Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Anbiyaa (Nabi-Nabi) – surah 21 ayat 105 [QS. 21:105]

وَ لَقَدۡ کَتَبۡنَا فِی الزَّبُوۡرِ مِنۡۢ بَعۡدِ الذِّکۡرِ اَنَّ الۡاَرۡضَ یَرِثُہَا عِبَادِیَ الصّٰلِحُوۡنَ
Walaqad katabnaa fiizzabuuri min ba’didz-dzikri annal ardha yaritsuhaa ‘ibaadiyash-shaalihuun(a);
Dan sungguh, telah Kami tulis di dalam Zabur setelah (tertulis) di dalam Az-Zikr (Lauh Mahfuzh), bahwa bumi ini akan diwarisi oleh hamba-hamba-Ku yang saleh.
―QS. Al Anbiyaa [21]: 105

Daftar isi

And We have already written in the book (of Psalms) after the (previous) mention that the land (of Paradise) is inherited by My righteous servants.
― Chapter 21. Surah Al Anbiyaa [verse 105]

وَلَقَدْ dan sesungguhnya

And verily,
كَتَبْنَا telah Kami tuliskan

We have written
فِى didalam

in
ٱلزَّبُورِ Zabur

the Scripture
مِنۢ dari

after *[meaning includes next or prev. word]
بَعْدِ sesudah

after *[meaning includes next or prev. word]
ٱلذِّكْرِ peringatan (Lauhul Mahfuz)

the mention,
أَنَّ bahwasanya

that
ٱلْأَرْضَ bumi

the earth –
يَرِثُهَا mewarisinya

will inherit it
عِبَادِىَ hamba-hamba-Ku

My slaves,
ٱلصَّٰلِحُونَ orang-orang yang saleh

the righteous.

Tafsir

Alquran

Surah Al Anbiyaa
21:105

Tafsir QS. Al Anbiyaa (21) : 105. Oleh Kementrian Agama RI


Ayat ini menerangkan bahwa Allah telah menurunkan kitab kepada para Rasul, seperti Taurat, Zabur, Injil dan Alquran.
Dalam kitab-kitab itu diterangkan bahwa bumi ini adalah kepunyaan Allah, diwariskan kepada siapa yang dikehendaki-Nya.

Allah telah menetapkan juga dalam ayat ini, bahwa hamba-hamba yang mewarisi bumi itu ialah hamba-hamba yang sanggup mengolah bumi dan memakmurkannya, selama dia mengikuti petunjuk Allah.


Jika diperhatikan sejarah dunia dan sejarah umat manusia, maka orang-orang yang dijadikan Allah sebagai penguasa di bumi ini, ialah orang-orang yang sanggup mengatur dan memimpin masyarakat, mengolah bumi ini untuk kepentingan umat manusia, sanggup mempertahankan diri dari serangan luar dan dapat mengokohkan persatuan rakyat yang ada di negaranya.

Pemberian kekuasaan oleh Allah kepada orang-orang tersebut bukanlah berarti Allah telah meridai tindakan-tindakan mereka;
karena kehidupan duniawi lain halnya dengan kehidupan ukhrawi.
Ada orang yang bahagia hidup di akhirat saja, dan ada pula yang bahagia hidup di dunia saja.

Sedangkan yang dicita-citakan seorang muslim ialah bahagia hidup di dunia dan di akhirat.


Apabila orang muslim ingin hidup bahagia di dunia dan akhirat, mereka harus mengikuti Sunnatullah di atas, yaitu taat beribadah kepada Allah, sanggup memimpin umat manusia dengan baik, sanggup mengolah bumi ini untuk kepentingan umat manusia, menggalang persatuan dan kesatuan yang kuat di antara meraka sehingga tidak mudah dipecah belah oleh musuh.


Para mufasir berbeda pendapat dalam menafsirkan kata
"bumi"
dalam ayat ini, di antaranya:


a.
Sebagian ahli tafsir mengartikan
"bumi"
dalam ayat ini dengan
"surga".

Karena
"surga"
itu diwariskan Allah kepada hamba-hamba-Nya yang beriman dan beramal saleh.
Firman Allah:

وَقَالُوا الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ صَدَقَنَا وَعْدَهٗ وَاَوْرَثَنَا الْاَرْضَ نَتَبَوَّاُ مِنَ الْجَنَّةِ حَيْثُ نَشَاۤءُ فَنِعْمَ اَجْرُ الْعٰمِلِيْنَ

Dan mereka berkata,
"Segala puji bagi Allah yang telah memenuhi janji-Nya kepada kami dan telah memberikan tempat ini kepada kami sedang kami (diperkenankan) menempati surga di mana saja yang kami kehendaki.
"
Maka (surga itulah) sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang beramal.
(az-Zumar [39]: 74)


b.
Sebagian yang lain mengartikan kata
"bumi"
dengan bumi yang sekarang ditempati umat manusia.
Firman Allah:


وَعَدَ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِى الْاَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِيْنَهُمُ الَّذِى ارْتَضٰى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِّنْۢ بَعْدِ خَوْفِهِمْ اَمْنًا يَعْبُدُوْنَنِيْ لَا يُشْرِكُوْنَ بِيْ شَيْـًٔا وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذٰلِكَ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْفٰسِقُوْنَ

Allah telah menjanjikan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman dan yang mengerjakan kebajikan, bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka dengan agama yang telah Dia ridai.
Dan Dia benar-benar mengubah (keadaan) mereka, setelah berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa.
Mereka (tetap) menyembah-Ku dengan tidak menyekutukan-Ku dengan sesuatu pun.
Tetapi barang siapa (tetap) kafir setelah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.
(an-Nur [24]: 55)

اِنَّ الْاَرْضَ لِلّٰهِ يُوْرِثُهَا مَنْ يَّشَاۤءُ مِنْ عِبَادِهٖ وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِيْنَ

Sesungguhnya bumi (ini) milik Allah;
diwariskan-Nya kepada siapa saja yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya.
Dan kesudahan (yang baik) adalah bagi orang-orang yang bertakwa.
(al-A’raf [7]: 128)


c.
Sebagian mufasir lain mengartikan
"bumi"
dengan tanah suci yang diwarisi oleh orang yang saleh, firman Allah:

وَاَوْرَثْنَا الْقَوْمَ الَّذِيْنَ كَانُوْا يُسْتَضْعَفُوْنَ مَشَارِقَ الْاَرْضِ وَمَغَارِبَهَا الَّتِيْ بٰرَكْنَا فِيْهَا

Dan Kami wariskan kepada kaum yang tertindas itu, bumi bagian timur dan bagian baratnya yang telah Kami berkahi. (al-A’raf [7]: 137)

Tafsir QS. Al Anbiyaa (21) : 105. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Kami sungguh telah menuliskan dalam kitab Zabur, kitab suci Dawud, bahwa bumi ini akan diwarisi oleh hamba-hamba-Ku yang pantas untuk membangun dan menyediakan keperluan hidup yang layak di dalamnya.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Sesungguhnya Kami telah menuliskan dalam kitab-kitab yang diturunkan, sesudah dituliskan dalam al-Lauh al-Mahfuzh, bahwa bumi ini akan diwarisi oleh hamba-hamba Allah yang shalih yang melaksanakan apa yang diperintahkan kepada mereka, dan menjauhi apa yang mereka dilarang darinya, yaitu umat Muhammad

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan sungguh telah Kami tulis di dalam Zabur) yakni kitab Zabur yang telah diturunkan oleh Allah


(sesudah adanya peringatan) yang dimaksud adalah Ummul Kitab atau Alquran yang telah ada di sisi Allah, yakni di Lohmahfuz


(bahwasanya bumi ini) yakni bumi surga


(diwariskan kepada hamba-hamba-Ku yang saleh) yakni siapa saja di antara hamba-hamba-Ku yang saleh.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, memberitahukan tentang apa yang telah dipastikan­Nya dan apa yang telah ditetapkan-Nya buat hamba-hamba-Nya yang saleh, yaitu kebahagiaan di dunia dan akhirat, di dunia dipusakakan-Nya bumi ini kepada mereka, selain kebahagiaan di akhirat nanti yang menjadi milik mereka.
Ayat ini semakna dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

sesungguhnya bumi (ini) kepunyaan Allah;
dipusakakan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya.
Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa.
(QS. Al-A’raf [7]: 128)

Sesungguhnya Kami menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (hari kiamat).
(QS. Al-Mu’min [40]: 51)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh, bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridai-Nya.
(QS. An-Nuur [24]: 55)

Selanjutnya Allah menyebutkan bahwa hal ini telah tertulis di dalam kitab-kitab syariat, juga takdir;
hal ini pasti akan terjadi.
Untuk itu Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Dan sungguh telah Kami tulis di dalam Zabur sesudah (Kami tulis dalam) Lauhul Mahfuz.
(QS. Al-Anbiyaa [21]: 105)

Al-A’masy pernah bertanya kepada Sa’id ibnu Jubair tentang makna firman Allah subhanahu wa ta’ala:
Dan sungguh telah Kami tulis di dalam Zabur sesudah (Kami tulis dalam) Lauhul Mahfuz.
(QS. Al-Anbiyaa [21]: 105)
Bahwa yang dimaksud dengan az-zikr ialah kitab Taurat, Injil, dan Alquran.
Mujahid mengatakan bahwa Zabur adalah nama kitab.


Ibnu Abbas, Asy-Sya’bi, Al-Hasan, Qatadah, dan lain-lainnya yang bukan hanya seorang telah mengatakan bahwa Zabur adalah kitab yang diturunkan kepada Nabi Daud, sedangkan az-zikr artinya kitab Taurat.


Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa az-zikr artinya Alquran.


Sa’id ibnu Jubair mengatakan bahwa az-zikr ialah kitab yang ada di langit.


Mujahid mengatakan bahwa Zabur artinya semua kitab sesudah az-zikr.
az-zikr ialah kitab yang ada di sisi Allah (Lauhul Mahfuz).
Pendapat inilah yang dipilih oleh Ibnu Jarir.
Hal yang sama telah dikatakan oleh Zaid ibnu Aslam, bahwa az-zikr adalah kitab pertama.


As-Sauri mengatakan bahwa az-zikr artinya Lauhul Mahfuz.


Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam mengatakan bahwa Zabur adalah kitab-kitab yang diturunkan kepada nabi-nabi, sedangkan az-zikr ialah Ummul Kitab yang telah tercatat di dalamnya segala sesuatu sebelum itu.

Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa Allah subhanahu wa ta’ala telah menyebutkan di dalam kitab Taurat dan kitab Zabur serta pengetahuan-Nya yang terdahulu sebelum ada langit dan bumi, bahwa Dia akan mempusakakan bumi ini kepada umat Muhammad ﷺ dan Dia akan memasukkan mereka yang saleh ke dalam surga-Nya.

Mujahid telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firman-Nya:
bahwasanya bumi ini dipusakai hamba-hamba-Ku yang saleh.
(QS. Al-Anbiyaa [21]: 105 ) Bahwa yang dimaksud dengan bumi ialah bumi surga.


Hal yang sama telah dikatakan oleh Abul Aliyah, Mujahid, Sa’id ibnu Jubair, Asy-Sya’bi, Qatadah, As-Saddi, Abu Saleh, Ar-Rabi’ ibnu Anas, dan As-Sauri.
Abu Darda mengatakan,
"Kitalah yang dimaksud dengan orang-orang saleh itu."
Sedangkan menurut As-Saddi, mereka adalah orang-orang mukmin.

Kata Pilihan Dalam Surah Al Anbiyaa (21) Ayat 105

ZABUUR
زَبُور

Zabuur dari segi bahasa berarti tulisan atau kitab yang ditulis dengan baik.
Umumnya disandarkan pada kitab nabi Daud.

Asy Syaukani berkata,
"Asal maknanya at tauthiq yaitu pengukuhan, perjanjian dan kepercayaan, sebuah kitab yang di namakan zabur karena kuatnya pegangan padanya.

Al Kafawi berkata,
setiap kitab yang tebal tulisannya dikatakan az zabur.

Disebut tiga kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
An Nisaa (7), ayat 163;
Al Israa (17), ayat 55;
• Al Anbiyaa (21), ayat 105.
Dalam Tafsir Al Manaar, makna az zabuur adalah mazbuur.

Hamzah dan Khalf membacanya dengan zubuur berdasarkan wazannya seperti ‘araq (keringat) jamaknya ‘uruq atau kitab (buku) dan maktub (tulisan atau yang ditulis). Zabuur adalah kitab khas yang diberikan kepada Nabi Daud dan juga ahli kitab.

Menurut Cyril Glasse, zabuur ialah nama Arab kitab Mazmun kepunyaan nabi Daud.
Kata ini berasal dari bahasa Hebrew, zamir (nyanyian) dan mizmor (melodi). Kedua-duanya digunakan untuk menunjukkan pada mazmur kepunyaan nabi Daud.

Zabuur digambarkan di dalam Al Qur’an sebagai wahyu yang diberikan oleh Allah kepada nabi Daud.

Allah berfirman:

وَءَاتَيْنَا دَاوُۥدَ زَبُورًا

yang bermaksud, "Dan kepada Daud kami menganugerahkan zabuur"

Hal ini berarti zabuur diakui oleh Islam sebagai kitab suci yang diwahyukan bersama dengan Taurat dan Injil." Kata "menganugerahkan" dan bukan "mewahyukan" seperti kepada nabi yang disebut sebelum beliau membawa isyarat kitab suci itu adalah diwahyukan kepada beliau dalam bentuk kitab.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:257

Unsur Pokok Surah Al Anbiyaa (الأنبياء)

Surat Al Anbiyaa’ yang terdiri atas 112 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai surat ini dengan "Al Anbiyaa" (nabi-nabi), karena surat ini mengutarakan kisah beberapa orang nabi.
Permulaan surat Al Anbiyaa’ menegaskan bahwa manusia lalai dalam menghadapi hari berhisab, kemudian berhubung adanya pengingkaran kaum musyrik Mekah terhadap wahyu yang dibawa oleh Nabi Muhammad ﷺ maka ditegaskan Allah, kendatipun nabi-nabi itu manusia biasa, akan tetapi masing-masing mereka adalah manusia yang membawa wahyu yang pokok ajarannya adalah tauhid, dan keharusan manusia menyembah Allah Tuhan sang Pencipta.

Orang yang tidak mau mengakui kekuasaan Allah dan mengingkari ajaran yang dibawa oleh nabi-nabi itu, akan diazab Allah di dunia dan di akhirat nanti.

Kemudian dikemukakan kisah beberapa orang nabi dengan umatnya.
Akhirnya surat itu ditutup dengan seruan agar kaum musyrik Mekah percaya kepada ajaran yang dibawa Muhammad ﷺ supaya tidak mengalami apa yang telah dialami oleh umat-umat yang dahulu.
Selain yang tersebut di atas pokok-pokok isi surat ini ialah:

Keimanan:

▪ Para nabi dan para rasul itu selamanya diangkat Allah dari jenis manusia.
▪ Langit dan bumi akan binasa kalau ada tuhan selain Allah.
▪ Semua rasul membawa ajaran tauhid dan keharusan manusia menyembah Allah.
▪ Tiap-tiap yang bernyawa akan merasakan mati.
▪ Cobaan Allah kepada manusia ada yang berupa kebaikan dan ada yang berupa keburukan.
▪ Hari kiamat datangnya dengan tiba-tiba.

Kisah:

▪ Kisah Ibrahim `alaihis salam (ajakan Ibrahim `alaihis salam kepada bapaknya untuk menyembah Allah.
▪ Bantahan Ibrahim terhadap kaurnnya yang menyembah berhala-berhala.
▪ Bantahan Ibrahim `alaihis salam terhadap Namrudz yang bersimaharajalela dan menganggap dirinya Tuhan).
▪ Kisah Nuh `alaihis salam, kisah Daud `alaihis salam dan Sulairnan `alaihis salam.
▪ Kisah Ayyub `alaihis salam.
▪ Kisah Yunus `alaihis salam.
▪ Kisah Zakaria `alaihis salam.

Lain-lain:

▪ Karunia Alquran.
▪ Tuntutan kaum musyrikin kepada Nabi Muhammad ﷺ untuk mendatangkan mukjizat yang lain dari Alquran.
▪ Kehancuran suatu umat adalah karena kezalimannya.
▪ Allah menciptakan langit dan bumi beserta hikmatnya.
▪ Soal jawab antara berhala dan penyembahnya dalam neraka.
▪ Timbulnya Ya’juj dan Ma’juj sebagai tanda-tanda kedatangan hari kiamat.
▪ Bumi akan diwariskan kepada hamba Allah yang dapat memakmurkannya.
▪ Kejadian alam semesta.
▪ Sesuatu yang hidup itu berasal dari air.

Audio

QS. Al-Anbiyaa (21) : 1-112 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 112 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-Anbiyaa (21) : 1-112 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 112

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Anbiyaa ayat 105 - Gambar 1 Surah Al Anbiyaa ayat 105 - Gambar 2
Statistik QS. 21:105
  • Rating RisalahMuslim
4.5

Ayat ini terdapat dalam surah Al Anbiyaa.

Surah Al-Anbiya’ (Arab: الأنبياء , al-Anbiyā’ , “Nabi-Nabi”) adalah surah ke-21 dalam Alquran.
Surah yang terdiri atas 112 ayat ini termasuk golongan surah Makkiyah.
Nama al-anbiya (bahasa arab:nabi-nabi) digunakan karena surat ini mengutarakan kisah beberapa orang nabi.
Permulaan surah Al-Anbiya menegaskan bahwa manusia lalai dalam menghadapi hari berhisab, kemudian berhubung adanya pengingkaran kaum musyrik Mekkah terhadap wahyu yang dibawa Nabi Muhammad ﷺ.
maka ditegaskan Allah, kendatipun nabi-nabi itu manusia biasa, akan tetapi masing-masing mereka adalah manusia yang membawa wahyu yang pokok ajarannya adalah tauhid, dan keharusan manusia menyembah Allah Tuhan Penciptanya.
Orang yang tidak mau mengakui kekuasaan Allah dan mengingkari ajaran yang dibawa oleh nabi-nabi itu, akan diazab Allah didunia dan di akhirat nanti.
Kemudian dikemukakan kisah beberapa orang nabi dengan umatnya.
Akhirnya surah itu ditutup dengan seruan agar kaum musyrik Mekah percaya kepada ajaran yang dibawa Muhammad ﷺ supaya tidak mengalami apa yang telah dialami oleh umat-umat yang dahulu.

Nomor Surah 21
Nama Surah Al Anbiyaa
Arab الأنبياء
Arti Nabi-Nabi
Nama lain
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 73
Juz Juz 17
Jumlah ruku’ 3 ruku’
Jumlah ayat 112
Jumlah kata 1177
Jumlah huruf 5039
Surah sebelumnya Surah Ta Ha
Surah selanjutnya Surah Al-Hajj
Sending
User Review
4.5 (29 suara)
Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA
Tags:

21:105, 21 105, 21-105, Surah Al Anbiyaa 105, Tafsir surat AlAnbiyaa 105, Quran Al-Anbya 105, Al Anbiya 105, Alanbiya 105, Al-Anbiya' 105, Surah Al Anbiya ayat 105

▪ yarisuha
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Kandungan Surah Al Anbiyaa

۞ QS. 21:1 • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Kiamat telah dekat

۞ QS. 21:2 Ar Rabb (Tuhan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 21:3 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 21:4 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Al Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Alim (Maha megetahui) •

۞ QS. 21:5 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 21:6 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 21:9 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Allah menepati janji • Azab orang kafir • Keutamaan iman

۞ QS. 21:10 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 21:11 • Kekuasaan Allah • Azab orang kafir

۞ QS. 21:12 • Azab orang kafir

۞ QS. 21:13 • Azab orang kafir

۞ QS. 21:14 • Azab orang kafir

۞ QS. 21:15 • Azab orang kafir

۞ QS. 21:17 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Sifat Kamal (sempurna)

۞ QS. 21:18 • Mendustai Allah • Maksiat dan dosa

۞ QS. 21:19 • Segala sesuatu milik Allah • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 21:20 • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 21:21 • Mendustai Allah • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 21:22 Tauhid RububiyyahTauhid Uluhiyyah • Kesucian Allah dari sekutu dan anak

۞ QS. 21:23 • Sifat Mukhalafah (berbeda dengan makhluk)

۞ QS. 21:24 Tauhid Uluhiyyah • Mendustai Allah • Pengakuan antara satu kitab dengan lainnya • Islam agama para nabi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 21:25 Tauhid UluhiyyahIslam agama para nabi

۞ QS. 21:26 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Mendustai Allah • Al Rahman (Maha Pengasih) • Sifat-sifat malaikat

۞ QS. 21:27 • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 21:28 • Memperoleh syafaat dengan izin Allah • Keluasan ilmu Allah • Sifat-sifat malaikatSyafaat para nabi dan malaikat

۞ QS. 21:29 Tauhid Uluhiyyah • Nama-nama neraka • Azab orang kafir • Siksa orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 21:30 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 21:31 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 21:32 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 21:33 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 21:34 • Kematian pasti terjadi pada setiap makhluk hidup

۞ QS. 21:35 • Kematian pasti terjadi pada setiap makhluk hidup • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 21:36 Al Rahman (Maha Pengasih) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 21:37 • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Maksiat dan dosa

۞ QS. 21:38 • Mengingkari hari kebangkitan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 21:39 • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 21:40 • Hari kiamat datang tiba-tiba • Azab orang kafir

۞ QS. 21:41 • Azab orang kafir

۞ QS. 21:42 Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahman (Maha Pengasih) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah •

۞ QS. 21:43 • Mendustai Allah • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 21:44 • Kekuasaan Allah • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 21:46 Ar Rabb (Tuhan) • Azab orang kafir

۞ QS. 21:47 • Keluasan ilmu Allah • Kekuasaan Allah • Lembaran catatan amal perbuatan • Keadilan Allah dalam menghakimi • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 21:48 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 21:49 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 21:50 • Sikap manusia terhadap kitab samawi

۞ QS. 21:53 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 21:55 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 21:56 Tauhid RububiyyahAr Rabb (Tuhan) • Islam agama para nabi

۞ QS. 21:58 • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 21:59 • Kebodohan orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 21:62 • Kebodohan orang kafir

۞ QS. 21:63 • Kebodohan orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 21:64 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 21:65 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kebodohan orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 21:66 • Hanya Allah yang mendatangkan manfaat dan marabahaya • Keputusan di tangan Allah • Keputusan di tangan Allah • Keputusan di tangan Allah • Islam agama para nabi

۞ QS. 21:67 Islam agama para nabi

۞ QS. 21:68 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 21:69 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

۞ QS. 21:70 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Azab orang kafir

۞ QS. 21:71 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

۞ QS. 21:73 Islam agama para nabi

۞ QS. 21:74 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

۞ QS. 21:76 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

۞ QS. 21:77 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Azab orang kafir

۞ QS. 21:81 • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 21:82 Jin ditundukkan untuk taat kepada nabi Sulaiman as.

۞ QS. 21:83 Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahim (Maha Penyayang)

۞ QS. 21:84 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

۞ QS. 21:88 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Keutamaan iman

۞ QS. 21:89 Ar Rabb (Tuhan) • Al Warits (Yang mewariskan alam)

۞ QS. 21:90 • Bersegera dalam melakukan kebaikan

۞ QS. 21:92 Ar Rabb (Tuhan) • Islam agama para nabi

۞ QS. 21:93 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 21:94 • Keadilan Allah dalam menghakimi • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh • Menghitung amal kebaikan •

۞ QS. 21:95 • Azab orang kafir

۞ QS. 21:96 • Munculnya Ya’juj dan Ma’juj sebelum kiamat

۞ QS. 21:97 • Allah menepati janji • Kiamat telah dekat • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan

۞ QS. 21:98 • Nama-nama neraka • Azab orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 21:99 • Keabadian neraka • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 21:100 • Sifat neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka

۞ QS. 21:101 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Nama-nama surga • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh

۞ QS. 21:102 • Keabadian surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan

۞ QS. 21:103 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Allah menepati janji • Tugas-tugas malaikat • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Keutamaan iman

۞ QS. 21:104 • Allah menepati janji • Kekuasaan Allah • Kedahsyatan hari kiamat • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan •

۞ QS. 21:105 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Pengakuan antara satu kitab dengan lainnya • Kekuatan umat Islam di dunia

۞ QS. 21:106 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 21:108 Tauhid UluhiyyahAl Wahid (Maha Esa) • Islam agama para nabi

۞ QS. 21:109 • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 21:110 • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 21:111 • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 21:112 • Minta tolong kepada Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahman (Maha Pengasih)

Ayat Pilihan

Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun,
dan Dia memberi kamu pendengaran,
penglihatan & hati,
agar kamu bersyukur.
QS. An-Nahl [16]: 78

Dan aku tidak mengetahui apa hisab terhadap diriku.
Wahai kiranya kematian itulah yang menyelesaikan segala sesuatu,
Hartaku sekali-kali tidak memberi manfaat kepadaku.
QS. Al-Haqqah [69]: 26-28

Hai sekalian manusia,
makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi,
dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan,
karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.
QS. Al-Baqarah [2]: 168

Sesungguhnya jika kamu bersyukur,
pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu,
dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku),
maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.
QS. Ibrahim [14]: 7

Hadits Shahih

Podcast

Doa

Soal & Pertanyaan

Percaya kepada Allah dan Rasulnya termasuk rukun ...

Benar! Kurang tepat!

Ayat ke 5 dari surah al-Falaq yaitu ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
وَ مِنۡ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ

'dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.'
--QS. Al Falaq [113] : 5

Al Falaq artinya ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Meja, kursi, manusia, hewan dan tumbuhan adalah merupakan salah satu cara mengenal Allah Subhanahu Wa Ta`ala melalui ...

Benar! Kurang tepat!

Qada dan qadar termasuk rukun iman yang ke ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #23
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #23 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #23 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #15

Mujahadah berasal dari bahasa Arab, yang berasal dari kata jahada, yang berarti …َبَارَكَ ٱلَّذِى نَزَّلَ ٱلْفُرْقَانَ عَلَىٰ عَبْدِهِۦ لِيَكُونَ لِلْعَٰلَمِينَ نَذِيرًا Dalil di atas adalah nama-nama lain dari Alquran, yaitu إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا ٱلذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَٰفِظُونَ Dalil di atas adalah nama-nama lain dari Alquran, yaituSalah satu tokoh dalam kisah umat masa lalu yang dapat dipetik pelajaran sebagai teladan yang baik … Tujuan utama diturunkannya Alquran kepada umat manusia adalah …

Pendidikan Agama Islam #5

Berikut ini, yang tidak mengandung moral terpuji, adalah … Orang yang jujur akan senantiasa mengatakan … Lawan kata dari jujur ??adalah … Orang yang suka berbohong adalah orang … Bekerja tepat waktu adalah salah satu ciri orang yang …

Pendidikan Agama Islam #24

Allah Subhanahu Wa Ta`ala Melihat semua apa yang di lakukan oleh hambanya, karena Allah bersifat … Dalam memutuskan suatu perkara, Dinda sangat adil karena Dinda meneladani sifat Allah … Salah satu cara mengagungkan tanda-tanda kebesaran Allah Subhanahu Wa Ta`ala yaitu … dengan … Tata cara membaca Alquran dimulai dengan … Dalam surah Alquran, At-Tin artinya …

Kamus

Ihsan

Apa itu Ihsan? Ihsan (Arab: احسان; “kesempurnaan” atau “terbaik”) adalah seseorang yang menyembah Allah seolah-olah ia melihat-Nya, dan jika ia tidak mampu membayangkan me...

hakiki

Apa itu hakiki? ha.ki.ki benar; sebenarnya; sesungguhnya; orang yang melaksanakan ajaran Islam secara sempurna akan mencapai kebahagiaan yang hakiki di dunia dan akhirat … •

Bulan Syawal

Apa itu Bulan Syawal? Bulan Syawal memiliki arti kebahagiaan. Bulan yang spesial ini terdiri dari 29 hari. Bulan ini mendapat arti kebahagiaan karena merupakan bulan yang penuh berkah. Pada tanggal 1 ...