Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Al Anbiyaa (Nabi-Nabi) - surah 21 ayat 104 [QS. 21:104]

یَوۡمَ نَطۡوِی السَّمَآءَ کَطَیِّ السِّجِلِّ لِلۡکُتُبِ ؕ کَمَا بَدَاۡنَاۤ اَوَّلَ خَلۡقٍ نُّعِیۡدُہٗ ؕ وَعۡدًا عَلَیۡنَا ؕ اِنَّا کُنَّا فٰعِلِیۡنَ
Yauma nathwiissamaa-a kathai-yissijilli lilkutubi kamaa bada’naa au-wala khalqin nu’iiduhu wa’dan ‘alainaa innaa kunnaa faa’iliin(a);
(Ingatlah) pada hari langit Kami gulung seperti menggulung lembaran-lembaran kertas.
Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama, begitulah Kami akan mengulanginya lagi.
(Suatu) janji yang pasti Kami tepati;
sungguh, Kami akan melaksanakannya.
―QS. Al Anbiyaa [21]: 104

Daftar isi

The Day when We will fold the heaven like the folding of a (written) sheet for the records.
As We began the first creation, We will repeat it.
(That is) a promise binding upon Us.
Indeed, We will do it.
― Chapter 21. Surah Al Anbiyaa [verse 104]

يَوْمَ pada hari

(The) Day
نَطْوِى Kami lipat/gulung

We will fold
ٱلسَّمَآءَ langit

the heaven
كَطَىِّ seperti lipatan/gulungan

like (the) folding
ٱلسِّجِلِّ daftar/lembaran kertas

(of) a scroll
لِلْكُتُبِ untuk tulisan-tulisan

for records.
كَمَا sebagaimana

As
بَدَأْنَآ Kami memulai

We began
أَوَّلَ pertama

(the) first
خَلْقٍ penciptaan

creation
نُّعِيدُهُۥ Kami mengulanginya

We will repeat it,
وَعْدًا suatu janji

a promise
عَلَيْنَآ atas Kami/pasti Kami

upon Us.
إِنَّا sesungguhnya Kami

Indeed, We –
كُنَّا adalah Kami

We are
فَٰعِلِينَ berbuat/melaksanakan

(the) Doers.

Tafsir Quran

Surah Al Anbiyaa
21:104

Tafsir QS. Al-Anbiyaa (21) : 104. Oleh Kementrian Agama RI

Orang-orang yang mendapat sambutan para malaikat itu tidak merasa gentar dan terkejut dengan datangnya hari Kiamat, di waktu langit dilipat dan diganti dengan langit yang lain, seakan-akan langit yang lama dilipat untuk disimpan dan langit yang baru dikembangkan.
Allah ﷻ berfirman:

وَمَا قَدَرُوا اللّٰهَ حَقَّ قَدْرِهٖ وَالْاَرْضُ جَمِيْعًا قَبْضَتُهٗ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ وَالسَّمٰوٰتُ مَطْوِيّٰتٌۢ بِيَمِيْنِهٖ سُبْحٰنَهٗ وَتَعٰلٰى عَمَّا يُشْرِكُوْنَ

Dan mereka tidak mengagungkan Allah sebagaimana mestinya padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari Kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya.

Mahasuci Dia dan Mahatinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan. (Az-Zumar [39]: 67)

Demikianlah Allah membangkitkan manusia setelah mereka mati dan berada di dalam kubur, untuk dikumpulkan di padang mahsyar, agar dapat dihisab amal perbuatan mereka.

Membangkitkan manusia setelah mati dan hancur menjadi tanah adalah mudah bagi Allah.
Jika Allah menciptakan manusia dari tidak ada menjadi ada, tentulah mengulangi kembali menciptakannya adalah lebih mudah dari menciptakan pertama kali.

Membangkitkan manusia kembali untuk dihisab itu adalah suatu janji dari Allah yang pasti ditepati-Nya.

Secara saintis, sebagaimana telah dijelaskan dalam ayat 30 dari surah ini, penciptaan alam semesta dimulai dari ketiadaan (keadaan singularitas:
massa tak terhingga besarnya, volume tak terhingga kecilnya) yang kemudian meledak dahsyat dan kemudian membentuk alam semesta yang terus mengembang sampai dengan saat ini.

Bukti tentang alam semesta yang mengembang ini dapat ditemukan pada hasil pengamatan dengan teleskop yang menunjukkan bahwa dengan berjalannya waktu, jarak antara benda-benda langit semakin menjauh.
Para ilmuwan mengatakan bahwa alam semesta akan terus mengembang sampai dengan dicapainya massa kritis alam semesta.

Apabila massa kritis ini telah tercapai, maka gaya tarik menarik (gravitasi) antara massa berbagai benda langit akan menahan proses pengembangan alam semesta.



Bahkan akan tercapai keadaan kontraksi alam semesta.

Alam semesta yang semula mengembang akan mengkerut (berkontraksi) mengecil dan suatu saat akan hancur dan kembali pada keadaan awal (singularitas);
keadaan seperti inilah yang disebut hari kiamat.
Hari kiamat dalam ayat ini digambarkan sebagai hari di mana Allah akan
"menggulung langit",
bagaikan menggulung lembaran-lembaran kertas, sebagaimana halnya awal penciptaan yang pertama.
Istilah
"menggulung langit"
adalah ungkapan yang tepat, karena sesungguhnya alam semesta tidak bundar melainkan datar terdiri dari trilyunan galaksi yang membentuk
"gulungan".

Tafsir QS. Al Anbiyaa (21) : 104. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Hari ketika Kami melipat langit seperti melipat lembaran buku, dan mengembalikan semua makhluk untuk mendapatkan perhitungan dan pembalasan.
Tak ada sesuatu pun yang membuat Kami tidak mampu untuk melakukan hal itu, karena Kamilah yang menciptakan mereka pada awal mulanya.


Maka sebagaimana Kami menciptakan mereka sejak awalnya, Kami pun akan mengembalikan mereka lagi.
Aku benar-benar berjanji untuk itu, dan akan selalu menepati segala hal yang pernah Aku janjikan. "

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Hari ketika Kami menggulung langit sebagaimana lembaran-lembaran kertas yang bertulis digulung.
Pada hari itu Kami membangkitkan makhluk sesuai bentuk yang Kami ciptakan pada pertama kalinya, sebagaimana mereka dilahirkan ibu mereka.


Itulah janji Allah yang tidak akan diselisihi-Nya.
Kami menjanjikannya sebagai janji yang pasti Kami tepati.


Sesungguhnya Kami senantiasa melaksanakan janji Kami.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Yaitu pada hari) ia dinashabkan oleh lafal Udzkur yang diperkirakan sebelumnya


(Kami gulung langit seperti menggulungnya malaikat Sijil) lafal As Sijilli ini adalah nama malaikat pencatat amal perbuatan


(terhadap kitab) catatan amal perbuatan anak Adam, sewaktu anak Adam yang bersangkutan mati.
Huruf Lam pada lafal Lil Kutubi adalah Zaidah atau tambahan.
Atau yang dimaksud dengan As Sijilli adalah lembaran-lembaran, sedangkan yang dimaksud Al Kitab adalah barang yang ditulis atau kertas dan huruf Lamnya bermakna ‘Ala.
Artinya:
sebagaimana tergulungnya lembaran-lembaran kertas.
Dan menurut qiraat yang lain lafal Lil Kitabi dibaca Lil Kutubi dalam bentuk jamak, yakni kitabkitab atau kertas-kertas.


(Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama) yakni mulai dari alam ketiadaan


(begitulah Kami akan mengulanginya) yakni sesudah penciptaan itu ditiadakan.
Huruf Kaf di sini berta’alluq kepada lafal Nu’iiduhu dan Dhamir Hu lafal Nu’iiduhu kembali kepada lafal Awwal dan huruf Ma pada lafal Kama adalah Mashdariyah


(Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati) Lafal Wa’dan dinashabkan oleh lafal Wa’dunaa yang keberadaannya diperkirakan pada sebelumnya, sedangkan lafal Wa’dan ini berfungsi mengukuhkan makna dari lafal yang diperkirakan sebelumnya


(sesungguhnya Kamilah yang akan melaksanakannya) yaitu melaksanakan janji yang telah Kami tetapkan.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman bahwa kejadian ini pasti akan terjadi pada hari kiamat nanti, yaitu:

pada hari Kami gulung langit laksana menggulung lembaran-lembaran kertas.
(QS. Al-Anbiyaa [21]: 104)

Ayat ini semakna dengan apa yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya, padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya.
Mahasuci Tuhan dan Mahatinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan.
(QS. Az-Zumar [39]: 67)

Imam Bukhari mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muqaddam ibnu Muhammad, telah menceritakan kepadaku pamanku Al-Qasim ibnu Yahya, dari Ubaidillah, dari Nafi’, dari Ibnu Umar, dari Rasulullah ﷺ yang telah bersabda:
Sesungguhnya Allah kelak di hari kiamat menggulung bumi, dan begitu pula langit dengan tangan kanan-Nya.

Imam Bukhari meriwayatkan hadis ini bila ditinjau dari segi jalurnya dengan periwayatan yang tunggal (munfarid).


Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ahmad ibnul Hajjaj Ar-Ruqiy, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Salamah, dari Abul Wasil, dari Abul Malih Al-Azdi, dari Abul Jauza Al-Azdi, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa Allah menggulung tujuh lapis langit bersama semua makhluk yang ada di dalamnya, dan menggulung tujuh lapis bumi bersama semua makhluk yang ada di dalamnya, semuanya itu digulung oleh Allah dengan tangan kanan-Nya.
Dan semuanya itu di tangan-Nya sama dengan sebiji sawi.


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

seperti menggulung lembaran-lembaran kertas.
(QS. Al-Anbiyaa [21]: 104)

Menurut suatu pendapat, yang dimaksud dengan sijil adalah lembaran kertas kitab.
Menurut pendapat yang lain ialah segolongan malaikat.


Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ali ibnul Husain, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnul Ala, telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Yaman, telah menceritakan kepada kami Abul Wafa Al-Asyja’i, dari ayahnya, dari Ibnu Umar sehubungan dengan makna firman-Nya:
(Yaitu) pada hari Kami gulung langit laksana menggulung lembaran-lembaran kertas.
(QS. Al-Anbiyaa [21]: 104)
Bahwa yang dimaksud dengan sijil di sini ialah malaikat, apabila ia naik ke langit dengan membawa permohonan ampunan, maka dikatakan kepadanya,
"Tulislah dengan nur."
Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Ibnu Jarir, dari Abu Kuraih, dari Ibnu Yaman dengan sanad yang sama.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah diriwayatkan dari Abu Ja’far Muhammad ibnu Ali ibnul Husain, bahwa sijil adalah malaikat.


As-Saddi mengatakan bahwa as-sijil dalam ayat ini berarti malaikat yang ditugaskan mencatat amal perbuatan, apabila seseorang meninggal dunia, maka kitab catatan amalnya dimasukkan ke dalam sijil, lalu ditutup dan disimpan hingga hari kiamat.


Menurut pendapat yang lain, makna yang dimaksud ialah nama seorang sahabat yang bertugas mencatat wahyu bagi Nabi ﷺ

Ibnu Abu Hatim mengatakan, Abu Zar’ah, telah menceritakan kepada kami Nasr ibnu Ali Al-Jahdami, telah menceritakan kepada kami Nuh ibnu Qais, dari Amr ibnu Malik, dari Abul Jauzai, dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:
(Yaitu) pada hari Kami gulung langit laksana menggulung lembaran-lembaran kertas.
(QS. Al-Anbiyaa [21]: 104), Bahwa as-sijil adalah seorang lelaki.


Nuh berkata, telah menceritakan kepadaku Yazid ibnu Ka’b Al-Auzi, dari Amr ibnu Malik, dari Abul Jauza, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa as-sijil adalah juru tulis Nabi ﷺ

Ibnu Addi meriwayatkannya melaluiYahya ibnu Amr ibnu Malik Al-Bakri, dari ayahnya, dari Abul Jauza, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa dahulu Rasulullah ﷺ mempunyai seorang juru tulis bernama as-sijil.
Dialah yang disebutkan oleh firman-Nya:
(Yaitu) pada hari Kami gulung langit sebagaimana (sijjil) menggulung lembaran-lembaran kertas.
(QS. Al-Anbiyaa [21]: 104)
Sebagaimana sijil menggulung kertas tulis, begitulah kelak langit digulung.
Kemudian Ibnu Addi mengatakan bahwa riwayat ini tidak dikenal.

Al-Khatib Al-Bagdadi di dalam kitab Tarikh-nya mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Bakar Al-Barqani Muhammad ibnu Muhammad ibnu Ya’qub Al-Hajjaji, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnul Husain Al-Karkhi, bahwa Hamdan ibnu Sa’id pernah menceritakan kepada mereka hadis berikut dari Abdullah ibnu Numair, dari Ubaidillah ibnu Umar, dari Nafi, dari Ibnu Umar yang mengatakan bahwa as-sijil adalah juru tulis Nabi ﷺ

Al-Khatib Al-Bagdadi selanjutnya mengatakan bahwa hadis yang diriwayatkan oleh Nafi’, dari Ibnu Umar ini berpredikat sangat munkar, tidak mempunyai asal-usul sama sekali.
Begitu pula hadis terdahulu darI Ibnu Abbas yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan lain-lainnya berpredikat munkar pula dan tidak sahih.
Sejumlah ahli huffaz telah mengemukakan keterangannya bahwa hadis ini maudu’, sekalipun di dalam Sunan Abu Daud salah seorang perawinya adalah guru kami, yaitu Al-Hafiz Abul Hajjaj Al-Mazzi.
Saya telah mengulas hadis ini dalam suatu karya tulis yang terpisah.

Imam Abu Ja’far Ibnu Jarir menilai hadis ini berpredikat munkar, lalu membantahnya dengan bantahan yang sempurna.
Ia mengatakan bahwa tiada seorang pun di antara para sahabat yang bernama as-sijil.
Juru tulis Nabi ﷺ orang-orangnya telah dikenal, dan tiada seorang pun di antara mereka bernama as-sijil.

Ibnu Jarir dapat dibenarkan dengan pendapatnya itu, dan alasannya yang kuat itu cukup untuk dijadikan sebagai bukti yang menunjukkan predikat munkar hadis ini.
Adapun pendapat yang mengatakan bahwa ia adalah nama seorang sahabat, maka tiada pegangan yang lain baginya kecuali hanya hadis ini.

Pendapat yang benar dari Ibnu Abbas ialah yang mengatakan bahwa as-sijil adalah lembaran kertas.
Demikianlah menurut Ali ibnu Abu Talhah dan Al-Aufi, dari Ibnu Abbas.
Hal yang sama dikatakan pula oleh Mujahid, Qatadah, dan lain-lainnya yang bukan hanya seorang.
Pendapat yang dipilih oleh Ibnu Jarir adalah pendapat ini dengan alasan bahwa memang makna inilah yang dikenal menurut istilah bahasa.
Dengan demikian, makna ayat ialah bahwa di hari Kami gulung langit sebagaimana menggulung lembaran-lembaran kertas.
Huruf lam pada lafaz lil kitab bermakna ‘alal kitab, dan yang dimaksud dengan kitab ialah maktubnya, yakni kertasnya.
Pengertiannya sama dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya dalam ayat yang lain, yaitu:

Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipisnya, (nyatalah kesabaran keduanya).
(QS. As-Saffat [37]: 103)

Lil jabin bermakna ‘alal jabin, yakni pada pelipisnya.
Masih banyak contoh lainnya dalam bahasa.

Firman Allah Allah subhanahu wa ta’ala:

Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama, begitulah Kami akan mengulanginya.
Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati, sesungguhnya Kamilah yang akan melaksanakannya.
(QS. Al-Anbiyaa [21]: 104)

Yaitu hal ini pasti terjadi kelak pada hari Allah mengembalikan semua makhluk dalam kejadiannya yang baru, sebagaimana Allah menciptakan mereka pada pertama kalinya.
Dia Mahakuasa untuk mengembalikan penciptaan mereka.
Hari itu pasti terjadi karena termasuk salah satu di antara yang dijanjikan oleh Allah subhanahu wa ta’ala Janji Allah tidak akan diingkari dan tidak akan diganti, Dia Mahakuasa untuk melakukan hal tersebut.
Karena itulah dalam penghujung ayat ini disebutkan oleh firman-Nya:

sesungguhnya Kamilah yang akan melaksanakannya.
(QS. Al-Anbiyaa [21]: 104)

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Waki’, Abu Ja’far, dan Ubaidah Al-Ammi.
Mereka mengatakan, telah menceritakan kepada kami Syu’bah, dari Al-Mugirah ibnun Nu’man, dari Sa’id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa di suatu waktu Rasulullah ﷺ berdiri di antara kami untuk menyampaikan nasihatnya kepada kami, lalu beliau ﷺ bersabda:
Sesungguhnya kalian akan digiring menghadap kepada Allah subhanahu wa ta’ala dalam keadaan tak beralas kaki, telanjang lagi tidak disunat,
"Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama, begitulah Kami akan mengulanginya.
Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati, sesungguhnya Kamilah yang akan melaksanakannya."
Hingga akhir hadis.


Syaikhain mengetengahkan hadis ini melalui riwayat Syu’bah.
Imam Bukhari di dalam kitabnya menyebutkan ayat ini.
Lais ibnu Abu Sulaim telah meriwayatkan dari Mujahid, dari Siti Aisyah, dari Rasulullah ﷺ hal yang semisal.


Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:
Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama, begitulah Kami akan mengulanginya.
(QS. Al-Anbiyaa [21]: 104)
Ibnu Abbas mengatakan bahwa segala sesuatu binasa semuanya, lalu diciptakan kembali sebagaimana penciptaan semula.

Hadits Shahih Yang Berhubungan Dengan Surah Al Anbiyaa (21) ayat 104

Telah bercerita kepada kami Muhammad bin Katsir telah mengabarkan kepada kami Sufyan telah bercerita kepada kami Al Mughirah bin An Nu’man berkata telah bercerita kepadaku Sa’id bin Jubair dari Ibnu Abbas ra. dari Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:
Sesungguhnya kalian akan dikumpulkan (pada hari qiyamat) dalam keadaan telanjang dan tidak dikhitan. Lalu Beliau membaca firman Allah QS Al Anbiya‘ ayat 104 yang artinya Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan yang pertama, begitulah Kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti dari Kami. Sesungguhnya Kamilah yang akan melaksanakannya. Dan orang yang pertama kali diberikan pakaian pada hari qiyamat adalah Nabi Ibrahim as. dan ada segolongan orang dari sahabatku yang akan diculik dari arah kiri lalu aku katakan: Itu Sahabatku, Itu sahabatku. Maka Allah Ta’ala berfirman: Sesungguhnya mereka menjadi murtad sepeninggal kamu. Aku katakan sebagaimana ucapan hamba yang shalih (firman Allah dalam QS al-Maidah ayat 117 – 118 yang artinya (Dan aku menjadi saksi atas mereka selagi aku bersama mereka. Namun setelah Engkau mewafatkan aku…) hingga firman-Nya (….Engkau Maha Perkasa lagi Maha bijaksana).

Shahih Bukhari, Kitab Haditshadits yang Meriwayatkan Tentang Para Nabi – Nomor Hadits: 3100

Unsur Pokok Surah Al Anbiyaa (الأنبياء)

Surat Al Anbiyaa’ yang terdiri atas 112 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai surat ini dengan "Al Anbiyaa" (nabi-nabi), karena surat ini mengutarakan kisah beberapa orang nabi.
Permulaan surat Al Anbiyaa’ menegaskan bahwa manusia lalai dalam menghadapi hari berhisab, kemudian berhubung adanya pengingkaran kaum musyrik Mekah terhadap wahyu yang dibawa oleh Nabi Muhammad ﷺ maka ditegaskan Allah, kendatipun nabi-nabi itu manusia biasa, akan tetapi masing-masing mereka adalah manusia yang membawa wahyu yang pokok ajarannya adalah tauhid, dan keharusan manusia menyembah Allah Tuhan sang Pencipta.

Orang yang tidak mau mengakui kekuasaan Allah dan mengingkari ajaran yang dibawa oleh nabi-nabi itu, akan diazab Allah di dunia dan di akhirat nanti.

Kemudian dikemukakan kisah beberapa orang nabi dengan umatnya.
Akhirnya surat itu ditutup dengan seruan agar kaum musyrik Mekah percaya kepada ajaran yang dibawa Muhammad ﷺ supaya tidak mengalami apa yang telah dialami oleh umat-umat yang dahulu.
Selain yang tersebut di atas pokok-pokok isi surat ini ialah:

Keimanan:

▪ Para nabi dan para rasul itu selamanya diangkat Allah dari jenis manusia.
▪ Langit dan bumi akan binasa kalau ada tuhan selain Allah.
▪ Semua rasul membawa ajaran tauhid dan keharusan manusia menyembah Allah.
▪ Tiap-tiap yang bernyawa akan merasakan mati.
▪ Cobaan Allah kepada manusia ada yang berupa kebaikan dan ada yang berupa keburukan.
▪ Hari kiamat datangnya dengan tiba-tiba.

Kisah:

▪ Kisah Ibrahim `alaihis salam (ajakan Ibrahim `alaihis salam kepada bapaknya untuk menyembah Allah.
▪ Bantahan Ibrahim terhadap kaurnnya yang menyembah berhalaberhala.
▪ Bantahan Ibrahim `alaihis salam terhadap Namrudz yang bersimaharajalela dan menganggap dirinya Tuhan).
▪ Kisah Nuh `alaihis salam, kisah Daud `alaihis salam dan Sulairnan `alaihis salam.
▪ Kisah Ayyub `alaihis salam.
▪ Kisah Yunus `alaihis salam.
▪ Kisah Zakaria `alaihis salam.

Lain-lain:

▪ Karunia Alquran.
▪ Tuntutan kaum musyrikin kepada Nabi Muhammad ﷺ untuk mendatangkan mukjizat yang lain dari Alquran.
▪ Kehancuran suatu umat adalah karena kezalimannya.
▪ Allah menciptakan langit dan bumi beserta hikmatnya.
▪ Soal jawab antara berhala dan penyembahnya dalam neraka.
▪ Timbulnya Ya’juj dan Ma’juj sebagai tanda-tanda kedatangan hari kiamat.
▪ Bumi akan diwariskan kepada hamba Allah yang dapat memakmurkannya.
▪ Kejadian alam semesta.
▪ Sesuatu yang hidup itu berasal dari air.

Audio Murottal

QS. Al-Anbiyaa (21) : 1-112 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 112 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-Anbiyaa (21) : 1-112 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 112

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Anbiyaa ayat 104 - Gambar 1 Surah Al Anbiyaa ayat 104 - Gambar 2
Statistik QS. 21:104
  • Rating RisalahMuslim
4.4

Ayat ini terdapat dalam surah Al Anbiyaa.

Surah Al-Anbiya’ (Arab: الأنبياء , al-Anbiyā’ , “Nabi-Nabi”) adalah surah ke-21 dalam Alquran.
Surah yang terdiri atas 112 ayat ini termasuk golongan surah Makkiyah.
Nama al-anbiya (bahasa arab:nabi-nabi) digunakan karena surat ini mengutarakan kisah beberapa orang nabi.
Permulaan surah Al-Anbiya menegaskan bahwa manusia lalai dalam menghadapi hari berhisab, kemudian berhubung adanya pengingkaran kaum musyrik Mekkah terhadap wahyu yang dibawa Nabi Muhammad ﷺ.
maka ditegaskan Allah, kendatipun nabi-nabi itu manusia biasa, akan tetapi masing-masing mereka adalah manusia yang membawa wahyu yang pokok ajarannya adalah tauhid, dan keharusan manusia menyembah Allah Tuhan Penciptanya.
Orang yang tidak mau mengakui kekuasaan Allah dan mengingkari ajaran yang dibawa oleh nabi-nabi itu, akan diazab Allah didunia dan di akhirat nanti.
Kemudian dikemukakan kisah beberapa orang nabi dengan umatnya.
Akhirnya surah itu ditutup dengan seruan agar kaum musyrik Mekah percaya kepada ajaran yang dibawa Muhammad ﷺ supaya tidak mengalami apa yang telah dialami oleh umat-umat yang dahulu.

Nomor Surah 21
Nama Surah Al Anbiyaa
Arab الأنبياء
Arti Nabi-Nabi
Nama lain
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 73
Juz Juz 17
Jumlah ruku’ 3 ruku’
Jumlah ayat 112
Jumlah kata 1177
Jumlah huruf 5039
Surah sebelumnya Surah Ta Ha
Surah selanjutnya Surah Al-Hajj
Sending
User Review
4.4 (28 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

21:104, 21 104, 21-104, Surah Al Anbiyaa 104, Tafsir surat AlAnbiyaa 104, Quran Al-Anbya 104, Al Anbiya 104, Alanbiya 104, Al-Anbiya' 104, Surah Al Anbiya ayat 104

Video Surah

21:104


More Videos

Kandungan Surah Al Anbiyaa

۞ QS. 21:1 • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Kiamat telah dekat

۞ QS. 21:2 Ar Rabb (Tuhan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 21:3 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 21:4 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Al Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Alim (Maha megetahui) •

۞ QS. 21:5 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 21:6 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 21:9 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Allah menepati janji • Azab orang kafir • Keutamaan iman

۞ QS. 21:10 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 21:11 • Kekuasaan Allah • Azab orang kafir

۞ QS. 21:12 • Azab orang kafir

۞ QS. 21:13 • Azab orang kafir

۞ QS. 21:14 • Azab orang kafir

۞ QS. 21:15 • Azab orang kafir

۞ QS. 21:17 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Sifat Kamal (sempurna)

۞ QS. 21:18 • Mendustai Allah • Maksiat dan dosa

۞ QS. 21:19 • Segala sesuatu milik Allah • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 21:20 • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 21:21 • Mendustai Allah • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 21:22 Tauhid Rububiyyah • Tauhid Uluhiyyah • Kesucian Allah dari sekutu dan anak

۞ QS. 21:23 • Sifat Mukhalafah (berbeda dengan makhluk)

۞ QS. 21:24 Tauhid Uluhiyyah • Mendustai Allah • Pengakuan antara satu kitab dengan lainnya • Islam agama para nabi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 21:25 Tauhid Uluhiyyah • Islam agama para nabi

۞ QS. 21:26 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Mendustai Allah • Al Rahman (Maha Pengasih) • Sifat-sifat malaikat

۞ QS. 21:27 • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 21:28 • Memperoleh syafaat dengan izin Allah • Keluasan ilmu Allah • Sifat-sifat malaikat • Syafaat para nabi dan malaikat

۞ QS. 21:29 Tauhid Uluhiyyah • Nama-nama neraka • Azab orang kafir • Siksa orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 21:30 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 21:31 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 21:32 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 21:33 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 21:34 • Kematian pasti terjadi pada setiap makhluk hidup

۞ QS. 21:35 • Kematian pasti terjadi pada setiap makhluk hidup • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 21:36 Al Rahman (Maha Pengasih) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 21:37 • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Maksiat dan dosa

۞ QS. 21:38 • Mengingkari hari kebangkitan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 21:39 • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 21:40 • Hari kiamat datang tiba-tiba • Azab orang kafir

۞ QS. 21:41 • Azab orang kafir

۞ QS. 21:42 Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahman (Maha Pengasih) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah •

۞ QS. 21:43 • Mendustai Allah • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 21:44 • Kekuasaan Allah • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 21:46 Ar Rabb (Tuhan) • Azab orang kafir

۞ QS. 21:47 • Keluasan ilmu Allah • Kekuasaan Allah • Lembaran catatan amal perbuatan • Keadilan Allah dalam menghakimi • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 21:48 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 21:49 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 21:50 • Sikap manusia terhadap kitab samawi

۞ QS. 21:53 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 21:55 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 21:56 Tauhid Rububiyyah • Ar Rabb (Tuhan) • Islam agama para nabi

۞ QS. 21:58 • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 21:59 • Kebodohan orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 21:62 • Kebodohan orang kafir

۞ QS. 21:63 • Kebodohan orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 21:64 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 21:65 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kebodohan orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 21:66 • Hanya Allah yang mendatangkan manfaat dan marabahaya • Keputusan di tangan Allah • Keputusan di tangan Allah • Keputusan di tangan Allah • Islam agama para nabi

۞ QS. 21:67 • Islam agama para nabi

۞ QS. 21:68 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 21:69 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

۞ QS. 21:70 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Azab orang kafir

۞ QS. 21:71 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

۞ QS. 21:73 • Islam agama para nabi

۞ QS. 21:74 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

۞ QS. 21:76 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

۞ QS. 21:77 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Azab orang kafir

۞ QS. 21:81 • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 21:82 Jin ditundukkan untuk taat kepada nabi Sulaiman as.

۞ QS. 21:83 Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahim (Maha Penyayang)

۞ QS. 21:84 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

۞ QS. 21:88 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Keutamaan iman

۞ QS. 21:89 Ar Rabb (Tuhan) • Al Warits (Yang mewariskan alam)

۞ QS. 21:90 • Bersegera dalam melakukan kebaikan

۞ QS. 21:92 Ar Rabb (Tuhan) • Islam agama para nabi

۞ QS. 21:93 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 21:94 • Keadilan Allah dalam menghakimi • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh • Menghitung amal kebaikan •

۞ QS. 21:95 • Azab orang kafir

۞ QS. 21:96 • Munculnya Ya’juj dan Ma’juj sebelum kiamat

۞ QS. 21:97 • Allah menepati janji • Kiamat telah dekat • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan

۞ QS. 21:98 • Nama-nama neraka • Azab orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 21:99 • Keabadian neraka • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 21:100 • Sifat neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka

۞ QS. 21:101 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Nama-nama surga • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh

۞ QS. 21:102 • Keabadian surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan

۞ QS. 21:103 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Allah menepati janji • Tugas-tugas malaikat • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Keutamaan iman

۞ QS. 21:104 • Allah menepati janji • Kekuasaan Allah • Kedahsyatan hari kiamat • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan •

۞ QS. 21:105 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Pengakuan antara satu kitab dengan lainnya • Kekuatan umat Islam di dunia

۞ QS. 21:106 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 21:108 Tauhid Uluhiyyah • Al Wahid (Maha Esa) • Islam agama para nabi

۞ QS. 21:109 • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 21:110 • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 21:111 • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 21:112 • Minta tolong kepada Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahman (Maha Pengasih)

Ayat Pilihan

Ar Rahmaan (Allah Yang Maha Pengasih),
Yang telah mengajarkan Alquran.
Dia ciptakan manusia.
Mengajarnya pandai berbicara.
Matahari & bulan (beredar) menurut perhitungan.
Dan tumbuhan & pohon-pohonan kedua-duanya tunduk kepada-Nya
QS. Ar-Rahman [55]: 1-6

Dirikanlah sembahyang pada kedua tepi siang (pagi & petang) & pada bahagian permulaan daripada malam. Sungguh perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk.
Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat
QS. Hud [11]: 114

Katakanlah:
“Dialah Yang menciptakan kamu & menjadikan bagi kamu pendengaran,
penglihatan & hati”.
(Tetapi) amat sedikit kamu bersyukur.

QS. Al-Mulk [67]: 23

Berkata Ibrahim:
Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu,
aku akan memintakan ampun bagimu kepada Tuhanku.
Sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku.
QS. Maryam [19]: 47

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Pengertian Mujahadah An-Nafs adalah ...

Correct! Wrong!

Dalam Islam, teladan yang baik disebut juga dengan istilah ...

Correct! Wrong!

Ketika Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam masih remaja, baginda telah bekerja mengambil upah sebagai pengembala binatang ternak. Apakah binatang tersebut?

Correct! Wrong!

+

Array

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda bahwa berjihad (berjuang) yang paling utama adalah melawan ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
u0623u064eu0641u0652u0636u064eu0644u064f u0627u0644u0652u062cu0650u0647u064eu0627u062fu0650 u0623u064eu0646u0652 u064au064fu062cu064eu0627u0647u064eu062fu064e u0627u0644u0631u0651u064eu062cu064fu0644u064f u0646u064eu0641u0652u0633u064eu0647u064e u0648u064e u0647u064eu0648u064eu0627u0647u064f

(Jihad yang paling utama adalah seseorang berjihad [berjuang] melawan dirinya dan hawa nafsunya),
Hadits ini derajatnya shahih. Diriwayatkan oleh Ibnu An-Najjar dari Abu Dzarr Radhiyallahu anhu. Juga diriwayatkan oleh Abu Nu'aim dan Ad-Dailami. Hadits ini juga dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani di dalam Shahih Al-Jami'ush-Shaghu00eer, no 1099, dan beliau menjelaskannya secara rinci dalam Silsilah Ash-Shu00e2hihah, no. 1496.

Dalam Islam, pengendalian diri atau kontrol terhadap diri, disebut juga dengan ...

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #14
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #14 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #14 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #1

Arti fana adalah … Tuhan memiliki sifat Al Karim, yang berarti bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala merupakan zat Yang ..Allah memiliki sifat Al Kariim yang tercantum dalam Alquran surah … Tuhan memiliki sifat Al Matiin, yang berarti bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala adalah zat Yang … Dalam Asmaul Husna, Allah memiliki sifat Al Matiin yang tercantum dalam Alquran surah …

Pendidikan Agama Islam #26

Sebab-sebab turunnya ayat Alquran disebut … Nama lain dari surah Al-Insyirah adalah … Jumlah surah-surah dalam Alquran adalah … Pesan utama dari kandungan Alquran adalah … Surah yang terpanjang dalam Alquran adalah …

Pendidikan Agama Islam #2

Salah satu Asmaul Husna, Allah memiliki sifat Al ‘Adl, yang berarti bahwa Allah … Allah memiliki sifat Yang Maha Mengumpulkan, yang artinya … Sifat adil Allah berlaku untuk … Salah satu Asmaul Husna adalah Al Akhir, yang berarti … Keberadaan Asmaul Husna, dijelaskan dalam Alquran surah …

Kamus Istilah Islam

Pertempuran Shiffin

Apa itu Pertempuran Shiffin? Pertempuran Shiffin terjadi semasa zaman fitnah besar atau perang saudara pertama orang Islam dengan pertempuran utama terjadi dari tanggal 26-28 Juli. Pertempuran ini t...

fi’il

Apa itu fi’il? Fi’il merupakan salah satu jenis kata yang mengandung morfem rangkap dalam bahasa Arab atau Alquran. Letak fi’il dalam kalimat dapat menentukan jenis kalimat itu sendi...

Al-Baidhawi

Siapa itu Al-Baidhawi? Al-Imam al-Qadhi al-Mufassir Nashiruddin Abu Sa`id Abu al-Khair Abdullah bin Abi al-Qasim Umar bin Muhammad bin Abi al-Hasan Ali al-Baidlawi asy-Syirazi asy-Syafi`i lahir di al...