Berdasarkan bahasa, ijma artinya adalah … perundingan kesepakatan voting rapat undang-undang Benar! Kurang tepat! Era ketidaktahuan juga disebut zaman …

Pendidikan Agama Islam #8

Orang yang menceritakan hadits disebut … tabi’in sanad tabi’ut tabi’in haditsain perawi Benar! Kurang tepat! Sumber kedua hukum dalam menetapkan

Instagram