Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Al Anbiyaa (Nabi-Nabi) - surah 21 ayat 78 [QS. 21:78]

وَ دَاوٗدَ وَ سُلَیۡمٰنَ اِذۡ یَحۡکُمٰنِ فِی الۡحَرۡثِ اِذۡ نَفَشَتۡ فِیۡہِ غَنَمُ الۡقَوۡمِ ۚ وَ کُنَّا لِحُکۡمِہِمۡ شٰہِدِیۡنَ
Wadaawuda wasulaimaana idz yahkumaani fiil hartsi idz nafasyat fiihi ghanamul qaumi wakunnaa lihukmihim syaahidiin(a);
Dan (ingatlah kisah) Dawud dan Sulaiman, ketika keduanya memberikan keputusan mengenai ladang, karena (ladang itu) dirusak oleh kambing-kambing milik kaumnya.
Dan Kami menyaksikan keputusan (yang diberikan) oleh mereka itu.
―QS. Al Anbiyaa [21]: 78

Daftar isi

And (mention) David and Solomon, when they judged concerning the field – when the sheep of a people overran it (at night), and We were witness to their judgement.
― Chapter 21. Surah Al Anbiyaa [verse 78]

وَدَاوُۥدَ dan Daud

And Dawud
وَسُلَيْمَٰنَ dan Sulaiman

and Sulaiman,
إِذْ tatkala

when
يَحْكُمَانِ keduanya memberi keputusan

they judged
فِى dalam

concerning
ٱلْحَرْثِ ladang

the field,
إِذْ ketika

when
نَفَشَتْ merusak

pastured
فِيهِ didalamnya

in it
غَنَمُ kambing

sheep
ٱلْقَوْمِ kaum

(of) a people,
وَكُنَّا dan adalah kami

and We were
لِحُكْمِهِمْ pada keputusan mereka

to their judgment
شَٰهِدِينَ orang yang menyaksikan

witness.

Tafsir Quran

Surah Al Anbiyaa
21:78

Tafsir QS. Al-Anbiyaa (21) : 78. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah menerangkan keadaan Daud dan Sulaiman ketika mereka memberi keputusan dalam suatu perkara yang terjadi di antara rakyat mereka.

Dalam suatu riwayat Ibnu Abbas yang dikutip dari tafsir Ibnu Kashir disebutkan bahwa sekelompok domba telah merusak tanaman seorang petani pada waktu malam, lalu terjadilah sengketa antara pemilik tanaman dan pemilik domba, dan kemudian mereka datang kepada Daud `alaihis salam, untuk minta diadili.

Setelah mengadakan pemeriksaan maka Daud `alaihis salam, memberi keputusan agar domba-domba itu diserahkan kepada pemilik tanaman, karena dinilai harganya sama dengan nilai tanaman yang dirusaknya.
Sulaiman `alaihis salam yang juga mendengarkan putusan itu mempunyai pendapat yang lain, yang lebih tepat dan lebih adil.

Lalu Nabi Sulaiman berkata dalam majelis tersebut bahwa
"Sebaiknya domba-domba itu diserahkan dulu kepada pemilik tanaman sehingga ia dapat mengambil manfaat dari susu, minyak dan bulunya, sementara kebun itu diserahkan kepada pemilik domba untuk diolahnya sendiri.
Apabila nanti tanamannya sudah kembali kepada keadaannya seperti sebelum dirusak oleh domba-domba tersebut, maka kebun itu diserahkan kepada pemiliknya, domba-domba itu pun dikembalikan pula kepada pemiliknya."

Pendapat Sulaiman jelas lebih tepat, karena akhirnya maing-masing dari kedua pihak yang berperkara akan mendapatkan kembali miliknya dalam keadaan utuh.

Perbedaan pandangan antara ayah dan anak dalam mengambil keputusan atas perkara tersebut adalah bahwa Daud `alaihis salam, lebih menitik beratkan perhatiannya kepada nilai kerusakan tanaman itu, yang dilihatnya sama dengan nilai domba yang merusaknya lalu ia memutuskan agar domba-domba itu diserahkan sepenuhnya kepada pemilik tanaman.

Sedang Sulaiman `alaihis salam lebih menitik beratkan pandangannya kepada manfaat domba dan manfaat tanaman itu, maka ia mengambil keputusan yang demikian itu.
Bagaimana pun juga, masing-masing mereka mendasarkan keputusannya kepada ijtihad, bukan kepada wahyu, sehingga lahirlah dua keputusan yang berbeda.

Selanjutnya Nabi Daud pun mengakui pendapat anaknya itu lebih tepat, sehingga itulah yang ditetapkannya kemudian sebagai keputusannya, dan membatalkan pendapatnya yang semula.

Pada akhir ayat ini Allah menerangkan bahwa Dia menyaksikan dan mengetahui apa yang telah dilakukan oleh Daud dan Sulaiman dalam memeriksa dan memutuskan perkara tersebut, sehingga tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi bagi-Nya.

Tafsir QS. Al Anbiyaa (21) : 78. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Sampaikanlah, wahai Muhammad, kisah Dawud dan Sulayman.
Suatu ketika, mereka berselisih dalam menyelesaikan masalah tanaman yang dimakan oleh sekawanan kambing orang lain di waktu malam.


Kami Maha Mengetahui keputusan yang mereka berdua ambil dalam masalah itu[1].


[1] Cerita lengkapnya adalah bahwa sekawanan kambing itu memakan habis tanaman pemilik ladang di malam hari.


Nabi Dawud memutuskan agar kambing-kambing itu diberikan kepada pemilik ladang sebagai ganti dari tanaman yang rusak dan musnah.
Sedangkan Nabi Sulayman berpendapat bahwa kambing itu diberikan kepada pemilik ladang untuk sementara waktu saja, yaitu rentang waktu sampai tumbuhnya tanaman itu menjadi seperti semula.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Ingatlah, wahai Rasul, kisah Nabi Allah Dawud dan putranya, Sulaiman, ketika keduanya memutuskan perkara yang diajukan oleh dua orang yang berperkara.
Kambing-kambing salah satu dari keduanya memasuki tanaman milik yang lainnya, dan menyebar di dalamnya pada malam hari sehingga merusak tanaman.


Maka Dawud memutuskan bahwa kambing-kambing itu menjadi milik pemilik tanaman sebagai ganti tanaman yang dirusak, karena nilai keduanya sama.
Dan Kami menyaksikan keputusan mereka, tidak ada sedikit pun yang tersembunyi dari Kami.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan) ingatlah


(Daud dan Sulaiman) yakni kisah keduanya, dijelaskan oleh ayat selanjutnya


(di waktu keduanya memberikan keputusan mengenai tanaman) berupa ladang atau pohon anggur


(karena tanaman itu dirusak oleh kambing-kambing kepunyaan kaumnya) kambing-kambing itu memakannya dan merusaknya di waktu malam hari tanpa ada penggembalanya, karena kambing-kambing itu lepas dengan sendirinya dari kandangnya.


(Dan adalah Kami menyaksikan keputusan yang diberikan oleh mereka itu) Dhamir jamak dalam ayat ini menunjukkan makna untuk dua orang, yaitu Nabi Daud dan Nabi Sulaiman.
Lalu Nabi Daud berkata,
"Pemilik ladang itu berhak untuk memiliki kambing-kambing yang telah merusak ladangnya".
Akan tetapi Nabi Sulaiman memutuskan,
"Pemilik kebun hanya diperbolehkan memanfaatkan air susu, anak-anak dan bulu-bulunya, sampai tanaman ladang kembali seperti semula, diperbaiki oleh pemilik kambing, setelah itu ia diharuskan mengembalikan kambing-kambing itu kepada pemiliknya".

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Ibnu Ishaq telah meriwayatkan dari Murrah, dari Ibnu Mas’ud, bahwa tanaman tersebut adalah buah anggur yang buah-buahnya telah menjuntai ke bawah.
Hal yang sama telah dikatakan oleh Syuraih.

Ibnu Abbas mengatakan bahwa an-nafsy artinya dimakan oleh ternak gembalaan.
Syuraih dan Az-Zuhri serta Qatadah mengatakan bahwa an-nafsy ialah pengrusakan yang dilakukan di malam hari.
Hanya Qatadah menambahkan kalau pengrusakan itu dilakukan di siang hari, namanya al-haml.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib dari Harun ibnu Idris Al-Asam, keduanya mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami Al-Muharibi, dari Asy’as, dari Abi Ishaq, dari Murrah, dari Ibnu Mas’ud sehubungan dengan makna firman-Nya:

Dan (ingatlah kisah) Daud dan Sulaiman, di waktu keduanya memberikan keputusan mengenai tanaman, karena tanaman itu di rusak oleh kambing-kambing kepunyaan kaumnya.
Bahwa tanaman tersebut adalah pohon anggur yang buahnya telah masak, lalu dirusak oleh ternak kambing seseorang.
Maka Daud memutuskan agar ternak kambing itu diserahkan kepada pemilik kebun anggur sebagai gantinya.
Maka Sulaiman berkata,
"Bukan demikian, wahai Nabi Allah."
Daud bertanya,
"Lalu bagaimanakah pendapatmu?"
Sulaiman mengatakan, bahwa hendaknya kebun anggur itu diserahkan kepada pemilik ternak kambing agar ia mengurusnya sampai kurma itu berbuah lagi seperti semula, dan ternak kambingnya diserahkan kepada pemilik kebun kurma, maka pemilik kebun kurma boleh memanfaatkan kambing itu.
Manakala kebun kurma itu telah kembali berbuah seperti sediakala, maka kebun kurma diserahkan kepada pemiliknya, begitu pula ternak kambing, diserahkan kepada pemiliknya.
Hal tersebutlah yang dimaksudkan oleh firman-Nya:
maka Kami telah memberikan pengertian kepada Sulaiman tentang hukum (yang lebih tepat).
(QS. Al-Anbiyaa [21]: 79)

Hammad ibnu Salamah telah meriwayatkan dari Ali ibnu Zaid, bahwa telah menceritakan kepada kami Khalifah, dari Ibnu Abbas yang mengatakan, bahwa Daud memutuskan hukum bahwa ternak kambing harus diberikan kepada pemilik tanaman yang dirusaknya.
Maka para penggembala keluar dari majelis hakim bersama anjing-anjing penjaga ternak kambing mereka.
Lalu Sulaiman bertanya kepada mereka,
"Apakah yang telah diputuskan di antara kalian?"
Para penggembala menceritakan kepada Sulaiman apa yang telah diputuskan oleh Nabi Daud.
Lalu Sulaiman berkata,
"Seandainya aku diserahi tugas untuk memutuskan perkara kalian, tentulah aku akan memutuskan peradilan bukan dengan cara seperti itu."
Maka perkataan Sulaiman itu sampai kepada Daud, lalu Daud memanggilnya dan berkata kepadanya,
"Bagaimanakah menurutmu keputusan di antara mereka?"
Sulaiman menjawab,
"Saya akan menyerahkan ternak kambing kepada pemilik tanaman, maka pemilik tanaman beroleh anak ternak kambing itu dan air susunya, juga bulunya dan manfaat lainnya.
Kemudian pemilik ternak kambing menanam benih tanaman untuk pemilik kebun dengan tanaman yang sejenis.
Apabila tanaman itu telah mencapai usia yang sama dengan saat semula (sebelum dirusak ternak kambingnya), maka boleh diambil oleh pemilik tanaman dan ternak kambing itu diserahkan kepada pemiliknya."

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Sa’id ibnu Sulaiman, telah menceritakan kepada kami Khudaij, dari Abu Ishaq, dari Murrah, dari Masruq yang mengatakan, bahwa tanaman yang dirusak oleh ternak kambing itu tiada lain adalah pohon kurma.
Tiada sehelai daun pun dan tiada setangkai buahnya pun yang tersisa, melainkan semuanya habis dimakan ternak kambing.
Maka pemilik kebun anggur datang menghadap kepada Daud untuk mengadukan perkaranya, lalu Daud memutuskan agar ternak kambing itu diserahkan kepada pemilik kebun anggur.
Sulaiman berkata,
"Tidak, bukan begitu, tetapi ternak kambing itu harus dirampas, lalu diserahkan kepada pemilik kebun anggur yang dirusaknya.
Dan pemilik kebun anggur boleh mengambil air susunya dan manfaat lainnya dari ternak kambing itu.
Kemudian pemilik ternak kambing diserahi kebun anggur untuk mereka tanam kembali dan memeliharanya sampai kembali berbuah seperti keadaan semula sewaktu belum dirusak oleh ternak kambingnya.
Sesudah itu ternak kambing diserahkan kepada pemiliknya.
Begitu pula kebun anggur itu, dikembalikan kepada pemiliknya."

Hal yang sama telah dikatakan oleh Syuraih, Murrah, Mujahid, Qatadah, dan Ibnu Zaid serta lain-lainnya.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Ziyad, telah menceritakan kepada kami Yazid ibnu Harun, telah menceritakan kepada kami Ismail, dari Amir yang mengatakan, bahwa dua orang lelaki datang kepada Syuraih, salah seorangnya mengatakan,
"Sesungguhnya ternak kambing orang ini telah merusak alat tenunku."
Syuraih menanyainya,
"Di siang hari ataukah malam hari pengrusakannya?
Jika pengrusakannya terjadi siang hari, maka pemilik ternak kambing terbebas dari tanggungannya.
Tetapi jika pengrusakannya terjadi di malam hari, maka pemilik ternak kambing harus menggantinya."
Kemudian Syuraih membaca firman-Nya:
Dan (ingatlah kisah) Daud dan Sulaiman, di waktu keduanya memberikan keputusan mengenai tanaman.
(QS. Al-Anbiyaa [21]: 78), hingga akhir ayat.

Apa yang dikatakan oleh Syuraih ini mirip dengan apa yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Imam Abu Daud dan Imam Ibnu Majah melalui hadis Al-Lais ibnu Sa’d, dari Az-Zuhri, dari Haram ibnu Sa’d ibnu Muhaisah, bahwa ternak unta Al-Barra ibnu Azib memasuki kebun milik orang lain dan melakukan pengrusakan di dalamnya.
Maka Rasulullah ﷺ memutuskan bahwa pemilik kebun dikenai kewajiban memelihara kebunnya di siang hari, dan apa yang dirusak oleh ternak di malam hari kerugiannya ditanggung oleh pemilik ternak.
Akan tetapi, hadis ini ternyata sanadnya mengandung cela, keterangannya telah kami jelaskan di dalam Kitabul Ahkam.

Unsur Pokok Surah Al Anbiyaa (الأنبياء)

Surat Al Anbiyaa’ yang terdiri atas 112 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai surat ini dengan "Al Anbiyaa" (nabi-nabi), karena surat ini mengutarakan kisah beberapa orang nabi.
Permulaan surat Al Anbiyaa’ menegaskan bahwa manusia lalai dalam menghadapi hari berhisab, kemudian berhubung adanya pengingkaran kaum musyrik Mekah terhadap wahyu yang dibawa oleh Nabi Muhammad ﷺ maka ditegaskan Allah, kendatipun nabi-nabi itu manusia biasa, akan tetapi masing-masing mereka adalah manusia yang membawa wahyu yang pokok ajarannya adalah tauhid, dan keharusan manusia menyembah Allah Tuhan sang Pencipta.

Orang yang tidak mau mengakui kekuasaan Allah dan mengingkari ajaran yang dibawa oleh nabi-nabi itu, akan diazab Allah di dunia dan di akhirat nanti.

Kemudian dikemukakan kisah beberapa orang nabi dengan umatnya.
Akhirnya surat itu ditutup dengan seruan agar kaum musyrik Mekah percaya kepada ajaran yang dibawa Muhammad ﷺ supaya tidak mengalami apa yang telah dialami oleh umat-umat yang dahulu.
Selain yang tersebut di atas pokok-pokok isi surat ini ialah:

Keimanan:

▪ Para nabi dan para rasul itu selamanya diangkat Allah dari jenis manusia.
▪ Langit dan bumi akan binasa kalau ada tuhan selain Allah.
▪ Semua rasul membawa ajaran tauhid dan keharusan manusia menyembah Allah.
▪ Tiap-tiap yang bernyawa akan merasakan mati.
▪ Cobaan Allah kepada manusia ada yang berupa kebaikan dan ada yang berupa keburukan.
▪ Hari kiamat datangnya dengan tiba-tiba.

Kisah:

▪ Kisah Ibrahim `alaihis salam (ajakan Ibrahim `alaihis salam kepada bapaknya untuk menyembah Allah.
▪ Bantahan Ibrahim terhadap kaurnnya yang menyembah berhalaberhala.
▪ Bantahan Ibrahim `alaihis salam terhadap Namrudz yang bersimaharajalela dan menganggap dirinya Tuhan).
▪ Kisah Nuh `alaihis salam, kisah Daud `alaihis salam dan Sulairnan `alaihis salam.
▪ Kisah Ayyub `alaihis salam.
▪ Kisah Yunus `alaihis salam.
▪ Kisah Zakaria `alaihis salam.

Lain-lain:

▪ Karunia Alquran.
▪ Tuntutan kaum musyrikin kepada Nabi Muhammad ﷺ untuk mendatangkan mukjizat yang lain dari Alquran.
▪ Kehancuran suatu umat adalah karena kezalimannya.
▪ Allah menciptakan langit dan bumi beserta hikmatnya.
▪ Soal jawab antara berhala dan penyembahnya dalam neraka.
▪ Timbulnya Ya’juj dan Ma’juj sebagai tanda-tanda kedatangan hari kiamat.
▪ Bumi akan diwariskan kepada hamba Allah yang dapat memakmurkannya.
▪ Kejadian alam semesta.
▪ Sesuatu yang hidup itu berasal dari air.

Audio Murottal

QS. Al-Anbiyaa (21) : 1-112 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 112 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-Anbiyaa (21) : 1-112 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 112

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Anbiyaa ayat 78 - Gambar 1 Surah Al Anbiyaa ayat 78 - Gambar 2
Statistik QS. 21:78
  • Rating RisalahMuslim
4.8

Ayat ini terdapat dalam surah Al Anbiyaa.

Surah Al-Anbiya’ (Arab: الأنبياء , al-Anbiyā’ , “Nabi-Nabi”) adalah surah ke-21 dalam Alquran.
Surah yang terdiri atas 112 ayat ini termasuk golongan surah Makkiyah.
Nama al-anbiya (bahasa arab:nabi-nabi) digunakan karena surat ini mengutarakan kisah beberapa orang nabi.
Permulaan surah Al-Anbiya menegaskan bahwa manusia lalai dalam menghadapi hari berhisab, kemudian berhubung adanya pengingkaran kaum musyrik Mekkah terhadap wahyu yang dibawa Nabi Muhammad ﷺ.
maka ditegaskan Allah, kendatipun nabi-nabi itu manusia biasa, akan tetapi masing-masing mereka adalah manusia yang membawa wahyu yang pokok ajarannya adalah tauhid, dan keharusan manusia menyembah Allah Tuhan Penciptanya.
Orang yang tidak mau mengakui kekuasaan Allah dan mengingkari ajaran yang dibawa oleh nabi-nabi itu, akan diazab Allah didunia dan di akhirat nanti.
Kemudian dikemukakan kisah beberapa orang nabi dengan umatnya.
Akhirnya surah itu ditutup dengan seruan agar kaum musyrik Mekah percaya kepada ajaran yang dibawa Muhammad ﷺ supaya tidak mengalami apa yang telah dialami oleh umat-umat yang dahulu.

Nomor Surah 21
Nama Surah Al Anbiyaa
Arab الأنبياء
Arti Nabi-Nabi
Nama lain
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 73
Juz Juz 17
Jumlah ruku’ 3 ruku’
Jumlah ayat 112
Jumlah kata 1177
Jumlah huruf 5039
Surah sebelumnya Surah Ta Ha
Surah selanjutnya Surah Al-Hajj
Sending
User Review
4.2 (20 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

21:78, 21 78, 21-78, Surah Al Anbiyaa 78, Tafsir surat AlAnbiyaa 78, Quran Al-Anbya 78, Al Anbiya 78, Alanbiya 78, Al-Anbiya' 78, Surah Al Anbiya ayat 78

Video Surah

21:78


More Videos

Kandungan Surah Al Anbiyaa

۞ QS. 21:1 • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Kiamat telah dekat

۞ QS. 21:2 Ar Rabb (Tuhan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 21:3 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 21:4 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Al Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Alim (Maha megetahui) •

۞ QS. 21:5 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 21:6 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 21:9 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Allah menepati janji • Azab orang kafir • Keutamaan iman

۞ QS. 21:10 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 21:11 • Kekuasaan Allah • Azab orang kafir

۞ QS. 21:12 • Azab orang kafir

۞ QS. 21:13 • Azab orang kafir

۞ QS. 21:14 • Azab orang kafir

۞ QS. 21:15 • Azab orang kafir

۞ QS. 21:17 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Sifat Kamal (sempurna)

۞ QS. 21:18 • Mendustai Allah • Maksiat dan dosa

۞ QS. 21:19 • Segala sesuatu milik Allah • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 21:20 • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 21:21 • Mendustai Allah • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 21:22 Tauhid Rububiyyah • Tauhid Uluhiyyah • Kesucian Allah dari sekutu dan anak

۞ QS. 21:23 • Sifat Mukhalafah (berbeda dengan makhluk)

۞ QS. 21:24 Tauhid Uluhiyyah • Mendustai Allah • Pengakuan antara satu kitab dengan lainnya • Islam agama para nabi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 21:25 Tauhid Uluhiyyah • Islam agama para nabi

۞ QS. 21:26 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Mendustai Allah • Al Rahman (Maha Pengasih) • Sifat-sifat malaikat

۞ QS. 21:27 • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 21:28 • Memperoleh syafaat dengan izin Allah • Keluasan ilmu Allah • Sifat-sifat malaikat • Syafaat para nabi dan malaikat

۞ QS. 21:29 Tauhid Uluhiyyah • Nama-nama neraka • Azab orang kafir • Siksa orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 21:30 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 21:31 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 21:32 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 21:33 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 21:34 • Kematian pasti terjadi pada setiap makhluk hidup

۞ QS. 21:35 • Kematian pasti terjadi pada setiap makhluk hidup • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 21:36 Al Rahman (Maha Pengasih) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 21:37 • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Maksiat dan dosa

۞ QS. 21:38 • Mengingkari hari kebangkitan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 21:39 • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 21:40 • Hari kiamat datang tiba-tiba • Azab orang kafir

۞ QS. 21:41 • Azab orang kafir

۞ QS. 21:42 Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahman (Maha Pengasih) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah •

۞ QS. 21:43 • Mendustai Allah • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 21:44 • Kekuasaan Allah • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 21:46 Ar Rabb (Tuhan) • Azab orang kafir

۞ QS. 21:47 • Keluasan ilmu Allah • Kekuasaan Allah • Lembaran catatan amal perbuatan • Keadilan Allah dalam menghakimi • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 21:48 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 21:49 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 21:50 • Sikap manusia terhadap kitab samawi

۞ QS. 21:53 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 21:55 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 21:56 Tauhid Rububiyyah • Ar Rabb (Tuhan) • Islam agama para nabi

۞ QS. 21:58 • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 21:59 • Kebodohan orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 21:62 • Kebodohan orang kafir

۞ QS. 21:63 • Kebodohan orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 21:64 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 21:65 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kebodohan orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 21:66 • Hanya Allah yang mendatangkan manfaat dan marabahaya • Keputusan di tangan Allah • Keputusan di tangan Allah • Keputusan di tangan Allah • Islam agama para nabi

۞ QS. 21:67 • Islam agama para nabi

۞ QS. 21:68 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 21:69 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

۞ QS. 21:70 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Azab orang kafir

۞ QS. 21:71 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

۞ QS. 21:73 • Islam agama para nabi

۞ QS. 21:74 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

۞ QS. 21:76 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

۞ QS. 21:77 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Azab orang kafir

۞ QS. 21:81 • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 21:82 Jin ditundukkan untuk taat kepada nabi Sulaiman as.

۞ QS. 21:83 Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahim (Maha Penyayang)

۞ QS. 21:84 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

۞ QS. 21:88 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Keutamaan iman

۞ QS. 21:89 Ar Rabb (Tuhan) • Al Warits (Yang mewariskan alam)

۞ QS. 21:90 • Bersegera dalam melakukan kebaikan

۞ QS. 21:92 Ar Rabb (Tuhan) • Islam agama para nabi

۞ QS. 21:93 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 21:94 • Keadilan Allah dalam menghakimi • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh • Menghitung amal kebaikan •

۞ QS. 21:95 • Azab orang kafir

۞ QS. 21:96 • Munculnya Ya’juj dan Ma’juj sebelum kiamat

۞ QS. 21:97 • Allah menepati janji • Kiamat telah dekat • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan

۞ QS. 21:98 • Nama-nama neraka • Azab orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 21:99 • Keabadian neraka • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 21:100 • Sifat neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka

۞ QS. 21:101 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Nama-nama surga • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh

۞ QS. 21:102 • Keabadian surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan

۞ QS. 21:103 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Allah menepati janji • Tugas-tugas malaikat • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Keutamaan iman

۞ QS. 21:104 • Allah menepati janji • Kekuasaan Allah • Kedahsyatan hari kiamat • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan •

۞ QS. 21:105 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Pengakuan antara satu kitab dengan lainnya • Kekuatan umat Islam di dunia

۞ QS. 21:106 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 21:108 Tauhid Uluhiyyah • Al Wahid (Maha Esa) • Islam agama para nabi

۞ QS. 21:109 • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 21:110 • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 21:111 • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 21:112 • Minta tolong kepada Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahman (Maha Pengasih)

Ayat Pilihan

Siapa beriman kepada Allah & kerjakan amal saleh niscaya Allah akan masukkan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai,
mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.
Sesungguhnya Allah memberikan rezeki yang baik kepadanya.
QS. At-Talaq [65]: 11

Jadikanlah KESABARAN (dalam hadapi cobaan hidup) & SALAT (yang merupakan induk dari segala peribadatan) sebagai penolongmu.
Sungguh Allah Yang Maha Menundukkan selalu bersama orang-orang yang penyabar.
Dialah pelindung & penolong mereka
QS. Al-Baqarah [2]: 153

Dan Kami jadikan kamu berpasang-pasangan,
dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat,
dan Kami jadikan malam sebagai pakaian,
dan Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan,
dan Kami bina di atas kamu tujuh buah (langit) yang kokoh,
QS. An-Naba’ [78]: 8-12

Dan aku tidak mengetahui apa hisab terhadap diriku.
Wahai kiranya kematian itulah yang menyelesaikan segala sesuatu,
Hartaku sekali-kali tidak memberi manfaat kepadaku.
QS. Al-Haqqah [69]: 26-28

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Kewajiban menuntut ilmu terdapat pada Alquran surah ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
'Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.'
--QS. At Taubah [9] : 122

Setiap umat Islam wajib menuntut ilmu. Bagaimana hukum mempelajari Ilmu Agama?

Correct! Wrong!

Siapa nama ayah Nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam?

Correct! Wrong!

+

Ada berapa syarat dalam menuntut ilmu?

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Enam Syarat Meraih Ilmu Menurut Sayyidina Ali bin Abi Thalib.
1. Cerdas.
2. inginan yang kuat.
3. Sabar.
4. Bekal
5. Petunjuk guru.
6. Waktu yang lama.

Siapa nama Nabi setelah Nabi Isa 'Alaihissalam?

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #28
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #28 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #28 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #4

Surah dalam Alquran yang mengatakan larangan untuk melakukan terlalu banyak, makan dan minum adalah … Setelah Yakin, dalam surah Al-A’raf ayat 26, pakaian terbaik ada di mata Allah Subhanahu Wa Ta`ala adalah … Aurat dari tubuh pria adalah mulai … Fungsi pakaian adalah … Kejujuran adalah karakteristik dari seorang Muslim, sementara berbohong atau ketidakjujuran adalah fitur dari orang …

Pendidikan Agama Islam #29

Sebagai perumpamaan orang yang mengajak berbuat baik, tetapi dirinya sendiri tidak melakukan adalah … Berikut kedudukan orang yang menuntut ilmu, kecuali … potongan ayat di atas terdapat pada Alquran surah … Ilmuan muslim yang dalam bidang kedokteran yang berasal dari Persia yaitu … Siapakah nabi yang lebih memilih ilmu daripada harta?

Pendidikan Agama Islam #30

Yang diajarkan oleh Rasulullah adalah jika kita melihat kemungkaran untuk mencegahnya pertama kali dengan … بَلِّغُوا عَنِّى وَلَوْ آيَةً Arti dari hadist diatas adalah …Di bawah ini adalah cara untuk menjadikan semangat mengamalkan ilmu dalam kehidupan kecuali …كادَ الفَقْرُ أنْ يَكُوْنَ كُفْرًا Arti dari kalimat di atas adalah …Siapakah ilmuan muslim yang pertama menjadi penemu Al-Jabar?

Kamus Istilah Islam

tahalul

Apa itu tahalul? ta.ha.lul v mencukur atau menggunting rambut kepala; a dalam keadaan menjadi boleh; diperbolehkan seseorang melakukan pekerjaan atau kegiatan yang tadinya terlarang selama mengerj...

Takdir Muallaq

Apa itu Takdir Muallaq? Takdir dibagi menjadi dua jenis yaitu takdir mu’allaq dan takdir mubram. Takdir mu’allaq secara bahasa artinya sesuatu yang digantungkan. Jadi takdir mu’allaq...

An Nuur

Apa itu An Nuur? Allah itu An-Nur ◀ Artinya Yang Maha Pemberi Cahaya. Maksudnya adalah Allah itu berkuasa membuat cahaya dan membuat cahaya-Nya itu untuk menerangi alam semesta ini. Selain itu arti...