Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Al Anbiyaa

Al Anbiyaa (Nabi-Nabi) surah 21 ayat 97


وَ اقۡتَرَبَ الۡوَعۡدُ الۡحَقُّ فَاِذَا ہِیَ شَاخِصَۃٌ اَبۡصَارُ الَّذِیۡنَ کَفَرُوۡا ؕ یٰوَیۡلَنَا قَدۡ کُنَّا فِیۡ غَفۡلَۃٍ مِّنۡ ہٰذَا بَلۡ کُنَّا ظٰلِمِیۡنَ
Waaqtarabal wa’dul haqqu fa-idzaa hiya syaakhishatun abshaarul-ladziina kafaruu yaa wailanaa qad kunnaa fii ghaflatin min hadzaa bal kunnaa zhaalimiin(a);

Dan telah dekatlah kedatangan janji yang benar (hari berbangkit), maka tiba-tiba terbelalaklah mata orang-orang yang kafir.
(Mereka berkata):
“Aduhai, celakalah kami, sesungguhnya kami adalah dalam kelalaian tentang ini, bahkan kami adalah orang-orang yang zalim”.
―QS. 21:97
Topik ▪ Hari Kebangkitan ▪ Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan ▪ Berpegang teguh pada Kitab dan Sunnah
21:97, 21 97, 21-97, Al Anbiyaa 97, AlAnbiyaa 97, Al-Anbya 97, Al Anbiya 97, Alanbiya 97, Al-Anbiya’ 97
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Anbiyaa (21) : 97. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini ditegaskan Allah, bahwa pada waktu keluarnya Yakjuj dan Makjuj itu, dan di waktu telah dekatnya saat kedatangan janji yang benar, yaitu hari berbangkit dan berhisab, maka dengan serta merta terbelalaklah mata kaum kafir karena terkejut, seraya berteriak dengan nada penyesalan.
"Aduhai celakalah kami, benar-benar kami lalai tentang kedatangan hari berbangkit dan berhisab, sehingga kami tidak mempersiapkan diri kami dengan baik.
Bahkan kami ini adalah orang-orang yang zalim atas dari kami dan terhadap orang lain, karena kami telah diberi peringatan bahwa hari berbangkit dan berhisab itu benar-benar akan datang, tetapi kami tidak mengindahkan peringatan itu, bahkan mendustakannya.
Akan tetapi, betapapun mereka menyesali dirinya pada saat itu namun penyesalan itu sudah tak berguna lagi, karena saat berbangkit dan berhisab itu memang datang benar-benar, sedang mereka tidak percaya sedikitpun.

Al Anbiyaa (21) ayat 97 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al Anbiyaa (21) ayat 97 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al Anbiyaa (21) ayat 97 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Hari kiamat yang dijanjikan pasti terjadi telah semakin dekat.
Orang-orang kafir dikejutkan karena mereka tidak bisa memejamkan mata akibat ketakutan yang sangat.
Mereka berteriak, "Alangkah takutnya kami dari kehancuran.
Dahulu kami pernah tidak mengindahkan datangnya hari ini, bahkan kami telah berbuat aniaya terhadap diri kami sendiri dengan kekufuran dan sikap keras kepala."

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan telah dekatlah kedatangan janji yang benar) yakni hari kiamat (maka tiba-tiba) kisah kenyataannya (terbelalaklah mata orang-orang yang kafir) pada hari tersebut disebabkan sangat ngeri melihatnya, seraya mengatakan, ("Aduhai") ya di sini menunjukkan makna penyesalan (celakalah kami) binasalah kami (sesungguhnya kami) sewaktu hidup di dunia (adalah dalam kelalaian tentang ini) tentang hari kiamat (bahkan kami adalah orang-orang yang zalim) yakni menganiaya diri kami sendiri, disebabkan kami mendustakan para Rasul.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Berarti Hari Kiamat sudah dekat dan kedahsyatannya mulai tampak.
Ketika itulah, penglihatan orang-orang kafir terbelalak nyaris tidak bisa berkedip, karena melihat ketakutan yang mencekam, seraya mengtuk diri mereka dalam penyesalan :
Duhai celakalah kami, sesungguhnya kami lalai terhadap hari ini dan menyiapkan diri untuknya, sedangkan kami adalah orang-orang yang zhalim dengan hal itu.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Dan telah dekatlah kedatangan janji yang benar.

Yakni hari kiamat.
Bilamana telah terjadi huru-hara, keguncangan dan kekacauan tersebut, maka hari kiamat telah dekat.
Dan bilamana hari kiamat terjadi, maka orang-orang kafir yang hidup di masa itu berkata, "Ini adalah hari yang sangat sulit." Karena itulah dalam firman selanjutnya disebutkan:

maka tiba-tiba terbelalaklah mata orang-orang yang kafir.

karena kengerian mereka yang sangat saat menyaksikan peristiwa-peristiwa yang besar di hari kiamat itu.

Aduhai, celakalah kami.

Yaitu mereka berkata, "Aduhai, celakalah kami,"

Sesungguhnya kami adalah dalam kelalaian tentang ini.

Maksudnya, saat mereka di dunia melalaikan adanya hari kiamat.

...bahkan kami adalah orang-orang yang zalim.

Mereka mengakui kezaliman mereka terhadap dirinya sendiri.
Tetapi nasi sudah menjadi bubur, hal itu tidak dapat menolong mereka.

Kata Pilihan Dalam Surah Al Anbiyaa (21) Ayat 97

SYAAKHISHAH
شَٰخِصَة

Lafaz ini dalam bentuk ism fa'il berasal dari syakhasa-yasykhasu.

Syakhasha ar rajulu bermakna ia kelihatan dari jauh.

Syakhasa basarahu berarti melihat dalam dengan kedua matanya tanpa berkedip.

Syakhasa al musafiru min baladih ialah seorang musafir keluar dari negerinya.

Dalam Mu'jam Alfaaz Al Qur'an, ia bermakna naik dan membuka kedua matanya dengan tidak berkedip dan menoleh.

Lafaz syaakhishah disebut sekali yaitu dalam surah Al Anbiyaa (21), ayat 97.

Allah berfirman:

وَٱقْتَرَبَ ٱلْوَعْدُ ٱلْحَقُّ فَإِذَا هِىَ شَٰخِصَةٌ أَبْصَٰرُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟

At Tabari mengatakan, lafaz syaakhishah terdiri dari dua keadaan.

Pertama, lafaz ini sebagai kinayah (perumpamaan) tentang penglihatan dan mata yang zahir sebagai penjelas baginya.

Kedua, ia sebagai penguat sebagaimana Allah menyatakan fa innahaa la ta'mayil abshaar

Tafsirannya, mata orang kafir terbelalak ketika datang janji yang benar.

Ibn Katsir mengatakan, mata mereka terbelalak disebabkan begitu dahsyat perkara yang mereka saksikan dari perkara­perkara yang besar.

Kesimpulannya, lafaz syaakhishah berhubungan dengan abshar yaitu mata atau penglihatan dan syiikhisah adalah sifat dari mata dan penglihatan. Di sini, makna Abshaar Syaakhishah bermakna mata dan penglihatan terbelalak.

Sumber : Kamus Al Qur'an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:310

Informasi Surah Al Anbiyaa (الأنبياء)
Surat Al Anbiyaa' yang terdiri atas 112 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai surat ini dengan "Al Anbiyaa" (nabi-nabi), karena surat ini mengutarakan kisah beberapa orang nabi.
Permulaan surat Al Anbiyaa' menegaskan bahwa manusia lalai dalam meng­hadapi hari berhisab, kemudian berhubung adanya pengingkaran kaum musyrik Mekah terhadap wahyu yang dibawa oleh Nabi Muhammad ﷺ maka ditegaskan Allah, kendatipun nabi-nabi itu manusia biasa, akan tetapi masing-masing mereka adalah manusia yang membawa wahyu yang pokok ajarannya adalah tauhid, dan keharusan manusia menyembah Allah Tuhan Pencip­ tanya.
Orang yang tidak mau mengakui kekuasaan Allah dan mengingkari ajaran yang dibawa oleh nabi-nabi itu, akan diazab Allah di dunia dan di akhirat nanti.

Kemudian dikemukakan kisah beberapa orang nabi dengan umatnya.
Akhirnya surat itu ditutup dengan seruan agar kaum musyrik Mekah percaya kepada ajaran yang dibawa Muhammad ﷺ supaya tidak mengalami apa yang telah dialami oleh umat-umat yang dahulu.
Selain yang tersebut di atas pokok-pokok isi surat ini ialah:

Keimanan:

Para nabi dan para rasul itu selamanya diangkat Allah dari jenis manusia
langit dan bumi akan binasa kalau ada tuhan selain Allah
semua rasul membawa ajaran tauhid dan keharusan manusia menyembah Allah
tiap-tiap yang bernyawa akan merasakan mati
cobaan Allah kepada manusia ada yang berupa kebaikan dan ada yang berupa keburukan
hari kiamat datangnya dengan tiba-tiba.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kisah Ibrahim a.s. (ajakan Ibrahim a.s. kepada bapaknya untuk menyembah Allah
bantahan Ibrahim terhadap kaurnnya yang menyembah berhala-berhala
bantah­an Ibrahim a.s. terhadap Namrudz yang bersimaharajalela dan menganggap diri­nya Tuhan)
kisah Nuh a.s., kisah Daud a.s. dan Sulairnan a.s.
kisah Ayyub a.s.
kisah Yunus a.s.
kisah Zakaria a.s.

Lain-lain:

Karunia Al Qur'an
tuntutan kaum musyrikin kepada Nabi Muhammad ﷺ untuk mendatangkan mu'jizat yang lain dari Al Qur'an
kehancuran suatu umat adalah karena kezalimannya
Allah menciptakan langit dan bumi beserta hikmat­nya
soal jawab antara berhala dan penyembahnya dalam neraka
tirnbulnya Ya'juj dan Ma'uj sebagai tanda-tanda kedatangan hari kiamat
bumi akan diwariskan kepada hamba Allah yang dapat memakmurkannya
kejadian alam semesta
sesuatu yang hidup itu berasal dari air.


Gambar Kutipan Surah Al Anbiyaa Ayat 97 *beta

Surah Al Anbiyaa Ayat 97



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Anbiyaa

Surah Al-Anbiya' (Arab: الأنبياء , al-Anbiyā' , "Nabi-Nabi") adalah surah ke-21 dalam Al-Qur'an.
Surah yang terdiri atas 112 ayat ini termasuk golongan surah Makkiyah.
Nama al-anbiya (bahasa arab:nabi-nabi) digunakan karena surat ini mengutarakan kisah beberapa orang nabi.
Permulaan surah Al-Anbiya menegaskan bahwa manusia lalai dalam menghadapi hari berhisab, kemudian berhubung adanya pengingkaran kaum musyrik Mekkah terhadap wahyu yang dibawa Nabi Muhammad ﷺ.
maka ditegaskan Allah, kendatipun nabi-nabi itu manusia biasa, akan tetapi masing-masing mereka adalah manusia yang membawa wahyu yang pokok ajarannya adalah tauhid, dan keharusan manusia menyembah Allah Tuhan Penciptanya.
Orang yang tidak mau mengakui kekuasaan Allah dan mengingkari ajaran yang dibawa oleh nabi-nabi itu, akan diazab Allah didunia dan di akhirat nanti.
Kemudian dikemukakan kisah beberapa orang nabi dengan umatnya.
Akhirnya surah itu ditutup dengan seruan agar kaum musyrik Mekah percaya kepada ajaran yang dibawa Muhammad ﷺ supaya tidak mengalami apa yang telah dialami oleh umat-umat yang dahulu.

Nomor Surah 21
Nama Surah Al Anbiyaa
Arab الأنبياء
Arti Nabi-Nabi
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 73
Juz Juz 17
Jumlah ruku' 3 ruku'
Jumlah ayat 112
Jumlah kata 1177
Jumlah huruf 5039
Surah sebelumnya Surah Ta Ha
Surah selanjutnya Surah Al-Hajj
4.9
Rating Pembaca: 4.5 (11 votes)
Sending








Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku