QS. Al Anbiyaa (Nabi-Nabi) – surah 21 ayat 78 [QS. 21:78]

وَ دَاوٗدَ وَ سُلَیۡمٰنَ اِذۡ یَحۡکُمٰنِ فِی الۡحَرۡثِ اِذۡ نَفَشَتۡ فِیۡہِ غَنَمُ الۡقَوۡمِ ۚ وَ کُنَّا لِحُکۡمِہِمۡ شٰہِدِیۡنَ
Wadaawuda wasulaimaana idz yahkumaani fiil hartsi idz nafasyat fiihi ghanamul qaumi wakunnaa lihukmihim syaahidiin(a);

Dan (ingatlah kisah) Dawud dan Sulaiman, ketika keduanya memberikan keputusan mengenai ladang, karena (ladang itu) dirusak oleh kambing-kambing milik kaumnya.
Dan Kami menyaksikan keputusan (yang diberikan) oleh mereka itu.
―QS. 21:78
Topik ▪ Keluasan ilmu Allah
21:78, 21 78, 21-78, Al Anbiyaa 78, AlAnbiyaa 78, Al-Anbya 78, Al Anbiya 78, Alanbiya 78, Al-Anbiya’ 78
English Translation - Sahih International
And (mention) David and Solomon, when they judged concerning the field – when the sheep of a people overran it (at night), and We were witness to their judgement.
―QS. 21:78

 

Tafsir surah Al Anbiyaa (21) ayat 78

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Anbiyaa (21) : 78. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah menerangkan keadaan Daud dan Sulaiman ketika mereka memberi keputusan dalam suatu perkara yang terjadi di antara rakyat mereka.

Dalam suatu riwayat Ibnu Abbas yang dikutip dari tafsir Ibnu Kashir disebutkan bahwa sekelompok domba telah merusak tanaman seorang petani pada waktu malam, lalu terjadilah sengketa antara pemilik tanaman dan pemilik domba, dan kemudian mereka datang kepada Daud `alaihis salam, untuk minta diadili.
Setelah mengadakan pemeriksaan maka Daud `alaihis salam, memberi keputusan agar domba-domba itu diserahkan kepada pemilik tanaman, karena dinilai harganya sama dengan nilai tanaman yang dirusaknya.
Sulaiman `alaihis salam yang juga mendengarkan putusan itu mempunyai pendapat yang lain, yang lebih tepat dan lebih adil.
Lalu Nabi Sulaiman berkata dalam majelis tersebut bahwa
“Sebaiknya domba-domba itu diserahkan dulu kepada pemilik tanaman sehingga ia dapat mengambil manfaat dari susu, minyak dan bulunya, sementara kebun itu diserahkan kepada pemilik domba untuk diolahnya sendiri.
Apabila nanti tanamannya sudah kembali kepada keadaannya seperti sebelum dirusak oleh domba-domba tersebut, maka kebun itu diserahkan kepada pemiliknya, domba-domba itu pun dikembalikan pula kepada pemiliknya.”

Pendapat Sulaiman jelas lebih tepat, karena akhirnya maing-masing dari kedua pihak yang berperkara akan mendapatkan kembali miliknya dalam keadaan utuh.

Perbedaan pandangan antara ayah dan anak dalam mengambil keputusan atas perkara tersebut adalah bahwa Daud `alaihis salam, lebih menitik beratkan perhatiannya kepada nilai kerusakan tanaman itu, yang dilihatnya sama dengan nilai domba yang merusaknya lalu ia memutuskan agar domba-domba itu diserahkan sepenuhnya kepada pemilik tanaman.
Sedang Sulaiman `alaihis salam lebih menitik beratkan pandangannya kepada manfaat domba dan manfaat tanaman itu, maka ia mengambil keputusan yang demikian itu.
Bagaimana pun juga, masing-masing mereka mendasarkan keputusannya kepada ijtihad, bukan kepada wahyu, sehingga lahirlah dua keputusan yang berbeda.

Selanjutnya Nabi Daud pun mengakui pendapat anaknya itu lebih tepat, sehingga itulah yang ditetapkannya kemudian sebagai keputusannya, dan membatalkan pendapatnya yang semula.

Pada akhir ayat ini Allah menerangkan bahwa Dia menyaksikan dan mengetahui apa yang telah dilakukan oleh Daud dan Sulaiman dalam memeriksa dan memutuskan perkara tersebut, sehingga tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi bagi-Nya.











21:78, 21 78, 21-78, Al Anbiyaa 78, tafsir surat AlAnbiyaa 78, Al-Anbya 78, Al Anbiya 78, Alanbiya 78, Al-Anbiya’ 78



Iklan



Ikuti RisalahMuslim
               






Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta