Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Anbiyaa (Nabi-Nabi) – surah 21 ayat 72 [QS. 21:72]

وَ وَہَبۡنَا لَہٗۤ اِسۡحٰقَ ؕ وَ یَعۡقُوۡبَ نَافِلَۃً ؕ وَ کُلًّا جَعَلۡنَا صٰلِحِیۡنَ
Wawahabnaa lahu ishaaqa waya’quuba naafilatan wakulaa ja’alnaa shaalihiin(a);
Dan Kami menganugerahkan kepadanya (Ibrahim) Ishak dan Yakub, sebagai suatu anugerah.
Dan masing-masing Kami jadikan orang yang saleh.
―QS. Al Anbiyaa [21]: 72

And We gave him Isaac and Jacob in addition, and all (of them) We made righteous.
― Chapter 21. Surah Al Anbiyaa [verse 72]

وَوَهَبْنَا dan Kami telah memberkati

And We bestowed
لَهُۥٓ kepadanya

on him
إِسْحَٰقَ Ishaq

Isaac
وَيَعْقُوبَ dan Ya’kub

and Yaqub
نَافِلَةً suatu tambahan/anugrah

(in) addition,
وَكُلًّا dan makanlah

and all
جَعَلْنَا Kami jadikan

We made
صَٰلِحِينَ orang-orang yang saleh

righteous.

Tafsir

Alquran

Surah Al Anbiyaa
21:72

Tafsir QS. Al Anbiyaa (21) : 72. Oleh Kementrian Agama RI


Dalam ayat ini Allah menyebutkan nikmat-Nya yang lain kepada Ibrahim `alaihis salam sebagai tambahan atas nikmat-Nya yang telah lalu, yaitu bahwa Allah telah menganugerahkan seorang putra yaitu Ishak, sedang Yakub adalah putra dari Ishak, jadi sebagai cucu Ibrahim yang melahirkan keturunan Bani Israil.
Di samping itu Ibrahim juga mempunyai seorang putra lainnya, yaitu Ismail, dari Siti Hajar.

Allah telah menjadikan kesemuanya, yaitu Ibrahim, Ismail, Ishak dan Yakub sebagai nabi-nabi dan orang-orang yang saleh.

Tafsir QS. Al Anbiyaa (21) : 72. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Lalu Ibrahim Kami karuniakan Ishaq, dan Ya’qub setelah Ishaq, sebagai tambahan atas permintaannya.
Baik Ishaq maupun Ya’qub, keduanya kemudian Kami jadikan orang-orang yang saleh.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Allah telah memberi nikmat kepada Ibrahim, dengan menganugerahkan anak untuknya, yaitu Ishaq, ketika dia berdoa kepada-Nya.
Dan Dia memberikan kepadanya Ya’qub dari keturunan Ishaq, sebagai tambahan anugerah untuknya.


Masing-masing dari Ibrahim, Ishaq dan Ya’qub, Allah jadikan sebagai orang yang shalih lagi menaati-Nya.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan Kami telah memberikan kepadanya) kepada Ibrahim, yang sebelumnya selalu mendambakan mempunyai seorang anak, sebagaimana yang disebutkan di dalam surah Ash-Shaffat


(Ishak dan Yakub sebagai suatu anugerah) dari Kami, yaitu anugerah yang lebih daripada apa yang dimintanya.
Atau yang dimaksud dengan Naafilah adalah cucu


(Dan masing-masingnya) Nabi Ibrahim dan kedua anaknya itu


(Kami jadikan orang-orang yang saleh) yakni menjadi nabi semuanya.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan Kami telah memberikan kepadanya (Ibrahim) Ishaq dan Ya’qub sebagai suatu anugerah (dari Kami).

Ata Mujahid, Atiyyah, Ibnu Abbas, Qatadah, dan Al-Hakam ibnu Uyaynah mengatakan bahwa nafilah adalah cucu laki-laki, yakni Ya’qub adalah anak Ishaq.
Seperti yang dijelaskan oleh firman-Nya:

Maka Kami sampaikan kepadanya berita gembira tentang (kelahiran) Ishaq dan dari Ishaq (akan lahir putranya) Ya’qub.
(QS. Hud [11]: 71)

Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam mengatakan bahwa Ibrahim meminta seorang putra.
Untuk itu ia mengatakan, seperti yang disebut oleh firman-Nya:

Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh.
(QS. As-Saffat [37]: 100)

Maka Allah memberinya seorang putra bernama Ishaq, lalu Ya’qub, sebagai suatu anugerah dari-Nya.

Dan masing-masing Kami jadikan orang-orang yang saleh.

Yaitu semuanya menjadi orang yang baik lagi saleh.

Kata Pilihan Dalam Surah Al Anbiyaa (21) Ayat 72

NAAFILAH
نَافِلَة

Lafaz naafilah mempunyai banyak arti yaitu:
(1).
Tambahan anugerah dan kebaikan;
(2).
Bertambahnya tingkatan, derajat dan kesempurnaan;
(3).
Sunah dalam ibadah, sehingga ia menjadi tambahan bagi ibadah-ibadah wajib;
(4).
Cucu karena dia adalah tambahan atas anak yang sudah dimiliki.

Di dalam Al Qur’an, lafaz naafilah diulang dua kali yaitu dalam surah:
Al Israa (17), ayat 79;
-Al Anbiyaa (21), ayat 72.
Dalam surah Al Israa (17), ayat 79 dijelaskan, shalat malam (shalat Tahajud) adalah naafilah bagi Rasulullah.
Para ahli tafsir berbeda pendapat dalam mengartikan lafaz naafilah ini.
Diantara mereka ada yang mengatakan maksudnya adalah shalat Tahajud bagi nabi adalah tambahan bagi ibadah fardu, sehingga ia menjadi shalat fardu bagi beliau, bukan untuk umatnya.

Adapula yang berpendapat yang dimaksudkan dengan naafilah dalam ayat ini adalah bertambah kesempurnaan dan kemuliaan.
Hal ini karena dosa-dosa nabi, baik yang terdahulu maupun yang akan datang sudah terhapus, sehingga apabila Nabi Muhammad melakukan shalat Tahajud, ia akan menambahkan kesempurnaan dan kemuliaan beliau.
Ada pula yang mengertikan naafilah dengan sunat, tambahan bagi shalat wajib sehingga shalat Tahajjud adalah sunat bagi rasul dan juga bagi umatnya.

Sedangan dalam surah Al Anbiyaa (21), ayat 72 menerangkan tentang berbagai anugerah yang diberikan oleh Allah kepada Nabi Ibrahim.
Diantara anugerah itu adalah beliau dikaruniai keturunan yang shaleh yaitu Nabi Ishak dan Nabi Ya’qub.
Mereka berdua dianggap sebagai tambahan anugerah dan pemberian naafilah dari Allah.
Sebahagian ahli tafsir ada yang mengaitkan lafaz naafilah hanya kepada Nabi Ya’qub saja sehingga arti naafilah di situ adalah Nabi Ibrahim juga dianugerahkan cucu, yaitu Nabi Ya’qub (putera dari Nabi Ishak) yang juga shaleh.
Hal ini karena Nabi Ibrahim asalnya hanya meminta anak yang shaleh saja, namun Allah menganugerahkannya juga dengan cucu yang shaleh dan cucu itu adalah tambahan anugerah (naafilah).

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal: 586-587

Unsur Pokok Surah Al Anbiyaa (الأنبياء)

Surat Al Anbiyaa’ yang terdiri atas 112 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai surat ini dengan "Al Anbiyaa" (nabi-nabi), karena surat ini mengutarakan kisah beberapa orang nabi.
Permulaan surat Al Anbiyaa’ menegaskan bahwa manusia lalai dalam menghadapi hari berhisab, kemudian berhubung adanya pengingkaran kaum musyrik Mekah terhadap wahyu yang dibawa oleh Nabi Muhammad ﷺ maka ditegaskan Allah, kendatipun nabi-nabi itu manusia biasa, akan tetapi masing-masing mereka adalah manusia yang membawa wahyu yang pokok ajarannya adalah tauhid, dan keharusan manusia menyembah Allah Tuhan sang Pencipta.

Orang yang tidak mau mengakui kekuasaan Allah dan mengingkari ajaran yang dibawa oleh nabi-nabi itu, akan diazab Allah di dunia dan di akhirat nanti.

Kemudian dikemukakan kisah beberapa orang nabi dengan umatnya.
Akhirnya surat itu ditutup dengan seruan agar kaum musyrik Mekah percaya kepada ajaran yang dibawa Muhammad ﷺ supaya tidak mengalami apa yang telah dialami oleh umat-umat yang dahulu.
Selain yang tersebut di atas pokok-pokok isi surat ini ialah:

Keimanan:

▪ Para nabi dan para rasul itu selamanya diangkat Allah dari jenis manusia.
▪ Langit dan bumi akan binasa kalau ada tuhan selain Allah.
▪ Semua rasul membawa ajaran tauhid dan keharusan manusia menyembah Allah.
▪ Tiap-tiap yang bernyawa akan merasakan mati.
▪ Cobaan Allah kepada manusia ada yang berupa kebaikan dan ada yang berupa keburukan.
▪ Hari kiamat datangnya dengan tiba-tiba.

Kisah:

▪ Kisah Ibrahim `alaihis salam (ajakan Ibrahim `alaihis salam kepada bapaknya untuk menyembah Allah.
▪ Bantahan Ibrahim terhadap kaurnnya yang menyembah berhalaberhala.
▪ Bantahan Ibrahim `alaihis salam terhadap Namrudz yang bersimaharajalela dan menganggap dirinya Tuhan).
▪ Kisah Nuh `alaihis salam, kisah Daud `alaihis salam dan Sulairnan `Ayyub `Yunus `alaihis salam.
▪ Kisah Zakaria `alaihis salam.

Lain-lain:

▪ Karunia Alquran.
▪ Tuntutan kaum musyrikin kepada Nabi Muhammad ﷺ untuk mendatangkan mukjizat yang lain dari Alquran.
▪ Kehancuran suatu umat adalah karena kezalimannya.
▪ Allah menciptakan langit dan bumi beserta hikmatnya.
▪ Soal jawab antara berhala dan penyembahnya dalam neraka.
▪ Timbulnya Ya’juj dan Ma’juj sebagai tanda-tanda kedatangan hari kiamat.
▪ Bumi akan diwariskan kepada hamba Allah yang dapat memakmurkannya.
▪ Kejadian alam semesta.
▪ Sesuatu yang hidup itu berasal dari air.

Audio

QS. Al-Anbiyaa (21) : 1-112 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 112 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Anbiyaa (21) : 1-112 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 112

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Anbiyaa ayat 72 - Gambar 1 Surah Al Anbiyaa ayat 72 - Gambar 2
Statistik QS. 21:72
  • Rating RisalahMuslim
4.8

Ayat ini terdapat dalam surah Al Anbiyaa.

Surah Al-Anbiya’ (Arab: الأنبياء , al-Anbiyā’ , “Nabi-Nabi”) adalah surah ke-21 dalam Alquran.
Surah yang terdiri atas 112 ayat ini termasuk golongan surah Makkiyah.
Nama al-anbiya (bahasa arab:nabi-nabi) digunakan karena surat ini mengutarakan kisah beberapa orang nabi.
Permulaan surah Al-Anbiya menegaskan bahwa manusia lalai dalam menghadapi hari berhisab, kemudian berhubung adanya pengingkaran kaum musyrik Mekkah terhadap wahyu yang dibawa Nabi Muhammad ﷺ.
maka ditegaskan Allah, kendatipun nabi-nabi itu manusia biasa, akan tetapi masing-masing mereka adalah manusia yang membawa wahyu yang pokok ajarannya adalah tauhid, dan keharusan manusia menyembah Allah Tuhan Penciptanya.
Orang yang tidak mau mengakui kekuasaan Allah dan mengingkari ajaran yang dibawa oleh nabi-nabi itu, akan diazab Allah didunia dan di akhirat nanti.
Kemudian dikemukakan kisah beberapa orang nabi dengan umatnya.
Akhirnya surah itu ditutup dengan seruan agar kaum musyrik Mekah percaya kepada ajaran yang dibawa Muhammad ﷺ supaya tidak mengalami apa yang telah dialami oleh umat-umat yang dahulu.

Nomor Surah21
Nama SurahAl Anbiyaa
Arabالأنبياء
ArtiNabi-Nabi
Nama lain
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu73
JuzJuz 17
Jumlah ruku’3 ruku’
Jumlah ayat112
Jumlah kata1177
Jumlah huruf5039
Surah sebelumnyaSurah Ta Ha
Surah selanjutnyaSurah Al-Hajj
Sending
User Review
4.4 (14 votes)
Tags:

21:72, 21 72, 21-72, Surah Al Anbiyaa 72, Tafsir surat AlAnbiyaa 72, Quran Al-Anbya 72, Al Anbiya 72, Alanbiya 72, Al-Anbiya' 72, Surah Al Anbiya ayat 72

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Ayat Lainnya

QS. An Naml (Semut) – surah 27 ayat 63 [QS. 27:63]

63. Tanyakan pula kepada mereka, wahai Rasul, “Bukankah Dia Allah yang memberi petunjuk kepada kamu dalam perjalanan di tengah kegelapan di daratan dan lautan melalui bintang-bintang, atau arah angin, … 27:63, 27 63, 27-63, Surah An Naml 63, Tafsir surat AnNaml 63, Quran An-Naml 63, Surah An Naml ayat 63

QS. Al A’laa (Yang paling tinggi) – surah 87 ayat 16 [QS. 87:16]

16. Sedangkan kamu, wahai kebanyakan manusia, lebih memilih kehidupan dunia daripada kehidupan akhirat. Kalian melalaikan hal-hal yang menjamin kebahagiaanmu di akhirat dan terlena dengan gemerlap dun … 87:16, 87 16, 87-16, Surah Al A’laa 16, Tafsir surat AlAlaa 16, Quran Al Ala 16, Al-A’la 16, Surah Al Ala ayat 16

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Berikut ini yang bukan merupakan substansi dakwah Rasulullah di Mekkah adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Masyarakat Arab sebelum Islam memiliki kebiasaan buruk, juga memiliki kebiasaan baik. Di bawah ini yang tidak termasuk kebiasaan baik masyarakat Arab sebelum Islam adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Dalam QS. Al-Muddassir ayat 1-7 adalah menjadi dasar bagi Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam untuk melakukan dakwah di Mekkah secara ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
QS. Al Mudatsir adalah surah ke 74 dalam Alquran yang tergolong ke dalam surah Makkiyyah.

Pembahasan:

Ayat 1

يَا أَيُّهَا الْمُدَّثِّرُ

yaa ayyuhaal muddatstsir

Hai orang yang berkemul (berselimut)


Ayat 2

قُمْ فَأَنْذِرْ

Qum faandzir

bangunlah, lalu berilah peringatan


Ayat 3

وَرَبَّكَ فَكَبِّرْ

warabbaka fakabbir

dan Tuhanmu agungkanlah


Ayat 4

وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ

wa shiyabaqa fathahhir

dan pakaianmu bersihkanlah


Ayat 5

وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْ

warrujja fahjur

dan perbuatan dosa tinggalkanlah


Ayat 6

وَلَا تَمْنُنْ تَسْتَكْثِرُ

wa laa tamnun tastakstir

dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak.


Ayat 7

وَلِرَبِّكَ فَاصْبِرْ

walirabbaka fashbir

Dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah.

+

Array

Dari proses dakwah secara diam-diam yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam ketika melakukan dakwah di Mekkah, maka terdapat beberapa sahabat yang masuk Islam pertama kali. Mereka dikenal dengan sebutan ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Assabiqunal awwalun adalah sebutan untuk sahabat-sahabat nabi Muhammad yang pertama kali memeluk islam.

Contohnya: Abu Bakar Ash Shiddiq, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib dan Khadijah ra. Assabiqunal awwalun artinya adalah orang-orang yang awal masuk atau memeluk agama islam.

Cara yang pertama kali ditempuh oleh Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam ketika melakukan dakwah di Mekkah secara terang- terangan adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #11
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #11 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #11 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #23

Percaya kepada Allah dan Rasulnya termasuk rukun … islam shalat iman rasul ihsan Benar! Kurang tepat! Al Falaq artinya …

Pendidikan Agama Islam #26

Surah yang terpanjang dalam Alquran adalah … An-Nisa’ Ali Imran Al-Maidah Yasin Al-Baqarah Benar! Kurang tepat! Penjelasan:Surah Al-Baqarah adalah surah

Pendidikan Agama Islam #6

Sifat dasar hukum Alquran adalah keseimbangan dalam hal aspek material dan psikologis, yang disebut sebagai … khuludiyah wasatiyyah takamul harakah

Instagram