Search
Generic filters
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Langsung kunjungi https://risalahmuslim.id/2-255 atau cari dengan ketik nomer_surah:nomer_ayat. Contoh: 2:255

Al Anbiyaa

Al Anbiyaa (Nabi-Nabi) surah 21 ayat 105


وَ لَقَدۡ کَتَبۡنَا فِی الزَّبُوۡرِ مِنۡۢ بَعۡدِ الذِّکۡرِ اَنَّ الۡاَرۡضَ یَرِثُہَا عِبَادِیَ الصّٰلِحُوۡنَ
Walaqad katabnaa fiizzabuuri min ba’didz-dzikri annal ardha yaritsuhaa ‘ibaadiyash-shaalihuun(a);

Dan sungguh telah Kami tulis didalam Zabur sesudah (Kami tulis dalam) Lauh Mahfuzh, bahwasanya bumi ini dipusakai hamba-hamba-Ku yang saleh.
―QS. 21:105
Topik ▪ Iman ▪ Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin ▪ Berpegang teguh pada Kitab dan Sunnah
21:105, 21 105, 21-105, Al Anbiyaa 105, AlAnbiyaa 105, Al-Anbya 105, Al Anbiya 105, Alanbiya 105, Al-Anbiya’ 105
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Anbiyaa (21) : 105. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini menerangkan bahwa Allah subhanahu wa ta'ala telah menurunkan kitab kepada para Rasul, seperti Taurat, Zabur, Injil dan Alquran yang di dalam kitab-kitab itu diterangkan bahwa bumi ini adalah kepunyaan Allah, diwariskan kepada siapa yang dikehendaki-Nya.
Dan Allah telah menetapkan juga dalam ayat ini, bahwa hamba-hamba yang mewarisi bumi itu ialah hamba-hamba yang sanggup mengolah bumi dan memakmurkannya, walaupun mereka tidak memeluk agama Islam.
Ketetapan Allah yang demikian telah ditetapkan sejak dulu di Lohmahfuz.

Jika diperhatikan sejarah dunia dan sejarah umat manusia, maka orang-orang yang dijadikan Allah subhanahu wa ta'ala sebagai penguasa di bumi ini, ialah orang-orang yang sanggup mengatur dan memimpin masyarakat, mengolah bumi ini untuk kepentingan umat manusia, sanggup mempertahankan diri dari serangan luar dan dapat mengokohkan persatuan rakyat yang ada di negara-negaranya, apakah mereka orang Islam atau bukan orang Islam.
Pemberian kekuasaan oleh Allah kepada orang-orang tersebut bukanlah berarti Allah telah meridai tindakan-tindakan mereka; karena kehidupan duniawi lain halnya dengan kehidupan ukhrawi.
Ada orang yang berbahagia hidup di dunia, dan akhirat, dan orang yang berbahagia hidup di akhirat saja, dan ada pula yang berbahagia hidup di dunia saja.
Yang dicita-citukan seorang muslim ialah berbahagia hidup di dunia dan di akhirat.

Apabila orang-orang muslim ingin hidup berbahagia di dunia dan akhirat, mereka harus mengikuti Sunnatullah di atas, yaitu taat beribadat kepada Allah.
sanggup memimpin umat manusia dengan pimpinan yang baik, sanggup mengolah bumi ini untuk kepentingan umat manusia, adanya persatuan dan kesatuan yang kuat di antara mereka sehingga tidak mudah dipecah-pecah oleh musuh.

Sebagian ahli tafsir mengartikan "bumi" dalam ayat ini dengan "surga".
Karena itu ayat ini berarti: "surga" itu diwariskan Allah kepada hamba-hamba-Nya yang beriman dan beramal saleh.

Ayat lain yang senada dengan ayat ini, ialah firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Sesungguhnya bumi (ini) kepunyaan Allah; dipusakakan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya.
Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa.

(Q.S Al A'raf: 128)

Al Anbiyaa (21) ayat 105 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al Anbiyaa (21) ayat 105 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al Anbiyaa (21) ayat 105 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Kami sungguh telah menuliskan dalam kitab Zabur, kitab suci Dawud, bahwa bumi ini akan diwarisi oleh hamba-hamba-Ku yang pantas untuk membangun dan menyediakan keperluan hidup yang layak di dalamnya.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan sungguh telah Kami tulis di dalam Zabur) yakni kitab Zabur yang telah diturunkan oleh Allah (sesudah adanya peringatan) yang dimaksud adalah Ummul Kitab atau Alquran yang telah ada di sisi Allah, yakni di Lohmahfuz (bahwasanya bumi ini) yakni bumi surga (diwariskan kepada hamba-hamba-Ku yang saleh) yakni siapa saja di antara hamba-hamba-Ku yang saleh.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Sesungguhnya Kami telah menuliskan dalam kitab-kitab yang diturunkan, sesudah dituliskan dalam al-Lauh al-Mahfuzh, bahwa bumi ini akan diwarisi oleh hamba-hamba Allah yang shalih yang melaksanakan apa yang diperintahkan kepada mereka, dan menjauhi apa yang mereka dilarang darinya, yaitu umat Muhammad

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman, memberitahukan tentang apa yang telah dipastikan­Nya dan apa yang telah ditetapkan-Nya buat hamba-hamba-Nya yang saleh, yaitu kebahagiaan di dunia dan akhirat, di dunia dipusakakan-Nya bumi ini kepada mereka, selain kebahagiaan di akhirat nanti yang menjadi milik mereka.
Ayat ini semakna dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

sesungguhnya bumi (ini) kepunyaan Allah; dipusakakan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya.
Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa.
(Al-A'raf: 128)

Sesungguhnya Kami menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (hari kiamat).
(Al-Mu’min: 51)

Dan firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh, bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridai-Nya.
(An-Nur: 55)

Selanjutnya Allah menyebutkan bahwa hal ini telah tertulis di dalam kitab-kitab syariat, juga takdir; hal ini pasti akan terjadi.
Untuk itu Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:

Dan sungguh telah Kami tulis di dalam Zabur sesudah (Kami tulis dalam) Lauhul Mahfuz.
(Al-Anbiya: 105)

Al-A'masy pernah bertanya kepada Sa'id ibnu Jubair tentang makna firman Allah subhanahu wa ta'ala: Dan sungguh telah Kami tulis di dalam Zabur sesudah (Kami tulis dalam) Lauhul Mahfuz.
(Al-Anbiya: 105) Bahwa yang dimaksud dengan az-zikr ialah kitab Taurat, Injil, dan Al-Qur'an.
Mujahid mengatakan bahwa Zabur adalah nama kitab.

Ibnu Abbas, Asy-Sya'bi, Al-Hasan, Qatadah, dan lain-lainnya yang bukan hanya seorang telah mengatakan bahwa Zabur adalah kitab yang diturunkan kepada Nabi Daud, sedangkan az-zikr artinya kitab Taurat.

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa az-zikr artinya Al-Qur'an.

Sa'id ibnu Jubair mengatakan bahwa az-zikr ialah kitab yang ada di langit.

Mujahid mengatakan bahwa Zabur artinya semua kitab sesudah az-zikr.
az-zikr ialah kitab yang ada di sisi Allah (Lauhul Mahfuz).
Pendapat inilah yang dipilih oleh Ibnu Jarir.
Hal yang sama telah dikatakan oleh Zaid ibnu Aslam, bahwa az-zikr adalah kitab pertama.

As-Sauri mengatakan bahwa az-zikr artinya Lauhul Mahfuz.

Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam mengatakan bahwa Zabur adalah kitab-kitab yang diturunkan kepada nabi-nabi, sedangkan az-zikr ialah Ummul Kitab yang telah tercatat di dalamnya segala sesuatu sebelum itu.

Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa Allah subhanahu wa ta'ala telah menyebutkan di dalam kitab Taurat dan kitab Zabur serta pengetahuan-Nya yang terdahulu sebelum ada langit dan bumi, bahwa Dia akan mempusakakan bumi ini kepada umat Muhammad ﷺ dan Dia akan memasukkan mereka yang saleh ke dalam surga-Nya.

Mujahid telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firman-Nya: bahwasanya bumi ini dipusakai hamba-hamba-Ku yang saleh.
(Al-Anbiya: 105 ) Bahwa yang dimaksud dengan bumi ialah bumi surga.

Hal yang sama telah dikatakan oleh Abul Aliyah, Mujahid, Sa'id ibnu Jubair, Asy-Sya'bi, Qatadah, As-Saddi, Abu Saleh, Ar-Rabi' ibnu Anas, dan As-Sauri.
Abu Darda mengatakan, "Kitalah yang dimaksud dengan orang-orang saleh itu." Sedangkan menurut As-Saddi, mereka adalah orang-orang mukmin.

Kata Pilihan Dalam Surah Al Anbiyaa (21) Ayat 105

ZABUUR
زَبُور

Zabuur dari segi bahasa berarti tulisan atau kitab yang ditulis dengan baik. Umumnya disandarkan pada kitab nabi Daud.

Asy Syaukani berkata,
"Asal maknanya at tauthiq yaitu pengukuhan, perjanji­an dan kepercayaan, sebuah kitab yang di­ namakan zabur karena kuatnya pegangan padanya.

Al Kafawi berkata,
setiap kitab yang tebal tulisannya dikatakan az zabur.

Disebut tiga kali di dalam Al Qur'an yaitu dalam surah:
-An Nisaa (7), ayat 163;
-Al Israa (17), ayat 55;
-Al Anbiyaa (21), ayat 105.

Dalam Tafsir Al Manaar, makna az zabuur adalah mazbuur.

Hamzah dan Khalf membaca­nya dengan zubuur berdasarkan wazannya seperti 'araq (keringat) jamaknya 'uruq atau kitab (buku) dan maktub (tulisan atau yang ditulis). Zabuur adalah kitab khas yang diberi­kan kepada Nabi Daud dan juga ahli kitab.

Menurut Cyril Glasse, zabuur ialah nama Arab kitab Mazmun kepunyaan nabi Daud. Kata ini berasal dari bahasa Hebrew, zamir (nya­nyian) dan mizmor (melodi). Kedua-duanya digunakan untuk menunjukkan pada mazmur kepunyaan nabi Daud.

Zabuur digambarkan di dalam Al Qur'an sebagai wahyu yang di­berikan oleh Allah kepada nabi Daud.
Allah berfirman:

وَءَاتَيْنَا دَاوُۥدَ زَبُورًا

yang bermaksud, "Dan kepada Daud kami menganugerahkan zabuur"

Hal ini berarti zabuur diakui oleh Islam sebagai kitab suci yang diwahyukan bersama dengan Taurat dan Injil." Kata "meng­anugerahkan" dan bukan "mewahyukan" seperti kepada nabi yang disebut sebelum beliau membawa isyarat kitab suci itu ada­lah diwahyukan kepada beliau dalam bentuk kitab.

Sumber : Kamus Al Qur'an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:257

Informasi Surah Al Anbiyaa (الأنبياء)
Surat Al Anbiyaa' yang terdiri atas 112 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai surat ini dengan "Al Anbiyaa" (nabi-nabi), karena surat ini mengutarakan kisah beberapa orang nabi.
Permulaan surat Al Anbiyaa' menegaskan bahwa manusia lalai dalam meng­hadapi hari berhisab, kemudian berhubung adanya pengingkaran kaum musyrik Mekah terhadap wahyu yang dibawa oleh Nabi Muhammad ﷺ maka ditegaskan Allah, kendatipun nabi-nabi itu manusia biasa, akan tetapi masing-masing mereka adalah manusia yang membawa wahyu yang pokok ajarannya adalah tauhid, dan keharusan manusia menyembah Allah Tuhan Pencip­ tanya.
Orang yang tidak mau mengakui kekuasaan Allah dan mengingkari ajaran yang dibawa oleh nabi-nabi itu, akan diazab Allah di dunia dan di akhirat nanti.

Kemudian dikemukakan kisah beberapa orang nabi dengan umatnya.
Akhirnya surat itu ditutup dengan seruan agar kaum musyrik Mekah percaya kepada ajaran yang dibawa Muhammad ﷺ supaya tidak mengalami apa yang telah dialami oleh umat-umat yang dahulu.
Selain yang tersebut di atas pokok-pokok isi surat ini ialah:

Keimanan:

Para nabi dan para rasul itu selamanya diangkat Allah dari jenis manusia
langit dan bumi akan binasa kalau ada tuhan selain Allah
semua rasul membawa ajaran tauhid dan keharusan manusia menyembah Allah
tiap-tiap yang bernyawa akan merasakan mati
cobaan Allah kepada manusia ada yang berupa kebaikan dan ada yang berupa keburukan
hari kiamat datangnya dengan tiba-tiba.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kisah Ibrahim a.s. (ajakan Ibrahim a.s. kepada bapaknya untuk menyembah Allah
bantahan Ibrahim terhadap kaurnnya yang menyembah berhala-berhala
bantah­an Ibrahim a.s. terhadap Namrudz yang bersimaharajalela dan menganggap diri­nya Tuhan)
kisah Nuh a.s., kisah Daud a.s. dan Sulairnan a.s.
kisah Ayyub a.s.
kisah Yunus a.s.
kisah Zakaria a.s.

Lain-lain:

Karunia Al Qur'an
tuntutan kaum musyrikin kepada Nabi Muhammad ﷺ untuk mendatangkan mu'jizat yang lain dari Al Qur'an
kehancuran suatu umat adalah karena kezalimannya
Allah menciptakan langit dan bumi beserta hikmat­nya
soal jawab antara berhala dan penyembahnya dalam neraka
tirnbulnya Ya'juj dan Ma'uj sebagai tanda-tanda kedatangan hari kiamat
bumi akan diwariskan kepada hamba Allah yang dapat memakmurkannya
kejadian alam semesta
sesuatu yang hidup itu berasal dari air.


Gambar Kutipan Surah Al Anbiyaa Ayat 105 *beta

Surah Al Anbiyaa Ayat 105



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Anbiyaa

Surah Al-Anbiya' (Arab: الأنبياء , al-Anbiyā' , "Nabi-Nabi") adalah surah ke-21 dalam Al-Qur'an.
Surah yang terdiri atas 112 ayat ini termasuk golongan surah Makkiyah.
Nama al-anbiya (bahasa arab:nabi-nabi) digunakan karena surat ini mengutarakan kisah beberapa orang nabi.
Permulaan surah Al-Anbiya menegaskan bahwa manusia lalai dalam menghadapi hari berhisab, kemudian berhubung adanya pengingkaran kaum musyrik Mekkah terhadap wahyu yang dibawa Nabi Muhammad ﷺ.
maka ditegaskan Allah, kendatipun nabi-nabi itu manusia biasa, akan tetapi masing-masing mereka adalah manusia yang membawa wahyu yang pokok ajarannya adalah tauhid, dan keharusan manusia menyembah Allah Tuhan Penciptanya.
Orang yang tidak mau mengakui kekuasaan Allah dan mengingkari ajaran yang dibawa oleh nabi-nabi itu, akan diazab Allah didunia dan di akhirat nanti.
Kemudian dikemukakan kisah beberapa orang nabi dengan umatnya.
Akhirnya surah itu ditutup dengan seruan agar kaum musyrik Mekah percaya kepada ajaran yang dibawa Muhammad ﷺ supaya tidak mengalami apa yang telah dialami oleh umat-umat yang dahulu.

Nomor Surah21
Nama SurahAl Anbiyaa
Arabالأنبياء
ArtiNabi-Nabi
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu73
JuzJuz 17
Jumlah ruku'3 ruku'
Jumlah ayat112
Jumlah kata1177
Jumlah huruf5039
Surah sebelumnyaSurah Ta Ha
Surah selanjutnyaSurah Al-Hajj
4.5
Rating Pembaca: 4.5 (29 votes)
Sending







PEMBAHASAN ✔ maksud dari surat 21 ayat 105