QS. Al Anbiyaa (Nabi-Nabi) – surah 21 ayat 93 [QS. 21:93]

وَ تَقَطَّعُوۡۤا اَمۡرَہُمۡ بَیۡنَہُمۡ ؕ کُلٌّ اِلَیۡنَا رٰجِعُوۡنَ
Wataqath-tha’uu amrahum bainahum kullun ilainaa raaji’uun(a);

Dan mereka telah memotong-motong urusan (agama) mereka di antara mereka.
Kepada Kamilah masing-masing golongan itu akan kembali.
―QS. 21:93
Topik ▪ Hari Kebangkitan ▪ Kebenaran hari penghimpunan ▪ Merenungi ciptaan Allah
21:93, 21 93, 21-93, Al Anbiyaa 93, AlAnbiyaa 93, Al-Anbya 93, Al Anbiya 93, Alanbiya 93, Al-Anbiya’ 93

Tafsir surah Al Anbiyaa (21) ayat 93

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Anbiyaa (21) : 93. Oleh Kementrian Agama RI

Kemudian dalam ayat ini Allah memperingatkan kaum Muslimin atas perpecahan yang timbul antara umat manusia.
Seluruh umat manusia itu seharusnya menganut agama tauhid, karena agama yang diturunkan Allah adalah satu, yaitu agama tauhid (agama Islam).
Akan tetapi mereka telah berpecah belah.
Sehingga kesatuan mereka menjadi terpecah kepada kotak-kotak kecil yang dipisahkan dengan ketat oleh perbedaan pandangan, baik mengenai masalah-masalah yang tidak prinsipil dalam agama maupun masalah-masalah duniawi semata-mata Perbedaan-perbedaan paham itu pada umumnya disertai rasa taklid kepada iman atau pemimpin sehingga kelompok yang satu menutup diri terhadap kelompok yang lain.
Dengan demikian mereka sudah melalaikan ajaran agama, yang menyuruh mereka bersatu dan memelihara kesatuan umat.
Akan tetapi mereka berbuat sebaliknya, yaitu berpecah belah.

Pada akhir ayat ini Allah menegaskan, bahwa umat manusia yang sudah berpecah belah itu, seluruhnya akan kembali kepada-Nya jua.
Maka Allah akan melakukan hisab dan memberikan balasan atas keimanan dan amal mereka masing-masing.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Tetapi, meskipun telah diberikan bimbingan seperti itu, ternyata kebanyakan orang berpecah belah menurut hawa nafsu, dan memotong-motong urusan agama.
Dan karenanya mereka menjadi banyak golongan yang saling berselisih.
Setiap kelompok itu, kelak akan kembali kepada Kami dan akan Kami hitung amal perbuatan mereka.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan mereka telah memotong-motong) sebagian daripada orang-orang yang diajak bicara itu (urusan agama mereka di antara mereka) yakni mereka memecah belah perkara agama mereka, sebagian dari mereka bertentangan dengan sebagian yang lain di dalam masalah agama.

Mereka adalah sekte-sekte dari agama Yahudi dan Nasrani.

Lalu Allah berfirman, (“Kepada Kamilah masing-masing golongan itu akan kembali) kemudian Kami akan membalas amal perbuatan mereka.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Tetapi manusia berselisih terhadap Rasul-rasul mereka, dan banyak dari pengikut mereka yang berpecah belah dalam urusan agama menjadi bergolong-golongan, lalu mereka menyembah makhluk dan hawa nafsu.
Mereka semua akan kembali kepada Kami, dan mereka akan dihisab sesuai amal perbuatan mereka.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan mereka telah memotong-motong urusan (agama) mereka di antara mereka.

Yakni pendapat di kalangan umat-umat itu berbeda-beda terhadap rasul-rasulnya, di antara mereka ada yang membenarkannya, ada pula yang mendustakannya.
Karena itulah dalam firman selanjutnya disebutkan:

Kepada Kamilah masing-masing golongan itu akan kembali.

Artinya kelak di hari kiamat, maka Allah akan memberikan balasan kepada masing-masing sesuai dengan amal perbuatannya.
Jika amalnya baik, maka balasannya baik, dan jika amalnya buruk, balasannya buruk pula.


Informasi Surah Al Anbiyaa (الأنبياء)
Surat Al Anbiyaa’ yang terdiri atas 112 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai surat ini dengan “Al Anbiyaa” (nabi-nabi), karena surat ini mengutarakan kisah beberapa orang nabi.
Permulaan surat Al Anbiyaa’ menegaskan bahwa manusia lalai dalam meng­hadapi hari berhisab, kemudian berhubung adanya pengingkaran kaum musyrik Mekah terhadap wahyu yang dibawa oleh Nabi Muhammad ﷺ maka ditegaskan Allah, kendatipun nabi-nabi itu manusia biasa, akan tetapi masing-masing mereka adalah manusia yang membawa wahyu yang pokok ajarannya adalah tauhid, dan keharusan manusia menyembah Allah Tuhan Pencip­ tanya.
Orang yang tidak mau mengakui kekuasaan Allah dan mengingkari ajaran yang dibawa oleh nabi-nabi itu, akan diazab Allah di dunia dan di akhirat nanti.

Kemudian dikemukakan kisah beberapa orang nabi dengan umatnya.
Akhirnya surat itu ditutup dengan seruan agar kaum musyrik Mekah percaya kepada ajaran yang dibawa Muhammad ﷺ supaya tidak mengalami apa yang telah dialami oleh umat-umat yang dahulu.
Selain yang tersebut di atas pokok-pokok isi surat ini ialah:

Keimanan:

Para nabi dan para rasul itu selamanya diangkat Allah dari jenis manusia
langit dan bumi akan binasa kalau ada tuhan selain Allah
semua rasul membawa ajaran tauhid dan keharusan manusia menyembah Allah
tiap-tiap yang bernyawa akan merasakan mati
cobaan Allah kepada manusia ada yang berupa kebaikan dan ada yang berupa keburukan
hari kiamat datangnya dengan tiba-tiba.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kisah Ibrahim a.s. (ajakan Ibrahim a.s. kepada bapaknya untuk menyembah Allah
bantahan Ibrahim terhadap kaurnnya yang menyembah berhala-berhala
bantah­an Ibrahim a.s. terhadap Namrudz yang bersimaharajalela dan menganggap diri­nya Tuhan)
kisah Nuh a.s., kisah Daud a.s. dan Sulairnan a.s.
kisah Ayyub a.s.
kisah Yunus a.s.
kisah Zakaria a.s.

Lain-lain:

Karunia Al Qur’an
tuntutan kaum musyrikin kepada Nabi Muhammad ﷺ untuk mendatangkan mu’jizat yang lain dari Al Qur’an
kehancuran suatu umat adalah karena kezalimannya
Allah menciptakan langit dan bumi beserta hikmat­nya
soal jawab antara berhala dan penyembahnya dalam neraka
tirnbulnya Ya’juj dan Ma’uj sebagai tanda-tanda kedatangan hari kiamat
bumi akan diwariskan kepada hamba Allah yang dapat memakmurkannya
kejadian alam semesta
sesuatu yang hidup itu berasal dari air.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Anbiyaa (21) ayat 93 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Anbiyaa (21) ayat 93 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Anbiyaa (21) ayat 93 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Anbiyaa - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 112 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 21:93
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Anbiyaa.

Surah Al-Anbiya' (Arab: الأنبياء , al-Anbiyā' , "Nabi-Nabi") adalah surah ke-21 dalam Al-Qur'an.
Surah yang terdiri atas 112 ayat ini termasuk golongan surah Makkiyah.
Nama al-anbiya (bahasa arab:nabi-nabi) digunakan karena surat ini mengutarakan kisah beberapa orang nabi.
Permulaan surah Al-Anbiya menegaskan bahwa manusia lalai dalam menghadapi hari berhisab, kemudian berhubung adanya pengingkaran kaum musyrik Mekkah terhadap wahyu yang dibawa Nabi Muhammad ﷺ.
maka ditegaskan Allah, kendatipun nabi-nabi itu manusia biasa, akan tetapi masing-masing mereka adalah manusia yang membawa wahyu yang pokok ajarannya adalah tauhid, dan keharusan manusia menyembah Allah Tuhan Penciptanya.
Orang yang tidak mau mengakui kekuasaan Allah dan mengingkari ajaran yang dibawa oleh nabi-nabi itu, akan diazab Allah didunia dan di akhirat nanti.
Kemudian dikemukakan kisah beberapa orang nabi dengan umatnya.
Akhirnya surah itu ditutup dengan seruan agar kaum musyrik Mekah percaya kepada ajaran yang dibawa Muhammad ﷺ supaya tidak mengalami apa yang telah dialami oleh umat-umat yang dahulu.

Nomor Surah21
Nama SurahAl Anbiyaa
Arabالأنبياء
ArtiNabi-Nabi
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu73
JuzJuz 17
Jumlah ruku'3 ruku'
Jumlah ayat112
Jumlah kata1177
Jumlah huruf5039
Surah sebelumnyaSurah Ta Ha
Surah selanjutnyaSurah Al-Hajj
4.5
Ratingmu: 4.9 (21 orang)
Sending







Pembahasan ▪ Qs al anbiya ayat 93 ▪ surah anbiya 95 96 ▪ tafsir muyassar surat al anbiya ayat 93

Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  





Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta