Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Anbiyaa (Nabi-Nabi) – surah 21 ayat 2 [QS. 21:2]

مَا یَاۡتِیۡہِمۡ مِّنۡ ذِکۡرٍ مِّنۡ رَّبِّہِمۡ مُّحۡدَثٍ اِلَّا اسۡتَمَعُوۡہُ وَ ہُمۡ یَلۡعَبُوۡنَ ۙ
Maa ya’tiihim min dzikrin min rabbihim muhdatsin ilaaastama’uuhu wahum yal’abuun(a);
Setiap diturunkan kepada mereka ayat-ayat yang baru dari Tuhan, mereka mendengarkannya sambil bermain-main.
―QS. Al Anbiyaa [21]: 2

No mention comes to them anew from their Lord except that they listen to it while they are at play
― Chapter 21. Surah Al Anbiyaa [verse 2]

مَا tidak

Not
يَأْتِيهِم datang kepada mereka

comes to them
مِّن dari

of
ذِكْرٍ peringatan/ayat

a Reminder
مِّن dari

from
رَّبِّهِم Tuhan mereka

their Lord,
مُّحْدَثٍ yang baru

anew
إِلَّا melainkan

except
ٱسْتَمَعُوهُ mereka mendengarkannya

they listen to it
وَهُمْ dan/sedang mereka

while they
يَلْعَبُونَ mereka mempermain-mainkan

(are at) play

Tafsir

Alquran

Surah Al Anbiyaa
21:2

Tafsir QS. Al Anbiyaa (21) : 2. Oleh Kementrian Agama RI


Dalam ayat ini Allah menunjukkan bukti-bukti kelalaian dan sikap masa bodoh kaum musyrikin, seperti ketika mereka mendengar ayat-ayat yang diturunkan Allah, yang disampaikan kepada mereka oleh Rasulullah ﷺ, mereka tidak menggubrisnya, bahkan mereka memperolok-olokkannya.
Dengan demikian, ayat ini merupakan peringatan tidak hanya bagi kaum kafir tetapi juga merupakan peringatan keras bagi siapa saja yang tidak mau mengambil pelajaran dari ayat-ayat yang disampaikan kepada mereka.

Pelajaran, peringatan dan ancaman yang terkandung dalam ayat-ayat tersebut tidak menyentuh hati nurani mereka.
Mereka hanya sekedar mendengar, akan tetapi tidak memperhatikannya atau merenungkannya.

Tafsir QS. Al Anbiyaa (21) : 2. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Ketika Alquran yang baru diturunkan dari Tuhan mereka itu datang untuk memberi peringatan tentang apa yang bermanfaat bagi mereka, mereka mendengarnya sambil menyibukkan diri dengan hal-hal yang tidak bermanfaat:
bermain seperti kanak-kanak.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Tidak ada sedikitpun yang diturunkan dari Alquran yang dibacakan kepada mereka, untuk memperbaharui peringatan terhadap mereka, melainkan mereka mendengarnya dengan bermain-main dan melecehkan.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Tidak datang kepada mereka suatu ayat Alquran pun yang baru diturunkan dari Rabb mereka) secara berangsur-angsur, yakni lafal Alquran


(melainkan mereka mendengarnya, sedang mereka bermain-main) mereka memperolok-oloknya.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Tidak datang kepada mereka suatu ayat Alquran pun yang baru (diturunkan) dari Tuhan mereka.

Yakni ayat Tuhan yang baru diturunkan.

…melainkan mereka mendengarnya, sedangkan mereka bermain-main.

Seperti yang dikatakan oleh Ibnu Abbas,
"Mengapa kalian menanyakan kepada Ahli Kitab tentang kitab yang dipegang oleh mereka, padahal mereka telah membakarnya dan menggantikannya serta melakukan penambahan dan pengurangan padanya?
Inilah kitab kalian, Kitabullah yang baru diturunkan, kalian membacanya masih dalam keadaan hangat dan murni isinya, tidak ada campurannya."

Imam Bukhari telah meriwayatkan hal yang semisal.

Unsur Pokok Surah Al Anbiyaa (الأنبياء)

Surat Al Anbiyaa’ yang terdiri atas 112 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai surat ini dengan "Al Anbiyaa" (nabi-nabi), karena surat ini mengutarakan kisah beberapa orang nabi.
Permulaan surat Al Anbiyaa’ menegaskan bahwa manusia lalai dalam menghadapi hari berhisab, kemudian berhubung adanya pengingkaran kaum musyrik Mekah terhadap wahyu yang dibawa oleh Nabi Muhammad ﷺ maka ditegaskan Allah, kendatipun nabi-nabi itu manusia biasa, akan tetapi masing-masing mereka adalah manusia yang membawa wahyu yang pokok ajarannya adalah tauhid, dan keharusan manusia menyembah Allah Tuhan sang Pencipta.

Orang yang tidak mau mengakui kekuasaan Allah dan mengingkari ajaran yang dibawa oleh nabi-nabi itu, akan diazab Allah di dunia dan di akhirat nanti.

Kemudian dikemukakan kisah beberapa orang nabi dengan umatnya.
Akhirnya surat itu ditutup dengan seruan agar kaum musyrik Mekah percaya kepada ajaran yang dibawa Muhammad ﷺ supaya tidak mengalami apa yang telah dialami oleh umat-umat yang dahulu.
Selain yang tersebut di atas pokok-pokok isi surat ini ialah:

Keimanan:

▪ Para nabi dan para rasul itu selamanya diangkat Allah dari jenis manusia.
▪ Langit dan bumi akan binasa kalau ada tuhan selain Allah.
▪ Semua rasul membawa ajaran tauhid dan keharusan manusia menyembah Allah.
▪ Tiap-tiap yang bernyawa akan merasakan mati.
▪ Cobaan Allah kepada manusia ada yang berupa kebaikan dan ada yang berupa keburukan.
▪ Hari kiamat datangnya dengan tiba-tiba.

Kisah:

▪ Kisah Ibrahim `alaihis salam (ajakan Ibrahim `alaihis salam kepada bapaknya untuk menyembah Allah.
▪ Bantahan Ibrahim terhadap kaurnnya yang menyembah berhalaberhala.
▪ Bantahan Ibrahim `alaihis salam terhadap Namrudz yang bersimaharajalela dan menganggap dirinya Tuhan).
▪ Kisah Nuh `alaihis salam, kisah Daud `alaihis salam dan Sulairnan `alaihis salam.
▪ Kisah Ayyub `alaihis salam.
▪ Kisah Yunus `alaihis salam.
▪ Kisah Zakaria `alaihis salam.

Lain-lain:

▪ Karunia Alquran.
▪ Tuntutan kaum musyrikin kepada Nabi Muhammad ﷺ untuk mendatangkan mukjizat yang lain dari Alquran.
▪ Kehancuran suatu umat adalah karena kezalimannya.
▪ Allah menciptakan langit dan bumi beserta hikmatnya.
▪ Soal jawab antara berhala dan penyembahnya dalam neraka.
▪ Timbulnya Ya’juj dan Ma’juj sebagai tanda-tanda kedatangan hari kiamat.
▪ Bumi akan diwariskan kepada hamba Allah yang dapat memakmurkannya.
▪ Kejadian alam semesta.
▪ Sesuatu yang hidup itu berasal dari air.

Audio

QS. Al-Anbiyaa (21) : 1-112 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 112 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Anbiyaa (21) : 1-112 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 112

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Anbiyaa ayat 2 - Gambar 1 Surah Al Anbiyaa ayat 2 - Gambar 2
Statistik QS. 21:2
  • Rating RisalahMuslim
4.4

Ayat ini terdapat dalam surah Al Anbiyaa.

Surah Al-Anbiya’ (Arab: الأنبياء , al-Anbiyā’ , “Nabi-Nabi”) adalah surah ke-21 dalam Alquran.
Surah yang terdiri atas 112 ayat ini termasuk golongan surah Makkiyah.
Nama al-anbiya (bahasa arab:nabi-nabi) digunakan karena surat ini mengutarakan kisah beberapa orang nabi.
Permulaan surah Al-Anbiya menegaskan bahwa manusia lalai dalam menghadapi hari berhisab, kemudian berhubung adanya pengingkaran kaum musyrik Mekkah terhadap wahyu yang dibawa Nabi Muhammad ﷺ.
maka ditegaskan Allah, kendatipun nabi-nabi itu manusia biasa, akan tetapi masing-masing mereka adalah manusia yang membawa wahyu yang pokok ajarannya adalah tauhid, dan keharusan manusia menyembah Allah Tuhan Penciptanya.
Orang yang tidak mau mengakui kekuasaan Allah dan mengingkari ajaran yang dibawa oleh nabi-nabi itu, akan diazab Allah didunia dan di akhirat nanti.
Kemudian dikemukakan kisah beberapa orang nabi dengan umatnya.
Akhirnya surah itu ditutup dengan seruan agar kaum musyrik Mekah percaya kepada ajaran yang dibawa Muhammad ﷺ supaya tidak mengalami apa yang telah dialami oleh umat-umat yang dahulu.

Nomor Surah21
Nama SurahAl Anbiyaa
Arabالأنبياء
ArtiNabi-Nabi
Nama lain
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu73
JuzJuz 17
Jumlah ruku’3 ruku’
Jumlah ayat112
Jumlah kata1177
Jumlah huruf5039
Surah sebelumnyaSurah Ta Ha
Surah selanjutnyaSurah Al-Hajj
Sending
User Review
4.6 (14 votes)
Tags:

21:2, 21 2, 21-2, Surah Al Anbiyaa 2, Tafsir surat AlAnbiyaa 2, Quran Al-Anbya 2, Al Anbiya 2, Alanbiya 2, Al-Anbiya' 2, Surah Al Anbiya ayat 2

▪ qs 21:2 ▪ qs : 21:2 ▪ QS 21 : 2
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Al A’raaf (Tempat yang tertinggi) – surah 7 ayat 106 [QS. 7:106]

Mendengar ucapan Nabi Musa itu dan pernyataannya bahwa beliau membawa serta bukti kebenaran, maka dia, yakni Fir’aun menjawab, “Jika benar engkau datang dengan membawa sesuatu bukti pendukung dari Tuh … 7:106, 7 106, 7-106, Surah Al A’raaf 106, Tafsir surat AlAraaf 106, Quran Al Araf 106, Al-A’raf 106, Surah Al Araf ayat 106

QS. An Nisaa’ (Wanita) – surah 4 ayat 116 [QS. 4:116]

Syirik adalah perbuatan dosa yang paling besar. Karena itu, sesungguhnya Allah Yang Maha Esa tidak akan mengampuni dosa syirik yakni mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun tanpa bertobat sebelum i … 4:116, 4 116, 4-116, Surah An Nisaa’ 116, Tafsir surat AnNisaa 116, Quran AnNisa 116, An-Nisa’ 116, Surah An Nisa ayat 116

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Ada berapa syarat dalam menuntut ilmu?

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Enam Syarat Meraih Ilmu Menurut Sayyidina Ali bin Abi Thalib.
1. Cerdas.
2. inginan yang kuat.
3. Sabar.
4. Bekal
5. Petunjuk guru.
6. Waktu yang lama.

Setiap umat Islam wajib menuntut ilmu. Bagaimana hukum mempelajari Ilmu Agama?

Benar! Kurang tepat!

Kewajiban menuntut ilmu terdapat pada Alquran surah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
'Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.'
--QS. At Taubah [9] : 122

+

Siapa nama ayah Nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam?

Benar! Kurang tepat!

Siapa nama Nabi setelah Nabi Isa 'Alaihissalam?

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #28
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #28 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #28 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #9

Era ketidaktahuan juga disebut zaman … makiyah abu jahal madaniyah jahiliyah sanawiyah Benar! Kurang tepat! Berdasarkan bahasa, ijma artinya adalah

Pendidikan Agama Islam #19

Tempat berkumpulnya manusia di akhirat di sebut padang … rembulan ilalang mahsyar pasir savanna Benar! Kurang tepat! Berakhirnya seluruh kehidupan

Pendidikan Agama Islam #11

Berikut ini yang bukan merupakan substansi dakwah Rasulullah di Mekkah adalah … Mengubah kebiasaan bertaklid masyarakat Memperbaiki akhlak masyarakat Menyampaikan

Instagram