Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Al Anbiyaa (Nabi-Nabi) - surah 21 ayat 47 [QS. 21:47]

وَ نَضَعُ الۡمَوَازِیۡنَ الۡقِسۡطَ لِیَوۡمِ الۡقِیٰمَۃِ فَلَا تُظۡلَمُ نَفۡسٌ شَیۡئًا ؕ وَ اِنۡ کَانَ مِثۡقَالَ حَبَّۃٍ مِّنۡ خَرۡدَلٍ اَتَیۡنَا بِہَا ؕ وَ کَفٰی بِنَا حٰسِبِیۡنَ
Wanadha’ul mawaaziinal qistha liyaumil qiyaamati falaa tuzhlamu nafsun syai-an wa-in kaana mitsqaala habbatin min khardalin atainaa bihaa wakafa binaa haasibiin(a);
Dan Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari Kiamat, maka tidak seorang pun dirugikan walau sedikit;
sekalipun hanya seberat biji sawi, pasti Kami mendatangkannya (pahala).
Dan cukuplah Kami yang membuat perhitungan.
―QS. Al Anbiyaa [21]: 47

Daftar isi

And We place the scales of justice for the Day of Resurrection, so no soul will be treated unjustly at all.
And if there is (even) the weight of a mustard seed, We will bring it forth.
And sufficient are We as accountant.
― Chapter 21. Surah Al Anbiyaa [verse 47]

وَنَضَعُ dan Kami akan meletakan

And We set
ٱلْمَوَٰزِينَ timbangan

the scales
ٱلْقِسْطَ benar/adil

(of) the justice
لِيَوْمِ pada hari

for (the) Day
ٱلْقِيَٰمَةِ kiamat

(of) the Resurrection,
فَلَا maka tidak

so not
تُظْلَمُ dianiaya/dikurangi

will be wronged
نَفْسٌ jiwa/seseorang

any soul
شَيْـًٔا sedikitpun

(in) anything.
وَإِن dan jika

And if
كَانَ ada

(there) be
مِثْقَالَ seberat

weight
حَبَّةٍ biji

(of) a seed
مِّنْ dari

of
خَرْدَلٍ sawi

a mustard
أَتَيْنَا Kami datangkan

We will bring
بِهَا dengannya

[with] it.
وَكَفَىٰ dan cukuplah

And sufficient
بِنَا dengan Kami

(are) We
حَٰسِبِينَ membuat perhitungan

(as) Reckoners.

Tafsir Quran

Surah Al Anbiyaa
21:47

Tafsir QS. Al-Anbiyaa (21) : 47. Oleh Kementrian Agama RI

Dengan tegas Allah menyatakan dalam ayat ini, bahwa dalam menilai perbuatan hamba-Nya kelak di hari Kiamat.
Allah akan menegakkan neraca keadilan yang benar-benar adil, sehingga tidak seorang pun akan dirugikan dalam penilaian itu.



Maksudnya penilaian itu akan dilakukan setepat-tepatnya, sehingga tidak akan ada seorang hamba yang amal kebaikannya akan dikurangi sedikit pun, sehingga menyebabkan pahalanya dikurangi dari yang semestinya ia terima.
Sebaliknya tidak seorang pun di antara mereka yang kejahatannya dilebih-lebihkan, sehingga menyebabkan ia mendapat azab yang lebih berat daripada yang semestinya, walaupun Allah kuasa berbuat demikian.

Adapun memberikan pahala yang berlipat ganda dari jumlah kebaikannya atau menimpakan azab yang lebih ringan dari kejahatannya adalah terserah kepada kehendak Allah, dan Allah adalah Maha Pengasih dan Maha Penyayang.



Dalam keadilan Allah dijelaskan bahwa semua kebajikan manusia, betapapun kecilnya niscaya dibalas-Nya dengan pahala, dan semua kejahatannya betapapun kecilnya niscaya dibalas-Nya dengan azab atau siksa-Nya.

Dalam hubungan ini, Allah ﷻ berfirman dalam ayat yang lain:

فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗ ﴿۷﴾ وَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗ ﴿۸﴾

Maka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya, dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. (Az-Zalzalah [99]: 7-8)

Kemampuan teknologi saat ini telah mampu mencatat segala peristiwa dengan teliti dan menyimpan dalam waktu yang lama, apalagi kemampuan Allah.

Pada akhir ayat ini Allah menegaskan bahwa cukuplah Dia sebagai saksi pembuat perhitungan yang paling adil.
Ini merupakan jaminan bahwa penilaian yang akan dilakukan terhadap segala perbuatan hamba-Nya akan dilakukan-Nya kelak di hari perhitungan dengan penilaian yang seadil-adilnya, sehingga tidak seorang pun hamba yang dirugikan atau dianiaya ketika menerima pahala dari kebaikannya atau menerima azab dari kejahatan yang telah dilakukannya.

Tafsir QS. Al Anbiyaa (21) : 47. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Kami menetapkan timbangan untuk menentukan keadilan pada hari kiamat.
Maka, pada hari itu, tidak akan ada seorang pun yang dicurangi dengan pengurangan kebaikannya atau penambahan kejelekannya.


Meskipun perbuatannya hanya seberat biji moster, akan Kami datangkan dan akan Kami perhitungkan.
Cukuplah Kami sebagai penghitung, maka tak seorang pun akan dirugikan[1].



[1] Ayat ini mengisyaratkan betapa ringannya biji moster (khardzal) itu.
Melalui penelitian dapat diketahui bahwa satu kilogram biji moster terdiri atas 913 ribu butir.


Dengan demikian, berat satu butir biji moster hanya sekitar satu per seribu gram, atau ± 1 mg., dan merupakan biji-bijian teringan yang diketahui umat manusia sampai sekarang.


Oleh karena itu, biji ini sering digunakan untuk menimbang berat yang sangat detil dan halus.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Allah memasang timbangan yang adil untuk penghisaban pada hari kiamat, dan mereka atau selain mereka tidak dizalimi sedikit pun.
Walaupun perbuatan itu hanya seberat zarrah, baik kebaikan maupun keburukan, maka diperhitungkan dalam hisab pelakunya.


Cukuplah Allah sebagai penghitung perbuatan para hamba-Nya, dan membalas mereka atas perbuatan tersebut.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Kami akan memasang timbangan yang tepat) timbangan yang adil


(pada hari kiamat) pada hari itu


(maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikit pun) dengan dikurangi pahala kebaikannya atau ditambahkan dosa keburukannya.


(Dan jika) amalan itu


(hanya seberat) sama beratnya dengan


(biji sawi Kami mendatangkannya) yakni pahalanya.


(Dan cukuplah Kami menjadi penghisab) segala sesuatu, yakni yang menghitungnya.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikit pun.

Yakni Kami akan meletakkan timbangan (neraca) yang tepat kelak di hari kiamat bagi amal perbuatan mereka.
Menurut pendapat kebanyakan ulama, sesungguhnya yang dimaksud hanyalah sebuah neraca, dan sesungguhnya diungkapkan dalam ayat ini dalam bentuk jamak hanyalah karena memandang dari segi banyaknya amal perbuatan yang ditimbang dengannya.


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikit pun.
Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawi pun pasti Kami mendatangkan (pahala)wya.
Dan cukuplah Kami menjadi orang-orang yang membuat perhitungan.

Semakna dengan apa yang disebutkan Allah dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Dan Tuhanmu tidak menganiaya seorang jua pun.
(QS. Al-Kahfi [18]: 49)

Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar zarrah, dan jika ada kebajikan sebesar zarrah, niscaya Allah akan melipat gandakannya dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar.

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala, menyitir kata-kata Luqman kepada anak-anaknya:

Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasnya).
Sesungguhnya Allah Mahahalus lagi Maha Mengetahui.
(QS. Luqman [31]: 16)

Di dalam kitab Sahihain disebutkan sebuah hadis melalui sahabat Abu Hurairah r.a. yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

Ada dua kalimat yang ringan dibaca lisan, tetapi berat di dalam timbangan lagi disukai oleh Tuhan Yang Maha Pemurah, yaitu Subhanallah (Mahasuci Allah) Wabihamdihi (dan dengan memuji kepada-Nya) Subhanallahil ‘Azim (Mahasuci Allah lagi Mahabesar).

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Qutaibah, telah menceritakan kepada kami Ibnu Lahi’ah, dari Amr ibnu Yahya, dari Abu Abdur Rahman Al-Habli, dari Abdullah ibnu Amr ibnul As yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Kelak di hari kiamat neraca akan diletakkan, lalu dihadapkan seorang lelaki (yang akan ditimbang), maka ia diletakkan di salah satu dari kedua sisi neraca itu, sedangkan di sisi lainnya di letakkan catatan amal perbuatannya, dan ternyata catatan amal perbuatannya lebih berat.
Kemudian lelaki itu dikirimkan ke neraka.
Tetapi ketika lelaki itu dibawa ke neraka, tiba-tiba terdengarlah suara seruan dari sisi Tuhan Yang Maha Pemurah seraya mengatakan,
"Janganlah kalian (para malaikat) tergesa-gesa, karena sesungguhnya ia masih mempunyai suatu amal lagi."
Lalu didatangkanlah sebuah kartu yang padanya tertulis kalimat
"Tidak ada Tuhan selain Allah."
Dan kartu itu diletakkan di timbangannya, sehingga timbangannya jauh lebih berat dari catatan perbuatannya).

Imam Ahmad mengatakan pula, telah menceritakan kepada kami Abu Nuh, telah menceritakan kepada kami Laioe ibnu Sa’d, dari Malik ibnu Anas, dari Az-Zuhri, dari Urwah, dari Siti Absyah, bahwa seorang lelaki dari kalangan sahabat Rasulullah ﷺ duduk di hadapan beliau, lalu lelaki itu berkata,
"Wahai Rasulullah, sesungguhnya saya memiliki budak-budak yang pernah berdusta, berkhianat dan menentang perlakuan terhadap caci maki mereka.
Bagaimanakah tentang perlakuanku terhadap mereka itu?
Rasulullah ﷺ menjawab melalui sabdanya:
Kelak akan diperhitungkan kadar khianat, durhaka, dan dusta mereka kepadamu, dan hukuman yang kamu jatuhkan kepada mereka.
Jika hukumanmu kepada mereka sesuai dengan kadar pelanggaran mereka, maka hal itu impas, tidak membawa manfaat kepadamu dan tidak pula menimpakan mudarat kepadamu.
Jika hukumanmu kepada mereka masih di bawah kadar pelanggaran mereka, maka hal itu merupakan suatu keutamaan bagimu.
Dan jika hukumanmu kepada mereka lebih dari kadar pelanggaran mereka, maka mereka akan menuntut balas darimu kelebihan hukuman yang kamu jatuhkan kepada mereka.
Kemudian lelaki itu menangis di hadapan Rasulullah ﷺ seraya bergumam.
Maka Rasulullah ﷺ bersabda,
"Mengapa dia tidak membaca firman Allah subhanahu wa ta’ala yang mengatakan:
Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan sesesorang barang sedikit pun.
Dan jika (amalan itu) hanya sebesar biji sawi pun pasti Kami mendatangkan (pahala)nya Dan cukuplah Kami sebagai Pembuat Perhitungan’ (QS. Al-Anbiyaa [21]: 47)."
Maka lelaki itu berkata,
"Wahai Rasulullah, tiadajalan lain yang lebih baik bagiku selain berpisah dari mereka —yakni budak-budaknya—.
Sesungguhnya aku bersaksi kepadamu bahwa mereka semuanya merdeka."

Kata Pilihan Dalam Surah Al Anbiyaa (21) Ayat 47

HABBAH
حَبَّة

Dalam bahasa Arab lafaz habb berarti biji-bijian yang berada pada tangkai seperti biji gandum, beras dan semua tumbuhan yang tidak mempunyai isi atau biji di dalamnya.
Sedangkan untuk menyebut satu biji saja, dalam bahasa Arab digunakan lafaz habbah.
Biji-biji ini berbeda dengan buah-buahan yang ada isi atau biji di dalamnya seperti kurma, kismis dan lain-lain.
Untuk menyebut isi buah-buahan seperti ini dalam bahasa Arab digunakan lafaz nawa, apabila menyebut satu isi buah saja digunakan lafaz nuwah.

Di dalam Al Qur’an, lafaz habb disebut sebanyak tujuh kali yaitu dalam surah:
Al An’aam (6), ayat 95, 99;
Yaa Siin (36), ayat 33;
Qaf (50), ayat 9;
• Ar Rahmaan (55), ayat 12;
• An Nabaa (78), ayat 15;
Abasa (80), ayat 27.

Dalam tujuh ayat itu, Allah mengingatkan, aneka ragam biji-bijian yang tumbuh di muka bumi ini adalah diciptakan untuk keperluan manusia.
Allah juga mengingatkan, tumbuhnya di atas permukaan bumi ini adalah tanda keagungan dan kekuasaanNya.
Dengan peringatan ini, diharapkan manusia sadar pada sifat kasih sayang Allah dan juga kekuasaanNya sehingga mereka selalu bersyukur.

Sedangkan lafaz habbah di dalam Al Qur’an disebut sebanyak lima kali yaitu dalam surah:
Al Baqarah (2), ayat 261 sebanyak dua kali;
Al An’aam (6), ayat 59;
• Al Anbiyaa (21), ayat 47;
Luqman (31), ayat 16.

Dalam surah Al Baqarah (2), ayat 261, lafazhabbah dijadikan perumpamaan bagi infak yang dikeluarkan untuk perjuangan di jalan Allah.
Infak itu memberikan pahala berlipat ganda seperti satu biji (habbah) yang menjadi tujuh cabang.
Tiap-tiap cabangnya itu menghasilkan seratus biji.
la adalah perumpamaan benda logis (maqul) dengan menggunakan benda yang dapat dirasai (mahsus).
Imam Ibnu Katsir menyatakan, perumpamaan seperti ini lebih terkenan di hati apabila dibandingkan menyebut secara jelas pahala itu digandakan sebanyak tujuh ratus kali lipat.

Sedangkan dalam surah Al An’aam (6), ayat 59, lafaz habbah dikaitkan dengan sifat ilmu Allah yang luas tidak terkira.
Dalam ayat itu digambarkan sebutir tanaman yang jatuh dalam kegelapan bumi pun diketahui oleh Allah, ”Ayat ini adalah antara ayat-ayat agung yang menerangkan secara terperinci keluasan ilmu Allah."

Sedangkan dalam surah Al Anbiyaa (21), ayat 47 dan surah Luqman (31), ayat 16, lafaz habbah digunakan untuk menerangkan amalan terkecil yang dilakukan oleh manusia, baik amalan baik ataupun jelek.
Digambarkan amalan individu meskipun seberat satu biji yang kecil, nantinya dibalas oleh Allah.
Keterangan dalam kedua ayat ini menunjukkan Allah begitu adil dalam menghukum dan menilai hambaNya pada hari kiamat nanti sehingga tidak akan ada hamba yang dizalimi.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:174

Unsur Pokok Surah Al Anbiyaa (الأنبياء)

Surat Al Anbiyaa’ yang terdiri atas 112 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai surat ini dengan "Al Anbiyaa" (nabi-nabi), karena surat ini mengutarakan kisah beberapa orang nabi.
Permulaan surat Al Anbiyaa’ menegaskan bahwa manusia lalai dalam menghadapi hari berhisab, kemudian berhubung adanya pengingkaran kaum musyrik Mekah terhadap wahyu yang dibawa oleh Nabi Muhammad ﷺ maka ditegaskan Allah, kendatipun nabi-nabi itu manusia biasa, akan tetapi masing-masing mereka adalah manusia yang membawa wahyu yang pokok ajarannya adalah tauhid, dan keharusan manusia menyembah Allah Tuhan sang Pencipta.

Orang yang tidak mau mengakui kekuasaan Allah dan mengingkari ajaran yang dibawa oleh nabi-nabi itu, akan diazab Allah di dunia dan di akhirat nanti.

Kemudian dikemukakan kisah beberapa orang nabi dengan umatnya.
Akhirnya surat itu ditutup dengan seruan agar kaum musyrik Mekah percaya kepada ajaran yang dibawa Muhammad ﷺ supaya tidak mengalami apa yang telah dialami oleh umat-umat yang dahulu.
Selain yang tersebut di atas pokok-pokok isi surat ini ialah:

Keimanan:

▪ Para nabi dan para rasul itu selamanya diangkat Allah dari jenis manusia.
▪ Langit dan bumi akan binasa kalau ada tuhan selain Allah.
▪ Semua rasul membawa ajaran tauhid dan keharusan manusia menyembah Allah.
▪ Tiap-tiap yang bernyawa akan merasakan mati.
▪ Cobaan Allah kepada manusia ada yang berupa kebaikan dan ada yang berupa keburukan.
▪ Hari kiamat datangnya dengan tiba-tiba.

Kisah:

▪ Kisah Ibrahim `alaihis salam (ajakan Ibrahim `alaihis salam kepada bapaknya untuk menyembah Allah.
▪ Bantahan Ibrahim terhadap kaurnnya yang menyembah berhalaberhala.
▪ Bantahan Ibrahim `alaihis salam terhadap Namrudz yang bersimaharajalela dan menganggap dirinya Tuhan).
▪ Kisah Nuh `alaihis salam, kisah Daud `alaihis salam dan Sulairnan `alaihis salam.
▪ Kisah Ayyub `alaihis salam.
▪ Kisah Yunus `alaihis salam.
▪ Kisah Zakaria `alaihis salam.

Lain-lain:

▪ Karunia Alquran.
▪ Tuntutan kaum musyrikin kepada Nabi Muhammad ﷺ untuk mendatangkan mukjizat yang lain dari Alquran.
▪ Kehancuran suatu umat adalah karena kezalimannya.
▪ Allah menciptakan langit dan bumi beserta hikmatnya.
▪ Soal jawab antara berhala dan penyembahnya dalam neraka.
▪ Timbulnya Ya’juj dan Ma’juj sebagai tanda-tanda kedatangan hari kiamat.
▪ Bumi akan diwariskan kepada hamba Allah yang dapat memakmurkannya.
▪ Kejadian alam semesta.
▪ Sesuatu yang hidup itu berasal dari air.

Audio Murottal

QS. Al-Anbiyaa (21) : 1-112 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 112 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-Anbiyaa (21) : 1-112 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 112

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Anbiyaa ayat 47 - Gambar 1 Surah Al Anbiyaa ayat 47 - Gambar 2
Statistik QS. 21:47
  • Rating RisalahMuslim
4.7

Ayat ini terdapat dalam surah Al Anbiyaa.

Surah Al-Anbiya’ (Arab: الأنبياء , al-Anbiyā’ , “Nabi-Nabi”) adalah surah ke-21 dalam Alquran.
Surah yang terdiri atas 112 ayat ini termasuk golongan surah Makkiyah.
Nama al-anbiya (bahasa arab:nabi-nabi) digunakan karena surat ini mengutarakan kisah beberapa orang nabi.
Permulaan surah Al-Anbiya menegaskan bahwa manusia lalai dalam menghadapi hari berhisab, kemudian berhubung adanya pengingkaran kaum musyrik Mekkah terhadap wahyu yang dibawa Nabi Muhammad ﷺ.
maka ditegaskan Allah, kendatipun nabi-nabi itu manusia biasa, akan tetapi masing-masing mereka adalah manusia yang membawa wahyu yang pokok ajarannya adalah tauhid, dan keharusan manusia menyembah Allah Tuhan Penciptanya.
Orang yang tidak mau mengakui kekuasaan Allah dan mengingkari ajaran yang dibawa oleh nabi-nabi itu, akan diazab Allah didunia dan di akhirat nanti.
Kemudian dikemukakan kisah beberapa orang nabi dengan umatnya.
Akhirnya surah itu ditutup dengan seruan agar kaum musyrik Mekah percaya kepada ajaran yang dibawa Muhammad ﷺ supaya tidak mengalami apa yang telah dialami oleh umat-umat yang dahulu.

Nomor Surah 21
Nama Surah Al Anbiyaa
Arab الأنبياء
Arti Nabi-Nabi
Nama lain
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 73
Juz Juz 17
Jumlah ruku’ 3 ruku’
Jumlah ayat 112
Jumlah kata 1177
Jumlah huruf 5039
Surah sebelumnya Surah Ta Ha
Surah selanjutnya Surah Al-Hajj
Sending
User Review
4.3 (27 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

21:47, 21 47, 21-47, Surah Al Anbiyaa 47, Tafsir surat AlAnbiyaa 47, Quran Al-Anbya 47, Al Anbiya 47, Alanbiya 47, Al-Anbiya' 47, Surah Al Anbiya ayat 47

Video Surah

21:47


More Videos

Kandungan Surah Al Anbiyaa

۞ QS. 21:1 • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Kiamat telah dekat

۞ QS. 21:2 Ar Rabb (Tuhan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 21:3 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 21:4 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Al Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Alim (Maha megetahui) •

۞ QS. 21:5 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 21:6 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 21:9 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Allah menepati janji • Azab orang kafir • Keutamaan iman

۞ QS. 21:10 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 21:11 • Kekuasaan Allah • Azab orang kafir

۞ QS. 21:12 • Azab orang kafir

۞ QS. 21:13 • Azab orang kafir

۞ QS. 21:14 • Azab orang kafir

۞ QS. 21:15 • Azab orang kafir

۞ QS. 21:17 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Sifat Kamal (sempurna)

۞ QS. 21:18 • Mendustai Allah • Maksiat dan dosa

۞ QS. 21:19 • Segala sesuatu milik Allah • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 21:20 • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 21:21 • Mendustai Allah • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 21:22 Tauhid Rububiyyah • Tauhid Uluhiyyah • Kesucian Allah dari sekutu dan anak

۞ QS. 21:23 • Sifat Mukhalafah (berbeda dengan makhluk)

۞ QS. 21:24 Tauhid Uluhiyyah • Mendustai Allah • Pengakuan antara satu kitab dengan lainnya • Islam agama para nabi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 21:25 Tauhid Uluhiyyah • Islam agama para nabi

۞ QS. 21:26 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Mendustai Allah • Al Rahman (Maha Pengasih) • Sifat-sifat malaikat

۞ QS. 21:27 • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 21:28 • Memperoleh syafaat dengan izin Allah • Keluasan ilmu Allah • Sifat-sifat malaikat • Syafaat para nabi dan malaikat

۞ QS. 21:29 Tauhid Uluhiyyah • Nama-nama neraka • Azab orang kafir • Siksa orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 21:30 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 21:31 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 21:32 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 21:33 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 21:34 • Kematian pasti terjadi pada setiap makhluk hidup

۞ QS. 21:35 • Kematian pasti terjadi pada setiap makhluk hidup • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 21:36 Al Rahman (Maha Pengasih) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 21:37 • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Maksiat dan dosa

۞ QS. 21:38 • Mengingkari hari kebangkitan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 21:39 • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 21:40 • Hari kiamat datang tiba-tiba • Azab orang kafir

۞ QS. 21:41 • Azab orang kafir

۞ QS. 21:42 Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahman (Maha Pengasih) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah •

۞ QS. 21:43 • Mendustai Allah • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 21:44 • Kekuasaan Allah • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 21:46 Ar Rabb (Tuhan) • Azab orang kafir

۞ QS. 21:47 • Keluasan ilmu Allah • Kekuasaan Allah • Lembaran catatan amal perbuatan • Keadilan Allah dalam menghakimi • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 21:48 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 21:49 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 21:50 • Sikap manusia terhadap kitab samawi

۞ QS. 21:53 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 21:55 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 21:56 Tauhid Rububiyyah • Ar Rabb (Tuhan) • Islam agama para nabi

۞ QS. 21:58 • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 21:59 • Kebodohan orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 21:62 • Kebodohan orang kafir

۞ QS. 21:63 • Kebodohan orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 21:64 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 21:65 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kebodohan orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 21:66 • Hanya Allah yang mendatangkan manfaat dan marabahaya • Keputusan di tangan Allah • Keputusan di tangan Allah • Keputusan di tangan Allah • Islam agama para nabi

۞ QS. 21:67 • Islam agama para nabi

۞ QS. 21:68 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 21:69 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

۞ QS. 21:70 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Azab orang kafir

۞ QS. 21:71 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

۞ QS. 21:73 • Islam agama para nabi

۞ QS. 21:74 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

۞ QS. 21:76 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

۞ QS. 21:77 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Azab orang kafir

۞ QS. 21:81 • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 21:82 Jin ditundukkan untuk taat kepada nabi Sulaiman as.

۞ QS. 21:83 Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahim (Maha Penyayang)

۞ QS. 21:84 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

۞ QS. 21:88 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Keutamaan iman

۞ QS. 21:89 Ar Rabb (Tuhan) • Al Warits (Yang mewariskan alam)

۞ QS. 21:90 • Bersegera dalam melakukan kebaikan

۞ QS. 21:92 Ar Rabb (Tuhan) • Islam agama para nabi

۞ QS. 21:93 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 21:94 • Keadilan Allah dalam menghakimi • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh • Menghitung amal kebaikan •

۞ QS. 21:95 • Azab orang kafir

۞ QS. 21:96 • Munculnya Ya’juj dan Ma’juj sebelum kiamat

۞ QS. 21:97 • Allah menepati janji • Kiamat telah dekat • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan

۞ QS. 21:98 • Nama-nama neraka • Azab orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 21:99 • Keabadian neraka • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 21:100 • Sifat neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka

۞ QS. 21:101 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Nama-nama surga • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh

۞ QS. 21:102 • Keabadian surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan

۞ QS. 21:103 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Allah menepati janji • Tugas-tugas malaikat • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Keutamaan iman

۞ QS. 21:104 • Allah menepati janji • Kekuasaan Allah • Kedahsyatan hari kiamat • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan •

۞ QS. 21:105 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Pengakuan antara satu kitab dengan lainnya • Kekuatan umat Islam di dunia

۞ QS. 21:106 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 21:108 Tauhid Uluhiyyah • Al Wahid (Maha Esa) • Islam agama para nabi

۞ QS. 21:109 • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 21:110 • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 21:111 • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 21:112 • Minta tolong kepada Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahman (Maha Pengasih)

Ayat Pilihan

Tuhanmu lebih mengetahui apa yang ada dalam hatimu,
jika kamu orang-orang yang baik,
maka sesungguhnya Dia Maha Pengampun bagi orang-orang yang bertaubat.
QS. Al-Isra’ [17]: 25

Kalau Kami turunkan malaikat kepada mereka, dan orang yang telah mati berbicara dengan mereka & Kami kumpulkan segala sesuatu ke hadapan mereka,
niscaya mereka tak akan beriman, kecuali jika Allah kehendaki,
tapi banyak mereka tak tahu
QS. Al-An’am [6]: 111

Ya Tuhanku,
jadikanlah aku & anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan salat,
ya Tuhan kami,
perkenankanlah doaku.
QS. Ibrahim [14]: 40

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik,
dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu,
bagi siapa yang dikehendaki-Nya.
Siapa yang mempersekutukan Allah,
maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.
QS. An-Nisa’ [4]: 48

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Sumber hukum tertinggi dalam Islam adalah ..

Correct! Wrong!

Alquran adalah keterangan yang jelas untuk semua manusia, dan menjadi petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. Penjelasan tersebut terdapat dalam surah ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
u06c1u0670u0630u064eu0627 u0628u064eu06ccu064eu0627u0646u064c u0644u0651u0650u0644u0646u0651u064eu0627u0633u0650 u0648u064e u06c1u064fu062fu064bu06cc u0648u0651u064e u0645u064eu0648u06e1u0639u0650u0638u064eu06c3u064c u0644u0651u0650u0644u06e1u0645u064fu062au0651u064eu0642u0650u06ccu06e1u0646u064e

Inilah (Alquran) suatu keterangan yang jelas untuk semua manusia, dan menjadi petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.
--QS. 3:138

Hukum yang berkaitan dengan perilaku moral manusia dalam kehidupan disebut hukum ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Hukum Khuluqiyah ini adalah hukum yang berkenaan dengan akhlak juga budi pekerti manusia. Hukum ini mencakup semua sifat-sifat terpuji yang wajib ada dalam diri manusia sebagai hamba Allah Subhanahu Wa Ta`ala terkait hakikat dirinya sebagai makhluk sosial.

Adapun cakupan hukuk khuluqiyah ini seperti moral, adab dan sopan santun, budi pekerti dan perilaku-perilaku yang jauh dari unsur tercela lainnya.

Hukum Khuluqiyah ini adalah salah satu jenis hukum dalam Alquran, adapun jenis hukum lainnya adalah Itiqodiyah dan Amaliyah.

+

Array

Hukum yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan secara lahiriah, manusia dengan sesama manusia dan orang-orang dengan lingkungannya disebut hukum ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Hukum Amaliah, yakni hukum yang mengatur secara lahiriah hubungan manusia dengan Allah Subhanahu Wa Ta`ala, antara sesama manusia, serta manusia dengan lingkungannya. Ilmu yang mempelajarinya disebut ilmu fiqih.

Hadits adalah Mubayyin untuk Alquran. Arti dari Mubayyin adalah ..

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Arti mubayyin itu menjelaskan, mencerahkan, menerangkan, menjernihkan.

Pendidikan Agama Islam #7
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #7 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #7 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #6

Sifat dasar hukum Alquran adalah keseimbangan dalam hal aspek material dan psikologis, yang disebut sebagai … Alquran dimulai dengan surah Al Fatihah (pembukaan) dan berakhir dengan surah … Alquran adalah panduan dan pedoman manusia bagi mereka yang beriman. Ini dikonfirmasikan oleh Allah dalam surah … Alquran bertindak sebagai Hudan, yang artinya adalah … Dalam Surah Al-Baqarah ayat 2, Allah berfirman bahwa Alquran adalah pedoman untuk orang …

Pendidikan Agama Islam #27

Surah yang terpendek dalam Alquran adalah … Surah yang tidak diawali basmalah adalah … Surah yang pertama kali turun secara lengkap adalah … Proses turunnya wahyu berlangsung selama … tahun.Basmalah tertulis atau disebutkan sebanyak dua kali pada surah …

Pendidikan Agama Islam #7

Alquran adalah keterangan yang jelas untuk semua manusia, dan menjadi petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. Penjelasan tersebut terdapat dalam surah … Hukum yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan secara lahiriah, manusia dengan sesama manusia dan orang-orang dengan lingkungannya disebut hukum … Hukum yang berkaitan dengan perilaku moral manusia dalam kehidupan disebut hukum … Sumber hukum tertinggi dalam Islam adalah ..Hadits adalah Mubayyin untuk Alquran. Arti dari Mubayyin adalah ..

Kamus Istilah Islam

Usamah bin Zaid

Siapa itu Usamah bin Zaid? Usamah bin Zaid bin Haritsah adalah sahabat Nabi Muhammad. Usamah adalah anak dari Zaid bin Haritsah dengan Ummu Ayman yang sangat dikenal, karena ia ditunjuk sebagai seora...

al-khamsah

Apa itu al-khamsah? al-khamsah lima; yaitu empat pengarang kitab kumpulan hadis : Abu Dawud, An-Nasa’i, At-Tirmidzi, Ibnu Majah; dan Imam Ahmad, salah satu pengarang kitab kumpulan sanad . R...

Abu Lahab

Siapa itu Abu Lahab? Abu Lahab bin ‘Abdul Muttalib adalah paman Nabi Muhammad yang terkenal akan kebenciannya terhadap ajaran Islam. Namanya disebut dalam Al-Qur’an Surah Al-Lahab yang m...