Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Anbiyaa (Nabi-Nabi) – surah 21 ayat 105 [QS. 21:105]

وَ لَقَدۡ کَتَبۡنَا فِی الزَّبُوۡرِ مِنۡۢ بَعۡدِ الذِّکۡرِ اَنَّ الۡاَرۡضَ یَرِثُہَا عِبَادِیَ الصّٰلِحُوۡنَ
Walaqad katabnaa fiizzabuuri min ba’didz-dzikri annal ardha yaritsuhaa ‘ibaadiyash-shaalihuun(a);
Dan sungguh, telah Kami tulis di dalam Zabur setelah (tertulis) di dalam Az-Zikr (Lauh Mahfuzh), bahwa bumi ini akan diwarisi oleh hamba-hamba-Ku yang saleh.
―QS. Al Anbiyaa [21]: 105

And We have already written in the book (of Psalms) after the (previous) mention that the land (of Paradise) is inherited by My righteous servants.
― Chapter 21. Surah Al Anbiyaa [verse 105]

وَلَقَدْ dan sesungguhnya

And verily,
كَتَبْنَا telah Kami tuliskan

We have written
فِى didalam

in
ٱلزَّبُورِ Zabur

the Scripture
مِنۢ dari

after *[meaning includes next or prev. word]
بَعْدِ sesudah

after *[meaning includes next or prev. word]
ٱلذِّكْرِ peringatan (Lauhul Mahfuz)

the mention,
أَنَّ bahwasanya

that
ٱلْأَرْضَ bumi

the earth –
يَرِثُهَا mewarisinya

will inherit it
عِبَادِىَ hamba-hamba-Ku

My slaves,
ٱلصَّٰلِحُونَ orang-orang yang saleh

the righteous.

Tafsir

Alquran

Surah Al Anbiyaa
21:105

Tafsir QS. Al Anbiyaa (21) : 105. Oleh Kementrian Agama RI


Ayat ini menerangkan bahwa Allah telah menurunkan kitab kepada para Rasul, seperti Taurat, Zabur, Injil dan Alquran.
Dalam kitabkitab itu diterangkan bahwa bumi ini adalah kepunyaan Allah, diwariskan kepada siapa yang dikehendaki-Nya.

Allah telah menetapkan juga dalam ayat ini, bahwa hamba-hamba yang mewarisi bumi itu ialah hamba-hamba yang sanggup mengolah bumi dan memakmurkannya, selama dia mengikuti petunjuk Allah.


Jika diperhatikan sejarah dunia dan sejarah umat manusia, maka orang-orang yang dijadikan Allah sebagai penguasa di bumi ini, ialah orang-orang yang sanggup mengatur dan memimpin masyarakat, mengolah bumi ini untuk kepentingan umat manusia, sanggup mempertahankan diri dari serangan luar dan dapat mengokohkan persatuan rakyat yang ada di negaranya.

Pemberian kekuasaan oleh Allah kepada orang-orang tersebut bukanlah berarti Allah telah meridai tindakan-tindakan mereka;
karena kehidupan duniawi lain halnya dengan kehidupan ukhrawi.
Ada orang yang bahagia hidup di akhirat saja, dan ada pula yang bahagia hidup di dunia saja.

Sedangkan yang dicita-citakan seorang muslim ialah bahagia hidup di dunia dan di akhirat.


Apabila orang muslim ingin hidup bahagia di dunia dan akhirat, mereka harus mengikuti Sunnatullah di atas, yaitu taat beribadah kepada Allah, sanggup memimpin umat manusia dengan baik, sanggup mengolah bumi ini untuk kepentingan umat manusia, menggalang persatuan dan kesatuan yang kuat di antara meraka sehingga tidak mudah dipecah belah oleh musuh.


Para mufasir berbeda pendapat dalam menafsirkan kata
"bumi"
dalam ayat ini, di antaranya:


a.
Sebagian ahli tafsir mengartikan
"bumi"
dalam ayat ini dengan
"surga".

Karena
"surga"
itu diwariskan Allah kepada hamba-hamba-Nya yang beriman dan beramal saleh.
Firman Allah:

وَقَالُوا الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ صَدَقَنَا وَعْدَهٗ وَاَوْرَثَنَا الْاَرْضَ نَتَبَوَّاُ مِنَ الْجَنَّةِ حَيْثُ نَشَاۤءُ فَنِعْمَ اَجْرُ الْعٰمِلِيْنَ

Dan mereka berkata,
"Segala puji bagi Allah yang telah memenuhi janji-Nya kepada kami dan telah memberikan tempat ini kepada kami sedang kami (diperkenankan) menempati surga di mana saja yang kami kehendaki.
"
Maka (surga itulah) sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang beramal.
(az-Zumar [39]: 74)


b.
Sebagian yang lain mengartikan kata
"bumi"
dengan bumi yang sekarang ditempati umat manusia.
Firman Allah:


وَعَدَ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِى الْاَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِيْنَهُمُ الَّذِى ارْتَضٰى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِّنْۢ بَعْدِ خَوْفِهِمْ اَمْنًا يَعْبُدُوْنَنِيْ لَا يُشْرِكُوْنَ بِيْ شَيْـًٔا وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذٰلِكَ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْفٰسِقُوْنَ

Allah telah menjanjikan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman dan yang mengerjakan kebajikan, bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka dengan agama yang telah Dia ridai.
Dan Dia benar-benar mengubah (keadaan) mereka, setelah berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa.
Mereka (tetap) menyembah-Ku dengan tidak menyekutukan-Ku dengan sesuatu pun.
Tetapi barang siapa (tetap) kafir setelah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.
(an-Nur [24]: 55)

اِنَّ الْاَرْضَ لِلّٰهِ يُوْرِثُهَا مَنْ يَّشَاۤءُ مِنْ عِبَادِهٖ وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِيْنَ

Sesungguhnya bumi (ini) milik Allah;
diwariskan-Nya kepada siapa saja yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya.
Dan kesudahan (yang baik) adalah bagi orang-orang yang bertakwa.
(al-A’raf [7]: 128)


c.
Sebagian mufasir lain mengartikan
"bumi"
dengan tanah suci yang diwarisi oleh orang yang saleh, firman Allah:

وَاَوْرَثْنَا الْقَوْمَ الَّذِيْنَ كَانُوْا يُسْتَضْعَفُوْنَ مَشَارِقَ الْاَرْضِ وَمَغَارِبَهَا الَّتِيْ بٰرَكْنَا فِيْهَا

Dan Kami wariskan kepada kaum yang tertindas itu, bumi bagian timur dan bagian baratnya yang telah Kami berkahi. (al-A’raf [7]: 137)

Tafsir QS. Al Anbiyaa (21) : 105. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Kami sungguh telah menuliskan dalam kitab Zabur, kitab suci Dawud, bahwa bumi ini akan diwarisi oleh hamba-hamba-Ku yang pantas untuk membangun dan menyediakan keperluan hidup yang layak di dalamnya.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Sesungguhnya Kami telah menuliskan dalam kitabkitab yang diturunkan, sesudah dituliskan dalam al-Lauh al-Mahfuzh, bahwa bumi ini akan diwarisi oleh hamba-hamba Allah yang shalih yang melaksanakan apa yang diperintahkan kepada mereka, dan menjauhi apa yang mereka dilarang darinya, yaitu umat Muhammad

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan sungguh telah Kami tulis di dalam Zabur) yakni kitab Zabur yang telah diturunkan oleh Allah


(sesudah adanya peringatan) yang dimaksud adalah Ummul Kitab atau Alquran yang telah ada di sisi Allah, yakni di Lohmahfuz


(bahwasanya bumi ini) yakni bumi surga


(diwariskan kepada hamba-hamba-Ku yang saleh) yakni siapa saja di antara hamba-hamba-Ku yang saleh.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, memberitahukan tentang apa yang telah dipastikan­Nya dan apa yang telah ditetapkan-Nya buat hamba-hamba-Nya yang saleh, yaitu kebahagiaan di dunia dan akhirat, di dunia dipusakakan-Nya bumi ini kepada mereka, selain kebahagiaan di akhirat nanti yang menjadi milik mereka.
Ayat ini semakna dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

sesungguhnya bumi (ini) kepunyaan Allah;
dipusakakan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya.
Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa.
(QS. Al-A’raf [7]: 128)

Sesungguhnya Kami menolong rasulrasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (hari kiamat).
(QS. Al-Mu’min [40]: 51)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalamal yang saleh, bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridai-Nya.
(QS. An-Nuur [24]: 55)

Selanjutnya Allah menyebutkan bahwa hal ini telah tertulis di dalam kitabkitab syariat, juga takdir;
hal ini pasti akan terjadi.
Untuk itu Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Dan sungguh telah Kami tulis di dalam Zabur sesudah (Kami tulis dalam) Lauhul Mahfuz.
(QS. Al-Anbiyaa [21]: 105)

Al-A’masy pernah bertanya kepada Sa’id ibnu Jubair tentang makna firman Allah subhanahu wa ta’ala:
Dan sungguh telah Kami tulis di dalam Zabur sesudah (Kami tulis dalam) Lauhul Mahfuz.
(QS. Al-Anbiyaa [21]: 105)
Bahwa yang dimaksud dengan az-zikr ialah kitab Taurat, Injil, dan Alquran.
Mujahid mengatakan bahwa Zabur adalah nama kitab.

Ibnu Abbas, Asy-Sya’bi, Al-Hasan, Qatadah, dan lain-lainnya yang bukan hanya seorang telah mengatakan bahwa Zabur adalah kitab yang diturunkan kepada Nabi Daud, sedangkan az-zikr artinya kitab Taurat.


Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa az-zikr artinya Alquran.


Sa’id ibnu Jubair mengatakan bahwa az-zikr ialah kitab yang ada di langit.

Mujahid mengatakan bahwa Zabur artinya semua kitab sesudah az-zikr.
az-zikr ialah kitab yang ada di sisi Allah (Lauhul Mahfuz).
Pendapat inilah yang dipilih oleh Ibnu Jarir.
Hal yang sama telah dikatakan oleh Zaid ibnu Aslam, bahwa az-zikr adalah kitab pertama.

As-Sauri mengatakan bahwa az-zikr artinya Lauhul Mahfuz.


Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam mengatakan bahwa Zabur adalah kitabkitab yang diturunkan kepada nabi-nabi, sedangkan az-zikr ialah Ummul Kitab yang telah tercatat di dalamnya segala sesuatu sebelum itu.

Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa Allah subhanahu wa ta’ala telah menyebutkan di dalam kitab Taurat dan kitab Zabur serta pengetahuan-Nya yang terdahulu sebelum ada langit dan bumi, bahwa Dia akan mempusakakan bumi ini kepada umat Muhammad ﷺ dan Dia akan memasukkan mereka yang saleh ke dalam surga-Nya.

Mujahid telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firman-Nya:
bahwasanya bumi ini dipusakai hamba-hamba-Ku yang saleh.
(QS. Al-Anbiyaa [21]: 105 ) Bahwa yang dimaksud dengan bumi ialah bumi surga.


Hal yang sama telah dikatakan oleh Abul Aliyah, Mujahid, Sa’id ibnu Jubair, Asy-Sya’bi, Qatadah, As-Saddi, Abu Saleh, Ar-Rabi’ ibnu Anas, dan As-Sauri.
Abu Darda mengatakan,
"Kitalah yang dimaksud dengan orang-orang saleh itu."
Sedangkan menurut As-Saddi, mereka adalah orang-orang mukmin.

Kata Pilihan Dalam Surah Al Anbiyaa (21) Ayat 105

ZABUUR
زَبُور

Zabuur dari segi bahasa berarti tulisan atau kitab yang ditulis dengan baik.
Umumnya disandarkan pada kitab nabi Daud.

Asy Syaukani berkata,
"Asal maknanya at tauthiq yaitu pengukuhan, perjanjian dan kepercayaan, sebuah kitab yang di namakan zabur karena kuatnya pegangan padanya.

Al Kafawi berkata,
setiap kitab yang tebal tulisannya dikatakan az zabur.

Disebut tiga kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
An Nisaa (7), ayat 163;
Al Israa (17), ayat 55;
-Al Anbiyaa (21), ayat 105.
Dalam Tafsir Al Manaar, makna az zabuur adalah mazbuur.

Hamzah dan Khalf membacanya dengan zubuur berdasarkan wazannya seperti ‘araq (keringat) jamaknya ‘uruq atau kitab (buku) dan maktub (tulisan atau yang ditulis).
Zabuur adalah kitab khas yang diberikan kepada Nabi Daud dan juga ahli kitab.

Menurut Cyril Glasse, zabuur ialah nama Arab kitab Mazmun kepunyaan nabi Daud.
Kata ini berasal dari bahasa Hebrew, zamir (nyanyian) dan mizmor (melodi).
Kedua-duanya digunakan untuk menunjukkan pada mazmur kepunyaan nabi Daud.

Zabuur digambarkan di dalam Al Qur’an sebagai wahyu yang diberikan oleh Allah kepada nabi Daud.

Allah berfirman:

وَءَاتَيْنَا دَاوُۥدَ زَبُورًا

yang bermaksud, "Dan kepada Daud kami menganugerahkan zabuur"

Hal ini berarti zabuur diakui oleh Islam sebagai kitab suci yang diwahyukan bersama dengan Taurat dan Injil." Kata "menganugerahkan" dan bukan "mewahyukan" seperti kepada nabi yang disebut sebelum beliau membawa isyarat kitab suci itu adalah diwahyukan kepada beliau dalam bentuk kitab.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal: 257

Unsur Pokok Surah Al Anbiyaa (الأنبياء)

Surat Al Anbiyaa’ yang terdiri atas 112 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai surat ini dengan "Al Anbiyaa" (nabi-nabi), karena surat ini mengutarakan kisah beberapa orang nabi.
Permulaan surat Al Anbiyaa’ menegaskan bahwa manusia lalai dalam menghadapi hari berhisab, kemudian berhubung adanya pengingkaran kaum musyrik Mekah terhadap wahyu yang dibawa oleh Nabi Muhammad ﷺ maka ditegaskan Allah, kendatipun nabi-nabi itu manusia biasa, akan tetapi masing-masing mereka adalah manusia yang membawa wahyu yang pokok ajarannya adalah tauhid, dan keharusan manusia menyembah Allah Tuhan sang Pencipta.

Orang yang tidak mau mengakui kekuasaan Allah dan mengingkari ajaran yang dibawa oleh nabi-nabi itu, akan diazab Allah di dunia dan di akhirat nanti.

Kemudian dikemukakan kisah beberapa orang nabi dengan umatnya.
Akhirnya surat itu ditutup dengan seruan agar kaum musyrik Mekah percaya kepada ajaran yang dibawa Muhammad ﷺ supaya tidak mengalami apa yang telah dialami oleh umat-umat yang dahulu.
Selain yang tersebut di atas pokok-pokok isi surat ini ialah:

Keimanan:

▪ Para nabi dan para rasul itu selamanya diangkat Allah dari jenis manusia.
▪ Langit dan bumi akan binasa kalau ada tuhan selain Allah.
▪ Semua rasul membawa ajaran tauhid dan keharusan manusia menyembah Allah.
▪ Tiap-tiap yang bernyawa akan merasakan mati.
▪ Cobaan Allah kepada manusia ada yang berupa kebaikan dan ada yang berupa keburukan.
▪ Hari kiamat datangnya dengan tiba-tiba.

Kisah:

▪ Kisah Ibrahim `alaihis salam (ajakan Ibrahim `alaihis salam kepada bapaknya untuk menyembah Allah.
▪ Bantahan Ibrahim terhadap kaurnnya yang menyembah berhalaberhala.
▪ Bantahan Ibrahim `alaihis salam terhadap Namrudz yang bersimaharajalela dan menganggap dirinya Tuhan).
▪ Kisah Nuh `alaihis salam, kisah Daud `alaihis salam dan Sulairnan `alaihis salam.
▪ Kisah Ayyub `alaihis salam.
▪ Kisah Yunus `alaihis salam.
▪ Kisah Zakaria `alaihis salam.

Lain-lain:

▪ Karunia Alquran.
▪ Tuntutan kaum musyrikin kepada Nabi Muhammad ﷺ untuk mendatangkan mukjizat yang lain dari Alquran.
▪ Kehancuran suatu umat adalah karena kezalimannya.
▪ Allah menciptakan langit dan bumi beserta hikmatnya.
▪ Soal jawab antara berhala dan penyembahnya dalam neraka.
▪ Timbulnya Ya’juj dan Ma’juj sebagai tanda-tanda kedatangan hari kiamat.
▪ Bumi akan diwariskan kepada hamba Allah yang dapat memakmurkannya.
▪ Kejadian alam semesta.
▪ Sesuatu yang hidup itu berasal dari air.

Audio

QS. Al-Anbiyaa (21) : 1-112 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 112 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Anbiyaa (21) : 1-112 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 112

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Anbiyaa ayat 105 - Gambar 1 Surah Al Anbiyaa ayat 105 - Gambar 2
Statistik QS. 21:105
  • Rating RisalahMuslim
4.5

Ayat ini terdapat dalam surah Al Anbiyaa.

Surah Al-Anbiya’ (Arab: الأنبياء , al-Anbiyā’ , “Nabi-Nabi”) adalah surah ke-21 dalam Alquran.
Surah yang terdiri atas 112 ayat ini termasuk golongan surah Makkiyah.
Nama al-anbiya (bahasa arab:nabi-nabi) digunakan karena surat ini mengutarakan kisah beberapa orang nabi.
Permulaan surah Al-Anbiya menegaskan bahwa manusia lalai dalam menghadapi hari berhisab, kemudian berhubung adanya pengingkaran kaum musyrik Mekkah terhadap wahyu yang dibawa Nabi Muhammad ﷺ.
maka ditegaskan Allah, kendatipun nabi-nabi itu manusia biasa, akan tetapi masing-masing mereka adalah manusia yang membawa wahyu yang pokok ajarannya adalah tauhid, dan keharusan manusia menyembah Allah Tuhan Penciptanya.
Orang yang tidak mau mengakui kekuasaan Allah dan mengingkari ajaran yang dibawa oleh nabi-nabi itu, akan diazab Allah didunia dan di akhirat nanti.
Kemudian dikemukakan kisah beberapa orang nabi dengan umatnya.
Akhirnya surah itu ditutup dengan seruan agar kaum musyrik Mekah percaya kepada ajaran yang dibawa Muhammad ﷺ supaya tidak mengalami apa yang telah dialami oleh umat-umat yang dahulu.

Nomor Surah21
Nama SurahAl Anbiyaa
Arabالأنبياء
ArtiNabi-Nabi
Nama lain
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu73
JuzJuz 17
Jumlah ruku’3 ruku’
Jumlah ayat112
Jumlah kata1177
Jumlah huruf5039
Surah sebelumnyaSurah Ta Ha
Surah selanjutnyaSurah Al-Hajj
Sending
User Review
4.5 (29 votes)
Tags:

21:105, 21 105, 21-105, Surah Al Anbiyaa 105, Tafsir surat AlAnbiyaa 105, Quran Al-Anbya 105, Al Anbiya 105, Alanbiya 105, Al-Anbiya' 105, Surah Al Anbiya ayat 105

▪ qs 21:105
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Asy Shyuura (Musyawarah) – surah 42 ayat 8 [QS. 42:8]

8. Dan sekiranya Allah menghendaki niscaya Dia jadikan mereka satu umat saja, dengan menjadikan mereka semua beriman atau kafir seluruhnya dan tidak memberi mereka kesempatan untuk memilih. Tetapi Dia … 42:8, 42 8, 42-8, Surah Asy Shyuura 8, Tafsir surat AsyShyuura 8, Quran Asy Syura 8, Asy-Syura 8, Surah Asy Syura ayat 8

QS. Shaad (Shaad) – surah 38 ayat 72 [QS. 38:72]

71-72. Usai menafikan pengetahuan Rasulullah menyangkut al-Mala’ul-A‘la kecuali apa yang sudah diwahyukan oleh Allah, pada ayat berikut Allah lalu menguraikan sekelumit tentang al-Mala’ul-A‘la dan pen … 38:72, 38 72, 38-72, Surah Shaad 72, Tafsir surat Shaad 72, Quran Shad 72, Sad 72, Surah Shad ayat 72

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Nama lain dari surah Al-Insyirah adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Sebab-sebab turunnya ayat Alquran disebut ...

Benar! Kurang tepat!

Pesan utama dari kandungan Alquran adalah ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Jumlah surah-surah dalam Alquran adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Surah yang terpanjang dalam Alquran adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Surah Al-Baqarah adalah surah ke-2 dalam Alquran. Surah ini terdiri dari 286 ayat, 6.121 kata, dan 25.500 huruf dan tergolong surah Madaniyah. Surah ini merupakan surah dengan jumlah ayat terbanyak dalam Alquran.

Pendidikan Agama Islam #26
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #26 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #26 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #7

Hukum yang berkaitan dengan perilaku moral manusia dalam kehidupan disebut hukum … fiqih jinayah amaliyah i’tiqadiyah khuluqiyah Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #21

Salah satu contoh hikmah beriman kepada qada bagi siswa adalah … datang ke sekolah tepat waktu jajan di kantin sekolah

Pendidikan Agama Islam #29

Berikut kedudukan orang yang menuntut ilmu, kecuali … Dijauhkan dari pemimpin yang bodoh. Diangkat derajat oleh Allah. Terbebas dari kehinaan.

Instagram