Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Search in posts
Search in pages
Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Search in posts
Search in pages

QS. Al Anbiyaa (Nabi-Nabi) – surah 21 ayat 98 [QS. 21:98]

اِنَّکُمۡ وَ مَا تَعۡبُدُوۡنَ مِنۡ دُوۡنِ اللّٰہِ حَصَبُ جَہَنَّمَ ؕ اَنۡتُمۡ لَہَا وٰرِدُوۡنَ
Innakum wamaa ta’buduuna min duunillahi hashabu jahannama antum lahaa waariduun(a);
Sungguh, kamu (orang kafir) dan apa yang kamu sembah selain Allah, adalah bahan bakar Jahanam.
Kamu (pasti) masuk ke dalamnya.
―QS. 21:98
Topik ▪ Neraka ▪ Nama-nama neraka ▪ Sifat orang munafik
English Translation - Sahih International
Indeed, you (disbelievers) and what you worship other than Allah are the firewood of Hell.
You will be coming to (enter) it.
―QS. 21:98

Alquran Arti Perkata (Indonesia & English)
إِنَّكُمْ sesungguhnya kalian

Indeed, you
وَمَا dan apa

and what
تَعْبُدُونَ kamu sembah

you worship
مِن dari

besides Allah *[meaning includes next or prev. word]
دُونِ selain

besides Allah *[meaning includes next or prev. word]
ٱللَّهِ Allah

besides Allah *[meaning includes next or prev. word]
حَصَبُ kayu bakar/umpan

(are) firewood
جَهَنَّمَ neraka Jahannam

(of) Hell.
أَنتُمْ kamu

You
لَهَا padanya (kedalam)

to it
وَٰرِدُونَ datang/masuk

will come.

 

Tafsir surah Al Anbiyaa (21) ayat 98

Tafsir

Alquran

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Dikatakan kepada mereka,
“Kalian dan tuhan-tuhan selain Allah yang kalian sembah benar-benar akan menjadi bahan bakar neraka jahanam.
Kalian akan masuk dan disiksa di dalamnya.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Sesungguhnya kalian) hai penduduk Mekah

(dan apa yang kalian sembah selain Allah) yaitu berhalaberhala

(adalah makanan Jahanam) maksudnya sebagai bahan bakar

(kalian pasti masuk ke dalamnya) pasti memasukinya.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Sesungguhnya kalian, wahai orang-orang kafir, dan apa yang kalian sembah selain Allah berupa berhalaberhala dan siapa saja yang senang kalian menyembah mereka dari golongan <a aria-describedby="tt" href="https://risalahmuslim.id/kamus/jin" class="glossaryLink cmtt_Tokoh" data-cmtooltip="

Jin
Jin (bahasa arab: جن Janna) secara harfiah berarti sesuatu yang berkonotasi"tersembunyi"atau"tidak terlihat".<BR CLASS="">Bangsa Jin dahulu dikatakan dapat menduduki beberapa tempat dilangit dan mendengarkan berita-berita dari Allah, setelah diutusnya seorang nabi yang bernama Muhammad maka mereka tidak lagi bisa mendengarkannya karena ada barisan yang menjaga rahasia itu.<BR CLASS="">“ …dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-beritanya).<BR CLASS="">Tetapiㅤ(…)</BR></BR></BR>

” >jin dan manusia, adalah bahan bakar Jahanam.
Kalian dan mereka akan masuk di dalamnya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, ditujukan kepada penduduk Mekah dari kalangan orang-orang musyrik Quraisy dan para pengikutnya yang menyembah berhala seperti mereka.

Sesungguhnya kalian dan apa yang kalian sembah selain Allah adalah umpan Jahanam.

Ibnu Abbas mengatakan yang dimaksud dengan hasab ialah bahan bakar yang menambah besar api Jahanam.
Sama halnya dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

yang bahan bakarnya manusia dan batu.
(QS. Al-Baqarah [2]: 24)

Ibnu Abbas telah mengatakan pula bahwa hasabu jahannam artinya pepohonan neraka Jahanam.

Menurut riwayat yang lainnya, hasabu jahannam artinya kayu bakar neraka Jahanam dengan bahasa orang-orang Indian.

Mujahid dan Ikrimah serta Qatadah mengatakan kayu bakarnya, dan hal yang sama telah disebutkan di dalam qiraat Ali dan Aisyah r.a. Ad-Dahhak mengatakan bahwa hasabu jahannam artinya sesuatu yang diumpankan kepada neraka Jahanam.
Hal yang sama telah dikatakan oleh yang lainnya, pada kesimpulannya makna masing-masing berdekatan.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Kalian pasti masuk ke dalamnya

Artinya, kalian pasti memasukinya.

Asbabun Nuzul
Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Al Anbiyaa (21) Ayat 98

Diriwayatkan oleh al-Hakim yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa ketika turun ayat, innakum wa maa ta’buduuna ming duunillaahi hashabu jahannama antum lahaa waariduun (sesungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah adalah umpan jahanam, kamu pasti masuk ke dalamnya) (al-Anbiyaa’: 98), bertanya Ibnuz Zuba’ra: “Apakah penyembah matahari, bulan, malaikat, dan penyembah ‘Uzair seluruhnya di dalam neraka beserta tuhan-tuhan kami?” Maka turunlah ayat, innal ladziina sabaqat lahum minnal husnaa…(bahwasanya orang-orang yang telah ada untuk mereka ketetapan yang baik dari kami..) (al-Anbiyaa’: 101), sebagai penegasan bahwa orang-orang yang menepati ketetapan-ketetapan Allah akan dijauhkan dari api neraka.
Dan turun pula ayat, wa lammaa dluribabnu maryama matsalaa..
(dan tatkala putra Maryam [‘Isa] dijadikan perumamaan…) (az-Zukhruf: 57-58).

Sumber : Asbabun NuzulK.H.Q.Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Unsur Pokok Surah Al Anbiyaa (الأنبياء)
Surat Al Anbiyaa’ yang terdiri atas 112 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai surat ini dengan “Al Anbiyaa” (nabi-nabi), karena surat ini mengutarakan kisah beberapa orang nabi.
Permulaan surat Al Anbiyaa’ menegaskan bahwa manusia lalai dalam menghadapi hari berhisab, kemudian berhubung adanya pengingkaran kaum musyrik Mekah terhadap wahyu yang dibawa oleh Nabi Muhammad ﷺ maka ditegaskan Allah, kendatipun nabi-nabi itu manusia biasa, akan tetapi masing-masing mereka adalah manusia yang membawa wahyu yang pokok ajarannya adalah tauhid, dan keharusan manusia menyembah Allah Tuhan sang Pencipta.

Orang yang tidak mau mengakui kekuasaan Allah dan mengingkari ajaran yang dibawa oleh nabi-nabi itu, akan diazab Allah di dunia dan di akhirat nanti.

Kemudian dikemukakan kisah beberapa orang nabi dengan umatnya.
Akhirnya surat itu ditutup dengan seruan agar kaum musyrik Mekah percaya kepada ajaran yang dibawa Muhammad ﷺ supaya tidak mengalami apa yang telah dialami oleh umat-umat yang dahulu.
Selain yang tersebut di atas pokok-pokok isi surat ini ialah:

Keimanan:

▪ Para nabi dan para rasul itu selamanya diangkat Allah dari jenis manusia.
▪ Langit dan bumi akan binasa kalau ada tuhan selain Allah.
▪ Semua rasul membawa ajaran tauhid dan keharusan manusia menyembah Allah.
▪ Tiap-tiap yang bernyawa akan merasakan mati.
▪ Cobaan Allah kepada manusia ada yang berupa kebaikan dan ada yang berupa keburukan.
▪ Hari kiamat datangnya dengan tiba-tiba.

Kisah:

▪ Kisah Ibrahim `alaihis salam (ajakan Ibrahim `alaihis salam kepada bapaknya untuk menyembah Allah.
▪ Bantahan Ibrahim terhadap kaurnnya yang menyembah berhalaberhala.
▪ Bantahan Ibrahim `alaihis salam terhadap Namrudz yang bersimaharajalela dan menganggap dirinya Tuhan).
▪ Kisah Nuh `alaihis salam, kisah Daud `alaihis salam dan Sulairnan `alaihis salam.
▪ Kisah Ayyub `alaihis salam.
▪ Kisah Yunus `alaihis salam.
▪ Kisah Zakaria `alaihis salam.

Lain-lain:

▪ Karunia Alquran.
▪ Tuntutan kaum musyrikin kepada Nabi Muhammad ﷺ untuk mendatangkan mukjizat yang lain dari Alquran.
▪ Kehancuran suatu umat adalah karena kezalimannya.
▪ Allah menciptakan langit dan bumi beserta hikmatnya.
▪ Soal jawab antara berhala dan penyembahnya dalam neraka.
▪ Timbulnya Ya’juj dan Ma’juj sebagai tanda-tanda kedatangan hari kiamat.
▪ Bumi akan diwariskan kepada hamba Allah yang dapat memakmurkannya.
▪ Kejadian alam semesta.
▪ Sesuatu yang hidup itu berasal dari air.

Qari Internasional

QS. Al-Anbiyaa (21) : 98 ⊸ Syekh Mishari Alafasy

QS. Al-Anbiyaa (21) : 98 ⊸ Syekh Sa’ad Al-Ghamidi

QS. Al-Anbiyaa (21) : 98 ⊸ Syekh Muhammad Ayyub

Murottal Alquran & Terjemahan Indonesia
QS. Al-Anbiyaa (21) : 1-112 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 112 + Terjemahan

Ayat 1 sampai 112 + Terjemahan

Gambar Ayat

Surah Al Anbiyaa ayat 98 - Gambar 1 Surah Al Anbiyaa ayat 98 - Gambar 2

Statistik QS. 21:98
  • Rating RisalahMuslim
4.4

Ayat ini terdapat dalam surah Al Anbiyaa.

Surah Al-Anbiya’ (Arab: الأنبياء , al-Anbiyā’ , “Nabi-Nabi”) adalah surah ke-21 dalam Alquran.
Surah yang terdiri atas 112 ayat ini termasuk golongan surah Makkiyah.
Nama al-anbiya (bahasa arab:nabi-nabi) digunakan karena surat ini mengutarakan kisah beberapa orang nabi.
Permulaan surah Al-Anbiya menegaskan bahwa manusia lalai dalam menghadapi hari berhisab, kemudian berhubung adanya pengingkaran kaum musyrik Mekkah terhadap wahyu yang dibawa Nabi Muhammad ﷺ.
maka ditegaskan Allah, kendatipun nabi-nabi itu manusia biasa, akan tetapi masing-masing mereka adalah manusia yang membawa wahyu yang pokok ajarannya adalah tauhid, dan keharusan manusia menyembah Allah Tuhan Penciptanya.
Orang yang tidak mau mengakui kekuasaan Allah dan mengingkari ajaran yang dibawa oleh nabi-nabi itu, akan diazab Allah didunia dan di akhirat nanti.
Kemudian dikemukakan kisah beberapa orang nabi dengan umatnya.
Akhirnya surah itu ditutup dengan seruan agar kaum musyrik Mekah percaya kepada ajaran yang dibawa Muhammad ﷺ supaya tidak mengalami apa yang telah dialami oleh umat-umat yang dahulu.

Nomor Surah 21
Nama Surah Al Anbiyaa
Arab الأنبياء
Arti Nabi-Nabi
Nama lain
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 73
Juz Juz 17
Jumlah ruku’ 3 ruku’
Jumlah ayat 112
Jumlah kata 1177
Jumlah huruf 5039
Surah sebelumnya Surah Ta Ha
Surah selanjutnya Surah Al-Hajj
Sending
User Review
4.6 (12 votes)

Tags:

Quran 21:98, 21 98, 21-98, Al Anbiyaa 98, tafsir surat AlAnbiyaa 98, Al-Anbya 98, Al Anbiya 98, Alanbiya 98, Al-Anbiya’ 98

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Hadits Shahih

Podcast

Haditds & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Pendidikan Agama Islam #17

Surah Ad-Dhuha termasuk kategori surah … arabiyah makkiyah madaniyah israiliyyat kauniyah Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #8

Orang yang menceritakan hadits disebut … sanad tabi’in haditsain tabi’ut tabi’in perawi Benar! Kurang

Pendidikan Agama Islam #9

Berdasarkan bahasa, ijma artinya adalah … perundingan voting kesepakatan rapat undang-undang Benar! Kurang tepat!

Ayat Pilihan

Hadits Pilihan

Kamus Istilah Islam