Al Anbiyaa (Nabi-Nabi) – surah 21 ayat 29 [QS. 21:29]

وَ مَنۡ یَّقُلۡ مِنۡہُمۡ اِنِّیۡۤ اِلٰہٌ مِّنۡ دُوۡنِہٖ فَذٰلِکَ نَجۡزِیۡہِ جَہَنَّمَ ؕ کَذٰلِکَ نَجۡزِی الظّٰلِمِیۡنَ
Waman yaqul minhum innii ilahun min duunihi fadzalika najziihi jahannama kadzalika najziizh-zhaalimiin(a);

Dan barangsiapa di antara mereka, mengatakan:
“Sesungguhnya Aku adalah tuhan selain daripada Allah”,
maka orang itu Kami beri balasan dengan Jahannam, demikian Kami memberikan pembalasan kepada orang-orang zalim.
―QS. 21:29
Topik ▪ Neraka ▪ Nama-nama neraka ▪ Segala sesuatu milik Allah
21:29, 21 29, 21-29, Al Anbiyaa 29, AlAnbiyaa 29, Al-Anbya 29, Al Anbiya 29, Alanbiya 29, Al-Anbiya’ 29

Tafsir surah Al Anbiyaa (21) ayat 29

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Anbiyaa (21) : 29. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah menjelaskan ketentuan-Nya yang berlaku terhadap para malaikat dan siap saja di antara makhluk-Nya yang mengaku dirinya sebagai Tuhan selain Allah.
Ketentuannya ialah bahwa siapa saja di antara mereka itu berkata: “Aku adalah tuhan selain Allah”,
maka dia akan diberi balasan siksa dengan api neraka Jahanam, karena pengakuan semacam itu adalah kemusyrikan yang sangat besar, karena selain mempersekutukan Allah, juga menyamakan derajat dirinya dengan Allah subhanahu wa ta’ala

Pada akhir ayat ini diterangkan bahwa demikianlah caranya Allah membalasi perbuatan orang-orang yang zalim.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Apabila di antara malaikat ada yang berkata, “Aku adalah tuhan selain Allah yang harus disembah,” pasti akan Kami balas dengan neraka Jahanam.
Balasan seperti ini juga Kami berikan kepada mereka yang melampaui batas-batas kebenaran dan menzalimi dirinya sendiri, dengan mengaku tuhan atau mengakui adanya tuhan lain selain Kami.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan barang siapa di antara mereka mengatakan, “Sesungguhnya aku adalah tuhan selain daripada-Nya”) selain daripada Allah subhanahu wa ta’ala, dia adalah iblis yang menganjurkan manusia untuk menyembah dan taat kepada perintahnya (maka orang itu Kami beri balasan dengan Jahanam, demikianlah) sebagaimana Kami memberikan balasan kepada iblis (Kami memberikan pembalasan kepada orang-orang yang zalim) yakni orang-orang yang musyrik.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Barangsiapa di antara malaikat yang mengklaim bahwa ia adalah sembahan di samping Allah (ini hanya pengandaian) maka balasannya adalah Jahanam.
Seperti balasan itulah Kami memberi balasan kepada setiap orang yang zhalim lagi musyrik.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan barang siapa di antara mereka mengatakan, “Sesungguhnya aku adalah tuhan selain dari Allah.”

Yakni seseorang dari mereka yang mengakui dirinya sebagai tuhan di samping Allah.

…maka orang itu Kami beri balasan dengan Jahanam, demikian Kami memberikan pembalasan kepada orang-orang zalim.

Yaitu setiap orang yang mengatakan demikian.
Makna ayat ini mengandung arti syarat, dan syarat itu bukan berarti pasti terjadi, sama halnya dengan pengertian yang terdapat di dalam firman-Nya:

Katakanlah, jika benar Tuhan Yang Maha Pemurah mempunyai anak, maka akulah (Muhammad) orang yang mula-mula menyembah (anak itu).
(Az Zukhruf:81)

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amal­mu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.
(Az Zumar:65)


Informasi Surah Al Anbiyaa (الأنبياء)
Surat Al Anbiyaa’ yang terdiri atas 112 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai surat ini dengan “Al Anbiyaa” (nabi-nabi), karena surat ini mengutarakan kisah beberapa orang nabi.
Permulaan surat Al Anbiyaa’ menegaskan bahwa manusia lalai dalam meng­hadapi hari berhisab, kemudian berhubung adanya pengingkaran kaum musyrik Mekah terhadap wahyu yang dibawa oleh Nabi Muhammad ﷺ maka ditegaskan Allah, kendatipun nabi-nabi itu manusia biasa, akan tetapi masing-masing mereka adalah manusia yang membawa wahyu yang pokok ajarannya adalah tauhid, dan keharusan manusia menyembah Allah Tuhan Pencip­ tanya.
Orang yang tidak mau mengakui kekuasaan Allah dan mengingkari ajaran yang dibawa oleh nabi-nabi itu, akan diazab Allah di dunia dan di akhirat nanti.

Kemudian dikemukakan kisah beberapa orang nabi dengan umatnya.
Akhirnya surat itu ditutup dengan seruan agar kaum musyrik Mekah percaya kepada ajaran yang dibawa Muhammad ﷺ supaya tidak mengalami apa yang telah dialami oleh umat-umat yang dahulu.
Selain yang tersebut di atas pokok-pokok isi surat ini ialah:

Keimanan:

Para nabi dan para rasul itu selamanya diangkat Allah dari jenis manusia
langit dan bumi akan binasa kalau ada tuhan selain Allah
semua rasul membawa ajaran tauhid dan keharusan manusia menyembah Allah
tiap-tiap yang bernyawa akan merasakan mati
cobaan Allah kepada manusia ada yang berupa kebaikan dan ada yang berupa keburukan
hari kiamat datangnya dengan tiba-tiba.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kisah Ibrahim a.s. (ajakan Ibrahim a.s. kepada bapaknya untuk menyembah Allah
bantahan Ibrahim terhadap kaurnnya yang menyembah berhala-berhala
bantah­an Ibrahim a.s. terhadap Namrudz yang bersimaharajalela dan menganggap diri­nya Tuhan)
kisah Nuh a.s., kisah Daud a.s. dan Sulairnan a.s.
kisah Ayyub a.s.
kisah Yunus a.s.
kisah Zakaria a.s.

Lain-lain:

Karunia Al Qur’an
tuntutan kaum musyrikin kepada Nabi Muhammad ﷺ untuk mendatangkan mu’jizat yang lain dari Al Qur’an
kehancuran suatu umat adalah karena kezalimannya
Allah menciptakan langit dan bumi beserta hikmat­nya
soal jawab antara berhala dan penyembahnya dalam neraka
tirnbulnya Ya’juj dan Ma’uj sebagai tanda-tanda kedatangan hari kiamat
bumi akan diwariskan kepada hamba Allah yang dapat memakmurkannya
kejadian alam semesta
sesuatu yang hidup itu berasal dari air.

Audio

Qari Internasional

Al Anbiyaa (21) ayat 29 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Al Anbiyaa (21) ayat 29 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Al Anbiyaa (21) ayat 29 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al Anbiyaa - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full 112 Ayat & Terjemahan


Gambar



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Baqarah

Surah Al-Anbiya' (Arab: الأنبياء , al-Anbiyā' , "Nabi-Nabi") adalah surah ke-21 dalam Al-Qur'an.
Surah yang terdiri atas 112 ayat ini termasuk golongan surah Makkiyah.
Nama al-anbiya (bahasa arab:nabi-nabi) digunakan karena surat ini mengutarakan kisah beberapa orang nabi.
Permulaan surah Al-Anbiya menegaskan bahwa manusia lalai dalam menghadapi hari berhisab, kemudian berhubung adanya pengingkaran kaum musyrik Mekkah terhadap wahyu yang dibawa Nabi Muhammad ﷺ.
maka ditegaskan Allah, kendatipun nabi-nabi itu manusia biasa, akan tetapi masing-masing mereka adalah manusia yang membawa wahyu yang pokok ajarannya adalah tauhid, dan keharusan manusia menyembah Allah Tuhan Penciptanya.
Orang yang tidak mau mengakui kekuasaan Allah dan mengingkari ajaran yang dibawa oleh nabi-nabi itu, akan diazab Allah didunia dan di akhirat nanti.
Kemudian dikemukakan kisah beberapa orang nabi dengan umatnya.
Akhirnya surah itu ditutup dengan seruan agar kaum musyrik Mekah percaya kepada ajaran yang dibawa Muhammad ﷺ supaya tidak mengalami apa yang telah dialami oleh umat-umat yang dahulu.

Nomor Surah21
Nama SurahAl Anbiyaa
Arabالأنبياء
ArtiNabi-Nabi
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu73
JuzJuz 17
Jumlah ruku'3 ruku'
Jumlah ayat112
Jumlah kata1177
Jumlah huruf5039
Surah sebelumnyaSurah Ta Ha
Surah selanjutnyaSurah Al-Hajj
4.7
Ratingmu: 4.9 (13 orang)
Sending

✅ URL singkat halaman ini: https://risalahmuslim.id/21-29







Pembahasan ▪ kandungan surat al anbiya ayat 29 ▪ kultum surat 21 ayat 29 ▪ pesan tauhid surat al anbiya

Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta