QS. Al Anbiyaa (Nabi-Nabi) – surah 21 ayat 9 [QS. 21:9]

ثُمَّ صَدَقۡنٰہُمُ الۡوَعۡدَ فَاَنۡجَیۡنٰہُمۡ وَ مَنۡ نَّشَآءُ وَ اَہۡلَکۡنَا الۡمُسۡرِفِیۡنَ
Tsumma shadaqnaahumul wa’da fa-anjainaahum waman nasyaa-u wa-ahlaknaal musrifiin(a);

Kemudian Kami tepati janji (yang telah Kami janjikan) kepada mereka.
Maka Kami selamatkan mereka dan orang-orang yang Kami kehendaki dan Kami binasakan orang-orang yang melampaui batas.
―QS. 21:9
Topik ▪ Iman ▪ Keutamaan Iman ▪ Sifat Takabbur
21:9, 21 9, 21-9, Al Anbiyaa 9, AlAnbiyaa 9, Al-Anbya 9, Al Anbiya 9, Alanbiya 9, Al-Anbiya’ 9

Tafsir surah Al Anbiyaa (21) ayat 9

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Anbiyaa (21) : 9. Oleh Kementrian Agama RI

Allah subhanahu wa ta’ala menjanjikan kepada setiap Rasul yang diutusnya, bahwa Dia akan menyelamatkan bersama para pengikutnya yang telah beriman; dan di samping itu, Allah subhanahu wa ta’ala juga berjanji akan membinasakan kaum kafir dan para pendurhaka di antara kaumnya.
Hal ini diterangkan dengan jelas dalam surah Hud, yang berisi kisah-kisah tentang para Nabi dan Rasul.
Maka dalam ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala menegaskan bahwa Dia telah menepati janji-Nya itu kepada Rasul-rasul yang terdahulu itu, sehingga mereka bersama umat mereka telah diselamatkan-Nya dari kelaliman kaum kafir dan musyrik yang mengingkari agama-Nya, serta mendustakan Rasul-rasul-Nya.
Demikianlah balasan yang layak untuk mereka Dan janji semacam itupun akan ditepati-Nya pula terhadap Nabi Muhammad beserta kaum Muslimin.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Setelah itu, Kami menepati janji yang telah Kami ucapkan kepada mereka.
Mereka Kami selamatkan bersama orang-orang Mukmin yang Kami kehendaki.
Sedangkan orang-orang kafir yang melampaui batas dalam mendustakan dan mengingkari misi suci para nabi mereka, Kami hancurkan.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Kemudian Kami tepati janji kepada mereka) yaitu untuk menyelamatkan mereka (maka Kami selamatkan mereka dan orang-orang yang Kami kehendaki) yakni orang-orang yang beriman kepada para rasul itu (dan Kami binasakan orang-orang yang melampaui batas) yaitu orang-orang yang mendustakan para rasul.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Kemudian Kami penuhi apa yang telah Kami janjikan kepada para Nabi dan pengikut mereka berupa pertolongan dan keselamatan, dan Kami binasakan orang-orang yang melampaui batas terhadap diri mereka dengan kekafiran mereka kepada Rabb mereka.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Kemudian Kami tepati janji (yang telah Kami janjikan).

Yakni janji yang telah diberikan oleh Tuhan mereka, bahwa sesungguhnya Dia akan membinasakan orang-orang yang zalim.
Allah memenuhi janj i-Nya kepada para rasul dan terlaksanalah janj i-Nya itu.
Karena itulah maka disebutkan dalam firman selanjutnya:

Maka Kami selamatkan mereka dan orang-orang yang Kami kehendaki.

Yaitu para pengikut mereka dari kalangan orang-orang yang beriman.

…dan Kami binasakan orang-orang yang melampaui batas.

Yakni orang-orang yang mendustakan apa yang disampaikan oleh para rasul.


Informasi Surah Al Anbiyaa (الأنبياء)
Surat Al Anbiyaa’ yang terdiri atas 112 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai surat ini dengan “Al Anbiyaa” (nabi-nabi), karena surat ini mengutarakan kisah beberapa orang nabi.
Permulaan surat Al Anbiyaa’ menegaskan bahwa manusia lalai dalam meng­hadapi hari berhisab, kemudian berhubung adanya pengingkaran kaum musyrik Mekah terhadap wahyu yang dibawa oleh Nabi Muhammad ﷺ maka ditegaskan Allah, kendatipun nabi-nabi itu manusia biasa, akan tetapi masing-masing mereka adalah manusia yang membawa wahyu yang pokok ajarannya adalah tauhid, dan keharusan manusia menyembah Allah Tuhan Pencip­ tanya.
Orang yang tidak mau mengakui kekuasaan Allah dan mengingkari ajaran yang dibawa oleh nabi-nabi itu, akan diazab Allah di dunia dan di akhirat nanti.

Kemudian dikemukakan kisah beberapa orang nabi dengan umatnya.
Akhirnya surat itu ditutup dengan seruan agar kaum musyrik Mekah percaya kepada ajaran yang dibawa Muhammad ﷺ supaya tidak mengalami apa yang telah dialami oleh umat-umat yang dahulu.
Selain yang tersebut di atas pokok-pokok isi surat ini ialah:

Keimanan:

Para nabi dan para rasul itu selamanya diangkat Allah dari jenis manusia
langit dan bumi akan binasa kalau ada tuhan selain Allah
semua rasul membawa ajaran tauhid dan keharusan manusia menyembah Allah
tiap-tiap yang bernyawa akan merasakan mati
cobaan Allah kepada manusia ada yang berupa kebaikan dan ada yang berupa keburukan
hari kiamat datangnya dengan tiba-tiba.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kisah Ibrahim a.s. (ajakan Ibrahim a.s. kepada bapaknya untuk menyembah Allah
bantahan Ibrahim terhadap kaurnnya yang menyembah berhala-berhala
bantah­an Ibrahim a.s. terhadap Namrudz yang bersimaharajalela dan menganggap diri­nya Tuhan)
kisah Nuh a.s., kisah Daud a.s. dan Sulairnan a.s.
kisah Ayyub a.s.
kisah Yunus a.s.
kisah Zakaria a.s.

Lain-lain:

Karunia Al Qur’an
tuntutan kaum musyrikin kepada Nabi Muhammad ﷺ untuk mendatangkan mu’jizat yang lain dari Al Qur’an
kehancuran suatu umat adalah karena kezalimannya
Allah menciptakan langit dan bumi beserta hikmat­nya
soal jawab antara berhala dan penyembahnya dalam neraka
tirnbulnya Ya’juj dan Ma’uj sebagai tanda-tanda kedatangan hari kiamat
bumi akan diwariskan kepada hamba Allah yang dapat memakmurkannya
kejadian alam semesta
sesuatu yang hidup itu berasal dari air.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Anbiyaa (21) ayat 9 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Anbiyaa (21) ayat 9 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Anbiyaa (21) ayat 9 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Anbiyaa - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 112 & Terjemahan


Gambar



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Baqarah

Surah Al-Anbiya' (Arab: الأنبياء , al-Anbiyā' , "Nabi-Nabi") adalah surah ke-21 dalam Al-Qur'an.
Surah yang terdiri atas 112 ayat ini termasuk golongan surah Makkiyah.
Nama al-anbiya (bahasa arab:nabi-nabi) digunakan karena surat ini mengutarakan kisah beberapa orang nabi.
Permulaan surah Al-Anbiya menegaskan bahwa manusia lalai dalam menghadapi hari berhisab, kemudian berhubung adanya pengingkaran kaum musyrik Mekkah terhadap wahyu yang dibawa Nabi Muhammad ﷺ.
maka ditegaskan Allah, kendatipun nabi-nabi itu manusia biasa, akan tetapi masing-masing mereka adalah manusia yang membawa wahyu yang pokok ajarannya adalah tauhid, dan keharusan manusia menyembah Allah Tuhan Penciptanya.
Orang yang tidak mau mengakui kekuasaan Allah dan mengingkari ajaran yang dibawa oleh nabi-nabi itu, akan diazab Allah didunia dan di akhirat nanti.
Kemudian dikemukakan kisah beberapa orang nabi dengan umatnya.
Akhirnya surah itu ditutup dengan seruan agar kaum musyrik Mekah percaya kepada ajaran yang dibawa Muhammad ﷺ supaya tidak mengalami apa yang telah dialami oleh umat-umat yang dahulu.

Nomor Surah21
Nama SurahAl Anbiyaa
Arabالأنبياء
ArtiNabi-Nabi
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu73
JuzJuz 17
Jumlah ruku'3 ruku'
Jumlah ayat112
Jumlah kata1177
Jumlah huruf5039
Surah sebelumnyaSurah Ta Ha
Surah selanjutnyaSurah Al-Hajj
4.5
Ratingmu: 4.5 (21 orang)
Sending

✅ URL singkat halaman ini: https://risalahmuslim.id/21-9







Pembahasan ▪ Lafal la yastakbiruna dalam surah al anbiya ayat 9 artinya ▪ qs 21 ayat 9

Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta